MODUL TEMATIK
KELAS VI
SEMESTER 1
SDN 2 TEMPURAN
KEC SAWOO,
KAB. PONOROGO
Oleh :
Muyassaroh, S. Pd
BAHAN AJAR Tema : 4. Globalisasi
Subtema : 2. Globalisasi dan Manfaatnya
Kelas/ Semester : VI/ 1
Pembelajaran :1
Mutan Pelajaran : B. Indonesia, IPA, IPS
Alokasi Waktu : 6x25 menit
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah menyimak teks ekplanasi di video pembelajaran, siswa dapat menemukan 3
informasi penting yang didengar dan dibaca dengan tepat
2. Setelah menyimak teks ekplanasi di video pembelajaran, siswa dapat merangkum informasi
penting yang didengar dan dibaca dengan tepat.
3. Setelah menyimak teks ekplanasi di slide powerpoint, siswa dapat membuat sebuah peta
pikiran berdasarkan informasi penting dari teks ekplanasi dengan sistematis.
4. Setelah berdiskusi melalui Whatsappgroup (WAG), siswa dapat mempresentasikan peta
pikiran berdasarkan informasi penting dari teks ekplanasi dengan sistematis.
5. Dengan mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber literasi digital, siswa dapat
menemukan 5 peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi, politik,
sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN dengan mandiri.
6. Dengan menyimak video pembelajaran Peran Indonesia dalam ASEAN, siswa dapat menilai
5 peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi, politik, sosial,
budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN dengan tepat.
7. Dengan berdiskusi melalui Whatsappgroup (WAG), siswa dapat menyajikan informasi
tentang peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi, politik, sosial,
budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN dengan sistematis.
8. Setelah berdiskusi melalui Whatsappgroup (WAG), siswa dapat mempresentasikan hasil
brainstorming tentang peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi,
politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN dengan sistematis.
9. Dengan menyimak video pembelajaran, siswa dapat menemukan 4 cara menghemat energi
listrik dengan tepat.
10. Melalui percobaan cara menghemat listrik, siswa dapat membandingkan cara menghemat
energi listrik dari dua jenis lampu yang berbeda secara tepat.
11. Setelah percobaan cara menghemat listrik, siswa dapat menyajikan sebuah laporan hasil
percobaan dengan sistematis.
12. Setelah percobaan cara menghemat listrik, siswa dapat mempresentasikan laporan hasil
percobaan dengan sistematis.
Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan
1. Guru memulai pembelajaran dengan salam, dan menanyakan kabar peserta didik
2. Siswa mengisi presensi kehadiran melalui Google Form / WAG
3. Guru mengecek kesiapan siswa dan meminta salah satu siswa memimpin do’a via Google Meet/
WAG (PPK – Religius dan Integritas)
4. Guru bersama siswa menyanyikan lagu nasional dengan iringan musik MP3 Windows Media
Player (PPK-Nasonalisme)
5. Guru mengingatkan peserta didik mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan senantiasa
mencuci tangan, menjaga jarak, janga bepergian keluar rumah apabila tidak terlalu penting, dan
memakai masker jika terpaksa keluar rumah. (Peduli, Tanggung Jawab)
6. Guru memotivasi siswa dengan mengajak mereka untuk tepuk Semangat.
7. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang pembelajaran sebelumnya via daring WAG
(Pembelajaran NeuroSains)
8. Guru menyampaikan tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan
melalui tayangan powerpoint. (Communication Collaboration Communication (4C)/ TPACK
Kegiatan Inti
9. Guru menyajikan sebuah kasus “Pemborosan Energi” dari salah satu berita dalam sebuah video
pembelajaran via WhatsappGroup (WAG) siswa kelas 6. Communication
10. Siswa diminta merumuskan pertanyaan yang dapat dibuat setelah menyimak video tersebut sebagai
sebuah masalah. /Critical thinking Creativity (4C)
11. Siswa mengetik rumusan masalah dalam kolom GoogleForm yang telah disediakan guru/ PPK –
Mandiri
12. Guru membimbing siswa mengorganisasikan tugas belajar dalam daring/ Communication
13. Siswa berdiskusi dengan kelompok Study Club mereka melalui daring via WhatsappGroup
(WAG) untuk menemukan permasalahan yang terdapat pada kasus tersebut. Critical thinking
Collaboration (4C)
14. Guru melakukan bimbingan selama orientasi masalah pada masing-masing kelompok Study Club
siswa melalui daring.
15. Siswa membuat peta pikiran berdasarkan informasi teks bacaan “Dampak Pemborosan Energi” dan
mengunggahnya pada link OneDrive yang dibagikan via WAG/ TPACK PPK – Mandiri, Integritas
Creativity (4C) /LKPD 1
16. Siswa menggali informasi dari berbagai sumber literasi digital (internet) tentang peran Indonesia
diberbagai bidang dalam kawasan ASEAN. /PPK – Mandiri/ TPACK - Literasi Digital
17. Siswa membuat rancangan praktikum untuk menyelidiki perbedaan penggunaan lampu LED dan
lampu Bohlam dalam kelompok Study Club./ Communication Creativity Collaboration (STEAM)
18. Siswa melakukan percobaan “Perbedaan Dampak Penggunaan Lampu Bohlam dan LED”/ Literasi
Sains/ LKPD 2
19. Siswa melakukan curah pendapat tentang peran Indonesia diberbagai bidang dalam kawasan
ASEAN/ Critical thinking Collaboration Communication
20. Siswa membuat laporan praktikum untuk menyelidiki perbedaan penggunaan
lampu LED dan lampu Bohlam dalam kelompok Study Club/ PPK- Integritas, Gotong Royong
21. Siswa mempresentasikan hasil laporannya dalam bentuk video dan menguploadnya pada link
OneDrive yang dibagikan via WAG. Communication Creativity Collaboration (4C)/ TPACK
22. Guru memberikan feedback atas hasil karya siswa.
Penutup
22. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran diskusi daring via WAG./
Creativity Communication, Collaboration (4C)
23. Siswa mengerjakan evaluasi melalui games quizizz
24. Guru bersama siswa merefleksi pembelajaran via WAG./ Communication Collaboration
(4C)
25. Guru memberikan penugasan untuk merangkum pembelajaran “Cara Menghemat Energi
Listrik” dan membagikan link OneDrive untuk
Materi : BAHASA INDONESIA
Menyimak video dengan link https://youtu.be/H0tm21QRoWs?t=273
Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan.
Susunan teks eksplanasi :
1. Paragraf pertama berisi pernyataan umum, berupa topik masalah atau permasalahan umum
yang dibahas.
2. Paragraf kedua dan seterusnya berisi fakta, pembuktian, atau proses penyelesaian dari topik
yang dibahas.
3. Paragraf terakhir berisi simpulan, pesan, atau kesan tentang topik yang dibahas.
(Sumber : buku BUPENA SD/MI)
Struktur Teks Eksplanasi
Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut:
1) Pernyataan Umum
Pada bagian pernyataan umum memuat tentang penjelasan umum mengenai suatu topik atau
peristiwa yang dibahas. Pernyataan umum ini bisa berupa pengenalan atau penjelasan singkat
tentang suatu peristiwa/ fenomena.
2) Deretan Penjelas
Pada bagian deretan penjelas terdapat informasi mengenai sebab-akibat suatu peristiwa atau
fenomena. Bagian deretan penjelas ini disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjelaskan
suatu peristiwa secara berurutan dari awal hingga akhir.
3) Interpretasi
Interpretasi merupakan teks penutup dan bukan suatu keharusan. Pada bagian interpretasi ini
menjelaskan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas dari topik
yang dibahas.
(Sumber : https://www.facebook.com/SolusiPintarSD/posts/bahasa-indonesia-kelas-6-tema-4-
subtema-3subtema-3-globalisasi-dan-cinta-tanah-a/2761943733825170/)
IPS
Kerja Sama Negara Anggota ASEAN dalam Bidang Sosial
• Globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
• Penyebab adanya globalisasi antara lain perkembangan teknologi, alat komunikasi, dan alat
transportasi. Hal ini memudahkan kerja sama antarnegara.
Kerjasama ASEAN di bidang sosial budaya di era globalisasi saat ini
dikenal dengan ASCC atau ASEAN Socio – Cultural Community. Tujuan dari
ASCC adalah memberikan kontribusi dalam mewujudkan komunitas ASEAN yang
berorientasi pada individu-individu dan bertanggung jawab secara sosial dengan misi
untuk mendapatkan solidaritas dan persatuan antara individu ataupun anggota-
anggota negara dari ASEAN itu sendiri.
Kerja sama dalam ASCC termasuk di dalamnya budaya, seni dan informasi, managemen
bencana, pendidikan, lingkungan, pendidikan, buruh, perkembangan desa dan eradikasi
kemiskinan, kesejahteraan sosial dan perkembangan sosial, kerja sama jasa para pemuda
dan warga sipil. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan ASCC yang sudah
diimplementasikan secara nyata :
1. Penanganan narkoba dan solusinya
2. Penanggulangan dampak bencana alam
3. Perlindungan terhadap difabel
4. Acara-acara yang diadakan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial
5. Pertukaran pelajar antar negara-negara ASEAN
6. Kegiatan olahraga internasional yang melibatkan seluruh anggota ASEAN
(SEA Games)
7. Kerjasama untuk meningkatkan pariwisata
8. Diadakannya kongres pemuda ASEAN
9. Pertukaran acara program televisi ASEAN
10. Misi kebudayaan dan kesenian dengan diadakannya festival lagu ASEAN
Kerjasama antar negara Asia Tenggara di Bidang SosBud memang sangat luas
sehingga hal tersebut membutuhkan perencanaan dan rancangan yang tepat dan detail,
berikut ini adalah gambaran singkatnya:
1. Budaya dan Informasi. Kerjasama di tahun 2017 adalah dengan diadakannya ASEAN-
Republic of Korea Cultural Exchange tahun 2017, Dialog Kebijakan dengan media ASEAN dan
sektor informasi, Forum ASEAN-UNESCO dalam menjaga lingkungan di bawah laut.
2. Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Beberapa kegiatan diantaranya adalah ASEAN
Statement on Youth Development Index, Penandatanganan ASEAN University Network (AUN)
Charter, First ASEAN Sports Day, Regional Plan of Action to Implement the ASEAN Declaration
on Strengthening Education for Outof-School Children and Youth (OOSCY) dan lain-lain.
3. Kesehatan. Diadakan dialog pemuda ASEAN dengan para pemimpinnya termasuk di
dalamnya membahas mengenai HIV dan AIDS. Selain itu di tahun 2017 juga diadakan ASEAN
breastfeeding forum dan Big Latch pada “Hakab Na 2017”. Yang terakhir adalah adanya
konferensi ASEAN mengenai obat-obatan tradisional dengan adanya exibition dan juga presentasi
untuk lebih memberikan informasi pada masyarakat luas. (Sumber :
https://brainly.co.id/tugas/17640968)
Faktor kerja sama negara-negara anggota ASEAN
1. Sumber daya alam
2. Berada dalam wilayah yang sama, yaitu Asia Tenggara
3. Ilmu pengetahuan dan teknologi
Kerja sama negara-negara anggota ASEAN dalam bidang sosial
1. Penanggulangan bencana alam
2. Meningkatkan kesejahteraan sosial dan pembangunan negara-negara ASEAN.
3. Melindungi hak-hak dan keadilan sosial penduduk negara-negara ASEAN.
4. Meningkatkan kualitas sarana kesehatan negara-negara ASEAN.
5. Meningkatkan perlindungan sosial kepada seluruh penduduk negara-negara
ASEAN. (Sumber : BUPENA SD/MI)
IPA
Proses Menghasilkan Energi Listrik
• Globalisasi mempunyai pengaruh sangat besar bagi kemajuan teknologi terkait
energi listrik.
• Sumber utama energi lsitrik adalah pembangkit listrik. Contoh pembangkit listrik
adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
1. PLTA memanfaatkan energi air yang
mengalir.
2. Aliran air dialirkan melalui pipa-pipa khusus
untuk menggerakkan turbin.
3. Gerakan turbin tersebut nantinya akan
diubah menjadi energi listrik di dalam
generator.
• Dalam ruang lingkup yang kecil, beberapa daerah
menggunakan pembangkit listrik secara mandiri dinamakan
pembangkit listrik mikrohidro.
• Pembangkit listrik mikrohidro menggunakan aliran air
untuk memutarkan kincir air. Kincir air kemudian
menggerakkan turbin hingga menghasilkan listrik.
Percobaan sederhana berikut ini tentang hemat energi.
BAHAN AJAR
TEMA 4 : GLOBALISASI
Subtema : 1. GLOBALISASI di SEKITARKU
Pembelajaran : 3
Mata Pelajaran : B. Indonesia, IPA
Kelas/ semester : VI/ I
Alokasi waktu : 4 x 25 menit
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan mencermati teks eksplanasi pada sharing screen powerpoint, siswa
mampu mendeteksi kalimat tidak efektif dari teks eksplanasi tentang cara
menyalurkan energi listrik secara mandiri. (C4)/HOTS/ Googlemeet/WAG
2. Setelah membaca teks eksplanasi pada powerpoint melalui bimbingan guru,
siswa mampu menyajikan kalimat efektif dari teks eksplanasi tentang cara
menyalurkan energi listrik dalam bentuk tulisan dengan percaya diri. (C6)/
HOTS/ Googlemeet/WAG/google form
3. Setelah mengamati video cara menyalurkan energi listrik dengan bimbingan
guru, siswa mampu merancang peta pikiran cara menyalurkan energi listrik
dalam bentuk diagram dengan kreatif. (C6)/ HOTS/
Googlemeet/WAG/TPACK/ google form
4. Setelah mengamati video cara menyalurkan energi listrik dengan bimbingan
guru, siswa mampu menyimpulkan cara menyalurkan energi listrik dengan
percaya diri. (C5). HOTS/ Googlemeet/WAG/TPACK/google form
KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDAHULUAN
1. Melakukan persiapan koneksi dan mengumpulkan peserta masuk dalam kelas Google
Meet/WAG
2. Guru mengecek kesiapan siswa dan meminta salah satu siswa memimpin do’a via Google
Meet/ WAG (PPK – Religius dan Integritas)
3. Menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dengan https://youtu.be/6PsSS9jqoUA?t=116
Nasionalis, Literasi budaya kewarganeraan
4. Mengaitkan Materi Sebelumnya dengan Materi yang akan dipelajari dan diharapkan
dikaitkan dengan pengalaman peserta didik (Apersepsi) Communication
5. Guru menyampaikan tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran yang akan
dilakukan melalui tayangan powerpoint. (Communication Collaboration Communication
(4C)/ TPACK
KEGIATAN INTI
6. Siswa membaca teks eksplanasi ilmiah tentang cara menyalurkan energi listrik yang disajikan pada
powerpoint bernarasi. Mandiri, Literasi membaca dan digital/ TPACK
7. Dengan arahan guru, siswa diminta mendeteksi untuk menemukan kalimat tidak efektif pada salah
satu paragraf dalam teks eksplanasi. Critical Thinking, Mandiri/ LKPD 1
8. Siswa dengan bimbingan guru mengubah kalimat tidak efektif dari teks eksplanasi tentang cara
menyalurkan energi listrik menjadi kalimat efektif. Kolaboratif, percaya diri/ LKPD 2
9. Dengan bimbingan guru, siswa mengamati video proses menyalurkan energi listrik pada link
https://youtu.be/wZURZYKISAo?t=53 Kolaboratif, Literasi digital
10. Guru menjelaskan cara menyalurkan energi listrik TPACK
11. Guru memberi contoh mengubah informasi dalam teks menjadi peta pikiran. / TPACK
12. Siswa diminta untuk mempresentasikan cara menyalurkan energi listrik dengan peta pikiran yang
telah dibuatnya. Percaya Diri, Communication
13. Siswa diminta untuk menyampaikan kalimat efektif dari teks eksplanasi tentang cara menyalurkan
energi listrik kepada teman-teman dan mengirimkan hasilnya ke gooogle classsroom. Percaya
Diri, Communication/ ICT
14. Guru memberikan umpan balik, penguatan, pesan yang perlu dalam kolom komentar pribadi pada
tugas siswa di google classroom
PENUTUP
15. Bersama-sama siswa membuat resume hasil belajar selama sehari Integritas
16. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian
materi) Communication
17. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti. Communication
18. Guru mengingatkan peserta didik mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan senantiasa
mencuci tangan, menjaga jarak, janga bepergian keluar rumah apabila tidak terlalu penting,
dan memakai masker jika terpaksa keluar rumah. (Peduli, Tanggung Jawab)
19. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk
mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
BAHASA INDONESIA
Pengertian Teks Eksplanasi :
Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena, baik itu peristiwa
alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi berisi fakta yang dapat
menjawab pertanyaan tentang “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi.
Tujuan Teks Eksplanasi :
Tujuan utama teks eksplanasi adalah untuk memaparkan proses dan sebab terjadinya suatu fenomena.
Penjelasan yang dipaparkan dalam teks eksplanasi berdasarkan bidang keilmuan (bersifat ilmiah) yang
mengacu pada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan
Struktur Teks Eksplanasi :
Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut :
1. Pernyataan umum
Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik yang dapat berupa
definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam teks ini berupa gambaran secara umum
tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam terjadi.
2. Deretan penjelas
Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga mencakup
akibat dan dampak yang ditimbulkan.
3. Interpretasi
Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu yang lebih luas dan
menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang menyertainya.
4. Simpulan
Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena berupa pernyataan
reflektif yang bersifat umum.
Ciri-ciri Teks Eksplanasi :
Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan
antara teks eksplanasi dengan teks lainnya :
a. Ilmiah
Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa
fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat berupa sejarah, klasifikasi, atau
definisi.
b. Logis
Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.
c. Objektif
Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan didukung teori
yang relevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid
d. Bukan teks eksposisi
Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan fakta berdasarkan
bidang keilmuan
e. Bukan teks prosedur
Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui jangka waktu yang
panjang.
(Ref by : https://www.studiobelajar.com/teks-eksplanasi/)
CONTOH TEKS EKPLANASI
Menyalurkan Energi Listrik
Bagaimana Listrik Sampai ke Rumahmu?
Listrik memiliki peran penting di era globalisasi. Tidak dapat
dimungkiri, bahwa globalisasi terjadi karena perkembangan teknologi di
berbagai bidang, yang didukung oleh peran listrik sebagai sumber energi
di dalamnya. Listrik dapat dihasilkan dengan memanfaat sumber energi
yang tersedia di alam, seperti: aliran air sungai (PLTA), panas bumi
(PLTU), aliran angin (PLTA), dsb. Setelah energi listrik dihasilkan di
pusat pembangkit, energi listrik tersebut kemudian dinaikkan tegangannya
oleh transformator penaik tegangan hingga 500 kv, baru kemudian
disalurkan ke berbagai tempat menggunakan sistem transmisi yang
dinamakan
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), yang
menyalurkan energi listrik dari pusatpusat pembangkit. Setelah melalui
SUTET yang melintasi wilayah pegunungan atau hutan-hutan, energi
listrik kemudian masuk ke gardu induk. Di gardu induk energi listrik
diturunkan tegangannya oleh transformator penurun tegangan menjadi
tegangan menengah 20 kv.
Kemudian energi listrik disalurkan ke gardu-gardu distribusi dan diturunkan Kembali
tegangannya dalam gardu distribusi menjadi tegangan rendah 220 volt, tegangan sebesar ini sudah
sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Akhirnya, energi listrik disalurkan ke rumah-rumah warga.
Dengan adanya listrik, kini masyarakat dapat mengakses informasi yang berasal dari berbagai belahan
dunia. Tanpa listrik, tentunya hal tersebut tidak akan bisa terjadi. Lalu bagaimana dengan daerahmu?
Apakah kamu telah merasakan manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari di rumah?.
(Sumber by : Buku Siswa Tema 4 Subtema 1 Pembelajaran 4 hal. 25)
Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak efektif :
1. Kalimat Efektif :
Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang diatur sesuai kaidah yang berlaku, seperti
memperhatikan EYD/ PUEBI, unsur-unsur penting subjek dan predikat, serta pemilihan diksi
yang tepat. Sala satu manfaat dari kalimat efektif yaitu dapat membuat tulisan yang Anda buat
menjadi mudah dipahami.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
1. Memakai Diksi yang Tepat
2. Mempunyai Unsur Pokok atau Penting, Minimal Subjek Predikat (SP)
3. Taat Kepada Tata Aturan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang Berlaku.
4. Melakukan Penekanan Ide Pokok
5. Mengacu Kepada Penghematan Penggunaan Kata
6. Memakai Kesejajaran Bentuk Bahasa yang Dipakai.
7. Memakai Variasi Struktur Kalimat.
8. Memakai Kesepadanan Antara Struktur Bahasa dan Jalan Pikiran yang Logis dan
Sistematis.
Syarat Kalimat Efektif
1. Kesatuan
A. Adanya subjek dan predikat yang jelas.
B. Tidak terdapat subjek ganda
C. Hindari penggunaan kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal
D. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata “yang”
2. Kehematan
Menurut Finoza, kehematan adalah usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.
Hemat disini berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah
berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Dengan menghemat kata, kalimat menjadi padat dan
berisi.
3. Keparalelan
Menurut Amran Tasai dan Arifin, keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang
digunakan dalam kalimat itu. Maksudnya yaitu jika pada kata pertama berbentuk verba, maka
kata kedua juga harus berbentuk verba
4. Kelogisan
Menurut Arifin dan Amran Tasai, kelogisan adalah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal
dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
5. Kepaduan (Koherensi)
Menurut Finoza, koherensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur
pembentukan kalimat.
6. Ketepatan
Menurut Finoza, ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang
membentuk suatu kalimat hingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti.
2. Kalimat Tidak Efektif
A. Pengertian Kalimat Tidak Efektif
kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tidak terdapat sifat-sifat tertentu pada
kalimatnya. Tidak terdapat aturan seperti dengan kalimat efektif.
B. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif
Memiliki dua konjungsi pada suatu kalimat yang memiliki dua klausa.
Terdapat konjungsi setelah tanda koma.
kalimatnya diawali dengan konjungsi.
Kalimat yang diawali dengan preposisi kemudian diikuti oleh predikat yang berimbuhan me.
Kalimat yang tidak mengikuti kaidah EYD.
Bahasanya terkadang tidak logis
Perbedaan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif
Kalimat efektif merupakan kalimat yang berfungsi untuk mewakili gagasan penulis atau
gagasan pembicara dan dapat diterima atau dicerna dengan mudah oleh pembaca. Kalimat
ini memuat makna khusus penulis dan sifatnya yang harus disampaikan singkat, padat, dan
jelas.
Sedangkan kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tidak terdapat sifat-sifat tertentu
pada kalimatnya. Tidak terdapat aturan seperti dengan kalimat efektif. (ref : https://gim-
bi.com/kalimat-efektif-dan-tidak-efektif/)
Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif
1. Andi datang agak terlambat. Sehingga ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran. [Salah]
Andi datang terlambat sehingga ia tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran. [Benar]
2. Rizky menolong anak itu dengan digendongnya ke pinggir jalan. [Salah]
Rizky menolong anak itu dengan menggendongnya ke pinggir jalan. [Benar]
3. Karena ia tidak masuk sekolah, dia tidak mengumpulkan tugas. [Salah]
Karena tidak masuk sekolah, dia tidak mengumpulkan tugas. [Benar]
(Ref by : https://bocahkampus.com/contoh-kalimat-efektif-dan-tidak-efektif)
IPA
Mengamati video proses menyalurkan eneri listrik pada link https://youtu.be/wZURZYKISAo?t=53
Proses Menyalurkan Energi Listrik
1
2
Energi listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) siap
untuk disalurkan.
2
2
Energi listrik disalurkan terlebih dahulu melalui kabel-kabel besar yang terpasang di
menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
3
2
Energi listrik kemudian masuk ke dalam transformator untuk menaikkan atau
menurunkan tegangan.
4
2
Energi listrik disalurkan ke dalam pabrik-pabrik. Pabrik biasanya membutuhkan
energi listrik cukup besar untuk keperluan produksi.
5
2
Energi listrik kemudian masuk kembali ke dalam transformator. Transformator ini
berfungsi untuk menurunkan tegangan.
6
2
Energi listrik dari transformator penurun tegangan diterima oleh gedung perkantoran
dan rumah-rumah penduduk.
Daftar Referensi
1. Buku siswa Tema 3 Revisi 2018
2. BUPENA SD/MI
3. LKS “Cemara” Tema 4
4. Beberapa Link :
a. https://www.studiobelajar.com/teks-eksplanasi/
b. https://gim-bi.com/kalimat-efektif-dan-tidak-efektif/
c. https://bocahkampus.com/contoh-kalimat-efektif-dan-tidak-efektif
d. https://youtu.be/wZURZYKISAo?t=53
Satuan Pendidikan : SDN 2 TEMPURAN
Kelas / Semester : 6 /1
Tema : 4. Globalisasi
Sub Tema : 3. Globalisasi dan Cinta Tanah Air
Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia, IPA
Pembelajaran ke :3
Alokasi waktu : 4 x 25 menit
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Setelah membaca teks eksplanasi melalui sharing screen power point,
siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri kosakata baku pada teks yang
dibaca dengan tepat (C4)
2. Setelah membaca teks eksplanasi melalui sharing screen power point,
siswa mampu menganalisis informasi penting dari teks ekplanasi yang
dibaca dalam bentuk tulisan dan visual dengan kalimat efektif dan
kosakata baku dengan sistematis (C4)
3. Setelah menonton sharing screen video tentang pemanfaatan tenaga
surya melalui google meet, siswa mampu menyimpulkan manfaat sumber
alternatif energi listrik dengan tepat (C5)
4. Melalui kegiatan proyek membuat kompor tenaga surya sederhana, siswa
mampu menyajikan karya tentang cara melakukan penghematan energi
dan usulan sumber alternatif energi listrik dengan mandiri. (C6)
Teks Eksplanasi : sebuah teks yang berisi penjelasan atas sebuah kejadian atau
genomena yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah, dan budaya. Contoh dari
fenomena yang dibahas di dalam teks eksplanasi berupa bencana alam seperti banjir,
tanah longsor, gempa bumi, dan lain-lain. Sementara contoh dari kejadian sosial bisa
berupa pengangguran, kesehatan, dan lain-lain.
(Ref by : https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/pengertian-ciri-dan-struktur-teks-eksplanasi-1521/)
Menurut Mahsun (2014, hlm. 33) berpendapat bahwa teks eksplanasi memiliki struktur berpikir :
1.Pernyataan umum, berisi penjelasan awal tentang latar belakang, keadaan
umum atau definisi suatu peristiwa atau fenomen dan pengalaman yang terjadi.
2.Deretan penjelas, berisi paparan rangkaian peristiwa/kejadian atau urutan
mengapa suatu fenomena terjadi atau bisa juga berisi urutan bagaimana peristiwa
tersebut terjadi.
3. Penyimpulan yang berupa pendapat penulis atas sesuatu yang telah dijelaskan
dalam teks tersebut.
https://serupa.id/teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-
pola-contoh-dsb/
Ciri-Ciri Kalimat Baku :
Contoh Kata Baku : https://www.gurupendidikan.co.id/kata-baku-dan-tidak-baku/
Aktif Kata Tidak Baku
Analisis
Besok Aktip
Daftar Analisisa
Ekspor, dst
Esok
Daptar
Eksport, dst
IPA
Setelah paham tentang cara melengkapi teks rumpang pada
teks eksplanasi dan penggunaan kata baku, Aananda akan
belajar membuat kompor sederhana tenaga surya.
Memanfaatkan Energi Matahari
dalam Kegiatan Sehari-hari
KELAS
6
BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan : SDN 2 TEMPURAN
Kelas / Semester : 6 /1
Mata Pelajaran : Matematika
Materi : Bangun Ruang
Alokasi waktu : 2 X 25 menit
IN
DI
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui sajian power poin siswa mampu menganalisis jenis-jenis bangun ruang dengan
tepat
2. Dengan mengamati berbagai gambar bangun ruang, siswa dapat membandingkan sifat sifat
bangun ruang tertentu dengan tepat
3. Melalui LKPD siswa mampun membuat jaring jaring bangun ruang dengan benar
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN
1. Melakukan pembukaan dengan salam dan dilanjutkan dengan Membaca Doa dipandu melalui
Google Meet/ WAG (Orientasi) Religius
2. Menyanyikan lagu Nasional Satu Nusa Satu Bangsa (semangat Nasionalisme) link video:
https://youtu.be/6PsSS9jqoUA?t=39
3. Mengaitkan Materi Sebelumnya dengan Materi yang akan dipelajari dan diharapkan dikaitkan
dengan pengalaman peserta didik (Apersepsi) Communication
4. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam
kehidupan sehari-hari. (Motivasi) Communication
KEGIATAN INTI
5. Siswa membaca materi melalui power point tentang “Jenis-jenis Bangun Ruang” (literasi)
6. Siswa membandingan sifat sifat bangun ruang dengan mengamati berbagai contoh gambar yang
disajikan melalui power poin (HOTS)
7. Siswa kemudian mengerjakan (membuat sebuah jaring jaring bangun ruang tertentu) dan
menjelaskan sifat dari bangun tersebut (Creativity, Innovation)/ LKPD
8. Siswa mempresentasikan tentang sifat dari bangun ruang yang mereka buat dan mengunggahnya
pada link pengumpulan tugas yang ditentukan oleh guru (TPACK)
9. Siswa mengisi evaluasi pembelajaran hari ini melalui google form
PENUTUP :
10. Bersama-sama siswa membuat resume hasil belajar selama sehari Integritas
11. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
Communication
12. Guru mengingatkan peserta didik mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan senantiasa
mencuci tangan, menjaga jarak, janga bepergian keluar rumah apabila tidak terlalu penting, dan
memakai masker jika terpaksa keluar rumah. (Peduli, Tanggung Jawab)
13. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
PENGERTIAN
Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan
titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut.
JENIS BANGUN RUANG & SIFAT-SIFAT BANGUN
RUANG
1. PRISMA
Prisma merupakan suatu bangun ruang tiga dimensi di mana alas dan juga tutupnya kongruen
serta sejajar berbentuk segi-n.
Sisi-sisi tegak dalam prisma memiliki beberapa bentuk, antara lain: persegi, persegi panjang,
atau jajargenjang.
Dilihat dari tegak rusuknya, prisma terbagi menjadi dua macam, yaitu: prisma tegak dan prisma
miring. Prisma tegak merupakan prima di mana rusuk-rusuknya tegak lurus dengan alas dan
juga tutupnya. Sementara untuk prisma miring merupakan prisma di mana rusuk-rusuk
tegaknya tidak tegak lurus pada alas dan juga tutupnya.
Apabila kita lihat dari bentuk alasnya, prisma terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu:
prisma segitiga, prisma segi empat, prisma segi lima, dan lain sebagainya. Prisma yang alas dan
juga tutupnya berbentuk persegi disebut sebagai balok dan kubus. Sementara untuk prisma
yang memiliki alas dan tutupnya berbentuk lingkaran disebut sebagai tabung
Sifat Prisma
Sifat-sifat yang menjadi cirikhas dari prisma adalah:
1. mempunyai tiga buah sisi, dua buah sisi berbentuk segitiga dan tiga buah sisi berbentuk
persegi panjang.
2. mempunyai 6 buah titik sudut
3. jumlah rusuknya ada sembilan
2. LIMAS
Limas merupakan suatu bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas berbentuk segi-n (dapat
berupa segi tiga, segi empat, segi lima, dll) serta bidang sisi tegak berbentuk segitiga yang
berpotongan di satu titik puncak. Terdapat banyak jenis limas yang dikategorikan dengan dilandasi
bentuk alasnya. Antara lain: limas segitiga, limas segi empat, limas segi lima, dan yang lainnya.
Limas dengan mempunyai alas berbentuk lingkaran disebut sebagai kerucut. Sementara untuk limas
dengan alas yang berupa persegi disebut piramida.
Sifat Bangun Ruang Limas Segitiga
Sifat-sifat yang menjadi cirikhas dari limas segitiga adalah:
1. memiliki alas yang berbentuk segitiga
2. terdapat tiga buah sisi yang bentuknya segitiga
3. terbentuk dari enam buah rusuk
4. mempunyai tiga rusuk yang sama persis ukurannya.
5. mempunyai titik puncak atas.
Sifat Bangun Ruang Limas Segiempat
Sifat-sifat yang menjadi cirikhas dari limas segiempat adalah:
1. bentuk alasnya berupa segiempat
2. mempunyai empat buah sisi yang bentuknya segitiga
3. ada empat buah rusuk yang ukurannya sama persis.
4. mampunyai titik puncak atas
3. TABUNG
Tabung bisa kita katakan juga sebuah prisma, tetapi tabung memiliki
penamaan sendir karena alasnya yang berbentuk lingkaran atau tidak
bersegi.
Sifat Bangun Ruang Tabung :
1. memiliki sisi alas dan atas yang bentuknya sama berupa lingkaran.
2. mempunyai sisi lengkung atau selimut yang menghubungkan sisi
alas dan atas.
4. KERUCUT
Kerucut bisa dikatakan sebuah Limas, dimana dikatakan kerucut
karena alasnya yang berbentuk lingkaran, ini sama halnya hubungan
Prisma dengan Tabung.
Sifat Bangun Ruang Kerucut
1. mempunyai sebuah alas yang bentuknya lingkaran
2. mempunyai titik puncak atas
3. memiliki selimut (sisi) yang berbentuk lengkungan.
5. BOLA
Bola merupakan bangun ruang yang sangat menarik, dimana adalah
bangun ruang yang tidak memiliki segi, sama halnya dengan lingkaran di
pembahasan bangun datar/2 dimensi.
Sifat Bangun Ruang Bola
1. hanya memiliki satu buah sisi
2. tidak mempunyai titik sudut
3. hanya mempunyai sebuah sisi lengkung yang tertutup
JARING-JARING BANGUN
RUANG
A. Jaring-jaring Prisma Segitiga
Prisma segitiga merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas dan tutup
identik memiliki bentuk segitiga dan sisi tegak berbentuk segiempat. hingga jaring-jaring
prisma segitiga terdiri atas 2 buah segitiga dan 3 buah persegi atau persegi Panjang
B. Jaring-jaring Prisma Segilima
Prisma segilima merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi alas dan tutup identik
yang memiliki bentuk segilima dan sisi-sisi tegak berbentuk segiempat. hingga jaring-jaring
prisma segitiga terdiri atas 2 buah segilima dan 5 buah persegi atau persegi panjang
C. Jaring-jaring Prisma Segilima
Prisma segienam merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi alas dan tutup identik
memiliki bentuk segienam dan sisi-sisi tegak berbentuk segiempat. hingga jaring-jaring prisma
segitiga terdiri dari 2 buah segienam dan 6 buah persegi /persegi Panjang
D. Jaring-Jaring Tabung
Tabung atau silinder adalah suatu bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk pada dua buah
lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran
itu sendiri, hingga jaring-jaring tabung terdiri atas dua buah lingkaran dan sebuah persegi
panjang
E. Jaring-Jaring Kerucut
Jaring-jaring kerucut terdiri atas lingkaran sebagai alasnya dan bangun segitiga dengan alas
lengkung yang disebut selimutnya.
F. Jaring-Jaring Limas Segitiga
Limas segitiga merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi pada alas yang memiliki
bentuk segitiga dan 3 sisi tegak berbentuk segitiga.
G. Jaring-Jaring Limas Segiempat
Limas segi empat atau disebut piramid. Limas segi empat merupakan bangun ruang tiga
dimensi yang dibatasi alas yang memiliki bentuk segiempat atau persegi dan 4 sisi tegak
berbentuk segitiga.
H. Jaring-Jaring limas Segilima
Limas Segienam merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi alas yang memiliki
bentuk segienam dan 4 sisi tegak berbentuk segitiga
L. Jaring-Jaring limas Segienam
Limas Segienam merupakan bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi alas yang memiliki
bentuk segienam dan 4 sisi tegak berbentuk segitiga
M. Jaring-Jaring BOLA
Jaring bola adalah bangung ruang yang dibatasi hanya sebuah sisi saja dan tida mempunyai
rusuk seperti bangun ruang lainya. Jaring bola merupakan irisan-irisan yang menyerupai
punggung pada daging buah jeruk.
Ref by :
https://www.google.com/search?q=gambarbangunn+ruang&safe=strict&sxsrf=ALeKk01NL5WwZWC5Xnn1369WY6L4HIrhnA:16011
60740505&source=lnms&tbm=isch&sa=X&