Manchester United (After SAF Era)
Anggito Wicaksono
X MM 2
Manchester United merupakan salah satu tim terbesar di Inggris, bahkan di
Dunia, namun sejak pelatih legendaris mereka, Sir Alex Ferguson memutuskan untuk
pensiun diakhir tahun 2013, Manchester United perlahan-lahan kehilangan jatidiri
mereka sebagai tim besar yang ditakuti oleh banyak tim lain. Disini saya akan
membahas perjalanan Manchster United untuk mencari sosok pengganti Sir Alex
Ferguson.
A. Era David Moyes (2013-2014)
David Moyes adalah pelatih sepakbola asal
Skotlandia, Moyes ditunjuk langsung oleh SAF untuk
menggantikan dirinya di Manchester United, SAF
memercayai Moyes akan menjadi suksesor dirinya di
Manchester United karena prestasi menterengnya
saat melatih Everton.
Dirinya dikontrak selama 6 tahun di Manchester
United, Moyes hanya mendatangkan 2 pemain
selama dia melatih di Manchester United yaitu Juan
Mata dari Chelsea dan Marouane Fellaini dari Everton.
Meski dikontrak selama 6 tahun, Pria asal Skotlandia ini harus mengakhiri
kontraknya lebih awal, ia dipecat pada April 2014 setelah hasil buruk yang
diraihnya bersama tim yang berjuluk setan merah tersebut.
B. Era Louis van Gaal (2014-2016)
Pada musim lalu manajemen Manchester United dianggap bersalah karena
mendatangkan ahli taktik yang minim dengan pengalaman, akhirnya pada Mei
2014 Manchester United meresmikan kedatangan pelatih dengan segudang
pengalaman selama melatih, yaitu Louis van Gaal.
Van Gaal datang ke Manchester United setelah mengantarkan tim nasional
Belanda meraih juara ketiga di Piala Dunia 2014, pria 63 tahun asal Belanda
tersebut diikat kontrak selama 3 tahun di Manchester.
Dengan segudang pengalaman yang
dimilikinya tentu saja fans berharap Van Gaal
bias memberikan kejayaan seperti dimasa Sir
Alex Ferguson, terlebih lagi dengan sokongan
finansial yang luarbiasa dari manajemen
Manchester United
Van Gaal memulai projek “Galacticos” nya
dengan mendatangkan banyak pemain
bintang, seperti Angel Di Maria dimusim pertamanya, Anthony Martial, Bastian
Schweinsteiger, Radamel Falcao, dan Memphis Depay adalah nama besar yang
diboyong Van Gaal ke Manchester.
Van Gaal juga banyak mengorbitkan pemain dari akademi seperti Jesse
Lingard, Marcus Rashford, Paddy McNair dan Andreas Pereira
Walaupun dengan kekuatan finansial, pemain kelas dunia, dan meraih trofi
FA Cup, Van Gaal dipecat pada akhir musim 2015/16 karena Van Gaal tidak
memenuhi ekspektasi manajemen Manchester United.
C. Jose Mourinho’s Era (2016-2018)
Setelah dipecatnya Van Gaal, Manchester United segera menemukan
penggantinya yaitu juru taktik berusia 58 tahun asal Portugal, Jose Mourinho.
Mourinho sudah banyak menukangi tim-tim
besar di Dunia dan meraih kejayaan bersama tim
tersebut, contohnya saat meraih Treble bersama Inter
Milan tahun 2010 dan menjuarai UCL bersama Porto
di 2002.
Pada musim pertamanya Mourinho
mendatangkan kembali Paul Pogba dari Juventus dan
menjadikannya pemain dengan mahar transfer
terbesar pada saat itu.
Dimusim pertamanya bersama United, Jose menunjukkan performya yang
luar biasa, dirinya menjuarai Europa League, FA Cup dan Carabao Cup,
sayangnya ketiga trofi tersebut merupakan trofi terakhirnya bersama Manchester
United, dua tahun berselang ia dipecat dari kursi kepelatihan Manchester United.
Mou memang seseorang yang sangat kontroversial selama melatih
Manchester United, Mou mengusung gaya bermain bertahan dan serangan balik
banyak ditentang oleh fans dan legenda klub, karena tidak sesuai dengan filosofi
permainan Manchester United.
Mou & Pogba
Dan juga Mou kerap memiliki masalah dengan pemainnya, tahun 2017
video pertikaian dirinya dengan Paul Pogba muncul diinternet, dan sejak saat itu
Pogba lebih sering dicadangkan oleh Mou.
Meskipun begitu, Mou sangat banyak mempromosikan pemain muda
akademi ke tim utama seperti, Scott McTominay, Axel Tuanzebe, Angel Gomes,
Joel Pereira dan lainnya.
Scott McTominay, gelandang yang bermain spartan untuk United
D. Era Ole Gunnar Solskjaer (2018-sekarang)
Ole Gunnar Solskjaer merupakan legenda Manchester United yang
menjuarai Treble tahun 1999, awalnya pria yang kerap dipanggil dengan
nama Ole tersebut hanya ditunjuk sebagai caretaker di Manchester United
menggantikan Jose.
Namun setelah performa apiknya
mengalahkan PSG secara dramatis dan
rekor tak terkalahkan Setan Merah
selama 10 pertandingan di Liga, Ole pun
diberi kontrak permanen selama 3 tahun.
Ole Gunnar Solskjaer
Awalmya Ole diragukan oleh banyak penggemar United sendiri karena
minimnya pengalaman dan menganggap Ole belum siap unutk posisi ini.
Dimusim pertamanya Ole hanya menggunakan skuad peninggalan Jose,
sayangnya Manchester United mengakhiri musimm di posisi 5 klasemen Liga Inggris,
dimusim selanjutnya Ole banyak mendatangkan pemain, dan salah satunya adalah
pemain yang menjadi kunci permainan Manchester United, yaitu Bruno Fernandes.
Bruno Fernandes, pemain yang menjadi kunci permainan United.
Bruno Fernandes didatangkan dari Sporting Lisbon dengan harga 55 juta
poundsterling, denagn kemampuan umpan dan visi yang sanagt bagus, serta
kemampuan set-pieces yang mumpuni Bruno merupakan salah satu pemian terbaik
Manchester United, bahkan masuk ke jajaran gelandang elit dunia.
Meskipun banyak rintangan dikala melatih Mnachester United, manajemen
masih memberikan kepercayaan kepada Ole, mereka tidak mau gegabah unutk
memecat pria asal Norwegia tersebut. Dan Ole membuktikannya dengan
membawa Manchester United memuncaki klasemen sementara Liga Inggris sejak
2017.
Sperti pelatih lainnya Ole juga banyak mengorbitkan pemain muda potensial,
seperti Brandon Williams, Tahith Chong, James Garner dan Mason Greenwood.
Mason Greenwood, salah satu pemain muda yang diorbitkan oleh Solskjaer.
Apakah Ole akan senasib seperti tiga pelatih terdahulu?, entahlah semua itu
ada dipundak Ole para pemain unutk selalu memberi performa yang terbaik.