Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil
atau dari pekarangan yang berbatasan dengan
jalan;
2) Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan
sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat)
atau lebih dan sama besar;
3) Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah
kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus;
4) Kendaraan yang datang dari arah cabang
persimpangan yang lurus pada persimpangan 3
(tiga) tegak lurus.
e. Jika persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali
lalu lintas yang berbentuk bundaran, pengemudi harus
memberikan hak utama kepada kendaraan lain yang
datang dari arah kanan.
f. Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan,
pengemudi kendaraan wajib:
1) Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang
pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada
isyarat lain;
2) Mendahulukan kereta api;
3) Memberi hak utama kepada kendaraan yang lebih
dahulu melintasi rel.
4. Saat berhenti dan parkir
a. Selain kendaraan bermotor umum dalam trayek, setiap
kendaraan bermotor dapat berhenti di setiap jalan, kecuali:
1) Terdapat rambu larangan berhenti/atau marka jalan
42 yang bergaris utuh;
2) Pada tempat tertentu yang dapat membahayakan
keamanan, keselamatan serta menganggu ketertiban
dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan;
3) Di jalan tol.
b. Parkir kendaraan di jalan dilakukan secara sejajar atau
membentuk sudut menurut arah lalu lintas.
c. Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib
memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan
bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir
dalam keadaan darurat saja.
5. Pengemudi memperlambat laju kendaraannya jika:
a. Akan melewati kendaraan bermotor umum yang sedang
menurunkan dan menaikkan penumpang;
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN 43
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
b. Akan melewati kendaraan tidak bermotor yang ditarik
oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau hewan yang
digiring;
c. Cuaca hujan dan/atau genangan air;
d. Memasuki pusat kegiatan masyarakat yang belum
dinyatakan dengan rambu lalu lintas;
e. Mendekati persimpangan atau perlintasan sebidang kereta
api;
f. Melihat dan mengetahui ada pejalan kaki yang akan
menyeberang.
6. Menghadapi rintangan di jalan
a. Batu, kerikil, tanah, atau lumpur dan pasir
Batu kerikil, tanah, atau lumpur dan pasir membuat
permukaan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan
kendaraan tergelincir. Untuk menghindarinya, kurangi
kecepatan sebelumnya (pada permukaan jalan yang baik),
hindari belok terlalu patah dan pengereman terlalu keras
saat melalui kondisi jalan seperti ini.
b. Pejalan kaki yang menyeberang jalan
Ketika berkendara di jalan, pengendara kendaraan
bermotor motor harus selalu berhati-hati tidak hanya pada
pengendara yang lain di sekitarnya, tetapi juga perilaku
dari pejalan kaki dan hewan.
7. Jangan berkendara dalam keadaan pengaruh minuman atau
obat- obatan.
Kondisi tubuh dan mental yang tidak sehat karena pengaruh
minuman beralkohol (mis : minuman keras) dan obat-obatan
(misalnya : yang menimbulkan kantuk ataupun obat-obatan
terlarang), dapat mengurangi konsentrasi dan reflek pada saat
berkendara dan sangat berbahaya untuk keselamatan diri sendiri
serta orang lain.
8. Berkendara pada malam hari
Sinar lampu, khususnya lampu depan memiliki keterbatasan
penyinaran pada malam hari. Oleh sebab itu, tingkatkan
kewaspadaan saat berkendara pada malam hari.
9. Patuhi rambu-rambu lalu lintas
Rambu-rambu lalu lintas dibuat untuk memberikan
panduan keselamatan bagi pengguna jalan dan jangan lupa
untuk selalu membawa SIM dan STNK demi kenyamanan anda
berkendara.
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
C. Rangkuman
Rambu-rambu lalu lintas bukan pajangan atau hiasan yang ditempatkan
dipinggir jalan maupun dibadan jalan tetapi harus dipatuhi dan dipahami oleh
pengemudi karena merupakan panduan keselamatan bagi pengguna jalan
baik yang sifatnya larangan,perintah dan petunjuk bagi pengemudi.Untuk itu
pengemudi wajib mengikuti petunjuk dan tata cara berlalulintas yang baik
dan benar supaya mendapatkan KAMSELTIBCAR di perjalanan diantaranya
cara mengemudikan di jalan raya, cara menggunakan lajur di sebelah kiri,
saat melewati persimpangan, saat berhenti dan memarkirkan kendaraan,
kapan memperlambat laju kendaraannya, pada saat menghadapi rintangan
di jalan, saat kondisi fisik sudah lelah, berkendara di malam hari dan
mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
D. Evaluasi
1. Sebelum Keluar STNK dari Kantor Samsat biasanya
diberikan dokumen …
2. Rambu-rambu lalu lintas dibagi beberapa warna diantaranya
warna merah berfungsi sebagai ….
3. Jelaskan arti rambu di bawah ini !
4. Jelaskan dimana saja kita tidak boleh berhenti selain pada rambu
44 dilarang berhenti !
5. Berapa kecepatan maksimal untuk wilayah perkotaan?
E. Pengayaan
Berdasarkan data, kecelakaan yang terjadi pada tahun 2012 sekitar
29.544 kejadian menurun 9% dibandingkan tahun 2011 yang berjumlah
32.657 kejadian. Tetapi, angka pelanggaran lalu lintas justru meningkat
7% dari tahun sebelumnya berjumlah 109.776 kini menjadi 117.999, hal
ini menunjukan adanya pengurangan tingkat kecelakaan di jalan raya.
Namun, para pengguna jalan raya masih belum sepenuhnya patuh terhadap
peraturan lalu lintas. Andai saja kita semua patuh terhadap peraturan lalu
lintas, mungkin angka kecelakaan akan semakin turun dan jalanan akan
nyaman. Yuuk tertib yuuuk.
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
BAB VII
Metode Berkendaraan
Bab ini berhubungan dengan pengetahuan mengenai metode 45
berkendara yang aman yang perlu diketahui dan dilakukan oleh pengemudi
pada saat berkendaraan. Menggunakan “metode 5 M” atau yang dikenal
dengan metode “SIPDE”, dan menjalankan prinsip ecodriving dalam
mengemudi merupakan bagian yang penting dalam keamanan berlalu
lintas.
A. Metode 5 M dalam Berkendaraan
Metode 5 M melatih pengemudi menjadi fokus selama berkendara dan
memperhatikan semua pengguna jalan, baik itu pejalan kaki, pengendara
motor, sepeda, maupun pedagang asongan dan lainnya. Metode 5 M yang
dimaksud adalahh:
l Mengamati (Scan);
l Mengidentifikasi (Identify);
l Memperkirakan (Predict);
l Mengambil keputusan (Decide);
l Mengeksekusi Keputusan (Execute).
1. Mengamati (Scan)
Pengemudi mencari informasi selengkap-lengkapnya
mengenai kondisi yang ada di sekitar kendaraannya. Mulai
dari depan, samping, hingga belakang. Tujuannya agar
pengemudi mengetahui tingkat risiko yang akan dihadapi.
2. Mengidentifikasi (Identify).
Pengemudi harus bisa mengidentifikasi kondisi yang ada di
sekitarnya, sekaligus memperkirakan bahaya apa yang
akan terjadi dengan kondisi tersebut.
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Memperkirakan (Predict).
Pengemudi juga harus bisa memprediksikan apa yang
akan terjadi dan yang harus dilakukan saat kondisi tertentu
di jalan.
4. Memutuskan (Decide).
Pengemudi mengambil langkah yang harus dilakukan
setelah mengetahui hasil prediksi atau analisa. Tujuannya
adalah untuk mengurangi atau menghindari risiko yang
akan terjadi.
5. Mengeksekusi (Execute).
Pelaksanaan atau tindakan untuk keamanan dilakukan.
Caranya bisa dengan menggunakan alat komunikasi yang
ada di mobil, seperti menggunakan klakson, lampu dim,
mengurangi kecepatan, atau menghindar.
B. Eco- Driving dalam Berkendaraan
Menjalankan kendaraan dengan menerapkan prinsip eco-driving
mempunyai dampak yang sangat baik di antaranya adalah; dapat menghemat
bahan bakar, menghemat biaya perawatan kendaraan, ramah lingkungan,
meningkatkan kenyamanan bagi penumpang, dan tidak membuat stres
pengemudi. Beberapa hal berikut adalah merupakan tindakan–tindakan
yang perlu dilakukan dalam berkendaraan terkait dengan prinsip eco-
driving.
1. Pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin.
Kendaraan berbahan bakar bensin atau gas perlu melakukan
perpindahan transmisi sebelum 2500 Rpm. Kendaraan bermesin
46 disel perlu melakukan pemindahan transmisi sebelum putaran
2000 Rpm.
2. Pertahankan kecepatan pada putaran ekonomis.
Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi
atau kecepatan tinggi. Apabila pengemudi mempertahankan
kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi yang terbuang
dan boros bahan bakar dapat dikurangi.
3. Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu.
Pengereman yang tak diperlukan akan memboroskan
energi. Oleh karena itu, hindari akselerasi yang ekstrem, kecuali
dalam keadaan terpaksa. Antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak
berada di belakang mobil lain terlalu dekat dapat menghemat
bahan bakar hingga 5 -– 10 %.
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
4. Matikan mesin apabila memungkinkan
Matikan mesin sewaktu perhentian singkat, misalnya;
pada lintasan jalan kereta api, dan lampu lalu lintas, atau
sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih
dari 60 detik. Khusus untuk truk mixer, matikan mesin apabila
kendaraan tidak ada muatan jika diperkirakan waktu berhenti
lebih dari 1 menit, misalnya saat membersihkan roda dari lumpur/
tanah, waktu melapor pada pos satpam, jalan macet, dan kondisi
lainnya. Ketika menghidupkan mesin kembali, jangan tekan
pedal gas.
5. Servis kendaraan anda dengan teratur.
Servis berkala adalah faktor yang sangat penting untuk
menghemat bahan bakar, membersihkan saringan udara, serta
melaksanakan pekerjaan servis rutin lainnya dengan benar,
kemudian melakukan uji emisi yang dapat
membantu Anda menghemat bahan bakar. Oleh karena itu,
lakukan pekerjaan servis berkala kendaraan Anda pada bengkel
yang Anda percaya.
C. Rangkuman 47
Dengan begitu banyaknya kendaraan dan padatnya arus
lalulintas di daerah perkotaan maka sudah tidak heran lagi apabila
kita sering terjebak kemacetan sehingga pengemudi harus punya
pengetahuan dan kecakapan dalam menjalankan kendaraannya
sehingga dapat menghemat bahan bakar, menghemat biaya perawatan,
dan ramah lingkungan yang disebut eco-driving.
Yang termasuk eco-driving adalah perpindahan transmisi yang
tepat, mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, menghindari
pengereman dan akselerasi yang tidak diperlukan, mematikan mesin
bila memungkinkan dan servis kendaraan secara teratur.
D. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan eco -driving?
2. Jelaskan arti dari 5 M !
3. Pada kendaraan bahan bakar premium, pada RPM berapa harus
melakukan perpindahan transmisi?
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
4. Sebutkan hal apa saja yang bisa menghemat pemakaian bahan
bakar !
5. Kapan pengemudi disarankan untuk mematikan mesin
kendaraannya?
E. Pengayaan
Kita semua pasti ingin selamat sampai tujuan bukan? Kecelakaan
sering terjadi karena pengemudinya sedang terburu-buru. Sebaiknya, anda
memperhatikan jam kerja/sekolah anda dan waktu perjalanan anda.
dengan memperhatikan hal tersebut, anda dapat terbebas dari perasaan
terburu-buru.
48
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
BAB VIII
Prosedur Pembuatan
Surat Izin Mengemudi
Prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), seperti yang tertulis 49
di buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (2010), diatur dalam Undang-Undang
No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan
Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi adalah sebagai
berikut.
A. Persiapan
Persiapan untuk mengikuti ujian SIM A adalah sebagai berikut.
1. Pemohon sudah memiliki kompetensi dalam etika dan tata cara
mengemudi.
2. Pemohon memiliki pengetahuan peraturan perundang-undangan
lalu lintas
3. Pemohon memakai kemeja.
4. Pemohon membawa KTP dan foto copy KTP.
5. Pemohon membawa sertifikat kursus mengemudi.
6. Pemohon membawa alat tulis.
B. Proses Pembuatan SIM
1. Pendaftaran :
a. Pemohon mengisi formulir pendaftaran ujian SIM sesuai
dengan KTP pemohon.
b. Pemohon menyerahkan formulir pendaftaran, KTP, sertifikat
kursus mengemudi ke loket pendaftaran.
c. Pemohon melakukan pembayaran administratif untuk
SIM A sebesar Rp 120.000,00
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Tes kesehatan
Pada tahap ini pemohon akan mengikuti tes kesehatan yang akan
memeriksa kondisi fisik dan, terutama penglihatan pemohon.
3. Tes psikologi
Pada tahap ini pemohon mengikuti tes psikologi yang akan
menentukan layak kah psikologi anda atau kejiwaan anda pemohon
untuk mengemudi.
4. Ujian teori
Pada tahap ini pemohon akan mengikuti ujian teori dengan materi
sebagai berikut :
a. Pengetahuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas
dan angkutan jalan
1) Hak utama pengguna jalan
2) Pengetahuan tentang rambu lalu lintas, marka jalan, alat
pemberi isyarat lalu lintas, dan gerakan lalu lintas
3) Kedudukan hukum lalu lintas
4) Peringatan sinar dan bunyi
b. Keterampilan Pengemudi
1) cara mengemudi Kendaraan bermotor
2) cara mendahului Kendaraan bermotor lain
3) cara berbelok
4) cara melewati persimpangan
50 5) cara penggunaan lampu Kendaraan bermotor
6) cara penggandengan dan penempelan kendaraan lain
7) cara parkir
8) cara berhenti
9) kecepatan minimal dan maksimal
10) cara penggunaan jalur dan lajur Jalan
c. Etika berlalu lintas
1) Hak dan kewajiban pengemudi dan pengguna jalan lain
2) Tanggung jawab pengemudi
3) Pengetahuan teknik Kendaraan bermotor
4) Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas
Ujian teori terdiri dari atas 2 (dua) macam ujian :
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN 51
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
a. Ujian teori tertulis, ujian ini berupa pertanyaan dengan jawaban
pilihan berganda.
b. Ujian teori dengan AVIS (audio visual integrated system), ujian ini
dilakukan dengan menggunakan komputer, dimana pemohon
akan menjawab pertanyaan dalam bentuk animasi maupun
gambar dengan menekan tombol benar atau salah. Pemohon
diharap fokus dalam menjalankan ujian karena terdiri dari 30 soal
dengan waktu menjawab tiap soal ujian hanya 10 - 15 detik.
5. Ujian praktek
Pada tahap ini pemohon menuju lapangan praktek dan menunggu
panggilan untuk mengikuti ujian praktek.
Ujian praktek ini terbagi menjadi 2 (dua tahap)
a. Ujian Praktek I, terdiri dari atas:
1) Uji menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur pada
jalur sempit;
2) Uji slalom (zig zag) dan maju dan mundur;
3) Uji parkir paralel dan parkir seri;
4) Uji mengemudikan kendaraan bermotor berhenti di tanjakan
dan turunan.
b. Ujian praktek II, terdiri dari :atas
1) mengemudikan kendaraan bermotor dengan sempurna di
jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri, serta
cara melewati persimpangan atau mix traffic;
2) tetap mengemudikan kendaraan bermotor di belakang
kendaraan yang sedang berjalan lambat;
3) mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar;
4) berhenti di tempat yang telah ditentukan;
5) memarkir kendaraan bermotor dengan cepat dan tepat di
tempat yang benar di bagian jalan yang ramai, dan parkir
sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar;
6) memutar kendaraan bermotor di jalan yang sepi tanpa keluar
dari jalur lalu lintas;
7) ketaatan mentaati pada peraturan, rambu lalu lintas, marka
jalan, dan alat pemberi isyarat lalu lintas pada waktu
mengemudikan kendaraan bermotor di jalan;
8) menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain;
9) menggunakan lajur yang tepat pada saat akan mendahului
dan memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain;
10) menggunakan lajur, perpindahan lajur, serta merubah arah
pada jalan sesuai dengan etika dan ketentuan;
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
11) melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindaan,
pengidentifikasian, prakiraan, keputusan, dan pelaksanaan
(scanning, identification, prediction, decision, and execution)
pada saat menjalankan kendaraan uji.
6. Foto SIM dan sidik jari,
Pada tahap ini pemohon menuju ke ruang foto dan bersiap merapikan
diri. Setelah selesai di foto, peserta melakukan scanning (pemindaian)
sidik jari dengan mengikuti petunjuk dari petugas.
7. Pengambilan SIM
Pemohon mengambil SIM A pada loket pengambilan.
C. Rangkuman
Proses pembuatan SIM sebetulnya tidak sulit tergantung seorang
pemohon SIM menyikapinya karena sudah diatur oleh undang-undang lalu
lintas dan angkutan jalan tetapi sebagian orang mengganggap ujian SIM
baik teori dan praktik sangat sulit dikarenakan kesiapan pengetahuan dan
kecakapan yang kurang dikuasai oleh pemohon SIM.
Yang harus diperhatikan oleh pemohon SIM yaitu persiapan untuk
mengikuti ujian SIM A, proses ujian SIM dari mulai pendaftaran, tes kesehatan,
tes psikologi, tes ujian teori, tes ujian praktik, pemotretan dan sidik jari
sampai pengambilan SIM.
D. Evaluasi
1. Apa saja persyaratan pemohon ujian SIM A?
2. Sebutkan jenis-jenis ujian teori SIM A?
52 3. Ada berapa tahap ujian praktik SIM A? Jelaskan!
4. Pengetahuan apa saja yang akan diujikan dalam ujian teori SIM A?
5. Jelaskan proses pembuatan SIM A?
E. Pengayaan
Di beberapa negara luar, proses mendapatkan SIM bukanlah persoalan
yang mudah. Ada tahapan-tahapan yang harus diselesaikan sebelum
mendapatkan SIM utama, dan lama tahapan tersebut memakan waktu
yang tidak sedikit.
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
BAB IX
Penutup
Seorang pengemudi yang baik adalah pengemudi yang bertanggung 53
jawab atas keselamatan dirinya, orang lain dan pengguna jalan lainnya,
serta kendaraan yang dikendarainya.
Buku Teknik Mengemudi Aman Bagi Pemula ini adalah buku petunjuk
dasar-dasar mengemudi bagi para siswa kursus mengemudi ataupun
masyarakat yang akan belajar mengemudi secara mandiri. Diharapkan
dengan mempelajari dan memahami panduan ini, dapat terbentuk pengemudi
yang memiliki sikap tanggung jawab, sikap defensive (bertahan), serta
aman dalam mengemudikan kendaraan, baik dalam mempersiapkan diri
sebelum mengemudi, dan mempersiapkan kendaraan, maupun serta selama
mengemudikan kendaraan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kecelakaan
lalu lintas di jalan raya adalah faktor manusia atau pengemudi. Pengemudi
yang dimaksud adalah pengemudi yang belum siap menjadi pengemudi
yang baik dan belum menyadari pentingnya keselamatan bagi dirinya
maupun orang lain atau pengguna jalan lain.
Mudah-mudahan panduan singkat ini dapat bermanfaat dalam
membentuk pengemudi yang kompeten dan bertanggung jawab, sehingga
dapat menurunkan tingkat kecelakaan berlalu lintas di tanah air kita.
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
GLOSARIUM
B Lampu besar kendaraan.
Beam Daerah di sekitar kendaraan yang tidak dapat
Blind spot terlihat dari kaca spion.
Buku manual kendaraan Buku mengenai penjelasan spesifikasi, letak
semua instrumen dan peralatan, dan hal-hal
Buku servis lain yang berkenaan dengan sebuah kendaraan.
Buku catatan perawatan kendaraan.
D (Mengemudi dengan bertahan) Karakter
Defensive driving mengemudikan kendaraan yang mengutama-
kan keamanan dan keselamatan diri sendiri,
penumpang, pengemudi kendaraan lain, dan
orang lain di sekitar kendaraan.
Dongkrak Alat ungkit kendaraan bermotor. Umumnya
digunakan disaat mengganti ban.
E Kebiasaan atau karakter mengemudikan ken-
Eco-driving daraan yang mengutamakan penghematan
penggunaan kendaraan, misalnya: hemat
54 bahan bakar, kampas rem, ban, dll.
L Sebuah instrumen komunikasi kendaraan un-
Lampu hazard tuk memberikan informasi adanya bahaya atau
peringatan kepada pengguna kendaraan lain-
nya
M Sebuah metode dalam mengendalikan ken-
Metode 5 m /SIPDE daraan, 5 m yaitu mengamati (scan), meng-
identifikasi (identify), memperkirakan (predict),
mengambil keputusan (decide), mengeksekusi
keputusan (execute).
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
P Sebuah jenis parkir yang mengaharuskan
Parkir paralel/memanjang kendaraan parkir dalam posisi lurus dengan
sebidang jalan.
Parkir seri/garasi Sebuah jenis parkir yang mengharuskan ken-
daraan parkir dalam posisi tegak lurus 90°
Parkir serong dengan sebidang jalan.
Sebuah jenis parkir yang mengharuskan ken-
Pedal gas/akselerator daraan parkir dalam posisi miring dengan
Pedal kupling sebidang jalan.
Pedal rem Alat pada kendaraan yang berfungsi mengu-
rangi atau menambah putaran mesin.
Rem tangan Alat untuk memutuskan dan menghubungkan
putaran mesin ke roda penggeraknya.
Alat pada kendaraan yang berfungsi mengu-
rangi dan/atau memberhentikan putaran roda-
roda.
Sistim pada kendaraan yang berfungsi untuk
mengunci roda-roda pada saat kendaraan
berhenti.
55
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
DAFTAR PUSTAKA
Tim penulis. 2013. Panduan Siswa Mengemudi (belum diterbitkan).
Cirebon: Eka Jaya Berrindo
Tp. 2010.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.Jakarta: Bening.
www.astracreditcompanies.com.
www.driversedguru.com
www.drivingtesttips.biz/stopping-a-car.html
www.parkingtutorial.com
www.smartmotorist.com
56
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN 57
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
BIODATA PENULIS
Berry Herlambang,
Sebagai Direktur Utama dan Pemilik LPT Eka Jaya
Berrindo. Lahir di Bandung, 13 September 1965.
Mengawali karirnya di lingkungan kursus sebagai
“karyawan“ dilembaga milik orang tuanya yang telah
mendirikan Eka Jaya sejak tahun 1959. Pada tahun
1986 s.d. 1989 mengikuti Pendidikan Manajemen
Otomotif di Shizuoka, Jepang.
Tahun 2000, penulis makin focus mengembangkan
kursus dan “membeli” salah satu cabang Eka Jaya di
Cirebon, sehingga nama Eka Jaya Cabang Cirebon
menjadi Eka Jaya Berrindo. Program pelatihan yang
diselenggarakan tetap sama yaitu Teknik Megemudi
dan Teknik Otomotif.
Beberapa kegiatan penulis diantaranya adalah:
- Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi bidang Mengemudi Kendaraan
Bermotor (LSK MKB) Indonesia
- Master Penguji, Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bidang Mengemudi
Kendaraan Bermotor Indonesia
- Master Penguji, Lembaga Sertifikasi Kompetensi Instruktur/ Pendidik
Kursus dan Pelatihan (LSKPKP)
- Asesor Badan Akreditasi Nasional PNF Indonesia
- Instruktur Defensive Driving Indonesia Professional Divers Academy
- Ketua Tim Penyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI) bidang Mengemudi
- Perumus Indonesia Qualification Framework (IQF)/ Kualifikasi Kerja
Nasional Indonesia (KKNI) bidang Mengemudi
- Komisaris City and Guilds Indonesia, Lembaga Sertifikasi Kompetensi
Internasional yang berpusat di London.
- Komisaris PT Edukasi Transportasi Indonesia.
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Ade S. Danu,
Memulai karir di bidang kursus pada tahun 2005 di LPT
Ek Jaya Berrindo Cirebon. Lahir di Desa Babakan Jawa
– Majalengka pada 3 Mei 1967.
Dengan latar belakang pendidikan arsitektur perta-
manan, penulis pernah bekerja di perusahaan property
di Ciputra Grup dan Kelompok Usaha Sinar Mas bidang
Property di Surabaya selama 12 tahun. Kemudian meng-
geluti Manajemen Operasional dan GA-HRD di PT NW
Industries Bekasi, sebuah perusahaan pabrikasi boiler
untuk pembangkit listrik tenaga uap.
Ketika dulu penulis menginjak dewasa, penulis selalu berkata “tidak” kalau-
suatu saat nanti jadi guru. Bapaknya, Danu Ismadi, BA. adalah guru STM di
Majalengka. Beliau sebenarnya berkeinginan penulis jadi dosen di IPB,
tempat dimana anaknya kuliah.
Kini, ternyata kata ”tidak” dan keinginan bapaknya jadi doa sehingga Ade
Danu akhirnya jadi guru juga walaupun di pendidikan non formal.
Beberapa aktifitas penulis sbb:
- Sekretaris Lembaga Sertifikasi Kompetensi bidang Mengemudi Kenda-
raan Bermotor (LSK MKB) Indonesia
- Master Penguji, Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bidang Mengemudi
Kendaraan Bermotor Indonesia (LSK MKB)
- Master Penguji, Lembaga Sertifikasi Kompetensi Instruktur/ Pendidik
58 Kursus dan Pelatihan (LSKPKP)
- Asesor Badan Akreditasi Nasional PNF Indonesia
- Instruktur Defensive Driving Indonesia Professional Divers Academy
- Penyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
bidang Mengemudi
- Perumus Indonesia Qualification Framework (IQF)/ Kualifikasi Kerja
Nasional Indonesia (KKNI) bidang Mengemudi
- Pengalaman Melatih Safety Driving dan Safety Ridingi : Bank Saudara,
PT Malaka Utama, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Chevron
Indonesia, PT Pertamina, PT Biofarma, Rumah Zakat Indonesia, Klub
YAMAHA, KEMENKOMINFO, Instruktur Kursus Mengemudi Indonesia,
Asosiasi Pengelola Pelatihan Mengemudi Indonesia. Pengemudi
Angkutan Umum Binaan PT Jasa Raharja.dll
LAMPIRAN BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
BEKASI
1a 1b 1c 16 17 18a
Tikungan ke kiri Tikungan ke kanan Tikungan tajam ke kiri Lintasan pesawat terbang Angin dari samping Lintasan dua arah
1d 1e 1f 18b 18c 18d
Tikungan tajam ke kanan Tikungan Ganda , tikungan Tikungan Ganda , tikungan Awal bangunan pemisah untuk Akhir bangunan pemisah Akhir bangunan pemisah
untuk lalulintas dua arah untuk lalulintas satu arah
pertama ke kiri pertama ke kanan lalulintas dua arah
1g 1h 1i 19a 19b 19c
Banyak tikungan atau urutan Banyak tikungan atau urutan Pengarah tikungan ke kanan Persimpangan empat Persimpangan tiga sisi kiri Persimpangan tiga sisi kanan
beberapa tikungan, tikungan beberapa tikungan, tikungan
pertama ke kiri pertama ke kanan
1j 2a 2b 19d 19e 19f
Pengarah tikungan ke kanan Turunan Turunan tajam Persimpangan tiga serong kiri Persimpangan tiga serong kiri Persimpangan tiga serong
kanan
2c 2d 3a 19g 19h 19i
Tanjakan Tanjakan tajam Penyempitan di kiri dan Persimpangan tiga serong Persimpangan tiga tipe T Persimpangan tiga tipe Y
kanan jalan kanan
3b 3c 3d 19j 19k 19l
Penyempitan di kiri jalan Penyempitan di kanan jalan Jembatan atau penyempitan Persimpangan ganda kiri Persimpangan ganda kanan Persimpangan tiga ganda kiri
di jembatan kanan kiri
3e 3f 4 19m 20a 20b
Pengurangan lajur kiri Pengurangan lajur kanan Jembatan angkat Persimpangan tiga ganda Persimpangan tiga dengan Persimpangan tigasisi kiri
kanan prioritas dengan prioritas
5 6a 6b 20c 20d 20e 59
Jalan menuju tepian air, Jalan terjal datar, Jalan cembung atau Persimpangan tiga sisi kanan
bergelombang atau jembatan cembung Persimpangan tiga serong kiri Persimpangan tiga serong kanan
tepian juran dengan prioritas dengan prioritas dengan prioritas
berbukit-bukit
6c 7 8 20f m m
Jalan cekung Jalan licin Kerikil lepas Persimpangan bundaran
21a 21b
dengan prioritas Tinggi ruang bebas m Lebar ruang bebas m
9a 9b 10 22a 22b 23
Longsoran tanah atau batu Longsoran tanah atau batu Penyeberangan orang Persilangan datar dengan Persilangan datar dengan Hati-hati
yang berjatuhan dari sebelah yang berjatuhan dari sebelah lintasan kereta api berpintu lintasan kereta api tanpa
kiri jalan kanan jalan pintu
11 12 13a 24a 24b 24c
Banyak anak-anak Banyak orang bersepeda dan Banyak satwa jinak dan
sering menyeberang jalan Rambu tambahan menyatakan Rambu tambahan menyatakan Rambu tambahan menyatakan
sering menyeberang jalan jarak 400 m jarak 300 m jarak 100 m
13b 14 15 TANAH LONGSOR
Banyak satwa liar dan Ada pekerjaan di jalan Lampu pengatur lalu lintas DIMUSIM HUJAN
sering menyeberang jalan
25
Peringatan tentang bahaya
tanah longsor di musim hujan
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
1a 1b 1c BEKASI KOTA 1c
Wajib mengikuti arah ke kiri Wajib mengikuti arah ke kanan Wajib mengikuti arah yang PANCORAN Rambu pendahulu petunjuk
BOGOR jurusan yang menunjukkan
ditunjuk 1a KEB. LAMA arah yang harus ditempuh
Rambu pendahulu petunjuk
jurusan pada persimpangan 1b pada suatu daerah
di depan Rambu pendahulu petunjuk
jurusan yang menunjukkan
arah daerah
CIBITUNG TJ. PRIUK TMII
1d 1e 1f 1d 1e 1f
Wajib mengikuti arah yang Wajib berjalan lurus ke depan Wajib mengikuti arah yang Rambu pendahulu petunjuk Rambu pendahulu petunjuk Rambu pendahulu petunjuk
ditentukan pada bundaran jurusan yang menyatakan jurusan yang menyatakan lajur jurusan yang menyatakan lajur
ditunjuk arah untuk mencapai suatu kiri yang harus dilewati untuk kanan yang harus dilewati
tempat keluar dari jalan Tol untuk jurusan yang dituju
jurusan yang dituju
PURWAKARTA 70 TMII
Km
2b
2a Rambu petunjuk jurusan
Rambu petunjuk jurusan menuju jalan tol jagorawi
Purwakarta dengan jarak 70 km
2a 2b 3a 1g T. ABANG 7 100 M
Wajib mengikuti salah satu Wajib mengikuti salah satu Lajur atau bagian jalan yang Rambu pendahulu petunjuk Km
jurusan yang menyatakan
arah yang ditunjuk arah yang ditunjuk wajib dilewati adanya pilihan lajur sesuai 2c 2d
jurusan pada persimpangan Rambu petunjuk jurusan Rambu petunjuk jurusan
untuk ke arah perkemahan
200 M ke pelabuhan udara
2e DIENG 10 Taman Nasional 0
Rambu petunjuk jurusan Km oooooooooo Km
untuk menuju ke arah ooooooooooo
pesanggrahan pemuda
3b 3c 4a 2f 2g
Lajur atau bagian jalan yang Wajib melewati salah satu Wajib untuk pejalan kaki Rambu petunjuk jurusan ke Rambu petunjuk jurusan ke
daerah wisata Dieng dengan
wajib dilewati lajur yang ditunjuk daerah Taman Nasional
jarak 10 km
TOMOHON 3 Km KEDIRI KEDIRI
TONDANO 15 Km
3 4a 4b
Awal batas wilayah kota Kediri Keluar batas wilayah kota Kediri
4b 4c 4d Jalan ini menuju ke Tomohon
Wajib untuk lalulintas Wajib untuk lalulintas becak Wajib untuk lalulintas 3 km dan ke Tondano 15 km
pengendara berkuda
bersepeda Jalan Tol Jalan Tol
Jagorawi Jagorawi
4c 4d
Awal batas wilayah jalan Tol Akhir batas wilayah jalan Tol 5
Jagorawi Jagorawi Tempat penyeberangan orang
4c 4c 4d
Wajib untuk lalulintasdokar Wajib untuk lalulintas pedati Wajib untuk lalulintas pedati,
gerobak dorong dan dokar
30km 30km 6a 6b
Jalan satu arah kanan Jalan satu arah kiri 6c
Jalan satu arah lurus
Untuk mempertegas dapat Untuk mempertegas dapat Untuk mempertegas dapat
digunakan papan tambahan di digunakan papan tambahan di digunakan papan tambahan di
bawahnya dengan tulisah bawahnya dengan tulisah bawahnya dengan tulisah
5a 5b 6a “SATU ARAH” “SATU ARAH”
Perintah kecepatan minimum Batas Akhir kecepatan Wajib memakai rantai pada ban “SATU ARAH”
minimum yang diwajibkan
yang diwajibkan
60 6b 6d 6e 6f
Batas akhir wajib memakai Rambu petunjuk tempat Jalan buntu Jalan buntu
rantai pada ban berbalik arah
6g 6h 6i
Jalan Tol Batas akhir Jalan Tol Khusus kendaraan bermotor
6j 6k 6l
Batas akhir jalan yang khusus Tempat pemberhentian bus Arah lajur bus
untuk kendaraan bermotor
6m 6n 6o
Bagian lajur yang dapat Rambu yang menjelaskan Lajur bus searah dengan arah
digunakan lalulintas lainnya bahwa akan memasuki jalan
lalulintas
yang mempunyai lajur
khusus bus
BAHAN AJAR KURSUS & PELATIHAN
TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
6p 6q 6r 200 M ...... Km
Lajur Bus berlawanan arah Tempat pemberhentian Memasuki daerah penggunaan
kendaraan dengan batas BEKASI Panjang bagian jalan yang berbahaya atau
dengan arah lalulintas sabuk pengaman panjang daerah dimana peraturan berlaku,
Jarak dari rambu sampai awal bagian jalan
AKHIR LAJUR BUS yang berbahaya atau awal daerah dimana sebagaimana contoh dimaksud
6s peraturan berlaku, sebagaimana contoh
5M 5M
Akhir Lajur Bus dimaksud
10 M
Berlakunya rambu sesuai arah panah kekiri Berlakunya rambu sesuai arah panah kekiri
10 meter dan kanan 5 meter
10 M KHUSUS BUS
7 8 9a Berlakunya rambu sesuai arah panah ke Berlakunya rambu sesuai dengan keterangan
Mendapat prioritas atas Tempat Parkir Rumah Sakit kanan 10 meter pada papan tambahan
lalulintas dari depan
9b 9c 9d
Batas Pertolongan Pertama Bengkel Perbaikan Kendaraan Telepon Umum
Awal berlakunya rambu Pengulangan berlakunya Awal berlakunya rambu
sesuai arah panah lalulintas rambu sesuai arah panah sesuai arah panah
lalulintas ke depan dan ke
ke depan
belakang
9e 9f 9g
Pompa Bahan Bakar Hotel / Motel Rumah Makan
06.00 - 15.00 KECUALI BUS
Berlakunya rambu sesuai waktu yang Berlakunya rambu bagi semua kendaraan
ditentukan kecuali bus
9h 9i 9j BANYAK JURANG LICIN DI WAKTU
Kedai Kopi Tempat Wisata Tempat Berjalan Kaki HUJAN
Papan tambahan untuk menegaskan jenis
bahaya yang dimaksud tabel I No. 23 (hati- Papan tambahan untuk menegaskan jenis
bahaya yang dimaksud tabel I No. 23 (hati-
hati)
hati)
9k 9l 9m
Tempat Berkemah Tempat Kemah Tempat Berkemah dan
61
9n 9o 9p
Pesanggrahan Pemuda Rumah Ibadah Umat Islam Rumah Ibadah Umat Kristen
9q 9r 9s
Rumah Ibadah Umat Hindu Rumah Ibadah Umat Budha Museum
9t 9u 9v
Stadion / Lapangan Terbuka Lapangan Olahraga) Gedung / Bangsal Olahraga
(Stadium/Sport Hall) (Gedung) (Sport Hall)
JL. JEND. SUDIRMAN
10
Papan Nama Jalan
Bahan Ajar Kursus & Pelatihan Mengemudi Level II
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan TEKNIK MENGEMUDI AMAN BAGI PEMULA
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2014