The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH
MATERI ZAKAT MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM DEMAK
TAHUN AJARAN 2022/2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ullul marifah, 2023-12-03 19:06:58

PTK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH
MATERI ZAKAT MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM DEMAK
TAHUN AJARAN 2022/2023

Keywords: penelitian tindakan kelas

44 tentang apa saja syarat harta yang harus dizakati. Secara tidak langsung, disitu siswa sudah memiliki beberapa penyajian permasalahan. Kemudian guru menyuruh siswa untuk merumuskan beberapa pertanyaan tersebut dengan maksud supaya para siswa bisa ikut aktif untuk berfikir bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut dan bagiamana cara memecahkan masalah yang ada. c) Mengumpulkan informasi Pada tahap ini, guru membagi siswa menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 6 siswa. Setelah siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, guru membimbing dan mengawasi kegiatan diskusi. Setiap kelompok berdiskusi untukmenjawab pertanyaan yang sudah diberikan pada tahap penyajian permasalah tadi. Guru menyuruh siswa mencari solusi atau jawaban dari permasalahan yang sudah diberikan tadi lewat buku atau sumber-sumber lain yang menunjang untuk kemudian mereka disukusikan. Terlihat siswa antusias dan keompak saat melakukan diskusi. d) Mengasosiasi/mengolah informasi Pada tahap ini, guru mengontrol dan mengawasijalannya diskusi. Guru berkeliling setiap kelompok, memberikan bimbingan kepada siswa yang masih bingung dalam pemecahan masalah, memungkinkan mereka berdiskusi pemecahan masalah lebih antusias sampai akhirnya menemukan solusi atau jawaban dari masalah tersebut. Setelah itu, guru meminta siswa untuk mencatat hasil diskusi dalam bentuk ringkasan dan memeriksa jawaban mereka sebelum mempersentasikannya. e) Mengkomunikasikan Sesudah diskusi selesai dan jawaban dicek kembali, guru mempersilahkan perwakilan dari masing-masing kelompok untuk maju dan mempersentasikan hasil diskusi. Hal ini dilakukan untuk melatih daya pikir dan mengasah keberanian siswa untuk berbicara di kelas. Selama diskusi, banyak siswa terlihat terlihat aktif berpartisipasi, mengangkat tangan untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Dari sudut pandang ini, beberapa siswa memilikii pro dan kontra untuk sudut pandang ini. Jadikan diskusi lebih seru karena mereka lebih aktif dalam proses diskusi. Guru


45 bertindak sebagai penengah antara perbedaan pendapat siswa. Namun, ketika diskusi selesai guru masuk. Guru kemudian memberikan penguatan kepada siswa atas materi yang mereka diskusikan. 3) Kegiatan penutup Guru meminta siswa untuk menyimpulkan materi yangtelah dibahas. Guru melakukan refleksi dengan menjelaskanpertanyaan yang diajukan siswa, kemudian guru menilai dengan memberikan soal pilihan ganda, yang diberikan selama 15 menit. Guru mengkomunikasikan topik pembelajaran yang akan dibahas minggu depan, dan guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.40 c. Observasi dan evaluasi 1) Tahap Observasi a) Observasi aktivitas guru Berdasarkan analisis dan observasi aktivitas guru,proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus sebelumya, seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.9 Hasil Observasi Guru Siklus II No Kegiatan Indikator Siklus Skor 1 2 3 4 1 Pendahuluan Orientasi 1. Guru memulai proses pembelajarandengan mengucapkan salam dan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran siswa 3. Guru mempersiapkan siswa fisik dan mental saat mereka memulaikegiatan belajar Persepsi 1. Guru menghubungkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi sebelumnya 40 Aktivitas Pembelajaran Siswa dan Guru pada siklus II, Observasi, Mujur, 28 Februari 2022


46 2. Guru mengajukan pertanyaan terkait pembelajaran Motivasi 1. Guru menguraikan manfaat mempelajari mata pelajaran yang dipelajari 2. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dalam pertemuan yang sedang berlangsung Sebagai refrensi Guru memperkenalkan kompetensi inti dan kompetensi dasar, metrik dan KKMpada pertemuan yang terjadi 2 Kegiatan inti 1. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok 2. Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan proses pembelajaran dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaram 3. Mengamati Guru meminta siswa melakukan kegiatan observasi berupa membacaLKS terkait dengan KD yang akan dikembangkan 4. Bertanya Guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan terkait zakatfitrah dan zakat mal 5. Mengumpulkan informasi Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi dalam kelompok untuk memecahkan masalah dengan membaca berbagai refrensi, observasi, dan sumber lainnya


47 6. Menautkan/memproses infromasiGuru meminta siswa menganalisis data dan merumuskan jawaban ataspertanyaan yang telah diajukan sebelumnya 7. Mengkomunikasikan Guru membantu siswa memberikan jawaban atas pertanyaan yang mereka ajukan sebelumnya 3 Penutup Kegiatan akhir 1. Guru memberikan kesimpulan 2. Guru membantu siswa merefleksikan dan mengevaluasiproses pemecahan masalah yang dilakukan 3. Guru mengkomunikasikan informasi tentang topik studi yang akan datang 4. Guru mengakhiri kegiatan salam untuk belajar Jumlah 4 27 32 Persentase keterlaksanaan 83% Kategori Baik Keterangan : 1 = Guru tidak melaksanakan tindakan 2 = Guru mengeksekusi dengan cukup baik3 = Guru mengeksekusi dengan baik 4 = Guru mengeksekusi dengan sangat baik Rumus untuk menghitung persentase observasi kepada guru menggunakan rumus sebagai berikut: ∑ ko eoeℎ P = x 100 % ∑ ko o 63 P = x 100 % = 83 % 76 Dari hasil observasi aktivitas guru, pada tabel diatas jadi bisa diketahui persentase tingkat keberhasilan aktivitas guru sesudah dilakukan analisis dalam siklus ke II


48 mencapai 83%. Hasil observasi aktivitas guru bisa dikategorikan dengankategori baik. b) Observasi aktivitas siswa Berdasarkan observasi dan analisis aktivitas siswa selama proses pembelajaran, aktivitas siswa meningkat darisiklus berikutnya. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 4.10 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II41 No Kegiatan Indikator Siklus Skor 1 2 3 4 1 Pendahuluan Orientasi 1. Siswa menjawab salam dan berdoauntuk memulai pembelajaran 2. Siswa berpartisipasi dan belajar 3. Siswa siap belajar Persepsi 1. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi sebelumnya 2 Siswa menjawab pertanyaan Motivasi 1. Siswa memahami manfaat mempelajari mata pelajaran yangdipelajari 2. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang dikomunikasikan oleh guru Sebagai refrensi Siswa menyimak kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, KKM yang diajarkan guru 2 Kegiatan Inti 1. Siswa membagi kelompok belajar menjadi 5 kelompok 41 Aktivitas Pembelajaran Siswa pada Siklus II, Observasi, Mujur, 28 Februari 2022


49 2. Siswa mendengarkan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang diperkenalkan oleh guru 3. Siswa aktif melakukan kegiatan observasi yaitu berupa membaca LKS yang dirumuskan sesuai dengan KD 4. Siswa mengajukan pertanyaan terkait zakat fitrah dan zakat mal 5. Siswa mengumpulkan informasi dari berbagai refrensi untuk memecahkan masalah 6. Siswa menganalisis data dan merumuskan jawaban yang relevandengan pertanyaan yang mereka ajukan 7. Perwakilan siswa dari masingmasing kelompok menanggapi pertanyaan yang mereka ajukan 3 Penutup Kegiatan akhir 1. Siswa mendengarkan ringkasan guru 2. Siswa mendengarkan refleksi dan evaluasi guru 3. Siswa mendengarkan informasi tentang topik studi yang akan dating 4. Siswa menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan menjawab salam Jumlah 4 33 24 Persentase keterlaksanaan 80% Kategori Baik Infromasi : 1 = Siswa tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran 2 = Aktivitas belajar siswa berjalan dengan baik jikapemecahan


50 masalah pembelajaran tidak tuntas 3 = Siswa melakukan kegiatan belajar dengan baik jika pemecahan masalah sudah selesai 4 = Jika pembelajaran pemecahan masalah telah selesai makakegiatan belajar siswa berjalan dengan sangat baik. Rumus untuk menghitung persentase observasi siswa menggunakan rumus sebagai berikut: ∑ ko eoeℎ P = x 100 % ∑ ko o 61 P = x 100 % = 80 % 76 Berdasarkan observasi aktivitas siswa, pada tabel di atas diperoleh data untuk siklus II mencapai 80%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keaktifan siswa secara keseluruhan sudah sesuai dengan standar bahwa siswa selama ini aktif. Hal ini membuktikan adanya peningkatan setelah siklus II. 1) Tahap Evaluasi kemampuan hasil belajar siswa Tes penilaian diberikan dengan menyelesaikan tes pilihan ganda hingga 10 pertanyaan dengan 15 menit. Nilai 75 merupakan nilai KKM yang sudah ditetapkan pada mata pelajaran PAI. Tabel kemampuan belajar siswa siklus II adalah sebagai berikut. Tabel 4.11 Hasil Kemampuan Belajar Siswa Siklus II No Nama KKM Nilai Keterangan 1 Afifah Laila Azzahra 75 90 Tuntas 2 Aisha Farhana 75 90 Tuntas 3 Alif Infandy 75 90 Tuntas 4 Ana Ahsanun Nadya 75 100 Tuntas 5 Bela Anggie Ariyanti 75 90 Tuntas 6 Citra Sumekar Mutiara 75 100 Tuntas 7 Dinda Silvi Anggraini 75 100 Tuntas 8 Herlin Aulia Citra 75 80 Tuntas 9 Jaskia Putri Natasya 75 80 Tuntas


51 10 Melinda Faizatur Rohmah 75 90 Tuntas 11 Mohamad Arya Saputra 75 90 Tuntas 12 Muhamad Aji Prasetyo 75 100 Tuntas 13 Natasya Amelia Sari 75 90 Tuntas 14 Reysa Nuriska 75 90 Tuntas 15 Silvya Caca Rahmawati 75 100 Tuntas 16 Vicky Ardian 75 80 Tuntas 17 Mikhaila Hilda Sutiyono 75 90 Tuntas 18 Diky 75 90 Tuntas Jumlah 1640 Rata-Rata 91,11 Rumus hasil analisi tes P = 1640 P = 18 P = 91,11 Rumus ketuntasan klasikal x 100 % 18 X 100 % = 100 18 T x 100 % 0 X 100 % = 0 18 Tabel 4.12 Hasil Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II No Uraian Keterangan 1. Jumlah keseluruhan siswa 18 2. Jumlah peserta tes 18 3. Nilai rata-rata siswa 91,11 4. Jumlah siswa yang tuntas belajar 18 5. Jumlah siswa yang tidak tuntas belajar 0


52 6. Ketuntasan belajar 100% Berdasarkan data pada tabel di atas, terlihat bahwa dibandingkan dengan siklus sebelumnya, hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa, siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan form penilaian siklus II yang diikuti oleh 18 siswa mengalami peningkatan, dengan persentase siswa yang tuntas 100% mencapai ketuntasan yang ditentukan secara klasikal sebesar 75. Hasil tersbut terbukti berhasil dalam penelitian ini,sehingga peneliti tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya. b. Refleksi Berdasarkan lembar observasi proses pembelajaran guru, tahap ini memperkenalkan proses pembelajaran siklus II, dan lembar observasi aktivitas siswa pada siklis II meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menerapkan model pembelajaran PBL. Materi pembelajaran PAI SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam keterampilan zakat mal. Berdasarkan hasil diskusi peneliti bersama guru mata pelajaran, bisa disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sudah meningkat dan telah mencapai ketuntasanpada siklus II, sehingga penelitian bisa diakhiri sampai pada siklus ini. Adapun hasil yang didapat dari beberapa catatan selama proses pelaksanaan kegiatan belajar ialah sebagai berikut. 1) Guru sudah melakukan proses pembelajaran dengan baik selama proses belajar berlangsung. 2) Dalam proses pembelajaran antusias dan keaktifan siswa sudah meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya. 3) Selama proses pembelajaran berlangsung guru sudah melakukan bimbingan dengan baik terhadap siswa. 4) Kemampuan siswa dalam memecahakan masalah sudah meningkat dibanding dengan siklus I. B. Pembahasan Pembelajaran PBL, atau pembelajaran berbasis masalah, adalah salah satu model pembelajaran yang membimbing siswa melalui tantangan “belajar untuk belajar”. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan solusi atau jawaban dari masalah dunia nyata. Bagi siswa, pengetahuan sejati adalah apa yang siswa itu sendiri bentuk dan temukan. Oleh karena itu, pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau aturan yang diingat siswa, tetapi pengetahuan yang haarus


53 direkonstruksi dan kemudian dipupuk melalui pengalaman nyata. Dalam hal ini, siswa harus dilatih untuk memecahkanmasalah dan menemukan metode yang cocok untuk mereka.42 Pada siklus pertama dan kedua, berbagai tahapan berjalan dengan baik, sehingga berdampak positif dan peningkatan bagi siswa itu sendiri. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar, nilai siswa menjadi lebihmeningkat dari sebelumnya, dengan demikian penerapan model PBL bisa meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa pada pembelajaranPAI materi zakat di SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam. Peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah bisa dilihat dari hasil belajar pada tabel berikut. Tabel 4.13 Peningkatan Hasil Belajar No Kriteria Siklus I Siklus II 1 Hasil observasi guru 66 % 83 % 2 Hasil observasi siswa 64 % 80 % 3 Reta-rata kelas 66,11 % 91,11 % 4 Siswa tuntas belajar 44,44 % 100 % 5 Siswa tidak tuntas belajar 55,56 % 0 % Dengan demikian, penerapan model pembelajaran PBL bisa meningkatkan kemampuan memecahakan masalah siswa pada pembelajaran PAI materi zakat mal di SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam. Hal ini terlihat pada peningkatan pengamatan aktivitas guru dan pengamatan aktivitas siswa pada siklus pertama dan kedua. Setelah melakukan penelitian tindakan kelas, peneliti menerapkan model pembelajaran PBL pada hasil analisis materi zakat mal, yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI khususnya materizakat mal, kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini terlihat dari hasil observasi dan analisis aktivitas guru-siswa pada setiap siklusnya, dan terjadi peningkatan. Observasi aktivitas guru diperoleh rata-rata 66% pada siklus I meningkat menjadi 83% dalam kategori baik pada siklus II. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa rata-rata 64% pada siklus I, peningkatan kategori aktivitas meningkat menjadi 80% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan indikator keberhasilan penelitian baik untuk kegiatan guru maupun siswa pada siklus II. Diketahui bahwa rata-rata skor 42 Sadriman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2007), hlm. 223


54 kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 66,11%, ketuntasan belajar sebesar 44,44%, dan rata-rata skor siswa pada siklus II sebesar 91,11%, dan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II meningkat, integritas pribadi meningkat menjadi 91,11%, dan integritas klasikal meningkat menjadi 100%. Oleh karena itu, teori Johnson dapat menunjukkan bahwa pembelajaran PBL atau pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. PBL adalah model Contextual Teacing and Learning. Guru dapat menggunakan model pembelajaran untuk menghubungkan informasi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata yang mendorong siswa untuk untuk membuat hubungan antara pengetahuan mereka dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Para siswa harus berpikir kritis tentang masalah, dan membuat makna bagi diri mereka sendiri dan hubungan sosial, dan pribadi mereka.43 Diagram Hasil Siklus II 43 Lina Herlina, Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan ProblemBased Learning (PBL) pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah 2 Mataram NTB, Jurnal el-hikmah, Vol. 10, No. 2, Desember 2016, hlm. 241. 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Siklus PTK Tuntas Tidak Tuntas


55 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penlitian yang sudah dilaksanakan mengenai penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkankemampuan memecahkan masalah siswa dalam pembelajaran PAI materi zakat mal di kelas V SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam tahun ajaran 2022/2023semester genap, sudah dilakukan kegiatan sebagai berikut. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sudah diterapkan secara baik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi zakat di kelas V SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam dan sesuai dengan teori. Diantara tahapan-tahapan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah: orientasi siswa pada masalah merupakan langkahsiswa untuk menentukan masalah yang akan dipecahkan, kemudian dilakukan analisis masalah yakni siswa meninjau masalah secara kritis dari semua sudut pandang ilmiah, mengusulkan hipotesis dimana siswa merumuskan berbagai kemungkinan solusi permasalahan berdasarakan pengetahuan mereka sendiri, kemudian pengumpulan data yakni langkah siswa untuk menemukan dan mendeskripsikan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah, pengujian hipotesis yakni langkah yang diambil siswa berdasarkan peneriman dan penolakan hipotesis yang diajukan, kemudian penyusunan saran pemecahan masalah yang didasarkan pada rumusan hasil uji hipotesis dan rumusan kesimpulan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terbukti mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa dalam pembelajaran PAI materi zakat di kelas V SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam. Hal ini terlihat dari hasil observasi dan analisis aktivitas guru-siswa pada setiap siklusnya, dan terjadi peningkatan. Observasi aktivitas guru diperoleh rata-rata 66% pada siklus I meningkat menjadi 83% dalam kategori baik pada siklus II. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa rata-rata 64% pada siklus I, peningkatan kategori aktivitas meningkat menjadi 80% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan indikator keberhasilan penelitian baik untuk kegiatan guru maupun siswa pada siklus II. Diketahui bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 66,11%, ketuntasan belajar sebesar 44,44%, dan rata-rata skor siswa pada siklus II sebesar 91,11%, dan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Sehingga


56 dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II meningkat, integritas pribadi meningkat menjadi 91,11%, dan integritas klasikal meningkat menjadi 100%. Fakta ini membuktikan bahwa penerapan modelpembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah PAI siswa dalam pembelajaran materi zakat tahun ajaran 2022/2023, kelas V SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam, sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Johnson, tekankan bahwa PBL dapat meningkatkan hasil belajar (afektif, kognitif, dan psikomotorik) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. B. Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi upaya peningkatan pembelajaran PAI atau mata pelajaran lainnya. Mengenai upaya peningkatan pembelajaran, peneliti memberikan beberapa rekomendasi,yaitu: 1. Diharapkan baik guru PAI maupun guru lainnya dapat memilih dan menerapkan model atau metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan di kelas, karena pemilihan model atau metode yang tepat akan menunjang efektivitas proses pembelajaran khususnya pada kurikulum mata pelajaran PAI. 2. Siswa diharapkan lebih rajin dalam setiap pelajaran, dan bisa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya guru saja yang berperan aktif akan tetapi siswa juga harus lebih aktif dari guru. 3. Diharapakan kepada orang tua supaya bisa memberikan dukungan dan bimbingan untuk anaknya sehingga anak bisa lebih bersemangat untuk belajar. 4. Diharapkan kepala sekolah dapat memperhatikan setiap guru dan lebih meningkatkan kualitas pembelajaran. 5. Pengawan pendidik diharapkan dapat mengawasi, mengontrol, dan membimbing guru dalam menerapkan model pembelajaran PBL guna meningkatkan hasil belajar siswa. Semoga peneliti lain bisa menggali lebih dalam ke area yang belum tersentuh peneliti.


57 DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, Fiqih Ibadah, (Jakarta: Amzah, 2009) Abdul Fatah Idris dan Abu Hamid, Fikih Islam Lengkap, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004) Abdul Hamid dan Beni Ahmad Saebani, Fiqh Ibadah, (Bandung: Pustaka Setia, 2009) Abdullah Salim Umar Bahamman, Fiqih Ibadah Bergambar, (Jakarta: Mutiara Publishing, 2014) Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2008) Ahmad La Roibafih, Efektivitas Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pelajaran Fikih Di MA Bilingual Krian Sidoarjo, (Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018) Aktivitas Pembelajaran Guru pada Siklus I, Observasi, 9, 3 Januari2022 Aktivitas Pembelajaran Siswa dan Guru pada siklus II, Observasi, Mujur, 28 Februari 2022. Aktivitas Pembelajaran Siswa pada Siklus II, Observasi, Mujur, 28 Februari 2022. Ali, Guru PAI, Wawancara, SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam, 31 Januari 2022. Amir Syarifuddin, Garis-Garis Besar Fiqh, (Jakarta: Kencana, 2003) Asrani Assegaff, Uep Tatang Sontani, Upaya meningkatan kemampuan berfikir analitis melalui model problem based learning, Vol. 1, Nomor. 1, Agustus 2016 Baharuddin, dkk, Teori Belajar dan Pembelajaran, Ar-ruzz Media, 2010 Chabib Thaha (editor), PNM-PAI di Sekolah, Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam, ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998) Elsi Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Jakarta: PT Grasindo, 2006) Fitri Ekasari, Penerapan Pendekatan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran PAI Materi Zakat Mal di kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Belik Pemalang, (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Purwokerto 2015) Gustian Djuanda, dkk, Pelaporan Zakat Pengurang Pajak Penghasilan, (Jakarta: PT.


58 Raja Grafindo Persada, 2006) Hari Ahadi, Fiqih Mudah Zakat Fitrah, (Kalimantan Timur: Nasehat Etam, 1442 H) Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011) I wayan Dsana dan Sutrisni, Pembelajaran Berbasis Masalah (problem based learning), (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2007) Jumanta Hamdayana, Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014) Kegiatan Pembelajaran Siswa dan Guru Siklus I, Observasi, SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam, 3 Januari 2022. Kokom komalasari, Pembelajaran Kontekstual:Konsep dan Aplikasi, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010) Kusnandar, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakata: Rajawali Pers, 2010) Kutbuddin Aibak, Kajian Fiqih Kontemporer, (Yogyakarta: Kalimedia, 2017) Lestari Yuni, Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII A MTs Hidayutul Muhsinin Tahun Pelajaran 2019/2020, (Skripsi, UIN Mataram, Mataram 2020) Lina Herlina, Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah 2 Mataram NTB, Jurnal el-hikmah, Vol. 10, No. 2, Desember 2016 Lukman Hakim, Implementasi Problem Based Learning pada Materi Qada dan Qadar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN GENDINGAN 5 NGAWI, (Skirpsi, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2018) M. Ngalim Purwanto, Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013) Marhamah Saleh, Staretgi Pembelajaran Fiqh Dengan Problem Based Learning, Vol. XIV, Nomor 1, Agustus 2013 Max Darsono dkk, Belajar dan Pembelajaran, (Semarang: CV. IKIP Semarang Press, 2000) Muhammad Ikhlasul Amal, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa MTs DDI Bowong Cindea KAB. Pangkep, (Skripsi, UIN ALAUDDIN Makasar, 2017) Muhammad Nurman, Evaluasi Pendidikan, (Mataram: Cv Sannabil, 2005)


59 Muhannimah, Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Melalui Model Problem Based Learning (Peneilitian Tindakan Kelas VIII DI MTs Al-Ihsan Pondok Gede Bekasi), (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah,Jakarta, 2016) Musrsyidi, Akutansi Zakat Kontemporer, (Bandung: Rosyda Karya, 2003) Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), Nanda Saputra dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2021) Nasution, Kurikulm dan Pengajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 1989.Novita Sari, Wawancara, SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam, 31 Januari 2022 Nur Rahmah Fatmawati, Peneparan Problem Based Learnig dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V Sumayyah di Sekolah Dasar Islam Internasional Al Abidin Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 (Naskah Artikel Publikasi, FAI Universitas Muhammadiyah Surakrta, 2014) Nurdin Muhd Ali, Zakat Sebagai Instrument Dalam Kebijakan Fiskal, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006) Nurfuadi, Profesionalisme Guru, (Purwokerto: STAIN Press, 2012) Nurhayati Abas, Penerapan Model Pembelajaran berdasarkan Masalah (Problem Based Learning) dalam Pembelajaran Matematka di SMU, JurnalPendidikan dan Kebudayaan. No. 051. Th. Ke-10. November 2004. Peremendikbud RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Ponidi, dkk, Model Pembelajaran Inovatif dan Efektif, (Jawa Barat: Adanu Abimata, 2021) Prihatin Adnin, Zakat dan Tata Cara Pelaksanaanya Menurut Hukum Islam, Era Hukum, Nomor 1, September 2001 Putrie Prihatiningtyas, Penggunaan Model Problem Based Learning Untuk Peningkatan Hasil Belajar Bidang Studi Budi Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Siswa Kelas VIII Di Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Falah Kota Jambi, (Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 2020). Rudi Ahmad Suryadi, Ilmu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Budi Utama, 2018) Rusman, Model-model Pembelajaran; Menngembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta: Rajawali Pers, 2010)


60 Sadriman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007) Sakinah, Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ssiswa Pada Pembelajaran Fiqh Di Kelas VII MTsS Babun Najah Kota Banda Aceh, (Skrispi, UIN Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh,2016) Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2017) Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010) Syamsiara Nur, Dkk, Efektivitas Model Problem Based Leaning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat, Jurnal Saintifik, Vol. 2, No. 2, Juli 2016. Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana 2009) Usman AR, Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa tentang Zakat dalam Pendidikan Agama Islam melalui Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 006 Sagulung Batam, (Skripsi, UINSuska Pekan Riau Baru, 2013) Yulita Futria Ningsih, dkk, Fiqih Ibadah, (Bandung: Media Sains Indonesia, 2021 Zainuddin bin Muhammad Al-Ghazali Al-Malibari, Fath Al-Mu‟in, (Bairut: Darul Al-Fikri) Zakiah Drajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996).


61 LAMPIRAN


62 LAMPIRAN 1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU UNTUK SIKLUS I DAN II Nama Sekolah : SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM Kelas/Semester : V FACE C / SATU Mata Pelajajaran : PAI Hari/Tgl Observasi : No Kegiatan Indikator Siklus Skor 1 2 3 4 1 Pendahuluan Orientasi 1. Guru memulai proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran siswa 3. Guru mempersipkan siswa secara fisik dan mental saat mereka memulai kegiatan belajar Persepsi 1. guru menghubungkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi sebelumnya 2. guru mengajukan pertanyan terkait pembelajaran Motivasi 1. Guru menguraikan manfaat mempelajari mata pelajaram yang dipelajari 2. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dalam pertemuan yang sedang berlangsung Sebagai refrensi Guru memperkenalkan kompetensi inti, dan kompetensi dasar, metrik dan KKM pada pertemyan yang terjadi 2 Kegiatan inti 1. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok 2. Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan proses pembelajaran dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran


63 3. Mengamati Guru meminta siswa melakukan kegiatan observasi berupa membaca LKS terkait dengan KD yang akan dikembangkan 4. Bertanya Guru mendorong siswa untuk bertanya tentang siapa yang berhak menerima zakat 5. Mengumpulkan informasi Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi dalam kelompok untuk memecahkan masalah dengan membaca refrensi, observasi, dan sumber lainnya 6. Menautkan/memproses informasi Guru meminta siswa menganalisis data dan merumuskan jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya 7. Menyampaikan Guru membantu siswa memberikan jawaban atas pertanyaan yang mereka ajukan sebelumnya 3 Penutup Kegiatan akhir 1. Guru memberikan kesimpulan 2. Guru membantu siswa merefleksikan dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang dilakukan 3. Guru mengkomunikasikan informasi tentang topik pembelajaran yang akan datang 4. Guru mengakhiri kegiatan salam untuk belajar Jumlah Persentase keterlaksanaan Kategori


64 LAMPIRAN II LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN II Nama Sekolah : SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM Kelas/semester : V FACE C / SATU Mata pelajaran : PAI Hari/tgl Observasi : No Kegiatan Indikator Siklus Skor 1 2 3 4 1 Pendahuluan Orientasi 1. Siswa menjawab salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran 2. Siswa berpartisipasi dan belajar 3. Siswa siap belajar Persepsi 1. Siswa dapat mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi sebelumnya 1. Siswa menjawab pertanyaan Motivasi 1. Siswa memahami manfaat mempelajari program studi yang ingin mereka pelajari 2 Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang dikomunikasikan oleh guru Sebagai refrensi Siswa menyimak komptensi inti, kompetensi dasar, indikator danKKM yang diajarkan oleh guru 2 Kegiatan Inti 1. Siswa membagi kelompok belajar menjadi 5 kelompok 2. Siswa mengikuti langkah-langkah pembelajaran yangdiberikan guru untuk menyimak mekanisme pelaksanaan pembelajaran


65 3. Siswa aktif melakukan kegiatan observasi yaitu berupa membaca LKS yang dirumuskan sesuai dengan KD 4. Siswa mengajukan pertanyaan tentang siapa yang berhak menerima zakat 5. Siswa mengumpulkan infromasi dari berbagai refrensi untuk memecahkan masalah 6. Siswa menganalisis data dan merumuskan jawaban yang relevan dengan pertanyaan yang mereka ajukan. 7. Perwakilan siswa dari masingmasing kelompok menanggapi pertanyaan yang mereka ajukan 3 Penutup Kegiatan akhir 1. Siswa mendengarkan ringkasan guru 2. Guru mendengarkan refleksi dan evaluasi 3. Siswa mendengarkan informasi tentang topik studi yang akan datang 4. Siswa menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan menjawab salam Jumlah Persentase keterlaksanaan Kategori Cukup


66 LAMPIRAN III SOAL TES SIKLUS II 1. Zakat fitrah termasuk ibadah yang hukumnya… a. Wajib ain b. Wajib kifayah c. Sunnah d. Sunnah muakad 2. Zakat yang dikeluarkan untuk membersihkan jiwa seseorang disebut zakat… a. Jiwa b. Profesi c. Fitrah d. Mal 3. Zakat mal hanya dibayarkan setelah…. a. Seseorang merasa siap untuk membayar zakat b. Setelah seseorang merasa mampu c. Setelah memenuhi nisab dan haulnya d. Setelah semua urusan dunianya terpenuhi 4. Waktu yang wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah… a. Mulai awal sampai akhir Ramadhan b. Sejak terbenam matahari pada penghabisan bulan Ramadhan c. Sesudah shalat subuh sampai shalat „Idul Fitri d. Sesudah shalat „Idul Fitri 5. Keluarga Haji Suhaili sebanyak 11 orang. Zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebanyak… a. 11 kg beras b. 33 liter beras c. 27,5 liter beras d. 37,5 liter beras 6. Berapa persen zakat yang harus dibayarkan untuk sawah yang menggunakan pengairan tanpa biaya… a. 20% b. 10% c. 5%


67 d. 15% 7. Seorang muslim mempunyai tabungan sebesar 20 juta rupiah dan telah dimilikinya selama setahun. Jika harta emas pergram Rp.150.000, maka orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya sebesar… a. Rp. 234.000 b. Rp. 250.000 c. Rp. 500.000 d. Rp.1.000.000 8. Pak Toyib adalah seorang dokter dengan penghasilan bersih tiap bulannya adalah Rp. 6.000.000, jika harga emas Rp.400.000 per gram, maka berapa zakat yang harus dikeluarkan pak Toyib… a. Rp.1.000.000 b. Rp. 1.500.000 c. Rp.1.800.000 d. Rp.2.000.000 9. Pak Udin adalah seorang peternak kambing di desa Semoyang. Dalam kurun waktu 1 tahun dia memiliki 85 ekor kambing. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka zakat yang harus dibayarkan pak Udin sebesar…. a. 2 ekor kambing umur 1 tahun b. 1 ekor kambing umur 3 tahun c. 2 ekor kambing umur 2 tahun d. 1 ekor kambing umur 1 tahun 10. Pak Budi mempunyai tabungan deposito sebesar 150 juta rupiah, harga emas dipasaran per gramnya sebesar Rp. 800.000. berapakah zakat yang harus dikeluarkan setiap tahunnya… a. Rp. 2.500.000 b. Rp. 2.000.000 c. Rp. 3.750.000 d. Rp.3.000.000


68 LAMPIRAN IV KUNCI JAWABAN SOAL SIKLUS I 1. A 2. B 3. C 4. A 5. C 6. B 7. C 8. C 9. D 10. C


69 LAMPIRAN V LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PENILAIAN KELOMPOK Nama kelompok “ Anggota 1. 2. 3. 4. 5. Petunjuk Soal : A. Pasangkanlah mustahiq zakat / orang-orang yang berhak menerima zakat dengan artinya sesuai surat at-Taubah ayat 60 berikut ini ! B. Hitunglah Zakat yang harus dibayar oleh Pak Ali !


70 LAMPIRAN VI FOTO – FOTO KEGIATAN


71 UNDANGAN SEMINAR Kuncir, 8 April 2022 Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam Di Kuncir Assalamu’alaikum Wr. Wb Bismillahirrohmanirrahiim Salam silaturrahmi saya sampaikan, semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Swt. serta sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aamiin. Dengan mengharap dengan hormat kehadiran Bapak / Ibu besok pada : Hari : Sabtu Tanggal : 9 April 2022 Jam : 11.00 s/d selesai WIB Acara : Seminar Hasil PTK Tempat : Ruang Guru SD Negeri Kuncir 2 Wonosalam Demikian atas kehadiran Bapak/Ibu disampaikan terima kasih. Teriring do’a jazakumullohu ahsanal jaza’. Wallohulmuwafiq ila aqwamithoriq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Kepala SD Negeri Kuncir 2 HANDOKO,S.Pd.SD,M.Si NIP.19640519 198608 1 001 Kuncir, 8 April 2022 Peneliti, Ullul Ma’rifah,S.Pd.I


DOKUMENTASIPELAKSANAAN SEMINAR( 9 April 2022)


BERITA ACARA Pada hari ini Sabtu tanggal Sembilan April tahun dua ribu dua puluh dua mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 12.00 telah dilaksanakan Seminar Hasil Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan judul “MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MATERI ZAKAT MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM DEMAK TAHUN AJARAN 2022/2023” Seminar di ikuti oleh 13 peserta bertempat di Ruang Guru SD Negeri Kuncir 2, dengan hasil sebagai berikut : 1. Masukan dari Handoko,S.Pd.SD.M.Si :Pada Latar Belakang Masalah hendaknya meletakkan kalimat“dengan demikian” pada alinea terakhir, bukan ditengah-tengah. Karena kalimat “dengan demikian” mengarah pada kesimpulan. Masukan bisa di terima, akan di sempurnakan. 2. Pertanyaan dari Dwi Permira L,S.Pd. : Apa alasan tidak mencantumkan kondisi fisik SD Negeri Kuncir 2, seperti jumlah guru, karyawan, siswa per jenjang dan jumlah rombel. Jawaban : deskripsi profil sekolah tidak perlu dicantumkan karena penelitian dilaksanakan di sekolah sendiri dan penelitian ini berupa PTK bukan skripsi. 3. Usulan dari Santi Dwi P.N,S.Pd.M.Pd : Langkah-langkah kegiatan pada masingmasing siklus hendaknya disesuaikan dengan RPP/MA yang telah dibuat Usul bisa di terima, akan di tambahkan 4. Usulan Dari Budiyanto,S.Pd.SD , Melengkapi lampiran-lampiran sebagai bukti fisik Akan dilengkapi Akan dilengkapi. Kuncir, 9 April 2022 Kepala SD Negeri Kuncir 2 Peneliti HANDOKO,S.Pd.SD,M.Si ULLUL MA’RIFAH, S.Pd.I NIP.19640519 198608 1 001 NIP.-


76 NOTULA SEMINAR JUDUL PTK : “MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MATERI ZAKAT MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KUNCIR 2 WONOSALAM DEMAK TAHUN AJARAN 2022/2023” 1. Pada Latar Belakang Masalah hendaknya meletakkan kalimat “dengan demikian” pada alinea terakhir, bukan ditengah-tengah. Karena kalimat “dengan demikian” mengarah pada kesimpulan. 2. Apa alasan tidak mencantumkan kondisi fisik SD Negeri Kuncir 2, seperti jumlah guru, karyawan, siswa per jenjang dan jumlah rombel. 3. Langkah-langkah kegiatan pada masing-masing siklus hendaknya disesuaikan dengan RPP/RPP yang telah dibuat 4. Melengkapi lampiran-lampiran sebagai bukti fisik. Kuncir, 9 April 2022 Kepala SD Negeri Kuncir 2 Peneliti HANDOKO,S.Pd.SD,M.Si ULLUL MA’RIFAH, S.Pd.I NIP.19640519 198608 1 001 NIP.-


Click to View FlipBook Version