Kelompok 3 Anisa Keli t ing Or igim Deky Thon Wahyu Temongmere Umi Rachmawat i Prasilia Lainata Maimuna Latupono Saha S.Nuraf i fa Iha Enggelina Kr isdiana
Daftar Isi Daftar Isi 2 Kata Pengantar 3 Bab 1 Pendahuluan 4 Bab 2 Pembahasan 7 Bab 3 Penutup 14 Daftar Isi 16
Kata Pengantar Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan tugas makalah "Konsep pelayanan kesehatan masyarakat primer pada tingkat desa/kelurahan". Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca. Sorong, 17 Agustus 2023 Penulis
Sebelum deklarasi Alma Ata tahun 1978 tentang Perawatan Kesehatan Utama (PHC), Indonesia telah mengembangkan berbagai bentuk Puskesmas di beberapa daerah. Berdasarkan penelitian pada tahun 1976 diketahui bahwa 200 masyarakat kegiatan kesehatan berbasis(CBHA) telah di terapkan dan di laksanakan dalam masyarakat. Seiring waktu, Puskesmas telah berkembang pesat dalam berbagai bentuk CBHA dan salah satu itu di catat sebagai Posyandu (Pos Pelayananterpadu). Aktivitas itu meliputi lima program utama, yaitu keluarga perencanaan, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, imunisasi dan diare pencegahan. Selain posyandu, ada rumah sakit bersalin desa (VMH) yang dikelola oleh bidan desa sebagai cara untuk membuat kesehatan ibu dan anak dekat dengan masyarakat dasa. CBHA dapat tumbuh secara progresif karena didukung oleh pusat kesehatan. Namun, CBHA pergi ke penurunan ketika krisis moneter pada tahun 1997 meledak yang mengakibatkan multi-dimensi krisis, krisis menciptakan revormasi total dalam banyak aspek, termasuk di sektor kesehatan. . Meskipun penting, desentralisasi menguasasi aspek pembangunan, termasuk sektor kesehatan. Ini telah benar-benar mengubah model perencanaan, yang sebelumnya adalah sentralisasi menjadi tergantung pada masing-masing kabupaten. BAB I Pendahuluan Latar Belakang
Untuk mengaktifkan dan memberdayakan masyarakat hidup sehat Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas Untuk meningkatkan sistem informasi surveilans, monitoring dan kesehatan. Untuk meningkatkan pembiayaan kesehatan Ini memiliki implikasi pada prioritas pengaturan masing-masing kabupaten. Banyak perhatian lebih pada pemerintah daerah aspek kuratif dari pada promotif dan tindakan "encegahan. Pada tingkat visi misi pusat dan nilai-nilai DepKes dirumuskan dan dijelaskan ke empat strategi utama, yaitu : 1. 2. 3. 4. Semua strategi di atas terkait dengan Primary Health Care, dua yang pertama pada nomer 1 dan 2 erat terkait dengan perawatan kesehatan primer. Hal itu menunjukkan peran pentingnya Primary Health Care dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Pelayanan kesehatan primer atau PHC merupakan pelayanan kesehatan essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam masyarakat. Fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan ikut serta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik. Sebagai hak asasi manusia, kesehatan menjadi sektor yang harus di perjuangkan, serta meningkatkan bahwa kesehatan berperan sebagai alat pembangunan sosial dan bukan sekadar hasil dari kemajuan pembangunan ekonomi semata. Kesadaran ini melahirkan konsep primary health care (PHC).
Apa latar belakang dari primary health care ? Apa pengertian dari primary health care ? Apa tujuan primary health care Apa unsur utama dari primary health care ? Apa prinsip dari primary health care ? Apa program dari primary health care ? Apa tanggung jawab tenaga kesehatan dalam primary health care ? Bagaimana Konsep Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer pada Tingkat Desa/Kelurahan? Untuk mengetahui latar belakang dari primary health care Untuk mengetahui pengertian dari primary health care Untuk mengetahui tujuan dari primary health care Untuk mengetahui unsur utama dari primary health care Untuk mengetahui prinsip dari primary health care Untuk mengetahui program dari primary health care Untuk mengetahui tanggung jawab dari primary health care Untuk mengetahui Konsep Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer pada Tingkat Desa/Kelurahan Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
BAB II Pembahasan Latar Belakang World Health Essembly tahun 1977 telah menghasilkan kesepakatan global untuk mencapai "Kesehatan Bagi Semua atau Health for All". Pada tahun 2000 (KBS 2000 / HFA by The Year 2000), yaitu tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Selanjutnya pada tahun 1978, konferensi di Alma Ata menetapkan Primary Health Care (PHC) sebagai pendekatan atau strategi global untuk mencapai kesehatan bagi semua (KBS) atau Health for All by The Year 2000 (HFA 2000). Dalam konferensi tersebut Indonesia juga ikut menandatangani dan telah mengambil kesepakatan global pula dengan menyatakan bahwa untuk mencapai kesehatan bagi semua tahun 2000 (HFA 2000) kuncinya adalah PHC (Primary Health Care) dan bentuk operasional dari PHC tersebut di Indonesia adalah PKMD (Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa). Hal tersebut disadari bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, karena setiap manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan. Kenyataannya tidak semua orang memperoleh atau mampu memiliki derajat kesehatan yang optimal, karena berbagai masalah bersama secara global, diantaranya adalah kesehatan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah yang menyebabkan tidak terpenuhinya
perkembangan sosial dan ekonomi penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatan kesehatan sebagai objek atau bagian dari perkembangan sosial ekonomi. kebutuhan-kebutuhan gizi, pemeliharaan kese hatan, perididikan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.Oleh karena itu Primary Health Care merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai Kesehatan Bagi Semua Pada Tahun 2000 sebagai tujuan pembangunan kesehatan semesta dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Di Indonesia bentuk operasional PHC adalah PKMD dengan berlandasakan kepada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) vang merupakan ketetapan MPR untuk dilaksanakan dengan melibatkan kerjasama lintas sektoral dari instansi- instansi yang berwenang dalam mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan strategi PHC untuk merealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yang dicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. indikator tersebut adalah : 1. 2. 3. Pemimpin perawat yang menjadi kunci dalam mencetuskan usaha perawatan PHC adalah Dr. Amelia Maglacas pada tahun 1986. Pengertian Primary Health Care Primary Health Care (PHC) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis,
Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan Melibatkan peran serta masyarakat Melibatkan kerjasama lintas sektoral ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination). Tujuan Primary Health Care Tujuan umum : Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan. Tujuan khusus 1. 2. 3. 4. Unsur Utama Dalam PHC Tiga unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah sebagai berikut: 1. 2. 3.
Prinsip PHC Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip- prinsip PHC sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip PHC sebagai berikut: a. Pemerataan upaya kesehatan Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial. b. Penekanan pada upaya preventif Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit. c. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage). d. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia lainnya. Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang
di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi bisa dalam bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan. Masyarakat perlu berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat pemerintah daerah. Partisipasi lebih mudah di tingkat lingkungan atau desa karena masalah heterogenitas yang minim. e. Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini mencakup, sekurangkurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan), pendidikan, komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) pembangunan perdesaan; industri: organisasi masyarakat (termasuk Panchayats atau pemerintah daerah, organisasi-organisasi sukarela, dll). Pada tahun 1960 teknologi kuratif dan preventif dalam struktur pelayanan kesehatan telah mengalami kemajuan. Sehingga timbulah pemikiran untuk mengembangkan konsep "Upaya Dasar Kesehatan". Pada tahun 1972/1973, WHO mengadakan studi dan mengungkapkan bahwa banyak negara tidak puas atas sistem kesehatan yang
Pelayanan Kuratif ke promotif dan preventif Daerah perkotaan ke pedesaan Golongan mampu ke golongan masyarakat berpenghasilan rendah Kampanye massal ke upaya kesehatan terpadu Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan gizi Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa Penyediaan obat-obat essensial dijalankan dan banyak issue tentang kurangnya pemerataan pelayanan kesehatan di daerah-daerah pedesaan. Akhirnya pada tahun 1977 dalam sidang kesehatan dunia (World Health Essembly) dihasilkan kesepakatan "Health for All by The Year 2000 atau Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000 dengan sasaran semesta utamanya adalah : "Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik Secara Sosial Maupun Ekonomi". Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perubahan orientasi dalam pembangunan kesehatan yang meliputi perubahan-perubahan dari : 1. 2. 3. 4. Program PHC Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 Program PHC yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Tanggung jawab Tenaga Kesehatan dalam PHC • Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu • Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat • Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat • Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat. Perkembangan PHC di Indonesia Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer pada Tingkat Desa/Kelurahan Sarana pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat Desa/Kelurahan adalah pos UKM Desa/Kelurahan. Lembaga pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat Desa/Kelurahan adalah unit pelayanan pemerintahan Desa/Kelurahan. Sarana pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat primer di Tingkat Kecamatan adalah Puskesmas. Lembaga pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat kecamatan adalah Unit Pelaksana Teknis organisasi perangkat daerah yang menangani urusan kesehatan.Tugas pelayanan kesehatan perorangan primer adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan memberikan pelayanan 24 jam setiap hari. Tugas pelayanan kesehatan masyarakat primer di Tingkat Desa/Kelurahan adalah melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat primer di wilayah desa/kelurahan dan melaksanakan surveilans, pencatatan, dan pelaporan secara berjenjang.
Pembinaan dan supervisi teknis pos pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat Desa/Kelurahan dilakukan oleh Puskesmas. Kinerja pos pelayanan kesehatan masyarakat primer di Tingkat Desa/Kelurahan merupakan bagian dari kinerja jaringan usaha kesehatan masyarakat Pembinaan dan supervisi teknis pos pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat Desa/Kelurahan dilakukan oleh Puskesmas. Kinerja pos pelayanan kesehatan masyarakat primer di Tingkat Desa/Kelurahan merupakan bagian dari kinerja jaringan usaha kesehatan masyarakat Desa/Kelurahan se-Kecamatan. Koordinator jaringan pelayanan kesehatan masyarakat primer se-Kecamatan adalah Puskesmas. Pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat kelurahan berasal dari belanja modal APBD dan hibah dan belanja operasional APBD. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas sampai ke pelayanan di tingkat desa. untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan kelembagaan yang baik dan tertata, fokus layanan kesehatan distandarkan, apa saja yang kurang akan dilengkapi baik sarana prasarana maupun SDM nya, serta proses dilakukan secara digital. Integrasi layanan primer di tingkat desa/kelurahan akan melibatkan seluruh struktur yang ada di desa, yaitu pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (Posyandu, PKK, dan Karang Taruna). Penguatan/revitalisasi Posyandu akan dilakukan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan di desa seperti Pustu dan Poskesdes ke dalam Posyandu di desa menjadi Posyandu Prima.
Kegiatan Posyandu di tingkat Dusun/RT/RW akan berjalan lebih efektif karena melaksanakan kegiatan Posyandu untuk seluruh sasaran siklus hidup mulai dari ibu hamil sampai dengan lansia secara terpadu dan terintegrasi dan diperkuat oleh kunjungan rumah oleh kader yang dilakukan secara rutin dan terencana. Terkait Posyandu Prima, diharapkan seluruh desa dapat dipenuhi dengan pelayanan kesehatan (minimal 1 perawat dan 1 bidan) yang akan bersinergi dengan Posyandu dalam Posyandu Prima.
BAB III Penutup A. Kesimpulan Primary Health Care (PHC) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (Self determination). Lembaga pelayanan kesehatan masyarakat primer di tingkat kecamatan adalah Unit Pelaksana Teknis organisasi perangkat daerah yang menangani urusan kesehatan.Tugas pelayanan kesehatan perorangan primer adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan memberikan pelayanan 24 jam setiap hari. Tugas pelayanan kesehatan masyarakat primer di Tingkat Desa/Kelurahan adalah melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat primer di wilayah desa/kelurahan dan melaksanakan surveilans, pencatatan, dan pelaporan secara berjenjang. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas sampai ke pelayanan di tingkat desa.
Daftar Pustaka Safrudin.dkk.2009.Ilmu Kesehatan Masyarakat. TransInfoMedia:Jakarta http://www.depkes.go.id/index.php/berita/pressrelease/1558-implementasi-primary-health-care-diindonesia.html http://ompuheso.wordpress.com/2012/11/05/primaryhealth-care-phc/ http://www.searo.who.int/LinkFiles/Conference_INO13-July.pdf