hal positif secara rutin. Misalnya merapikan tempat tidur
sebelum pergi atau membuang sampah pada tempatnya,
atau disiplin keuangan dengan mengatur keuangan
pribadi. Sikap disiplin akan hal‐hal kecil tersebut akan
membiasakan diri kita untuk disiplin terhadap hal‐hal
yang besar.
6. Jangan lupa beri penghargaan
Seperti yang telah disebutkan di atas, menanamkan
sikap disiplin tentu bukanlah hal yang mudah. Setelah kita
sukses menanamkan sikap disiplin dalam diri, beri
imbalan pada diri sendiri untuk membayar seluruh kerja
keras yang telah dilakukan.
Disiplin dapat didefinisikan sebagai suatu sikap
menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap
peraturan‐peraturan yang berlaku. Baik itu peraturan yang
tertulis maupun tidak tertulis. Disiplin selalu disertai
kesanggupan menjalankannya dan tidak mengelak menerima
sanksi apabila melanggar tugas dan wewenang yang sudah
diberikan.
Ada beberapa tips untuk menumbuhkan sikap disiplin,
yaitu:
Lakukan saja
Tumbuhkan niat dalam diri bahwa kita benar‐benar ingin
membiasakan diri bersikap disiplin. Biarkan motivasi ini
memengaruhimu untuk membuat pilihan yang baik.
Katakan pada diri sendiri, “Aku berjanji akan selalu
mematuhinya.” Coba berkomitmen pada diri sendiri dengan
Penilik yang Dirindukan | 43
membuat kode etik personal tentang bagaimana seharusnya
berperilaku. Itu harus benar‐benar kemauan sendiri.
Pahami aturannya
Pastikan hal‐hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Sadari hal itu agar terhindar dari kesalahan. Tak perlu
berlebihan hingga membuat standart operating procedures,
kebijakan, ataupun regulasi. Namun kamu harus tau bahwa
kamu tidak akan membuat keputusan tanpa mengetahui cara
mainnya. Tanyakan pada supervisor, mereka pasti akan
menghargai usahamu untuk bertanya sebelum bertindak.
Bertanggung jawab
Bertanggung jawablah atas perilaku sendiri. Jangan
salahkan orang lain atas sikap dan keputusan Anda. Menutupi
kesalahan justru akan semakin memperparah keadaan.
Akuilah kesalahan Anda dan minta maaf. Sampaikan bahwa
Anda akan bertanggung jawab atas kesalahan dan
memperbaikinya. Sikap berani bertanggung jawab akan
menunjukkan karakter jujur dalam diri Anda, di mana hal
tersebut jarang ditemukan dalam dunia kerja.
Berlatih
Sikap disiplin adalah sikap yang bisa dilatih. Sebesar
apapun niat dan tekad Anda untuk menumbuhkan sikap
disiplin, tak akan berarti apa‐apa jika tidak dilakukan. Ketika
membiasakan sikap disiplin, Anda mengalami siklus gagal
berkali‐kali juga untuk akhirnya bisa sukses.
Mengurangi kebiasaan buruk
Jika Anda masih sering menggunakan peralatan kantor
atau fasilitas kantor untuk kebutuhan diri sendiri, hentikan!
44 | Mugiyana
Jika Anda masih memberdayakan kebijakan kantor untuk
kebutuhan personal Anda, jangan lakukan itu lagi. Jika hal ini
dibiarkan, maka daftar kebiasaan buruk Anda akan semakin
panjang. Apapun itu, akhiri segera kebiasaan buruk Anda.
Jangan menyerah
Banyak hal dalam hidup yang bisa dinegosiasikan, namun
tidak dengan prinsipmu. Prinsip untuk menjadi disiplin
memang tidak mudah, namun bukan berarti kamu bisa
berhenti ketika sudah lelah.
Guru yang mempunyai etos kerja yang tinggi dengan
loyalitas terhadap sekolah merasa berkewajiban dengan apa
saja yang seharusnya ia berikan kepada sekolah. Oleh karena
itu tingkah laku pendidik didasari pada adanya peraturan dan
prosedur kerja sebagai bagian dari warga sekolah berkaitan
dengan masalah moral, sikap yang sesuai dengan peraturan
dan organisasi, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Memberikan pemahaman kepada para pendidik dan
tenaga kependidikan tentang bagaimana agar mereka bisa
disiplin membutuhkan beberapa hal.
Pertama, akui kalau Anda belum disiplin. Anda harus akui
bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam hidup Anda.
Misalnya, kalau saya tanya jam berapa anda sarapan pagi ini?
Apakah sama seperti kemarin. Atau misalnya saya tanya lagi,
kapan terakhir kali anda berolahraga? Apakah sesuai dengan
rencana anda sebelumnya yang akan berolahraga sekian kali
dalam seminggu?Jika belum sesuai, akui saja kalau anda
belum disiplin. Pengakuan ini penting. Sebab tanpa
pengakuan, akan sulit ada perubahan yang terjadi.
Penilik yang Dirindukan | 45
Kedua, kemauan. Seseorang bisa disiplin jika dilandasi
kemauan untuk disiplin. Jika sebelumnya masih sering malas‐
malasan, dirinya harus mau berubah menjadi rajin. Tanpa
adanya kemauan, perubahan itu akan sulit terjadi. Saat
seseorang memiliki kemauan tersebut, dirinya sadar bahwa
harus ada yang dilakukan agar hidupnya lebih baik.
Ketiga, keras. Andrie Wongso mengatakan, ”Jika Anda
keras terhadap diri sendiri, maka dunia akan lunak padamu.”
Agar anda bisa disiplin, anda harus keras pada diri anda. Tidak
melenakan diri di zona kenyamanan, tidak mudah putus asa,
tidak cengeng. Anda harus lakukan sesuatu yang menantang
diri anda. Peluang usaha itu sering kali lahir di zona yang tidak
nyaman. Untuk itu Anda harus berusaha keras untuk
menangkapnya.
Ajak pendidik dan tenaga kependidikan untuk disiplin
membuat perencanaan program lembaga, perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan program, pelaksanaan
pembelajaran, penilaian program penilain pembelajaran dan
pelaporan program, pelaporan pembelajaran.
E. Pentingnya humor saat monev
Orang yang menyenangkan akan lebih banyak bercanda
dan tertawa lepas. Orang dengan banyak humor juga
dianggap menyenangkan karena bisa membuat orang lain
tertawa. Tidak semua orang memiliki bakat untuk melucu.
Kita yang tidak memiliki bakat itu tidak perlu pesimis. Kita
hanya perlu untuk merilekskan pikiran kita dan tahu kapan
harus serius dan kapan harus bercanda. Jangan enggan untuk
tertawa bersama orang lain dengan lepas.
46 | Mugiyana
Ih, serius banget. Nanti cepet tua, lho!
Sering kuta diledek seperti itu, lantaran kita terlalu
tegang dengan tugas tanpa tengok ke kanan kiri. Tidak ada
senyum pula. Benar juga, terlalu serius tanpa ada unsur
guyonan (humor) akan membuat kita cepat tua, karena muka
kita yang mecucu (mulut mancung ke depan). Ini akan
menjadi tegang dan alhasil kita keliatan jelek.
Bolehlah kita serius. Harus malah. Namun tetap pada
batas kewajaran. Tidak kaku dan saklek, seolah‐olah ini bumi
ini berhenti berputar ketika pekerjaan belum selesai. Tidak
begitu juga, kan?Kketika kita mengerjkan pekerjaan itu
dengan rileks, tetapi tetap fokus pada tujuan penyelesaian
pekerjaan, perlu juga geguyonan dengan teman sejawat yang
menjadikan suasana menjadi segar dan hangat.
Nah, pekerjaan penilik saat di lapangan kaitanya dengan
monitoring pembimbingan dan evaluasi juga lebih baik
dikerjakan secara rileks, santai, tetapi tetap fokus.
Seringkalilah disisipi dengan geguyonan agar tidak tegang dan
kaku.
Menyadari bahwa kehadiran penilik saja ada sebagian
pendidik dan tenaga kependidikan menjadi takut, grogi, dan
was‐was. Makanya ketika datang, tebarkan senyuman
dengan kesan bahwa kita ini bersahabat dan menyenangkan.
Penilik yang humoris pasti disukai oleh PTK‐nya. Apalagi
kemasan humornya sangat cerdas dan isinya mendidik.
Sebaliknya, penilik yang tidak ada senyumnya, tidak ada
humornya, terkesan galak dan menakutkan. Pasti
membosankan dan tidak berkesan di hati para PTK‐nya.
Karena itu, penting bagi seorang penilik memanfaatkan
humor sebagai bagian proses pemantauan, pembimbingan,
Penilik yang Dirindukan | 47
dan evaluasi dalam menjalankan tugas kepenilikan. Apalagi
yang dihadapi adalah pendidik yang notabene dari ibu rumah
tangga, menjadi pendidik karena kemauan dan kepedulian
terhadap program PAUD dan terhadap anak‐anak, belum
diimbangi dengan kompetensi memadai sebagi pendidik.
Sudah lebih dari 30 tahun para peneliti menunjukkan rasa
humor dalam hubungan itu sangat penting. Membuat satu
sama lain tertawa adalah kunci dari hubungan yang bahagia.
Tertawa adalah hal yang paling menyenangkan. Jika tidak
ada tawa, hidup ini rasanya hambar dan jenuh. Di sinilah
peran humor menjadi sangat penting. Dengan adanya humor,
tawa pun akan lebih mudah keluar dari diri kita.
Humor ada dua jenis, yaitu humor sengaja dilakukan
seseorang untuk mengundang tawa dan humor tidak sengaja
berupa peristiwa lucu yang terjadi. Apapun jenis humor itu,
tertawa dan merasa bahagia adalah kunci utamanya.
Mewarnai hidup dengan humor bisa membawa banyak
hal positif dalam kehidupan kita. Apa sajakah itu?
1. Menjadi lebih sehat
Menurut beberapa studi ilmiah, tertawa diketahui
mampu memberikan banyak efek positif untuk kesehatan
seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi
jantung, mengaktifkan sel T (sel imun), dan memicu
sekresi hormon endorfin yang mampu mengurangi rasa
sakit. Tertawa adalah obat yang ampuh untuk berbagai
penyakit mental seperti depresi dan stres.
Tertawa juga banyak dikaitkan dengan masa hidup
seseorang. Semakin sering tertawa, semakin tinggi pula
angka harapan hidupnya.
48 | Mugiyana
2. Teman menjadi lebih banyak
Dengan sering tertawa dan membuat orang lain
tertawa, akan mengeluarkan aura positif di sekitar Anda.
Hal itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan
senang berada di dekat kita sehingga lingkungan
pertemanan pun akan dengan mudah bertambah.
Tidak hanya itu, tertawa bisa mencairkan suasana
yang awalnya kaku menjadi lebih menyenangkan dan
membuat kita lebih akrab satu sama lain. Kita juga bisa
lebih akrab dengan orang yang baru ditemui dengan
mengetahui kesukaan orang tersebut dan mencari humor
yang pas. Dengan cara ini, dijamin orang‐orang akan
nyaman bersama kita.
3. Meningkatkan solidaritas
Hubungan dengan PTK pastilah sangat berarti dan
dipenuhi dengan solidaritas yang tinggi. Namun, tahukah
kalau tertawa bersama adalah cara paling ampuh untuk
meningkatkan solidaritas tersebut. Dengan tertawa
bersama, hati kita akan menjadi dekat dan di situlah akan
timbul persahabatan, cinta, dan kekeluargaan yang lekat.
Dengan tertawa jarak yang tadinya jauh akan memendek
seketika dan membuat satu sama lain lebih terbuka dan
muncullah rasa saling peduli.
4. Bertemu dengan pasangan takdirmu
Tak kenal, maka tak sayang. Ini tidak melulu jodoh
dalam hal pasangan hidup. Kita dipertemukan, berarti
kita adalah jodoh. Jodoh antara penilik dan PTK‐nya. Oleh
karena itu harus lebih memahami satu sama lain.
Penilik yang Dirindukan | 49
Tertawa bersama bisa menjadi cara agar bisa lebih
dekat dan lebih mengenal orang yang di sukai. Kita hanya
perlu menemukan kecocokan sehingga bisa menemukan
topik humor yang sesuai. Dengan begitu, kita bisa
mengisi hari‐hari bersama dengan menyenangkan setiap
harinya. Kenapa? Karena tertawa membuat hidup
menjadi lebih berwarna dan menyenangkan.
5. Menghilangkan perbedaan
Kita hidup dengan bermacam orang yang berbeda
dari segi ras, agama, dan suku. Namun, tidak ada yang
bisa menghentikan indahnya tertawa bersama. Dengan
menemukan hal yang menyenangkan dan menertawainya
bersama, kita pun akan lupa dengan segala perbedaan
tersebut.
Untuk Indonesia yang saat ini memiliki banyak isu ras
dan agama, tertawa bisa menjadi solusi yang menyatukan
kita semua. Tidak heran rasanya kalau pekerjaan sebagai
komedian sangat laku di Indonesia, karena sebetulnya
semua orang sudah rindu dengan persatuan dan
kedamaian.
Ada banyak sekali manfaat dari humor yang bisa dipetik
dan pastinya membawa kebahagiaan. Seperti kalimat dari
salah satu film terkenal Warkop, “Tertawalah sebelum
tertawa itu dilarang.”
Jadi, mulailah penuhi hidupmu dengan lebih banyak tawa
dan kebahagiaan. Saat ini banyak penilik yang masih
menggunakan cara tradisional dalam melaksanakan
pembimbingan yang tentunya terasa menakutkan bagi PTK‐
nya. Bagaimana cara penilik menyampaikan pembinaan
50 | Mugiyana
melaksanakan pembimbingan pastinya menentukan berhasil
atau tidaknya hasil penyerapan PTK. Salah satu penyebabnya
adalah keseriusan yang berlebihan dalam pembinaan
membuat suasana menjadi kaku antara penilik dengan
PTKnya.
Masalah yang sering timbul adalah PTK masih saja merasa
sulit menerima pembinaan meskipun penilik sudah
menjelaskan materinya. Nah, dengan menggunakan humor
atau candaan bisa menjadi salah satu yang efektif untuk
mengurangi ketegangan dalam belajar.
Ron Deiter pernah mengatakan dalam jurnalnya bahwa
penggunaan humor bisa menjadi alat mengajar yang jika
efektif akan meningkatkan jumlah materi dan pengetahuan
lainnya yang dipelajari oleh pesertanya. Hal itu berarti ketika
penilik menerapkan humor secara efektif dan tepat dalam
pembinannya akan sangat membantu siswa untuk mulai
berpartisipasi dalam pembelajaran. Hal ini jelas meningkatkan
keefektifan transfer ilmu dari penilik ke PTK.
Penilik bisa saja menggunakan cerita lucu atau media
lainnya yang tentunya sesuai dengan materi pembinaan, demi
membangun suasana humor saat pembinaan tengah
berlangsung. Contohnya bisa bercerita tentang peristiwa‐
peristawa nyata yang lucu, yang tidak jauh dari lingkungan PTK.
Tema pembinaan yang paling mudah dipahami itu adalah yang
paling dekat dengan peserta dalam hal ini adalah PTK.
Manfaat Humor
Memiliki humor sangat menguntungkan. Bukan hanya
membuat Anda menjadi orang yang menyenangkan, humor
juga membantu Anda mengendalikan diri meski menghadapi
banyak masalah.
Penilik yang Dirindukan | 51
Jadi, jangan takut untuk menjadikannya bagian dari sifat
Anda. Apa saja manfaat humor?
1. Humor menolong bangkit dari kegagalan
Mereka yang terlalu serius memiliki waktu lebih lama
untuk bangkit dari kegagalan. Mereka tidak mau
mengakui kesalahan dan bertahan dengan tindakan yang
mereka ambil meski sudah jelas sekali kalau tindakan
mereka salah.
Memiliki rasa humor akan membuat Anda menjadi
lebih fleksibel dan mau mengakui kegagalan. Ingatlah
selalu bahwa langkah pertama untuk bangkit adalah
berlapang dada menerima kesalahan yang telah
dilakukan. Daripada pusing menyesalinya, lebih enak
menertawakannya bukan?
2. Humor membuat lebih kreatif
Lebih enak berpikir saat santai atau tegang? Ketika
dalam kondisi rileks, otak bekerja lebih baik dan
membuat ide‐ide bermunculan. Anda menjadi lebih
mudah mengolah hal‐hal baru.
3. Humor mendatangkan teman
Berbagi tertawa dengan seseorang yang baru
pertama kali kita kenal adalah cara paling ampuh untuk
membuat menjadi lebih dekat. Mereka juga akan lebih
mudah menyukai Anda berkat sikap positif yang kau
berikan.
4. Humor meningkatkan kesehatan
Sudah bukan rahasia lagi kalau tertawa dapat
menghilangkan stres. Dengan banyak tertawa, otak
terangsang untuk memproduksi hormon endorphin dan
52 | Mugiyana
dopamin. Ketegangan berkurang, tubuh menjadi rileks,
dan akhirnya Anda merasakan kebahagiaan.
5. Humor menolong menghadapi ketakutan
Kita semua memiliki ketakutan. Mereka bisa
berwujud nyata atau hanya berada dalam pikiran.
Ketakutan akan membuat Anda tak bisa bertindak dan
berpikir dengan benar. Tertawa adalah cara paling efektif
untuk menghadapinya karena kita mustahil untuk takut
dan tertawa di saat yang sama.
6. Humor membuat lebih fleksibel
Mereka yang fleksibel hampir semuanya bisa melucu.
Sebaliknya, mereka yang kaku pasti selalu bermuka
masam dan mudah tersinggung. Terutama bila diajak
bercanda.
Mengapa bisa begitu? Tertawa adalah kuncinya. Sifat
ini membuat Anda lebih terbuka dan mudah menghadapi
situasi yang suka berubah‐ubah. Intinya, Anda bisa
menguasai keadaan. Sikap humor sangat penting karena
tidak semua hal berjalan sesuai dengan yang kita
kehendaki. Terutama bagi mereka yang profesional dan
dituntut harus siap beradaptasi dengan berbagai macam
keadaan.
Sabda Rasulullah,”Hiburlah hatimu kapan saja ada
waktunya., Sesungguhnya bila hatimu itu payah, dia akan
buta.”
Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidak baik orang
yang tidak bersuka ria dan orang yang tidak memberi
kegembiraan kepada orang lain.”
Penilik yang Dirindukan | 53
Kutipan tersebut menunjukan Rasulullah sebenarnya
adalah sosok humoris, suka bercanda, dan membuat
orang lain tertawa, sejauh candaan itu positif dan tidak
mengandung konten negatif. Rasulullah tauladan kita,
iya, kan?
F. Membangkitkan Motivasi PTK
Barangkali sama nasibnya, pendidik di daerah mana pun,
bahwa kompensasi yang diterima pendidik PAUD jauh dari
kata sejahtera. Maka penting kalau penilik itu harus selalu
membangkitkan motivasi PTK‐nya agar tidak lelah, selalu
semangat dalam pengabdian, dan penuh pengharapan
bahwa sesungguhnya gaji yang besar dari seorang pendidik
PAUD profesional yang ikhlas itu akan diterima nanti di
akhirat. Adalah garda nomor satu yang masuk ke surge kelak.
Namun tidak begitu juga. Ketika PAUD dikelola dengan
bersunggung‐sungguh, baik, berkualitas, dan mampu
bersaing, tidak sedikit pula justru pendidik PAUD
mendapatkan kompensasi lebih tinggi daripada gaji PNS.
Selain berkutat tentang kompensasi, kesejahteraan yang
diterima juga bahwa pendidik PAUD adalah pencetak
generasi emas penentu masa depan dan penentu kejayaan
bangsa Indonesia tercinta.
Apa Itu Motivasi Kerja?
Motivasi kerja adalah usaha yang dilakukan seseorang
untuk meningkatkan kapasitas dirinya dalam pekerjaan agar
lebih produktif. Motivasi kerja juga berarti cara seseorang
untuk menjaga semangat kerjanya agar tetap stabil.
54 | Mugiyana
Di zaman sekarang kita dituntut selalu melakukan
pekerjaan dengan cepat dan tepat. Mood dan semangat yang
baik sangat diperlukan. Jika tidak dalam mood yang baik,
akan membuat pekerjaan yang kita lakukan juga akan
berantakan.
Motivasi kerja berperan untuk menjaga mood dan
semangat kita agar tidak kendor. Itulah kenapa motivasi
sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Motivasi yang
dimiliki seseorang dalam bekerja akan sangat mempengaruhi
pikiran dan keadaan seseorang tersebut.
Saat pembinaan, sering kita merajuk memberikan
penguatan kepada para pendidik dan tenaga kepada
pendidikan tentang beberapa hal agar menjadi bersemangat.
1. Saat kita masih diberi kesempatan bangun di pagi hari, itu
berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita
untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan.
Menebar manfaaat, karena sebaik‐baik manusia adalah
yang bermanfaat untuk manusia lain.
2. Jangan hanya bermalas‐malasan. Jadikan hidup kita lebih
bermakna dengan bekerja, memberikan segala yang kita
punya: hati, pikiran, dan tenaga untuk lingkungan kita.
3. Semua manusia memiliki kesempatan yang sama. Tetap
semangat untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.
Jangan menyia‐nyiakan waktu. Tempa diri untuk selalu
belajar dan memperbaiki diri.
4. Keberhasilan dalam kehidupan hanya bisa didapatkan
ketika seseorang mau berjuang dengan keras.
5. Kecerdasan bukan satu‐satunya yang menjamin
seseorang untuk sukses. Semua butuh kerja keras.
Penilik yang Dirindukan | 55
Jangan melihat orang ketika sudah sukses, tapi lihat juga
bagaimana usaha yang mereka lakukan untuk
mendapatkan kesuksesan itu.
6. Segala sesuatunya akan terasa menyenangkan apabila
kita mau bersyukur dengan setiap hal‐hal kecil yang
sudah kita dapat.
7. Apabila kita menginginkan hal besar terjadi di hidup kita,
maka kita juga harus siap untuk melakukan perjuangan
yang lebih besar juga.
8. Orang yang paling kuat adalah mereka yang bisa
melewati setiap cobaan yang diberikan Tuhan kepadanya.
Jangan hanya berpangku tangan saja. Gunakan tangan
Anda untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, seperti
bekerja dan mengabdi.
Islam tentu saja mengajarkan kepada kita untuk tidak
hanya berpangku tangan saja, tetapi bekerja dengan giat. Ada
sebuah nasihat yang sering disampaikan: beribadahlah kamu
seakan kamu mati besok, dan bekerjalah kamu seakan‐akan
kamu akan hidup seribu tahun lagi.
Itu artinya, kita harus menyeimbangkan antara beribadah
dan bekerja. Keduanya harus diprioritaskan. Tidak ada satu
yang lebih prioritas dari yang lainnya.
Berikut beberapa motivasi kerja menurut ajaran Islam :
1. Ibadah bukan hanya sholat, puasa, zakat, tetapi juga
bekerja. Apalagi bekerja untuk keluarga, itu adalah
sebaik‐baiknya ibadah.
2. Bersungguh‐sungguh dalam melakukan sesuatu adalah
salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan
cita‐cita.
56 | Mugiyana
3. Allah tidak pernah memberikan cobaan lebih dari
kemampuan hamba‐Nya menanggungnya. Maka dari itu,
jika Allah memberikan cobaan yang sedikit berat, itu
berarti Anda adalah orang yang sangat kuat.
4. Jangan menjadi orang yang suka bermalas‐malasan. Allah
sangat tidak suka dengan orang yang malas.
5. Lakukan setiap pekerjaan sebaik yang Anda bisa. Jika
melakukan pekerjaan yang baik, Anda nantinya juga akan
mendapatkan yang baik juga.
Cara Meningkatkan Motivasi Kerja
1. Jika memiliki kebiasaan buruk, misalkan suka bermalas‐
malasan atau sejenisnya, mulai sekarang kita harus mulai
mengubahnya. Lakukan hal‐hal yang bermanfaat untuk
hidup kita. Semua yang kita lakukan ini nantinya juga
untuk kebaikan kita sendiri.
2. Ingat niat dan tujuan kita bekerja. Seseorang tidak akan
bekerja dengan semangat ketika tidak memiliki alasan
untuk melakukannya. Sesuatu memang harus ada
alasannya agar kita mau melakukan hal itu.
3. Kita bisa mengingat orang‐orang yang saat ini sudah
sukses, seperti Marc Zuckernberg (CEO Facebook), Bill
Gates, dan lainnya. Dalam hidupnya, pasti mereka adalah
orang‐orang yang selalu bekerja keras.
4. Mengingat orang‐orang yang kita sayangi, orang‐orang
yang harus kita biayai.
5. Biasakan untuk selalu berpikir positif dalam melakukan
setiap pekerjaan. Pikiran yang positif dapat mendorong
seseorang memiliki semangat dan mood yang bagus.
Penilik yang Dirindukan | 57
Pentingnya Motivasi Kerja
Memiliki motivasi ketika sedang bekerja akan membuat
kita lebih semangat melakukan pekerjaan. Semangat kerja
inilah yang tidak banyak orang miliki. Orang biasanya akan
cepat mengeluh apabila ia sudah merasa jenuh dan bosan
dengan pekerjaannya. Aktivitas yang terus diulang‐ulang
setiap harinya memang akan membuat orang cepat bosan.
Motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi yang berasal
dari dalam dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang.
Motivasi kerja yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik
pula, semua hal yang dapat memberikan dorongan semangat
kerja yang berasal dari luar diri seseorang disebut dengan
motivasi kerja dari luar diri. Motivasi ini tidak datang dari diri
sendiri, melainkan dari luar diri, seperti motivasi dari orang
lain ataupun dari lingkungan.
Lingkungan kerja yang kondusif, motivasi kerja dari luar
diri yang kedua yaitu lingkungan kerja yang kondusif.
Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap semangat
dan mood kerja seseorang. Kita pasti akan semangat ketika
bekerja jika teman sekantor satu lembaga juga semangat
bekerja. Semangat mereka pasti akan memotivasi Anda untuk
bekerja dengan semangat. Apalagi jika rekan kerja Anda itu
bukan hanya sekedar rekan biasa, tetapi juga teman baik di
lembaga. Kita pasti akan lebih nyaman bekerja jika kita
memiliki teman, karena kita bisa berbagi keluh kesah, makan
siang bersama, dan pergi hangout bareng setelah pulang
kerja. Pekerjaan juga akan cepat selesai apabila kita dan
teman satu tim di lembaga memiliki visi dan tujuan pertama
dalam bekerja.
58 | Mugiyana
Apabila kita menjadi salah satu ketua atau salah satu
atasan, usahakan kita untuk selalu melakukan pekerjaan
dengan baik dan tepat waktu, karena hal itu akan sangat
mempengaruhi kinerja bawahan kita. Atasan yang baik adalah
atasan yang bisa memberikan contoh kepada bawahannya.
Bukan atasan yang suka perintah dan marah‐marah tetapi ia
sendiri tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan itu.
Atasan yang baik tentu akan membantu menyelesaikan dan
memberikan solusi kepada bawahan yang belum
menyelesaikan pekerjaannya.
Cara Membangkitkan Semangat Kerja
Banyak penyebab seseorang yang motivasi kerjanya
mulai turun. Misalnya ketidakpuasan terhadap lembaga atau
atasan, lingkungan yang kurang menyenangkan, rekan yang
kurang disukai, kompensasi yang tidak membaik, dan masih
banyak alasan lain.
Bangkitkan semangat kerja itu sesegera mungkin. Kerja
kita adalah mencetak generasi penentu harapan bangsa.
Namun membangkitkan semangat kerja tersebut tidaklah
mudah, perlu niat yang kuat dari hati kita sendiri.
Untuk membantu membangkitkan semangat ada
bebarapa langkah, yaitu:
1. Ingat tujuan, cita‐cita, dan harapan
Selain bekerja itu sebagai ibadah, bekerja juga
sebagai jalan kita untuk meraih tujuan, cita‐cita, dan
harapan. Apakah kita memiliki cita‐cita yang tinggi atas
pekerjaan kita? Jika iya, kita harus tunjukan dengan
semangat tinggi. Sebab dengan mengingat tujuan, cita‐
Penilik yang Dirindukan | 59
cita, dan harapan kamu merupakan salah satu cara
membangkitkan semangat kerja.
2. Untuk siapa Anda bekerja
Cara selanjutnya membangkitkan motivasi kerja
adalah dengan mengingat untuk siapa kita bekerja.
Apakah untuk keluarga atau untuk orang tua yang kita
sayangi dan menyayang kita?
Jangan kecewakan mereka dengan semangat kerja
kita yang semakin rendah. Justru kita harus menjadi
contoh bahwa kita begitu semangat dalam bekerja.
Sejauh mana semangat kita maka secara sadar tidak
sadar akan membekas dipikiran bawah sadar keluarga
kita. Anak‐anak atau adik‐adik kita pun akan meneladani
kita kedepannya.
3. Renungkan, mana yang lebih penting
Mana yang lebih penting, apakah niat ibadah
ditambah cita‐cita kita ditambah orang tua yang kita
sayangi atau perusak semangat kerja kita?
Ibadah karena Tuhan jauh lebih penting daripada
atasan yang cerewet. Lalu, cita‐cita kita untuk hidup lebih
baik jauh lebih penting daripada rekan kerja yang iri dan
dengki kepadamu. Orang‐orang yang kita cintai jauh lebih
penting dari masalah apa pun yang ada. Jangan sampai
hal‐hal terpenting dalam hidup kita dikalahkan oleh
pengganggu‐pengganggu itu.
4. Yakinlah bahwa diri kita mampu
Yakinlah bahwa diri kita mampu mengatasi, bertahan,
dan menghadapi semua perusak motivasi kita. Tuhan
60 | Mugiyana
tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.
Pancangkan tekad dalam hati tidak akan kalah demi cita‐
cita dan demi orang‐orang yang kita sayangi.
Tuhan tidak pernah salah dalam memilih kita diberikan
amanah menjadi pendidik tentun saja kita diangggap mampu
oleh Tuhan untuk menjalankan amanah‐Nya. Jalankan dengan
suka cita, terus meningkatkan kompetensi diri, dan memberi
yang terbaik untuk orang‐orang terkasih kita. Tetap
semangat. Jangan sampai sesuatu hal kecil dapat merusak
kehidupan kita ke depannya.
G. Merangsang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
untuk Kreatif dan Inovatif
Menjadi pendidik PAUD syarat dengan kreatif adalah
suatu keharusan. Mengapa?
Tan keno ora. Tidak boleh tidak.Begitu arti bahasa Jawa
tersebut. Iya, yang dihadapi adalah anak usia 0‐6 tahun,
bagaimana bisa membuat anak bahagia, nyaman, betah
berlama‐lama dengan bundanya (pendidik) jika pendidik tidak
kreatif, menciptakan suasana menyenangkan, membuat
permainan‐permainan yang mampu membuat anak‐anak
senang?
Maka pendidik PAUD diajak untuk mampu mengeksplor
dirinya, mengangkat potensi‐potensi dirinya. Apa yang
dimiliki baik diri secara person maupun sekitar sebagai bahan
untuk berkeratif.
Seorang pendidik yang sadar akan profesinya hendaknya
jangan terkungkung dalam comfort zone yang hanya
menjalankan rutinitas harian dengan mengajar saja, tanpa
Penilik yang Dirindukan | 61
ketulusan untuk mengasah kemampuan, dan kreativitasnya.
Guru juga harus memperhatikan aspek‐aspek lain dalam
menunjang kualitas pengajaran di kelas. Peranan guru harus
didasari atas komitmen mendidik dengan tujuan mulia yaitu
melahirkan generasi‐generasi masa depan yang unggul dan
gemilang.
Pendidik yang cerdas dan kreatif akan melahirkan murid‐
murid yang cerdas dan kreatif juga. Oleh karena itu, pendidik
harus mampu mengeksplorasi semua potensi dan
kemampuan dirinya. Guru harus akrab dengan berbagai
sumber keilmuan dan media informasi baik cetak maupun
elektronik. Guru berupaya untuk terus up to date mengikuti
perkembangan jaman sehingga cakrawala berpikirnya akan
terbuka dan mendapatkan banyak informasi sehingga
menambah wacana untuk melakukan suatu aktiftas
pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
Pendidik yang kreatif adalah yang
1. Berpikir inovatif
Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru
yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi
dalam memberikan materi pelajaran kepada anak
didiknya.
2. Percaya diri
Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin
berkembang ada pada diri guru yang kreatif. Tidak mudah
memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena apa
pun karya yang dia ciptakan harus kembali kepada anak
didiknya. Keberhasilan seorang guru yang kreatif terletak
pada kepuasan anak didik setelah menerima materi
62 | Mugiyana
pelajaran yang diberikan. Kalau pun anak didik merasa
tidak suka atau tidak puas, guru yang kreatif seharusnya
peka dalam hal ini.
Langkah selanjutnya, dia akan mencoba mencari
metode mengajar yang lain. Metode pengajaran yang
sesuai dengan selera dan kemampuan anak didiknya.
Yang terpenting adalah sikap pantang menyerah untuk
selalu memberikan yang terbaik kepada anak‐anak
didiknya. Apa pun metode pengajaran yang diberikan,
bila bervariasi, maka siswa pasti tidak akan bosan.
3. Tidak gaptek
Gaptek (gagap teknologi) bisa menjadi penghambat
seorang pendidik untuk menjadi kreatif. Guru yang kreatif
harus peka terhadap perkembangan zaman. Dia bisa
mengkombinasikan sesuatu yang bersifat kuno atau
jadul menjadi sesuatu yang menarik.
Bagaimana bisa menjadi menarik? Karena dia bisa
menggabungkan sesuatu yang jadul dengan sesuatu yang
modern. Misalnya, memvariasikan permaianan tradisional
dengan permainan modern.
4. Materi pelajaran yang diberikan menjadi mudah
dimengerti
Tidaklah mudah menransfer pengetahuan dari
seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah
tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru.
Namun seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba
berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami
materi pelajaran yang diberikan.
Penilik yang Dirindukan | 63
5. Terus belajar dan belajar
Tidak ada kata puas bagi seorang guru yang kreatif.
Bukan tidak ada kata puas yang negatif. Namun, kata
tidak puas bagi seorang guru yang kreatif adalah suatu
semangat untuk terus mengembangkan diri demi
kebaikan diri sendiri, anak didik, dan sekolah.
6. Cerdas dalam menemukan talenta anak didiknya
Karena tingkat kepekaan kepada anak didiknya yang
tinggi, maka seorang guru yang kreatif biasanya
mengenal kemampuan setiap anak didiknya. Kemampuan
anak didiknya adalah bisa berupa bakat atau talenta.
Dengan kepekaan yang dia miliki, seorang guru yang
kreatif akan berusaha untuk memanfaatkan dan
mengembangkan talenta yang dimiliki oleh anak
didiknya, misalnya dengan memberikan kesempatan anak
didiknya untuk tampil di acara‐acara sekolah.
7. Kooperatif
Guru yang kreatif menyadari akan kelemahannya
sebagai manusia. Itulah kenapa seorang guru yang kreatif
berusaha untuk bisa belajar dari orang lain. Dengan kata
lain, guru yang kreatif harus bisa bekerjasama dengan
sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak‐pihak
yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini juga berguna
untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi
sekolah serta mengurangi kesalahpahaman dan
permasalahan yang mungkin terjadi.
8. Pandai memanfaatkan apa yang ada
Biasanya seorang guru yang kreatif pandai
memanfaatkan apa yang ada di sekolah. Ia tahu cara
64 | Mugiyana
memanfaatkan sesuatu yang kurang bermanfaat menjadi
sarana belajar yang menarik. Misalnya, tahu bagaimana
cara mendaur ulang sampah plastik untuk menjadi
sebuah kerajinan tangan yang menarik.
Karena disampaikan dengan cara mengajar yang
menarik, barang yang sudah kurang bermanfaat tersebut
dapat disulap menjadi sesuatu yang luar biasa. Guru yang
kreatif ini tentunya dapat menghemat biaya atau
pengeluaran sekolah karena idenya dalam menemukan
sesuatu.
9. Bisa menerima kritik
Sebuah kritik bukanlah sesuatu yang menyakitkan
bagi seorang guru yang kreatif. Justru di situlah seorang
guru yang kreatif bisa belajar dari kekurangan dan
kesalahannya. Dia akan berpikir bagaimana caranya agar
kekurangannya bisa diminimalkan atau bahkan menjadi
sebuah kelebihan, serta tidak mengulang kesalahan yang
sama. Hal ini tentunya juga akan bermanfaat bagi
perkembangan diri guru kreatif.
10. Mengajar dengan cara menyenangkan
Seorang guru yang kreatif biasanya kaya akan ide
sehingga tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan
tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi
pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu
mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan
cara mengajar yang dia berikan. Dia tidak hanya mengajar
berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah
ditetapkan oleh sekolah, namun bisa pula
mengembangkannya. Sehingga proses transfer
Penilik yang Dirindukan | 65
pengetahuan tidak melulu dengan cara yang sama, bisa
bervariasi. Hal ini membuat anak didik menjadi tidak
bosan dan tidak terbebani dengan materi yang mereka
terima, selain itu bisa menjadi inspirasi bagi guru lain
untuk berpikir kreatif juga.
11. Membentuk ciri khas lembaga PAUD
Penemuan metode‐metode pengajaran yang
biasanya banyak dihasilkan oleh guru kreatif membantu
lembaga dalam menemukan ciri khasnya. Misalnya, ada
seorang pendidik yang ahli dalam bidang menari, dan bisa
menemukan sebuah metode menari sambil belajar
membaca. Hal ini bisa menjadi salah satu kelebihan
sekolah. Bila terus dikembangkan dan dipertahankan bisa
menjadi sebuah ciri khas sekolah.
Ciri khas sekolah atau lembaga bisa menjadi
kebanggaan dan kelebihan tersendiri. Ciri khas sebuah
sekolah membuat sekolah tersebut menjadi mudah
dikenal.
12. Banyak relasi
Pendidik yang kreatif biasanya tidak pernah
menyerah dalam belajar sesuatu. Meskipun dia ahli dalam
bidang kerajinan tangan, biasanya dia juga memiliki
keinginan untuk belajar sesuatu yang baru. Hal ini
memungkinkan guru kreatif untuk bergaul dengan
banyak orang. Untuk apa? Tentu saja untuk bisa berguru
kepada banyak orang, memperoleh ilmu, pengetahuan,
dan pengalaman yang baru.
66 | Mugiyana
13. Tidak melulu berorientasi pada uang dalam berkarya
Bagi seorang guru yang kreatif, uang bukanlah tujuan
utamanya. Yang menjadi tujuan utamanya dalam
mengajar adalah mendapatkan banyak ilmu dan
pengalaman. Dari segala tugas yang dia terima dan dia
laksanakan dia bukan berorientasi pada uang yang akan
dia dapat, melainkan pengalaman yang dia dapatkan.
Dia tidak akan bertanya,”Dengan melakukan ini, aku
dapat uang berapa?” Dia akan berkata, ”Aku sangat
bersyukur karena bisa mendapatkan pengetahuan yang
baru dengan melakukan tugas ini.”
Untuk menuntun PTK menjadi kreatif dan inovatif,
penilik harus memberikan contoh terlebih dahulu.
Sampaikan materi pembinaan dan atau pembimbingan
dengan menarik, inovatif, dan menyenangkan. Cara
seperti ini mampu membuat PTK antusias terhadap
materi yang kita sampaikan. Meskipun kadang tidak
selalu berjalan mulus, setidaknya kita pernah memcoba.
Hal‐hal inovatif tersebut tersebut hanya bisa
dilakukan dengan menjadi penilik yang kreatif. Caranya
dengan banyak menbaca dan mencari informasi tentang
belajar mengajar bisa melalui akses internet atau
mengikuti workshop dan seminar. Melalui kegiatan
tersebut kita bisa mendapatakan motode, trik, kiat‐kiat
untuk menjadi penilik yang kreatif. Setelah itu kita
praktikkan dan modifikasi sesuai dengan kondisi di
lapangan
Penilik yang Dirindukan | 67
H. Perkenalkan dan Ajarilah GTK Membuat
Permainan dan Media Pembelajaran Sesuai
dengan Potensi Lokal
Guru kreatif dan inovatif tidak lepas dari media
pembelajaran dan potensi lokal yang dimiliki. Agar tidak sarat
dengan biaya yang tinggi, pendidik harus mampu
memberdayakan kearifan local dan lingkungan sebagai media
pembelajaran. Tentu saja tidak sumber daya lingkungan yang
dimiliki, paling tidak lingkungan sumber daya manusia diajak
untuk berkonstribusi sebagai media pembelajaran.
Pembelajaran tema pada anak usia dini tidak ada batasan.
Setiap lembaga dan pendidik bisa dengan bebas menentukan
tema sesuai dengan lingkungan terdekat anak didik. Tujuan
akhirnya tercapai standar tingkat pencapaian perkembangan
anak sesuai dengan lampiran Permendikbud Nomor 146
Tahun 2014. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi pendidik
untuk bereskplor sedalam‐dalamnya tentang sumber daya
yang dimiliki dijadikan media pembelajaran pada pendidikan
anak usia dini.
Pada pengembangan aspek seni, pendidik bisa
mengambil kearifan lokal budaya yang dimiliki. Misalnya di
daerah yang masih kental dengan tarian reog, seperti
Ponorogo, maka pembelajaran seni reog dijadikan sebagai
karakter unggul di bidang seni untuk mengangkat promosi
lembaga PAUD. Di daerah yang sebagian besar adalah
muslim, bisa diangkat bidang seni rebana untuk dijadikan
unggulan dalam pembelajarn seni.
68 | Mugiyana
Terlepas anak harus dikenalkan dengan dunia luar agar
cakrawala pengetahuan berkembang bahwa dunia ini begitu
luasnya, tetapi kecintaan terhadap tanah kelahiran budaya
lokal harus ditanamkan sejak dini. Indonesia adalah negeri
yang kaya akan budaya. Tidak ada alasan bagi pendidik untuk
tidak mengangkat budaya terdekat anak sebagai aspek
pengembangan seni.
Pada aspek pengembangan nilai agama dan moral,
pendidik bisa mengoptimalkan fungsi masjid, gereja, atau
tempat ibadah lain sesuai agama yang dianut oleh anak
didiknya. Tempat ibadah tersebut digunakan sebai media
pembelajaran. Anak‐anak seminggu sekali diajak ke masjid.
Bisa diberikan materi wudhu, shalat, mengaji ,dan banyak
materi lainyang bisa diberikan.
Selain untuk benar‐benar mengaktualisasikan bahwa
ibadah yang paling baik itu adalah di masjid, gereja, atau
vihara, juga membisakan anak untuk dekat dengan tempat
ibadah. Yang paling utama mencintai tempat ibadah dan
menanamkan dalam akar otaknya bahwa Tuhan adalah tujuan
akhir dari apa yang kita lakukan di dunia ini. Surga dan neraka
sebagai pendidikan awal yang harus ditanamkan kepada anak
sejak usia dini.
Tokoh masyarakat bidang agama, ustaz atau ustazah
diajak untuk berkontribusi terhadap pembelajaran PAUD.
misalnya pada hari besar keagamaan memberikan pengajian.
Atau setiap hari tertentu untuk mengaji bersama ustaz dalam
lingkungan tersebut.
Kegiatan ini sekaligus sebagai promosi karena
bagaimanapun tokoh agama adalah orang yang berpengaruh
Penilik yang Dirindukan | 69
di lingkungan. Kta mohon kepada beliau (tokoh agama)
untuk mengajak anak‐anak usia PAUD supaya berkenan
masuk di PAUD kita. Atau mengingatkan bersama bahwa
tugas berdakwah bersama melalui PAUD kita adalah sangat
strategis karena memberikan ilmu apapun itu sangat mudah
dilakukan pada masa emas, seperti memahat di atas batu.
Dalam aspek pengembangan kognitif, banyak potensi
lokal yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat aspek ini.
Pengenalan warna, mulai dari gedung yang nampak besar
sampai dengan warna pasir dan debu, batu‐batuan yang
nampak kecil. Pengenalan bentuk, segitiga, persegi, bulat,
bundar, tabung, semua bisa diambilkan contoh dari
lingkungan potensi local yang ada didekat dengan PAUD.
Bentuk gedung dari yang paling atas genting (persegi),
turun ke plafon (segitiga), turun lagi pintu (persegi panjang).
Ada meja berbentuk bundar, bola berbentuk bulat, tempat
sampah yang seperti tabung, tutup tempat sampah
berbentuk bundar, dan masih banyak lagi benda‐benda di
sekitar PAUD untuk mengenal bentuk.
Untuk pengenalan tekstur kasar‐halus, biarkan tangan
anak memegang dan meraba apa saja yang ada di sekitar.
Ajak jalan‐jalan dan biarkan anak‐anak memegang apa saja
yang dilihat. Yang penting tidak merusak.
Dengan cara itu anak mampu merasakan dengan
tangannya tekstur benda yang dipegang dan yang diraba.
Selain itu, anak menjadi berani dan percaya diri karena
pendidik tidak selalu intervensi tidak selalu menegur atau
marah‐marah ketika anak dengan bebasnya memegang
benda‐benda yang dilihat.
70 | Mugiyana
Tentang ukuran, perbandingan, sedikit‐banyak, besar‐
kecil, panjang‐pendek, tinggi‐rendah, berat‐ringan, semua
dapat dieksplor melalui sumber daya lingkungan PAUD.
Terlepas dari itu semua, anak‐anak juga ditemukan
dengan masalah‐masalah. Biarkan anak dengan
kemampuannya menyelsaikan masalah itu. Misalnya anak
harus mengambil benda yang letaknya lebih tinggi dari
badannya. Jangan terburu‐buru mengambilkannya. Biarkan
anak berpikir dan menemukan cara untuk bisa mengambilnya
dengan memanjat benda di sekitar, tetapi tetap dalam
pengawasan pendidik. Dengan demikian, semakin beranjak
usianya, masalah akan semakin komplek dan anak mampu
menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ajak anak untuk berkomunikasi, rangsang untuk bertanya
dan menganalisa, mengumpulkan informasi yang anak temui.
Minta anak untuk menceritakan apa‐apa yang dilihat di
lingkungan sekitar. Tentu saja yang berkaitan dengan tema
yang saat itu sedang diambil.
Kemampuan berkomunikasi, tidak malu bertanya,
menganalisa, dan mengumpulkan informasi ini penting nanti
saat usia dewasa. Anak nanti akan dibenturkan dunia yang
lebih luas, dunia kerja yang pasti membutuhkan kemampuan
itu.
Pendidik harus merasa khawatir ketika anaknya hanya
diam dan duduk di ruang belajar, karena anak yang seperti
pasti saja geraknya kurang, dan juga kurang banyak bertemu
dengan masalah. Anak yang diam tersebut sebenarnya dalam
masalah. Ini adalah PR pendidik untuk memamahami keadaan
dan karakter anak didiknya.
Penilik yang Dirindukan | 71
Pada aspek pengembangan fisik motorik, hal yang bisa
dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi lingkungan adalah
bermitra dengan warung makan sekitar lingkungan atau
memanfaatkan orang tua dalam pelayanan pemberian gizi
kepada anak. Selain memperingan tugas kita dalam
pelayanan gizi ini juga memberikan keuntungan kepada
warung tetangga kampung. Artinya, PAUD juga bisa
bermanfaat untuk perekenomian lingkungan sekitar.
Pemberian gizi sejak usia dini penting karena bahkan
sangat penting karena asupan gizi seimbang pada masa dini
akan berefek pada kecerdasan anak. Anak yang
berkecukupan gizi akan mengalami pertumbuhan fisik yang
baik dan perkembangan otak yang baik pula. Sehingga
program pemerintah anak Indonesia bebas stunting dapat
dilakukan mulai sejak dini dalam layanan PAUD.
Bekerjasama dengan puskesmas, bidan desa, dan
posyandu dalam rangka pelayanan kesehatan, pemeriksaan
gigi, mata, mulut misalnya. Hal‐hal yang tidak bisa dilakukan
oleh pendidik atau tenaga kependidikan sebaiknya minta
tolong atau berpartner dengan orang lain dan lembaga atau
dinas lain.
Puskesmas mempunyai tanggung jawab terhadap
kesehatan lingkungan, pemberian vitamin, pemberian
imunisasi‐imunasasi sangat strategis dilaksanakan di PAUD.
Selain merupakan tempat yang sangat menarik untuk
dikunjungi anak karena tersedia banyak permainan (APE) juga
ada tenaga pendidik yang siap membantu dalam pelayanan
pemberian vitamin dan imunisasi misalnya.
72 | Mugiyana
Lingkungan sebagai tempat yang sangat murah untuk
perkembangan fisik anak. PAUD yang ada di pedesaan bisa
memanfaatkan sawah, ladang, dan kebun sebagai media
pembelajaran.
Pada tema pekerjaan, ambil profesi petani. Sawah bisa
dipakai praktik dalam bercocok tanam dan memanen padi.
Sebaiknya pembaelajaran konkret ini diberikan kepada
anak, sehingga anak tidak hanya berangan‐angan tentang
profesi apa yang sedang dijelaskan oleh pendidiknya.
Pada profesi pedagang, anak bisa diajak ke pasar untuk
melihat langsung proses jual beli. Pada profesi polisi, anak
diajak dolan ke kantor polisi, atau mendatangkan polisi untuk
berkunjung ke PAUD melalui program polisi sahabat anak.
Selain itu, pada pengembangan fisik, anak‐anak bisa
berjalan‐jalan menikmati suasana hangat dan segarnya
lingkungan sekitar kita. Penanaman kepada anak tentang
tanah kelahiran, cinta negeriku, dan desaku yang kucinta.
Seberapa hebatnya anak kelak di kemudian hari, sudah
seharusnya membangun desa tempat kelahiranya.
Carilah ilmu sampai ke negeri cina, ke Jerman, ke Kairo,
keluar negeri manapun. Kalau sudah dapat, pulanglah.
Terapkan ilmu untuk membangun desamu ini. Begitu orang
tua sering bernasihat.
Dalam aspek pengembangan sosial emosional, teman
dalam satu rombongan belajar PAUD adalah penentunya.
Berinteraksi dengan mereka satu kelompok, dapat saling
mengucapkan salam, bergandeng tangan, rukun dalam
kegiatan main, saling menyayangi, dan taat pada aturan main
Penilik yang Dirindukan | 73
yang sudah ditentukan bersama antara pendidik dan anak‐
anak.
Lingkungan sekolah misalnya, mengajak anak untuk
menghargai guru, hormat terhadap guru, salim ketika masuk
dan pulang, mengucapkan terima kasih bila mendapatkan
sesuatu, memohon maaf jika melakukan kesalahan.
Lingkungan keluarga dan masyarakat adalah waktu yang
sangat lama berkumpul dengannya. Keluarga adalah
pendidikan utama bagi anak‐anak. Kasih sayang dari orang
tua memacu sel otak anak berkembang pesat. Tauladan
orang tua menjadi panutan. Maka bertutur kata dan
bersikaplah yang baik di hadapan anak, karena anak adalah
peniru yang ulung.
Keluar dari rumah, anak dihadapkan dengan masyarakat
yang begitu komplek. Karakter, kepribadian, adat, budaya,
kebiasaan, semuanya berkontribusi terhadap perkembangan
anak, baik fisik maupun mental. Pendidik harus mampu
menggandeng semua orang tua dalam kegiatan parenting
dan lingkungan masyarakat dalam kegiatan bhakti sosial dan
kemasyarakatan agar anak tidak salah dalam
mengaktualisasikan dirinya di manapun berada.
Dalam pengembangan aspek bahasa, setiap hari Kamis
menggunakan bahasa ibu, sesuai anjuran pemerintah. Orang
Jawa memakai bahasa Jawa dalam pembelajaran.
Bahasa ibu adalah kekayaan budaya bangsa, harus di‐uri‐
uri, dijaga jangan sampai punah. Jangan sampai lantaran
bahasa nasional adalah bahasa Indonesia, anak‐anak tidak
dikenalkan dengan bahasa ibu.
74 | Mugiyana
Penggunaan bahasa ibu ini akan memberi warna pada
khasanah kerukunan bangsa. Pada waktu yang sama ketika
kita ketemu dengan orang Batak (mereka berbicara dengan
bahasa dan logat batak), kita hanya diam dan menghargai,
begitu juga sebaliknya kita berbicara dengan bahasa ibu kita,
dan pendengar yang lain menghargai.
Dalam bahasa Jawa ada tingkatan penggunaan bahasa
dan etika berbahasa. Berbicara dengan anak kecil, dengan
teman sebaya, atau dengan orang yang lebih tua sudah
berbeda cara, intonasi, maupun kata‐katanya. Maka penting
mengajak anak untuk berbahasa ibu yang benar agar tidak
salah dalam penempatan pengguanaan bahasa tersebut.
Berbicara dengan santun, menghargai teman dan orang
yang lebih tua, bersikap rendah hati, dan memberikan contoh
sikap‐sikap rendah hati kepada anak didik dalam pembiasaan
di lingkungan belajar. Selain anak diajak untuk menceritakan
dengan bahasa yang baik, juga mengajak untuk menjadi
pendengar yang baik. Kemampuan menjadi pendengar yang
baik justru lebih sulit dibandingakan dengan mengajak anak‐
anak untuk berbicara atau bercerita karena membutuhan
kecerdasan emosional dan rasa menghargai kepada
pembicara.
Nah, bagaimana potensi lokal dapat kita optimalkan
untuk pengembangan aspek bahasa ini? Di antaranya adalah
pembiasaan berkomunikasi dengan anak didik, dengan
sesama pendidik, dengan orang tua, dengan warga
masyarakat dengan bahasa yang santun, mudah dipahami,
dan upayakan menggunakan bahasa ibu dengan cara yang
baik.
Penilik yang Dirindukan | 75
Lingkungan yang terbiasa dengan menggunakan bahasa
yang kasar dan jorok sudah tentu akan mempengaruhi anak
untuk menirunya. Demikian juga lingkungan yang baik, warga
masyarakatnya berbahasa yang lembut, santun, sopan dan
sesuai kaidah berbahasa tentu saja akan memberikan
kontribusi terhadap aspek pengembangan bahasa anak.
Pada awal pembelajaran, yaitu pada tahap pembukaan
atau pijakan sebelum main, pendidik mengajak anak‐anak
untuk menyanyi, bertepuk tangan, bercerita, mendengarkan,
bertanya, dan menjawab pertanyaan. Pada tahap ini
penguatan pengembangan bahasa diberikan.
Kemudian menentukan aturan main. Pada saat terjadi
dialog menentukan bersama aturan‐aturan main, anak dilatih
untuk mengungkapkan kemauan, keinginan, komitmen
bersama, menyepakati dan menjalankan apa yang sudah
menjadi keputusan. Pada tahap sebelum penutup, yaitu
recalling, anak diajak untuk menceritakan kembali apa‐apa
yang dilakukan, permainan apa yang sudah dilakukan,
pengalaman‐pengalaman yang sudah didapat dan masalah‐
masalah yang dihadapi.
Pembiasaan yang tidak melulu pendidik sebagai sumber
belajar tetapi lingkungan, teman sebaya dan proses sebagai
pengalaman akan menjadikan anak mudah dalam menerima
materi dan anak akan menjadi pembelajar yang baik.
Lingkungan adalah potensi di mana kita harus mampu
melihat sekitar sebagai rahmat Tuhan yang bisa kita
manfaatkan untuk mencerdaskan anak bangsa. Apa saja bisa
digunakan sebagai sumber belajar. Kita paksa para PTK untuk
76 | Mugiyana
bertindak kreatif dan mandiri untuk memanfaatkan sumber
daya yang ada.
Ajarkan untuk tidak mengeluh dan berpangku tangan.
Ngadong rezeki (minta dengan menunggu) dan ngadong
bantuan. Tetaplah berdiri tegak menghadapi setiap ujian dan
rintangan dengan kekuatan yang diberikan Tuhan, yaitu akal
pikiran, anggota tubuh, kemauan yang kuat, dan sumber
daya lingkungan sebagai kekuatan untuk mencapai
tujuan,yaitu visi, misi, dan tujuan lembaga.
Penilik yang Dirindukan | 77
78 | Mugiyana
Bab 3
Penutup
M enjadi pendidik PAUD dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai pengendali mutu
pendidikan memang tidak semudah yang
dibayangkan. Membimbing guru yang notabene pendidikan
sebagian basar tidak berkualifikasi pendidikan PAUD lebih
sulit daripada membina pendidik yang sudah linier sesuai
bidang tugasnya.
Karena itu, penilik harus memancang optimisme setinggi
langit saat ingin pembinaan. Penilik menyiapkan strategi jitu
dalam pembimbingan. Walaupun dalam kenyataan tidak
berhasil maksimal. Sering kali apa yang direncanakan tidak
berjalan efektif.
Kenapa semua itu terjadi? Ada banyak faktor yang
menjadi pemicunya. Pada bab‐bab sebelumnya sudah dibahas
apa saja pemicunya. Sudah dibahas apa saja faktor itu.
Semuanya bersumber pada dua hal, yakni kepribadian dan
karekter pendidik serta kemampuan pendidik yang kualifikasi
pendidikan belum memenuhi syarat menjadi guru. Disamping
itu ada faktor yang bersifat teknis, seperti menerapkan
stategi pembimbingan memotivasi, meningkatkan kedisiplian,
merangsang pendidik untu kreatif dan inovatif,
mengoptimalkan sumber daya lokal sebagai sumber belajar,
dan lain sebaganya.
Penilik yang Dirindukan | 79
Faktor‐faktor ini akan menentukan sukses tidaknya
seorang penilik dalam pembinaan di lapangan. Karena itu
penting bagi penilik untuk mendalami lagi tentang langkah
apa saja menjadi strategi dan instrumen pendukung dalam
pembinaan.
Tanpa ada upaya mendalaminya, maka penilik
menganggap sikap dan metode dalam pembinaan sudah
benar. Lebih jauh tentang keberhasilan pembinaan terhadap
pendidik, sudah melaksanakan mendidik dengan benar apa
belum sesuai dengan prinsip‐prinsip perkembangan anak usia
dini.
Yang paling penting adalah tujuan mencerdaskan
generasi emas bangsa dengan rangsangan yang benar
melalui tangan‐tangan pendidik kita. Anak butuh kasih sayang
daripada sekedar pengetahun, anak butuh perhatian, butuh
permainan yang membangkitkan imajinasi, dan lain
sebaginya, yang semua itu tentu didapatkan dari pendidik‐
pendidik binaan kita. Jangan sampai karena rendahnya
kompetensi pendidik kita justru menjadi mall praktek
pendidikan. Rangsangan yang tidak tepat akan berakibat fatal
pada pembentukan karakter perkembangan otak dan
fisiknya.
Dengan demikian, sudah jelas bahwa mengajar anak usia
dini itu pada dasarnya lebih sulit. Karena lebih sulit, maka
dibutuhkan pendidik yang berkompeten, yang kreatif dan
inovatif, dan pendidik yang mampu memanfaatkan potensi
yang dimiliki sebagai media pembelajaran.
Pendidik nonformal yang seperti itu membutuhkan
penilik yang mampu menciptakan strategi jitu dalam
80 | Mugiyana
pembinaan dan sikap ketauladan baik sehingga menjadi yang
dirindukan oleh pendidik dan tenaga kependidikanya. Buku ini
dari pembahasan awal hingga akhir tidak hanya memberikan
sajian istimewa berupa kiat‐kiat melakukan pimbimbingan
tetapi juga menjadikan pendidik yang bersemangat,
berdisiplin, berkepribadian dan berkarakter, humoris, kreatif,
inovatif, dan survive.
Penilik yang Dirindukan | 81
Daftar Pustaka
Endarini, Amelia, S. Si. 2015. Kusir Dukar, Aspresiasi GTK PAUD ,
dan DIKMAS. Kabupaten Semarang.
Janji, Sri. 2018. Asyik. Peniliku Datang. Surabaya: Mediaguru
Novidiyanti, Farida. S.Sos. 2017. Silang Koma: Apresiasi GTK
PAUD dan Dikmas. Kabupaten Semarang.
Pemerintah Republik Indonesia. 2014. Permendikbud No 98
tahun 2014 Tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi
Penilik.
www.intipesancom.pentingnya disiplin dlm bekerja, 4 april
2016, Jakarta
Yusrina, Ajeng. 2012. Kiat‐Kita Menjadi Guru PAUD yang Disukai
Anak‐ Anak. Yogyakarta: Diva Press
.
82 | Mugiyana
Profil Penulis
Mugiyana, S.Pd. lahir di Yogyakarta,
19 Agustus 1969. Pendidikan terakhir‐
nya adalah S‐1 Jurusan PJKR, FIK,
UNNES.
Ia menjadi guru olahraga sejak
mulai diangkat CPNS sampai dengan
Maret tahun 2018. Kemudian diangkat
sebagau penilik pada Maret tahun 2019.
Sehari‐hari ia menjalankan tugasnya
sebagai penilik di Kecamatan Gajahmungkur dan menjadi
pelatih voli putri di Kota Semarang. Ia sudah mengantarkan
atlet voli putri juara 1 popwil Jawa Tengah pada November
2018. Tahun ini maju tingkat Nasional. Ia juga mengantarkan
atlit‐atlit voli putri masuk perguruan tinggi ikatan dinas
maupun perguruan tinggi favorit karena prestasinya di bidang
olahraga.
Penilik yang Dirindukan | 83
84 | Mugiyana