The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Wahyu Wulansari, 2023-07-19 17:59:02

Modul 6

Modul 6

DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 32 9 BAB 8 ETIKA PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI DAN KOMUNIKASI LAPORAN KEUANGAN Untuk SMK Kelas X Penyusun LPA mitrabijak Surakarta 2022


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 0 1. IDENTITAS MODUL Sekolah : SMK …………………………….. Tahun Ajaran : 2022/2023 Kelas : X ( Sepuluh ) Alokasi Waktu : … x 45 Menit Jumlah Pertemuan : … x 6 JP 2. ELEMEN Memahami etika profesi di bidang Akuntansi dan komunikasi laporan keuangan 3. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase E, peserta didik dapat melakukan identifikasi etika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan pekerjaan, melakukan identifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan, melakukan identifikasi komponen laporan keuangan untuk komunikasi kepada pengguna, dan mampu melakukan komunikasi laporan keuangan menggunakan teknik-teknik komunikasi sesuai etika profesi akuntansi dan keuangan lembaga. 4. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA Ü Dimensi 1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. Ü Dimensi 2. Berkebinekaan Global Ü Dimensi 3. Mandiri Ü Dimensi 4. Bergotong Royong Ü Dimensi 5. Bernalar Kritis Ü Dimensi 6. Kreatif 5. MATERI PEMBELAJARAN Materi disajikan dalam bentuk aktivitas pembelajaran (mengamati, menyimak, membaca, bertanya, mencoba, berlatih, berdiskusi, presentasi, bermain peran, menulis, atau lainnya) sehingga menghasil proses kognitif, afektif dan psikomotorik yang membentuk karakter tediri: A KOMPONEN UMUM


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 1 ü Membaca buku dan dokumen, menuliskan hasilnya secara mandiri melalui proses tatap muka ü Mengamati etika profesi (dalam berita, jurnal, Tayangan media) ü Materi disajikan tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dalam gambar dan praktik 6. SARANA /PRASARANA a. Sarana: · Digital dan Non digital berupa Buku paket, e-book, portal pembelajaran, tautan edukasi di internet, surat kabar, majalah, televisi, teks iklan di ruang publik. · Video pembelajaran di internet b. Prasarana · Perangkat keras (PC, Laptop, LCD, Smartphone, Tablet, Headset) · Perangkat lunak (Aplikasi pembelajaran: Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Powerpoint, dll) · Jaringan internet 7. TARGET PESERTA DIDIK Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas X (Sepuluh ) Program Keahlian Manajemen Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Bisnis dan Manajemen. Siswa reguler/tipikal dengan jumlah siswa : … peserta didik 8. MODA DAN MODEL PEMBELAJARAN Paduan antara moda pembelajaran tatap muka dengan model pembelajaran problem based learning 9. KATA KUNCI ü ETIKA PROFESI ü KOMPETENSI PERSONAL ü TEKNIK KOMUNIKASI ü LAPORAN KEUANGAN


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 2 10. ALUR PEMBELAJARAN Etika Profesi Etika Profesi Akuntansi Teknik Komunikasi Komunikasi Laporan Keuangan


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 3 1. TUJUAN PEMBELAJARAN a. “ Fase E” b. Rumusan capaian pembelajaran masing-masing elemen pembelajaran adalah sebagai berikut. Elemen Capaian Pembelajaran Etika profesi di bidang akuntansi dan komunikasi laporan keuangan Pada akhir fase E, peserta didik dapat melakukan identifikasi etika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan pekerjaan, melakukan identifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan, melakukan identifikasi komponen laporan keuangan untuk komunikasi kepada pengguna, dan mampu melakukan komunikasi laporan keuangan menggunakan teknik-teknik komunikasi sesuai etika profesi akuntansi dan keuangan lembaga. c. Tujuan Pembelajaran yang ingin dicapai ü Menjelaskan etika profesi Akuntansi ü Menjelaskan prinsip kode etik menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ü Menjelaskan teknik-teknik komunikasi ü Mengidentifikasi komponen laporan keuangan ü Melakukan komunikasi laporan keuangan kepada pengguna 2. PEMAHAMAN BERMAKNA B KOMPONEN INTI Pada pada bab terakhir ini, kita akan mempelajari tugas terakhir seorang akuntan atau seseorang yang bekerja di bidang akuntansi dan keuangan Lembaga yaitu melakukan komunikasi laporan keuangan kepada pengguna, karena laporan keuangan adalah output dari bidang akuntansi dan keuangan Lembaga maka sudah menjadi tugas seorang akuntan yang membuat laporan keuangan tersebut yang menyampaikan apa isi dari laporan keuangan dan arti dari isi laporan keuangan tersebut kepada pengguna.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 4 5 3. PERTANYAAN PEMANTIK 4. KEGIATAN PEMBELAJARAN LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN PENDAHULUAN ..... MENIT 1 guru membuka kegiatan dengan aktivitas rutin seperti salam, dan menyampaikan bahwa tujuan belajar sesi ini adalah belajar mengenai etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan 2 Siswa menyiapkan diri (merapikan meja dan tempat duduk), Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa 3 Guru menyapa siswa dan mengecek keikutsertaan siswa dengan melakukan absensi seluruh siswa 4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat, dan teknik penilaian yang digunakan 5 Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik memahami pentingnya memahami etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan dengan melakukan apersepsi melalui tanya jawab INTI ..... MENIT 1 Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok 2 Guru menyajikan beberapa masalah yang sesuai dengan etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan. Bentuknya bisa berupa gambar atau data laporan keuangan. 3 Guru meminta siswa melakukan identifikasi terhadap fenomena yang ditampilkan guru untuk menmukan masalah dari fenomena yang ditampilkan 4 Peserta didik melakukan klarifikasi terhadap masalah yang ditemukan 1. Apa itu etika profesi ? 2. Bagaimana cara mengkomunikasikan laporan keuangan kepada pengguna ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ikuti kegiatan pembelajaran berikut PERTEMUAN ke-X … JP x 45 MENIT = … MENIT


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 5 5 Peserta didik mengidentifikasi masalah dan melakukan brainstorming dengan fasilitasi guru 6 Peserta didik mendapatkan deskripsi dari masalah, apa saja yang perlu dipelajari untuk menyelesaikan masalah, deskripsi konsep yang sudah dan belum diketahui, menemukan penyebab masalah, dan menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah. 7 Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi terkait dengan penyelesaian masalah, perpustakaan, web, dan berbagai sumber data yang lain serta melakukan observasi 8 Peserta didik kembali melakukan brainstorming, klarifikasi informasi, konsep dan data terkait dengan permasalahan yang ada dan menemukan solusinya, melakukan peer learning dan bekerjasama (working together) 9 Peserta didik merumuskan dan menetapkan solusi (pemecahan masalah) serta Menyusun laporan hasil diskusi penyelesaian masalah 10 Peserta didik bergantian mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas 11 Guru memberikan evaluasi dalam bentuk kesimpulan singkat atas materi etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan PENUTUP ..... MENIT 1 Refleksi belajar: guru meminta murid untuk mengisi lembar pengenalan diri 2 guru membimbing peserta didik dalam merangkum materi yang telah dipelajari dengan mengacu pada indikator pencapaian kompetensi. 3 Pengayaan: tugas menulis narasi singkat tentang etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan 5. PENILAIAN PEMBELAJARAN (ASSESMENT) TERTULIS KETERAMPILAN SIKAP Menggunakan ujian tertulis yang sudah disiapkan guru Melakukan penilaian keterampilan Disiplin (Dapat dilihat dari


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 6 TERTULIS KETERAMPILAN SIKAP melalui praktik menggukan lembar kerja berbasis spreadsheet yang sudah disediakan dengan naskah kerja yang ada di lampiran timestamp saat mulai mengerjakan) Kerja keras dan Tanggung Jawab (Dapat dilihat dari kelengkapan dalam mengerjakan soal a. Asesmen Formatif Menilai lembar kerja peserta didik (berbasis spreadsheet) dan observasi saat pelaksanaan praktik untuk menilai pemahaman etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan dalam lingkup akuntansi dan perpajakan dengan panduan lampiran lembar kerja praktik. b. Asesmen Sumatif Menilai lembar kerja peserta didik yang berisi pertanyaan esai untuk menilai pemahaman etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan yang berada di lampiran. 6. PENGAYAAN Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM. diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remidial. No. Langkah – Langkah Kegiatan Target Hasil 1 Diskusikanlah dengan kelompokmu tentang etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan {Minimal 1000 kata } Ada kelompok dengan nama masing -masing 3 Hasil pengamatan dan diskusi ,buatlah power pointnya atau lengkapilah dengan ilustrasi berupa gambar, video, skema, atau bagan yang sesuai serta dilakukan secara berkelompok Ada hasil kerja


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 7 No. Langkah – Langkah Kegiatan Target Hasil 2 Untuk sumber informasi Gunakan internet, perpustakaan, atau buku sumber lain yang relevan 3 Presentasikan hasilnya kepada kelompok lain untuk dibandingkan dan saling melengkapi. Ada laporan individu dan laporan kelompok 4 Mintalah kelompok yang lain untuk menanggapinya! Tanggapan dari teman jadikan masukan untuk memperbaiki laporan tugas kalian Ada tanggapan dari masing – masing kelompok 7. REMEDIAL Bagi peserta didik setelah melakukan tes tertulis pada akhir pembelajaran yang belum memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM), maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remidial Teaching). Kemudian diberikan tes tertulis pada akhir pembelajaran lagi dengan ketentuan: ü Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumnya namun setara. ü Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir. ü Peserta didik yang sudah tuntas (≥KBM) dipersilakan untuk ikut bagi yang berminat untuk memperbaiki nilai 8. REFLEKSI a. Refleksi Guru Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan oleh guru untuk siswa dan mengekspresikan kesan konstruktif, pesan, harapan dan kritik terhadap pembelajaran yang diterima, Guru dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa,dengan minta pendapat tentang cara mengajar, suasana pembelajaran,pemahaman pembelajaran.ataupun meminta kritik dan saran kepada siswa terhadap pembelajaran dan dirinya.hal ini dapat dilakukan menjelang pembelajaran berakhir sehingga tidak menggangu pembelajaran


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 8 1. Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya akukan dapat mengarahkan dan mempersiapkan siswa mengikuti pelajaran dengan baik? ............................................................................................. ............................................................................................. ................................................................. 2. Bagaimana tanggapa siswa terhadapt materi atau bahan ajar yang saya sajikan sesuai yang diharapkan? (apakah materi terlalu tinggi,terlalu rendah, atau sesuai dengan kemampuan awal siswa) ? ............................................................................................. ............................................................................................. ................................................................. 3. Bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan ? apakah media sesuai dan mempermudah siswa menguasai kompetensi atau materi yang diajarkan ? ............................................................................................. ............................................................................................. ................................................................. 4. Bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar yang telah saya rancang ? ............................................................................................. ............................................................................................. ................................................................. 5. Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode atau teknik pembelajaran yang saya gunakan? ............................................................................................. ............................................................................................. .................................................................


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 33 9 b. Refleksi Siswa Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna untuk kalian, yuk sejenak berefleksi tentang aktivitas pembelajaran kali ini. Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai dengan perasaan kalian ketika mengerjakan suplemen bahan materi ini! Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini! 1. Apa yang sudah kalian pelajari? ............................................................................................ ............................................................................................ ....................................... 2. Apa yang kalian kuasai dari materi ini? ............................................................................................ ............................................................................................ ....................................... 3. Bagian apa yang belum kalian kuasai? ............................................................................................ ............................................................................................ ....................................... 4. Apa upaya kalian untuk menguasai yang belum kalian kuasai? Coba diskusikan dengan teman maupun guru kalian ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 0 Untuk memperjalas pemahaman terhadap etika profesi di bidang akuntansi dalam komunikasi laporan keuangan dalam lingkup akuntansi dan perpajakan maka perlu lakukan terlebih dahulu asesmen mandiri sebagai berikut: Pilihan Ganda 1. Karakteristik pokok seseorang yang berhubungan dengan unjuk kerja yang efektif atau superior pada jabatan tertentu adalah pengertian dari .. a. Norma budaya b. Etika moral c. Budaya kerja d. Kompetensi e. Etos kerja 2. Prinsip adanya kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya disebut prinsip ... a. Persamaan b. Kebebasan c. Keadilan d. Kebaikan e. Kebenaran 3. Keterampilan menghadapi tanggung jawab dan tuntutan lingkungan termasuk bekerja dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok dinamakan … a. Eficiency management skill b. Task skill c. Contigency management skill d. Task management skill e. Job/role environmet skill 4. Mengenakan pakaian bersih, sopan, rapi, serasi sesuai dengan konteks keperluan termasuk dalam jenis etika ... a. sopan dan santun b. Umum c. susila dan sosial C LAMPIRAN LEMBAR KERJA ASESMEN SUMATIF


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 1 d. khusus e. Keadilan 5. Komponen pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan standar profesi adalah kompetensi. Salah satu kompetensi tersebut yaitu kemampuan dalam … a. bekerja sama b. memanajemen sumber daya c. komunikasi dan sosial serta training d. bersabar e. menangani permasalahan 6. Intuisi adalah … a. Hedonisme b. Faham kebahagiaan c. Evolusi d. Bisikan Hati e. Naturalisme 7. Komponen pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan standar profesi yaitu … a. Sikap b. Pengalaman bekerja c. Kompetensi d. Tingkat pendidikan. e. Teknologi yang digunakan 8. Profesi mengandalkan suatu.. a. Keterampilan atau keahlian khusus b. Kesehatan fisik c. Profesional d. Kebebasan umum e. Pertolongan orang 9. Hal yang membedakan antara profesiaonal dengan pekerja biasa (accoption) yaitu: a. cara berpikir b. jenjang pendidikan c. semangat pengabdian d. besar pendapatan e. besartunjangan


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 2 10. Salah satu sifat kode etik profesional adalah … a. Efektif b. Praktis dan dapat dilaksanakan c. Efisian d. Mudah e. Praktis Essai Jawab pertanyaan berikut ini ! 1. Pada sebuah pertokoan terjadi keributan karena pelanggan merasa dirugikan karena barang yang dibeli baru 1 hari pakai rusak. Apa yang seharusnya karyawan lakukan? 2. Mengapa sebagai seorang kasir harus mempunyai tanggungjawab? Berikan 4 hal penjelasannya! 3. Mengapa berkepribadian menarik akan mencuri HRD untuk merekrutnya? Berikan penjelasanya 5 point. 4. Apakah yang disebut professional menurut Standar Profesi Internasional? 5. Apa perbedaan Tanggung jawab dan Integritas dalam Etika Profesi menurut IAI?


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 3 Berikut dibawah ini adalah data daftar akun dan laporan keuangan dari RUMAH KOMPUTER untuk tahun 2021 yang bisa digunakan sebagai dasar membaca akun di laporan keuangan. NOMOR NAMA AKUN FUNGSI UNTUK MENCATAT MUTASI NILAI 1-0000 Assets Aset 1-1000 Current Assets Aset Lancar 1-1110 Cash in Bank Kas 1-1111 Petty Cash Kas Kecil 1-1112 Account Receivable Piutang Dagang 1-1113 Allowance for Doubtful Debt Cadangan Kerugian Piutang 1-1114 Merchandise Inventory Persediaan Barang Dagang 1-1115 Office Supplies Perlengkapan Kantor 1-1116 Warehouse Supplies Perlengkapan Gudang 1-1117 Prepaid Insurance Asuransi dibayar dimuka 1-1118 Prepaid Income Tax Pajak dibayar dimuka 1-1119 VAT In PPN Masukan 1-2000 Fixed Assets Aset Tetap 1-2110 Land Tanah 1-2111 Building Bangunan Kantor 1-2112 Acc. Depreciation of Building Akumulasi Penyusutan Bangunan Kantor 1-2113 Warehouse Building Bangunan Gudang 1-2114 Acc. Depreciation of Warehouse Building Akumulasi Penyusutan Bangunan Gudang 1-2115 Garage Building Bangunan Garasi 1-2116 Acc. Depreciation of Garage Building Akumulasi Penyusutan Bangunan Garasi 1-2117 Vehicle Kendaraan 1-2118 Acc. Depreciation of Vehicle Akumulasi Penyusutan Kendaraan 1-2119 Equipment Peralatan 1-2120 Acc. Depreciation of Equipment Akumulasi Penyusutan Peralatan 2-0000 Liabilities Kewajiban 2-1000 Current Liabilities Kewajiban Lancar 2-1110 Account Payable Utang Dagang 2-1111 Income Tax Payable Article 21 Utang PPh 21 LEMBAR KERJA ASESMEN FORMATIF


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 4 NOMOR NAMA AKUN FUNGSI UNTUK MENCATAT MUTASI NILAI 2-1112 Income Tax Payable Article 23 Utang PPh 23 2-1113 Income Tax Payable Article 25/29 Utang PPh 25/29 2-1114 Wages & Salaries Payable Utang Gaji 2-1115 Due Date Bank Loan Utang Bank Jatuh Tempo 2-1116 Interest Payable Utang Bunga 2-1117 VAT Payable Utang PPN 2-1118 VAT Out PPN Keluaran 2-2000 Long-Term Liabilities Kewajiban Jangka Panjang 2-2110 BRI Loan Utang BRI 3-0000 Equity Ekuitas 3-1110 Capital Stock Modal Saham 3-1111 Prive Prive 3-1112 Retained Earning Laba Ditahan 3-1113 Dividend Deviden 3-1114 Income Summary Laba Tahun Berjalan 4-0000 Income Pendapatan 4-1110 Sales Penjualan 4-1111 Sales Discount Potongan Penjualan 4-1112 Sales Returns Retur Penjualan 4-1113 Freight Collected Pendapatn biaya angkut penjualan 4-1114 Other Revenue Pendapatan Lain - lain 5-0000 Cost of Sales Harga Pokok Penjualan 5-1110 Cost of Good Sold Harga Pokok Barang Dagangan 5-1120 Purchase Discount Potongan Pembelian 5-1130 Freight Paid Biaya angkut pembelian 6-0000 Expenses Beban 6-1110 Wages & Salaries Expense Beban Gaji 6-1120 Electricity Expense Beban Listrik 6-1130 Internet & Telephone Expense Beban Telepon dan Internet 6-1140 Water Expense Beban Air 6-1150 Supplies Expense Beban Perlengkapan 6-1160 Bank Administration Expense Beban Administrasi Bank 6-1170 Marketing Expense Beban Pemasaran 6-1180 Building Renovation Expense Beban Renovasi Bangunan 6-1190 Vehicle Maintenance Expense Beban Reparasi Kendaraan 6-1200 Equipment Repair Expense Beban Reparasi Peralatan


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 5 NOMOR NAMA AKUN FUNGSI UNTUK MENCATAT MUTASI NILAI 6-1210 Depreciation Expense Beban Penyusutan Aset Tetap 6-1220 Insurance Expense Beban Asuransi 6-1230 Consumption Expense Beban Konsumsi 6-1240 Interest Expense Beban Bunga 6-1250 Income Tax Expense Beban Pajak 6-1260 Bad Debt Expense Beban Kerugian Piutang 6-1270 Other Expense Beban Lain - lain Sales : Sales Rp 15.043.099.700 Sales Discount Rp (93.955.840) Sales Returns Rp (149.300.000) Freight Collected Rp 7.200.000 Net Sales Rp 14.807.043.860 Cost of Sales : Cost of Good Sold Rp 13.305.220.000 Freigh Paid Rp (14.900.000) Purchase Discount Rp 3.700.000 Cost of Sale s Rp 13.294.020.000 Gross Profit (Losses) Rp 1.513.023.860 Expenses : Wages & Salaries Expense Rp 302.400.000 Advertising Expense Rp 1.500.000 Electricity & Telephone Expense Rp 600.000 Water Expense Rp 8.657.000 Supplies Expense Rp 73.568.600 Administration Expense Rp 88.320.000 Marketing Expense Rp - Building Renovation Expense Rp - Vehicle Maintenance Expense Rp - Equipment Repair Expense Rp 20.000.000 Depreciation Expense Rp 440.037.500 Insurance Expense Rp 6.354.400 Consumption Expense Rp 32.956.000 Interest Expense Rp 18.040.000 Income Tax Expense Rp 151.681.553 Bad Debt Expense Rp 59.905.000 Total Expenses Rp 1.204.020.053 Income from Operation Rp 309.003.807 Others Revenues & Other Expense Other Revenue Rp 1.560.780 Other Expense Rp (8.948.000) Total Others Revenues & Expense Rp (7.387.220) Net Income Rp 301.616.587 RUMAH KOMPUTER INCOME STATEMENT For Year Ended December 31, 2021 DESCRIPTION AMOUNT


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 6 Retained Earning, Januari 01, 2020 Rp 447.000.000 Net Income Rp 301.616.587 Deviden Rp (67.200.000) Retained Earning, December 31, 2017 Rp 681.416.587 RUMAH KOMPUTER STATEMENT OF RETAINED EARNING For Month EndedDecember 31, 2021 CURRENT ASSETS CURRENT LIABILITIES Cash in Bank Rp 2.565.469.530 Account Payable Rp 2.492.570.000 Petty Cash Rp 10.000.000 Income Tax Payable Article 21 Rp 400.000 Account Receivable Rp 2.833.380.000 Income Tax Payable Article 23 Rp 175.000 Allowance for Doubtful Debt Rp (141.669.000) Income Tax Payable Article 25/29 Rp 42.851.553 Merchandise Inventory Rp 20.470.800.000 Wages & Salaries Payable Rp - Office Supplies Rp 5.100.500 Due Date Bank Loan Rp 80.000.000 Warehouse Supplies Rp 7.502.500 Interest Payable Rp 18.000.000 Prepaid Insurance Rp 32.665.600 Prepaid Income Rp 24.258.240 Prepaid Income Tax Rp - VAT Out Rp 191.900.000 VAT In Rp 103.037.250 TOTAL CURRENT LIABILITIES Rp 2.850.154.793 TOTAL CURRENT ASSETS Rp 25.886.286.380 LONG TERM LIABILITIES BRI Bank Loan Rp 3.983.000.000 FIXED ASSETS TOTAL LONG TERM LIABILITIES Rp 3.983.000.000 Land Rp 2.400.000.000 TOTAL LIABILITIES Rp 6.833.154.793 Building Rp 660.000.000 Acc. Depreciation of Building Rp (253.000.000) Warehouse Building Rp 1.500.000.000 Acc. Depreciation of Warehouse Building Rp (562.500.000) Garage Building Rp 1.800.000.000 EQUITY Acc. Depreciation of Garage Building Rp (94.500.000) Capital Stock Rp 25.000.000.000 Vehicle Rp 1.735.372.500 Prive Acc. Depreciation of Vehicle Rp (787.500.000) Retained Earning Rp 681.416.587 Equipment Rp 349.600.000 Dividend Acc. Depreciation of Equipment Rp (119.187.500) Income Summary TOTAL FIXED ASSETS Rp 6.628.285.000 TOTAL EQUITY Rp 25.681.416.587 TOTAL ASSETS Rp 32.514.571.380 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Rp 32.514.571.380 RUMAH KOMPUTER FINANCIAL POSITION REPORT December 31, 2021 ASSETS LIABILITIES AND STOCKHOLDER'S EQUITY


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 7 Berdasarkan empat laporan keuangan RUMAH KOMPUTER diatas, jawab pertanyaanpertanyaan berikut ini secara jelas dan dari mana informasi jawaban tersebut didapatkan, tuliskan pada lembar kerja yang sudah disediakan : 1. Berapa saldo kas dan setara kas di akhir periode tahun 2021 ? 2. Berapa laba bersih untuk periode tahun 2021 ? 3. Berapa besar omzet penjualan selama tahun 2021 ? CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES: Cash In Sales on Cash Rp 892.650.000 Receive Payment fromCustomer Rp 1.959.870.000 Other Revenue Rp 1.560.780 Total Rp 2.854.080.780 Cash Out Payment for Supplier Rp 363.200.000 Payment ofIncome Tax Art. 21 Rp 3.966.500 Recharce of Patty Cash Rp 8.590.000 Payment of Equipment Maintenance Rp 19.600.000 Payment ofWages & Salaries Rp 55.825.000 Interest Expense Rp 1.100.000 Bank Administration Expense Rp 320.000 Total Rp 452.601.500 Rp 2.401.479.280 CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES : Cash In Total Rp - Cash Out Buying Vehicle Rp 16.909.750 Buying Equipment Rp 2.200.000 Total Rp 19.109.750 Rp (19.109.750) CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES : Cash In Total Rp - Cash Out Payment ofBRI Loan Rp 17.000.000 Total Rp 17.000.000 Rp (17.000.000) Net Increase (Decrease) in Cash Rp 2.365.369.530 Cash at Beginning of Year Rp 210.100.000 Cash at End of Year Rp 2.575.469.530 Net Cash Provided by Operating Activities Net Cash Used In Investing Activities Net Cash Used In Financing Activities RUMAH KOMPUTER STATEMENT OF CASH FLOW For the Year Ended December 31, 2021 (Direct Method) DESCRIPTION AMOUNT


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 8 4. Berapa total aset yang dimiliki RUMAH KOMPUTER Per 31 Desember 2021 ? 5. Berapa besar kenaikan laba ditahan di tahun 2021 ? 6. Berapa saldo utang dan piutang RUMAH KOMPUTER ? 7. Berapa besar kas yang digunakan perusahaan dalam rangka pengadaan aset di bulan Desember 2021 ? 8. Berapa saldo persediaan di akhir tahun 2021 ? 9. Berapa laba kotor untuk periode tahun 2021 ? 10.Berapa nilai buku aset tetap perusahaan per 31 Desember 2021 ? 11.Berdasarkan informasi omzet tahun 2021, berapa tarif pajak yang akan dibebankan kepada RUMAH KOMPUTER untuk tahun 2022 ? 12.Berapa kas yang didapatkan RUMAH KOMPUTER dari kegiatan operasionalnya untuk bulan Desember 2021 ? 13.Berapa persen aset tetap yang dimiliki RUMAH KOMPUTER dari seluruh kekayaan yang dimiliki ? 14.Berapa persen total beban yang dikeluarkan RUMAH KOMPUTER dari total omzet tahun 2021 ? 15.Apabila awal tahun 2022 RUMAH KOMPUTER memutuskan untuk membayar seluruh utang usahanya apakah bisa ?


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 34 9 Judul : ETIKA PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI DALAM KOMUNIKASI LAPORAN KEUANGAN 1. PENGERTIAN ETIKA Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethicos yang berarti kebiasaan.dengan demikian etika adalah sikap yang baik apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Atau bisa dikatakan sebagai kebiasan yang dianut oleh masyarakat. Etika identik dengan moral karena moral menyangkut akhlak yang biasanya bersangkutan dengan ajaran keyakinan/ agama, negara dan masyarakat. Manusia diciptakan mempunyai tabiat yang berbeda-beda. Perilaku yang tidak beretika sudah tentu akan merugikan diri sendiri dan menjatuhkan nama baik perusahaan. Kirakira perilaku seperti apa yang tidak dapat dikompromikan? Beberpa contoh berikut ini: a. Etika Buruk/Jelek § Menjilat untuk keuntungan sendiri: orang yang dimuka pura-pura berbuat baik tetapi dibelakang menusuk. Menjelakkan orang lain atau merugiklan orang lain untuk medapatkan posisi. Menjadikan persaingan tidak sehat dalam karier. § Menfitnah rekan kerja: menuduh seseorang tanpa bukti. Adalah Tindakan yang menjengkelkan karena pasti memancing emosi dan membuat keributan. § Tidak bertanggungjawab: diserahi tugas tetapi tidak menyelesaikan malah dilempar ke orang lain. Perbuatan seperti ini bila ia meminta bantuan wajib ditolak karena tanggungjawab sudah dibagi masing- masing karyawan. Pada dunia kerja orang semacam ini tidak bisa dibiarakan, sebaiknya untuk segera diproses mulai dari teguran, peringatan dan apabila terus-menerus melakukan diambil tindakan pemecatan, agar perusahaan tidak dirugikan. b. Etika yang Baik (SoftSkill) Sedangkan etika yang bagus atau perilaku yang baik akan membawa dampak baik bagi perusahaan. Kalian masih ingat syarat pada lowongan kerja selain ijasah dan ketrampilan (hard skill) yang harus dimiliki adalah soft skill seperti: Jujur, Ramah, Sopan, Penampilan menarik, sabar, kritis, kreatif dan inovatif 2. KEPRIBADIAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI Sebagai karyawan yang bertugas di bagian keuangan harus memiliki soft skill setidaknya seperti: BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 0 a. Jujur adalah sikap apa adanya tanpa ditutup-tutupi, bekerja dengan sebenarnya. Kebalikannya adalah bohong. Sukakah kalian dibohongi? Bagaimana rasanya dibohongi? Dan bila kalian bekerja lalu atasan mengetahui kalian sebagai pekerja bohong kira-kira apa yang akan dilakukan atasan? Siapkah menerima konsekwensinya, bila berani berbohong? Belum lagi penilaian teman sejawat pasti mereka tidak suka bukan? Dan yang lebih parah lagi bila bersinggungan dengan hukum, apa akibatnya? Berbuatlah yang baik dengan jujur, seperti apa perbuatan jujur dalam keuangan itu, antara laian dibawah ini: § Tulis nominal yang sebenarnya § Tidak curang dan tidak tergiur dengan harta tidak halal § Membuat laporan sesuai keadaan sebenarnya § Mengembalikan sisa anggaran yang tidak terpakai § Dapat menyimpan rahasia perusahaan Contoh: tidak memberitahu nominal tabungan nasabah pada orang lain. b. Teliti artinya berhati-hati dan cermat dalam melakukan pekerjaan memperhatikan dengan detail apa yang dikerjakan. Bagaimana pekerjaan yang dilakukan serampangan, ceroboh dan asal-asalan? Bagaimanakah hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan teliti? Berikut yang perlu dilakukan agar teliti dalam bekerja: § Lingkungan bekerja yang rapi, nyaman membantu bekerja dengan maksimal. Karena itu selalu rapikan, bersihkan meja kerja dan cek alat-lat kerja sebelum melakukan pekerjaan. § Konsentrasi saat mencatat uang, jangan sambil bermain gadget. Berolahraga sebelum bekerja dapat meningkatkan konsentrasi. Bila jenuh bekerja istirahatlah untuk menyegarkan pikiran. § Fokus mengidentifikasi dokumen transaksi. Teliti sebelum pencatatan. § Buat cek list untuk koreksi pekerjaan. § Teliti Kembali sebelum meninggalkan tempat kerja c. Profesional adalah mengerjakan tugas dengan sebaik mungkin § Memiliki ilmu keuangan sehingga memahami tugas dan tanggungjawab § Tidak terpengaruh orang lain


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 1 § Selalu bekerja menyelesaikan tugas tepat waktu § Mengutamakan pelayanan dan hasil § Mampu menyesuaikan dengan kemajuan jaman dengan meningkatkan kemampuan 3. KEPRIBADIAN MELAYANI PELANGGAN Mengapa softskill/karakter menjadi penting bagi karyawan karena pekerjaan seorang kasir, teller, costumer servis adalah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Sehingga harus mempunyai kepribadian atau karakter yang bisa melayani pelanggan dengan baik, menarik, supel, ramah, sopan, tidak mudah marah dan disukai. Karyawan adalah garda terdepan yang berhadapan dengan pelanggan, apabila pelayanan bagus maka memberi nilai lebih dan memberi dampak bagus bagi perusahaan. Sotf skill menurut Wikipedia adalah: kombinasi dari ketrampilan orang, ketrampilan sosial, ketrampilan komunikasi karakter atau ciri kepribadian, sikap, polapikir, atribut karir,kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional. Beberapa karakter yang perlu dipunyai dalam menghadapi pelanggan: a. Mental yang Berani Berani bukan berartri adu jotos melainkan tidak grogi, tidak rikuh bila berhadapan dengan orang lain. Kalian yang baru kelas X tentu merasa malu, kikuk dan masih menyesuaikan dengan lingkunga karena bertemu dengan banyak teman yang berasal dari sekolah lain dan belum paham dengan karakter mereka, kecuali teman yang waktu di SMP sudah mengenal mungkin tidak canggung. Bagaimana untuk menjadi pribadi yang berani: § Berfikir positif: Ketika kalian bertemu dengan orang yang belum dikenal dan menurut kacamata kalian mempunyai sifat kurang baik sebenarnya belum tentu dia orang jelek, mungkin karena kalian belum mengenal secara dekat sehingga belum memahami tabiatnya. Jangan kawatir penilaian orang lain: hidup bersama orang lain tentu akan dinilai. Tidak usah meladeni hal yang membuat


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 2 kalian takut berbuat asal hal yang baik, karena akan menghambat kemajuan. Bagun kekuatan dengan percaya diri dan tekad yang kuat bahwa kalian bisa. Tidak usah berfikir negative karena berfikir negatif akan membuat diri menjadi lelah.Ingat kepada Tuhan § Ketika kalian berkeluh kesah karena beratnya masalah segera berdoalah, minta kepada sang khalik jalan keluar yang baik. Karena segala yang mengatur hidup adalah Tuhan Yang Maha Esa. Percuma bila kalian curhat kepada teman yang tidak memberikan solusi, apalagi mengumbar di sosmed menjadikan pribadi kalian semakin tidak bernilai. § Tidak iri dengan orang lain: setiap kesuksesan datang dari ketekunan dan kerja keras, tidak usah iri dengan orang lain akan membuang- buang waktu dan energi. Tingkatkan kemampuan, mengasah kemampuan sangat penting untuk meningkatkan ketrampilan dan kepercayaan atasan. Misal: kalian bisa naik sepeda motor tambah kemampuan setir mobil, fasih Bahasa Inggris tingkatkan Toufel. § Berani mencoba; Mencoba dan bertindak membuat diri kalian akan mengalami tantangan baru sehingga mengasah diri untuk berfikir maju. Misal: Biasa membuat kopi yang dicampur susu, cobalah bila dicampur buah § Lihat video-video yang membangun kepribadian seperti: pagar kehidupan, Chandra Putra Negara dll Cobalah kalian buka salah satu video mereka b. Pribadi yang Menarik Pribadi yang menarik akan menjadi impian setiap orang. Karena akan mendapat perhatian banyak orang dan cepat mendapat teman yang banyak. Istilah populernya menjadi orang yang supel, mudah beradaptasi dan pandai bergaul. Pribadi seperti ini banyak dicari oleh usaha yang pekerjaanya berhadapan langsung dengan pelanggan.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 3 Beberapa cara yang bisa dipraktekkan menjadi pribadi yang menarik antara lain: § Belajar untuk berempati dengan orang lain Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Kalian pasti sudah pernah sewaktu ada teman yang mengolok- olok lalu teman kamu menolong dan memberi nasehat sambal bilang yang sabar…atau kamu sendiri yang memberikan semangat kepada teman kamu yang mungkin tersinggung dengan peryataan teman lainnya. Bahkan mungkin kamu pernah melakukan kesalahan pada guru lalu kamu mendapat teguran? Pasti kamu merasa tidak enak hati karena kecewa. § Menjadi pendengar yang baik Untuk bisa menjadi pribadi yang menarik jadilah pendengar yang baik. Pendengar yang baik adalah: - Mendengarkan ketika orang berbicara dengan serius jangan sambil membuka hp - Biarkan mereka bicara sampai selesai jangan memotongnya - Sesekali menganggukkan kepala sebagai tanda anda mendengarkan dengan baik, tataplah matanya - Bisa pula setelah selesai ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan yang sedang dibicarakan lawan - Bila ternyata ditengah pembicaraan ada suara telepon mohon ijin untuk menghindari kemungkinan lawan merasa disepelekan. · Bersikap ramah Merasa diri lebih pintar menjadi sombong dan angkuh adalah tingkah laku yang tidak disukai, sebaliknya ramah dan murah senyum disukai banyak orang. Coba kalian lihat gambar orang yang tersenyum dengan orang yang tidak tersenyum akan lain penilaiannya. Berpapasan dengan teman yang mau tersenyum pasti akan membawa kebahagiaan. Bila kamu tersenyum maka apa yang kamu rasakan? Cara melatih tersenyum: - Pagi hari saat kamu berdadan mau sekolah, atau mau pergi kemana berdirilah dikaca lalu tersenyumlah. Lakukan itu berulang-ulang setiap pagi agar kamu akan terbiasa tersenyum - Sapalah siapa saja yang kamu kenal setiap berpapasan dengan tersenyum · Membantu orang lain dengan ikhlas


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 4 - Ringan tangan membatu orang lain yang membutuhkan pertolongan karena dia tidak bisa. Menolong artinya membantu yang tidak bisa bukan mengambil alih pekerjaan. - Lakukan dengan ikhlas dan jangan mengungkitnya · Mencari hal yang sama dengan orang lain (Cemistry) Memiliki kesukaan yang sama akan lebih bisa menjalin pertemanan atau hubungan. Carilah hal kemungkinan sama sehingga enak untuk berlama-lama bicara karena nyambung. · Humoris Sesuatu yang lucu akan mencairkan suasana. Orang yang kaku terlihat canggung untuk ngobrol bareng. Jangan mudah marah atau baper saat teman mengejek jawab saja dengan humoran. Tetapi memang perlu Latihan bagi yang belum terbiasa. · Duduk dengan tegap Amatilah orang yang anda lihat Ketika duduk, orang yang duduknya tegap terlihat lebih menarik, sementara yang membungkuk terlihat tidak semangat. Kalian lihat tentara walaupun sedang Latihan selalu bersikap tegak, karena tegak kelihatan lebih berwibawa. c. Pribadi yang Tenang Orang yang tenang adalah orang yang dapat menghadapi konflik dengan bijak. Apalagi bekerja melayani pelanggan yang temperamennya emosional saat komplain karena ketidak puasan pelayanan yang diterima, barang tidak sesuai. Karyawan harus bisa bersikap tenang jangan ikut tersulut emosi. Yang perlu dilakukan supaya tenang adalah: § Belajar mengendalikan emosi


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 5 Janganlah mudah terbawa emosi karena akan mudah panik, gugup, marah yang meledak-ledak hanya karena hal sepele, kemarahan tidak akan membawa keputusan yang baik, yang akan disesali dikemudian hari. Sebaliknya tenang maka masalah akan terselesaikan dengan baik, karena ketenangan membawa kedamaian. Ketika emosi datang cobalah tarik nafas dalam- dalam, duduklah dan pikirkan solusi terbaik yang bisa diambil. § Hadapi keluhan pelanggan jangan mengacuhkanya Pelanggan yang komplain mempunyai karakter yang bermacam- macam terutama yang agresif butuh pelayanan ektra. Bagaimana menghadapinya? Simak yang berikut ini… - Jangan terpancing emosi pelanggan - Dengarkan keluhan pelanggan, tangkap, analisa dan klarifikasi dan pahami apa yang menjadi akar permasalahan. - Baru jelaskan penyebab sebenarnya dan berikan solusi, upayakan tidak membela diri dan menyudutkan pelanggan. - Meminta maaf dengan tulus adalah salah satu obat penawar bagi pelanggan atas kekecewaan dan ketidakpuasan pelayanan. - Tawarkan solusi dengan berbagai argumentasi untuk mengatasi permasalahan dengan persetujuan atasan - Semakin cepat solusi bisa ditemukan akan membangun kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. § Perhitungkan untung rugi Belajarlah mengambil untung rugi, jangan terlalu cepat mengambil keputusan keluar dari pekerjaan bukankah bermula ingin bekerja, tempalah diri menjadi diri yang kuat dan bagaimanapun membutuhkan pekerjaan, kecuali sudah tidak bisa ditolerir. d. Berpenampilan Meranik


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 6 Memberikan pelayanan sewaktu bekerja, baik kepada kolega maupun pekerjaan yang lebih dekat dengan pelanggan membutuhkan penampilan yang menarik. Penampilan dimulai dari berpakaian rapi, sopan, luwes dan serasi. Perusahaan biasanya sudah menyiapkan dan membelikan bahan dan menetapkan ketentuan pakaian karyawan, tinggal menjahitkan sesuai ukuran masing-masing. Fungsi Penampilan: penampilan menunjukkan kepribadian, penampilan yang baik akan memberi kesan positif untuk perusahaan. Penampilan juga harus disertai dengan tatakrama yang berlaku agar memancarkan inner beauty. Prinsip-prinsip penampilan yang baik: • Kebersihan: mandi adalah harus mengapa? • Kerapihan: gunakan pakain dengan rapi, tidak semrawut juga tidak kedodoran sehingga menarik dilihat. • Tata rias dan tata rambut: gunakan kosmetik seperlunya, untuk laki-laki bila perlu gunakan minyak rambut agar rapi. • Sepatu yang nyaman: agar dalam bekerja tidak mengalami kecelakaan atau mengganggu saat bekerja. • Cara duduk: mereka yang bekerja kantoran bukan pada proses produksi, usahakan duduk dengan baik. Jangan menyandarkan punggung, khusus Wanita kaki tidak mengangkang melainkan kaki rapat, tidak membungkuk sewaktu menulis • Alat pelindung: kacamata, sarung tangan, masker bila memang diharuskan sebaiknya disiapkan sebelum bekerja agar tidak lupa. 4. ETIKA PROFESI AKUNTANSI a. Pengertian Profesi Profesi merupakan bagian dari pekerjaan tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Sebagai contoh: pekerjaan staff administrasi tidak termasuk dalam golongan profesi karena staff administrasi bisa diangkat dari berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman. Profesi adalah pekerjaan yang berbasiskan pengetahuan luas dan keahlian tertentu yang dituntut tanggungjawab sosial dan moral kepada masyarakat. Seseorang yang menekuni profesi disebut profesional. Setiap bidang profesi mempunyai asosiasi profesi, kode etik dan lisesi khusus. Etika profesi merupakan sikap hidup berupa keadilan untuk memberi pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayan masyarakat (Dwi Harti, hal 37).


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 7 b. Prinsip Etika Profesi Umumnya semua organisasi profesi mengakui prinsip-prinsip utama profesi sebagai berikut: o Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan o Bertanggungjawab terhadap dampak karya dari profesinya o Menuntut para professional untuk bersikap adil dan tidak memihak o Memiliki daerah kerja tertentu dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya. Etika profesi diterjemahkan dalam aturan-aturan tertulis yang disebut Kode Etik Profesi. Kode etik profesi menjadi pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Didalam kode etik tercantum sangsi yang dikenakan apabila melakukan pelanggaran. c. Etika Profesi Akuntansi Menurut IAI Etika profesional bagi praktik akuntan di Indonesia disebut dengan istilah kode etik. Kode etik profesi akuntansi disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), meliputi: o Tanggung jawab, artinya seorang akuntan berkewajiban mempertanggung jawabkan hasil pemeriksaan untuk kepentingan publik o Integritas, artinya seorang akuntan harus menjalankan tugas- tugasnya secara konsisten dengan menjaga kepercayaan publik o Obyektif, artinya seorang akuntan mampu mengungkap data keuangan secara faktual. o Independen, artinya seorang akuntan harus bersikap mandiri tidak tergantung pada pihak lain o Cermat, tepat dan teliti dalam menjalankan tugasnya o Eksklusif dalam memutuskan pemberian jasa Kode Etik Profesi Akuntan Publik (KEPAP) adalah etika profesi yang diterapkan oleh anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dulunya adalah Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan) yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP). IAPI merasa adanya suatu kebutuhan utuk melakukan percepatan atas proses pengembangan dan pemutakhiran standar profesi yang ada melalui penyerapan Standar Profesi Internasional, yaitu: o Integritas, akuntan profesional harus tegas dan jujur dalam semua hubungan profesional dan bisnis.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 8 o Objektivitas, akuntan profesional seharusnya tidak membiarkan konflik kepentingan, atau pengaruh yang berlebihan dari orang lain melainkan harus professional dalam kerjanya. o Kompetensi profesional dan kesungguhan, akuntan profesional memiliki tugas berkesinambungan untuk senantiasa menjaga pengetahuan dan keahlian profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik, legislasi, dan teknis. Akuntan profesional harus bertindak tekun dan sesuai standar teknis dan profesional dalam memberikan layanan. o Kerahasiaan, akuntan profesional harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam hubungan bisnis, tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa otoritas yang tepat dan spesifik kecuali sesuai dalam hukum atau profesional atau kewajiban dapat mengungkapkan. o Perilaku profesional, akuntan profesional tunduk pada hukum dan peraturanperaturan yang berlaku dan seharusnya menghindari tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi. 5. PENGERTIAN KOMUNIKASI Komunikasi berasal dari kata “communicare” yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan dan “communis” yang berarti milik bersama. Komunikasi mengandung beberapa pengertian, yaitu : (1) Pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan rasa saling mengerti serta saling percaya demi terwujudnya hubungan yang baik antara seseorang dengan orang lainnya; (2) Pertukaran fakta, gagasan, opini, atau emosi antar dua orang atau lebih, dan (3) suatu hubungan yang dilakukan melalui surat, kata-kata, symbol atau pesan yang bertujuan agar tiap manusia yang terlibat dalam proses dapat saling tukar menukar arti dan pengertian terhadap sesuatu. Komunikasi menyelimuti segala yang kita lakukan. Komunikasi adalah alat yang dipakai manusia untuk melangsungkan interaksi sosial, baik secara individu dengan individu, individu dengan kelompok ataupun kelompok dengan kelompok. Komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Apabila organisasi dianggap sebagai suatu struktur, maka komunikasi merupakan suatu substansi nyata yang mengalir ke atas, ke bawah, dank ke samping dalam suatu


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 35 9 organisasi. Suatu organisasi (suatu system kerja sama) bergantung kepada kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan kemampuan untuk bekerja sama guna mencapai suatu tujuan yang sma pula. Oleh karenanya, fungsi utama seorang eksekutif adalah mengembangkan dan memelihara system komunikasi. Sistem atau jaringan komunikasi mengikat peran seluruh anggota organisasi. Komunikasi intern adalah proses penyampaian pesan-pesan yang berlangsung antara anggota organisasi, dapat berlangsung antara pimpinan dengan bawahan, pimpinan dengan pimpinan maupun bawahan dengan bawahan. Indikator-indikator komunikasi dapat diukur dengan : o Komunikasi sesama karyawan o Komunikasi dengan karyawan bagian lain o Komunikasi antar sesama kepala bagian o Koordinasi pimpinan dengan karyawan o Koordinasi antar sesama karyawan 6. DIMENSI KOMUNIKASI Dimensi komunikasi internal terdiri dari komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. a. Komunikasi vertikal Komunikasi vertikal terdiri dari komunikasi kebawah dan komunikasi keatas. 1) Komunikasi kebawah Komunikasi kebawah menunjukkan arus pesan yang mengalir para atasan atau para pimpinan kepada bawahannya. Komunikasi kebawah adalah untuk menyampaikan tujuan, untuk merubahsikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan, dan kecurigaan, yang timbul karena salah informasi, mencegah kesalahfahaman karena kurang informasi dan mempersiapkan anggota untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Ada lima jenis informasi yang biasa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan: (1) Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan, (2) informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan, (3) informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi, (4) informasi mengenai kinerja pegawai, dan (5) informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission). Secara umum komunikasi kebawah dapat di klasifikasikan atas lima tipe yaitu: · Instruksi tugas Instruksi tugas atau pekerjaan yaitu yang disampaikan ke bawahan mengenai apa yang diharapkan dilakukan mereka dalam dan bagaimana


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 0 melakukannya. · Rasional Rasional pekerjaan adalah pesan yang menjelaskan mengenai tujuan aktivitas dan bagaimana kaitan aktivitas itu dengan aktivitas lain dalam organisasi. · Ideologi Peran ideologi mencari sokongan antusiasi dari anggota organisasi guna memperkuat loyalitas, moral dan motivasi. · Informasi Pesan informasi dimaksudkan untuk memperkenalkan bawahan dengan praktek- praktek organisasi, keuntungan, kebiasaan dan data lain yang tidak ada hubungannya dengan instruksi dan rasional. · Balikan Balikan adalah pesan yang berisi informasi mengenai ketepatan individu dalam melakukan pekerjaannya Arus komunikasi dari atasan kepada bawahan tidaklah selalu berjalan lancar, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor (Arni: 2001) : · Keterbukaan Kurangnya sifat keterbukaan diantara pimpinan dan bawahan akan menyebabkan pembelokan atau tidak mau menyampaikan pesan dan gangguan dalam pesan. · Kepercayaan pada pesan tulisan Kepercayaan pada pimpinan lebih percaya pada pesan tulisan dan metode difusi yang menggunakan alat-alat elektronik dari pesan yang disampaikan secara lisan. · Pesan yang berlebih Reaksi karyawan terhadap pesan yang berlebihan biasanya cenderung untuk tidak membaca pesan-pesan tertentu yang dianggap penting bagi dirinya dan yang lain dibiarkan saja tidak dibaca. · Timing Timing atau ketepatan waktu pengiriman pesan mempengaruhi komunikasi kebawah. Pimpinan hendaklah mempertimbangkan saat yang tepat bagi pengiriman pesan dan dampak yang potensial kepada tingkah laku bawahan.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 1 · Penyaringan Pesan-pesan yang dikirimkan kepada bawahan tidaklah semuanya diterima mereka, tetapi mereka memyaring mana yang mereka perluka 2) Komunikasi keatas Komunikasi ketas merupakan pesan yang dikirim dari tingkat hierarki yang lebih rendah bertingkat yang lebih tinggi. Komunikasin ke atas mempunyai beberapa fungsi atau nilai tertentu. fungsinya adalah sebagai berikut: · “Dengan adanya komunikasi ke atas supervisor dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberi informasi dari mereka dan bagaimana baiknya mereka menerima apa yang disampaikan karyawan. · Arus komunikasi ke atas memberikan informasi yng berharga bagi pembuatan keputusan. · Komunikasi ke atas memperkuat apresiasi dan loyalitas karyawan terhadap organisasi dengan jalan memberikan kesempatan untuk menanyakan pertanyaan, mengajukan ide-ide dan saran-saran tentang jalannya organisasi. · Komunikasi ke atas membolehkan, bahkan mendorong desas-desus muncul dan membiarkan supervisor mengetahuinya. · Komunikasi ke atas menjadikan supervisor dapat menentukan apakah bawahan menangkap arti seperti yang dia maksudkan dari arus informasi ke bawah. · Komunikasi ke atas membantu karyawan mengatasi masalahmasalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dalam tugastugasnya dan organisasi. Kebanyakan analisis dan penelitian dalam komunikasi keatas menyatakan bahwa penyelia dan manajer harus menerima informasi dari bawahan mereka yang: · Memberitahukan apa yang dilakukan bawahan– pekerjaan mereka, prestasi, kemajuan, dan rencana-rencana untuk waktu mendatang. · Menjelaskan persoalan-persoalan kerja yang belum dipecahkan bawahan yang mungkin memerlukan beberapa macam bantuan. · Memberikan saran dan gagasan untuk perbaikan dalam unit-unit mereka atau dalam organisasi sebagai suatu keseluruhan. · Mengungkapkan bagaimana pikiran dan perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, dan organisasi


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 2 Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi ke atas antara lain adalah : · Komunikasi ke atas lebih mungkin digunakan oleh pembuat keputusan, pengelolaan, apabila pesan itu disampaikan tepat pada waktunya. · Komunikasi ke atas yang bersifat positif, lebih mungkin digunakan oleh pembuat keputusan mengenai pengelolaan dari pada komunikasi yang bersifat negatif. · Komunikasi ke atas lebih mungkin diterima, jika pesan itu mendukung kebijaksaan yang baru. · Komunikasi ke atas mungkin akan lebih efektif, jika komunikasi itu langsung kepada penerima yang dapat berbuat mengenai hal itu. · Komunikasi ke atas lebih efektif, apabila komunikasi itu mempunyai daya tarik secara intuitif bagi penerima b. Komunikasi horizontal Komunikasi horizontal terdiri dari penyampaian informasi diantara rekan-rekan sejawat dalam unit kerja yang sama. Unit kerja meliputi individu-individu yang ditempatkan pada tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan mempunyai atasan yang sama. Komunikator horizontal sering kali berlangsung tidak formal berbeda dengan komunikasi vertikal yang sifatnya lebih formal. Pada komunikasi horizontal ini mereka berkomunikasi satu sama lain bukan pada waktu mereka sedang bekerja, melainkan pada saat istirahat, sedang rekreasi, atau pada waktu pulang kerja. Dalam situasi komunikasi seperti ini, desas-desus cepat sekali menyebar dan menjalar. Dan yang didesasdesuskan sering kali mengenai hal-hal yang menyangkut pekerjaan atau tindakan pimpinan yang merugikan mereka, komunikasi seperti inilah yang bisa menghambat karyawan dalam meningkatkan kinerjanya Penelitian dan pengalaman menyatakan bahwa komunikasi horizontal muncul paling sedikit karena enam alasan yaitu: o Untuk mengkoordinasikan penugasan kerja. o Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan. o Untuk memecahkan masalah o Untuk memperoleh pemahaman bersama. o Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan. o Untuk menumbuhkan dukungan antarpersonal.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 3 Hambatan-hambatan pada komunikasi horizontal banyak persamaannya dengan hambatan yang mempengaruhi komunikasi keatas dan komunikasi kebawah. Ketiadaan kepercayaan diantara rekan-rekan kerja, perhatian yang tinggi yang pada mobilitas keatas, dan persaingan dalam sumber daya dapat mengganggu komunikasi karyawan – yang sama tingkatnya dalam organisasi dengan sesamanya 7. FUNGSI KOMUNIKASI ada suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, tindak komunikasi dalam suatu lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi , yaitu : o Fungsi informal Informasi yang didapat setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. o Fungsi regulatif Berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi, dimana atasan mempunyai hak untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. o Fungsi persuasif Dalam mengatur organisasi, kekuasaan dan wewenang tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. o Fungsi integratif Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik 8. MEMBACA LAPORAN KEUANGAN UNTUK DIKOMUNIKASIKAN a. Membaca Laporan Neraca Keuangan Pertanyaan paling mendasar mengenai kekayaan perusahaan biasanya “Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja?” dalam hal ini yang dimaksud adalah “Dapatkah perusahaan beroperasi secara lancar?”. Hal tersebut dapat dicermati melalui laporan Neraca atau yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan”. Dengan cara membaca neraca keuangan tersebut akan terlihat berapa jumlah kekayaan perusahaan mulai dari jumlah kas, bank, piutang dan lain sebagainya. Perusahaan hanya akan bisa beroperasi secara lancar bila, memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari; memenuhi kewajibankewajibannya seperti: · Membayar utang kepada vendor/supplier, bank, · Membayar dividen kepada pemegang saham


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 4 · Memiliki persediaan baik bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk dijual kembali · Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan. Dengan cara membaca neraca keuangan, Anda bisa menilai apakah semua kewajiban dan persediaan maupun aset usaha masih dalam posisi terpenuhi sehingga mencerminkan nilai kekayaan yang masih dimiliki perusahaan. Laporan neraca terdiri dari 3 bagian yaitu: 1) Aset Mencakup semua nilai yang Anda miliki. Beberapa di antaranya adalah uang tunai seperti item pada baris rekening bank bisnis. Beberapa di antaranya kurang likuid, seperti peralatan atau inventaris. Dan beberapa bahkan mungkin belum ada di tangan Anda seperti piutang, atau pembayaran yang akan Anda terima. 2) Kewajiban Mengurangkannya dari aset Anda memberi Anda gambaran kasar tentang seberapa besar nilai bisnis Anda sebenarnya. Dalam contoh di atas, hutang dagang — biasanya pembayaran kepada vendor atau kontraktor — dapat dianggap sebagai kewajiban jangka pendek; Anda mungkin akan melunasinya setiap bulan. Kewajiban lainnya, seperti hutang pinjaman bisnis, bertahan lebih lama. 3) Ekuitas Pemilik Ekuitas pemilik adalah uang yang Anda, sebagai pemilik, masukkan ke dalam bisnis. Modal adalah investasi awal Anda, uang yang Anda gunakan untuk bangun dan berjalan. Laba ditahan adalah laba yang dimiliki bisnis Anda. Demi akuntansi


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 5 dan kewajiban yang rapi, Anda tidak boleh menggunakan saldo laba perusahaan Anda sebagai akun pengeluaran pribadi. b. Membaca Laporan Laba dan Rugi Sebagai orang yang membutuhkan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan atau sebagai pemilik usaha sebaiknya juga perlu untuk mengetahui beberapa hal ini: · Apakah bulan/tahun ini Anda untung atau rugi? Jika rugi, mengapa? · Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya, boros? · Angka pendapatan tinggi, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil? · Angka penjualan rendah, tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Biasanya jika penjualan rendah aktivitas produksi pun juga ikut rendah sehingga tidak menimbulkan kerugian. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan bisa Anda temukan jawabannya pada laporan laba rugi yang menjadi dasar untung atau ruginya perusahaan dalam satu periode akuntansi.


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 6 Ada beberapa hal yang perlu Anda amati dalam laporan ini, yaitu: · Bandingkan pendapatan dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). · Amati beban dan pendapatan perusahaan, bandingkan dengan periode sebelumnya. · Cermati tiap-tiap akun yang terdapat pada pendapatan dan beban, cek saldo per akunnya baik pada aktiva maupun pasiva. Memantau Laba dan rugi perusahaan bisa membantu Anda mengetahui bagaimana kondisi perusahaan. c. Membaca Laporan Arus Kas Pada laporan arus kas akan terbaca bahwa kas perusahaan sedang kosong atau tidak memiliki cadangan persediaan yang cukup. Untuk itulah diperlukan pengalokasian kas yang lebih efektif dan efisien lagi supaya arus kas berjalan dengan lancar. Arus kas terdiri dari tiga aktivitas yang bisa dibaca untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sebagai berikut ;


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 7 1) Aktivitas Operasi Aktivitas operasi merupakan kegiatan utama dari perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan secara langsung berhubungan dengan kas. Sebagian besar aktivitas operasi berasal dari penjualan produk atau jasa. Selain itu, pendapatan dari pembayaran kontrak dagang, royalti, komisi atau fee juga digolongkan pada aktivitas ini. Sedangkan arus kas keluarnya berupa biaya seperti pembayaran gaji, pajak, biaya pengiriman, dan biaya operasional lainnya. Pada aktivitas operasi, akan muncul akun-akun harta dan utang seperti akun piutang, utang dagang, laba bersih, persediaan, dan lain-lain. Perlu Anda ingat kembali bahwa pendapatan berbeda dengan uang tunai. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan penyesuaian di mana pada akhirnya nanti akan diperoleh informasi tentang arus kas informasi. Jadi, pada arus kas dari aktivitas operasi Anda dapat menyimpulkan apakah pada tahun tersebut lebih banyak menghasilkan keuntungan atau uang operasional. 2) Aktivitas Investasi Investasi sering kali dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk memudahkan proses pemantauan, Anda dapat melihatnya di dalam laporan arus kas dari aktivitas investasi. Arus kas penerimaan dari aktivitas ini biasanya berupa pendapatan dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan. Selain itu, perolehan saham dan instrumen keuangan lain juga masuk dalam aktivitas ini. Sementara, pengeluaran kas dari aktivitas ini seperti pembelian aktiva baik, aktiva tetap, aset tak berwujud maupun aktiva jangka panjang. Jadi, dari laporan arus kas aktivitas investasi, Anda dapat melihat apakah perusahaan pada tahun berjalan melakukan investasi dan jenis investasi apa saja yang diambil. Dengan begitu, Anda juga dapat menilai risiko yang dapat terjadi di masa yang akan datang. Untuk pihak eksternal, laporan ini dapat digunakan sebagai bentuk tanggung jawab Anda melakukan komunikasi dan transparansi. Selain itu, laporan ini akan sangat membantu menilai kinerja perusahaan Anda. 3) Aktivitas Pendanaan Aktivitas pendanaan berhubungan dengan investasi pemilik, prive, dan pinjaman dana yang dilakukan perusahaan. Beberapa aktivitas pendanaan yang sering dilakukan atau muncul pada laporan arus kas aktivitas pendanaan yakni emisi saham, emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik. Di sisi lain, untuk


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 8 pengeluarannya seperti pembayaran kas kepada pemegang saham dan pelunasan pinjaman. Sehingga di sini Anda dapat melihat kas sebagai aktivitas keuangan yang akan menyebabkan perubahan jumlah, komposisi modal dan pinjaman. d. Membaca Laporan Perubahan Modal Pada laporan perubahan modal, akan ada 2 kemungkinan yang terjadi saat Anda mencoba membacanya: · Untung, ditandai dengan naiknya nilai ekuitas dari transaksi yang bersifat insidentil. · Rugi, ditandai dengan turunnya nilai ekuitas dari transaksi insidentil. Dengan mengetahui segala kemungkinan yang terjadi melalui pengetahuan cara membaca laporan keuangan secara baik dan benar, maka keputusan yang tepat akan dapat diambil secara cepat untuk keberlangsungan sebuah perusahaan. Semua itu akan menjadi mudah jika pencatatan akuntansinya dikelola dengan baik dan benar. 9. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Agar laporan keuangan dapat diinterpretasikan dan mudah dipahami oleh para pembaca laporan keuangan, maka perlu dilakukan analisis terlebih dahulu atas laporan keuangan tersebut. Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan mengidentifikasi akun-akun laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih rinci dan melihat hubungan antar akun untuk mengetahui kondisi keuangan pemerintah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses mengulas dan menganalisis laporan keuangan dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang kondisi keuangan entitas dalam pengambilan keputusan, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan secara lebih efektif. Karakteristik analisis laporan keuangan adalah: • Fokus pada laporan keuangan utama • Memuat analisis hubungan antar akun-akun dalam satu laporan keuangan maupun antar laporan keuangan, perbandingan dan kecenderungan akun-akun tersebut. • Memuat implikasi dan prediksi: mengevaluasi dampak kejadian atau transaksi masa lalu sekaligus meramalkan prospek keuangan di masa depan. • Dipengaruhi oleh kemampuan dan ketajaman analis Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah: - Meyakini ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. - Mengetahui kondisi keuangan


DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 36 9 - Mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dan menyediakan dana kegiatan. - Mengevaluasi kinerja perusahaan dalam pelaksanaan program kerja. - Mengetahui potensi perusahaan dalam menghasilkan sumber daya. Adapun manfaat analisis laporan keuangan, antara lain sebagai berikut: - Menyediakan tambahan penjelasan atas data dan informasi keuangan termasuk informasi yang tidak secara eksplisit disajikan di dalam laporan keuangan - Mengetahui kesalahan dan inkonsistensi dalam laporan keuangan. - Menilai perkembangan dan pencapaian yang diperoleh oleh suatu entitas serta membuat proyeksi keuangan di masa mendatang. - Mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan masa lalu, saat ini, dan perkiraan di masa yang akan datang. - Mengetahui komposisi struktur keuangan perusahaan, sehingga dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami oleh suatu entitas. Persyaratan Analisis : - Laporan keuangan disusun berdasarkan kebijakan akuntansi yang ditetapkan - Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan mungkin dipengaruhi oleh suatu kondisi atau masalah tertentu yang spesifik - Pengaruh transaksi, peristiwa dan kejadian yang ekstrim atau luar biasa juga harus dieliminasi supaya tidak meyesatkan. - Pemilihan angka-angka yang menjadi tolok ukur harus dilaksanakan secara hatihati, terlebih lagi jika yang digunakan sebagai pembanding adalah laporan keuangan


Click to View FlipBook Version