LAPORAN IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN SISTEM INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK SATU SEHAT “ SI PAK REMES “ PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TINGKAT II ANGKATAN III TAHUN 2024 dr. JIMMI WISMAN SUTOMO HUTAGALUNG., MMKes NIP. 19770504 200604 1 018 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BARITO TIMUR
PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TINGKAT II ANGKATAN III TAHUN 2024
EXECUTIVE SUMMARY RME adalah penggunaan perangkat teknologi informasi untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengakses-an data yang tersimpan pada rekam medis pasien di Fasilitas Kesehatan dalam suatu sistem manajemen basis data yang menghimpun berbagai sumber data medis.
RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN
LATAR BELAKANG Luas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur adalah 3.834 km2 terbagi atas 10 Kecamatan, 100 Desa dan 3 Kelurahan. Berdasarkan Data PUSDATIN Penduduk Kabupaten Barito Timur adalah 130.007 jiwa dengan rincian sebagai berikut :
LATAR BELAKANG Belum adanya kebijakan dan Rekam Medis Elektronik yang mengatur pelaksaanaan integrasi data pasien dari seluruh masyarakat yang berobat di fasilitas kesehatan Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyebakan belum terintegrasinya data pasien dan informasi pasien. Permasalahan ini perlu segera diselesaikan dan dicari solusinya karena dapat mempengaruhi kinerja petugas kesehatan dan lama nya waktu pasien untuk berobat. Pada tahun 2024, pernah terjadi kasus Ibu Hamil Yang meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Tamiang Layang. Saat diperiksa di RS petugas mengalami kesulitan dalam mencari Riwayat pemeriksaan kehamilan sebelumnya karena tidak ada catatan RM dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah dilakukan investigasi ternyata yang bersangkutan tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas.
Dibangunnya Aplikasi Rekam Medis Elektronik dan bisa digunakan di seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (PUSKESMAS) dan terintegrasi ke satu sehat Membangun Sarana Prasarana Rekam Medis Elektronik TUJUAN PROYEK PERUBAHAN Jangka Pendek Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit dan Praktek mandiri menggunakan RME Jangka Panjang Jangka Menengah
Dengan adanya kebijakan ini memudahkan terintegrasi pelayanan Rekam Medis Elektronik di fasilitas kesehatan dan dapat memudahkan perawatan, pengelolaan, dan pengendalian aplikasi serta Backup data. Masyarakat yang mendapatkan pelayanan Kesehatan di Faslitas Kesehatan SDM Kesehatan Efisiensi dalam anggaran MANFAAT PROYEK PERUBAHAN Manfaat Langsung Manfaat Tidak Langsung Menghindari duplikasi data yang tidak perlu dan menghemat ruang penyimpanan. Pengambilan keputusan dapat lengkap, cepat dan akurat. Memperbaiki ketidakcocokan dan ketidakkonsistenan dalam data sehingga meningkatkan kualitas data secara keseluruhan.
R U A N G L I N G K U P Proyek Perubahan Rekam Medis Elektronik Terintegrasi Satu Sehat dengan ruang lingkup meliputi peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu, cepat, dan efesien pada Fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, ditunjang dengan SDM Kesehatan dan prasara pendukung yang memadai seperti perangkat komputer, jaringan internet, dan sistem aplikasi yang terintegrasi Program pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Timur dapat diartikan sebagai kondisi masyarakat Kabupaten Barito Timur yang mempunyai kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat sehingga produktif secara sosial dan ekonomis serta menjadi sumber daya yang kompetitif dalam menunjang kesinambungan pembangunan. A N A L I S I S M A S A L A H Sebagaimana pada era digitalisasi saat ini masyarakat sangat menuntut pelayanan yang cepat dan tepat, ada beberapa isu strategis yang mempengaruhi pelayanan kesehatan khususnya di Kabupaten Barito Timur adalah : Sistem Informasi Kesehatan terutama Rekam Medis Elektronik satu sehat belum tersedia; 1. Belum Optimalnya Sumber Daya Kesehatan; 2. Belum Optimalnya Kebijakan dan Manajemen di Bidang Kesehatan; 3. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular; 4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular. 5.
1. 3. 4. PENYEBAB MASALAH PRIORITAS 6. 5. 2. MAN MONEY METHOD MATERIAL MACHINE MEASUREMENT Sistem Informasi Kesehatan terutama Rekam Medis Elektronik satu sehat belum tersedia Lambatnya Petugas dalam mencari berkas Rekam medis. Berkas Rekam Medis berupa Map dan Kertas kertas kurangnya Informasi dan Keamanan data pasien Rekam medis manual yang belum terintegrasi dengan sistem satu data informasi kesehatan Budaya organisasi yang belum mengadopsi teknologi digital
1. 3. 4. 6. 5. 2. MAN MONEY METHOD MATERIAL MACHINE MEASUREMENT PENYEBAB MASALAH DAN SOLUSI Peningkatan kompetensi dan keterampilan petugas kesehatan Rekam medis Elektronik. Ketersediaan perangkat keras (hardware) dan (software) RME yang sesuai kebutuhan tersedianya teknologi informasi dan keamanan data integrasi dan migrasi data dari sistem manual ke RME Tersedia nya anggaran RME untuk pengambilan keputusan dan peningkatan layanan
Berdasarkan Analisa tulang ikan (fish bone) diatas dapat disimpulkan prioritas utama MATERIAL ; Ketersediaan perangkat keras (hardware) dan (software) RME yang sesuai kebutuhan, dan dalam Rencana Proyek Perubahan dengan Judul Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu sehat ; “SI PAK REMES” Aspek krusial dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dialami dalam melaksanakan Rencana Proyek perubahan di Analisa Kembali dengan analisis yang digunakan adalah metode anaisis SWOT Analisis SWOT merupakan salah satu metode analisis yang digunakan dalam memahami kondisi internal dan eksternal suatu organisasi atau usaha. Pada rekam medis, analisa SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang terkait dengan pengelolaan dan penerapan rekam medis. Dengan melakukan analisa SWOT, kita dapat memahami posisi rekam medis dalam lingkungan eksternal, serta mengidentifikasi faktor internal yang mempengaruhi pengelolaan rekam medis tersebut Analisis SWOT
Kurangnya kesadaran dan pemahaman tenaga medis tentang pentingnya pengelolaan rekam medis Keterbatasan infrastruktur teknologi informasi yang dapat menghambat pengoperasian sistem rekam medis elektronik Keterbatasan waktu yang tersedia untuk melatih tenaga medis dalam penggunaan sistem rekam medis elektronik Kurangnya koordinasi antara pihakpihak yang terlibat dalam pengelolaan rekam medis OPPORTUNITIES THREATS WEAKNESS Meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan rekam medis yang baik dalam dunia medis. Perkembangan teknologi informasi yang dapat memperkuat sistem rekam medis elektronik. Peningkatan aksesibilitas dan integrasi antara rumah sakit dan pusat kesehatan dalam pengelolaan rekam medis. Perubahanregulasi dan kebijakan terkait pengelolaan rekam medis yang dapat mendukung pengembangan sistem rekam medis. Adanya kesempatan untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal dalam pengelolaan rekam medis. Ketidaksesuaian sistem rekam medis dengan aturan dan regulasi yang berlaku Adanya risiko kebocoran data dan pelanggaran privasidalam pengelolaan rekam medis elektronik Persaingan yang ketat dengan penyedia layanan rekam medis lainnya Perubahan kebijakan dan regulasi yang dapat mempengaruhipengelolaan rekam medis Keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam pengelolaan rekam medis ANALISIS SWOT STRENGTHS Memiliki sistem rekam medis elektronik yang canggih dan terintegrasi. Tersedia tenaga medis yang terlatih dan berpengalaman dalam pengelolaan rekam medis Memiliki sumber daya yang cukup untuk mengelola dan memelihara rekam medis. Memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas dalam pengelolaan rekam medis Memiliki aksesibilitas yang baik dalam mengakses dan membagikan informasi rekam medis MATRIKS SWOT ASUMSI (ALTERNATIF) STRATEGI ANALISA BIAYA DAN MANFAAT
STRATEGI TEROBOSAN Pengintegrasian Electronic Medical Records / RME yang berguna untuk mempermudah koordinasi pada fasilitas layanan kesehatan dalam melakukan dokumentasi rekam medis pasien yang akurat, terkini, komprehensif, dan efisien ; Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu sehat ; “SI PAK REMES” Pentahapan Rencana Proyek Perubahan : Pembuatan SK Internal, SK Eksternal, dan PERBUP 1. Penyediaan PC dan penunjang Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Kesehatan 2. Perjanjian kerjasama dengan penyedia untuk terintegrasi ke satu sehat 3. Rekam Medis Elektronik terintegrasi Satu Sehat bisa digunakan di fasilitas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. 4. PENTAHAPAN PROYEK PERUBAHAN PENTAHAPAN MILESTONE
PENTAHAPAN MILESTONE
PENTAHAPAN MILESTONE
RENCANA STRATEGI MARKETING Dukungan Stakeholder ; Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Dari analisis kuadran stakeholder sebagaimana di atas dan dari ke 4 (empat) jenis Stakeholder dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dukungan Stakeholder ; Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, BPJS Kesehatan Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Defender BPJS Kesehatan
Latens Apathetics 1. Target pemasaran Seluruh Fasilitas Kesehatan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, kemudian pihak penerima manfaat merupakan Masyarakat yang mendapatkan pelayanan Kesehatan di Faslitas Kesehatan. 2. Pesan dan Komunikasi meningkatkan kinerja Fasilitas Kesehatan dalam pelayanan Kesehatan 3. Koordinasi dan Komunikasi koordinasi dengan perangkat organisasi daerah yang terkait seperti ; Dinas Komunikasi dan Informasi persandian dan statistik, Dinas Kependudukan dan catatan sipil, Dinas Penanaman modal dan perizinan satu pintu, dan Kantor Cabang BPJS ada di kabupaten Barito Timur, dan dikomunikasikan melalui media social, media online, flyer dan banner serta pada saat pelaksanaan rapat. 4. Evaluasi dan Pengukuran Metode keberhasilah dapat dilihat dari Jumlah aplikasi yang sudah terintegrasi dan digunakan oleh Fasilitas Kesehatan yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur.
RENCANA MATA PELATIHAN PILIHAN MENDUKUNG PROYEK PERUBAHAN 1. Diagnosa Organisasi 2. Manajemen Pemerintahan 3. Pengadaan Barang dan Jasa Kebutuhan Pelatihan : Pengembangan Kapasitas SDM Kesehatan 1. Pengembangan Kapasitas SDM Tenaga Jaringan 2. Program Pelatihan : Analsisis Database penggunaan RME 1. Pengembangan dan penggunaanAplikasi RME 2. Pemeliharaan dan perbaikan Jaringan 3. 4.Teknis Program RME Rencana Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Adopsi Proyek Perubahan Pentingnya pembuatan kebijakan sebagai payung hukum untuk melakukan integrasi layanan aplikasi RME. 1. Perlunya pemahaman tentang pentingnya integrasi layanan aplikasi terhadap layanan Kesehatan. 2. Rekam Medis Elektronik terintegrasi Satu Sehat bisa digunakan di fasilitas kesehatan Kabupaten Barito Timur 3.
RENCANA PENGEMBANGAN KOMPETENSI Pembentukan tim untuk penyusunan Draft Perbup tentang integrasi layanan aplikasi RME 1. Pelibatan OPD terkait dan lintas sektor penyedia layanan dalam penerapan pengembangan aplikasi pembentukan tim dalam penerapan Rekam Medis Elektronik terintegrasi Satu Sehat di Fasilitas Kesehatan 2. PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN CAPAIAN PERUBAHAN TERHADAP RENCANA PERUBAHAN DAN MANFAAT PROYEK PERUBAHAN capaian Proyek Perubahan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” pada Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur untuk tahapan Jangka Pendek yang dilaksanakan dalam jangka waktu 2 bulan, yaitu dari minggu ke-3 Mei hingga minggu ke-4 Juni 2024
MILESTONE 1 Melakukan sosialisasi Permenkes Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/1030/20 23 tentang Penyelengaraan Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Terlaksananya sosialisasi kepada 11 Puskesmas terkait implementasi dan timeline pelaksanaan RME melalui pertemuan dan media WA Grup Dinas Kesehatan Kab.Barito Timur, dan juga dilaksanakannya Rapat Koordinasi Internal Kepala Dinas Kesehatan bersama Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kab.Barito Timur. MILESTONE 2 Melaksanakan Konsultasi dengan Sekda (Mentor) mengenai rencana Proyek Perubahan. Pelaksanaan konsultasi dan koordinasi dilaksanakan untuk memastikan bahwa arah dan tujuan dari proyek perubahan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan, sehingga arahan dan masukan dari mentor sangat diperlukan.
MILESTONE 3 Melaksanakan Penggalangan Komitmen dengan beberapa Stakeholder / Lintas Sektor terkait yaitu : Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu BPJS Kesehatan Kab.Barito Timur
MILESTONE 4 Membuat Surat Penawaran Pekerjaan Jasa Vendor/Penyedia Layanan Rekam Medik Elektronik (RME). 01 Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) menyampaikan Surat Kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan Jasa Penyedia Layanan RME yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. MILESTONE 5 Menerima Surat Kesediaan Melaksanakan Pekerjaan Penyedia Layanan Rekam Medik Elektronik (RME) 11 Puskesmas Kab.Barito Timur . MILESTONE 6 Menerima Pengajuan Proposal dari Vendor Penyedia Layanan RME (VENDOR MEDICINE, CV.SANDI SUKSES TEKNOLOGI). Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) menyampaikan pengajuan Proposal Penawaran terkait profil Perusahaan, Fitur dan Module Layanan RME serta Penghitungan Cost Pekerjaan.
MILESTONE 7 Pertemuan dalam Rangka Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) bersama Vendor MEDICINE dan 11 Puskesmas di Kabupaten Barito Timur. Dinas Kesehatan Kab.Barito Timur memfasilitasi diskusi serta paparan teknis RME oleh Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) paparan melalui media Zoomeeting bersama Tim Dinas Kesehatan dan 11 Puskesmas Kabupaten Barito Timur. Pertemuan Implementasi Pengenalan RME
MILESTONE 8 Penandatanganan Surat Pernyataan Melaksanakan RME 11 Puskesmas dan Persetujuan dengan Vendor yang telah ditetapkan dalam rangka percepatan pelaksanaan proyek perubahan MILESTONE 9 Dinas Kesehatan Kab.Barito Timur membuat dan menyampaikan Surat Pesanan kepada Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) , berikut dengan rincian module layanan untuk 11 Puskesmas.
MILESTONE 10 Penandatanganan Kontrak Kerjasama dengan Penyedia Jasa Layanan RME Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI). Kesepakatan Kontrak Kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan Vendor Penyedia Layanan RME Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) selama 12 bulan (1 tahun) untuk 11 Puskesmas Kabupaten Barito Timur
MILESTONE 11 Pengiriman Data Petugas PIC RME Puskesmas dan kode SATUSEHAT ID kepada Vendor RME MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI) Dinas Kesehatan mengirimkan data PIC/Petugas Operator RME Puskesmas dan SATU SEHAT ID yang meliputi : Client ID, Secret ID dan Organization ID Puskesmas yang didapatkan dari updating data RME akun DFO 11 Puskesmas kepada Vendor MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI).
MILESTONE 13 MILESTONE 12 Integrasi flatform SEHATSEHAT ID Puskesmas oleh Vendor RME MEDICINE (CV. SANDI SUKSES TEKNOLOGI). Vendor Penyedia Layanan RME melakukan integrasi data SATUSEHAT ID yang meliputi : Client ID, Secret ID dan Organization ID Puskesmas ke platform SATUSEHAT Screen Shoot Flatform SEHATSEHAT ID Pelatihan Teknis/Training Penggunaan RME kepada 11 PIC RME 11 Puskesmas via media Zoomeeting, yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur memfasilitasi kegiatan Pelatihan teknis/Training Penggunaan RME kepada 11 PIC RME Puskesmas Barito Timur, dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk petugas mengenal lebih awal terkait penggunaan aplikasi RME.
MILESTONE 15 MILESTONE 14 MILESTONE 16 Dinas Kesehatan mengajukan permohonan Bridging/ Integrasi Rekam Medis Elektronik dengan Layanan P-Care BPJS. Penyusunan dan Penetapan (SK Internal) Tim Pembina dan Pengawas Rekam Medis Elektronik (RME) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur melakukan penyusunan dan penetapan (SK Internal) Tim Pembina dan Pengawas RME Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dalam rangka menjamin komitmen mutu pelaksanaan RME di Fasilitas Layanan Kesehatan Kabupaten Barito Timur Pengajuan Permohonan Bridging/ Integrasi Rekam Medis Elektronik dengan Layanan PCare BPJS Penyusunan Standard Operasional Procedure (SOP) Pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur menyusun sebuah instrumen melalui penyusunan SOP yang menjadi acuan atau pedoman pelaksanaan RME bagi Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Barito Timur
MILESTONE 17 MILESTONE 18 MILESTONE 18 LANJUTAN... Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur melakukan penyusunan dan pengajuan draft Keputusan Bupati Barito Timur tentang Penetapan Tim Rekam Medis Elektronik Kabupaten Barito Timur (SK Eksternal) dalam rangka membangun koordinasi lintas sektor bersama lintas OPD terkait dalam penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik di Kabupaten Barito Timur. MILESTONE 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur melakukan penyusunan dan pengajuan draft Peraturan Bupati Barito Timur tentang Pedoman Pelaksanaan RME pada Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Barito Timur dalam rangka memberikan payung hukum regulasi pelaksanaan RME di Kabupaten Barito TImur. Pengajuan Permohonan Bridging/ Integrasi Rekam Medis Elektronik dengan Layanan P-Care BPJS. Telaahan Staf dan Draft Peraturan Bupati Barito Timur Tentang Pedoman Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) Penyusunan Draft Keputusan Bupati Barito Timur Tentang Penetapan Tim Rekam Medis Elektronik Kabupaten Barito Timur (SK Eksternal). Pengajuan Permohonan Bridging/ Integrasi Rekam Medis Elektronik dengan Layanan P-Care BPJS. Pengadaan PC dan sarana prasarana perangkat pendukung operasional pelaksanaan RME 11 Puskesmas Barito Timur. Penyerahan PC untuk 11 Puskesmas
MILESTONE 20 MILESTONE 21 Benchmarking ke Dinas Kesehatan Slemen dan Puskesmas Depok 1as Uji Coba Pertama Penggunaan RME 11 Puskesmas dan interoperabilitas layanan Pelaksanaan Benchmarking RME ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Puskesmas Depok 1. 11 Puskesmas Barito Timur melaksanakan Uji Coba penggunaan RME dalam pelayanan Kesehatan, kegiatan dilakukan melalui Zoomeeting yang di pandu dan dibimbing oleh pihak ke 3. Uji Coba RME telah dilaksanakan oleh 11 Puskesmas mencakup pelayanan admisi/pendaftaran, rawat jalan, rawat inap, farmasi, laboratorium dan telah teintegrasi dengan layanan BPJS. Dahsbord RME dan ZOOMEETING
MILESTONE 22 Pelaksanaan Uji Coba kedua dan Simulasi RME 11 Puskesmas di Puskesmas Tamiang Layang. 11 Puskesmas Barito Timur melaksanakan Uji Coba secara langsung penggunaan RME dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamiang Layang pada saat Peluncuran program Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES”.
BEFORE - AFTER Pelatihan Penggunaan RME
BEFORE - AFTER
BEFORE - AFTER
BEFORE - AFTER
BEFORE - AFTER
BEFORE - AFTER
BEFORE - AFTER kesimpulan before - after
RME dilaksanakan oleh 11 Puskesmas yang dalam hal ini mencakup pelayanan adminitrasi/pendaftaran, rawat jalan, rawat inap, farmasi, laboratorium dan telah teintegrasi dengan layanan BPJS, dengan waktu yang cepat, tepat dan efesien, sehingga dapat memangkas waktu pelayanan Kesehatan. Dengan adanya kebijakan ini memudahkan terintegrasi pelayanan Rekam Medis Elektronik di fasilitas kesehatan dan dapat memudahkan perawatan, pengelolaan, dan pengendalian aplikasi serta Backup data pasien. Selain itu Efisiensi dalam anggaran dengan Konsep satu aplikasi Banyak Fungsi yaitu : penyediaan infrastruktur, perawatan, tenaga ahli pengelola serta operasional server yang dilakukan dengan 1 aplikasi yang terintegrasi. MANFAAT PROYEK PERUBAHAN
KEPEMIMPINAN STRATEGIS Kepemimpinan strategis adalah perilaku kepemimpinan yang mengacu serta berpedoman pada visi, misi, dan tujuan organisasi. Sehingga dalam memimpin, seorang pemimpin berlandaskan pada program-program yang telah dirancang secara komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam pelaksanaan proyek perubahan dalam layanan kesehatan, selain program yang tepat juga memerlukan pondasi yang kuat dalam pengorganisasian. Produktivitas dan pola pikir manajemen organisasi kerja yang baik. Kepemimpinan strategis adalah perilaku kepemimpinan yang mengacu serta berpedoman pada visi, misi, dan tujuan organisasi. Sehingga dalam memimpin, seorang pemimpin berlandaskan pada program-program yang telah dirancang secara komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi.
IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING Ketepatan stakeholder utama dan strategi komunikasinya, pemanfaatan strategis organisasi dan strategis marketing. Implementasi strategi yang akan diterapkan pada Proyek Perubahan ini adalah marketing mix 7P (Product, Price, Promotion, Place, People, Process, Physical Evidence) menurut Kotler (1997). Bentuk implementasi dari strategi marketing dimaksud dapat dilihat sebagai berikut : Product yang dihasilkan pada Proyek Perubahan ini berupa 1 sistem Aplikasi yang terintegrasi pada layanan Satu Sehat yang pengembangan Aplikasi RME yang disediakan pihak Penyedia layanan, serta 2 naskah dokumen yaitu PERBUP, dan satu buah Manual Book SOP, dengan rincian sebagai berikut : Aplikasi RME terintegrasi dengan Satu Sehat secara digital. Peraturan Bupati Barito Timur Tentang Pedoman Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) Pada Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Barito Timur. Standard Operasional Procedure (SOP) Pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. Product Modal utama dalam pelaksanaan Proyek perubahan ini adalah Permenkes Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/1030/2023 tentang Penyelengaraan Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan serta Penerapan Sanksi Administratif dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan. Selain dukungan regulasi, dukungan kerja sama dengan seluruh stakeholders juga turut mendukung keberlangsungan dan keberhasilan implementasi proyek prubahan ini. Price
Promosi Pengembangan Proyek Perubahan SI PAK REMES dilakukan dalam berbagai cara baik kegiatan formal seperti diskusi, rapat koordinasi, permohonan dukungan pimpinan dan stakeholders, maupun promosi yang dilakukan secara informal seperti video tutorial pelaksanaan Pelayanan RME maupun di media sosail lainnya. Palace Media tempat untuk mempromosikan Proyek Perubahan SI PAK REMES dilaksanakan melalui diskusi, rapat koordinasi dan permohonan dukungan pimpinan yang dilaksanakan secara virtual atau langsung dengan mengambil tempat secara langsung seperti di Dinas Kesehatan maupun di puskesmas, serta di media online seperti website Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur maupun di media social seperti Facebook dan WA Group. Orang dalam marketing berfungsi sebagai pemelihara kegiatan dan mempromosikan Proyek perubahan yang sangat mempengaruhi kualitas kegiatan yang diberikan. yang berhubungan dengan pelatihan dan motivasi dan manajemen sumber daya manusia. Dalam hal ini Project Leader melakukan motivasi terhadap seluruh anggota tim efektif dan mendorong untuk para anggota untuk program proyek perubahan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. People
Proses Seluruh aktivitas kerja adalah proses yang melibatkan prosedur, tugas, tahapan jadwal (milestone), mekanisme yang dilakukan dalam rangka menghasilkan dan menyampaikan jasa/ layanan/ produk. Proyek Perubahan SI PAK REMES dalam digitalisasi pelayanan administrasi kesehatan diawali dengan menyusun desain dummy dan mekanisme kerja aplikasi yang selanjutnya dilaksanakan uji coba pengembangan. Physical Evidence Physical evidence merupakan elemen substantif dalam konsep jasa. Bukti fisik dari digitalisasi pelayanan RME di Puskesmas dengan adanya bukti aplikasi yang sudah berjalan. Tampilan Dashboard RME
KEBERLANJUTAN PROYEK PERUBAHAN Peningkatan pelayanan kesehatan khususnya pada proyek perubahan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” yang dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur telah memiliki payung hukum melalui ; Permenkes Nomor 24 tahun 2022 Tentang Rekam Medis dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/1030/2023 tentang Penyelengaraan Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan serta Penerapan Sanksi Administratif dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan. Dengan adanya Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” sehingga harapan agar pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dan sesuai dengan perkembangan zaman di era digitalisasi.Pada akhirnya dan sebagai milestone jangka panjang, maka diharapkan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” dapat diterapkan pada cakupan yang lebih luas yaitu di fasilitas kesehatan lainnya yang ada di kabupaten Barito Timur.
PEMBERDAYAAN ORGANISASI PEMBELAJAR Self Learning Pemahaman secara substansi atas pelayanan kesehatan, serta pengalaman berkoordinasi antar-personal secara langsung untuk membangun kolaborasi dengan segenap stakeholders. Sharing knowlegde Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan melalui Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” yang menambah wawasan dan pengetahuan bagi segenap SDM di Dinas Kesehatan dan unit kerja Puskesmas, khususnya bagi Tim Efektif terkait substansi dan teknis pengembangan aplikasi. Learning by doing penyelesaian kendala-kendala teknis dalam Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan melalui Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES”, mulai dari persoalan substantif terkait dinamika perubahan desain dan bisnis proses aplikasi sampai pada pengaturan manajemen waktu dan personil, berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelesaian target output Proyek Perubahan
KETERKAITAN MATA PELATIHAN PILIHAN DENGAN PROYEK PERUBAHAN DiagnosaOrganisasi Diagnosa organisasi adalah sebuah proses yang sistematik untuk menilai sejauh mana sebuah organisasi berfungsi dengan efektif dalam rangka mencapai tujuannya, sehingga dapat diimplikasikan dalam Proyek Perubahan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES”, dimana proses perubahan tersebut berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Manajemen Pemerintahan Dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, kekuasaan diperlukan untuk menggerakkan berbagai aktivitas pemerintahan, dalam hal Proyek Perubahan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” ini proses manajemen dapat bekerja dengan baik mulai dari tahapan perencanaan dan pelaksanaannya. Pengadaan Barang dan Jasa Proses pengadaan Barang dan jasa pada Proyek Perubahan Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” yaitu ; Pengadaan Jasa Vendor pihak ke 3 dalam pengelolaan Aplikasi digital dan Pengadaan Barang berupa unit PC / Komputer yang didistribusikan di 11 Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur.
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI Pengembangan potensi diri adalah suatu usaha atau proses yang terus menerus ke arah penguasaan pribadi, sehingga dapat mendorong dan meningkatkan pertumbuhan pribadi demi kemauan belajar, yang akhirnya membentuk pribadi yang mumpuni. strategi pengembangan diri dengan menambah pengetahuan yang dilakukan dengan melanjutkan studi Doktoral, melakukan self-learning, self-education, dan lain-lain. Studi literatur juga merupakan salah satu pilihan misalnya membaca buku-buku ilmiah, artikel pengembangan diri, membaca riwayat hidup atau pemikiran tokoh sehingga dapat memberikan insight dalam memperbaiki konsep diri.
Kepemimpinan strategik merupakan modal dasar untuk mencapai keberhasilan organisasi dalam implementasi program-program strategis. Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timurtidak hanya didasarkan pada aspek pengembangan aplikasi dan substansi saja, namun juga dengan melihat berbagai permasalahan layanan administrasi Pelayanan Rekam Medis yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum sepenuhnya terdigitalisasi. Terkait permasalahan tersebut, project leader berinisiatif untuk menggalang kerja sama dengan berbagai pihak guna keberlanjutan Proyek Perubahan di masa mendatang. Melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik, Proyek Perubahan ini telah memperoleh dukungan yang memadai dari para stakeholders untuk pencapaian sampai dengan target jangkapanjang. PENUTUP Dengan terimplementasinya proyek perubahan melalui transformasi digital layanan administrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik maka seluruh layanan administrasi kesehatan di Unit kerja Puskesmas dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Pelaksanaan Proyek Perubahan dengan judul “Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Rekam Medis Elektronik Satu Sehat “SI PAK REMES” secara umum berjalan lancar dan efektif. Upaya untuk mewujudkan integrasi dan kolaborasi antar stakeholders dapat mencapai target jangka pendek (April- Juni 2024) sesuai yang diharapkan.