The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini diperuntukkan untuk menunjang mahasiswa dalam mengolah data penelitian menggunakan SPSS 26

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dyahpuspita21, 2022-08-25 21:31:56

Panduan Penggunaan SPSS Versi 26.0 untuk Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perkebunan

Buku ini diperuntukkan untuk menunjang mahasiswa dalam mengolah data penelitian menggunakan SPSS 26

Keywords: SPSS,Statistics,Eksperimental,Sosial Ekonomi Pertanian

4. Isikan properti variabel pada Variabel View, seperti dibawah ini.
- Khusus untuk mengisi value pada nama kelompok, klik pada value,
isikan 1 pada kolom value dan Pendapatan Jeruk pada Label. Lalu klik
add, klik ok.
- Pada bagian Measured, pilih scale pada pendapatan dan Nominal pada
kelompok.

Gambar 84 Pemberian label Variable pada kotak dialog Value Labels untuk Uji
Independent T-test

Gambar 85 Tampilan menu untuk Independent Samples T-Test
5. Kemudian akan muncul kotak dialog Independent Samples T-Test. Lalu

masukkan variabel pendapatan pada kotak Test Variable dan variabel
kelompok pada Grouping Variable.

91

Gambar 86 Kotak dialog Independent Samples T-Test
6. Kemudian klik Define Group, lalu pada kotak dialog Define Groups ketik 1

pada group 1 dan ketik 2 pada grup 2, lalu pilih continue.

Gambar 87 Kotak dialog Define Groups
7. Kemudian akan kembali ke kotak dialog Independent Samples T-Test lalu

klik Ok. Maka output SPSS akan ditampilkan seperti dibawah ini.

92

Tabel 35 output Uji Independent Samples T-Test

Dari hasil output SPSS, dari Group Statistics dapat dilihat bahwa, rata-rata
pendapatan petani jeruk adalah Rp 61.380.235 dan rata-rata pendapatan petani kopi
Rp 55.645.044. Berdasarkan hasil independent Sampel Test, pada equal variances
assumed dapat dilihat nilai signifikansi uji sebesar 0,238. Nilai ini lebih besar dari
derajat alfa 5% (0,05 ) atau 0,238>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak,
sehingga H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan pendapatan petani jeruk dengan pendapatan petani kopi. Meskipun
dari rata-rata, pendapatan jeruk lebih tinggi daripada pendapatan kopi. Namun secara
statistik pendapatan ini tidak berbeda nyata.

93

Daftar Referensi

Dwiastuti, Rini. 2017. Metode Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Dilengkapi
Pengenalan Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi
Kuantitatif-Kualitatif. Malang: UB Press.

Efendi, Roy dan Muhammad Aqil. 2015. Aplikasi SPSS dan SAS untuk Perancangan
Percobaan. Yogyakarta: Absolute Media.

Gomez, Arturo A. dan Kwanchai A. Gomez 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian
Pertanian. Jakarta: UI Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Modul Pembelajaran SPSS. Jakarta:

Kemendikbud.
Lubis, Zulkarnain, Sutrisno, dan Andre Hasudungan Lubis. 2107. Panduan Praktis

Praktikum SPSS. Medan: Universitas Medan Area.
Putri, Ni Wayan Suardiati dan Ni Kadek Suryati. 2016. Modul Statistika dengan

SPSS. Denpasar: STMIK STIKOM Indonesia.
Prasetyo, Bambang. 2018. Pengantar Statistik Sosial. Tangerang: Penerbit

Universitas Terbuka.
Riyanto, Slamet dan Aglis A. Hermawan 2020. Metode Riset Penelitian Kuantitatif

Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen.
Yogyakarta: Penerbit Depublish.
Santoso, Singgih. 2022. Panduan Lengkap SPSS 26. Jakarta: PT. Gramedia.
Sujarweni, V. Wiratna. 2022. SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Pustaka
Baru Press

94


Click to View FlipBook Version