ATURAN SINUS
Adalah pengembangan masalah dari perbandingan trigonometri pada segitiga istimewa yang
terbatas yang bertujuan untuk menentukan panjang sisi atau besar sudut segitiga sembarang.
Perlu dilakukan kesepakatan
penamaan sudut dan sisi suatu
segitiga, bahwa "lambang/nama suatu
sisi segitiga dituliskan dengan huruf
kecil sesuai dengan titik sudut yang
berada di hadapannya "seperti contoh
di samping.
Perhatikan gambar dibawah ini
Pada ∆ABC sembarang jika AD adalah garis tinggi maka AD tegak
lurus BC sehingga terlihat ∆BDA dan segitiga cda dimana
keduanya siku-siku di titik D.
Selanjutnya pada ∆BDA Selanjutnya pada ∆CDA
sin = sin =
= ∙ sin = ∙ sin
= ∙ sin … (1) = ∙ sin … (2)
Dari (1) dan (2) maka dapat dinyatakan bahwa ∙ sin = ∙ sin atau =
sin sin
Selanjutnya dengan cara yang sama dapat ditunjukkan bahwa:
= atau =
sin sin sin sin
Pada ∆ABC sembarang berlaku aturan dibawah ini yang dikenal dengan istinal aturan sinus.
sin = sin = sin
Catatan
Aturan sinus digunakan untuk menentukan elemen-elemen suatu segitiga yang dalam
keadaannya telah diketahui ukuran dari:
• Sisi – Sudut – Sisi
• Sudut – Sisi – Sudut
• Sisi – Sisi – Sudut
ATURAN COSINUS
Aturan sinus tidak dapat digunakan untuk menentukan elemen-elemen suatu segitiga yang dalam
keadaannya telah diketahui ukuran dari:
• Sisi – Sudut – Sisi
• Sisi – Sisi – Sisi
Maka diperlukan antara lain untuk menyelesaikan permasalahan tersebut
Perhatikan gambar dibawah ini
Pada ∆ABC sembarang jika AD adalah garis tinggi maka AD tegak
lurus BC sehingga terlihat ∆BDA dan segitiga cda dimana
keduanya siku-siku di titik D.
Selanjutnya pada ∆BDA Pada ∆BDA … (1)
2 = 2 − 2
cos = Pada ∆CDA … (2)
= ∙ cos 2 = 2 − 2
= ∙ cos
Akibatnya = − ∙ cos
Dari (1) dan (2) maka diperoleh
2 − 2 = 2 − 2
2 − ( ∙ cos )2 = 2 − ( − ∙ cos )2
2 − 2 ∙ cos 2 = 2 − ( 2 − 2 cos + 2 cos 2 )
2 − 2 ∙ cos 2 = 2 − 2 + 2 cos − 2 cos 2
2 = 2 − 2 + 2 cos
= + −
Dengan cara yang sama, maka dapat dibuktikan aturan cos yang melibatkan sudut lainnya,
selanjutnya dapat dinyatakan bahwa pada ∆ABC sembarang berlaku aturan dibawah ini.
= + −
= + −
= + −
Selanjutnya dapat dimodifikasi menjadi
+ −
=
+ −
=
+ −
=
CONTOH ATURAN SINUS
Sebuah tiang dibangun dengan ketinggian 40 m. Suatu ketika, terjadi gempa bumi yang
mengakibatkan terjadi kemiringan pada tiang tersebut. Pada jarak 40√2 m dari dasar tiang
diperoleh sudut elevasi 450, tentukan derajat kemiringan tiang dari permukaan tanah!
Jawab:
Berdasarkan data soal, dapat di ilustrasikan sebagai berikut:
Diketahui:
= = 40
= = 40√2
∠ = 45°
Ditanyakan:
∠ = ⋯ ?
Penyelesaian:
sin = sin
40 40√2
sin 30 ° = sin
40 sin = 40√2 × sin 45°
1
40 sin = 40√2 × 2 √2
20 × 2
sin = 40
sin = 1
∠ = 90°
∠ = 180° − ∠ − ∠ dari
∠ = 180° − 45° − 90°
∠ = 45°
Jadi, derajat kemiringan tiang
permukaan tanah adalah 45°.
CONTOH ATURAN COSINUS
Diketahui segitiga sebarang dengan = 4, = 7, dan ∠ = 60°. Tentukan panjang !
Jawab:
Berdasarkan data soal, dapat di ilustrasikan sebagai berikut:
Diketahui:
= = 4
= = 7
∠ = 60°
Ditanyakan:
= = ⋯ ?
Penyelesaian:
2 = 2 + 2 − 2 cos
2 = 72 + 42 − 2(7)(4) cos 60°
2 = (49) + (16) − 56 × 1
2
2 = 65 − 28
2 = 37
= √37
Jadi, panjang = √37.