The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI
K.D Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sindy Anggraeni, 2020-12-20 21:46:52

Buku Media Pembelajaran

Buku Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI
K.D Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia

Keywords: Jepang,Organisasi Semimiliter,Organisasi Militer,Respon Rakyat Indonesia

E-MODUL

SIFAT PENDUDUKAN JEPANG
DAN RESPON BANGSA
INDONESIA

SEJARAH INDONESIA KELAS XI

PROFIL PENULIS

DWI SINDY ANGGRAENI
190210302024

PENDIDIKAN SEJARAH
UNIVERSITAS JEMBER

SIFAT PENDUDUKAN JEPANG DAN RESPON
BANGSA INDONESIA

KOMPETENSI DASAR
3.5 Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia
INDIKATOR
3.5.1 Menganalisis kedatangan Jepang ke Indonesia
3.5.2 Menganalisis sifat pendudukan Jepang
3.5.3 Menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang

BAHAN KAJIAN

KEDATANGAN JEPANG
KE INDONESIA

PEMERINTAHAN MILITER
JEPANG DIINDONESIA

ORGANISASI-ORGANISASI
PEMBENTUKAN JEPANG

PERLAWANAN RAKYAT
TERHADAP PENDUDUKAN JEPANG

KEDATANGAN JEPANG KE INDONESIA

Pada bulan Oktober 1941, perdana menteri Jepang Konoe digantikan oleh Jenderal Hideki
Tojo. Awal mulanya pimpinan militer Jepang tidak menghendaki adanya penaklukan atau
penyerangan ke beberapa Negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat
bahwa Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin
menguasai sumber daya alam yang ada di Asia Tenggara. Apalagi saat itu Amerika melancarkan
embargo minyak bumi, dimana Jepang sangat membutuhkan baik untuk industry maupun untuk
keperluan perang. Panglima Angkatan Laut Jepang yakni Admiral Isoroku Yamamoto
mengembangkan strategi perang dengan mengerahkan seluruh kekuatan armadanya untuk dua
operasi besar. Kekuatan armada pertama dikerahkan untuk melakukan penyerangan secara
mendadak terhadap basis Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbour Hawaii yang akan
dilaksanakan pada 7 Desember 1941. Sedangkan untuk kekuatan armada kedua dengan sisa
kekuatan Angkatan Laut yang dapa mendukung Ankatan Darat dalam Operasi Selatan, yakni
penyerangan terhadap Malaya dan Filipina, yang kemudian akan dilanjutkan ke Jawa.
Penyerangan terhadap Amerika Serikat membuahkan hasil dengan kemenangan berada dipihak
Jepang, dengan kekalahan ini Amerika sejak 8 Desember 1941 melalui Kongres menyatakan
perang terhadap Jepang. Perang Pasifik antara Jepang dan Amerika ini sangat berpengaruh besar
terhadap beberapa Negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Serangan terhadap Indonesia
muncul dari arah timur dan utara. Tujuan Jepang melakukan penyerangan terhadap Hindia-
Belanda adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung
potensi perang Jepang serta mendukung Industrinya.

(Gambar 1. Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di
Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942)
(Sumber :

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/14/180000169/perj
anjian-kalijati-ketika-belanda-serahkan-indonesia-ke-jepang?
page=all

(Gambar 2 Kedatangan Tentara Pada Januari 1942, Jepang berhasil mamasuki
Jepang ke Hindia Belanda.) wilayah Indonesia dengan menduduki Ambon dan
(Sumber : seluruh Maluku. Kemudian disusul dengan Tarakan di
Kalimantan Timur dan Balikpapan. Penyerangan ini
https://www.kompas.com/skola/read/20 sebelumnya telah berusaha dihalangi oleh pasukan KNIL
20/04/16/170000469/sambutan-rakyat- (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) namun
indonesia-terhadap-jepang?page=all kekuatan Jepang tidak dapat di bendung. Jepang mulai
melakukan penyerangan terhadap pulau Jawa dan
berusaha merebut pulau Jawa dari kekuasaan pemerintah
Belanda. pertempuran-pertempuran yang terjadi di Jawa
berakhir dengan kemenangan pihak Jepang dalam waktu
yang relative singkat. Tentara Keenambelas Jepang pada
1 Maret 1942 berhasil mendarat diteluk Banten (Jawa
Barat) dan Kragan (Jawa Tengah). Kemudian Jepang
menyerang pusat kekuasaan Belanda di Batavia pada 5
Maret 1942, setelah berhasil menguasai Batavia tentara
Jepang langsung bergerak ke selatan dan berhasil
menduduki Buitenzorg (Bogor). Pada tanggal 8 Maret
1942, Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachhouwer
(Gubernur Jenderal Belanda), Letnan Jenderal Ten
Poorten, serta pejabat tinggi militer dan seorang
penerjemah pergi ke Kalijati.

Dari pihak Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Imamura. Dalam pertemuan ini, Belanda
menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian, secara resmi masa penjajahan Belanda di
Indonesia berakhir. Jepang berkuasa di Indonesia. Bukan kemerdekaan dan kesejahteraan yang
didapat bangsa Indonesia. Situasi penjajahan tidak berubah. Hanya kini yang menjajah Indonesia
adalah Jepang. Kedatangan Jepang pada mulanya diterima dengan penuh semangat oleh rakyat
Indonesia. Jepang dielu-elukan sebagai “Sebagai Saudara Tua”yang dipandang dapat
membebaskan dari kekuasaan Belanda. di mana-mana terdengar ucapan “banzai-banzai” (selamat
datang-selamat datang). Rakyat percaya bahwa kedatangan Jepang untuk memerdekakan, Jepang
juga melaksanakan propaganda- propaganda untuk terus menggerakkan dukungan rakyat
Indonesia. Jepang mengizinkan dikibarkannya bendera nasional Indonesia Merah Putih dan
dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Alasan penting kedatangan Jepang dapat diterima oleh mayoritas pelajar Indonesia adalah
Karena Jepang dapat lebih meningkatkan status sosial ekonomi orang Indonesia,hanya kelayakan
saja, tanpa kekerasan. Setelah enam bulan sejak kedatangan Jepang ke Indonesia, Jepang
memenjarakan semua penduduk Belanda, sebagian besar orang Indonesi, dan sejumlah orang
Kristen Indonesia yang dicuragaipro- Belanda kedalam kamp-kamp konsentrasi. Jumlah personil
pemerintah militer Jepang hanya sedikit, oleh karena itu mereka terpaksa mengambil orang-orang
Indonesia untuk mengisi lowongan hampir semua jabatan tingkat menengah, atasan bidang
administrasi dan teknisi yang dulunya di duduki orang Belanda atau Indonesia. Jadi, hampir
seluruh personil Indonesia dalam bidang pemerintahan mendapat kenaikan pangkat satu. Dari
situlah Jepang mula-mula memenangkan dukungan rakyat terbuka oleh penduduk, orang Jepang
tampaknya tidak mendapat tantangan nyata apapun sebelumnya dari para pemimpin nasionalis
mereka dapat dengan mudah mengambil sumber-sumber kekayaan Indonesia demi tujuan
kepentingan perang mereka, tanpa harus mengadakan persetujuan dengan kaum
nasionalisIndonesia.

PEMERINTAHAN MILITER JEPANG DIINDONESIA

Setelah Jepang berhasil menguasai Indonesia maka kekuasaan dipegang oleh Angkatan Darat
(Rikugun) dan Angkatan Laut (Kigun). Oleh pemerintahan Jepang wilayah Indonesia dibagi
menjadi tiga pusat pertahanan yaitu:

Wilayah I pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara ke-XVI). Wilayahnya meliputi
daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Jakarta (Batavia).
Wilayah II pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara ke XXV). Wilayahnya meliputi
Pulau Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya dengan pusatnya di Bukittinggi.
Wilayah III pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada Selatan ke-II). Wilayahnya
meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara dengan pusatnya di
Makassar.
Menurut Osamu Serei (Undang-undang yang dikeluarkan oleh tentara ke XVI) No. 1 pada
tanggal 7 Maret 1942. Menyebutkan bahwa pemerintahan pendudukan militer Jepang di Indonesia
adalah pemerintahan sementara. Undang-undang ini kemudian menjadi pokok dari peraturan tata
Negara pada masa pendudukan Jepang. Osamu Serei ini antara lain berisi hal-hal berikut; pertama
pembesar bala tentara Jepang memegang kekuasaan militer. Kedua segala kekuasaan yang dahulu
dipegang oleh gubernur jenderalzaman Belanda diambil alih oleh Panglima Tentara Ke-XVI. Dari
Undang-undang ini dapat diketahui bahwa jabatan gubernur jenderal pada masa Hindia Belanda
dihapuskan dan segala kekuasaanya dipegang oleh panglima tentara Jepang di Jawa. Tindakan
tersebut bertujuan agar pemerintahan dapat terus berjalan dan kekacauan dapat dicegah.

Adapun susunan pemerintahan militer Jepang tersebut sebagai berikut:
Gunshirekan (panglima tentara) yang kemudian disebut dengan Seiko Shikikan (panglima
tertinggi) sebagai pucuk pimpinan. Panglima tentara yang pertamadijabat oleh Jenderal
Hitoshi Imamura.
Gunseikan (kepala pemerintahan militer) yang dirangkap oleh kepala staf. Kepala staf yang
pertama adalah Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki. Kantor pusat pemerintahan militer ini
disebut Gunseikanbu. Di lingkungan Gunseikanbu ini terdapat empat bu (semacam
departemen) dan ditambah satu bu lagi, sehingga menjadi lima bu. Adapun kelima bu itu
adalah sebagai berikut.

1) Somobu (Departemen Dalam Negeri).
2) Zaimubu (Departemen Keuangan).
3) Sangvobu (Departemen Perusahaan, Industri dan Kerajinan Tangan)
4) Kotsubu (Departemen Lalu Lintas).
5) Shihobu (Departemen Kehakiman).
Gunseibu (koordinator pemerintahan dengan tugas memulihkan ketertiban dan keamanan atau
semacam gubernur) yang meliputi:. Jawa Barat pusatnya di Bandung, Jawa Tengah pusatnya
di Semarang, dan Jawa Timur pusatnya di Surabaya. Ditambah dua daerah istimewa (Kochi)
yakni Yogyakarta dan Surakarta. Di dalam pemerintahan itu, Jepang juga membentuk
kesatuan Kempetai (Polisi Militer). Di samping susunan pemerintahan tersebut, juga
ditetapkan lagu kebangsaan yang boleh diperdengarkan hanyalah Kimigayo. Padahal sebelum
tentara Jepang datang di Indonesia, Lagu Indonesia Raya sering diperdengarkan di radio
Tokyo.

ORGANISASI-ORGANISASI PEMBENTUKAN
JEPANG

Banyak organisasi pergerakan yang dibentuk pada zaman Jepang. Sama seperti organisasi-
organisasi pergerakan pada umumnya, yaitu organisasi yang bersifat semimiliter dan militer selain
itu juga ada organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan.

ORGANISASI SOSIAL KEMASYARAKATAN

1. GERAKAN TIGA A Gerakan Tiga A ini didirikan pada

(Gambar 3. Poster Gerakan Tiga A) tanggal 29 April 1942, nama Gerakan Tiga A
(Sumber :
dapat dijabarkan dari semboyannya yakni:
https://www.kompas.com/skola/image/2020/01/12/1
30000169/gerakan-tiga-a-dan-propaganda-jepang? Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung

page=2 Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Ketua dari

Gerakan Tiga ini adalah Syamsudin. Tujuan

dibentuknya Gerakan Tiga adalah untuk

menarik simpati dan mendapat dukungan dari

rakyat agar membantu Jepang dalam Perang

Asia Timur Raya. Secara bertahap organisasi

pembentukan Jepang ini pada bulan Mei

1942 mulai diperkenalkan kepada masyarakat

melalui media massa. Selain itu untuk

mendukung gerakan ini Jepang juga

membentuk barisan pemuda yang dikenal

dengan sebutan “Pemuda Asia Raya”

dibawah pimpinan Sukardjo Wirjopranoyo

dan menerbitkan surat kabar “Asia Raya”.

Gerakan Tiga tidak dapat bertahan lama

hanya berumur beberapa bulan saja,

dikarenakan gerakan ini tidak mendapat

dukungan dari rakyat. Akhirnya

pemerintahan Jepang menyadari bahwa

gerakan ini tidak dapat membantu

2. PUSAT TENAGA RAKYAT Pusat Tenaga Rakyat atau lebih dikenal dengan

(Gambar 4. Tokoh Empat Serangkai ) sebutan PUTERA ini didirikan pada tanggal 1 Maret
(Sumber : https://www.scribd.com/doc
1943 dimana pemimpin-pemimpinnya merupakan
ument/399544290/A-4-Serangkai
tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta,

K.H Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara mereka

ini dikenal dengan sebutan empat serangkai. Tujuan

didirikannya PUTERA menurut Ir. Soekarno adalah

untuk membangun dan menghidupkan segalaapa yang

dirobohkan oleh imperialisme Belanda. sementara

bagi Jepang PUTERA ini bertujuan untuk

memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia

dalam membantu usaha kepentingan militer Jepang.

Empat serangkai dalam mejalankan tugasnya sering

berhubungan langsung dengan rakyat dan berpidato,

dari sinilah mereka berhasil menanamkan

nasionalismenya berupa semangat cinta tanah air dan

bangsa kepada rakyat Indonesia. Jepang menyadari

bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi pihak

Indonesia daripada Jepang. Maka pada tahun 1944

organisasi ini dibubarkan dan diganti dengan Jawa

Hokokai.

3. JAWA HOKOKAI (Gambar 5. Beberapa Anggota Jawa
Hokokai)
Pada tanggal 1 Januari 1944 dibentuklah Jawa
Hokokai yang didorong oleh kurangnya manfaat (Sumber : https://kebudayaan
PUTERA bagi kepentingan Jepang. Jawa Hokokai .kemdikbud.go.id/mpnp/akhir-tragis-si-
secara tegas dinyatakan sebagai organisasi resmi
pemerintahan Jepang. Pimpinan Langsung dipegang jalak-harupat-r-oto-iskandar-di-nata/
oleh Gunseikan. Kegiatan Jawa Hokokai meliputi usaha-
usaha berikut:
a. Melaksanakan segala sesuatu dengan nyata dan ikhlas
untuk menyumbangkan tenaga kepada Jepang.
b. Memimpin rakyat untuk menyumbang segenap tenaga
berdasarkan semangat persaudaraan antarbangsa.
c. Memperkukuh pembelaan tanah air
d. Memperteguh kehidupan masa perang.

Untuk menjadi anggota Jawa Hokokai minimal harus
berusia 14 tahun, bangsa Indonesia atau Jepang, Pegawai
negeri, dan anggota organisasi kelompok profesi.
Sementara bagi orang Cina dan Eropa jika ingin menjadi
anggota Jawa Hokokai harus dipilih dan diseleksi
terlebih dahulu.

4. MAJELIS ISLAM A’LA INDONESIA (MIAI)

MIAI didirikan pada tahun 1937 oleh K.H Mas Mansyur. MIAI merupakan satu-satunya
organisasi pergerakan yang tetap berdiri pada masa pendudukan Jepang. Jepang memandang MIAI
sebagai organisasi anti barat dan dapat diajak kerja sama untuk melawan bangsa Barat. Namun,
kegiatan MIAI dibatasi pada pengumpulan baitul mal dan penyelenggaraan peringatan hari besar.
Sebagai satu-satunya organisasi golongan islam, MIAI mendapat simpati yang luar biasa dari
kalangan umat islam. Hal ini menyebabkan pertumbuhan MIAI semakin maju. Pihak Jepang mulai
waspada terhadap pertumbuhan MIAI yang sangat pesat. Sehingga pada bulan Oktober 1943,
organisasi ini dibubarkan karena dianggap kurang bermanfaat bagi pihak Jepang.

ORGANISASI SEMI MILITER

1. SEINENDAN 3. BARISAN PELOPOR

Seinendan dibentuk pada tanggal 29 April Barisan Pelopor dibentuk pada tanggal 1
November 1944 berdasrkan siding ketiga
1943, organisasi ini berada langsung Chuo Sangi In pada pertengahan tahun 1944.
Barisan pelopor ini dipimpin oleh Ir.
dibawah pimpinan Gunseikan. Tujuan Soekarno dengan wakilnya R.P. Suroso, Oto
Iskandardinata, dan Dr. Buntaran M. Sebagai
didirakannya Seinendan adalah melatih dan organisasi semimiliter, Barisan Pelopor
melatih para pemuda dengan latihan-latihan
mendidik para pemuda dalam militer meskipun hanya menggunakan alat-
alat dari kayu atau bambu runcing.
mempertahankan tanah airnya dengan

kekuatan sendiri. Pembentukan Seinendan

sendiri untuk pemerintahan Jepang bertujuan

untuk memperoleh tenaga cadangan untuk

memperkuat usaha mencapai kemenangan

pihak jepang dalam menghadapi sekutu.

4. HIZBULLAH

2. KEIBODAN Di medan perang, Jepang mengalami

berbagai kekalahan. Bagi Jepang, pasukan

Sama dengan Seinendan, Keibodan juga khusus Islam itu digunakan untuk membantu

dibentuk tanggal 29 April 1943. Keibodan memenangkan perang, tetapi bagi Masyumi

adalah pembantu polisi dengan tugas-tugas pasukan itu digunakan untuk persiapan

kepolisian seperti penjagaan lalulintas, menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia..

pengamanan desa, dan lain-lain. Jepang Pemimpin Masyumi mengusulkan kepada

berusaha agar dalam pembentukan. Jepang untuk membentuk pasukan

Keibodan tidak dipengaruhi oleh golongan sukarelawan yang khusus terdiri atas

nasionalis, maka dari itu Keibodan dibentuk pemuda-pemuda Islam. Pada tanggal 15

di desa-desa agar tidak mendapat pengaruh Desember 1944 berdiri pasukan sukarelawan

dari kaum nasionalis. pemuda Islam yang dinamakan Hizbullah

ORGANISASI MILITER

1. HEIHO Heiho dibentuk pada bulan April 1943 sering

(Gambar 6. Pasukan Heiho) disebut sebagai organisasi prajurit pembantu Jepang.
(Sumber : https://www.donisetya
Pasukan ini dibentuk berdasrkan Instruksi bagian
wan.com/heiho/)
Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran
2. PETA
Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai

merekrutanggota pada tanggal 22 April 1943. Pada

awalnya pembentukan Heiho ini bertujuan untuk

membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun

kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dan lain-

lain. Namun, dalam perkembangannya ketika perang

semakin menghebat pasukan Heiho dipersenjatai dan

dilatih mengoprasikan meriam-meriam pertahanan

udara dan ikut bertempur ke front di Pulau Salomon.

Pembela Tanah Air (PETA) didirakan pada tanggal 3 Oktober 1943, PETA sendiri adalah
kesatuan militer yang dibentuk oleh Jepang dalam masa pendudukan Jepang. Tentara PETA
mempunyai lima jenjang kepangkatan yang berbeda yaitu daidanco (komandan batalyon), cudanco
(komandan kompi), shodanco (komandan pleton), budanco (komandan regu), dan giyuhei (prajurit
sukarela). Bagi bangsa Indonesia, PETA merupakan tempat latihan yang luas untuk menghasilkan
tenaga-tenaga militer yang mampu membela tanah air Indonesia dari penjajahan bangsa Barat.

PERLAWANAN RAKYAT TERHADAP

PENDUDUKAN JEPANG

Di balik senyum manis dan propaganda yang menjanjikan, ternyata Jepang bertindak kejam.
Jepang telah mengerahkan semua potensi dan kekuatan yang ada untuk menopang perang yang
sedang mereka hadapi untuk melawan Sekutu. Jepang juga menguras aset kekayaan yang dimiliki
Indonesia untuk memenangkan perang dan melanju tkan industri di negerinya. Jepang yang mula-
mula disambut dengan senang hati, kemudian berubah menjadi kebencian. Rakyat bahkan lebih
benci pada pemerintah Jepang daripada pemerintah Kolonial Belanda. Jepang se ringkali bertindak
sewenangwenang. Rakyat tidak bersalah ditangkap, ditahan, dan disiksa. Kekejaman itu dilakukan
oleh kempetai (polisi militer Jepang). Pada masa pendudukan Jepang banyak gadis dan perempuan
Indonesia yang ditipu oleh Jepang dengan dalih untuk bekerja sebagai perawat atau disekolahkan,
ternyata hanya dipaksa untuk melayani para kempetai. Para gadis dan perempuan itu disekap
dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur. Kamp-kamp itu dapat kita temukan di
Solo, Semarang, Jakarta, dan Sumatra Barat. Kondisi itu mena mbah deretan penderitaan rakyat di
bawah kendali penjajah Jepang. Oleh karena itu, wajar kalau kemudian timbul berbagai
perlawanan.

Berikut beberapa perlawanan yang terjadi dibeberapa daerah:

1. Aceh angkat senjata,
Salah satu perlawanan terhadap Jepang di Aceh adalah perlawananan rakyat yang terjadi di
Cot Plieng yang dipimpin oleh Abdul Jalil.

2. Perlawanan di Singaparna.
Singaparna merupakan salah satu daerah di wilayah Jawa Barat, yang rakyatnya dikenal
sangat religius dan memiliki jiwa patriotik. Rakyat Singaparna sangat anti terhadap dominasi
asing. Oleh karena itu, rakyat Singaparna sangat benci terhadap pendudukan Jepang, apalagi
ketika mengetahui perilaku pemerintahan Jepang yang sangat kejam.

3. Perlawanan di Indramayu
Perlawanan terhadap kekejaman Jepang juga terjadi di daerah Indramayu. Latar belakang dan
sebab-sebab perlawanan itu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Singaparna. Para
petani dan rakyat Indramayu pada umumnya hidup sangat sengsara. Jepang telah bertindak
semena-mena terhadap para petani Indramayu. Mereka harus menyerahkan sebagian besar
hasil padinya kepada Jepang.

4. Rakyat Kalimantan Angkat Senjata.
Salah satu perlawanan di Kalimantan adalah perlawanan yang dipimpin oleh Pang Suma,
seorang pemimpin Suku Dayak. Pang Suma dan pengikutnya melancarkan perlawanan
terhadap Jepang dengan taktik perang gerilya.

5. Perlawanan Rakyat Irian.
Gerakan perlawanan yang terkenal di Papua adalah “Gerakan Koreri” yang berpusat di Biak
dengan pemimpinnya bernama L. Rumkorem. Biak merupakan pusat pergolakan untuk
melawan pendudukan Jepang. Rakyat Irian memiliki semangat juang pantang menyerah,
sekalipun Jepang sangat kuat, sedangkan rakyat hanya menggunakan senjata seadanya untuk
melawan

6. Peta di Blitar Angkat Senjata.
Sebagai komandan Peta, Supriyadi cukup memahami bagaimana penderitaan rakyat akibat
penindasan yang dilakukan Jepang. Masalah pengumpulan hasil padi, pengerahan romusa,
semua dilakukan secara paksa dengan tanpa memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, sungguh
kekejaman yang luar biasa. Hal semacam ini juga dirasakan Supriyadi dan kawan-kawannya
di lingkungan Peta. Mereka kerap menyaksikan sikap congkak dan sombong dari para
syidokan yang melatih mereka. Dalam perlawanan Peta tersebut, direncanakan akan
melibatkan rakyat dan beberapa kesatuan lain

Evaluasi

1. Sebelum Jepang menduduki Indonesia, Belandalah yang menduduki wilayah Indonesia.
Dimana pendudukan Belanda ini hanya membawa kesengsaraan bagi bangsa Indonesia.
Rakyat Indonesia pun tidak lagi mempercayai Belanda atau bahkan orang-orang luar yang
datang ke Indonesia. Akan tetapi saat awal menduduki Indonesia Jepang mendapat sambutan
baik oleh rakyat Indonesia. Bagaimana usaha Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia
tersebut?
2. Sejak Jepang atau negeri Sakura atau negeri Matahari Terbit berkembang menjadi negara
industri dan tampil sebagai imperialis, Jepang mulai membutuhkan daerah-daerah baru. Salah
satu daerah baru yang dimaksud adalah Indonesia. Jelaskan apa yang melatar belakangi
datangnya Jepang ke Indonesia?
3. Seinendan, Keibodan, Barisan Pelopor dan Hizbullah adalah beberapa contoh organisasi
semi militer yang dibentuk langsung oleh pemerintah militer Jepang. Jelaskan tujuan
tersembunyi dibalik pembentuknya organisasi semi militer pada masa pendudukan Jepang!
4. Pada pertengahan tahun 1942 timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang agar
penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran
(termasuk semimiliter). Oleh karena itu, pemerintah Jepang di Indonesia kemudian
membentuk pemerintahan militer. Mengapa Jepang begitu semangat untuk membentuk
organisasi-organisasi militer dan semimiliter di Indonesia?
5. Pulau Jawa yang merupakan pusat pemerintahan yang sangat penting waktu itu masih
diberlakukan pemerintahan sementara. Hal ini berdasarkan Osamu Seirei (Undang-Undang
yang dikeluarkan oleh Panglima Tentara Ke-16). Di dalam undang-undang itu antara lain
berisi beberapa ketentuan. Jelaskan isi dari Undang-Undang Osamu Seirei!
6. Jepang yang mula-mula disambut dengan senang hati, kemudian berubah menjadi
kebencian. Rakyat bahkan lebih benci pada pemerintah Jepang daripada pemerintah Kolonial
Belanda. Jepang seringkali bertindak sewenang-wenang. Rakyat tidak bersalah ditangkap,
ditahan, dan disiksa. Kekejaman itu dilakukan oleh kempetai (polisi militer Jepang). Oleh
karena itu wajar bila nantinya terjadi berbagai macam perlawanan diberbagai wilayah di
Indonesia. Sebutkan dan jelaskan beberapa perlawanan rakyat terhadap pendudukan Jepang!
7. Sesuai dengan sifat pemerintahan militer, Jepang berusaha mengerahkan rakyat Indonesia,
terutama para pemuda melalui berbagai macam organisasi yang bersifat semimiliter dan
militer salah satunya adalah organisasi Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Jelaskan tugas
organisasi Putera!
8. Setelah Jepang berhasil menguasai Indonesia maka kekuasaan dipegang oleh Angkatan
Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kigun). Oleh pemerintahan Jepang wilayah Indonesia
dibagi menjadi tiga pusat pertahanan yaitu? Sebutkan dan jelaskan!
9. Kalijati merupakan tempat yang menjadi saksi sejarah antara Panglima Militer Ter Poorten
dan Gubernur Jenderal Tjardo van Starkenborgh Stachouwer (Belanda) yang menyerah tanpa
syarat kepada Jenderal Histoshi Immamura (Jepang) pada tanggal 8 Maret 1942. Jelaskan apa
yang melatar belakangi penyerahan tanpa syarat militer Belanda!
10. Dalam bidang politik, Jepang melakukan kebijakan dengan melarang penggunaan bahasa
Belanda dan mewajibkan penggunaan bahasa Jepang. Struktur pemerintahan dibuat sesuai
dengan keinginan Jepang, Sebutkan dan jelaskan struktur pemerintahan bentukan Jepang!

Sumber Referensi

Armelia. F. 2009. Pendudukan Jepang di Indonesia. Semarang : Alprin Pratama.
Aris. 2018. Masa Pendudukan Jepang. Pontianak : Derwati Press

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai sejak tahun 1942
dan berakhir tahun 1945 yang ditandai dengan adanya proklamasi
kemerdekaan Indonesia. Masa pendudukan Jepang selama Tiga
setengah tahun merupakan suatu periode paling menentukan dalam
sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Dalam usahanya untuk
membangun suatu imperium di Asia, Jepang meletuskan perang di
Pasifik. Perang Dunia II yang terjadi dikawasan Asia Pasifik ditandai
dengan serangan Jepang terhadap pangkalan laut Amerika Serikat di
Pearl Harbour, Hawai. Perang dunia II yang terjadi di Kawasan Asia
Pasifik ini berpengaruh besar herhadap gerakan kemerdekaan
negara-negara di Asia salah satunya adalah Indonesia. Kronologis
kedatangan Jepang ke Indonesia diawali dengan menduduki wilayah
Tarakan, Kalimantan Timur dan mulai menduduki beberapa wilayah
di Indonesia. Tujuan Jepang datang ke Indonesia adalah untuk
menguasai sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia karena
Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang dimilikinya.
Untuk memperkuat kedudukannya Jepang melakukan berbagai
macam propaganda agar dapat menarik hati rakyat Indonesia salah
satunya adalah menjanjika sebuah kemerdekaan. Selain itu jepang
juga membentuk beberapa organisasi baik organisasi sosial
kemasyarakan ataupun organisasi semimiliter dan militer dengan
tujuan membantu pihak Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Kedatangan pihak Jepang awal mulanya dapat disambut dengan baik
oleh rakyat Indonesia, akan tetapi seiring berjalannya waktu Jepang
mulai menunjukkan sifat aslinya yang tidak jauh berbeda dengan
pendudukan Belanda sebelumnya, maka dari itu rakyat dibeberapa
daerah di Indonesia melakukan perlawanan-perlawanan.

Pendidikan Sejarah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jember

2020


Click to View FlipBook Version