PETANIDANPADI FILOSOFI Gambaran Filosofis Pemikiran KHD Tentang Pendidikan Pandangan filosofis padi oleh Ki Hadjar Dewantara bahwa padi diibaratkan sebagai siswa. Setiap siswa memiliki kodratnya masing-masing, seperti padi yang tidak bisa dipaksakan tumbuh menjadi tanaman yang lain. Setiap anak memiliki minat dan bakatnya masing-masing sehingga perlu dituntun oleh seorang guru seperti petani yang menjaga dan merawat padinya. pertumbuhan padi ditentukan atas perlakuan oleh petani yang mengolah padinya sendiri. Adanya usaha, inovasi, daya-upaya, atau cara-cara ilmiah untuk memperbesar hidupnya padi, merupakan tantangan bagi petani bagaimana cara untuk memperbaiki sawahnya. Begitupun dengan guru yang terus berupaya menciptakan pembelajaran yang dapat menuntun kodrat siswa. Padi Pandangan filosofis petani oleh Ki Hadjar Dewantara diibaratkan sebagai guru. Agar menghasilkan panen yang berkualitas, petani (guru) harus menyiapkan ladangnya (sekolah) dengan baik. setelah itu menabur benih atau bibit padi (siswa) dan merawatnya hingga berbuah. Petani harus memberi pupuk dan membersihkan hama disekitar yang mengganggu hidup padi. Begitulah peran guru yang diibaratkan oleh KHD sebagai petani yang merawat dan menuntun padi seperti seorang anak yang tumbuh sesuai kodratnya. Petani Oleh : Nofri Roliani Bareut, S.Pd,Gr CGP A.11
Untuk menjadi seorang guru jika dikaiitkan dengan pemikiran KHD, maka guru harus selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Seorang guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai seorang pamong dalam memberikan arahan, bimbingan dan panutan kepada siswa-siswanya agar mereka tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi diri mereka dan masyarakat. Seorang guru juga dalam proses pembelajaran harus menerapkan merdeka belajar, yang berorientasi/berpihak pada siswa agar berkembang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang mereka miliki . Penerapan di sekolah Tantangan yang mungkin dihadapi dalam menerapkan pembelajaran yang berpihak pada siswa adalah lingkungan belajar yang belum mendukung, kurangnya fasilitas belajar yang memadai dan siswa yang belum terbiasa dengan konsep ‘merdeka belajar’ Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan suasana belajar yang dapat mengakomodir segala kebutuhan siswa dan membuat kesepakatan kelas bersama siswa Tantangan dan solusi