The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Burung Cendrawasih dan Gagak yang sombong

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ismed125, 2024-02-28 23:05:36

Burung Cendrawasih dan Gagak yang sombong

Burung Cendrawasih dan Gagak yang sombong

Cendrawasih dan Gagak yangSombongCendrawasih dan Gagak yangSombongBy Kak Edi


Pada zaman dahulu kala, di sebuah hutan lebat di Papua, hiduplah seekor burung gagak yang sombong dan egois. Bulunya hitam legam berkilau, dan dia selalu membanggakan kecantikannya kepada burung-burung lain.


Suatu hari, burung gagak bertemu dengan seekor burung cenderawasih yang cantik. Bulu cenderawasih berwarna-warni indah, berkilauan di bawah sinar matahari. Burung gagak langsung merasa iri dan kesal.


"Hei, burung jelek!" ejek burung gagak. "Lihatlah bulumu yang kusamdan polos! Bagaimana kau bisa dibandingkan dengan kecantikanku?" Cenderawasih merasa sedih dihina oleh burung gagak. Dia terbang menjauh dengan berlinang air mata.


Di tengah kesedihannya, cenderawasih bertemu dengan seekor burung kakatua yang bijaksana. "Mengapa kau bersedih, Cenderawasih?" tanya kakatua. Cenderawasih menceritakan apa yang telah terjadi padanya.


Kakatua kemudian mengajak cenderawasih untuk terbang ke sebuah pohon tua di tengah hutan. Di sana, mereka bertemu dengan seekor burung hantu yang sakti.


"Burung hantu, kami datang untuk meminta bantuanmu, " kata kakatua. "Cenderawasih di sini dirundung oleh burung gagak yang sombong. Bisakah kau membantunya?"


Burung hantu mengangguk. Dia kemudian memberikan cenderawasih sebuah kalung ajaib. "Kalung ini akan memberimu kekuatan untuk menunjukkan kecantikanmu yang sesungguhnya, " kata burung hantu.


Cenderawasih mengucapkan terima kasih kepada burung hantu dan kakatua. Dia kemudian memakai kalung ajaib itu.


Keesokan harinya, cenderawasih kembali bertemu dengan burung gagak. Kali ini, cenderawasih memancarkan aura kecantikan yang luar biasa. Bulunya berkilauan dengan berbagai warna yang indah, dan suaranya merdu bagaikan nyanyian alam.


"Maafkan aku, Cenderawasih," kata burung gagak dengan penyesalan. "Aku telah salah menilai dirimu. Kau benar-benar burung yang cantik." Cenderawasih tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, Burung Gagak. Aku senang kau telah menyadari kesalahanmu. Kita semua memiliki kecantikan di dalam diri kita. Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain."


Sejak saat itu, burung gagak tidak lagi sombong. Dia belajar untuk menghargai kecantikan setiap makhluk ciptaan Tuhan.


Kecantikan sejati datang dari dalam hati. Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang memiliki kecantikannya sendiri.


Click to View FlipBook Version