The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Era Baru Sumber Daya Manusia Aparatur Membangun Manajemen Talenta ASN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hendi kurniawan, 2023-05-16 04:17:44

Era Baru Sumber Daya Manusia Aparatur Membangun Manajemen Talenta ASN

Era Baru Sumber Daya Manusia Aparatur Membangun Manajemen Talenta ASN

Keywords: Manajemen Talenta ASN,Manajemen Talenta,Talenta ASN

https://menpan.go.id 51 Kaderisasi organisasi harus mencakup perencanaan proses kaderisasi internal untuk menyiapkan kualitas organisasi agar lebih baik. Dalam perspektif HR, proses ini dikenal dengan talent management. Performa dinilai berdasarkan kinerja aktual yang dihasilkan seorang pegawai dan potensi dinilai berdasarkan pengukuran kompetensi, knowlegde test, skill test, hasil assessmen, dan sebagainya. Peningkatan karier ini berselarasan dengan kinerja dan potensi pegawai. Oleh karena itu, organisasi diminta untuk menyiapkan pola karier pegawai. Dalam hal ini terdapat perspektif organisasi dan perspektif pegawai. Jika performance management tidak aktif maka semuanya juga tidak aktif. Oleh karena itu dilakukan penilaian terhadap performance dan potensi yang keduanya sangat berkaitan. Terdapat Competencies Model, yang membagi menjadi kompetensi menjadi tiga kategori yaitu skill, knowledge, dan attitude. Dalam hal ini dapat dilakukan matriks dan pemetaannya. Dalam potensial, Telkom sudah melakukannya sedangkan untuk performance, Telkom dalam proses peningkatan penilaian performance. Talent Development bertujuan untuk seorang talent dari sebuah organisasi dikembangkan oleh perusahaan secara terstruktur dan terencana untuk menjadi future leader. Peningkatan karier, seperti pakaian yang harus diganti apabila telah kekecilan, tanpa perlu diminta, organisasi akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar untuk pegawai dengan karakter dan kompetensi yang meningkat. Pada Telkom, dikembangkan Job and Experiences seperti natural employee journey. Salah satu yang harus dikembangkan dalam talent management adalah kompetensi leadership yang disesuaikan dengan tingkatan posisi dan tanggung jawab yang diemban. Oleh karena itu dilakukan job rotation untuk mengeksplorasi bakat tersembunyi pegawai. Kendala yang dihadapi pada organisasi adalah tidak kembali saat dilakukan rotasi karena ditahan pada unit tersebut sedangkan pegawai tersebut sudah disiapkan roadmap kariernya. ahannya lebih kompleks lagi, karena ada permasalahan kekuasaan.


https://menpan.go.id 52 BAB X: Monitoring dan Evaluasi Penerapan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 Monitoring dan Evaluasi Penerapan Manajemen Talenta sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 dilakukan untuk mengukur kesiapan dan sejauh mana instansi pemerintah telah mengimplementasikan manajemen talenta. Berikut adalah tahapan atau tingakat implementasi Manajemen Talenta ASN pada Instansi Pemerintah: 1. Membangun komitmen dan kapasitas organisasi. Langkah implementasinya sebagai berikut: a. Menyusun Dasar Hukum sesuai dengan Peraturan Manajemen Talenta ASN. b. Penetapan Dasar Hukum Pelaksanaan Manajemen Talenta Instansi oleh PPK. c. Membentuk Tim Manajemen Talenta ASN yang memungkinkan pelaksanaan Manajemen Talenta ASN sesuai ketentuan.


https://menpan.go.id 53 d. Memastikan Tim Manajemen Talenta ASN melaksanakan tugas dan fungsi sesuai ketetapan dan ketentuan. e. Melaksanakan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Talenta pada unit pengelola SDM. f. Melaksanakan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Talenta pada unit pengelola SDM. g. Melaksanakan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Talenta pada seluruh PPT Pratama. h. Melaksanakan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Talenta pada seluruh PPT Pratama. 2. Mempersiapkan infrastruktur penyelenggaran manajemen talenta. Langkah implementasinya sebagai berikut: a. Menyusun Peta Jabatan yang sedang lowong. b. Menyusun Peta Jabatan yang akan lowong minimal 2 tahun ke depan. c. Melakukan identifikasi dan perumusan Jabatan Kritikal d. Memastikan Jabatan Kritikal yang dirumuskan adalah jabatan inti dalam organisasi yang memenuhi karakteristik sesuai ketentuan. e. Menyusun Standar Kompetensi Jabatan untuk Jabatan Target sesuai ketentuan. f. Menyusun Standar Kompetensi Jabatan semua level Jabatan sesuai ketentuan. g. Menetapkan Standar Penilaian Kinerja Riil. h. Menetapkan Rencana Pola Karier. i. Menetapkan Rencana Program Pengembangan SDM (Human Capital Development Plan). j. Menetapkan Panitia Seleksi (assessor pemerintah/independen). k. Mempersiapkan Basis Data Sumber Daya Manusia (SDM). l. Menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN. m. Mengalokasikan Anggaran yang memadai untuk Penyelenggaraan Manajemen Talenta ASN. n. Menyusun Profil Talenta.


https://menpan.go.id 54 3. Melaksanakan akuisisi talenta. Langkah implementasinya sebagai berikut: a. Menyusun Jabatan Kritikal yang ditetapkan oleh PPK berdasarkan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan nasional. b. Melaporkan Jabatan Kritikal dan Standar Jabatan Kompetensi kepada Menteri PANRB. c. Menyusun analisis kebutuhan talenta. d. Memastikan analisis kebutuhan talenta sesuai dengan tugas dan fungsi, serta jabatan kritikal Instansi berdasarkan RPJMN dan RPJPN. e. Menyusun strategi akuisisi yang ditetapkan oleh PPK. f. Memastikan strategi akuisisi yang ditetapkan berdasarkan analisis kebutuhan talenta. g. Memastikan strategi akusisi yang ditetapkan memuat pilihan sumber perolehan talenta (internal dan/atau eksternal). h. Melakukan Identifikasi, Penilaian dan Pemetaan Talenta untuk tiap Jenis Jabatan. i. Memastikan kandidat talenta berasal dari ASN, internal dan eksternal instansi, termasuk CPNS dan PPPK. j. Melakukan pemeringkatan kinerja dalam kategori status kinerja yang terdiri dari: di atas ekspektasi, sesuai ekspektasi, dan di bawah ekspektasi. k. Menentukan tingkatan potensial dalam kategori tinggi, menengah, dan rendah melalui assessment center, uji kompetensi, rekam jejak jabatan, dan/atau pertimbangan lain. l. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan hasil penilaian kinerja yang terdistribusi per instansi. m. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan hasil penilaian kinerja yang terdistribusi per unit kerja. n. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan hasil penilaian potensi talenta yang meliputi kemampuan intelektual, kemampuan interpersonal, kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis dan strategis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, kecerdasan emosional, kemampuan belajar cepat dan mengembangkan diri, serta motivasi dan komitmen talenta.


https://menpan.go.id 55 o. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan hasil uji kompetensi mencakup pengukuran Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural, yang dilakukan oleh assessor secara objektif. p. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan rekam jejak jabatan, antara lain aspek pendidikan formal, pendidikan dan pelatihan, pengalaman dalam jabatan, serta integritas dan moralitas. q. Melakukan identifikasi, penilaian dan pemetaan talenta didasarkan pertimbangan lain yang terdiri dari: kualifikasi pendidikan sesuai rumpun jabatan, preferensi karier, dan pengalaman kepemimpinan organisasi. r. Melakukan pemetaan talenta terhadap seluruh pegawai pada tiap level jabatan, yakni jabatan pimpinan tinggi, administrator, pengawas, fungsional, dan pelaksana. s. Mengelompokkan talenta ke dalam 9 (sembilan) kotak manajemen talenta untuk menentukan talenta yang masuk ke dalam kelompok rencana suksesi dan ada rekomendasi tindak lanjutnya. t. Penetapan Kelompok Rencana Suksesi berdasarkan butir 3s oleh PPK untuk mengisi jabatan kritikal atau jabatan yang sedang/akan lowong sesuai kebutuhan instansi. u. Melakukan upaya pencarian talenta atau rencana penempatan talenta dari luar instansi dalam hal dibutuhkan talenta dalam waktu cepat dan/atau dibutuhkan talenta dengan keahlian/kompetensi tertentu. v. Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi dalam Tahap Akuisisi Talenta. 4. Melaksanakan pengembangan dan retensi talenta. Langkah implementasinya sebagai berikut: a. Melaksanakan akselerasi karier bagi Talenta. b. Melaksanakan pengembangan kompetensi sesuai rencana (HCDP). c. Melaksanakan pengembangan kompetensi talenta melalui ASN corporate university dengan metode klasikal dan nonklasikal. d. Melaksanakan pengembangan kompetensi talenta melalui pembelajaran di dalam dan luar kantor. e. Melaksanakan pengembangan kompetensi talenta melalui bentuk pengembangan kompetensi lainnya.


https://menpan.go.id 56 f. Melaksanakan peningkatan kualifikasi talenta melalui tugas belajar. g. Memastikan bahwa prioritas akselerasi karier, pengembangan kompetensi, dan peningkatan kualifikasi berdasarkan peringkat yang dimulai dari urutan tertinggi pada kotak manajemen talenta. h. Penetapan rencana suksesi instansi oleh PPK. i. Memastikan bahwa rencana suksesi (succession plan) memuat namanama suksesor dalam kelompok rencana suksesi, urutan penempatan suksesor dalam jabatan target, dan proyeksi penempatan (posisi dan waktu). j. Memastikan bahwa rencana suksesi disusun berdasarkan hasil pemetaan talenta dengan memperhatikan jabatan target dan informasi lowongan jabatan di seluruh Instansi Pemerintah dalam Sistem Informasi ASN dan Sistem Informasi Manajemen Karier Nasional. k. Melaksanakan Rotasi jabatan. l. Melaksanakan Pengayaan jabatan (job enrichment). m. Melaksanakan Perluasan jabatan (job enlargement). n. Melaksanakan Penetapan dan Pemberian Penghargaan bagi Talenta dalam Kelompok Rencana Suksesi. o. Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi dalam Tahap Pengembangan dan Retensi Talenta. 5. Melaksanakan penempatan instansi atau nasional. Langkah implementasinya sebagai berikut: a. Penetapan penempatan talenta instansi oleh PPK berdasarkan rencana suksesi. b. Melaksanakan penempatan suksesor pada Jabatan yang sedang lowong sesuai Rencana Suksesi pada Instansi. c. Melaksanakan penempatan suksesor pada Jabatan kritikal sesuai Rencana Suksesi pada Instansi. d. Melaksanakan penempatan suksesor pada Jabatan Target sesuai Rencana Suksesi Nasional. e. Memastikan bahwa penempatan suksesor pada jabatan kritikal telah meningkatkan pencapaian tujuan strategis organisasi dan prioritas pembangunan nasional.


https://menpan.go.id 57 f. Memastikan bahwa implementasi Manajemen Talenta ASN pada instansi memberikan kepuasan talenta atas peningkatan profesionalitas serta kejelasan dan kepastian karier dalam rangka pengembangan karier berkelanjutan. g. Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi dalam Tahap Penempatan Talenta. Dari langkah-langkah implementasi manajmen talenta tersebut disusunlah instrumen monitoring dan evaluasi berupa kuesioner yang diisi oleh masing-masing instansi. Kementerian PANRB melalui Surat Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Nomor: B/ 21/ SM.02.01/2020 tanggal 11 Agustus 2020 perihal Pemetaan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Instansi Pemerintah – mendorong setiap instansi untuk melalukan penilaian mendiri melalui pengisian kuesioner Penerapan Manajemen Talenta pada tautan http://bit.ly/KuesionerMT2020 .


https://menpan.go.id 58 Referensi Asisten Deputi Standardisasi Jabatan dan Pengembangan Karier Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB. 2019. Penataan Jabatan dan Pengembangan Karier ASN Melalui Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit, Jakarta: Asisten Deputi Standardisasi Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Aparatur. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB. 2019. Naskah Akademik Kebijakan Manajemen Talenta ASN, Jakarta: Deputi Bidang SDM Aparatur. Indonesia, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Manajemen Talenta ASN. PermenPANRB No. 3 Tahun 2020. Indonesia, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Pedoman Sistem Merit. PermenPANRB No. 40 Tahun 2018. Indonesia, Peraturan Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. PP No. 11 Tahun 2017. Indonesia, Peraturan Pemerintah Tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil. PP No. 30 Tahun 2019. Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. UUD NRI Tahun 1945. Indonesia, Peraturan Pemerintah Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. PP No. 11 Tahun 2017. Indonesia, Undang-Undang Tentang Aparatur Sipil Negara. UU No. 5 Tahun 2014. Subagja, Aba. 2020. Paparan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Manajemen Talenta ASN. Disajikan dalam Rakor dan Sosialisasi PermenPANRB No. 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, Crowne Hotel, Jakarta, 3 Maret 2020.


https://menpan.go.id 59 Suhadi, Imam. 2020. Talent Management Practices in Telkom. Disajikan dalam Rapat Bimbingan Teknis Penerapan PermenPANRB No. 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN Tahap II, Zoom Meeting Room, 8 September 2020. World Bank Group. 2019. Monitoring Occupational Shortages: Lessons from Malaysia’s Critical Occupation List. Kuala Lumpur: World Bank Group Global Knowledge & Research Hub in Malaysia. Yudiyantho, Steven. 2020. Talentship: Talent War is Over, Talent Wins. Disajikan dalam Rapat Bimbingan Teknis Penerapan PermenPANRB No. 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, Hotel Sultan, Jakarta, 13 Agustus 2020.


https://menpan.go.id 60 Tim A s d e p Manajemen Karier d an Talenta S DM Aparatur [email protected] Asdep Manajemen Karier dan Talenta karier.talenta PENGARAH/PENANGGUNG JAWAB : Aba Subagja PENYUSUN : Yudha Kartika KONTRIBUTOR : Aman Syah, Adi Junjunan M., Mita Nezky, Diah Ipma FLH, Sudibyo Aji W, Astri Dwijayanti, Roy Hendrawan, Iqbal S. Santosa, Thedora Aprilia Sari, Astrid Putri Herrera, Rahmawita Aprianti, Tamzil Satria, Raria Meliala LAY OUT : Mohammad Afid


1 Asisten Deputi Manajemen Karier dan Talenta SDM Aparatur Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2020


Click to View FlipBook Version