Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP E-MODUL BIOLGI Berbasis Socio Scientific Issues (SSI) SMA Kelas X Penyusun : Rifda Safitri
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup ii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan E-Modul (elektronik modul) yang berjudul “Perubahan Dan Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis Socio Scientific Issues (SSI)”. E-Modul ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran yang mengacu pada kerangka dasar dan struktur Kurikulum Merdeka SMA/MA. E-Modul ini membahas materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup yang disususn ke dalam 6 (enam) bagian. Topik 1 (satu) membahas mengenai keseimbangan dan perubahan lingkungan hidup, topik 2 (dua) membahas mengenai pencemaran lingkungan hidup, topik 3 (tiga) membahas mengenai akumulasi bahan pencemar dalam rantai makanan, topik 4 (empat) membahas mengenai penanganan limbah, topik 5 (lima) membahas mengenai dinamika komunitas, dan topik 6 (enam) membahas mengenai adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan lingkungan. E-Modul ini diperuntukkan bagi peserta didik yang berisikan kegiatan yang mengacu kepada tujuan pembelajaran yang telah disusun dan E-Modul ini berisikan kegiatan yang berbasis Socio Scientific Issues (SSI), seperti melakukan pendekatan dan analisis masalah, klarifikasi masalah, melanjutkan isu permasalahan sosial, diskusi dan evaluasi, serta metarefleksi. Selain itu, E-Modul ini dilengkapi dengan link video pembelajaran dan informasi serta fakta terkait keadaan perubahan dan pelestarian lingkungan hidup untuk memperluas pengetahuan peserta didik. Semoga E-Modul ini dapat bermanfaat dan memperlancar proses Pembelajaran Biologi bagi peserta didik SMA/MA khususnya pada Materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas X. Saran bagi pembaca/pengguna E-Modul ini sangat diharapkan demi perbaikan penulisan E-Modul kedepannya. Pekanbaru, Mei 2024 Penulis Rifda Safitri
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup DAFTAR ISI Kata Pengantar......................................................................................ii Daftar Isi...............................................................................................iii Petunjuk Penggunaan...........................................................................iv Kompetensi.............................................................................................v Peta Konsep...........................................................................................vi Pendahuluan........................................................................................vii A. Keseimbangan dan Perubahan Lingkungan Hidup..........................1 B. Pencemaran Lingkungan Hidup.......................................................8 C. Akumulasi Bahan Pencemar dalam Rantai Makanan....................16 D. Penanganan Limbah........................................................................21 E. Dinamika Komunitas........................................................................31 F. Adaptasi dan Mitigasi terhadap Perubahan Lingkungan..............38 Rangkuman..........................................................................................43 Daftar Pustaka.....................................................................................44 Glosarium.............................................................................................45 iii
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup iv PETUNJUK PENGGUNAAN Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menggunakan E-Modul ini adalah sebagai berikut : 1.Bacalah petunjuk penggunaan E-Modul secara seksama. 2.Pahami tujuan pembelajaran yang tertera dalam E-Modul. Diskusikan dengan teman Anda dalam menjawab penugasan dalam E-Modul. 3. Jika HP Anda belum memiliki fasilitas QR, silahkan terlebih dahulu mengunduh aplikasi QR Code untuk terlebih dahulu mengakses video/artikel. 4. Penilaian dalam pembelajaran ini meliputi aspek sikap, kemandirian belajar, keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kognitif. 5.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup v TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didk dapat menganalisis dan mengemukakan gagsan terkait pemecahan masalah perubahan lingkungan di daerahnya. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab berbagai pencemaran. Peserta didik dapat memprediksi dampak negatif dari pencemaran udara di atmosfer terhadap bumi. Peserta didik dapat mengemukakan penanganan berbagai jenis limbah (cair, gas, padat, dan B3). Peserta didik dapat melakukan daur ulang limbah yang dapat bermanfaat bagi kehidupan. Peserta didk dapat menganalisis dan mengemukakan gagasan terkait pemecahan masalah perubahan lingkungan di daerahnya. KOMPETENSI Kompetensi adalah mencakup Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain, mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penelitian, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan merefleksi, serta mengkomunikasikan dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar Pancasila.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Keseimbangan dan Perubahan Lingkungan Hidup Pencemaran Lingkungan Hidup Akumulasi Bahan Pencemar dalam Rantai Makanan Penanganan Limbah Dinamika Komunitas Adaptasi dan Mitigasi terhadap Perubahan Lingkungan Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran Tanah Pencemaran Suara Penanganan Limbah Cair Penanganan Limbah Padat Penanganan Limbah Gas Penanganan Limbah B3 Suksesi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup vi PETA KONSEP
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup vii PENDAHULUAN Lingkungan adalah kesatuan ruang yang meliputi seluruh benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya. Komponen lingkungan hidup terdiri dari faktor abiotik (tanah, air, udara, cuaca serta suhu) dan faktor biotik (tumbuhan dan hewan, termasuk manusia). Lingkungan hidup, baik abiotik maupun biotik mempengaruhi dan dipengaruhi oleh manusia. Semua yang terdapat pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat bertahan hidup dan mempertahankan keberadaannya (eksistensi). Untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisme, diperlukan adanya hubungan timbal balik (interaksi) antara kelompok-kelompok organisme dengan lingkungan hidupnya. Kondisi lingkungan yang alami dengan segala keragaman interaksinya dapat menjaga keseimbangan alam. Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam reaksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Namun tidak menutup kemungkinan kondisi lingkungan yang demikian tersebut dapat mengalami perubahan akibat campur tangan manusia dengan segala pemenuhan kebutuhan yang melampaui batas. Gangguan tersebut juga dapat berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 1 KESEIMBANGAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN HIDUP Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat menganalisis dan mengemukakan gagasan terkait pemecahan masalah perubahan lingkungan di daerahnya.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2 Menurut UU No. 32 Tahun 2000 lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, kesejahteraan manusia serta makhluk lain. Perubahan lingkungan dapat mengarah kepada perbaikan lingkungan atau kerusakan lingkungan. Perbaikan lingkungan mengarah pada keseimbangan lingkungan. Sekarang ini menjadi hal yang sangat sulit untuk mengembalikan lingkungan kepada keseimbangan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam tidak dapat dicegah terjadinya, sedangkan faktor manusia dapat dikurangi dan dikendalikan. PERATURAN Gambar 1. Ilustrasi Perubahan Lingkungan Sumber: iStockphoto PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 3 Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mengatasi gangguan atau tekanan yang timbul dari alam maupun dari aktivitas manusia, serta kemampuan lingkungan untuk menjaga kestabilan kehidupan di dalamnya. Kriteria lingkungan dikatakan seimbang adalah sebagai berikut : Lingkungan yang di dalamnya terdapat pola-pola interaksi, meliputi arus energi, daur materi, rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi, daur biogeokimia, dan produktivitas yang berlangsung secara proporsional. 1. Lingkungan yang homeostatis, yaitu lingkungan yang mampu mempertahankan terhadap gangguan alam, baik gangguan secara alami maupun buatan. 2. Pertumbuhan dan perkembangan organisme berlangsung secara alami sehingga tidak ada organisme yang mendominasi terhadap organisme lainnya. 3. Memiliki daya dukung lingkungan, kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. 4. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. 5. Faktor alam, antara lain gempa bumi, banjir, tsunami, gunung meletus, tanah longsor, angin topan, dan kemarau panjang. Faktor manusia, antara lain pembakaran dan penebangan hutan, pembangunan industri dan permukiman, penambangan secara liar, sistem pertanian monokultur, dan pencemaran lingkungan. Lingkungan hidup adalah lingkungan fisik yang mendukung keberlangsungan kehidupan dan melibatkan proses-proses aliran energi serta perputaran materi. Dalam konteks ini, keseimbangan lingkungan dapat terjaga secara alami jika komponen-komponen yang terlibat dalam interaksi berperan sesuai dengan kondisi keseimbangan, sambil menjaga kelangsungan aliran energi dan siklus biogeokimia.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 4 Keseimbangan lingkungan dapat terganggu ketika terjadi perubahan, seperti berkurangnya fungsi komponen atau bahkan hilangnya beberapa komponen yang dapat memutus rantai makanan dalam ekosistem tersebut. Pembangunan yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia seringkali berdampak pada perubahan lingkungan. Perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang dalam beberapa kasus, sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran telah menjadi isu penting di tingkat lokal, nasional, dan global. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran tersebar luas dan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia serta menyebabkan bencana alam. Perubahan lingkungan yang merusak lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. Faktor manusia mencakup penggunaan sumber daya alam untuk memenuhi berbagai kebutuhan, yang seringkali menghasilkan limbah yang tidak terpakai. Pembuangan limbah yang tidak sesuai dapat mencemari air, udara. dan tanah, yang seiring berjalannya waktu, dapat merusak lingkungan. BIO NEWS Pada bulan Juli 2023 BMKG mengungkapkan, terjadi anomali suhu rata-rata yang mencapai peringkat ke-4 tertinggi sejak tahun 1981, menunjukkan intensifikasi dari perubahan iklim golbal. Sumber: liputan6.com
Gambar 2. Kerusakan Lingkungan oleh Manusia Sumber: Canva.com Yuk Nonton! Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 5 Berikut adalah contoh gambar kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh manusia : ISU LINGKUNGAN Berdasarkan QR Code video diatas, jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Anda! Berdasarkan peristiwa pada video isu lingkungan diatas, menurut Anda komponen lingkungan apa saja yang dapat mengalami kerusakan? Perkirakan dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari peristiwa tersebut? Jawaban : Sumber: YouTube KLARIFIKASI MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 6 Sumber : https://jpion.org/index.php/jpi/article/view/286/189 MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL Permasalahan yang saat ini membuat tidak seimbangnya lingkungan diantaranya yaitu: Pertama, deforestasi dan degradasi hutan, di banyak wilayah, hutan yang berfungsi sebagai paruparu dunia terus mengalami penebangan liar dan konversi lahan untuk pertanian dan pemukiman. Ini mengakibatkan hilangnya habitat alami bagi banyak spesies dan menurunkan kapasitas hutan untuk menyerap karbon dioksida. Kedua, pencemaran air dan udara, limbah industri dan domestik seringkali dibuang ke sungai dan danau tanpa pengolahan yang memadai, mengakibatkan pencemaran yang merusak ekosistem air dan mengancam kesehatan manusia. Pencemaran udara dari kendaraan bermotor dan pabrik juga menjadi masalah serius di banyak kota besar. Ketiga, hilangnya keanekaragaman hayati, perburuan liar, perubahan penggunaan lahan, dan pencemaran menyebabkan banyak spesies flora dan fauna berada di ambang kepunahan. Kehilangan keanekaragaman hayati ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga mengurangi sumber daya genetik yang penting untuk pertanian dan obat-obatan. Keempat, perubahan iklim, emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menyebabkan perubahan iklim yang membawa dampak luas, seperti peningkatan suhu global, kenaikan permukaan laut, dan pola cuaca ekstrem. Ini mengancam kelangsungan hidup banyak spesies dan mempengaruhi sistem pertanian dan sumber daya air. Kelima, kurangnya kesadaran dan edukasi lingkungan, banyak masyarakat belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Kurangnya edukasi dan kesadaran ini menghambat upaya konservasi dan pemulihan lingkungan. Peran Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan Hidup di Nagari Limakaum
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 7 DISKUSI DAN EVALUASI Bagaimana solusi yang dapat Anda berikan terhadap permasalahan lingkungan yang saat ini terjadi hingga membuat tidak seimbangnya lingkungan hidup ? Mengapa emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia dapat menyebabkan perubahan iklim yang membawa dampak luas ? METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai keseimbangan dan perubahan lingkungan hidup yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang keseimbangan dan perubahan lingkungan hidup! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing. Jawaban :
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 8 PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab berbagai pencemaran.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 9 Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syarat-syarat suatu zat dapat disebut polutan adalah jika keberadaannya dapat merugikan makhluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat, atau berada pada tempat yang tidak tepat. Pencemaran udara Pencemaran air Pencemaran tanah Pencemaran suara Pencemaran dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu : PENCEMARAN UDARA Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsurunsur berbahaya ke dalam atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari 78% Nitrogen, 20% Oksigen, 0,93% Argon, 0,03% Karbon dioksida (CO₂) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metana (CH₄), dan Hidrogen (H₂). Udara dikatakan “Normal” dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Aapun beberapa jenis bahan yang dapat mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO₂), Sulfur dioksida (SO₂), Karbon dioksida (CO₂), Ozon (O₃), Benda Partikulat (PM), Timah (Pb) dan Hidrokarbon (HC). PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 10 Akibat aktivitas perubahan manusia, udara seringkali menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifatsifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan di suatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Pencemaran udara dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam, yaitu pencemaran primer dan pencemaran sekunder. Pencemaran Primer Pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumberpencemaran udara, diantaranya kendaraan bermotor dan aktivitas mesin pembakaran pada pabrik-pabrik penghasil sulfur monoksida (SO) dan karbon monoksida (CO) akibat dari proses pembakaran yang tidak lengkap. Diklasifikasikan menjadi : Pencemaran Sekunder Pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Contohnya gabungan sulfur dioksida (SO₂), sulfur monoksida (SO), dan uap air (H₂O) akan menghasilkan acid sulfuric. Reajsi antara pencemar primer menghasilkan peroksi asetil nitrat. CFC berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas serta AC mobil. Gambar 4. Polusi udara dari kebakaran hutan Sumber: BPBD DIY Gambar 3. Polusi udara dari kendaraan Sumber: Sinpo.id
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 11 Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampung air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat masuknya organisme atau zat tertentu yang menyebabkan menurunnya kualitas air tersebut. Danau, sungai, lautan, dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. PENCEMARAN AIR Gambar 5. Pencemaran air di Aliran Sungai Siak, Pekanbaru (di bawah Jembatan Siak IV) Pemanfaatan danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air hujan dan air limbah bahkan berpotensi sebagai objek wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Sebelum air dapat dikonsumsi, air harus memenuhi syarat fisik, kimis maupun biologis. Penyebab Pencemaran Air Pembuangan limbah industri ke perairan Pembuangan limbah rumah tangga (domestik) ke sungai Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan Terjadinya erosi pembawa partikel tanah ke perairan Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan Tumpahan minyak atau ledakan sumur minyak lepas pantai
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 12 Pencemaran tanah bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya membuang sampah plastik yang sulit didegradasi, penggunaan pupuk kimia, insektisida, fungisida, herbisida, DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) secara berlebihan. Sedang secara tidak langsung terjadi melalui perantara air dan udara, misalnya limbah domestik dan industri di buang ke sistem perairan lalu polutan tersebut terserap ke dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah yang tidak mudah terurai, seperti plastik, kaca, sterofoam, dan kaleng. PENCEMARAN TANAH Gambar 6. Pencemaran tanah Sumber: Canva PENCEMARAN SUARA Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang ditimbulkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaknyamanan dan merusak pendengaran makhluk hidup di sekitarnya. Ada beberapa macam kebisingan yang bisa menjadi penyebab pencemaran suara, yaitu : Gambar 7. Pencemaran suara Sumber: YouTube Kebisingan impulsif, jika terjadi dalam waktu yang singkat dan biasanya mengejutkan, contohnya suara petasan. 1. Kebisingan impulsif continue, jika terjadi terus menerus tapi hanya sepotong-sepotong, contohnya suara palu yang sedang dipukulkan. 2. Kebisingan semi-continue, jika terjadi hanya sekejap, lalu hilang dan timbul lagi. Misalnya suara kereta api yang melintas. 3. Kebisingan continue, jika terjadi secara terus-menerus dalam waktu yang lama, misalnya suara mesin pabrik. 4.
No. Aktivitas Manusia/Peristiwa Alam yang Berakibat Pencemaran Air dan Tanah Usaha Pencegahan atau Penanganan Masalah Partisipasi Ya Tidak 1. 2. 3. Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 13 KLARIFIKASI MASALAH Yuk Nonton! ISU LINGKUNGAN Sumber : YouTube Berdasarkan QR Code video diatas, lengkapi tabel berikut sesuai dengan pemahaman Anda! Tahukah Anda bahwa pencemaran air serta tanah dapat diakibatkan oleh aktivitas manusia dan peristiwa alam? Identifikasi aktivitas manusia dan peristiwa alam tersebut. Bagaimana cara mencegah atau menanganinya? Adakah yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk partisipasi dalam pencegahan dan penanganan pencemaran air serta tanah? Lengkapi tabel berikut.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 14 MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL Persepsi masyarakat tentang dampak sosial ekonomi dan lingkungan hadirnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Dalam menjalankan kegiatan usahanya, suatu perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan saja, namun bertanggung jawab juga terhadap semua kegiatan usahanya dimana perusahaan tersebut beroperasi karena setiap kegiatan pasti akan membawa efek pada lingkungan sekitar baik kepada masyarakat maupun pihak yang lainnya (Aryawan, 2017). Hadirnya PT RAPP juga dirasakan masyarakat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan contohnya limbah industri yang belum dikelola dengan baik, yaitu apabila limbah dibuang ke lingkungan secara langsung dapat mengancam lingkungan hidup itu sendiri, kelangsungan hidup manusia, maupun makhluk hidup lainnya (Rahmadana, 2021). Pada aspek lingkungan dengan hadirnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dapat ditunjukkan dengan indikator polusi udara serta jumlah air bersih, PT RAPP memberikan kawasan industri Pulp and Paper sebagai pemicu adanya permasalahan lingkungan, seperti polusi udara dari pabrik khususnya pabrik PT RAPP ditambah polusi dari kendaraan bermotor serta permasalahan kurangnya jumlah air bersih akibat pencemaran air dari limbah industri yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan dan aktivitas kegiatan masyarakat itu sendiri dengan nilai skoring yang diperoleh rata-rata 2,91 yang termasuk ke dalam kategori kurang baik. Sumber:https://ocs.unmul.ac.id/index.php/UJHT/article/view/13177/ pdf
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 15 DISKUSI DAN EVALUASI Berdasarkan artikel diatas, komponen lingkungan apa saja yang mengalami kerusakan ? Apakah Anda memiliki kesan bahwa lingkungan di sekitar Anda lebih tercemar atau rusak daripada beberapa tahun yang lalu ? Jawaban : METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai pencemaran lingkungan hidup yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang pencemaran lingkungan hidup! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 16 AKUMULASI BAHAN PENCEMAR DALAM RANTAI MAKANAN Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat memprediksi dampak negatif dari pencemaran udara di atmosfer terhadap bumi.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 17 Bahan pencemar yang sulit atau tidak dapat terurai di lingkungan dapat masuk ke dalam tubuh organisme dan berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Contohnya bahan pencemar DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang digunakan oleh petani sebagai insektisida. DDT sulit terurai, maka residunya tetap berada di air atau tanah, yang kemudian terserap oleh ganggang atau tumbuh-tumbuhan. DDT juga tidak dapat terurai oleh reaksi di dalam tubuh makhluk hidup. Bila ganggang atau tumbuhan tersebut dimakan oleh herbivora, maka DDT akan berpindah ke tubuh herbivor, karnivor, dan seterusnya hingga ke konsumen pada tingkat trofik tertinggi. Pada setiap tingkatan trofik akan terjadi peningkatan akumulasi DDT. Akumulasi terbanyak terdapat pada tingkatan trofik paling tinggi. Proses peningkatan akumulasi bahan pencemar pada tingkatan trofik melalui rantai makanan disebut Biomagnifikasi. Akumulasi DDT di dalam tubuh organisme dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisiologi tubuh dan mutasi genetik (gen atau kromosom). Gambar 8. Akumulasi bahan pencemar dalam rantai makanan Sumber: pak.pandani.web.id PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 18 Yuk Nonton! KLARIFIKASI MASALAH ISU LINGKUNGAN Sumber : YouTube Berdasarkan QR Code video diatas, jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Anda! Bagaimana bahan pencemar dapat mengalami akumulasi pada tingkatan trofik paling tinggi? Serta, berikan contoh untuk mendukung penjelasan! Jelaskan dampak kesehatan, reproduksi, dan ekosistem yang kemungkinan akan timbul akibat akumulasi bahan pencemar! Jawaban :
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 19 Sumber : IPA Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum Merdeka. Jakarta: Penerbit Erlangga. MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 20 DISKUSI DAN EVALUASI Berdasarkan teks informasi di atas, berilah tanda centang ( ) pada pernyataan yang sesuai dengan data informasi pencemaran merkuri. Merkuri mudah terurai di lingkungan karena mudah menguap dan mengemisi uap beracun. Aktivitas pertambangan emas skala kecil (PESK) ilegal memumgkinkan yerjadinya kasus penyakit minamata. Air raksa digunakan untuk memisahkan butiran emas dari material buatan. Limbah merkuri dari pabrik batu baterai merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3). Menurut ahli kesehatan, kandungan rata-rata Hg dalam urine penduduk di sekitar area penambangan emas ilegal masih aman. METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai akumulasi bahan pencemar dalam rantai makanan yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang akumulasi bahan pencemar dalam rantai makanan! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 21 PENANGANAN LIMBAH Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat mengemukakan penanganan berbagai jenis limbah (cair, gas, padat, dan B3). Peserta didik dapat melakukan daur ulang limbah yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 22 Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Berdasarkan sifatnya bahan pencemar dapat dikategorikan ke dalam 2 (dua) macam yaitu bahan pencemar yang dapat terdegradasi (biodegradable) dan yang tidak dapat terdegradasi (nonbiodegradable). LIMBAH Biodegradable adalah limbah yang dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh dekomposer (bakteri dan jamur) atau yang disengaja oleh manusia contohnya limbah rumah tangga, kotoran, daun dan ranting. Sedangkan, nonbiodegradable adalah limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer. Keberadaan limbah jenis ini sangat membahayakan. Contohnya, timbal (Pb), merkuri, dan plastik. Untuk menanggulanginya diperlukan upaya seperti proses daur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Jenis - Jenis Limbah Berdasarkan sifatnya limbah digolongkan menjadi 5, yaitu : 1.Limbah Cair Limbah cair mengacu pada semua lemak, minyak, lumpur, air pencuci, limbah detergen, dan air kotor yang telah dibuang. Mereka berbahaya dan beracun bagi lingkungan kita dan ditemukan di industri maupun rumah tangga. Air limbah, demikian sering disebut, adalah segala limbah yang ada dalam bentuk cair. 2. Limbah Padat Limbah adalah semua sisa sampah padat, lumpur, dan yang ditemukan di rumah tangga Anda dan lokasi industri dan komersial. Lima jenis utama sampah padat adalah : Kaca dan Keramik, adalah bahan kaca dan keramik yang diproduksi oleh perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengelolanya yang benar di sisni adalah harus membuangnya dengan benar supaya bisa di daur ulang. Sampah plastik, adalah segala wadah, botol, dan tas yang ditemukan di perusahaan dan rumah. Platik tidak dapat terurai secara hayati, dan sebagian besar tidak dapat di daur ulang dengan mencampur sampah plastik dengan sampah biasa. Dan, kurangi penggunaannya. PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 23 E-waste merupakan istilah untuk barangbarang elektronik yang sudah tidak terpakai dan dibuang begitu saja, baik itu karena rusak atau sudah ketinggalan zaman. Misalnya handphone, laptop, komputer, dan barang gadget lainnya. (Sumber: zerowaste.id) Baca selengkapnya di : Sampah kertas, adalah limbah dari BIO NEWS semua surat kabar, bahan kemasan, kardus, dan produk kertas lainnya. Kertas dapat di daur ulang. Penting untuk bisa memisahkan dari sampah kotor lainnya yang bisa membuatnya rusak. Logam dan Kaleng, mudah ditemukan di sekitar kita karena kaleng dan logam di keduanya. Sebagian besar logam dapat di daur ulang, jadi bisa memisahkan dari sampah lain dan membawanya ke tempat daur ulang. 3. Limbah Organik Sampah organik mengacu pada limbah daging, kebun, dan makanan busuk. Jenis sampah ini banyak ditemukan di rumah. Seiring waktu, mereka terurai dan berubah menjadi kotoran oleh mikroorganisme. 4. Limbah Daur Ulang Semua barang yang dibuang seperti logam, furniture, dan sampah organik yang dapat di daur ulang termasuk dalam kategori ini. 5. Limbah Bahan Berbahaya & Beracun (B3) Limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang disingkat dengan B3, sebagai sisa atau limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan kandungan bahan berbahaya dan beracun karena memiliki jumlah dan konsentrasi toxicity, reactivity, flammability, dan corrostivity yang mampu mencemari dan merusak lingkungan, serta membahayakan kesehatan manusia karena keberadaannya yang mengancam ekosistem di sekitar, limbah B3 harus ditangani dengan tepat agar tidak merusak dan membahayakan. Kurang tepat jika beranggapan limbah B3 dapat ditimbun, dibuang, atau dibakar begitu saja. Pengolahan limbah B3 membutuhkan penanganan khusus dibandingkan limbah yang lain agar bisa mengurangi bahkan menghilangkan kadar racun di dalamnya. Jenis limbah berbahaya khusus meliputi : Gambar 9. Limbah cair industri Sumber: Canva.com
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 24 E-waste merupakan limbah dari peralatan listrik dan eletronik seperti komputer, telepon, dan peralatan rumah tangga. Limbah elektronik umumnya mengandung komponen beracun, misalnya PCB dan berbagai logam. Limbah medis berasal dari sistem perawatan kesehatan manusia dan hewan dan biasanya terdiri dari obat-obatan, bahan kimia, farmasi, perban, peralatan medis bekas, cairan tubuh dan bagian tubuh. Limbah medis dapat menular dan beracun dan mengandung mikroorganisme berbahaya. Limbah radioaktif mengandung bahan radioaktif. Pengelolaan limbah radioaktif berbeda secara signifikan dari limbah lainnya. PENANGANAN LIMBAH Berdasarkan wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi limbah cair, limbah gas, dan limbah padat. Tidak selalu limbah menjadi bahan yang mengganggu lingkungan melainkan adapula yang masih bermanfaat contohnya ampas tahu dan ampas kacang dapat dimanfaatkan untuk membuat oncom dan makanan ternak, limbah kayu dari industri furniture dapat digunakan sebagai untuk mainan anak-anak dan sisa bahan makanan dan sayuran dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. 1.Penanganan Limbah Cair Limbah gas yang berupa CO₂ dan NO₂ dapat ditangani dengan cara mengurangi atau bahkan mengganti penggunaan bahan bakar fosil. Untuk limbah SO₂ dapat dikurangi dengan cara mengganti penggunaan bahan bakar batu bara. CFC yang juga merupakan salah satu limbah gas, sudah dapat diminimalkan penggunaannya dengan semakin banyaknya produk rumah tangga yang tidak lagi menggunakan CFC. Gambar 10. Limbah padat Sumber: Canva.com Gambar 11. Limbah organik Sumber: Canva.com
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 25 SISTEM PENANGANAN LIMBAH CAIR DOMESTIK SISTEM PENANGANAN LIMBAH CAIR INDUSTRI Gambar 12. Sistem penanganan limbah cair domestik Sumber: Google Gambar 13. Sistem penanganan limbah cair industri Sumber: Google
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 26 2. Penanganan Limbah Padat Limbah padat sering disebut dengan sampah, yang meliputi sampah organik dan sampah anorganik. Berdasarkan sumbernya, limbah padat dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu limbah padat domestik dan limbah padat non-domestik. Limbah padat domestik adalah limbah padat yang berasal dari kegiatan rumah tangga, perkantoran, perdagangan, dan rumah sakit. Limbah padat non-domestik adalah limbah padat yang berasal dari kegiatan pertanian dan perkebunan, industri kontruksi gedung, dan industri umum. Menimbun dengan tanah (landfill), sampah rumah tangga dan pasar dapat ditangani dengan cara ini. Dengan mengumpulkan sampah pada tanah yang cekung kemudian ditimbun dengan tanah. Membuat menjadi kompos (composting), sampah organik (sayuran sisa, serasah, dan kotoran hewan) dapat diolah menjadi kompos dengan menambahkan bakteri pembusuk. Membuat menjadi makanan ternak (hog feeding), berbagai dedaunan dan sayuran sisa dapat juga dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Pembakaran (incineration), pembakaran sampah sebaiknya dilakukan ditempat yang tidak padat penduduk karena kegiatan ini menimbulkan asap dan panas. Namun, tidak semua sampah bisa dibakar. Penghancuran (pulverisation), sampah dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga bisa dipakai untuk menimbun tanah yang rendah. Gambar 14. Penanganan limbah padat Sumber: Google
Secara Fisik Secara Kimia Secara Biologi Menyisihkan komponen, meliputi stripping, dialisa, adsorpst, electrodialisa, kristalisasi, leachinng, solvent extraction, dan reverse osmosis. Memisahkan antara padatan dengan cairan, meliputi thickening Stabilisasi atau solidifikasi sebuah proses yang memungkinkan terjadinya perubahan sifat kimia dan bentuk fisik melalui tambahan senyawa pereaksi atau bahan peningkat tertentu yang bisa digunakan Fitoremediasi, merupakan penggunaan tumbuhan dalam proses akumulasi serta absorpsi berbagai bahan beracun dan berbahaya dari tanah Bioremediasi ialah penggunaan jenis mikroorganisme Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 27 3. Penanganan Limbah Gas Limbah gas yang berupa CO₂ dan NO₂ dapat ditangani dengan cara mengurangi atau bahkan mengganti penggunaan bahan bakar fosil. Untuk limbah SO₂ dapat dikurangi dengan cara mengganti penggunaan bahan bakar batu bara. CFC yang juga merupakan salah satu limbah gas, sudah dapat diminimalkan penggunaannya dengan semakin banyaknya produk rumah tangga yang tidak lagi menggunakan CFC. 4. Penanganan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun (B3) Penanganan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup serta membahayakan kesehatan dan keberlangsungan makhluk hidup. Limbah B3 memiliki karakter yaitu mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif dan korosif, beracun, dan dapat menyebabkan infeksi. Metode pengelolaannya dapat dilakukan dengan :
Secara Fisik Secara Kimia Secara Biologi sedimentasi, koagulasi, sentrifugasi, dan klarifikasi. Membersihkan gas meliputi wer scrubbing, elektrostatik presipitator, adsorpsi korban aktif, dan penyaringan. untuk membatasi dan memperkecil pelarutan, daya racun limbah. Proses ini biasanya ditemukan pada bahan seperti termoplastik kapur (CaOH2), serta semen. dan bakteri sebagai bahan untuk mengurangi atau mendegradasi limbah B. Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 28
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 29 AYO MEMBACA! ISU LINGKUNGAN Tanaman Hiperakumulator sebagai Solusi Pembersihan Lahan dari Limbah Beracun di Indonesia Pencemaran lingkungan di Indonesia telah menimbulkan banyak kerugian baik terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, pertanian, kerusakan ekosistem hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Pencemaran lingkungan disebabkan oleh banyak sumber antara lain limbah industri, limbah domestik, residu agrokimia hingga emisis kendaraan bermotor yang umumnya berupa logam berat. Beberapa kelompok logam berat seperti Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Tembaga (Cu) berpotensi menimbulkan masalah ksesehatan. Oleh karena itu, banyak lahan yang telah tercemar limbah-limbah beracun yang perlu penanganan. Salah satu alternatif yang ekonomis dan mudah untuk merehabilitasi lahan adalah menggunakan teknologi fitoremediasi menggunakan tanaman hiperakumulator. Tanaman hiperakumulator yang banyak ditemukan di Indonesia dan dapat dijadikan sebagai saranan untuk membersihkan lahan antaranya yaitu kangkung, tanaman kaso, talas liar, dan eceng gondok. Berdasarkan bacaan isu lingkungan diatas, jawablah pertanyaan berikut ini sesuai pemahaman Anda! Jelaskan menurut pemahaman Anda apakah yang dimaksud dengan upaya pelestarian lingkungan? 1. 2. Dari bacaan diatas, identifikasikan bagaimana cara tanaman hiperakumulator melakukan remediasi lahan tercemar! Jawaban : Jawaban : Gambar 15. Tanaman Hiperakumulator Sumber: https://www.beritasatu.com KLARIFIKASI MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 30 MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL POLUSI UDARA LIMBAH B3 LIMBAH B3 ANCAM KEPULAUAN RIAU! Sumber : YouTube Akses video disini : DISKUSI DAN EVALUASI Jika limbah B3 berbahaya bagi lingkungan, jelaskan bagaimana mekanisme transport kontaminan di lingkungan terutama limbah B3! Berikan contoh yang terjadi di daerah sekitar Anda dapat berasal dari industri, hotel, rumah sakit, dan lainnya terkait pertanyaan di atas! METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai penanganan limbah yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang penanganan limbah! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 31 DINAMIKA KOMUNITAS Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat menganalisis dan mengemukakan gagasan terkait pemecahan masalah perubahan lingkungan di daerahnya.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 32 Komunitas merupakan kumpulan dari berbagai populasi yang saling berinteraksi di dalam suatu ekosistem. Komunitas beserta lingkungannya bersifat dinamis, artinya saling berinteraksi sehingga menghasilkan perubahan-perubahan. Perubahan komunitas dapat terjadi secara siklis dan nonsiklis. Perubahan komunitas siklis terjadi pada periode tertentu, tetapi mudah kembali ke keadaan yang hampir sama dengan keadaan sebelumnya. Contohnya, perubahan komunitas selama musim kemarau dan musim penghujan, jumlah serangga dan katak lebih banyak daripada saat musim kemarau. Perubahan komunitas nonsiklis adalah perubahan komunitas yang terjadi secara drastis dengan kondisi komunitas cenderung berubah secara permanen. Perubahan nonsiklis terkadang hanya dapat dilihat setelah beberapa tahun, atau bahkan hingga lebih dari satu abad. Berikut akan diuraikan perubahan komunitas dalam ekosistem yang dikenal sebagai suksesi. 1.SUKSESI Suksesi adalah proses perubahan komunitas yang berlangsung secara lambat dan teratur dalam waktu yang lama, menuju ke satu arah hingga berbentuk komunitas yang lebih kompleks. Proses suksesi akan berakhir setelah mencapai komunitas yang stabil (komunitas klimaks). Gambar 16. Suksesi Sumber: Google PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 33 Tahukah kamu, Suksesi dibagi menjadi dua macam : SUKSESI PRIMER Suksesi primer adalah suksesi yang terjadi pada lahan atau wilayah yang mula-mula tidak bervegetasi atau lahan yang pernah bervegetasi, tetapi mengalami gangguan berat hingga komunitas asal hilang secara total atau tidak ada lagi kehidupan. Substrat atau habitat baru yang terbentuk akibat gangguan berat tersebut, kemudian berangsur-angsur mengalami perkembangan ke arah terbentuknya komunitas baru yang lebih kompleks, hingga mencapai komunitas klimaks yang memiliki keseimbangan lingkungan yang dinamis. Gambar 17. Suksesi primer Sumber: Encyclopedia Britannica, Inc
No. Faktor Suksesi Primer Suksesi Sekunder 1. Komunitas asal Hilang Masih ada sebagian 2. Lahan Terbuka Lahan tertutup oleh vegetasi yang terganggu (rusak) 3. Vegetasi awal perkembangan ekosistem Vegetasi perintis (ganggang biru, liken) Selain vegetasi perintis (misalnya perdu dan pohon 4. Asal kehidupan Di luar habitat asli Sebagai dari habitat asli dan sebagian lainnya dar luar Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 34 SUKSESI SEKUNDER Suksesi sekunder adalah suksesi yang terjadi pada lahan atau wilayah yang pada awalnya telah bervegetasi sempurna, kemudian mengalami kerusakan, tetapi tidak sampai menghilangkan komunitas asal secara total. Pada suksesi primer, vegetasi dan bakal kehidupan lainnya berasal dari ;uar habitat asli. Sementara, pada suksesi sekunder, vegetasi dan bakal kehidupan lainnya berasal dari habitatnya sendiri dan sebagian lainnya berasal dari luar. KONSEP BIO Tabel. Perbedaan Suksesi Primer dengan Suksesi Sekunder Gambar 18. Suksesi sekunder Sumber: Encyclopedia Britannica, Inc
Pernyataan Jawaban Jenis hewan yang banyak ditemukan pada musim penghujan. Evolusi Proses perubahan komunitas secara lambat dalam waktu yang lama. Suksesi Vegetasi yang tumbuh paling awal setelah lahan tertutup lava akibat gunung meletus. Rumput Vegetasi yang cepat tumbuh pada lahan bekas kebakaran. Lumut kerak Populasi hewan yang berkembang cepat pada cuaca panas. Katak Nyamuk Kupu-kupu Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 35 KLARIFIKASI MASALAH Pasangkan pernyataan dengan jawaban yang sesuai terkait dinamika komunitas dalam tabel berikut.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 36 MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL Sumber : http:/lipi.go.id/lipimedia/suksesi-krakatau/11114 DISKUSI DAN EVALUASI Berilah tanda centang ( ) pada pernyataan yang sesuai dengan data suksesi di Kepulauan Krakatau. Kerusakan berat di Kepulauan Krakatau akibat meletusnya gunung anak Krakatau pada tahun 1883. Tumbuhan Ficus sp. di Kepulauan Krakatau menunjukkan peran burung dan kelelawar sebagai penyebar benih di hutan. Spesies flora di Kepulauan Krakatau merupakan spesies invasif dari Pulau Jawa dan Sumatra. Para peneliti datang ke Kepulauan Krakatau sekaligus melakukan reboisasi. Suksesi di Kepulauan Krakatau akan berakhir setelah mencapai komunitas stabil.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 37 METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai dinamika komunitas yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang dinamika komunitas! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 38 ADAPTASI DAN MITIGASI TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 39 Adaptasi terhadap perubahan lingkungan merupakan penyesuaian diri terhadap kondisi perubahan lingkungan yang terjadi. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk menanggulangi, mengurangi, dan memperkecil resiko/dampak perubahan lingkungan, serta memulihkan kondisi lingkungan yang telah berubah. Kegiatan adaptasi terhadap perubahan lingkungan, antara lain sebagai berikut : Kekeringan akibat kemarau panjang, yaitu dengan menghemat air bersih, menggunakan air bekas yang tidak mengandung detergen untuk menyiram tanaman dan memperdalam sumur untuk mendapatkan air. Kenaikan permukaan air laut, yaitu dengan merelokasi permukiman penduduk sehingga jauh dari pantai, membangun sistem pemecah ombak, dan memelihara hutan bakau. Banjir, yaitu dengan membuat dan memelihara saluran drainase, rumah pompa, dan biopori, serta melakukan pengerukan saluran air. Kebakaran hutan, yaitu dengan melakukan pemadaman api, mencegah penjalaran api ke area lain, dan menggunakan masker penutup hidung. PENDEKATAN DAN ANALISIS MASALAH
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 40 Kegiatan mitigasi di beberapa sektor, antara lain sebagai berikut : Sektor pertanian, yaitu dengan mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, menggunakan kotoran ternak untuk pupuk, serta menanam varietas unggul. Sektor transportasi, yaitu dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi serta berjalan kaki atau naik sepeda untuk transportasi jarak dekat. Sektor kehutanan, yaitu dengan melakukan reboisasi serta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan. Sektor pendidikan, yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pelajar terkait dengan pelestarian lingkungan hidup serta mengadakan kampanye dan gerakan peduli lingkungan. Sektor pengelolaan sampah, yaitu dengan mengurangi jumlah sampah, menghemat pemakaian kantong plastik, dan melakukan pemilahan sampah untuk didaur ulang. KLARIFIKASI MASALAH Yuk Nonton! AYO! BERADAPTASI BERMITIGASI Berdasarkan QR Code video diatas, jawablah pertanyaan berikut ini sesuai pemahaman Anda! Berkaitan dengan video di atas, upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam adaptasi maupun mitigasi terkait perubahan iklim? 1. 2. Mengapa penting untuk menggabungkan adaptasi dan mitigasi dalam menghadapi perubahan lingkungan? Jawaban : Jawaban : Sumber : YouTube
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 41 MELANJUTKAN ISU PERMASALAHAN SOSIAL DISKUSI DAN EVALUASI Polusi udara menyebabkan terganggunya kelestarian makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu, perlu tindakan yang nyata untuk mencegah dan mengurangi polusi udara. Tindakan yang dapat dilakukan oleh para pelajar berkaitan dengan permasalahan tersebut adalah..... a. menanam kembali hutan-hutan yang telah gundul b. membuat taman-taman hijau di kawasan perkotaan c. melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik di sekolah d. naik sepeda jika bepergian pada jarak yang tidak terlalu jauh e. menutup pabrik-pabrik yang dekat dengan permukiman padat penduduk Pak Adi dan keluarganya akan menempati rumah baru. Untuk memastikan bahwa air dari sumur bor layak digunakan untuk keperluan cuci dan mandi, air tersebut harus diuji secara fisik, yaitu..... a. jarak sumur minimal 15 meter dari tangki septik b. tidak berwarna, tidak berbau, dan berasa tawar c. DO sekitar 3-5 ppm dan BOD kurang dari 1 ppm d. tidak berbau dan tidak mengandung bakteri patogen e. pH 6,5-7,5 dan mengandung cukup oksigen terlarut Akses video disini : 2050, ANDAI KITA TIDAK MELAKUKAN APA-APA Sumber : YouTube
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 42 METAREFLEKSI Setelah mempelajari materi ini, hal apa saja yang Anda dapatkan? Apakah dengan mempelajari materi ini, Anda dapat memahami mengenai adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan lingkungan yang terjadi disekitar Anda? Untuk lebih memahami lagi materi ini, Anda dapat mencari informasi tentang adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan lingkungan! Setelah itu, kemukakan dan tulis pada buku catatan Anda masing-masing.
Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 43 RANGKUMAN Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mengatasi gangguan atau tekanan yang timbul baik dari alam maupun dari aktivitas manusia, serta kemampuan lingkungan untuk menjaga kestabilan kehidupan di dalamnya. 1. Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran dibedakan menjadi empat macam pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. 2. Bahan pencemar yang sulit atau tidak dapat terurai di lingkungan dapat masuk ke dalam tubuh. organisme dan berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan atau jaring-jaring makanan. 3. Berdasarkan wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi limbah cair, limbah gas, limbah padat, dan limbah B3. 4. Perubahan komunitas dalam ekosistem dikenal sebagai suksesi. Suksesi adalah proses perubahan komunitas yang berlangsung secara lambat dan teratur dalam waktu yang lama, menuju ke satu arah hingga berbentuk komunitas yang lebih kompleks. Proses suksesi akan berakhir setelah mencapai komunitas yang stabil (komunitas klimaks). 5. Adaptasi terhadap perubahan lingkungan merupakan penyesuaian diri terhadap kondisi perubahan lingkungan yang terjadi, sedangkan mitigasi adalah serangkaian upaya untuk menanggulangi, mengurangi, dan memperkecil resiko/dampak perubahan lingkungan, serta memulihkan kondisi lingkungan yang telah berubah. 6.