RUDI RUDIANA, S.Pd.
TATA SURYA
PETA KONSEP
Tata Surya
Susunan Gaya tarik Planet Benda-
Tata antara Orbit benda langit
Surya planet
matahari dan
bulan
Gravitasi Perbandingan Komet,
antar planet Asteroid,
Meteor,
Meteorit
Model Massa, jari-jari, jarak
Tata Surya rata-rata ke Matahari
A. Susunan Tata Surya
Tata Surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri
dari Matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, asteroid,
komet dan meteorid yang mengelilinginya
Tata surya terdiri atas :
- Matahari
- delapan planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter,
Saturnus, Uranus, Neptunus)
- satelit-satelit pengiring planet
- komet
- asteroid dan
- meteorid
B. Gaya Tarik Matahari dan Bulan
Claudius Ptolomeus (100-178 M) di Alexandria memperkenalkan
geocentris system yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat
peredaran tata surya
Nicolaus Copernicus (1473-1543), mempertanyakan asumsi dari Ptolomeus,
Copernicus menyatakan bahwa bumi dan anggota tata surya yang lain
beredar mengelilingi matahari, dan bumi berputar pada porosnya.
Teori atau asumsi Nicolaus Copernicus dituangkan dalam sebuah bukunya
yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium ("Mengenai revolusi
orbit langit") pada tahun 1543.
Teori yang beranggapan bahwa matahari sebagai pusat tata surya disebut
heliosentris. Helios berasal dari bahasa Yunani yang berarti matahari.
Bulan merupakan satelit bumi, oleh karena itu bulan beredar
mengelilingi bumi. Peredaran bulan mengelilingi bumi disebabkan
gaya tarik-menarik antara bumi dan bulan yang disebut gaya
gravitasi. Selain beredar mengelilingi bumi, bulan juga mengalami
rotasi dan revolusi
Sebuah benda apapun jika dilempar ke atas akan
jatuh kembali ke bumi. Hal ini disebabkan oleh
gaya gravitasi.
Gaya
Gravitasi
Seorang ahli fisika Sir Isaac Newton menyelidikinya dan
menyimpulkan bahwa besarnya gaya gravitasi berbanding lurus
dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara pusat massa dua benda tersebut. Gaya
gravitasi (F) dinyatakan dengan persamaan:
Fg : gaya gravitasi (m/s2)
G : konstanta gravitasi (Nm2/Kg2)
m1 : massa matahari (kg)
m2 : massa bulan (kg)
r2 : jarak matahari-bulan (m)
FFgg==G G
Dengan m1 dan m2 adalah massa masing-masing benda
dinyatakan dalam satuan kg dan r adalah jarak antara
pusat massa dua benda dinyatakan dalam satuan meter,
dan G adalah konstanta gravitasi dinyatakan dalam
satuan Nm2/kg2
FFgg==G G C. Orbit Planet
Gaya gravitasi berpengaruh juga pada matahari dan planet.
Massa dan gravitasi matahari yang besar selalu berusaha
menarik planet-planet ke arah matahari.
Meskipun demikian, planet-planet juga berusaha
mempertahankan geraknya yang cenderung lurus. Kombinasi
gaya gravitasi dan gerak planet yang cenderung bergerak lurus
menyebabkan planet senantiasa beredar mengelilingi matahari
FFgg==G G C. Orbit Planet
Pada tahun 1609 Johannes Kepler yang mendukung dan
terinspirasi oleh teori heliosentris dari Copernicus (1473-1543)
mengemukakan tiga hukum gerak planet terhadap matahari :
1. Pergerakan planet mengedari matahari dengan lintasan elips.
2. Garis yang menghubungkan planet dengan matahari melewati
bidang yang sama luasnya dengan jangka waktu yang sama.
3. Pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari berbanding lurus
dengan kuadrat kala revolusi sebuah planet, R3 ~ T2
FFgg==G G C. Orbit Planet
Planet bumi yang mengelilingi mat ahari selama
revolusinya, bumi kadang dekat kadang menjauh. Posisi
bumi berada pada titik terdekat dengan matahari disebut
perihelium sedangkan t it ik t erjauhnya disebut aphelium.
Bumi berada pada aphelium yaitu pada tanggal 1 Juli dan berada
pada perihelium tanggal 1 Januari. Jarak aphelium adalah 152 juta
kilometer dan jarak perihelium adalah 147 juta kilometer
C. ORBIT PLANET
Nept unus Merkurius
USrSasnus Venus
Sat urnus Bumi
M ar s
Yupit er
Ast eroid
Komet
PENGARUH RADIASI MATAHARI
TERHADAP BUMI
● Iklim dan cuaca
● Siklus Air
● Proses Fotosintesis
● Efek Rumah Kaca
● Ultraviolet dibutuhkan oleh tubuh Manusia dalam
memproduksi vitamin D
● Sumber energi alternatif
13
PERGERAKAN BUMI DAN BULAN
● Bumi sebagai planet berevolusi mengelilingi Matahari.
● Selama mengitari Matahari, Bumi disertai oleh satu
buah satelit alam yang disebut Bulan.
● Bulan sendiri berevolusi mengelilingi Bumi.
● Di samping bergerak mengitari Matahari, Bumi dan
Bulan masing-masing berotasi pada sumbunya.
14
KEMIRINGAN SUMBU ROTASI BUMI
15
MUSIM
Kemiringan sumbu
rotasi Bumi
menyebabkan
terjadinya perbedaan
musim antara belahan
Bumi utara dan
belahan Bumi selatan.
16
GERAKAN BULAN
● Bulan juga mengalamai rotasi dan revolusi.
● Rotasi Bulan adalah gerak Bulan yang berputar pada sumbunya.
● Revolusi Bulan adalah gerak Bulan mengelilingi Bumi.
● Waktu revolusi bulan sama dengan waktu rotasi Bulan sehingga
menyebabkan wajah Bulan yang menghadap Bumi selalu sama.
Waktu yang diperlukan Bulan untuk berevolusi satu kali adalah
sekitar 29 hari atau satu bulan.
● Revolusi Bulan dimanfaatkan oleh manusia untuk membuat
sistem penanggalan komariah (Hijriah). Pergantian bulan dalam
sistem penanggalan ini ditandai dengan munculnya hilal.
● Perubahan wajah Bulan tersebut disebut fase Bulan.
17
FASE BULAN
1. Bulan mati
2. Bulan sabit
3. Seperembat
pertama
4. Bungkuk
5. Purnama
6. Bungkuk
7. Seperempat
ke tiga
8. Sabit
18
GERHANA
● Peredaran Bumi dan Bulan menyebkan pula
peristiwa gerhana Bulan dan gerhana Matahari.
● Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan dalam fase
purnama dan Bulan berada tepat di bidang ekliptika.
Pada keadaan itu, Bulan, Bumi dan Matahari berada
dalam satu garis lurus.
● Gerhana Matahari akan terjadi ketika Bulan dalam
fase bulan mati dan Bulan berada tepat di bidang
ekliptika.
19
GERHANA BULAN
Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan memasukibayangan Bumi. Gerhana Bulan hanya dapat
terjadi pada saat Bulan purnama. Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara
Matahari dan Bulan. Pada waktu seluruh bagian Bulan masuk dalam daerah umbra Bumi,
maka terjadi gerhana Bulan total. Proses Bulan berada dalam penumbra dapat mencapai 6
jam, dan dalam umbra hanya sekitar 40 menit.
20
GERHANA MATAHARI
Gerhana Matahari terjadi ketika bayangan Bulan bergerak menutupi permukaan
Bumi. Dimana posisi Bulan berada diantara Matahari dan Bumi, dan ketiganya
terletak dalam satu garis. Gerhana matahari terjadi pada waktu Bulan baru.
21
PASANG SURUT
● Pasang-surut air laut adalah gelombang air laut yang
dibangkitkan oleh gaya gravitasi Bumi, Bulan, dan
Matahari.
● Gaya gravitasi Bulan, Bumi dan gaya gravitasi Matahari
akan menarik dan menekan air laut. Perpaduan
bekerjanya gaya-gaya tersebut menyebabkan terjadinya
pasang surut air laut.
22
PASANG PURNAMA TERJADI SAAT FASE
BULAN MATI DAN BULAN PURNAMA
Pasang Purnama di pengaruhi oleh gravitasi Bulan dan terjadi ketika Bulan purnama. Pasang ini
terjadi maksimum ketika terjadi gerhana Matahari. Hal ini karena dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan
Matahari yang mempunyai ara yang sama atau searah.
23
Pasang Perbani, yaitu ketika permukaan air laut turun
serendah-rendahnya. Pasang ini terjadi pada saat Bulan kuartir
pertama dan kuartir ketiga. Pasang perbani di pengaruhi oleh
gravitasi Bulan dan Matahari yang saling tegak lurus.
Pasang Perbani terjadi saat fase seperempat pertama dan seperempat ketiga
24
TerimaKasih
SMPN 1 CIDAHU THE BAST OF THE BAST
JAGA KESEHATAN INGAT 5M
25