50
handphone yang bersangkutan akan disita sekolah dan
dikembalikan pada saat wisuda.
e. Sanksi tambahan untuk kecurangan dalam PAT (no 4.a.11): Bila
siswa terbukti melakukan kecurangan yang pertama kali dalam
PAT, kepadanya akan dikenai sanksi berupa:
1) Nilai PAT di mata pelajaran di mana terjadi kecurangan adalah
0 (nol),
2) Kepadanya tidak diberikan remidial atau susulan PAT pada
mata pelajaran tersebut.
3) Dalam PAT tatap muka, kepadanya tidak diberikan
kesempatan mengikuti PAT selama tiga hari setelah terbukti
melakukan kecurangan dalam PAT. Dalam PAT daring, nilai
mata pelajaran yang diujikan tiga hari setelah ia melakukan
kecurangan adalah 0 (nol).
4) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orangtua dan siswa.
5) Penilaian Kelakuan (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester
berjalan (semester genap) setelah peristiwa tersebut untuk
siswa yang berkasus adalah C.
6) Kepadanya dinyatakan tidak naik ke tingkat selanjutnya.
f. Sanksi tambahan untuk kecurangan dalam US (no 4.a.11): Bila
siswa terbukti melakukan kecurangan yang pertama kali dalam
US, kepadanya akan dikenai sanksi:
1) Nilai US di mata pelajaran di mana terjadi kecurangan adalah 0
(nol),
2) Kepadanya tidak diberikan remidial atau susulan US pada mata
pelajaran tersebut.
3) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orang tua dan siswa.
4) Penilaian Kelakuan (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester berjalan
setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang berkasus adalah C.
5) Kepadanya dinyatakan tidak lulus dari SMA Kolese Loyola.
g. Sanksi tambahan untuk pelanggaran berat no. 4.a.1-9 sebelum
PAT: Bila siswa terbukti melakukan pelanggaran berat tersebut
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
51
yang pertama kali sebelum PAT, kepadanya akan dikenai sanksi
berupa:
1) Surat peringatan yang diketahui dan ditandatangani oleh orang
tua dan siswa.
2) Penilaian Kelakuan (KI-1 dan KI-2) pada semester berjalanan
setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang berkasus akan
dimulai dengan nilai C.
Penilaian ini (nilai C) akan dievaluasi oleh Sekolah di akhir
semester/tahun pelajaran atas pertimbangan dan laporan dari
guru mata pelajaran, wali kelas, tim BK, tim Kurikulum, dan
Kepamongan. Dari berbagai pertimbangan-pertimbangan
tersebut di atas, jika siswa tersebut menunjukkan pertobatan,
perubahan sikap, kesungguhan diri, Sekolah akan
memberikan perbaikan nilai kelakuan maksimal pada penilaian
KI-1 dan KI-2 adalah B di dalam penilaian rapor akhir
semester/tahun ajaran.
Setelah siswa yang dinilai tersebut menunjukkan pertobatan,
perubahan sikap, kesungguhan diri, maka siswa tersebut
harus menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak akan
melakukan pelanggaran berat lagi di lingkungan SMA Kolese
Loyola; dan jika ia melakukan pelanggaran berat lagi, ia siap
untuk langsung dikeluarkan. Surat pernyataan yang
ditandatangani siswa tersebut harus ditandatangani juga oleh
orang tuanya.
3) Skorsing diberikan selama tiga hari saat tatap muka dalam
bentuk melakukan tugas yang ditentukan oleh Pamong.
Selama masa skorsing akan dihitung alpha, dan bila selama
menjalani skorsing ada PH/PHT/PAS atau pengambilan nilai,
kepadanya tidak diberikan PH/PHT/PAS susulan.
4) Di masa pembelajaran daring dengan sistem LOC, skorsing
diberikan selama tiga hari dalam bentuk konsekuensi yang
akan diberikan oleh Pamong dengan tetap memperhatikan
berbagai masukan dari guru mata pelajaran, wali kelas, tim BK,
dan tim Kurikulum.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
52
5) Setelah siswa melakukan konsekuensi dari Pamong, siswa
tersebut harus membuat refleksi tertulis dan melakukan
colloquium dengan guru BK angkatan.
h. Sanksi tambahan untuk pelanggaran berat no. 4.a.1-9 selama
masa PAT: Bila siswa terbukti melakukan pelanggaran berat
tersebut yang pertama kali selama masa PAT, kepadanya akan
dikenai sanksi berupa
1) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orangtua dan siswa.
2) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester berjalan
(semester genap) setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang
berkasus adalah C.
3) Dalam PAT tatap muka, kepadanya tidak diberikan kesempatan
mengikuti PAT selama tiga hari setelah melakukan pelanggaran
berat no. 4.a.1-9 tersebut selama masa PAT. Dalam PAT daring,
nilai mata pelajaran yang diujikan tiga hari setelah ia melakukan
pelanggaran berat no. 4.a.1-9 tersebut adalah 0 (nol).
4) Kepadanya dinyatakan tidak naik ke tingkat selanjutnya.
i. Sanksi tambahan untuk pelanggaran berat no. 4.a.1-9 yang
dilakukan setelah PAT dan sebelum menerima rapor bagi kelas
X dan XI: Bila siswa terbukti melakukan pelanggaran tersebut,
kepadanya akan dikenai sanksi berupa:
1) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orangtua dan siswa.
2) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester berjalan
(semester genap) setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang
berkasus adalah C.
3) Kepadanya dinyatakan tidak naik ke tingkat selanjutnya.
j. Sanksi tambahan untuk pelanggaran berat no 4.a.1-9 dalam US:
Bila siswa terbukti melakukan pelanggaran berat tersebut yang
pertama kali dalam US, kepadanya akan dikenai sanksi berupa
1) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orangtua dan siswa.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
53
2) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester berjalan
(semester genap) setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang
berkasus adalah C.
3) Dalam US tatap muka, kepadanya tidak diberikan kesempatan
mengikuti US selama tiga hari setelah melakukan pelanggaran
berat no. 4.a.1-9 tersebut selama masa US. Dalam US daring,
nilai mata pelajaran yang diujikan tiga hari setelah ia melakukan
pelanggaran berat no. 4.a.1-9 tersebut adalah 0 (nol).
4) Kepadanya dinyatakan tidak lulus dari SMA Kolese Loyola.
k. Sanksi tambahan untuk pelanggaran berat no.4.a.1-9 yang
dilakukan setelah US dan belum dinyatakan lulus bagi kelas XII:
Bila siswa terbukti melakukan pelanggaran tersebut, kepadanya
akan dikenai sanksi berupa
1) Surat Peringatan Pertama yang diketahui dan ditandatangani
oleh orangtua dan siswa.
2) Penilaian Sikap (KI-1 dan KI-2) pada rapor semester berjalan
(semester genap) setelah peristiwa tersebut untuk siswa yang
berkasus adalah C.
3) Kepadanya dinyatakan tidak lulus dari SMA Kolese Loyola.
l. Bila siswa terbukti melakukan kecurangan dalam
PH/PHT/PAS/PAT/US (no. 4.a.11) atau pelanggaran berat lainnya
(nomor 4.a.1-9) yang kedua kali selama menjadi siswa SMA
Kolese Loyola, siswa tersebut segera dikeluarkan dari SMA Kolese
Loyola.
VI. DISPENSASI
1. Dispensasi adalah segala bentuk pengecualian yang telah
dipertimbangkan secara khusus oleh sekolah.
2. Dispensasi diberikan kepada siswa tertentu oleh Kepala Sekolah atau
wakil-wakilnya sesuai dengan bidang kewenangan masing-masing.
3. Siswa yang mendapat dispensasi diberi surat dispensasi.
4. Dispensasi dicabut jika:
a. Tidak diperlukan lagi.
b. Siswa melanggar syarat-syarat dispensasi.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
54
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Selain kegiatan intrakurikuler, SMA Kolese Loyola juga
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler
memiliki tujuan:
1. Pembentukan manusia yang sehat jasmani.
2. Pembentukan manusia yang sehat rohani.
3. Pembentukan sikap para siswa dengan cara pelatihan-pelatihan fisik
maupun pembentukan mental (misalnya: kerajinan, kedisiplinan,
kebersihan, pengaturan diri).
Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian integral dan sangat
penting dalam keseluruhan proses pendidikan di SMA Kolese Loyola. Kegiatan
ini wajib diikuti oleh semua siswa Kelas X dan Kelas XI. Kegiatan itu meliputi
bidang:
1. Olah Raga f. Tenis Lapangan
a. Sepakbola g. Tae Kwon Do
b. Bola Voli h. Bridge
c. Bulutangkis
d. Bola Basket d. Dekorasi
e. Tenis Meja e. Melukis
f. Dance
2. Kesenian d. Keputrian
a. Gamelan Soepra e. Fotografi
b. Koor
c. Drama/Teater
3. Ketrampilan
a. Leadership
b. Komputer
c. Jurnalistik
4. Pelajaran
a. IPA
b. IPS
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
55
I. TATA TERTIB
1. Pendaftaran
a. Siswa kelas X wajib mengikuti dua macam kegiatan ekstrakurikuler,
baik itu olahraga atau kesenian atau ketrampilan. Ekstra pelajaran
untuk kelas X baru dimulai pada semester 2. Siswa kelas XI wajib
mengikuti satu macam kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan kelas XII
tidak wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
b. Catatan: di masa pandemi, setiap siswa cukup mengambil satu
macam kegiatan ekstrakurikuler
c. Setiap siswa dianjurkan memilih kegiatan sesuai minat, bakat,
kemampuan, dan waktu yang dimiliki (tidak asal pilih atau ikut-ikutan).
d. Perpindahan kegiatan harus seizin pamong atau koordinator
ekstrakurikuler (les di luar bukan alasan untuk perpindahan).
e. Perpindahan kegiatan hanya dapat dilakukan dalam dua minggu
pertama sebelum kegiatan dimulai atau awal semester dua, dan
peserta wajib melaporkannya kepada pembimbing kegiatan (yang
lama dan yang baru).
f. Dalam dua minggu pertama sejak kegiatan dimulai, diadakan seleksi
untuk tim olahraga, koor, dan supra. Siswa yang tidak diterima wajib
memilih kegiatan lain yang masih ada.
g. Jika kegiatan yang dipilih bertabrakan dengan kegiatan sekolah yang
lain (pelajaran tambahan atau tutorial, praktikum), siswa wajib
membicarakannya dengan pamong atau koordinator ekstrakurikuler.
h. Siswa yang tergabung dalam kelompok hobi atau minat tertentu
dianjurkan untuk mengikuti ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat
tersebut (misalnya: anggota Loyola Voice dianjurkan mengikuti Koor;
anggota Apiloco dianjurkan mengikuti drama).
i. Setiap peserta akan mendapatkan kartu ekstrakurikuler sesuai
dengan kegiatan yang dipilihnya. Kartu itu harus selalu dibawa untuk
ditandatangani pembimbing ekstrakurikuler. Jika kartu hilang, peserta
wajib segera melaporkannya kepada pamong atau koordinator
ekstrakurikuler dan mendapat sanksi sewajarnya.
j. Bisa terjadi, pamong, koordinator ekstrakurikuler atau pembimbing
menganjurkan siswa untuk pindah ke kegiatan tertentu, mengingat:
1) untuk mengembangkan diri
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
56
2) memperkuat tim inti sekolah
3) masalah daya tampung
4) ketersediaan pembimbing, waktu dan tempat yang disediakan
sekolah.
2. Pembagian Waktu
a. Jadwal lengkap kegiatan ekstrakurikuler diatur oleh pamong.
b. Setiap siswa wajib hadir pada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti
minimal 10 menit sebelum mulai. Tiap keterlambatan harus
dipertanggungjawabkan kepada pembimbing kegiatan bersangkutan.
c. Pada akhir kegiatan ekstrakurikuler, siswa segera meninggalkan
tempat pelatihan untuk memberi kesempatan kepada kelompok
berikut atau karyawan yang akan membereskan peralatan.
d. Pembatalan atau libur kegiatan ekstrakurikuler diumumkan melalui
sentral.
3. Kehadiran
a. Siswa menandatangani buku presensi dan meminta tanda tangan
pembimbing pada kartu ekstrakurikuler masing-masing.
b. Tiap ketidakhadiran harus dipertanggungjawabkan kepada pamong
dan pembimbing kegiatan ekstrakurikuler bersangkutan secara
tertulis.
c. Siswa yang tidak dapat hadir pada kegiatan ekstrakurikuler karena
kepentingan sekolah, misalnya les remedial, kerja panitia, harus
meminta dispensasi dari koordinator ekstrakurikuler.
4. Peralatan
a. Siswa harus turut memelihara keutuhan dan kelengkapan peralatan
yang digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
b. Jika terjadi kerusakan, kehilangan, atau kekuranglengkapan, siswa
wajib melaporkannya kepada pembimbing dan pamong.
5. Penilaian
a. Semua kegiatan ekstrakurikuler mendapatkan nilai resmi dalam rapor.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
57
b. Nilai itu diberikan oleh pembimbing dengan mempertimbangkan
kehadiran, kemampuan, keseriusan, kedisiplinan, minat, dan bakat
dalam pelatihan.
6. Sopan santun
a. Siswa wajib berpakaian pantas sesuai dengan kegiatan yang diikuti:
• pakaian olahraga untuk kegiatan olahraga
• celana panjang/rok-baju/kaos berkrah untuk kegiatan non-
olahraga
b. Siswa wajib menaruh hormat, patuh, dan menghargai pembimbing
ekstrakurikuler.
II. BENTUK PELANGGARAN DAN SANKSI
1. Tiap pelanggaran tata tertib kegiatan ekstrakurikuler siswa akan
mendapatkan sanksi.
2. Bentuk pelanggaran yang dianggap berat adalah:
a. tidak hadir tanpa pemberitahuan
b. tidak hormat atau meremehkan pembimbing
c. merusakkan atau menghilangkan peralatan tanpa melapor
d. berpindah kegiatan tanpa pemberitahuan/persetujuan pamong atau
koordinator ekstrakurikuler
3. Ketentuan absen bagi siswa diatur sebagai berikut:
a. Jika siswa absen satu kali, pembimbing wajib dan berhak
mengingatkan siswa bersangkutan dengan sewajarnya.
b. Jika siswa absen dua kali, pembimbing wajib dan berhak
memberikan konsekuensi bagi siswa yang bersangkutan.
c. Jika siswa absen ketiga kali dan seterusnya, pembimbing wajib
melaporkan hal tersebut pada koordinator ekstrakurikuler untuk
dimintai pertanggung jawaban.
d. Jika siswa absen lebih dari tiga kali akan mendapat nilai minimal
dalam bidang ekstrakurikuler yang diikuti .
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
58
III. DISPENSASI
1. Hanya diberikan oleh pamong berdasarkan alasan-alasan yang kuat.
2. Menyangkut banyaknya kegiatan yang diikuti, ketidakhadiran, pindah
kegiatan.
3. Diminta dari pamong dan diserahkan kepada koordinator ekstrakurikuler
dan pembimbing sebelum kegiatan dimulai.
4. Permintaan dispensasi untuk waktu yang lama (misalnya karena sakit)
harus disertai dengan surat keterangan sakit dan/atau surat dari orang
tua/wali murid.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
59
PEDOMAN
KEGIATAN-KEGIATAN LAIN
Di samping kegiatan intra dan ekstrakurikuler, ada beberapa kegiatan lain
yang dimaksudkan untuk mengembangkan aspek intelektual dan kepribadian
siswa. Kegiatan-kegiatan itu adalah kegiatan rohani dan sarasehan, kelompok
minat, Paskibra dan latihan dasar, kegiatan keluar, dan rekreatif.
I. KEGIATAN ROHANI DAN SARASEHAN
1. Kegiatan rohani adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan
dan membina iman. Kegiatan itu meliputi rekoleksi, retret, misa sekolah,
ziarah, pelayanan kapel.
2. Rekoleksi dikelola oleh pengurus kelas bersama wali kelas. Waktu
rekoleksi ditentukan oleh pamong berdasarkan usulan dari kelas.
Rekoleksi ini dibimbing oleh tim, termasuk guru BK dan wali kelas.
3. Misa dalam acara-acara khusus sekolah misalnya pembukaan tahun
pelajaran, Pesta Nama Ignatius Loyola, dan Natal dikelola oleh Tim
Campus Ministry dan DKKL.
4. Retret (untuk yang beragama Katolik) atau gladi rohani (untuk yang non-
Katolik) adalah program sekolah untuk siswa kelas XII. Kegiatan ini
sepenuhnya dikelola oleh pamong.
5. Sarasehan adalah sarana dialog antara siswa, guru, dan eksekutif sekolah
untuk menciptakan suasana yang baik dalam proses belajar mengajar.
Waktu pelaksanaan ditentukan oleh pamong atas usulan kelas.
6. Dengan persetujuan wali kelas dan pamong, kelas dapat melakukan
rekoleksi/sarasehan kelas tambahan.
II. KELOMPOK MINAT
1. Kegiatan ini merupakan sarana untuk menumbuhkan dan
mengembangkan kemampuan dan bakat-bakat siswa. Oleh karena itu,
siswa hendaknya mengikutinya sesuai dengan minat dan bakatnya.
2. Kelompok minat yang ada meliputi olahraga, kesenian, keterampilan, dan
kerohanian.
3. Jenis kegiatan: Apinya Loyola College (APILOCO), Loyola Rock Band
(LRB), Loyola Jazz Band (LJB), Sound and Lighting Loyola College
(SALOCO), Campus Ministry Siswa. Dekorasi Loyola College (DLC),
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
60
Suporter Loyola College (Suloco), Loyola Voice (LV), Banyolannya Loyola
College (Baloco), dan Cheerleader.
4. Kelompok minat dikelola oleh siswa di bawah bimbingan pamong dan atau
pembimbing lain yang ditunjuk.
5. Siswa yang masuk dalam kelompok hobi/minat ini, hendaknya melakukan
latihan secara teratur, mandiri, dan penuh dengan komitmen pribadi.
III. PASKIBRA DAN LATIHAN DASAR
1. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)
a. Paskibra adalah kegiatan yang menjadi sarana untuk menumbuhkan
dan mengembangkan sikap keberanian dan kedisiplinan.
b. Peserta dipilih dari kelas X dan XI melalui seleksi.
c. Latihan Dasar PASKIBRA dikoordinasi oleh pendamping dari guru
yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah.
d. Berada di bawah tanggung jawab pamong dan dikelola oleh pamong
dengan menunjuk pembina.
2. Latihan Dasar
a. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Latihan Dasar Orator (LDO)
adalah kegiatan yang menjadi sarana untuk menumbuhkan dan
mengembangkan sikap kepemimpinan dan keteladanan.
b. Peserta adalah kelas XI dan ditentukan oleh pamong (hak prerogratif).
c. Waktu dan pelaksanaannya ditentukan oleh pamong.
d. Berada di bawah tanggung jawab pamong dan dikelola oleh tim guru
yang ditunjuk atas kewenangan kepala sekolah.
IV. KEGIATAN KELUAR
1. Kegiatan keluar adalah kegiatan yang dilakukan siswa di luar sekolah.
Kegiatan ini meliputi kegiatan kompetitif atas inisiatif siswa atau tugas
khusus dari sekolah.
2. Kegiatan yang dilakukan oleh siswa karena tugas khusus dari sekolah.
Dikelola oleh pamong dan hasilnya harus diserahkan ke sekolah.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
61
V. KEGIATAN REKREATIF
1. Merupakan sarana untuk rekreasi, keakraban, dan sosialisasi. Kegiatan ini
meliputi pertandingan dan perlombaan antarkelas, apresiasi seni dan
budaya, wisata kelas.
2. Kegiatan-kegiatan tersebut dikelola oleh DKKL atas persetujuan sekolah.
3. Apresiasi seni dan budaya merupakan suatu kegiatan yang menampilkan
unsur-unsur seni dan budaya siswa. Kegiatan yang dilakukan dapat
bersifat internal maupun eksternal.
a. Internal
Pementasan diselenggarakan pada acara-acara yang dilakukan oleh
sekolah, dari dan untuk kalangan Kolese Loyola.
b. Eksternal
Pementasan diselenggarakan secara khusus untuk masyarakat dan
juga menampilkan pihak dari luar SMA Kolese Loyola. Yang
ditampilkan adalah acara-acara yang menjunjung tinggi harkat dan
martabat manusia. Kegiatan ini dikelola oleh guru yang ditugaskan
sekolah dan dibantu pelaksanaannya oleh DKKL dan panitia yang
dibentuk.
4. Wisata kelas merupakan kegiatan bagi siswa kelas XI yang dilaksanakan
setahun sekali (dengan melihat situasi dan kondisi). Pelaksanaan, waktu,
dan tempat tujuan ditentukan oleh sekolah. Perencanaan, pencarian dana,
dan pelaksanaannya dikelola oleh kelas masing-masing berdasarkan
ketentuan yang dibuat oleh sekolah.
5. Kegiatan lain misalnya kemah rohani, kunjungan ke panti asuhan,
pertandingan persahabatan dan kegiatan lain yang dilakukan di dalam dan
di luar sekolah, harus sepengetahuan dan seizin sekolah melaui pamong.
VI. ORGANISASI SISWA
Aspek pengembangan pribadi dalam pendampingan siswa menjadi seorang
“pemimpin melayani” yang berhati nurani, sangat diperhatikan oleh sekolah.
Untuk itu, sekolah memberikan sarana melatih diri berorganisasi secara baik
dan benar.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
62
1. DKKL
a. Dewan Keluarga Kolese Loyola (DKKL) adalah pengurus organisasi
siswa intrasekolah yang ada di SMA Kolese Loyola. DKKL bertugas
mengorganisasi kegiatan siswa di bawah bimbingan pamong.
b. Masa jabatan pengurus DKKL satu tahun. DKKL wajib membuat
program kerja tahunan di bawah bimbingan pamong.
c. Pengurus DKKL terdiri dari siswa kelas XI yang dipilih oleh seluruh KKL
berdasarkan prosedur dan kriteria pemilihan yang ditentukan oleh
pamong. Pengurus DKKL disahkan oleh Kepala Sekolah.
d. Menyampaikan aspirasi dan menjadi jembatan komunikasi antara
eksekutif sekolah dan siswa.
2. Pengurus Kelas
a. Pengurus kelas terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris I, sekretaris
II, bendahara I, bendahara II, seksi kerohanian, dan beberapa seksi
lain yang dipandang perlu oleh kelas.
b. Pengurus kelas hendaknya dipilih dari siswa yang unggul dalam bidang
akademis, unggul dalam tanggung jawab dan perilaku, serta memiliki
hubungan yang baik dengan sesama.
c. Masa jabatan pengurus kelas adalah satu semester.
d. Pengurus kelas membuat program kerja dan evaluasi/refleksi
semesteran di bawah bimbingan wali kelas dan pamong.
e. Pengurus kelas bertanggung jawab atas suasana kondusif kelas dalam
kegiatan belajar mengajar, estetika kelas, absensi kelas, pengaturan
piket kelas, dan membantu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan
oleh DKKL, serta menjadi penghubung kelas dengan eksekutif
sekolah.
3. Kelompok Minat
a. Kelompok minat merupakan organisasi dalam bidang hobi di bawah
bimbingan pamong. Pengurusnya terdiri dari ketua, wakil ketua,
sekretaris I, sekretaris II, bendahara I, bendahara II, dan beberapa
seksi lain yang pemilihan dan prosedurnya ditentukan oleh pamong.
b. Pengurus kelompok minat dan pembimbing bertanggung jawab atas
pengembangan dan pembinaan bakat anggotanya.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
63
c. Masa jabatan pengurus kelompok minat adalah satu tahun.
d. Pengurus kelompok minat membuat program tahunan yang harus
disahkan oleh pembimbing dan pamong serta membuat evaluasinya
setiap akhir tahun.
4. Kepanitian
Kepanitiaan adalah organisasi yang dibentuk dalam rangka pelaksanaan
kegiatan khusus yang dikelola DKKL dengan persetujuan Pamong.
Misalnya: pasar murah, perayaan Natal, pesta Santo Pelindung, lomba,
pentas seni.
VII. ORANG TUA MURID
1. Sangat diharapkan adanya hubungan dan kerja sama yang erat antara
orang tua murid/wali dengan sekolah dalam menyukseskan pendidikan
dan pengajaran SMA Kolese Loyola.
2. Sangat diharapkan bantuan orang tua/wali untuk memperhatikan dan
mendorong agar siswa juga benar-benar belajar demi kemajuan mereka
sendiri.
3. Hendaknya orang tua/wali maklum bahwa ada kalanya diminta
menandatangani beberapa hal yang penting, misalnya hasil ulangan yang
buruk dari anaknya.
4. Orang tua/wali diharapkan memberitahukan kepada pamong bila anaknya
berhalangan hadir di sekolah. Tanpa pemberitahuan, siswa dapat
dikenakan sanksi berat.
5. Diharapkan orang tua/wali tidak mudah mencarikan dispensasi bagi putra-
putrinya, entah untuk tidak masuk sekolah maupun untuk tidak mengikuti
kegiatan lain.
6. Diharapkan orang tua/wali hadir ke sekolah bila ada masalah yang
menyangkut perkembangan belajar/kedisiplinan putra-putrinya.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
64
EXAMEN CONSCIENTIAE HARIAN
Ignatius memberi tempat yang khusus pada Examen Conscientiae, sampai-
sampai ia pernah berkata pada semua Jesuit: Jika kamu hanya punya waktu
pendek untuk berdoa, setidak-tidaknya jangan meninggalkan Examen
Conscientiae.
Hari-hari kita ini penuh dengan pengalaman, perasaan dan perjumpaan dengan
orang lain. Jangan biarkan semua itu mengalir begitu saja karena apa yang kita
alami dan rasakan sungguh berharga. Penting juga bagi kita untuk tidak cepat
menghakimi apa yang kita alami. Kita perlu membuka hati dan pikiran pada
Tuhan yang mungkin ingin berkata sesuatu, menghibur, dan menguatkan kita.
Biarkan Ia yang memimpin kita. Jika kita membiarkan diri kita mendengar suara
Tuhan, kita bisa berkembang hari demi hari menjadi lebih bebas, lebih sabar
dan penuh dengan cinta.
Examen Conscientiae Ignasian ini bisa dilakukan di mana-mana, di pantai, di
dalam mobil, di dalam rumah, di perpustakaan, di tempat kerja, dll. Examen
Conscientiae membutuhkan waktu 10 – 15 menit dan terdiri dari 5 langkah
sederhana yang nantinya bisa kamu format dengan gayamu sendiri. Ini salah
satu langkah-langkahnya:
1. Thanksgiving
I move through the day… I am grateful for…
Berterima kasih kepada Tuhan atas kebaikan-Nya yang boleh diterima atau
dialami sepanjang waktu sejak Examen terakhir.
2. Insight
I am open to the Holy Spirit beyond myself…
Mohon rahmat untuk mengenali dosa, kekurangan dan kejatuhan dalam godaan
beserta usaha membuangnya.
3. Pondering
In particular I am aware of… These feelings arise…
Melihat kembali peristiwa hidup dari sisi: pikiran, kata-kata, dan tindakan.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
65
4. Noticing
This needs attention… this needs healing…
Mohon ampun atas dosa-dosa.
5. Tomorrow
My desires for others are… For myself are… I decide to…
Dengan bantuan rahmat Tuhan bertekad untuk memperbarui hidup.
Setidaknya ada dua hal ditekankan oleh St.Ignatius di dalam Examen
Conscientiae: Pertama, selalu memulai dengan ungkapan syukur dan terima
kasih kepada Tuhan. Kedua, mengenali dan mencari bimbingan rahmat Tuhan
dalam usaha pribadi yang kita buat. Inilah yang akan mengantar orang ke
kepekaan terhadap pengalaman akan Allah dalam setiap peristiwa dan situasi.
https://parokikotabaru.org/examen-conscientiae/
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
66
PENULISAN EXAMEN CONSCIENTIAE
1. Examen: Mencari makna (pesan Allah) dalam sebuah peristiwa untukku.
2. Cara menulis:
a. Tulislah dalam bentuk percakapan dengan Allah (apapun sebutanmu).
b. Isi tulisan kurang lebih:
1) Ungkapan perasaanmu atas peristiwa atau pergulatan Dominan
yang dialami hari ini.
2) Ungkapan sikap yang kamu ambil atas peristiwa atau pergulatan itu.
Makna yang kamu temukan dalam peristiwa atau pergulatan itu.
Beberapa Contoh Penulisan Examen Conscientiae :
1. Ya Bapa, pada hari ini saya merasa sangat senang. Terima kasih bahwa
di hari ini Engkau menyapaku saat ulangan. Engkau memenangkanku
dengan berbuat jujur dalam mengerjakan ulangan tadi. Terima kasih, aku
tidak jatuh dalam godaan untuk mencontek. Aku berhasil bisa berbuat
jujur. Sekalipun saya kuatir akan hasilnya, saya percayakan kepada-Mu.
Aku yakin Engkau senantiasa akan memberikan hasil yang terbaik
bagiku dan sesamaku. Terima kasih Tuhan. Amin.
2. Dear my best FRIEND, hari ini aku merasa kesal dengan temanku yang
sok nyolot. Aku merasa muak dan ingin menjauh darinya. Tetapi entah
mengapa, dia selalu ingin dekat denganku dan mengajakku main.
Memang sih dia tidak punya teman karena sifatnya itu. Apakah Engkau
menginginkanku menjadi temannya? Untuk mau menerima dia apa
adanya? Jika ya, ajarilah aku untuk lebih bisa memahami dan
menerimanya apa adanya. Terima kasih my FRIEND.
3. Tuhan, hingga hari ini aku masih kesal dengan Pak Joni guru bahasaku.
Aku merasa dia sok jago dan sok pintar sehingga seenaknya sendiri
bicara. Aku merasa direndahkan. Aku kesal sekali. Sekarang setiap
melihat dia, saya mersa kesal terus. Saya sendiri yang menderita.
Tuhan, berikanlah aku jalan untuk menyelesaikan ini. Aku tidak ingin
dihantui oleh rasa kesalku. Amin.
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
67
4. Jika kuingat lagi hari ini, pagi tadi aku merasa malas sekali untuk
berangkat sekolah. Mau sekolah ngga ya? Rasanya masih ngantuk
dan loyo. Inginnya tidur saja. Lebih baik mbolos dan membuat surat ijin
palsu. Syukurlah bahwa lewat orang tuaku, Engkau tiba-tiba
membangunkanku. Dalam kemalasanku, aku terpaksa bangun dan ke
sekolah. Dan ternyata tidak rugi aku sekolah hari ini. Aku mendapatkan
pengetahuan yang telah kutunggu-tunggu dari pelajaran komputerku.
SAHABATKU, terima kasih.
5. Sehari ini, di kelas, aku merasa tidak nyaman. Aku duduk dengan si
Joni, anak yang selalu nyebelin. Banyak tanya hal-hal yang sepele, usil
dan ribut sendiri. Aku cenderung diam dan tidak menanggapi.
”Sontoloyo. Nyebelin aja sih anak ini,” ungkap hatiku. Inginnya aku
pindah tempat duduk. Lain kali aku akan menghidarinya saja. Tuhan,
apakah sikapku ini tepat? Menghindari dan tidak menerima dirinya apa
adanya?
6. Jam keempat tadi aku merasa jengkel sekali. Ketika asyik-asyiknya
mengikuti pelajaran Fisika, ada saja teman-teman yang nyeletuk-
nyeletuk sehingga membuat suasana ribut. Aku merasa terganggu
dengan itu. Bagaimana sih? Kok ada saja anak yang tidak peduli
dengan yang lain ya? Kok egois sekali. Tidak memahami bahwa ada
orang lain yang sedang membutuhkan keseriusan
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
68
PENUTUP
Demikianlah Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) ini disusun untuk
pertama-tama mewujudkan visi dan misi SMA Kolese Loyola untuk membentuk
siswa-siswi SMA Kolese Loyola menjadi pembaharu dunia dengan melatih dan
menata cara hidup dan cara bertindak siswa-siswa SMA Kolese Loyola agar
memiliki kedalaman intelektual, kepekaan pada hari nurani, berkepedulian
sosial, dan berkomitmen untuk selalu unggul dalam bidang akademik, seni,
budaya, dan olah raga. Ad Maiorem Dei Gloriam.
Semarang, 27 September 2021
Mengesahkan, Hormat kami,
P. Antonius Vico Christiawan, S.J., M,Hum P. Martinus Juprianto Bulu Toding, S.J.
Kepala SMA Kolese Loyola Pamong SMA Kolese Loyola
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022
69
SMA Kolese Loyola
Jl. Karanganyar 37 Semarang 50135.
Telp. (024) 3548431, 3546945 – Fax. (024) 3548200
www.loyola-smg.sch.id | [email protected]
IG: @yayasan.loyola | @smakoleseloyola |
FB: Kolese Loyola | Youtube: @SMA Kolese Loyola
Buku Pedoman Siswa (Buku Putih) SMA Kolese Loyola T.P. 2021-2022