The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menceritakan tentang perjalanan ida bhatara leluhur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by I GST. NGR. BAGUS AMBARA PUTRA, 2023-08-18 21:58:53

Prasasti Arya Belog Puri Gede Aseman Abiansemal

Menceritakan tentang perjalanan ida bhatara leluhur

Keywords: Prasasti Arya Belog Aseman

PRASASTI ARYA BELOG PURI GEDE ASEMAN ABIANSEMAL


1b. Sembah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semoga berhasil tanpa halangan//o// Permakluman hamba di kaki Bhatara Hyang, yang bersemayam dalam inti sari aksara suci Omkara sebagai mustikanya mantra, dalam hati suci beliau sang yogi agung, yang menganugerahkan permohonan pendahulu beliau yang telah mencapai kelepasan, lepaskanlah hamba dari bahaya kutukan, dan libasan dosa, kesengsaraan, kemalangan oleh paduka Bhatara Hyang, semogalah selalu mendapatkan kesejahteraan, sampai kepada keluarga dan semua keturunan hamba, dan sembah hamba kepada baginda raja, sebab beliau yang memberikan anugerah kepada hamba untuk membabarkan kebenaran ini,…


2a. semoga mendapatkan kebahagiaan di dunia//o// diceritakan jaman dahulu sekitar tahun Saka 1265, Majapahit telah mengalahkan Bali, sebab raja Bali tidak mau tunduk kepada Majapahit, para arya yang turun ke Bali di antaranya: Arya Damar, Arya Benculuk, Arya Kepakisan, Arya Sentong, Arya Manguri, Arya Belog, Arya Kutha Waringin, Arya Beleteng, disertai oleh para demang, demung, tumenggung dan semua prajuritnya, yang menjadikan terjadinya perang besar, banyak korban meninggal,…


2b. sisanya yang selamat menyerahkan diri memohon agar tetap hidup, tidak diceritakan dalam peperangan akhirnya Bali dikalahkan oleh Majapahit. Diceritakan setelah Bali dikalahkan oleh para arya dari Majapahit, besoknya hadir baginda Raja Majapahit, dihadapan para arya semua beserta para punggawa para patih demang tumenggung, kanuruhan hingga semua anglurah, penuh sesak yang menghadap, pada mengungkapkan pertimbangannya, ketika itu bersabdalah baginda raja, “duhai dinda Arya Damar, telah kumengerti, untuk mengganti namamu,…


3a. tidak lagi bernama Arya Damar, sekarang bernama Arya Kenceng, sebab engkau juga sebagai pemimpin para patihku, juga karena engkau begitu hormat kepadaku, serta melaksanakan berat ringan dengan taruhan jiwa, terutama menegakkan hukum kepada semua prajuritmu di wilayahku ini, engkau juga dapat memerintah semua punggawa, sampai di kemudian hari engkau yang memerintahkan, dan jika engkau tidak lagi menjadi patih bersama denganku tidak lagi berkuasa, jika sang raja tidak ditemani dengan setia oleh patihnya, tentu saja akan rusak negara tersebut,…


3b. tidak akur dengan semua saudaranya, demikianlah engkau para arya semua, dan engkau Arya Kenceng, aku hendak memberimu orang, sebagai pengikutmu, ditempatkan di wilayah Tabanan, engkau juga yang menguasai” . (Menjawab Arya Kenceng) “Baik tuanku, hamba patih tuanku menerima keputusan paduka” . Hingga akhirnya Sang Arya Damar yang kini bernama Arya Kenceng berhasil mengumpulkan banyak orang, semuanya berjumlah 40.000 orang, sebanyak itulah yang dirangkul oleh Sang Arya Kenceng. Baginda raja kembali bersabda, “duhai engkau para arya semuanya, jangalah engkau ragu, …


4a. kepada Arya Kenceng, sebab Arya Kenceng adalah sebagai pimpinan dari pepatihku, ingatlah olehmu semuanya hingga kelak nanti” . (Menjawab para arya) “baiklah baginda jika demikian, hamba mengikuti perintah paduka, mengingat hingga kemudian hari, hamba tidak akan melanggar perintah paduka” . Kembali bersabda baginda raja, “duhai engkau Arya Kenceng, aku berpesan kepadamu, jika engkau mempunyai anak, aku juga mempunyai putra, agar tetap saling menjaga sebagaimana aku denganmu, demikianlah hendaknya diikuti, hingga di kemudian hari” , …


4b. kembali baginda raja bersabda, “duhai dinda Arya Kenceng, kepadamu aku serahkan semua, untuk menempatkan para arya semua” , (menjawab Arya Kenceng) “baiklah baginda, hamba terima titah paduka” . Segera Arya Kenceng menentukan tempat, sesuai titah baginda Majapahit, seperti: Sang Arya Sentong ditempatkan di Desa Pacung, Arya Beleteng di Desa Pinatih, Arya Waringin di Desa Kapal, Arya Belog di Desa Kabakaba, Arya Kepakisan di Desa Abiansemal,…


5a. Arya Benculuk di Tangkas. Akan tetapi perihal Arya Sentong aku sangat menyayanginya, sebab dia perkasa dan tidak pernah takut menghadapi musuh, dan berani diserang dengan segala senjata, dan baik hatinya, berikanlah dia hadiah, dan Arya Buleteng pantas diangkat menjadi patih olehmu, Ki Panakawan di Gelgel, di Jruk kemudian diikutsertakan ke dalam istana, dinda Arya Kenceng turut serta bersamaku bersanding rumah bersamaku” . (Menjawab Arya Kenceng) “baiklah baginda hamba mengikuti sesuai titah paduka” ,….


5b. setelah itu tidak terasa matahari telah terbenam, dihentikan sejenak ceritanya//o// Kini diceritakan tentang Arya Belog, bermula dari Ksatria Kahuripan, berasal Dari keturunan Prabu Airlangga terdahulu, yang menetap di Desa Kaba-kaba, adalah batas wilayahnya, sisi timur Sungai Busak, sisi barat Desa Pranragoan, sisi selatan adalah laut, itulah sebabnya menjadi sejahtera wilayah yang menjadi kekuasaannya, sebab beliau sangat cerdas berstrategi dan bijak, senang menyumbang dan kebal senjata, beliau juga juga cerdas dalah bidang ilmu pengetahuan,…


6a. tidak ada manusia yang menyamai beliau. Kembali diceritakan, apa sebabnya beliau disebut Arya Belog, arya adalah ksatria, belog adalah tidak memilih menghadapi musuh, beliau diperintahkan oleh Dalem menghadapi musuh, tidak mundur apalagi kembali segera beliau berangkat. Lamakelamaan, karena sudah titah Ida Sang Hyang Widhi, rusak istana Samprangan, diganti dengan istana Sweca Linggarsa Pura atau Gelgel, akan tetapi yang menjadi raja waktu itu bernama Dalem Ketut Ngulesir, bergelar Dalem Ketut Smara Kepakisan,…


6b. beliau menjadi raja atas permohonan Bandesa Gelgel, bernama I Gusti Klapo Dyana. Kembali diceritakan, diceritakan tentang Arya Belog, setelah lamakelamaan hingga beliau tua, hingga akhirnya berpulang ke Wisnu Loka, segera beliau digantikan oleh anaknya bernama Kyai Anglurah Kaba-kaba. Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Kaba-kaba memperistri anak Pangeran Kapal, bernama I Gusti Ayu Rai. Tidak diceritakan pernikahan beliau, beliau mempunyai dua orang anak,…


7a. yang sulung bernama Arya Anglurah Kaba-kaba, sama namanya dengan ayahnya, adiknya bernama Kyai Arya Buringkit, kemudian beliau pindah menuju Desa Nyurang, sebagai pemimpin Desa Nyurang, kemudian Desa Nyurang berganti nama, bernama Desa Buringkit. Diceritakan Dalem Gelgel juga telah lanjut usia, akhirnya wafat, digantikan oleh putranya bernama Dalem Waturenggong. Kembali diceritakan, setelah tiga generasi menjabat di Kabakaba, beliau Anglurah Kaba-kaba…


7b. yang beribu dari Kapal, memperistri putranya Kyai Arya Buringkit, akan tetapi lama tidak melahirkan anak. Diceritakan pada tahun Saka 1467, diadakan sidang di Gelgel, bersama semua para arya, terutama: Anglurah Kaba-kaba, Kyai Buringkit, Kyai Batan Jeruk, Kyai Manginte, Lurah Abyan Kelapa, dan para arya lainnya, ketika dikeluarkannya bisama, berhak melaksanakan diksa, dengan gelar Resi, Bhujangga, pandita, dihentikan ceritanya//o// kembali diceritakan, beliau Arya Anglurah Kaba-kaba telah lanjut usia,…


8a. berpulang beliau ke Sunia Loka, digantikan oleh putranya, bergelar Arya Anglurah Kaba-kaba, sama namanya dengan ayahandanya, didampingi oleh istrinya Ida Kyai Ayu Buringkit, bagaikan Sang Hyang Smara Ratih jika diumpamakan, menjadi sejahteralah sewilayah Kaba-kaba, tidak ada yang berani menentang beliau, tidak ada orang yang bertengkar, semua pada hormat kepada beliau. Ada yang menyebabkan kesedihan hati Ida Anglurah Kaba-kaba, sebab lama beliau tidak berputra, yang akan menggantikan kedudukan beliau kemudian,…


8b. meskipun beliau memiliki putra, tetapi lain hubungan, kemudian perihal ini diketahui oleh Dalem Segening, saat itu adalah keinginan Dalem Segening kepada I Gusti Ayu Kaba-kaba istri dari Anglurah Kabakaba, kemudian diajak ke istana Gelgel, tiada lain untuk memberikan asmara, setelah itu dikembalikan kembali pulang dari Gelgel, tidak diceritakan, istri Anglurah Kaba-kaba telah hamil, setelah cukup usia kandungannya, lahirlah balita, bernama Ki Arya Anglurah Kaba-kaba Teges, kemudian beliaulah yang memegang istana di Kabakaba. Adalah pemberian Dalem,…


9a. tiada lain warga dan terutama pasukan, yang siap membantu pekerjaan yang tergolong hala dan hayu, terutama orang yang utama seperti: Pasek Ngukuhin, Kubayan, Penyarikan, Pasek Gaduh, Pasek Kadangkan, Pasek Gelgel dan Bandesa Mas, itu berasal dari keturunan utama, semua itu pantas diajak bergotong royong, boleh saling sembah, sebab engkau berasal dari satu asal keturunan Pasek. Diceritakan kembali beliau Arya Anglurah Kaba-kaba, memiliki enam orang anak yang berbeda ibu, yang pertama laki-laki bernama I Gusti Gede Nyambu, adiknya bernama I Gusti Gede Nglurah Aseman,…


9b. yang perempuan bernama I Gusti Ayu Arsa, I Gusti Ayu Wija, adiknya lagi laki-laki bernama I Gusti Payangan, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Rai yang senang melaksanakan tapa yoga Samadhi, beliau membangun asrama di hutan Kaladyan wilayah Besakih, bersama dengan Brahmana sebagai Bhagawanta serta menggunakan Siwakrana, sebab beliau tinggal di hutan Kaladyan, itulah sebabnya I Gusti Ngurah Rai dikenal dengan nama I Gusti Ngurah Kaladyan. Kembali diceritakan, diceritakan beliau Nglurah Kaba-kaba, bersama anaknya,…


10a. yang berdarah Dalem, mengadakan rapat, sebab beliau merasa telah tua, rapat tersebut disaksikan oleh Bagawanta istana, menghadap pula Ki Pasek Ngukuhin, Kubayan, Penyarikan, Gaduh, Kadangkan, Gelgel dan Bandesa Mas, di sana kemudian Anglurah Kaba-kaba berkata, “duhai anak-anakku semuanya, janganlah engkau iri dan takut dengan keluarga atau saudaramu Ki Arya Anglurah Kaba-kaba Teges, yang menggantikan posisiku sebagai raja sekarang di sini, sebagaimana telah disabdakan oleh Dalem Segening,..


10b. janganlah engkau melanggar, demikian juga engkau Nglurah Agung Putra Teges, terlebih engkau telah menjadi raja, tidak patut engkau melupakan sanak saudaramu, demikian pula dengan keturunan Pasek juga tidak tidak patut berpisah demikian pula dengan salah satu keturunannya, jika ada yang melanggar pesanku, semogalah engkau mendapatkan hal buruk dan kesulitan seperti lebahan paraning banyu (segala yang rendah akan tertimpa aliran air).


duhai engkau keturunanku (janganlah) lupa melaksanakan upacara kepatian, dalam tingkatan kecil, menengah maupun besar, ngasti wedana, sampai kepada upacara maligya, janganlah lupa kepada sastra dan catur dresta, melaksanakan dewa puja dan pitra puja,…


11a. jika engkau mampu melaksanakan itu, semogalah engkau dapat menggapai tujuan, gampang mendapatkan makanan minuman dan sandang” , demikianlah sabda Anglurah Kaba-kaba, kepada keturunan dan pasukan maupun para warganya semuanya, setelah itu bubarlah pertemuannya. Setelah lama, sebab beliau telah lanjut usia, wafatlah raja Kabakaba. Digantikan posisi beliau sebagai raja Kaba-kaba oleh beliau yang bergelar Anglurah Kaba-kaba Teges, sebagai Adhipati di Kaba-kaba, didampingi oleh Bhagawanta istana, sejahteralah wilayah Kaba-kaba, sejahtera lestari,…


11b. diceritakan keempat saudaranya, samasama melahirkan keturunan, tinggal di istana. I Gusti Anglurah Kaba-kaba, juga mengambil istri tember, dari Tegal Kepuh, itu sebabnya lahirlah putra bernama I Gusti Putu Gunung, ditempatkan di luar istana, disebut Jro Gunung. Diceritakan sekarang tentang I Gusti Ngurah Nyambu, membawa warisan pusaka pemberian ayahandanya, bernama, Ki Tri Sakti atau Ki Baru Gepang, kemudian beliau membangun istana di persawahan Nyambu, disertai oleh pengikutnya sebanyak dua ratus, sama-sama memiliki banyak keturunan.


Akan tetapi I Gusti Ngurah Aseman membangun istana di Desa Muggu, dan membawa pusaka warisan, juga pemberian ayahandanya disebut Ki Baru Upas, juga disertai oleh pengikutnya sebanyak dua ratus orang,…


12a. disertai oleh keturunan Pasek, terutama: Ngukuhin, Kebayan, Gaduh dan Bandesa Mas, juga seorang putra yang masih remaja, dengan nama yang sama dengan ayahandanya, para pengikutnya sama-sama hormat kepada beliau I Gusti Ngurah Gede Aseman. Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Rai, beliau hendak berpamitan kepada ayahandanya, bermaksud melaksanakan yoga samadi di wilayah Besakih, bersama dengan anaknya, bhagawanta dan keluarga dn pengikutnya, membawa pusaka warisan juga diberikan oleh ayahandanya, bernama, Bhuta Lji, apa sebabnya disebut demikian,…


12b. sebab itu digunakan untuk melebur segala bhuta dan orang yang jahat, itu sebabnya dianugerahkan oleh Hyang. Beliau kemudian membangun pasraman dan tempat suci, dipakai sebagai tempat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur, kemudian disebut Dalem Kaladyan. Setelah itu adalah pesan ayahandanya, agar beliau kembali ke Desa Kaba-kaba, bersama dengan bhawantanya, itu sebabnya beliau tinggal di Kaba-kaba, dan memiliki banyak keturunan. Adalah adiknya yang perempuan,…


13a. diperistri oleh keturunan I Gusti Panji Sakti, itu sebabnya diberikan sebutan I Gusti Ayu Denbukit. Adalah adiknya yang bungsu, bernama I Gusti Ngurah Oka masih tinggal di Kaladyan bersama ayahandanya. Kemudian I Gusti Ngurah Oka mengambil istri anaknya I Gusti Dauh Purnamaning Kapat, yang beribu dari Tanah Ampo, itu sebabnya disebut dengan nama panggilan I Gusti Ayu Tanah. Tidak diceritakan dalam perkawinan beliau I Gusti Ngurah Oka bersama istrinya, adalah anak beliau dua orang laki-laki, yang pertama bernama I Gusti Ngurah Oka,…


13b. sama nama beliau dengan ayahandanya, adiknya bernama Tanggahan Kaladyan. Diceritakan lama-kelamaan ayahandanya berpulang ke Sunia, setelah itu hutan di Kaladyan terbakar, itulah sebabnya kedua putranya pergi dari Kaladyan, disertai oleh keluarga dan pasukannya, akan tetapi pengikutnya menyebar dan tinggal di desadesa tujuannya. I Gusti Ngurah Oka kemudian tinggal di Desa Talibeng, sebab di sana ada sepupunya bernama I Gusti Pangi, kemudian beliau tinggal di sana, juga dibangun…


14a. Kahyangan Dalem Kaladyan. Dilanjutkan cerita mengenai I Gusti Made Tanggahan, menghadap kepada Dalem Jambe, di Klungkung, di sana beliau sangat disayangi. Setelah lama diberikanlah tempat tinggal, di sana di Desa Dawan, di sana beliau membangun pemujaan kepad Hyang Bhatara, beliau juga memiliki banyak keturunan di sana. Setelah berapa lama muncul kali sanghara, menyebabkan orang-orang pikirannya diliputi ketamakan, kemalasan dan angkara murka, lupa kepada warga, keluarga dan saudara, menyebabkan kacau daerah tersebut, demikian juga I Gusti Ngurah Nyambu…


14b. dengan adiknya I Gusti Ngurah Aseman, juga tidak luput dari pengaruh buruk kaliyuga, beliau berdua hendak bertahta di Puri Kaba-kaba, yang sekarang dijabat oleh Arya Nglurah Kaba-kaba Teges, sebab beliau semua masing-masing merasa berhak sebagai raja Kaba-kaba, di sana I Gusti Ngurah Nyambu bersama adiknya I Gusti Gede Aseman, memerintahkan pasukannya lengkap dengan senjata, siap akan menyerang Kabakaba. Sebab demikian perintahnya, ramailah bersorak diseputar tuannya, tidak diceritakan peperangannya,…


15a. menderita kekalahan peperangannya I Gusti Ngurah Nyambu dan I Gusti Gede Aseman, di sana di Padakdakan, menyebabkan I Gusti Ngurah Nyambu bersama pasukannya mengungsi menuju Den Bukit, akan tetapi I Gusti Ngurah Aseman melarikan diri bersama pasukannya sebanyak 225 orang, menuju Kerobokan, itulah sebabnya beliau di sana da nada yang disebut istana Aseman. Entah berapa bulan beliau di sana kembali posisi beliau digantikan oleh putranya bernama I Gusti Ngurah Aseman, namanya sama dengan nama ayahnya, didampingi oleh warga Pasek Ngukuhin, Kebayan, Penyarikan,…


15b. Kadangkan, Gaduh, Gelgel dan Bendesa Mas, yang sejak awal hormat kepada beliau. Diceritakan sekarang setelah lama, diceritakan mengenai raja Mangu (Mengwi), bernama I Gusti Agung Made Agung istrinya bernama I Gusti Ayu Oka, beliau bermusuhan dengan I Gusti Lanang Dauh Sakti, bernama I Gusti Lontar Siyu dari Linggapurna, waktu itu baginda raja Mangupura meminta bantuan kepada I Gusti Ngurah Aseman, untuk merusak kerajaan Linggapurna. Apa sebabnya Linggapurna dirusak, sebab ada sebab-musababnya bermula dari aturan uger-uger berjudi sabungan ayam tajen. Siapapun yang melanggar kabarnya itu pantas dihukum keturunannya diikat dengan seutas benang.


Itulah sebabnya tan menentu pikiran I Gusti Agung Mae Agung menyikapi kondisi tersebut, akhirnya menitahkan istrinya I Gusti Ayu Oka disertai oleh pasukan Mengwi, meminta bantuan kepada I Gusti Ngurah Aseman, ketika beliau masih berada di Kerobokan. Disetujui oleh I Gusti Ngurah Aseman permintaan raja Mengwi tersebut, sebab beliau menyadari akan tuasnya sebagai keturunan ksatria,..


16a. melaksanakan kewajiban di medan perang. Segera I Gusti Ngurah Aseman, memberitahukan kepada prajurit pilihan sebanyak 40 orang lengkap dengan senjata, terkemuka keturunan Pasek Ngukuhin, Kabayan, Penyarikan, Bandesa Mas dan Gaduh, semuanya hormat kepada tuannya, berani mati menghadapi bahaya dan kesulitan. I Gusti Ngurah Aseman membawa pusaka warisannya bernama Ki Baru Upas bersama dengan anaknya lakilaki masih kecil bernama I Gusti Ngurah Dhipa. Kembali I Gusti Ngurah Aseman…


16b. melihat menuju kea rah utara disertai oleh pasukannya, tidak diceritakan di jalan, sudah tiba di sebelah selatan desa Sibang Srijati, terlihat oleh I Gusti Ngurah Mambal, sedang memperbaiki jembatan, itu sebabnya tidak diijinkan lewat. Sebab I Gusti Ngurah Mambal miris oleh pasukan yang bersenjata lengkap, di sana I Gusti Ngurah Mambal gemetar dalam hati. Sebab demikian perilakunya, menjadikan I Gusti Ngurah Aseman ingin kembali pulang ke Kerobokan, akan tetapi ditanya oleh I Gusti Ngurah Mambal, “duhai Gusti…


17a. kira-kira akan kemana, sehingga gusti datang ke sini, lengkap dengan senjata, mungkin ada yang penting, beritahulah agar saya tahu” . Setelah itu menjawablah I Gusti Ngurah Aseman, “Ih Gusti Ngurah Mambal, saya hendak lewat di sini, untuk berperang ke Linggapura, mengikuti permintaan raja Mangupura, sebab beliau bermusuhan dengan I Gusti Lanang Dawuh Sakti” . Mendengar perkataan demikian, segera I Gusti Ngurah Mambal menjawab, “singgih gusti saya tidak akan menghalangi,…


17b. namun permintaan saya kepada gusti, anak gusti agar tetap di sini, saya memohon akan saya jadikan anak, kemudian akan menggantikanku di sini, demikian juga anak gusti tidak ikut berperang, agar tidak terganggu pikiran gusti dalam peperangan” . Baru I Gusti Ngurah Mambal berkata demikian, berpikirlah dalam hati, dan berembug dengan semua pasukannya. Hanya agar tidak menimbulkan kesusahan dalam hati, menyebabkan I Gusti Ngurah Aseman, menyetujui keinginan I Gusti Ngurah Mambal, segera diserahkan putranya,…


18a. I Gusti Ngurah Dhipa, dijadikan anak oleh I Gusti Ngurah Mambal. Dilanjutkan ceritanya, kembali I Gusti Ngurah Mambal memberikan obor penerang dari daun kelapa, kepada pasukannya I Gusti Ngurah Aseman semuanya. Setelah itu lalu I Gusti Ngurah Aseman melihat, akan menguji kekuatannya dalam pertempuran. Adalah pesannya kepada semua pasukannya, kata-katanya, “ ih engkau paman Ngukuhin, Kebayan, Penyarikan, Gaduh dan Bendesa Mas, sejak awal paman memang sangat membela saya sejak leluhur paman terdahulu, sekarang adalah pesanku…


18b. kepada paman semuanya, adalah pesanku, agar keturunan paman dan keturunanku agar tetap bersatu baik dalam keadaan suka, menanggung bahaya maupun kematian, hingga kemudian hari, suka dan duka, jika sekeluarga paman lupa kepada keturunanku, terkena kutukan oleh Hyang Dewa Saksi, akan mendapatkan bahaya dan kesulitan, demikianlah ketika datangnya kematian” . Setelah beliau berpesan demikian, beliau berjalan ke utara, setibanya di selatan Desa Linggapurna, pasukannya bersorak tiada henti, bagaikan hujan deras,…


19a. percikan api obornya jatur ke tanah sawah, itulah sebabnya disebut sawah Latu hingga sekarang. Dari sanalah diitari istana beliau I Gusti Lanang Dauh, pada keadaan setelah sepi, sebab I Gusti Lanang Dauh Sakti, telah pergi, sebabnya tempatnya tersebut disebut Karang Suwung. Kemudian diikuti perjalanan I Gusti Lanang Dauh Sakti, sebab karena titah Ida Sang Hyang Widhi Wasa, akhirnya diketemukan beliau di tengah jalan, di sana akhirnya terjadi perang dengan I Gusti Ngurah Aseman dengan I Gusti Dauh Sakti, sebab sejatinya keturunan ksatria, sama-sama perkasa dalam berperang, rame keadaan perangnya, tidak diceritakan…


19b. keadaan perangnya, kalah perangnya I Gusti Dauh Sakti, menyebabkan beliau pergi meninggalkan istananya, agar tetap hidup. Setelah kalahnya perang I Gusti Lanang Dauh Sakti, kemudian wilayah Singhasari digantikan namanya, tidak lagi disebut Balakewuh, Blahkiuh disebut oleh masyarakat, di sana dibuat panglahan, diberi nama Panglahan Rah Kembengan. Dilanjutkan ceritanya, setelah itu I Gusti Ngurah Aseman, diberikan untuk memegang wilayah sebelah selatan daerah Singhasari, pada empat wilayah dipegang oleh beliau. Sejak saat itu Linggapurna disebut dengan nama Abiansemal sampai sekarang.


Abian adalah (adri) gunung, semal (anrawang) adalah terlihat samarsamar….


20a. banyak keturunan beliau di sana, didampingi oleh Ki Pasek Gaduh, Ki Pasek Bandesa Mas, sebab dahulu telah dikuasai. Diceritakan sekarang setelah I Gusti Ngurah Aseman menjadi pemimpin empat wilayah, kemudian beliau membangun istana sebagaimana istanan beliau yang menjabat sebagai Adi Mantri, disebut Puri Aseman, lebih-lebih juga membangun stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur di Pamrajan Panti, dan stana dewa Dalem Prajurit, yang dipelihara dan dipuja oleh trah Pasek, sebagai garda depan I Gusti Ngurah Aseman, yang mengemban kesejahteraan wilayah,…


20b. juga didampingi oleh Brahamana Manuaba sebagai bhagawanta, tidak boleh lupa sampai di kemudian hari. Kembali diceritakan, beliau I Gusti Lanang Dauh Sakti, adalah bhagawan beliau, yang berasal dari keturunan Brahmana Mas, tetapi ketika ada perang terdahulu, beliau tidak ikut berjuang, sebabnya demikian hak miliknya menjadi rampasan I Gusti Ngurah Aseman. Entah berapa tahun lamanya, I Gusti Ngurah Aseman memiliki putra bernama I Gusti Ngurah Srijati, beliaulah yang menggantikan kedudukan ayahandanya. Setelah diberikan bhiseka tidak lagi beliau bernama I Gusti Ngurah Srijati, kini beliau bergelar I Gusti Ngurah Aseman.


Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Srijati, beliau memiliki dua orang anak, laki-perempuan, yang perempuan bernama I Gusti Ayu Peret, tidak menikah beliau, yang laki-laki bernama I Gusti Ngurah Néda, …


21a. tinggal di Puri Aseman. Entah berapa tahun lamanya, kemudian I Gusti Ngurah Néda, melahirkan empat orang anak laki-laki. Anaknya yang paling tua bernama I Gusti Ngurah Nétrem, tinggal di istana Aseman sebagai Iwa Raja, beliau juga berketurunan banyak, adiknya bernama I Gusti Ngurah Twalen, berpindah tempat, beliau membangun istana di Desa Sedang, disebut, Puri Aseman, disertai oleh keturunan Pasek Bandesa Mas, istananya berada di Banjar Aseman, juga memiliki keluarga dan keturunan banyak. Anaknya yang ketiga bernama I Gusti Badra, beliau pindah…


21b. menuju wilayah Jembrana, disebut Jro Aseman, juga memiliki banyak keturunan di sana, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Adra, menuju wilayah Biyaung, disebut, Jro Aseman Biyaung kemudian beliau membangun istana di sana, tidak disertai pasukan, juga memiliki banyak keluarga dan keturunan. Demikianlah keturunan I Gusti Ngurah Néda, keturunan I Gusti Ngurah Aseman, trah Sri Arya Belog, ksatriya dari Kediri dahulu//o// ini adalah piyagem ketika akan melaksanakan atiwa-tiwa, berhak menggunakan yang kecil, sedang maupun yang besar. Jika telah mapodgala berhak menggunakan Padma, jika memiliki pasukan berhak menggunakan bade bertumpang Sembilan,…


22a. jika tidak memiliki pasukan berhak menggunakan tumpang tujuh, pada bade menggunakan karang curing, karang boma, bersayap, di atas bade menggunakan garuda membawa amerta, garudanya menghadap ke belakang, memakai hulon, bale lunjuk, patulangan berhak memakai singa bang, bawi srenggi, lembu cemeng, tumpang salu dengan pering gading, menggunakan kajang, memakai bandusa dirajah, dicusikan oleh Sang Pandita Putus. Jika beliau mapodgala berhak menggunakan biseka:Resi Agung, Bhujangga, Sri Resi, demikianlah kewenanganmu, selesai//o//


Semua tilisan di atas di kutip berdasarkan hasil terjemahan lontar/prasasti peninggalan penglingsir Puri Gede Aseman Abiansemal Om Canti Canti Canti Om


Click to View FlipBook Version