The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aronggeartd, 2021-12-27 04:46:42

Sistem Ekskresi Manusia

Sistem Ekskresi Manusia

TIRZA.D.ARONGGEAR

Biologi

SISTMEMANEUKSSIKARESI

UNIVERSITAS
PENDIDIKAN GANESHA

GLOSARIUM

Bilirubin :Memberi warna pada feses
Kandungkemih : tempat penyimpanan urine
Kreatinin : Produk sisa yang dibuang dalam urin yang berasal

dari pemecahan kreatinin otot
Batu ginjal : Adanya endapan pada rongga ginjal atau kandung

kemih.
Dialisis : Prosedur yang digunakan pada keadaan gagal ginjal

untuk membersihkan zat-zat sisa yang terakumulasi
dalam darah, racun, dan membuang kelebihan cairan.
Dermis : Lapisan dalam kulit yang terdapat pembuluh darah,
akar rambut, dan ujung saraf
Ekskresi : Pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak

digunakan lagi.
Epidermis : lapisan terluar kulit
Glomerulus: Struktur yang terbentuk dri pembuluh- pembuluh

darah kecil yang menyaring darah menjadi urin
Ginjal:organ penting yang membersihkan darah dari zat-zat sisa

dan mengeluarkannya dalam bentuk urin
Gagal ginjal: kehilangan fungsi ginjal
Lithiasis : Penyakit yang ditandai dengan pembentukan batu.

Jika berlokasi di saluran kemih atau ginjal , kita sebut
urolithiasis atau nephrolithiasis.
Nefron : unit fungsional ginjal
Nefritis: Radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri Streptococcus sp.
Tubulus: Bagian dari nefron berbentuk pipa panjang yang
menghasilkan urin akhir dari cairan yang dikumpulkan
setelah

Kata Pengantar

Segala Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas rahmat dan anugerah-Nya yang sudah diberikan sehingga

kami bisa menyelesaikan buku pembelajaran yang berjudul
"Sistem Ekskresi Manusia" dengan tepat waktu. Tujuan dari
penulisan buku ini tidak lain untuk membantu siswa-siswi dalam
memahami materi Sistem Ekskresi Manusia dan meningkatkan

literasi digital siswa-siswi.



Kami sadar bahwa penulisan buku ini bukan merupakan buah hasil
kerja keras kami sendiri. Ada banyak pihak yang sudah berjasa
dalam membantu kami dalam menyelesaikan buku ini, seperti

pengambilan data, pemilihan materi, video, dll. maka dari itu kami
mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah

membantu memberikan wawasan dan bimbingan kepada kami
sebelum maupun ketika menulis buku pembelajaran ini.


Kami juga sadar bahwa buku yang kami buat jauh dari

kesempurnaan. Maka dari itu, kami meminta dukungan dan
masukan dari para pembaca yang membangun, agar kedepannya

kami bisa lebih baik lagi dalam menulis buku. Terimakasih.






Singaraja, 5 Desember 2021






Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………..................................................................
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..............................................................
GLOSARIUM ……………………………………………………………………....................................................................
PETA KONSEP ………………………………………………………………………..............................................................
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN EKSKRESI PADA MANUSIA

1.Kulit ……………………………………………………………………………………………………………………………….........
2.Paru-paru …………………………………………………………………………………………………………………………....
3. Hati ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
4.Ginjal ……………………………………………………………………………………………………………………………………
Rangkuman …………………………………………………………………………………………………………...........................
Video Pembelajaran …………………………………………………………………………………………………………………...
Latihan Soal …………………………………………………………………………………………………………………………….....
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………………………….

STRUKTUR DAN FUNGSI
ORGAN EKSKRESI PADA MANUSIA

Pernahkah kalian merasa haus setelah berolahraga? atau setelah berjalan dibawah terik matahari?
setelah berolahraga ataupun setelah beraktivitas dibawah terik matahari kita akan merasa haus.
Hal ini dikarenakan tubuh telah kehilangan banyak cairan (keringat). Keringat merupakan sisa dari
metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

Manusia memiliki organ ekskresi yang komplek dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya.
organ-organ ekskresi tersebut sangat penting dalam menjalankan fungsinya seperti mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme, mengatur homeostatis tubuh dan mengatur kadar pH cairan tubuh. Berikut
adalah organ-organ yang termasuk dalam sistem ekskresi manusia




Gambar 1. Organ-organ ekskresi manusia

A. Kulit

Gambar 2. Kulit

Kulit berperan untuk mengeksresikan urea, garam dan kelebihan air melalui kelenjar keringat yang ada
dikulit. Keringat manusia terdiri dari air, garam dan garam dapur (NaCl), sisa metabolisme sel, urea dan
asam. Kulit terdiri dari 3 lapisan, yaitu :

Gambar 3. Struktur Kulit
Sumber : GuruPendidikan.co.id

1. Epidermis


Epidermis merupakan lapisan terluar kulit tersusun atas sel-sel epithelial yang terus menerus terlepas

dan jatuh. Sel-sel yang baru akan mendorong kebagian atas dari lapisan-lapisan bawah kulit untuk
menggantikan sel-sel yang hilang. Ketebalan epidermis akan menentukan ketebalan kulit. kulit yang
tebal seperti telapak tangan, ujung jari. lapisan-lapisan kulit tebal terdiri dari 5 lapisan yaitu; stratum
basal, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum dan stratum korneum. sedangkan
lapisan kulit tipis hanya terdiri dari 4 lapisan dan tidak memiliki lapisan stratum lusidum.
Sel-sel pada stratum basal, spinosum dan stratum granulosum merupakan sel hidup karena
mendapatkan nutrient dan kapiler dijaringan ikat (dalam hal ini adalah Dermis). sebaliknya sel-sel
distratum lusidum dan stratum korneum merupakan sel mati karena tidak mencapai lapisan ini.

2. Dermis

Pada lapisan Dermis terdapat pemubuluh darah, akar rambut dan ujung saraf. selain itu, terdapat pula
kelenjar keringat (Glandula sudorifera) serta kelenjar minyak (Glandula sebassea) terletak dekat akar
rambut dan berfungsi meminyaki rambut. kelenjar keringat berupa pipa terpilin yang memanjang dari
epidermis dan masuk kedalam dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung dan dikelilingi oleh kapiler
darah dan serabut saraf simpatetik. Dari kapiler darah inilah kemudia kelenjar keringat menyerap
cairan jaringan yang terdiri dari air dan 1% larutan garam beserta urea. Cairan jaringan tersebut
dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran keringat ke permukaan kulit. Proses pengeluaran keringat
diatur oleh pusat pengatur suhu didalam otak (Hipotalamus). Hipotalamus menghasilkan enzim
bradikinin yang akan mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat.
jika pusat pengatur suhu mendapat rangsangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh
darah, sehingga rangsangan tersebut akan diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat.
selanjutnya kelenjar keringat akan menyerap air, garam dan sedikit urea dari kapiler darah. kemudian
akan mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat. Keringat tersebut menguap dan
menyerap panas sehingga tubuh akan kembali normal.

3. Hipodermis

Lapisan Hipodermis merupakan lapisan ketiga, hipodermis berada dibagian bawah dermis dan
berfungsi untuk melekatkan kulit dengan otot atau tulang. Hipodermis sendiri bukan lagi bagian dari
lapisan kulit. Pada lapisan ini terdapat jaringan lemak yang menjadi bantalan dan melindungi tubuh dari
panas dan dingin serta sebagai tempat penyimpanan energi.

B. Paru-paru

Gambar 4. Paru-paru
Sumber : kelaspintar.id

Paru-paru merupakan organ ekskresi yang berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida dan uap air
yang dihasilkan dari respirasi. Karbon dioksida yang dihasilkan selama respirasi dalam sel akan
diangkut oleh hemoglobin dalam darah. Pada prinsipnya karbondioksida akan diangkut dengan dua
cara yaitu : melalui plasma darah dan diangkut dalam bentuk ion HCO3 melalui proses berantai.
pertukaran gas terjadi didalam alveoli , kantong-kantong udara yang menggugus diujung bronkiolus
paling kecil. Paru-paru manusia mengandung jutaan alveoli yang secara bersamaan memiliki area
permukaan sekitar 100m2, lima puluh kali lebih luas daripada kulit. oksigen diudara yang memasuki
alveoli akan terlarut dalm selaput lembab yang melapisi permukaan dalam dan berdifusi dengan cepat
dan melintasi epithelium ke dalam jejaring kapiler yang mengelilingi setiap alveoli.
Karbon dioksida akan berdifusi dalam arah yang berlawanan dari kapiler dan melitasi epithelium alveoli
dan menuju kedalam rongga udara.

Gambar 5. Struktur Paru-paru
Sumber : ruangguru.com

C. Hati

Gambar 6. Hati
Sumber : kompas.com

Hati merupakan salah satu organ ekskresi yang berperan dalam membuang urea, pigmen, empedu
dan racun. Hati merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh dan berperan dan berperan dalam
detoksifikasi. hati akan megeksresikan kurang lebih 1/2 liter empedu setiap harinya.
Empedu merupakan cairan hijau kebiruan yang berasa pahit dan memiliki pH 7-7,6. Mengandung
kolesterol, garam mineral, garam empedu dan pigmen (zat warna empedu) yang disebut bilirubin dan
biliverdin. Empedu berasal dari perombakan sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak
didalam hati. sel-sel hati yang khusus bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit. Sel tersebut
akan menguraikan hemoglobin menjadi senyawa hemin, zat besi (Fe0 dan globulin. Zat besi diambil
dan disimpan dalam hati untuk dikembalikan ke sumsum tulang. Globin digunakan lagi untuk
metabolisme protein atau yang membentuk Hb baru. Senyawa hemin didalam hati menjadi zat warna
empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Selanjutnya zat warna tersebut dikirim ke usus dua belas jari dan
dioksidasi menjadi urobilin. Urobilin berwarna kuning coklat yang berperan memberi warna pada feses
dan urin.

Gambar 7. Struktur Hati
Sumber : Inankito.org

D. Ginjal

Gambar 8. Struktur Ginjal

Ren atau yang sering disebut Ginjal berbentuk seperti biji kacang merah (Ercis). Ginjal terletak dikanan
dan dikiri tulang piggang yaitu didalam rongga perut pada dinding tubuh dorsal. Ginjal berjumlah dua
buah dan berwarna merah keunguan. Ginjal sebelah kiri terletak agak lebih tinggi daripada ginjal
sebelah kanan. sebuah saluran sempit yang disebut ureter terdapat disetiap ginjal. Ureter inilah yang
terhubung ke kanting besar yang disebut kandung kemih. Urin dikumoulkan dan disimpan dalam
kandung kemih. Pada kandung kemih terdapat saluran berotot yang disebut uretra. Uretra bekerja
sebagai saluran tempat pembuangan. Urin terus mengalir keluar dari ginjal dan menuju kedalam
ureter dan akan bergerak menuju kedalam kandung kemih. hal ini karena adanya kontraksi dinding
ureter. Kandung kemih dapat mengembang dan memperluasvolumenya agar dapat diisi urin.

Gambar 9. Sistem urinaria pada manusia

Struktur penampang ginjal menunjukkan daerah yang berwarna gelap dibagian luar yang disebut
korteks dan daerah yang berwarna pucat dibagian dalam ang disebut medulla. Setiap ginjal terdiri atas
sejumlah besar unit fungsional terluar yang tipis dan mikroskopis yang disebut nefron atau tubulus
urineferous. Bagian tubulus merupakan bagian yang melingkar. Bagian tubulus ini terdiri atas tubulus
kontortus proksimal atau saluran pertama. Lengkung henle yang berbentuk "U" dan tubulus kontortus
distal atau saluran kompleks (Tubulus kedua). Tubulus kontortus distal yang berlekuk-lekuk akan
bermuara pada tubulus pengumpul (kolektivus). Banyak nefron dari tubulus distal yang kemudian
bergabung dengan tubulus pengumpul. Tubulus pengumpul inilah yang mengumpulkan urin dari
nefron.
Lengkung henle merupakan bagian dari saluran ginjal (tubulus) yang melengkung pada daerah medulla
dan berhubungan dengan tubuls proksimal maupun tubulus distal didaerah korteks. Bagian lengkung
Henle ada dua, yaitu lengkung Henle asendens (menanjak) dan Henle desendens (menurun).

E. Rangkuman

1.Sistem ekskresi merupakan sistem pembuangan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak
berguna dalam tubuh makhluk hidup, meliputi ginjal, hati, paru-paru dan kulit.

2.kulit sebagai alat ekskresi mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam, urea
dan ion-ion.

3.paru-paru sebagai organ ekskresi yang berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida dan uap air
yang dihasilkan dari respirasi

4.Hati (hepar) berfungsi memecah beberapa senyawa yang bersifat racun (detoxifikasi), serta
menghasilkan amonia, urea dan asam urat yang kan diekskresikan ke dalam urine.

5.ginjal atau ren berbentuk seperti biji buah kacang merah (ercis). Ginjal terletak dikanan dan dikiri
tulang pinggang yaitu didalam rongga perut pada dinding tubuh dorsal dan berfungsi dalam
pembentukan urine

Video Pembelajaran : https://youtu.be/MbEp4fUhnRw




Click to View FlipBook Version