UNSUR-UNSUR TARI
SENI TARI
SISCA VERANITA, S.Pd
UNSUR-UNSUR TARI
A. Tujuan Pembelajaran
Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan mampu :
1. Menyebutkan unsur-unsur utama dan unsur-unsur pendukung di dalam tari,
2. Mendeskripsikan unsur-unsur utama dan unsur-unsur pendukung di dalam tari,
3. Memahami unsur-unsur utama dan unsur-unsur pendukung di dalam tari
B. Unsur-unsur Tari
Kebudayaan adalah suatu hasil budi daya manusia. Yang merupakan kekayaan spiritual berupa
pemikirn falsafah, kesusteraan, dan kesenian. Semuanya tumbuh dan berkembang secara
akumulatif. Seperti dimasa lampau secara sadar dan sengaja di tangkarkan dari seseorang ke
orang lain dalam segala lapisan masyarakat.
Seni tari merupakan salah satu bagian dari cabang kesenian. Untuk mengetahui khasanah seni
tari memerlukan pengertian terlebih dahulu secara mendasar akan unsur-unsur dasarnya.
Menurut pakar, tari telah lahir semenjak adanya manusia di dunia. Tari hidup dalam dua
dimensi yaitu dimensi ruang dan waktu dalam wujud Wiraga, Wirama, Wirasa. Yang di dalamnya
terdapat unsur-unsur tari.Unsur-unsur tari adalah sebuah kombinasi dari bagian dasar
pembentuk tari. Dalam penciptaan karya tari sangat penting mengetahui unsur-unsur yang ada
Gambar 1. Tari Tradisional dari Bali
B.1. Unsur Utama
Seni Tari merupakan ungkapan perasaan manusia yang di nyatakan dengn gerakan tubuh
manusia . Di samping lemen dasar gerak, seni tari mengandung elemen dasar lainnya,
seperti ritme, iringan, tata busana dan tata rias, tempat serta tema.
1. Gerak
Tidak semua gerak dapat dikatakan gerak tari. Gerak tari adalah gerak yang mengandung nilai
keindahan atau bernilai estetis. Materi pokok tari hanyalah gerakan-gerakan dari bagian tubuh
manusia yang telah diolah dari gerak dalam keadaan wantah menjadi suatu bentuk gerak
tertentu. Dalam istilah kesenian, gerak yang mengalami stilisasi dan distorsi.
Stilisasi
(diperhalus)
Gerak Wantah Gerak Artistik
(gerak sehari-hari) (gerakan yang indah)
Distorsih
(dirombak)
Gambar 2. Skema pembentukan Gerak Wantah menjadi Gerak yang Artistik
Dari pengolahan stilisasi (penghalusan gerak) dan distorsi (perombakan gerak) inilah nantinya
lahir dua jenis gerak tari, yaitu gerak tari yang bersifat gerak murni dan gerak yang bersifat gerak
maknawi.
a. Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak wantah yang di dalam
pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut. Yang
diutamakan adalah factor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya gerak memutar
pergelangan tangan pada pergelangan tangan.
b. Sedangkan gerak maknawi adalah gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari
yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping
keindahannya. Misalnya dalam gerak tari petik bunga dalam tari Lenggang Patah Sembilan
yang dalam kenyataan nya mewaliki gerak memetickbunga. Dan setelah mendapat
pengolahan stilisasi dan distorsi gerakan menjadi terlihat lebih indah dan dapat memiliki
makna baru yaitu menyuting kekasih.
Didalam sebuah garapan tari, pengungkapan gerak maknawi terkadang akan tampak jelas
artinya. Namun terkadang juga hanya berupa bentuk kiaasan saja.
Gerak yang tidak
mengandung ari
Gerak Wantah (gerak Gerak yang
sehari mengandung arti
Gerak Gerak murni yang tidak
mengandung arti
Gerak distilir
Gerak yang
mengandung arti
Gambar 3. Skema pembentukan gerak maknawi dan non maknawi
Ditinjau dari cara pengungkapannya tari dibagi atas dua bentuk, yaitu
a. Tari Representatif
Tari yang menggambarkan suatu pengertian atau maksud tertentu dengan gerakan yang jelas.
Gerak dalam tari ini disusun dari gerak-gerak maknawi. Dapat kita lihat pada tari-tari primitif,
semakin tepat dan cermat seseorang penari melaksanakan gerakannya, maka semakin tinggi
atau semakin ampuh karunianya baik yang bersifat moral ataupun material
Misalnya pada tari pengobatan, bila si pawing atau dukun selama menari untuk memberikan
pengobatan pada si sakit dan menunjukkan gerakan-gerakan yang tepat dan cermat serta penuh
konsentrasi maka ini berarti akan cepat penyembuhannya.
Gambar 4. Tortor Pangurasondari Sumatera Utara
a. Tari Non Representatif
Tari yang tidak menggambarkan sesuatu pengertian tertentu pada gerakannya. Dalam
penggarapan tari ini banyak digunakan gerak-gerak murni
Namun dalam keseluruhan penggarapan sebuah tari, ke dua bentuk diatas tidak dapat
ditinggalkan. Keduanya saling bertautan dan isi mengisi.
Gambar 5. Tari kreasi Modern
2. Ritme
Ritme dalam tari berarti gerak yang teratur karena munculnya aksen yang tetap. Yang
bertujuan untuk memberikan kehidupan di dalam tari. Dengan memberikan daya naik dan
turun di sepanjang perjalanan gerak tari. Ritme dapat dikatakan juga merupakan durasi
lamanya rangkaian suatu gerakan yang diwujudkan dalam sebuah tari
3. Iringan
Untuk memperkuat dan memperjelas gerak ritmis dari suatu bentuk tarian dapat diberikan
penambahan iringan. Di dalam seni tari iringan berfungsi sebagai penguat ataupun
pembentuk suasana Iringan tersebut dapat berupa suara atau bunyi-bunyian. Sumber bunyi
sebagai iringan dan berupa suara dari manusia itu sendiri maupun dari benda-benda yang
dapat mengeluarkan bunyi.
a. Sumber bunyi yang berasal dari manusia adalah suara teriakan ataupun tepukan dari
anggota tubuh (iringan internal). Contoh, tari Seudati dan saman dari Aceh.
Gambar 6. Tari Saman diiringi dengan tepukan anggota tubuh dan suara dari penari
b. Sedangkan sumber bunyi sebagai pengiring tari yang berasal dari benda yang
menghasilkan bunyi dapat berupa alat musik atau benda-benda lainnya (iringan
eksternal. Contoh, seperangkat alat musik Gamelan dari Jawa atau seperangkat
Gondang Sembilan dari Sumatera Utara.
Gambar 7. Alat musik tradisional Gordang Sambilan dari Tapanuli Selatan
4. Tata Rias dan Tata Busana
Tata Rias dan busana dalam tari berfungsi mempertegas dan memperjelas karakter suatu
bentuk tarian. Dengan kata lain setiap jenis tari memiliki karakteristik tata rias dan tata
busana sebagai visualisasi makna dan symbol tari yang dibawakan. Selain itu tata rias dan
tata busana dalam tari juga berfungsi sebagai penambah kepercayaan diri penari dan
memperindah karya tari pada saat tampil di depan penonton. Dan juga sebagai sarana
penyesuaian dengan tema yang mudah dibawakan
Gambar 8. Seorang penari yang sedang memamakai tata rias atau make up
5. Tema/ Ide
Seiring perkembangan tari yang pada mulanya hanya sebagai hiburan atau tontonan,
Menentukan ide atau gagasan dalam membuat gerak tari, agar tarian itu menjadi lebih
bermakna, indah, bagus dan menunjukkan kesan nyata. Dengan tema yang ada akan
memberikan perbedaan atau ciri khas atar suatu jenis tarian dengan jenis tarian yang lain.
Misalnya, tari Merak dari Jawa Barat, yang memiliki tema tentang kehidupan burung Merak
Gambar 9.Tari Merak yang bertemakan tentang kehidupan burung Merak
6. Tempat
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tari selalu dilakukan disuatu tempat yang khusus.
Tempat melaksanakan pertunjukkan tari dapat berupa panggung ataupun arena.
Jarak penonton dengan panggung jangan terlalu jauh dan terlalu dekat. Jika pertunjukkan
tari di lakukan pada malam hari diperlukan penataan pencahayaan dengan lampu.
Gambar 10. Penari yang sedang menari diatas panggung
B.2. Unsur unsur Pendukung
Selain unsur-unsur utama tari di atas ada juga unsur pendukung atau unsur tambahan di
dalam tari lainnya yaitu, properti, lighting, dan pola lantai
a. Properti
Properti adalah segala hal eksternal baik yang dikenakan ataupun tidak dikenakan oleh
penari dalam pertunjukkan tari. Misalnya dapat kita lihat pada tari Kancet Papatai yaitu
tari perang dari suku Dayak Kalimantan Timur yang menggunakan sejenis pedang atau
parang besar yang disebut Mandau dan Kalembit (perisai yang terbuat dari kayu).
Adapun fungsi penggunaan properti dalam pertunjukkan tari adalah menambah ke
artistikan atau keindahan pada tari, dan juga sebagai penunjang dan pelengkap tari
untuk mempermudah sampainya makna dan pesan yang disampaikan oleh penari
melalui gerakan.
Gambar 11. Tari Kancet Papatai yang mengguanakn properti Mandau dan Kalembit
b. Lighting
Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, yaitu untuk menerangi panggung. Selain itu juga
berfungsi sebagai penambah unsur artistik dan untuk membangun suasana tari dan membantu imajinasi
penonton dalam menangkap makna dalam pertunjukkan sebuah karya tari.
Gambar 12. Pencahayaan pada pertunjukkan tari.
c. Pola Lantai
Fungsi pola lantai dalam tari juga untuk menambah nilai artistik di setiap pertunjukan
tarinya sehingga tidak berkesan monoton
Pola lantai adalah bentuk atau lintasan perpindahan gerakan penari yang menjadi
sebuah posisi di dalam suatu ruang yang digunakan untuk menari. Misalnya,
ola lantai diagonal kanan atau kiri, vertikal, horizontal, melingkar dan lain-lain
Gambar 13. Pola lantai