BUKU PEDOMAN SISWA
SMA KOLESE LOYOLA
T.P. 2021-2022 Untuk kalangan
terbatas
Yayasan Loyola, Para
Guru, Tenaga
Kependidikan, Siswa,
dan Orang Tua/Wali
SMA Kolese Loyola
1
Visi
Pusat pendidikan bagi calon pejuang-pejuang
pembaharu dunia yang kompeten, berhati
nurani benar, berkepedulian sosial, dan
berkomitmen demi lebih besarnya Kemuliaan
Allah.
Misi
Menyelenggarakan Lembaga Pendidikan
Sekolah Menengah Atas yang mampu
membentuk kaum muda menjadi pejuang-
pejuang pembaharu dunia yang kompeten,
berhati nurani benar, berkepedulian sosial, dan
berkomitmen dengan menekankan pada
keunggulan intelektual, budi pekerti luhur,
humaniora, dan kepekaan terhadap tanda-
tanda zaman.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
2
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Nama Panggilan :
NIS :
Kelas/no.absen :
Alamat :
Kode Pos :
No. Telepon :
No. Handphone :
Email :
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
3
PENGANTAR
Pada dasarnya pendidikan adalah kegiatan memanusiakan manusia muda
untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia utuh yang memiliki kekuatan
dinamis selektif untuk selalu menyempurnakan diri terus-menerus. Untuk
menjadi siswa SMA Kolese Loyola perlu disadari beberapa hal berikut ini:
1. Masuk SMA Kolese Loyola adalah pilihan bebas-merdeka dari setiap
pribadi.
2. SMA Kolese Loyola menuntut kesadaran dan kesungguhan belajar, serta
pengembangan diri untuk persiapan ke jenjang pendidikan dan pengajaran
berikutnya.
3. Saudara akan dilatih dan melatih diri dalam berdisiplin diri, bekerja keras,
berkompetensi, berkomitmen, hidup berencana, berkepemimpinan, dan
berkepedulian sosial, serta memiliki pergaulan sosial yang sopan, ramah,
dan bermartabat.
4. Saudara hendaknya siap untuk dikembangkan dan mengembangkan diri
sendiri menjadi manusia utuh berkemanusiaan yang dijiwai cinta kasih
Kristiani, berkepribadian, ulet, dan tangguh dalam mengejar prestasi-
prestasi yang luhur, serta memahami hak, kewajiban, tugas, dan tanggung
jawab.
5. Saudara mesti memiliki kehendak baik untuk menjadi manusia beriman
mendalam pada Tuhan Allah dan menemukan kehadiran-Nya dalam hidup
bersama yang dijiwai oleh semangat cinta damai, keadilan, kejujuran,
keterbukaan, semangat rela berkorban dan melayani secara bijaksana.
6. Saudara terikat pada peraturan tata tertib Sekolah yang tercantum dalam
Buku Pedoman Siswa SMA Kolese Loyola selama berstatus sebagai siswa
SMA Kolese Loyola.
Supaya cita-cita mulia dan luhur yang ingin kita raih itu sungguh menjadi
kenyataan, disediakanlah salah satu alat bantu yaitu Buku Pedoman Siswa
SMA Kolese Loyola yang biasa disebut dengan Buku Putih. Aturan-aturan dan
ketentuan-ketentuan di dalam buku pedoman ini bukanlah tujuan, melainkan
sarana untuk membantu para siswa SMA Kolese Loyola agar semakin menjadi
pribadi yang utuh. Di dalam pedoman ini tertulis peraturan tata tertib yang mesti
dipatuhi dengan penuh tanggung jawab oleh setiap siswa SMA Kolese Loyola.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
4
Semoga Buku Pedoman Siswa SMA Kolese Loyola ini ditangkap jiwanya
dan dihayati nilainya sehingga dapat memberikan inspirasi untuk
membentuk siswa menjadi manusia muda yang dapat mandiri dan
mengatur diri.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
5
RIWAYAT HIDUP
ST. IGNATIUS LOYOLA…6
SEJARAH SMA KOLESE LOYOLA …8
LAMBANG SMA KOLESE LOYOLA …10
DASAR DAN ARAH
SMA KOLESE LOYOLA…11
ORGANIGRAM/
SUSUNAN KEPENGURUSAN LOYOLA…13
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
6
RIWAYAT HIDUP SANTO IGNATIUS LOYOLA
Terlahir dengan nama Inigo de Loyola,
pada tahun 1491 di Azpeitia, Basque, propinsi
Guipuzcoa, Spanyol, seorang pria yang kita
kenal sebagai Santo Ignatius de Loyola adalah
putra bungsu dari tiga belas bersaudara. Di usia
enam belas tahun ia dikirim untuk bekerja dan
menjadi bagian dari rumah seorang bangsawan
kaya bernama Juan Velazquez. Karena bekerja
di sana sebagai seorang prajurit, ia pun
tenggelam dalam kemewahan dan keduniawian
Sanggunian @admusanggu yang memang menjadi bagian dari kehidupan
para bangsawan, terutama sekali ia sangat menyukai wanita dan perjudian.
Pada usia 30 tahun, ketika sedang membela Spanyol dalam sebuah peperangan
melawan Prancis, ia mengalami patah sebelah kaki dan cedera berat di kaki yang
satunya. Karena mengagumi keberaniannya, para prajurit Prancis membawa
Ignatius pulang ke rumahnya, yaitu di Kastil Loyola, dan bukan mengirimnya ke
penjara sebagai tawanan perang. Dalam periode penyembuhan yang panjang
tersebut ia mengalami rasa bosan dan jenuh, karena sekarang ia yang adalah
seorang prajurit tangguh harus berdiam diri tanpa bisa melakukan sesuatu apa
pun yang berarti. Ia meminta beberapa novel roman untuk menemaninya
melewati waktu. Sayangnya tidak ada buku seperti itu di Kastil Loyola, yang ada
justru cerita tentang kehidupan Yesus dan para martir-Nya. Karena bosan,
Ignatius pun mulai membacanya. Anehnya, setelah membacanya ia mulai
merasakan kedamaian dan ketenangan batin, yang tidak dirasakannya setelah
berpesta-pora dengan para wanita atau merasakan kemenangan di meja judi.
Peristiwa tersebut bukan hanya permulaan dari pertobatannya, akan tetapi juga
permulaan dari apa yang disebut sebagai 'Spiritual Discernment', atau
'Discernment of Spirit' , yang menjadi bagian yang dijelaskannya dalam sebuah
latihan rohani, yang sampai sekarang ini kita kenal sebagai 'Latihan Rohani
Santo Ignatius'.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
7
Setelah merasa cukup kuat untuk berjalan, ia memutuskan untuk pergi ke
Yerusalem, tempat bersejarah yang menjadi saksi peristiwa keselamatan yang
dikerjakan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Ignatius harus melalui
perjalanan yang sangat panjang sebelum akhirnya meleburkan diri dengan
kehidupan biara dan pada akhirnya memimpin sebuah tarekat religius yang kita
kenal sebagai Serikat Jesus (SJ), yang diresmikan oleh Paus Paulus III pada
tanggal 27 September 1540. tarekat tersebut semula bernama Company of
Jesus (dalam bahasa Latin bernama Societatis Jesu). Kesukaan Santo Ignatius
dalam kehidupannya yang baru adalah mengajar katekumen untuk anak-anak
dan memberikan pengarahan kepada muda-mudi dalam Latihan Rohani
(Spiritual Exercises). Dalam kehidupannya di dunia ini, Santo Ignatius sempat
menyaksikan betapa Serikat Jesus yang dipimpinnya bertumbuh dengan hebat
bermula dari hanya delapan anggota menjadi ribuan. Beberapa dari anggotanya
adalah para teolog yang ikut serta dalam Konsili Trente, sebuah event yang
memainkan peranan vital dalam gerakan Kontra Reformasi Gereja Katolik.
Barangkali sebenarnya Serikat Jesus berawal dari sekolah yang didirikan oleh
Santo Ignatius. Sangat menarik untuk disimak bahwa sebenarnya ia tidak
berminat mendirikan sebuah tarekat.
Sebelum tahun 1548 Ignatius sudah membuka sekolah-sekolah di Italia,
Portugal, Belanda, Spanyol, Jerman dan India. Tujuan dari sekolah-sekolah
tersebut sebenarnya adalah untuk melatih para muda-mudi dalam Latihan
Rohani yang dikembangkannya. Motto dari Serikat Jesus yang terkenal adalah
'Ad Majorem Dei Gloriam', yang dalam bahasa Indonesia sederhana kira-kira
berarti ‘Demi semakin besarnya kemuliaan Allah.’ Salah satu dari kedelapan
anggota awal Serikat Jesus adalah St. Fransiskus Xaverius, cikal-bakal
berdirinya Gereja Katolik di Indonesia. St. Ignatius wafat pada tanggal 31 Juli
1556. Beatifikasi Santo Ignatius diberikan pada tanggal 27 Juli 1609, dan pada
tanggal 12 Maret 1622 Paus Gregorius XV mengumumkan kanonisasi Santo
Ignasius bersama-sama dengan Fransiskus Xaverius, sebagai Orang Kudus.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
8
SEJARAH SMA KOLESE LOYOLA
Anak-anak muda
sering menimbulkan
kegelisahan pada diri orang
tuanya. Hal demikian terjadi
di mana saja dan kapan
saja. Di bulan Mei tahun
1949, menjelang
penyerahan kedaulatan
Republik Indonesia dari
tangan Belanda, banyak
orang tua yang tinggal di Yogyakarta memboyong anak-anaknya yang berusia
remaja ke Semarang. Hal itu diakibatkan adanya perang kemerdekaan. Situasi
memprihatinkan yang menimpa diri anak-anak muda ini begitu mendalam
menyentuh hati dan menimbulkan kegelisahan dalam diri Pater Van
Waayenburg, SJ.
Hati Pater tersentuh melihat anak-anak muda yang
menjadi korban perang tersebut tidak dapat bersekolah.
Maka Pater van Waayenburg SJ berusaha membuka
sekolah bagi mereka. dengan bantuan Bapak P.I. Wijono,
Pater mencari tenaga guru. Dan usaha itu membuahkan
hasil yang menggembirakan. Pada bulan Juni 1949
berdirilah sebuah sekolah menengah yang berorientasi
pada penyiapan siswa ke Perguruan Tinggi, yang dikenal
sebagai sekolah VHO. Sekolah yang dirintis oleh Pater van
Waayenburg SJ ini waktu itu bertempat di kompleks Bruderan Kalisari. Dalam
proses belajar mengajar, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa
Indonesia. Namun beberapa guru kurang mampu berbahasa Indonesia, dan bagi
mereka diperbolehkan menggunakan pengantar bahasa Belanda.
Sekali gebrakan Pater van Waayenburg SJ berhasil mengumpulkan siswa
sebanyak empat kelas. Tetapi setengah tahun kemudian—setelah penyerahan
kedaulatan RI dari tangan Belanda pada tanggal 27 Desember 1949—siswa
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
9
yang semula sebanyak empat kelas itu menyusut menjadi dua kelas. Sebagian
besar dari mereka pindah ke VHO Negeri. Semua ini dihayati sebagai
perjuangan dan cobaan bagi Kolese Loyola di awal keberadaannya. Karena
kelas (gedung) Mulo milik para Bruder FIC Randusari yang dipinjam oleh Pater
van Waayenburg diminta oleh empunya, terpaksa Kolese Loyola digeser ke
belakang, yaitu ke sebuah ruang makan asrama (sekarang menjadi SD dan TK
St. Bernardus).
Cobaan yang dialami oleh VHO Kanisius (sebelum berganti nama menjadi
Kolese Loyola) tidak berhenti di situ. Cobaan kedua datang. Kolese Loyola
terpaksa pindah lagi. Kolese Loyola mengungsi ke “Het Katholike Militair Tehnis”
(sekarang menjadi rumah induk biara Suster-suster Fransiskanes di jalan
Pemuda). Di tengah kegetiran itu, masih ada hiburan yang melegakan. Pada
waktu itu jumlah murid cukup banyak menurut ukuran sekolah waktu itu. secara
umum dapat dikatakan, dari murid yang masuk rata-rata usianya sudah cukup
untuk menyebut mereka sebagai gadis-gadis dan jejaka-jejaka. Maklumlah,
mereka adalah anak revolusi, orang muda pejuang yang ikut lempar-lempar
granat dan memanggul basoka pada masa revolusi fisik.
Dalam perkembangan selanjutnya, arah yang akan ditempuh sekolah ini
menjadi semakin jelas. Rasa optimisme mulai tumbuh beriringan dengan arah
yang semakin jelas, apalagi para guru yang mampu berbahasa Indonesia sudah
cukup banyak. Pada saat inilah VHO Kanisius berganti nama menjadi SMA tiga
tahun. SMA ini memiliki jurusan Ilmu Pasti Alam atau Bagian B, dan jurusan Ilmu
Sosial atau Bagian C.
Tahun 1950 dibangun gedung sekolah SMA Kolese Loyola di daerah
Karanganyar, yang waktu itu tanannya jauh lebih luas daripada sekarang. Pada
tahun ajaran 1950/1951 SMA Loyola Kecil memilih merubah haluan. Murid-murid
putri diserahkan pengelolaannya kepada para Suster Fransiskanes. Untuk
mendampingi para siswi ini ditunjuklah Sr. Suitbertha sebagai wakil Kepala
Sekolah dan dibantu Suster Leontine. Sedangkan pejabat Kepala Sekolah tetap
dipegang oleh Pater van Waayenburg SJ. Pada waktu itu pula jurusan
bertambah satu, yaitu jurusan Bahasa atau Bagian Sastra (Barat dan Timur).
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
10
LAMBANG SMA KOLESE LOYOLA
1. Lambang
Semangat dan kekhasan SMA Kolese Loyola terungkap dalam
lambangnya. Pada lambang itu dapat ditemukan:
a. IHS (Iesus Hominum Salvator), artinya Yesus Penyelamat Manusia.
b. Burung merpati lambang kehadiran Roh Kudus yang membuahkan
cinta kasih.
c. Serigala penjaga jambangan sambil menengadahkan kepala
lambang semangat keprajuritan yang terdapat di Kastil Loyola.
d. AMDG (Ad Maiorem Dei Gloriam) berarti semua diarahkan demi lebih
besarnya kemuliaan Allah.
2. Keterangan Warna
a. Warna merah melambangkan kebijaksanaan dan keberanian
b. Warna putih melambangkan kesucian, kemurnian, dan kebersihan.
c. Warna biru melambangkan kerinduan.
d. Warna kuning melambangkan kemuliaan.
3. Arti Lambang
Lambang beserta warnanya tersebut mengkristalkan suatu makna yang
amat dalam yaitu bahwa berkat cinta kasih Allah dalam diri Yesus Kristus
yang hadir dalam Roh Kudus, kita sebagai anggota Keluarga Besar Kolese
Loyola berusaha untuk memperkembangkan segala talenta intelektual
dan kepribadian demi kemuliaan Allah yang lebih besar.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
11
DASAR DAN ARAH SMA KOLESE LOYOLA
SMA Kolese Loyola, yang diasuh oleh para anggota Serikat Yesus (Yesuit)
dan para koleganya, memiliki dasar dan arah yang sejalan dengan dasar dan
arah pendidikan Yesuit. Dasar pendidikan SMA Kolese Loyola adalah cinta bakti
pada Tuhan dan sesama, yang diwujudkan dengan menghayati dan
mengamalkan Pancasila. Sesuai dengan semangat dasar Ignasian, cinta bakti
pada Tuhan dan sesama itu lebih diungkapkan dalam perbuatan daripada kata-
kata (Latihan Rohani 230).
Arah pendidikan SMA Kolese Loyola, sejalan dengan arah pendidikan
nasional, yaitu usaha pemanusiaan kaum muda agar terhimpun pribadi-pribadi
yang mampu dan sanggup berikhtiar demi tercapainya kehidupan bersama yang
adil, bersaudara, bermartabat, dan yang memberikan kesejahteraan bagi semua.
(UU Sisdiknas Tahun 2003, Bab II, pasal 3).
VISI, MISI, TUJUAN, DAN STRATEGI
Pendidikan SMA Kolese Loyola menetapkan visi dan misi sebagai wujud
nyata dari kehendak kuat mencari yang semakin lebih memuliakan Allah dan
membantu perkembangan pribadi siswa secara utuh.
Visi SMA Kolese Loyola adalah pusat pendidikan bagi calon pejuang-
pejuang pembaharu dunia yang kompeten, berhati nurani benar, berkepedulian
sosial, dan berkomitmen demi lebih besarnya Kemuliaan Allah. Untuk
mewujudkan visi itu, SMA Kolese Loyola menetapkan satu misi yaitu
menyelenggarakan Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Atas yang mampu
membentuk kaum muda menjadi pejuang-pejuang pembaharu dunia yang
kompeten, berhati nurani benar, berkepedulian sosial, dan berkomitmen dengan
menekankan pada keunggulan intelektual, budi pekerti luhur, humaniora dan
kepekaan terhadap tanda-tanda zaman.
Tujuan pendidikan SMA Kolese Loyola adalah membentuk manusia muda
yang kompeten, memiliki hati nurani benar, dan memiliki kepedulian sosial (man
or woman with/for others). Tujuan ini dijabarkan sebagai berikut:
1. Membentuk manusia yang suci, cerdas, dewasa dan berpengaruh luas,
dengan memacu perkembangan intelektual siswa agar mencapai
kepenuhan bakat yang dianugerahkan Tuhan.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
12
2. Mengembangkan keunggulan pribadi yang memiliki keseimbangan lahir
batin, terarah pada sikap adil, jujur, rendah hati, dan peka pada perkara
sosial.
3. Dalam semangat Ignatius yang senantiasa mencari Tuhan dalam segala
dan segala dalam Tuhan, mengejar semakin besarnya kemuliaan Allah
(Ad Maiorem Dei Gloriam).
4. Mengembangkan manusia yang utuh, terarah pada tindakan yang
diresapi oleh semangat dan kehadiran Yesus Kristus, menjadi manusia
bersama dan bagi sesama (man or woman with/for others).
Untuk mendukung ke arah perjuangan visi, misi, dan tujuan diterapkan
strategi pendidikan. Strategi umum pendidikan SMA Kolese Loyola adalah
mempertahankan keberadaan dan citra SMA Kolese Loyola di masyarakat,
meningkatkan kualitas sekolah, dan mengembangkan suasana dialogal. Strategi
khususnya adalah mengembangkan sumber daya manusia, menerapkan
manajemen partisipatif, meningkatkan sarana-prasarana dan mengoptimalkan
pemanfaatannya, meningkatkan kerjasama orang tua siswa dan alumni dengan
sekolah, mengembangkan pendidikan dan pengajaran melalui Paradigma
Pedagogi Ignatian, meningkatkan disiplin, melatih kepekaan dan kepedulian
pada sesama, dan meningkatkan kegiatan yang bersifat humaniora.
Penjabaran Paradigma Pedagogi Ignasian (PPI):
Context-Experience-Reflection-Action-Evaluation
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
13
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
14
KETERANGAN ORGANIGRAM
PEMIMPIN
Pemimpin SMA Kolese Loyola terdiri atas:
1. Pemimpin tertinggi SMA Kolese Loyola sebagai karya pendidikan Serikat
Yesus adalah Ketua Yayasan Loyola Loyola.
2. Pemimpin pelaksana harian Yayasan (staf eksekutif Yayasan) adalah
Sekretaris Eksekutif Yayasan Loyola (SEYL) yang dibantu oleh:
a. Manager Sarana Prasarana
b. Manager Keuangan
c. Manager Sumber Daya Manusia
3. Pemimpin pelaksana harian Sekolah (staf eksekutif sekolah) adalah
Kepala Sekolah yang dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah:
a. Bidang Kurikulum
b. Bidang Kesiswaan (Pamong)
c. Bidang Kelengkapan Pendidikan
d. Bidang Data dan Informasi
SISTEM KERJA
Pemimpin pelaksana harian Sekolah dan tim di bawahnya saling berkoordinasi
dan bekerja sama dengan pemimpin pelaksana harian Yayasan dan timnya
untuk melaksanakan rencana strategis Yayasan Loyola.
KELUARGA BESAR KOLESE LOYOLA DAN KELUARGA KOLESE LOYOLA
1. Keluarga Besar Kolese Loyola (KBKL) adalah semua anggota yang ada di
lingkungan SMA Kolese Loyola (staf yayasan, para Yesuit yang tinggal di
komunitas pastoran Loyola, guru, karyawan, dan siswa).
2. Keluarga Kolese Loyola (KKL) adalah segenap siswa SMA Kolese Loyola.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
15
PROTOKOL PERLINDUNGAN ANAK…16
INTRAKURIKULER…27
TATA TERTIB…28
BENTUK PELANGGARAN DAN SANKSI…44
DISPENSASI…53
EKSTRAKURIKULER…54
TATA TERTIB…55
BENTUK PELANGGARAN DAN SANKSI…57
DISPENSASI…58
PEDOMAN KEGIATAN-KEGIATAN LAIN…59
EXAMEN CONSCIENTIAE…64
PENUTUP … 68
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
16
PROTOKOL PERLINDUNGAN ANAK
Siswa SMA Kolese Loyola adalah golongan anak-anak yang merupakan
masa depan bangsa dan umat manusia. Oleh karena itu, SMA Kolese Loyola
berkomitmen untuk bergerak bersama seluruh masyarakat dan Gereja universal
untuk mempromosikan budaya perlindungan anak (the culture of safeguarding
for minors) agar siswa SMA Kolese Loyola memiliki kesempatan seluas-luasnya
untuk tumbuh dan berkembang baik fisik, mental, maupun sosial.
I. TUJUAN
Protokol ini bertujuan untuk melindungi hak siswa SMA Kolese Loyola untuk
mendapatkan pendidikan, menegaskan hak profesi Guru dan Tenaga
Kependidikan, menjaga relasi yang saling menghormati antara sesama siswa,
antara siswa dengan Guru dan/atau Tenaga Kependidikan, antara siswa dengan
orangtua/wali mereka, dan antara siswa dengan pengunjung atau mitra sekolah.
II. SASARAN
Sasaran dari protokol ini adalah siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan, Pelatih
Ekstrakurikuler, tenaga kontrak dan outsourcing, orangtua/wali, seluruh pribadi
yang membantu sekolah, relawan dan pengunjung.
III. DASAR
Dasar dari upaya perlindungan anak adalah Kitab Suci, Ajaran Gereja,
Spiritualitas Ignasian, dan Perundang-undangan Republik Indonesia tentang
perlindungan anak.
IV. DEFINISI-DEFINISI
1. Kekerasan terhadap anak (Child Abuse)
Secara umum kekerasan terhadap anak adalah segala tindakan yang
berakibat pada tindakan membahayakan atau berpotensi
membahayakan anak. Di bawah ini bentuk-bentuk kekerasan terhadap
anak:
a. Kekerasan Fisik (Physical Abuse). Tindakan yang termasuk dalam
kekerasan fisik adalah memukul, melempar, meracuni, membakar,
membuat kulit orang melepuh, menenggelamkan, mencekik, dan
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
17
bentuk perlakuan fisik yang lain yang telah direncanakan atau lalai
atau barangkali diakibatkan karena perencanaan yang salah dalam
mencegah sesuatu sehingga menimbulkan kecelakaan.
b. Penelantaran/Pembiaran. Penelantaran/pembiaran merupakan
kesalahan yang dilakukan terus-menerus dan dibiarkan begitu saja
terhadap anak yang seharusnya dijumpai secara fisik atau pada saat
membutuhkan bantuan psikologis.
c. Kekerasan Seksual (Sexual Abuse). Tindakan yang termasuk
dalam kekerasan seksual adalah incest, pernikahan dini, perkosaan,
pornografi, perbudakan seks, menyentuh atau meraba dengan
menggunakan bahasa yang ‘bernada/bernuansa seksual’ secara
terang-terangan kepada anak dan menunjukkan barang-barang yang
bersifat pornografi kepada anak-anak. Di dalam Undang-Undang
Nomor 44 Tahun 2008, arti pornografi adalah gambar, sketsa,
ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun,
percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui
berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka
umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang
melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
d. Kekerasan Emosi (Emotional Abuse). Tindakan yang termasuk
dalam kekerasan emosi yang memiliki dampak berat dan merugikan
bagi perilaku anak dan pengembangan emosinya yang kemudian
menjadikannya memiliki perasaan rendah diri adalah tindakan yang
bersifat mempermalukan atau merendahkan, seperti memanggil
nama dengan tidak baik, mengkritik terus-menerus, meremehkan,
mempermalukan, ‘menyendirikan’, dan mengucilkan.
2. Perundungan Seksual (Sexual Harassment)
Tindakan yang termasuk dalam kategori perundungan seksual adalah
bentuk rayuan-rayuan yang tidak diinginkan secara visik, verbal atau
visual, pemaksaan dengan tindakan seksual, dan tingkah laku yang
berorientasi pada hal seksual lainnya yang bersifat menyerang atau
kasar kepada siswa penerima yang melemahkan moral dan oleh
karenanya mengganggu keseluruhan perkembangan siswa tersebut.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
18
3. Perundungan (Bullying atau Peer Abuse)
Tindakan ini menunjuk kepada sebuah tindakan agresif yang
dikehendaki, ditujukan secara langsung kepada korban tertentu yang
barangkali keberadaannya kurang dihargai, misalnya karena lebih muda,
lemah, cacat, kurang percaya diri atau mereka yang mudah dilukai, lebih-
lebih dalam bentuk perundungan (bullying).Tindakan yang termasuk
perundungan bisa dilihat di nomor IV.1-2.
4. Perundungan Siber (Cyber-bullying).
Cyberbullying (perundungan dunia maya) adalah perundungan dengan
menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial,
platform chatting, platform bermain game, dan
ponsel. Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan
untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang
menjadi sasaran. Contohnya termasuk:
a. menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto
memalukan tentang seseorang di media sosial;
b. mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui
platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom
komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang
memalukan/menyakitkan;
c. meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun
palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat
kepada orang lain atas nama mereka.
(sumber: https://bssn.go.id/cara-mengatasi-cyberbullying/).
V. CARA BERTINDAK ETIK DAN PROFESIONAL
1. Kewajiban bagi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Pelayanan
terhadap Siswa.
a. Memberikan teladan berperilaku yang baik setiap saat lewat tingkah
laku mereka sendiri;
b. Menghormati batasan pribadi masing-masing orang;
c. Membantu mengembangkan kesadaran dan pemahaman siswa
tentang hak yang mereka miliki dan pada saat yang sama
mengembangkan kesadaran untuk menghormati hak orang lain;
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
19
d. Memberikan informasi kepada siswa tentang bagaimana, di mana,
dan dari siapa mereka bisa mencari pertolongan jika mereka
mengalami masalah serius;
e. Mengusahakan agar terlihat oleh orang dewasa lain saat bekerja
dengan siswa atau dengan orang dewasa yang rentan. Catatan
khusus untuk Pamong, Guru BK, atau Wali Kelas yang membutuhkan
sesi “satu lawan satu” karena sifat pekerjaan mereka, mereka tidak
terikat oleh peraturan ini;
f. Menentang dan melaporkan perilaku yang melecehkan, kasar atau
berpotensi kasar;
g. Mengembangkan budaya atau kebiasaan siswa dapat berbicara
secara terbuka tentang interaksi mereka dengan orang yang lebih
dewasa.
2. Larangan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
a. Memukul atau secara fisik menyerang atau melecehkan siswa secara
verbal;
b. Terlibat dalam kontak seksual atau pembicaraan yang menjurus pada
kontak seksual dengan siswa;
c. Terlibat dalam ucapan atau percakapan yang tidak pantas dengan
siswa;
d. Mengembangkan hubungan dengan siswa yang dianggap
mencirikan cara eksploitasi atau kasar;
e. Bertindak dengan cara yang mungkin kasar atau mungkin
menempatkan siswa pada resiko pelecehan;
f. Membiarkan tuduhan yang dibuat oleh siswa atau orang dewasa
yang rentan untuk tidak ditanggapi, tidak tercatat, atau tidak
ditindaklanjuti.
g. Menjalin relasi yang eksklusif di luar kegiatan belajar mengajar demi
mendapatkan kepuasan afektif, emosional, seksual baik dari pihak
Guru atau Tenaga Kependidikan atau bagi siswa. Tujuannya adalah
agar pelimpahan perasaan-perasaan dan harapan-harapan tertentu
siswa terhadap Guru atau Tenaga Kependidikan (transference, lihat
W.S. Winkel & Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
20
Pendidikan, 533) yang menjurus ke arah gratifikasi atau eksploitasi
seksual dapat dihindari.
3. Hal-Hal Lain yang Perlu Diperhatikan
a. Secara umum, perilaku anggota staf sekolah yang meluangkan waktu
berlebihan sendirian dengan siswa dan jauh dari orang lain adalah
tidak sesuai dan tidak wajar;
b. Kewajiban dan larangan yang berlaku bagi Guru dan Tenaga
Kependidikan tersebut di atas hendaknya perlu diketahui dan
dihormati oleh pihak-pihak lain yang terikat kontrak kerja sama secara
sementara dengan sekolah;
VI. PROSEDUR MENINDAKLANJUTI LAPORAN
3. Bagaimana melaporkan kasus.
a. Siswa SMA Kolese Loyola atau orang lain yang mengetahui atau
mengalami perihal tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual,
dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh Guru, Tenaga
Kependidikan, sesama siswa, dan/atau pihak lain hendaknya pada
hari itu juga memberitahu Pamong, Guru, atau Tenaga Kependidikan
lain.
b. Ia hendaknya menyampaikan secara jujur dan terbuka atas kasus
yang dialaminya dengan berusaha mengingat secara rinci
bagaimana peristiwa itu terjadi, kapan dan di mana, siapa saja yang
terlibat atau ada di sana pada saat kejadian, serta data-data lain yang
dapat melengkapi laporannya.
4. Bagaimana menerima laporan dan harus melaporkan
Dalam hal penanganan atas suatu laporan kejadian, SMA Kolese Loyola
menggunakan pendekatan ‘victim first’ untuk memulihkan kepercayaan
korban dengan mendengarkan dan melindungi/menolong korban lebih
dulu.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
21
a. Jika pelakunya adalah sesama siswa:
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
22
b. Jika pelakunya adalah Guru dan Tenaga Kependidikan serta orang
lain di luar sekolah:
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
23
5. Bagaimana menindaklanjuti laporan
a. Pamong menyampaikan laporan kasus tersebut kepada Kepala
Sekolah.
b. Kepala Sekolah membahas laporan dengan Pamong. Bila dipandang
perlu melibatkan para Wakil Kepala Sekolah untuk memutuskan
apakah kasus tersebut cukup ditangani di tingkat Kepamongan,
tingkat Kepala Sekolah, atau dibawa ke tingkat Yayasan. Kepala
Sekolah bersama Eksekutif Sekolah perlu menimbang apakah perlu
berkonsultasi dengan seorang ahli hukum untuk mengantisipasi
konsekuensi hukum yang muncul dari kasus tersebut.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
24
c. Apabila pihak yang diduga melakukan perbuatan tersebut adalah
Guru atau Tenaga Kependidikan atau pihak luar sekolah, maka
wewenang untuk menangani kasus tersebut dan pemberian sanksi
ada pada Kepala Sekolah. Perihal kasus yang melibatkan siswa dari
lembaga pendidikan lain, Kepala Sekolah dapat menyerahkan
kepada Pamong untuk menangani kasus tersebut. Kasus yang
melibatkan Guru, Tenaga Kependidikan, dan Wakil Kepala Sekolah
perlu segera dilaporkan kepada Pengurus Yayasan. Sanksi atas
mereka hendaknya atas persetujuan pengurus Yayasan. Apabila
pelakunya dari pihak lain, Kepala Sekolah mempunyai wewenang
untuk mengambil kebijakan yang diperlukan untuk menyelesaikan
masalah tersebut secara bijaksana.
d. Berkaitan dengan kasus yang melibatkan siswa sebagai pelaku,
Kepala Sekolah hendaknya mengundang orangtua/wali siswa yang
bersangkutan dengan tujuan untuk:
1) Menyampaikan duduk perkara yang melibatkan anaknya
2) Memberitahukan sanksi yang diberikan oleh Sekolah yang dapat
berupa teguran/peringatan lisan, Surat Peringatan hingga siswa
dikeluarkan dari Sekolah.
3) Pendampingan/pembinaan siswa tersebut selanjutnya.
e. Kepala Sekolah perlu mempertimbangkan secara bijaksana apakah
sebaiknya informasi mengenai kasus tersebut perlu disampaikan
kepada para Guru, Tenaga Kependidikan, dan siswa lain ataukah
cukup diketahui oleh Pamong, Guru BK, Wali Kelas, dan Eksekutif
Sekolah demi menjaga nama baik (martabat) lembaga Sekolah dan
pribadi-pribadi yang terkait dengan kasus tersebut, lebih-lebih siswa
yang menjadi korban.
f. Pamong, Guru BK, dan Wali Kelas perlu berkoordinasi lebih lanjut
untuk pendampingan selanjutnya demi pemulihan kondisi siswa yang
menjadi korban, untuk perubahan sikap yang diharapkan dari pelaku
(jika masih diizinkan berada di lingkungan sekolah), untuk proses
rekonsiliasi dan pemulihan harmoni kehidupan sekolah.
g. Jika pelakunya adalah pimpinan sekolah (Yesuit/awam), maka
pelaporan dan penanganannya diserahkan kepada Superior
Lokal/Ketua Pengurus Yayasan.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
25
VII. TINDAKAN PENCEGAHAN
1. Sosialisasi Penyadaran Seluruh Anggota Komunitas, Pelatihan
Protokol dan Evaluasi Diri (on going formation).
a. Perlu dibuat sosialisasi dan pelatihan bagi semua anggota komunitas
sekolah mulai dari jajaran Staf Eksekutif Sekolah, Guru, Tenaga
Kependidikan dan siswa secara berkala.
b. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan secara berkelanjutan oleh Kepala
Sekolah atau tim yang diberi delegasi oleh Kepala Sekolah. Tim ini
dapat juga bekerja sama dengan pihak lain yang mampu dan paham
tentang perlindungan anak.
c. Di dalam proses sosialiasi dan pelatihan ini, Kepala Sekolah atau Tim
yang ditunjuk harus menyediakan bentuk-bentuk evaluasi diri
personal dari setiap anggota komunitas. Tujuannya adalah untuk
mengevaluasi cara bertindak (etika) setiap anggota komunitas agar
tidak melanggar atau berbuat sesuatu yang membahayakan siswa
atau sesama siswa. Evaluasi tersebut meliputi cara berpenampilan,
bersikap, tutur kata yang diucapkan dan sebagainya.
2. Sistem Rekrutmen Staf dan Sasaran Protokol.
a. Perekrutan Guru dan Tenaga Kependidikan: Dalam proses melamar
menjadi Guru atau Tenaga Kependidikan, mereka hendaknya
dipersiapkan dan diberi penjelasan mengenai dokumen-dokumen
terkait Protokol Perlindungan Anak Kolese Jesuit, Undang-Undang
Perlindungan Anak, dan dokumen lain terkait. Mereka hendaknya
menandatangani Surat Persetujuan yang menyatakan bahwa dirinya
sudah membaca, memahami, dan menerima buku panduan
mengenai Protokol Perlindungan Anak Kolese Jesuit, Undang-
Undang Perlindungan Anak, dan dokumen lain terkait. Mereka
hendaknya juga mendapatkan asesmen psikologis yang dapat
menengarai/mengetahui baik tidaknya calon Guru/Tenaga
Kependidikan yang hendak diterima.
b. Perekrutan Relawan: yang dimaksud dengan relawan adalah tenaga
sukarelawan dan atau honorer yang mendapatkan kesempatan untuk
bekerja suka rela yang terkait dengan siswa. Sukarelawan ini dapat
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
26
mengalami perjumpaan langsung dan berkata dengan siswa, di mana
tidak selalu ada supervisi dari pihak yang berwewenang sehingga
dituntut adanya suatu kartu identitas. Mereka hendaknya
menandatangani Surat Persetujuan yang menyatakan bahwa dirinya
sudah membaca, memahami, dan menerima buku panduan
mengenai Protokol Perlindungan Anak Kolese Jesuit, Undang-
Undang Perlindungan Anak, dan dokumen lain terkait.
c. Perekrutan Tenaga Ahli Daya (Outsourcing): Kerap kali sekolah yang
dikelola oleh Serikat Yesus mengadakan sejumlah kerja sama dan
persetujuan dengan pihak lain demi pekerjaan perawatan atau
kebersihan di dalam lingkungan sekolah. Dalam kontrak dan
perjanjian dengan pihak-pihak terkait tersebut, kepala atau pimpinan
kantor dari pihak-pihak ini wajib menunjukkan kepada pihak sekolah
bahwa orang-orang yang terlibat dan bekerja di dalam lingkup
sekolah sudah melewati proses penilaian/pemeriksaan bahwa dirinya
bebas dari berbagai macam tindakan yang akan merugikan siswa di
sekolah.
PENUTUP PROTOKOL PERLINDUNGAN ANAK
Protokol Perlindungan Anak ini adalah suatu upaya untuk memberikan
pelayanan pendidikan yang lebih baik. Untuk itu, Protokol Perlindungan Anak ini
perlu diikuti dan dijadikan panduan Cara Bertindak oleh SMA Kolese Loyola.
Kesadaran bahwa zaman terus berkembang, Protokol ini tetap terbuka terhadap
masukan dari berbagai pihak demi perbaikan supaya pelayanan terhadap
generasi muda menjadi lebih optimal. Ad Maiorem Dei Gloriam.
Sumber:
1. Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia, Protokol Perlindungan Anak Kolese Jesuit Indonesia
(Edisi Revisi), Jakarta: Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia, 2019.
2. Badan Siber dan Sandi Negara, “Cara Mengatasi Cyberbullying” dalam
https://bssn.go.id/cara-mengatasi-cyberbullying/ (diakses Sabtu, 21 Agustus 2021)
3. W.S. Winkel & Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Yogyakarta:
Media Abadi, 2015.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
27
KEGIATAN INTRAKURIKULER
Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan sekolah
dengan jatah waktu yang telah ditetapkan dalam suatu struktur program
pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai tujuan optimal tiap mata
pelajaran. Berdasarkan struktur program itu, disusunlah jadwal pelajaran untuk
masing-masing kelas dalam setiap minggunya, termasuk jam tambahan.
I. TUJUAN
Tujuan kegiatan intrakurikuler adalah tercapainya tujuan bagi tiap mata
pelajaran. Tujuan ini terdapat dalam Garis-Garis Besar Pedoman
Pengajaran (GBPP) untuk masing-masing mata pelajaran.
II. ASAS PELAKSANAAN
Asas pelaksanaan kegiatan intrakurikuler diarahkan untuk mendukung
tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan intrakurikuler:
1. harus sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jadwal
pelajaran
2. harus mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap
mata pelajaran
III. TATA TERTIB SMA KOLESE LOYOLA
1. Kelancaran proses belajar mengajar di sekolah merupakan syarat
penting untuk tercapainya tujuan pendidikan dan pembelajaran. Untuk
itu dituntut adanya ketertiban dan keteraturan yang wajib dipatuhi dan
dihayati oleh setiap siswa dalam pelaksanaan pendidikan dan
pembelajaran.
2. Ketertiban dan keteraturan itu tertuang dalam tata tertib sekolah. Tata
tertib itu tidak dipandang sebagai hal-hal yang memberatkan atau
sebagai batasan-batasan yang mengurangi kebebasan, tetapi harus
dihayati sebagai bentuk disiplin pribadi yang berurat berakar dalam
hati sanubari.
3. Melaksanakan tata tertib bukan didasari rasa takut dihukum,
melainkan karena sadar akan tanggung jawab bersama dan ingin ikut
serta menciptakan suasana belajar mengajar yang baik, efektif, dan
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
28
kondusif. Oleh karena itu, tata tertib sekolah adalah alat bantu bagi
siswa untuk mencapai cita-cita dan tujuannya.
IV. TATA TERTIB
1. Pembagian Waktu Dalam Kondisi Sebelum Pandemi Covid-19
a. Waktu belajar hari Senin-Kamis:
o Pukul 07.00 – 08.20 : Blok 1
o Pukul 08.20 – 08.40 : Istirahat
o Pukul 08.40 – 10.00 : Blok 2
o Pukul 10.00 – 10.20 : Istirahat
o Pukul 10.20 – 11.40 : Blok 3
o Pukul 11.40 – 12.10 : Istirahat
o Pukul 12.10 – 13.30 : Blok 4
o Pukul 13.30 – 13.40 : Eksamen
b. Waktu belajar hari Jumat:
o Pukul 07.00 – 08.20 : Blok 1
o Pukul 08.20 – 08.40 : Istirahat
o Pukul 08.40 – 10.40 : Blok 2
o Pukul 10.40 – 11.00 : Istirahat
o Pukul 11.00 – 12.00 : Perwalian/Misa
o Pukul 12.00 – 12.10 : Eksamen
c. Waktu belajar hari Sabtu:
o Pukul 07.00 – 08.20 : Blok 1
o Pukul 08.20 – 08.40 : Istirahat
o Pukul 08.40 – 10.00 : Blok 2
o Pukul 10.00 – 10.20 : Istirahat
o Pukul 10.20 – 11.40 : Blok 3
o Pukul 11.40 – 11.50 : Eksamen
d. Perubahan jadwal pelajaran, perubahan waktu pembelajaran, dan
jam tambahan sesudah waktu belajar dilaksanakan sesuai
kebutuhan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan seizin
Kepala Sekolah.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
29
e. Lima menit sebelum pelajaran dimulai siswa harus sudah siap
di dalam kelas. Siswa diminta untuk sigap dan tepat waktu
terutama ketika masuk ke kelas saat setelah istirahat.
f. Pintu gerbang sekolah ditutup pada pukul 06.55 dan dibuka lagi
pukul 07.10. Di hari Senin – Kamis setelah waktu belajar, pintu
gerbang dibuka pukul 13.40. Di hari Jumat dan Sabtu setelah
waktu belajar pintu gerbang dibuka pukul 11.50. Pada jam tertentu
atas seizin pamong pintu gerbang bisa dibuka.
g. Selama waktu istirahat, siswa sangat dianjurkan untuk ke luar
kelas agar dapat sungguh beristirahat dan bersosialisasi. Siswa
dilarang ke luar lingkungan sekolah tanpa seizin pamong.
h. Siswa yang terlambat mengikuti pelajaran harus minta izin kepada
pamong dan mempertanggungjawabkan keterlambatannya.
i. Di akhir waktu belajar petugas akan menyampaikan pengumuman
penting dan Examen bersama melalui sentral.
j. Jam Pelajaran Kosong:
1) Jika terjadi pelajaran kosong, pengurus kelas wajib
menghubungi guru piket atau wakil kepala sekolah atau
kepala sekolah untuk segera dicarikan guru pengganti.
2) Pengurus kelas atau kelas dilarang menentukan sendiri guru
pengganti atau memutuskan untuk pulang.
2. Pembagian Waktu Dalam Loyola Online Class (LOC)
a. Waktu belajar LOC hari Senin dan Selasa:
o Pukul 07.00 – 07.30 : Presensi Siswa dengan Wali Kelas
o Pukul 07.30 – 08.30 : Blok 1
o Pukul 08.30 – 09.00 : Istirahat
o Pukul 09.00 – 10.00 : Blok 2
o Pukul 10.00 – 10.30 : Istirahat
o Pukul 10.30 – 11.30 : Blok 3
o Pukul 11.30 – 12.30 : Istirahat
o Pukul 12.30 – 13.30 : Blok 4
o Pukul 13.30 – 13.40 : Eksamen
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
30
b. Waktu belajar LOC hari Rabu dan Kamis:
o Pukul 07.00 – 07.15 : Presensi Siswa dengan Wali Kelas
o Pukul 07.15 – 08.15 : Blok 1
o Pukul 08.15 – 08.30 : Istirahat
o Pukul 08.30 – 09.30 : Blok 2
o Pukul 09.30 – 09.45 : Istirahat
o Pukul 09.45 – 10.45 : Blok 3
o Pukul 10.45 – 11.15 : Istirahat
o Pukul 11.15 – 12.15 : Blok 4
o Pukul 12.15 – 12.30 : Istirahat
o Pukul 12.30 – 13.30 : Blok 5 (Penelitian untuk Kelas X
sesuai jadwal)
o Pukul 13.30 – 13.40 : Eksamen
c. Waktu belajar LOC hari Jumat & Sabtu:
o Pukul 07.00 – 07.30 : Presensi Siswa dengan Wali Kelas
o Pukul 07.30 – 08.30 : Blok 1
o Pukul 08.30 – 09.00 : Istirahat
o Pukul 09.00 – 10.00 : Blok 2
o Pukul 10.00 – 10.30 : Istirahat
o Pukul 10.30 – 11.30 : Blok 3
o Pukul 11.30 – 11.40 : Eksamen
d. Perubahan jadwal pelajaran, perubahan waktu pembelajaran, dan
jam tambahan sesudah waktu belajar dilaksanakan sesuai
kebutuhan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan seizin
Kepala Sekolah.
e. Lima menit sebelum pelajaran dimulai siswa harus sudah siap
di dalam kelas daring dengan Google Meet atau Zoom Meeting
yang sudah ditentukan oleh Sekolah sesuai dengan jadwal
pelajaran.
f. Siswa diminta untuk sigap dan tepat waktu terutama ketika masuk
ke kelas daring saat setelah istirahat.
g. Selama waktu istirahat, siswa sangat dianjurkan untuk keluar
kelas daring agar siswa dapat beristirahat dan bersosialisasi
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
31
dengan orang-orang di sekitar tempat untuk LOC. Tujuannya ialah
agar siswa mendapatkan kesegaran untuk siap melanjutkan
pembelajaran secara daring.
h. Siswa yang terlambat mengikuti pelajaran kurang dari 15 menit
harus menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Keterlambatan lebih dari 15 menit, siswa harus menghubungi
pamong atau staf admin kepamongan dan
mempertanggungjawabkan keterlambatannya.
i. Siswa yang mengajukan perizinan wajib menyampaikannya
kepada Pamong dalam bentuk format PDF atau foto Whatsapp
atau foto LINE dan dikirim ke Pamong.
j. Selama LOC, siswa wajib menyalakan kamera komputer atau
kamera handphone-nya atau kamera dari perangkat lainnya
apabila diminta oleh guru yang mengajar saat itu. Jika siswa
mengalami kesulitan untuk menyalakan kamera karena jaringan
internet dan listrik, terkendala sinyal internet, kuota data internet
maupun wifi rumah atau tempat di mana siswa mengikuti LOC
tidak cukup, komputer atau handphone atau perangkat lainnya
yang digunakan tidak mendukung, maka siswa meminta izin
kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk tidak
menyalakan kamera.
k. Di akhir pembelajaran pukul 13.30-13.40 di hari Senin-Kamis atau
pukul 11.30-11.40 di hari Jumat dan Sabtu, Eksamen bersama
dapat dilakukan secara terpimpin oleh guru atau petugas dari
Campus Ministry.
3. Tidak Naik Kelas
Selama belajar di SMA Kolese Loyola, siswa hanya boleh tinggal kelas
(tidak naik kelas) satu kali.
4. Misa Kudus
Selama LOC, Misa Kudus diadakan setiap hari Rabu pukul 18.00
(untuk KKL) dan Jumat Pertama dalam Bulan untuk Guru dan Tenaga
Kependidikan (GTK):
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
32
o Jumat Pertama Minggu I : Misa GTK
o Rabu Minggu II, III, IV, atau V : Misa Angkatan
a. Siswa yang beragama Katolik wajib mengikuti Misa Kudus dengan
tenang, khidmat, dan penuh keterlibatan.
b. Siswa yang beragama non-Katolik diharapkan mengikuti Misa
Kudus dengan hormat sebagai bagian dari satu Keluarga Kolese
Loyola.
c. Seluruh siswa wajib mengikuti Misa Kudus tematik yang
ditentukan oleh sekolah, misalnya, Misa Kudus pesta nama St.
Ignatius Loyola.
d. Pada jam Misa Kudus, siswa magang baptis atau krisma bisa
tetap mengikuti Misa Kudus bersama angkatan.
e. Peran wali kelas dalam misa angkatan bulanan adalah
memastikan kehadiran siswa perwaliannya hadir dalam Misa
Kudus dan bersama mereka mengikuti Misa Kudus dengan
khidmat.
5. Upacara Bendera
a. Upacara bendera dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
Sekolah.
b. Semua siswa wajib mengikuti upacara bendera, kecuali yang
mendapat dispensasi dari pamong.
c. Pada hari pelaksanaan upacara bendera, siswa wajib hadir
sekolah paling lambat pukul 06.55.
d. Siswa dan siswi sudah berada di lapangan upacara paling lambat
pukul 07.00.
e. Selama LOC, upacara bendera dilaksanakan secara daring dan
jadwal disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah.
f. Pada hari pelaksanaan upacara bendera baik secara tatap muka
maupun daring, siswa wajib mengenakan seragam lengkap PPL
(seragam, dasi dan ikat pinggang).
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
33
6. Penilaian Harian (PH), Penilaian Harian Terjadwal (PHT), Penilaian
Akhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT), dan Ujian
Sekolah (US)
Penilaian akademis merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru
atau sekolah untuk memperoleh informasi mengenai pencapaian
kompetensi yang sudah ditetapkan dalam kurikulum. Penilaian
akademis dilakukan setelah guru menyelesaikan satu atau beberapa
kompetensi dasar (KD) pada aspek pengetahuan (Kompetensi Inti 3)
dan/atau aspek keterampilan (Kompetensi Inti 4). Penilaian ini dapat
dilakukan dalam bentuk Penilaian Harian (PH), Penilaian Harian
Terjadwal (PHT) Semester Gasal dan Semester Genap, Penilaian
Akhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT), dan Ujian Sekolah
(US) khusus bagi siswa kelas XII. Ketentuan-ketentuan berkaitan
dengan penilaian akademis diatur sebagai berikut:
a. Setiap siswa kelas X-XII wajib mengikuti PH, PHT, PAS, dan PAT.
Siswa kelas XII wajib mengikuti US di semester genap.
b. PH dalam satu hari maksimal dua mata pelajaran.
c. Apabila terjadi dalam satu hari terdapat lebih dari dua PH, siswa
berhak memberitahukan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum untuk penyelesaiannya.
d. Jadwal PH diatur oleh masing-masing guru mata pelajaran di
bawah pengawasan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
e. Jadwal PHT, PAS, PAT, dan US diatur oleh sekolah.
f. Bila dalam waktu dua minggu siswa belum menerima hasil PH,
siswa berhak menanyakan kepada guru yang bersangkutan.
Sebelum kertas hasil PH yang sudah dikoreksi dibagikan kepada
siswa, guru tidak berhak mengadakan PH lagi
7. Absensi
a. Tidak Masuk Sekolah
1) Jika siswa tidak dapat masuk sekolah karena sakit atau ada
urusan lain yang sifatnya amat penting dan mendesak, orang
tua/wali wajib telepon langsung memberitahukannya kepada
pamong. Pemberitahuan paling lambat tiga hari setelah masuk
dengan menyerahkan surat keterangan dari orang tua/wali disertai
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
34
surat keterangan dari dokter (bagi yang sakit) kepada pamong.
Jika lebih dari tiga hari, siswa yang bersangkutan dianggap alpa
(A) dan kepadanya kehilangan hak untuk mengikuti PH susulan
baik dalam bentuk tertulis, tugas, portofolio maupun bentuk lain
yang diberikan guru mata pelajaran tersebut atau penilaian lainnya
yang diselenggarakan oleh sekolah ketika tidak masuk sekolah
dan nilai mata pelajaran tersebut nol (0).
2) Jika dua hari berturut-turut siswa tidak masuk sekolah dan orang
tua/wali tidak memberitahukan kepada pamong, siswa tersebut
akan dikenai sanksi, mulai dari sanksi pelanggaran ringan sampai
sanksi pelanggaran berat.
3) Perizinan yang dinyatakan absen oleh sekolah akan dikenai
sanksi sesuai dengan kebijaksanaan Pamong, mulai dari sanksi
pelanggaran ringan sampai sanksi pelanggaran berat.
4) Sekolah hanya menerima surat keterangan yang ditandatangani
orang tua atau orang yang sudah diangkat oleh orang tua sebagai
wali.
5) Jika siswa tidak dapat masuk sekolah karena alasan-alasan yang
dapat direncanakan sebelumnya, siswa wajib meminta izin
kepada pamong tiga hari sebelum absen. Sekolah tidak
menerima izin yang menyusul.
6) Dalam masa LOC, siswa wajib meminta izin kepada pamong tiga
hari sebelumnya untuk segala bentuk perizinan, kecuali sakit dan
terpapar Covid-19. Surat izin atau surat sakit harus ditandatangani
oleh orang tua, dikirim dalam format PDF atau format foto
Whatsapp atau foto LINE kepada pamong, dan siswa harus
memberi informasi kepada wali kelas.
b. Meninggalkan Pelajaran/Sekolah
1) Selama jam pelajaran, siswa dilarang meninggalkan kelas tanpa
izin dari guru yang bersangkutan dan pamong.
2) Jika ada keperluan amat penting dan mendesak sehingga
terpaksa meninggalkan pelajaran/sekolah, siswa wajib minta izin
kepada pamong dan atas persetujuan guru pengampu jam
pelajaran.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
35
3) Surat izin pulang harus ditandatangani oleh orang tua/wali. Pada
saat masuk kembali, surat izin wajib diserahkan kepada pamong
sebelum pukul 07.00.
4) Siswa yang dikeluarkan dari kelas oleh guru karena suatu hal,
wajib melapor kepada pamong.
5) Siswa yang meninggalkan pelajaran/sekolah tanpa izin dianggap
membolos dan mendapat sanksi.
6) Dalam situasi LOC, jika terjadi gangguan terkait dengan jaringan,
perangkat dan sarana pembelajaran dalam proses pembelajaran
daring, siswa harus memberitahu pamong dan wali kelas, dengan
menunjukkan bukti.
c. Absen PH dan PH Susulan
1) Siswa yang absen PH wajib memberitahukan kepada guru yang
bersangkutan dengan membawa keterangan yang sah dari
pamong paling lambat tiga hari sesudah masuk kembali. Apabila
sampai batas waktu yang ditentukan siswa tidak melapor, siswa
tidak berhak menuntut PH susulan dan kepadanya diberikan nilai
0 (nol), mohon melihat juga nomor 7.a.1.
2) Siswa wajib membicarakan dengan guru yang bersangkutan
mengenai pelaksanaan PH susulan. PH susulan yang diadakan
tidak boleh mengambil jam mata pelajaran lain. Guru harus
mengadakan PH susulan pada jam mengajarnya sendiri atau di
luar jam sekolah.
3) Jika tidak mengikuti PH tanpa alasan yang jelas dan sah, siswa
tidak diperbolehkan mengikuti PH susulan dan kepadanya
diberikan nilai 0 (nol).
4) PH atau PH susulan tidak diberikan kepada siswa yang terbukti
melakukan tindakan kecurangan dalam proses PH, khususnya
pelanggaran berat menyontek.
d. Absen PHT, PAS, PAT, dan US
1) Siswa yang absen pada PHT, PAS, PAT, dan US harus ada
alasan yang kuat dan sah yang pada hari itu juga harus
disampaikan kepada panitia penyelenggara.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
36
2) Pelaksanaan PHT, PAS, PAT, dan US susulan diatur oleh
sekolah/panitia penyelenggara.
3) Siswa yang absen PHT, PAS, PAT, dan US dan tidak mengikuti
PHT, PAS, PAT, dan US susulan diberikan nilai 0 (nol).
4) PHT, PAS, PAT, dan US susulan tidak diberikan kepada siswa
yang terbukti melakukan tindakan kecurangan dalam proses PHT,
PAS, PAT, dan US tersebut, khususnya pelanggaran berat
menyontek.
8. Keterlambatan
Semua keterlambatan masuk sekolah harus dipertanggungjawabkan
dan diminta pertimbangan atau izin masuk kepada kepamongan
dengan segala konsekuensinya: diberi izin masuk atau mendapat
sanksi.
Catatan:
a. Jika siswa terlambat tiga kali, siswa yang berangkutan akan
mendapat peringatan dari Pamong yang harus ditandatangani
orang tua atau wali.
b. Jika siswa terlambat empat kali, siswa yang bersangkutan akan
diberi konsekuensi sesuai kebijakan Pamong.
c. Jika siswa terlambat lima kali atau lebih, orang tua siswa dan
siswa
yang bersangkutan akan dipanggil pamong; siswa mendapat
sanksi khusus yang ditentukan oleh pamong.
9. Sopan Santun
Dasar sopan santun adalah rasa hormat terhadap harkat dan
martabat manusia sebagai citra Allah. Setiap siswa wajib menjunjung
tinggi dan memegang teguh harkat-martabat manusia dan etika
sopan santun, baik di dalam maupun di luar sekolah.
10. Pakaian
a. Pakaian Seragam PPL (Putih-Putih Loyola)
• Putra: celana panjang putih dan baju putih lengan panjang
lengkap dengan dasi biru tua dan ikat pinggang hitam.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
37
• Putri: rok putih dan baju putih lengan panjang lengkap
dengan dasi biru tua dan ikat pinggang hitam.
• Baju dimasukkan dengan rapi. PPL harus diperlakukan
dengan hormat. Siswa dan siswi tetap mengenakan pakaian
PPL dengan rapi dari awal masuk hingga pulang sekolah.
b. Pakaian Harian Sekolah
Siswa wajib berpakaian sederhana, rapi, bersih, layak, sopan
(tidak tipis, tidak ketat) dan bersepatu. Siswa dilarang
mengenakan kaus tanpa krah dan pakaian yang
bertuliskan/bergambar iklan apa pun yang tidak ada hubungannya
dengan SMA Kolese Loyola. Bagi siswa putri harus menggunakan
rok minimal sebatas lutut.
c. Pakaian Olahraga
Celana pendek abu-abu dan kaus oblong yang bernomor induk
siswa.
d. Pada waktu berurusan dengan sekolah, siswa wajib berpakaian
berkerah, rapi, bersih, layak, sopan dan bersepatu seperti pada
siswa umumnya.
e. Waktu mengikuti pembelajaran dan berkegiatan di sekolah, siswa
dilarang mengenakan aksesori-aksesori yang berlebihan
(misalnya kalung, gelang, cincin).
f. Rambut untuk siswa putra harus pendek dan rapi (panjang
maksimal pada saat berdiri tegak sebatas krah bagian bawah dan
tidak menutupi telinga). Warna rambut harus alami.
g. Siswa putri dilarang menggunakan kutek (cat kuku) dengan
alasan apa-pun.
h. Setiap peserta didik dilarang menggunakan celana panjang yang
bermotif sobek-sobek dan dilarang menggunakan sepatu slop tak
bertali. Sepatu harus bertali.
i. Ukuran umum perihal pakaian yang dikenakan siswa ialah
pakaian yang harus bersih, rapi, sopan, layak seperti umumnya
para siswa dan mencerminkan sosok siswa SMA Kolese Loyola
yang bermartabat dan berintegritas.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
38
11. Perilaku
a. Siswa harus menunjukkan kesatuan nurani, kata, dan perbuatan.
b. Siswa wajib memegang kejujuran sebagai pedoman pola sikap
dan tindakan.
c. Siswa wajib sopan dan hormat kepada guru, karyawan, dan
teman.
d. Jika terjadi perselisihan antarsiswa atau siswa dengan guru,
wajib diselesaikan melalui wali kelas/pamong/ kepala sekolah
secara kekeluargaan.
e. Siswa dilarang merokok di SMA Kolese Loyola dalam
kesempatan apapun, baik saat di sekolah, maupun saat kegiatan
sekolah di luar area sekolah. Siswa dilarang keras merokok dalam
bentuk rokok pada umumnya, rokok elektrik, vave, dan velo
(kantung nikotin) di dalam area sekolah maupun di sekitar
lingkungan kompleks Kolese Loyola, misalnya warung di sekitar
sekolah atau jarak radius 500 meter di sekitar Kompleks Kolese
Loyola.
f. Siswa dilarang bermain game di kompleks SMA Kolese Loyola
pada saat pembelajaran aktif, baik intrakurikuler maupun
ekstrakurikuler, saat menjalani tugas kepanitiaan dan organisasi
hobi.
g. Pada saat pembelajaran tatap muka biasa, siswa dilarang
membeli/ memesan makanan dan minuman dari luar sekolah
selama jam efektif sekolah. Kesempatan jajan hanya pada waktu
istirahat dan dilayani kantin sekolah.
h. Segala perilaku ”bullying”, tindakan asusila dan pelecehan
seksual, baik itu melalui kata-kata dan tindakan, baik itu di media
sosial maupun sarana yang lain, sangat DILARANG KERAS!
i. Siswa wajib berbicara wajar, sopan, dan pantas. Tidak
dibenarkan berkata-kata kotor dan keras/tinggi, bernuansa rasis,
menghina salah satu suku atau agama tertentu.
j. Siswa tidak dibenarkan berbuat curang antara lain: menyontek,
memberi jawaban soal saat penilaian, membocorkan soal,
membeli soal, memalsukan tanda tangan orang lain.
k. Siswa wajib menghargai benda-benda milik sekolah. Dilarang
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
39
mencoret-coret dan merusak benda-benda milik sekolah. Setiap
peserta didik dilarang menggunakan tip-ex cair.
l. Siswa dilarang membawa barang-barang mewah ke sekolah
(misalnya; radio, tape-recorder, handycam, kamera, laptop, dan
sejenisnya), kecuali untuk kepentingan belajar atau kepanitiaan.
Kehilangan atau kerusakan barang-barang tersebut sepenuhnya
menjadi tanggung jawab siswa.
m. Siswa dilarang menggunakan ruang kelas untuk kegiatan-
kegiatan yang tidak berhubungan dengan proses belajar
mengajar. Siswa wajib mengajukan permohonan izin penggunaan
ruangan tersebut kepada Manajer Yayasan bidang Sarana dan
Prasarana dengan sepengetahuan pendamping dan Pamong.
n. Setiap siswa WAJIB menjaga nama baik SMA Kolese Loyola di
manapun mereka berada. Tidak diperkenankan membuat
kegaduhan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan
masyarakat sekitar, misalnya mabuk dan minum-minuman keras,
berkelahi, berbuat mesum, pelecehan seksual, dll.
o. Setiap siswa SMA Kolese Loyola wajib melakukan Eksamen,
mengisi jurnaling harian dari refleksi Eksamen, bundling
mingguan, dan Consideratio Status (Constat) bulanan, dan hal
tersebut menjadi bagian dari cara hidup dan identitas pendidikan
karakter khas kolese bagi KBKL. Wali Kelas berhak untuk
mengingatkan dan memeriksa jurnal harian, mingguan, dan
bulanan sebagai bentuk pendampingan karakter dan rohani
siswa.
p. Siswa DILARANG MAKAN dan atau MINUM di dalam kelas baik
dalam kelas tatap muka maupun ruang kelas daring secara dalam
proses pembelajaran tanpa seizin guru yang mengajar.
q. Selama pelajaran berlangsung, setiap siswa dilarang
menggunakan handphone kecuali guru yang bersangkutan
meminta untuk keperluan belajar di kelas. Handphone selalu
dikumpulkan saat awal pelajaran dalam mode hening dan diambil
ketika perpindahan kelas atau istirahat.
r. Siswa tidak diperkenankan memakai digital smart watch (apple
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
40
watch, samsung watch, xiaomi watch, dsb.) saat PH, PHT, PAS,
PAT, dan US.
12. Kendaraan Bermotor
a. Siswa yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah wajib
meminta izin kepada pamong.
b. Syarat memperoleh izin memiliki SIM C sendiri dan STNK
kendaraan yang digunakan.
c. Izin diperoleh dengan cara mengajukan permohonan kepada
pamong disertai fotokopi SIM C sendiri dan fotokopi STNK (pada
pojok kanan atas fotokopi STNK ditulis nama, kelas, dan nomor
presensi) dan membayar biaya yang ditentukan.
d. Siswa yang membawa kendaraan bermotor pada jam sekolah
tanpa izin akan dikenai sanksi.
e. Selama jam-jam sekolah pada pukul 07.00-13.40, siswa tidak
dibenarkan menghidupkan mesin kendaraan di dalam kompleks
sekolah.
f. Selama berada di kompleks sekolah, siswa memarkir kendaraan
di tempat yang sudah ditentukan dengan rapi, kecuali ada
dispensasi dari Pamong.
g. Siswa bertanggung jawab sendiri atas sepeda atau sepeda motor
beserta kelengkapannya dan barang-barang yang ditinggalkan.
13. Mobil siswa yang
a. Siswa dilarang mengendarai mobil ke sekolah.
b. Sekolah akan menjatuhkan sanksi kepada
mengendarai mobil ke sekolah.
14. Administrasi Sekolah
a. Ketentuan Pembayaran Uang Sekolah
1) Pembayaran uang sekolah ditujukan ke BANK BCA secara tunai
atau transfer. Transaksi pembayaran uang sekolah dapat
digunakan untuk membayar satu bulan atau lebih.
• Pembayaran tunai
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
41
Pembayaran tunai dilakukan di BANK BCA dengan mengisi
formulir setoran tunai. Hal khusus:
No rekening diisi no. Virtual Account siswa (01943....)
Nama tujuan diisi NAMA SISWA
Bank penerima diisi BCA
Berita diisi ...(Kelas)/...(No)-Nama Siswa-Uang
Sekolah Bulan .... (Nama Bulan)
• Transfer Via ATM BCA, MOBILE BANKING BCA dan KLIK BCA
Pembayaran uang sekolah melalui transfer via ATM BCA,
MOBILE Banking BCA dan KLIK BCA dengan urutan:
Pilih menu: Pilih: Transfer - Transfer BCA VIRTUAL ACCOUNT.
Ketik jumlah uang yang akan dikirim. Ketik nomor referensi yaitu:
(NIS) Nomor Induk Siswa, dan seterusnya.
Catatan : untuk mengetahui nomor induk siswa, orang tua/siswa
bisa mengacu pada nomor Virtual Account: 01943-2019-18277
(Contoh nomer VA)
• Pembayaran uang sekolah paling lambat tanggal 15 setiap
bulan. Jika ada keterlambatan pembayaran uang sekolah, maka
akan dikenai denda sebesar 1% per minggu dari uang sekolah
yang ditentukan. Mengenai bagaimana cara membayar dan
besarnya denda bisa ditanyakan pada petugas kasir di kantor
Tata Usaha. Pembayaran denda dilakukan secara tunai di kasir
dan tidak dijadikan satu dengan pembayaran uang sekolah.
Untuk kelancaran kontrol pembayaran uang sekolah, sekolah
akan menginformasikan keterlambatan tersebut setelah tanggal
15 setiap bulan ke orang tua melalui putra-putri Bapak/Ibu.
a. Kartu Pelajar
1) Tiap siswa harus memiliki kartu pelajar lengkap dengan fotonya.
Jika hilang, siswa wajib segera mengurus kartu pelajar baru kepada
Pamong dengan membawa surat keterangan dari orang tua.
2) Tiap siswa harus membawa kartu pelajar.
3) Dilarang meminjamkan kartu pelajar kepada orang lain.
b. Pindah Sekolah
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
42
1) Siswa yang akan pindah sekolah/keluar harus mengajukan surat
permohonan resmi yang ditandatangani oleh orang tua/wali kepada
Kepala Sekolah.
2) Siswa yang akan pindah sekolah/keluar harus memenuhi
kewajibannya untuk membayar sisa biaya pendidikan yang belum
ditempuh di SMA Kolese Loyola.
3) Buku acuan pelajaran dan buku pinjaman perpustakaan harus
dikembalikan dan dipertanggungjawabkan kepada Wakil Kepala
Sekolah Bidang Kelengkapan Pendidikan.
4) Siswa dapat mengambil ijazah atau surat-surat keterangan lainnya
jika sudah membereskan urusan sekolah.
c. Daftar Ulang
Semua siswa wajib melakukan daftar ulang pada waktu yang telah
ditetapkan di kantor Tata Usaha disertai dengan ketentuan yang
berlaku.
15. Loker
a. Siswa diberi fasilitas loker selama tiga tahun atau selama menjadi
siswa SMA Kolese Loyola. Loker hanya untuk menyimpan barang
yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Kepamongan
berhak untuk melakukan pengecekan loker dan menyita barang-
barang yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
b. Catatan: setiap tahun kunci loker dikembalikan dan loker
dibersihkan. Setelah itu, siswa akan diberikan loker yang baru.
c. Siswa dilarang menyimpan atau menaruh barang di bawah, di atas,
atau di luar loker. Kerusakan atau kehilangan barang bukan
tanggung jawab sekolah.
d. Siswa wajib menjaga kebersihan loker dan ruang loker.
e. Apabila kunci loker hilang atau rusak, siswa wajib mengganti biaya
duplikat.
16. Perpustakaan
a. Kartu Anggota
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
43
1) Kartu anggota perpustakaan menggunakan kartu pelajar siswa
SMA Kolese Loyola.
2) Kartu Anggota berlaku selama masih menjadi siswa SMA Kolese
Loyola.
3) Jika kartu hilang, siswa harus melapor kepada Pamong.
4) Siswa tidak diizinkan masuk ke ruang perpustakaan tanpa
membawa kartu pelajar sekolah, kecuali mendapat dispensasi dari
Pamong.
b. Buku Perpustakaan
1) Buku-buku yang boleh yang ada di dalam perpustakaan boleh
dipinjam dan digunakan untuk menambah referensi belajar
mengajar baik oleh guru maupun siswa.
2) Tata cara dan aturan peminjaman diatur oleh petugas perpustakaan
yang disetujui oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kelengkapan
Pendidikan.
c. Buku Acuan
1. Sejauh dipandang perlu, sekolah meminjamkan buku-buku cetak
sebagai acuan dalam pelajaran.
2. Buku acuan dibagikan pada awal tahun pelajaran. Setiap siswa
diminta mengisi blangko peminjaman buku acuan (jumlah dan
keadaan buku) sebanyak dua lembar, satu untuk sekolah dan satu
untuk pribadi.
3. Setiap siswa diharapkan menjaga, memelihara, dan memanfaatkan
buku acuan itu. Buku-buku acuan tidak boleh dicoret-coret atau
dirusakkan.
4. Pada akhir tahun pelajaran, semua buku acuan yang dipinjamkan
dikembalikan ke sekolah dalam keadaan utuh, lengkap, rapi, dan
diberi sampul plastik.
5. Untuk buku yang rusak atau dicoret-coret akan dikenakan denda.
6. Buku yang hilang harus diganti dengan buku yang sama atau
membayar sebesar harga buku yang dihilangkan.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
44
V. BENTUK PELANGGARAN DAN SANKSI
1. Sanksi diberikan sehubungan dengan adanya:
a. Pelanggaran-pelanggaran tata tertib.
b. Tingkah laku yang mengganggu kepentingan umum.
2. Bentuk pelanggaran dan sanksi ringan:
a. Bentuk pelanggaran ringan berupa antara lain:
1) terlambat masuk sekolah;
2) tidak berseragam ketika harus mengenakan seragam;
3) tidak membuat tugas dari kepamongan, wali kelas, guru mata
pelajaran, dan kepanitiaan yang dikerjakan di rumah;
4) handphone dan smartwatch digunakan atau berbunyi saat
pelajaran berlangsung;
5) tidak menyalakan kamera selama LOC tanpa meminta izin ke
guru mata pelajaran atau wali kelas (lihat Tata Tertib IV.2.j).
b. Sanksi untuk seluruh pelanggaran ringan adalah minimal teguran
lisan dan maksimal adalah surat peringatan pertama dari
pamong.
c. Sanksi tambahan untuk pelanggaran ringan nomor 2.a.1:
1) Jika siswa terlambat tiga hingga empat kali (hari), siswa
membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh orang
tua. Surat itu berlaku satu tahun pelajaran.
2) Jika siswa terlambat lima kali (hari), siswa tidak ikut pada
blok pertama dan mendapat konsekuensi dari kepamongan.
Jika ada PH di blok pertama itu, siswa tersebut tidak akan
mendapatkan PH susulan.
3) Jika siswa terlambat lebih dari lima kali (hari), siswa dan
orangtua akan dipanggil oleh kepamongan. Siswa dan orang
tua akan ditemui oleh pamong dan wali kelas. Sanksi terhadap
siswa tersebut akan ditentukan oleh pamong berdasarkan
masukan dari orang tua dan wali Kelas. Siswa akan membuat
surat pernyataan kembali. Surat pernyataan itu ditandatangani
oleh siswa dan orangtuanya. Surat itu berlaku satu tahun
pelajaran.
4) Jika siswa terlambat lebih dari 12 kali (hari), siswa akan
dikenakan sanksi berupa surat peringatan pertama oleh
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
45
pamong. Surat tersebut ditandatangani oleh siswa tersebut
dan orang tua. Siswa mengerjakan konsekuensi sosial dari
pamong selama satu hari. Jika ada PH di hari tersebut, siswa
tersebut tidak mendapatkan PH susulan.
d. Sanksi tambahan untuk pelanggaran ringan nomor 2.a.3:
1) Teguran lisan terhadap siswa tersebut dilakukan oleh guru
mata pelajaran atau wali kelas atau ketua panitia atau guru
pendamping kepanitiaan.
2) Jika teguran lisan tersebut tidak berhasil, siswa tersebut
dilaporkan ke pamong.
3) Pamong akan memberikan teguran lisan kepada siswa
tersebut.
4) Jika teguran lisan dari pamong tersebut tidak berhasil, pamong
akan memanggil orang tua siswa tersebut untuk membuat
surat pernyataan dan komitmen siswa yang ditandatangani
siswa tersebut dan orang tuanya.
5) Jika siswa tersebut masih melanggar dan tidak melakukan
komitmen tertulis yang ia dan orang tua sudah tandatangani,
siswa tersebut akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan
pertama oleh pamong. Surat tersebut ditandatangani oleh
siswa tersebut dan orang tua. Siswa mengerjakan
konsekuensi sosial dari pamong selama satu hari. Jika ada PH
di hari tersebut, siswa tersebut tidak mendapatkan PH susulan.
e. Sanksi tambahan untuk pelanggaran ringan nomor 2.a.4. pada jam
pelajaran
1) Jika 1 kali melanggar, handphone dan smartwatch disita
selama 1 minggu
2) Jika 2 kali melanggar, handphone dan smartwatch disita
selama 1 bulan
3) Jika 3 kali melanggar, handphone dan smartwatch disita
selama 6 bulan
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
46
3. Bentuk pelanggaran dan sanksi sedang:
a. Bentuk pelanggaran sedang berupa antara lain:
1) membolos;
2) merokok (umum, elektrik, vape, dan velo) di kompleks sekolah
atau pada saat kegiatan sekolah yang diadakan di luar
lingkungan sekolah;
3) menggunakan seragam PPL untuk kegiatan ulang tahun yang
diselenggarakan secara mewah dan eksklusif di tempat-
tempat tertentu yang mewah maupun untuk kegiatan tidak
resmi di luar kegiatan sekolah;
4) melakukan kebohongan atas pelanggaran sedang 3.a.1-3;
b. Sanksi untuk seluruh pelanggaran sedang tersebut adalah minimal
teguran tertulis dari pamong. Siswa yang ditegur menandatangani
teguran tertulis tersebut. Orang tua juga turut menandatangani
teguran tertulis tersebut.
c. Apabila siswa terbukti melakukan pelanggaran sedang tersebut
untuk kedua kali saat sebelum PAT atau US, siswa tersebut akan
dikenai sanksi berupa
1) surat peringatan tertulis yang pertama dari pamong dan
ditandatangani oleh siswa dan orang tua.
2) Melakukan kerja sosial saat tatap muka atau daring selama
satu hari yang ditentukan oleh pamong.
3) Jika ada PH di hari tersebut, siswa tersebut tidak mendapatkan
PH susulan.
d. Apabila siswa terbukti melakukan pelanggaran sedang tersebut
untuk kedua kali saat dalam PAT atau setelah PAT menjelang
penerimaan rapor atau saat US atau setelah US sebelum
pengumuman kelulusan, siswa tersebut akan dikenai sanksi
seperti no 3.c.
e. Apabila siswa terbukti melakukan pelanggaran sedang tersebut
untuk ketiga kali saat sebelum PAT atau US, saat dalam PAT
atau setelah PAT menjelang penerimaan rapor, siswa tersebut
akan dikenai sanksi surat peringatan kedua dan segera
dikeluarkan dari sekolah.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
47
f. Apabila siswa terbukti melakukan pelanggaran sedang tersebut
untuk ketiga kali saat dalam US atau saat setelah US sebelum
pengumuman kelulusan, siswa tersebut akan dikenai sanksi
surat peringatan kedua dan segera dikeluarkan dari sekolah.
4. Bentuk pelanggaran dan sanksi berat:
a. Bentuk pelanggaran berat yang terbukti dilakukan dengan sadar
dan sengaja sehingga merugikan sekolah berupa antara lain:
1) terbukti mengkonsumsi atau pun mengedarkan narkoba;
2) menantang atau memukul KKL dan KBKL;
3) berkelahi atau pengeroyokan dalam perkelahian dengan
melibatkan orang luar;
4) menghasut sesama siswa untuk mengacau ketertiban sekolah;
5) mencuri;
6) memalsukan tanda tangan orang lain;
7) berjudi, mabuk, membawa dan meminum minuman keras;
8) memanipulasi tugas untuk penilaian dari guru dan/atau
plagiarisme total (penjiplakan secara persis seluruh karya
orang lain);
9) les pada guru SMA Kolese Loyola;
10) melakukan tindakan perundungan (bullying), perundungan
siber (cyber-bullying), tindakan asusila, dan/atau pelecehan
seksual terhadap KBKL dan/atau orang lain, sebagaimana
tertulis pada bagian Protokol Perlindungan Anak, No. IV,
halaman 16-18.
11) melakukan kecurangan dalam PH/PHT/PAS/PAT/US baik
tatap muka maupun daring dengan kriteria sebagai berikut:
i. melihat pekerjaan teman.
ii. bertanya dan/ atau memberi informasi dan/atau
menerima informasi teman, baik lisan maupun tertulis.
iii. menyiapkan dan atau menggunakan materi
PH/PHT/PAS/PAT/US atau jawaban
PH/PHT/PAS/PAT/US dengan secarik kertas, buku,
handphone, jam tangan digital (smart watch), ataupun
sarana lainnya.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
48
iv. memberikan peluang kepada orang lain sehingga orang
lain tersebut dapat membaca jawaban atau pekerjaan
penilaian.
v. memberi dan/atau mendapat bocoran soal atau jawaban
PH/PHT/PAS/PAT/US.
12) Melakukan kebohongan atas pelanggaran nomor 4.a.1-11.
b. Sanksi untuk seluruh pelanggaran berat tersebut adalah minimal
berupa surat peringatan pertama dan skorsing dari sekolah.
c. Sanksi tambahan untuk pelanggaran perilaku perundungan
(bullying), perundungan siber (cyber-bullying), tindakan asusila, dan
pelecehan seksual terhadap KBKL dan atau orang lain (No. 4.a.10).
Bila siswa terbukti melakukan hal tersebut, siswa tersebut langsung
mendapat Surat Peringatan Kedua dan segera dikeluarkan dari
SMA Kolese Loyola.
d. Sanksi tambahan untuk kecurangan dalam PH/PHT/PAS (no
4.a.11): Bila siswa terbukti melakukan kecurangan yang pertama
kali dalam PH/PHT/PAS kepadanya akan dikenai sanksi berupa:
1) Nilai PH/PHT/PAS di mata pelajaran di mana terjadi
kecurangan adalah 0 (nol).
2) Kepadanya tidak diberikan remidial atau susulan PH/PHT/PAS
pada mata pelajaran tersebut.
3) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orang tua dan siswa.
4) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada semester berjalan setelah
peristiwa tersebut untuk siswa yang berkasus akan dimulai
dengan nilai C. Penilaian ini (nilai C) akan dievaluasi oleh
Sekolah di akhir semester/tahun pelajaran atas pertimbangan
dan laporan dari guru mata pelajaran, wali kelas, tim BK, tim
Kurikulum, dan Kepamongan. Dari berbagai pertimbangan-
pertimbangan tersebut di atas, jika siswa tersebut
menunjukkan pertobatan, perubahan sikap, kesungguhan diri,
Sekolah akan memberikan perbaikan nilai sikap maksimal
pada penilaian KI-1 dan KI-2 adalah B di dalam penilaian rapor
akhir semester/tahun ajaran
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
49
5) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester ganjil
untuk siswa yang melakukan kecurangan saat PAS adalah C.
6) Dalam situasi pembelajaran tatap muka, siswa akan menjalani
skorsing selama tiga hari setelah terbukti melakukan
kecurangan, dalam bentuk melakukan tugas yang ditentukan
oleh Pamong. Selama masa skorsing, kehadiran siswa
tersebut akan dihitung alpha. Apabila selama menjalani
skorsing ada PH/PHT/PAS atau pengambilan nilai, kepadanya
tidak diberikan PH/PHT/PAS susulan.
7) Dalam situasi pembelajaran daring, siswa akan menjalani
skorsing selama tiga hari setelah terbukti melakukan
kecurangan dengan bentuk mengikuti pembelajaran daring
dalam LOC di sekolah sebagai bentuk konsekuensi yang harus
ditanggung siswa dari tindakannya tersebut.
8) Dalam PH tatap muka maupun daring, nilai mata pelajaran
yang diujikan dalam PH selama tiga hari efektif belajar setelah
siswa melakukan kecurangan adalah 0 (nol). Dalam PHT/PAS
tatap muka maupun daring, nilai mata pelajaran yang diujikan
selama tiga hari efektif belajar setelah siswa melakukan
kecurangan adalah 0 (nol).
9) Bentuk konsekuensi bagi siswa yang tidak memungkinkan
mengikuti pembelajaran daring dalam LOC di sekolah akan
ditentukan oleh Pamong berdasarkan pertimbangan dari guru
mata pelajaran/wali kelas/tim BK/tim Kurikulum dengan tetap
berkoordinasi dengan Kepala Sekolah.
10) Setelah siswa tersebut menjalankan konsekuensi dari
tindakannya tersebut, maka siswa harus membuat refleksi
tertulis (dalam format fisik/softcopy) dan diserahkan kepada
Pamong. Lalu siswa tersebut mensharingkan pengalamannya
tersebut kepada guru BK di kelas angkatannya sebagai
bentuk/proses refleksi dan objektivasi dari pengalamannya
tersebut.
11) Dalam kasus kecurangan yang menggunakan handphone atau
sarana digital lainnya saat situasi normal (tatap muka),
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022