The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bambangwaryanto39, 2022-08-08 03:04:34

MEMBUBUT TIRUS

MEMBUBUT TIRUS

MEMBUBUT TIRUS
Perencanaan Proses membubut tirus

Benda kerja berbentuk tirus (taper) dihasilkan pada proses bubut apabila gerakan pahat
membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Cara membuat benda tirus ada beberapa
macam :
a. Dengan memiringkan eretan atas pada sudut tertentu. gerakan pahat (pemakanan) dilakukan

secara manual (memutar handel eretan atas). Pengerjaan dengan cara ini memakan waktu
cukup lama, karena gerakan pahat kembali relatif lama (ulir eretan atas kisarnya lebih kecil
dari pada ulir transportir).
b. Dengan menggeser kepala lepas (tail stock), dengan cara ini proses pembubutan tirus dilakukan
sama dengan proses membubut lurus dengan bantuan dua senter. Benda kerja tirus terbentuk
karena sumbu kepala lepas tidak sejajar dengan sumbu kepala tetap (Gambar 2.26). Untuk cara
ini sebaiknya hanya untuk sudut tirus yang sangat kecil, karena apabila sudut tirus besar bisa
merusak senter jalan yang dipasang pada kepala lepas.

Gambar 2.26. Bagian kepala lepas yang bisa digeser, dan
pembubutan tirus dengan kepala lepas yang digeser

Perhitungan pergeseran kepala lepas pada pembubutan tirus dijelaskan dengan gambar dan
rumus berikut.

Gambar 2.27. Gambar benda kerja tirus dan notasi yang digunakan
Pergeseran kepala lepas (v) pada Gambar 2.27 di atas dapat dihitung dengan rumus :

v  D d xL.......... ......... ......... ......... ......... ..(2.6)
2l

Dimana :
D = diameter mayor (terbesar) ; mm
d = diameter minor (terkecil); mm
l = panjang bagian tirus ; mm
L = panjang benda kerja seluruhnya; mm

Penentuan pahat, perhitungan elemen pemesinan, dan penentuan langkah kerja/jalannya
pahat untuk pembuatan benda kerja tirus analog dengan perencanaan proses bubut lurus.
Perbedaannya ada pada perhitungan waktu pemesinan untuk pembuatan tirus dengan cara
menggeser sudut eretan atas. Hal ini terjadi karena gerakan pahat dilakukan secara manual
sehingga rumus waktu pemesinan (tc) tidak dapat digunakan.

c. Dengan menggunakan alat bantu/taper attachment

Cara ketiga untuk membubut tirus adalah dengan menggunakan alat bantu atau biasa

disebut taper attachment. Alat ini merupakan alat tambahan khusus yang dirancang untuk

membubut tirus.

Kelebihan membubut tirus dengan alat ini adalah :

1. Proses pembubutan dapat dilakukan secara otomatis karena menggunakan eretan bawah.

2. Meskipun terbatas,panjang langkah ketirusan membubut tirus dengan taper attachment ini
masih lebih panjang jika dibandingkan dengan membubut tirus dengan menggeser eretan
atas.

3. Tidak seperti membubut tirus dengan menggeser tail stock, alat bantu ini bisa digunakan
untuk membubut tirus luar dan dalam.

Kelemahan yang paling terasa dari cara membubut dengan menggunkan taper attachment
adalah proses setting alat itu sendiri. Proses penyetingan taper attachment membutuhkan waktu
yang lama. Mulai dari pemasangan alat itu sendiri pada bed mesin dan eretan lintang serta
pelepasan mur koneksi yang ada pada eretan lintang.

Prinsip kerja taper attachment
Langkah awal sebelum membubut tirus adalah memperhatikan gambar teknik dengan teliti
supaya benar-benar tergambar secara jelas bentuk dari benda yang akan dibuat. Perhatikan sudut
dan panjang tirus yang akan dibuat. Jika masih bisa dikerjakan dengan eretan atas atau dengan
menggeser kepala lepas / tail stock, maka pilihlah kedua cara membubut tirus ini. Cara membubut
tirus dengan taper attachment disarankan sebagai pilihan terakhir dalam membubut tirus
mengingat proses penyetingan yang lumayan rumit dan memakan waktu yang lama.

Gambar di atas merupakan gambar sebuah mesin bubut berikut dengan taper attachment.
Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang taper attachment ini dipastikan dahulu bahwa dari segi

penamaan bagian-bagian dari taper attachment dan yang terpenting adalah mengetahui bagaimana
alat ini bekerja.

Angka 1 dan 2 pada gambar diatas adalah gambar dua buah baut yang mengikat penghantar
atau bisa dikatakan sebagai alat yang berfungsi layaknya bed / meja pada mesin bubut. Baut pada
nomor 1 ini bersifat mati, tidak bisa di geser. Sedangkan baut pada nomor 2 pada gambar di atas
dapat digeser pada sepanjang rel yang ada dibawahnya ( 8 ). Pergeseran pada baut nomor 2 ini
bermaksud untuk menentukan sudut tirus yang diinginkan. Jika ada sebuah batang , pada ujung
satu dikunci mati sedangkan ujung satunya digeser pada jarak tertentu hal ini sudah pasti akan
membentuk suatu sudut kemiringan. Sudut kemiringan inilah yang nantinya akan menjadi sebuah
tirus pada proses pembubutan.

Angka nomor 3 pada gambar di atas adalah sebuah baut yang berfungsi untuk mengikat
sebuah penghubung antara eretan lintang dengan penghantar taper attachment ( 5 ). Angka no 4
pada gambar di atas merupakan sebuah bushing yang berukuran diameter lubang yang sesuai
dengan diameter dari penghantar taper attachment ( 6 ). Bushing ini harus bisa berjalan dengan
lancar pada penghantar karena bagian ini berfungsi seperti bed dan eretan pada mesin bubut.
Angka 3, 4 dan 5 ini merupakan satu rangkaian yang menghubungkan antara eretan lintang dengan
taper attachment. Angka 7 dan 8 merupakan dua batang penyangga yang diikat kuat dengan baut-
baut terhadap bed mesin bubut bukan pada bodi eretan bawah……………………………………..

Poin pentng dari sebuah taper attachment adalah terletak pada penghantar ( 6 ) dan bushing
( 4 ). Pada penghantar ini harus benar-benar lurus, tidak boleh bengkok sama sekali. Jika bengkok
maka akan berpengaruh pada hasil bubutannya yaitu tidak akan lurus atau rata. Begitu pula dengan
tingkat kehalusannya, penghantar ini juga harus halus dan rata supaya pergerakan pisau bubut bisa
lancar. Jika penghantar ini tidak halus dan rata tentu akan membuat pergerakan pisau tersendat-
sendat sehingga hasil bubutan juga menjadi tidak bagus. Sekali lagi ditekankan bahwa bushing
taper attachment harus bisa bergerak dengan lancar pada penghantar taper attachment.

Poin penting dari proses membubut tirus dengan taper attachment adalah terletak pada
eretan lintang dan eretan atas………………………………….

Eretan lintang……………..…………………………………………..…………………..
Eretan lintang sebuah mesin bubut mempunyai gerakan yang melintang terhadap eretan bawah.
Eretan ini merupakan bagian dari mesin bubut yang berfungsi untuk menggerakkan pahat bubut

ke arah melintang. Untuk menggerakkan pisau bubut maka kita perlu untuk memutar handel yang
ada pada eretan lintang. Handel eretan lintang ini dihubungkan dengan sebuah as derat dengan
panjang tertentu dan sebuah mur yang menyatu dengan meja eretan lintang. Handel dan meja
eretan ini mempunyai prinsip kerja yang sama dengan baut dan mur. Jika kita pegang mur dan kita
putar bautnya maka baut ini akan bergerak maju atau mundur,dan tentu ini sama dengan gerakan
sebuah pahat bubut……………………………………..…………………………………………...

Pada proses membubut tirus dengan taper attachment ini ada hal yang harus diubah dari
proses kerja sebuah eretan lintang. Untuk menggerakkan eretan lintang kita tidak perlu dengan
memutar handel yang ada pada eretan lintang. Cukup hanya dengan mendorong meja atau rumah
pahat maka eretan harus sudah bergeser maju atau mundur. Jadi ada bagian dari eretan lintang
yang harus dilepas supaya meja eretan atau rumah pahat dapat digerakkan tanpa harus memutar
handelnya. Bagian itu adalah berupa mur koneksi yang berhubungan dengan as derat yang ada
pada eretan lintang. Mur ini terletak di dalam eretan dan biasanya terbuat dari bahan semacam
kuningan. Disinilah salah satu kerumitan yang ada pada proses membubut tirus dengan taper
attachment…

Eretan atas…………………………………………………………………………………
Pada proses membubut tirus dengan taper attachment eretan ini akan difungsikan sebagai
eretan lintang. Oleh karena itu posisi dari eretan atas harus diputar sedemikian rupa sehingga
sejajar dengan eretan lintang.

Cara membubut tirus dengan taper attachment

Membubut tirus dengan taper attachment memang membubuhkan waktu yang lebih lama jika
dibandingkan dengan membubut tirus dengan eretan atas atau dengan menggeser tail stock. Karena
disana ada proses mengubah fungsi eretan lintang dan eretan atas.
Cara kerja dari taper attachment ini sebenarnya hampir sama dengan cara membubut tirus secara
menual yang sering dilakukan yaitu dengan menggerakkan eretan bawah dan lintang secara
bersamaan. Cara membubut ini biasa dilakukan untuk membubut pekerjaan yang kasar,misalnya
untuk membuat kampuh las bentuk " V ". Bedanya adalah ketika membubut tirus dengan taper
attachment eretan bawah dan lintang akan berjalan secara otomatis dan bersamaan.

Perhatikan gambar di atas,terutama pada nomor 3,4,5 dan 6. Pada bagian inilah yang nantinya akan
berfungsi untuk menggerakkan ertan lintang secara otomatis. Hal ini terjadi karena bushing ( 4 )
yang terhubung dengan eretan lintang melalui penghubung ( 5 ) yang diikat dengan dengan sebuah
baut ( 3 ) akan beregerak melalui as penghantar ( 6 ). Jika penghantar ini diseting miring dengan
sudut tertentu, maka eretan lintang pun akan ikut bergerak miring mengikuti kemiringan
penghantar tersebut. Mengapa eretan lintang bisa bergerak secara otomatis arah memanjang dan
melintang sedangkan sebenarnya eretan lintang hanya mempunyai gerakan arah melintang ?
Jawabannya adalah ketika eretan bawah berjalan secara otomatis maka eretan lintang pun akan
terbawa untuk bergerak ke arah memanjang. Karena eretan lintang ini terhubung dengan
penghantar taper attachment yang miring posisinya, maka dengan sendirinya eretan lintang ini
akan bergerak kearah melintang sedikit demi sedikit. Satu hal yang perlu diingat adalah, ketika
membubut tirus dengan taper attachment, eretan lintang ini ada bagian yang harus dilepas sehingga
eretan ini bisa digerakkan hanya dengan mendorongnya tanpa harus memutar handel. Pada proses
membubut tirus dengan taper attachment maka yang berfungsi untuk mendorong eretan lintang
adalah penghantar yang diseting miring dengan sudut tertentu.

Langkah membubut tirus dengan taper attachment

Proses membubut tirus dengan taper attachment mempunyai sedikit perbedaan jika
dibandingkan dengan proses membubut tirus dengan menggunakan eretan atas maupun dengan
menggeser kepala lepas / tailstock. Langkah-langkah dalam proses membubut tirus dengan taper
attachment antara lain :

1. Memeriksa gambar dengan cermat.Hal ini bisa berfungsi untuk menentukan dengan cara
manakah kita akan membubut sebuah ketirusan.

2. Memeriksa kesesuaian antara bahan mentah dengan gambar.
3. Mengikat benda kerja pada ragum.Langkah ini sama dengan pada proses membubut tirus

dengan menggeser eretan atas.
4. Bubutlah benda kerja menjadi setengah jadi,sehingga proses terakhir adalah proses

membuat ketirusan.
5. Memasang dan mempersiapkan taper attachment.
6. Dekatkan pahat bubut pada benda kerja dan tentukan pada lubang yang manakah kita akan

menghubungkan taper attachment dengan eretan lintang. Lihat lubang-lubang yang ada
pada gambar no 5 serta baut no 3. Doronglah rumah pisau dengan tangan hingga pahat
mendekati benda kerja, pilih lubang baut yang sesuai kemudian kencangkan.
7. Dekatkan pahat terhadap benda kerja dengan menggunakan eretan atas tentukan ketebalan
pembubutan dan mulailah proses membubut hingga selesai.
Diantara hal-hal yang mempengaruhi hasil kerja pada proses membubut tirus dengan taper
attachment antara lain :
1. Ketajaman pahat bubut.
2. Peregerakan eretan lintang ketika membubut.Hal ini di pengaruhi oleh lancar tidaknya
pergerakan bushing terhadap penghantar taper attachment. Pastikan bagian ini bekerja
dengan baik dan berilah pelumas ketika proses membubut.
3. Kesabaran dan ketekunan seorang operator mesin bubut.
Sebagai referensi buka link video berikut ini :
https://youtu.be/PItK-rbaKLI
https://youtu.be/VDwbQWCprTk
Untuk menambah wawasan dan sebagai bahan literasi silahkan mencari materi maupun video
terkait di internet.


Click to View FlipBook Version