E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas selesainya penyusunan e-book untuk mata kuliah
struktur tumbuhan berbasis kontekstual khususnya untuk materi akar (radix) dan
batang (caulis) untuk mahasiswa pendidikan biologi.
Tujuan e-book ini sebagai media yang dapat membantu mahasiswa ketika mempelajari
struktur tumbuhan terutama mengenai bagian akar (radix) dan batang (caulis) dengan
memanfaatkan teknologi yang mereka punya, maka penyusun menyajikan suatu e-book
yang didalamnya dilengkapi materi yang dirangkum dari berbagai sumber dan gambar-
gambar tumbuhan yang dikoleksi dari lingkungan sekitar. Pengoleksian gambar dari
lingkungan sekitar bertujuan untuk mahasiswa lebih mudah mengenali dan memahami
materi dengan baik karena bersifat kontekstual.
Penyusun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut serta
membantu dalam bentuk ide, saran/masukkan, dan kritik sehingga e-book ini dapat
terselesaikan. Semoga e-book ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca dan
mempelajarinya. Saran dan kritik dari pembaca sangat harapkan untuk perbaikan
dikemudian hari.
Jambi, Juli 2022
Penyusun
i
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii
PETA KONSEP ............................................................................................................. iii
AKAR (RADIX) .............................................................................................................. 1
A.Sifat-sifat Akar ...................................................................................................... 1
B.Fungsi Akar Secara Umum ................................................................................... 1
C.Bagian-bagian Akar............................................................................................... 2
D.Sistem Perakaran ................................................................................................... 3
E. Sifat dan Fungsi Khusus Akar Berdasarkan Cara Hidup ...................................... 7
BATANG (CAULIS) ..................................................................................................... 12
A. Sifat-sifat Batang ................................................................................................ 12
B.Fungsi Batang ...................................................................................................... 13
C.Jenis-jenis Batang ................................................................................................ 13
D.Bentuk Batang ..................................................................................................... 16
E. Bentuk Permukaan Batang .................................................................................. 20
F. Arah Tumbuh Batang .......................................................................................... 24
G.Percabangan pada Batang.................................................................................... 31
H.Tumbuhan Berdasarkan Masa Hidupnya ............................................................ 37
DAFTAR RUJUKAN ................................................................................................... 39
BIODATA PENYUSUN............................................................................................... 40
PROFIL PEMBIMBING ............................................................................................. 41
ii
E-BOOK STRUKT
AKAR (RADIX) DAN BATAN
PETA K
TUR
NG (CAULIS)
KONSEP
iii
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
AKAR (RADIX)
Akar merupakan organ pada tumbuhan yang pertama kali tumbuh ketika
mengecambahkan biji. Akar tumbuh ke bawah menuju ke dalam tanah, namun tidak
semuanya akar terletak di dalam tanah. Akar dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh,
sedangkan pada tumbuhan tidak berpembuluh disebut sebagai rizoid.
A. Sifat-sifat Akar
1. Akar tumbuhan tumbuh ke dalam tanah (geotropisme positif), menuju sumber air
(hidrotropisme positif), dan menjauhi cahaya (fototropisme negatif).
2. Akar tidak memiliki bagian yang disebut ruas dan buku-buku layaknya pada
batang.
3. Tidak mengandung klorofil sehingga warnanya keputih-putihan, sampai
kekuningan.
4. Walaupun jaringan meristem apikal akar aktif membelah, namun pertumbuhan
akar tidak secepat batang.
5. Bentuk meruncing, dilengkapi tudung akar yang membantu dalam proses
penembusan tanah.
B. Fungsi Akar Secara Umum
1. Menyerap (mengabsorbsi) air dan garam mineral yang terlarut dalam tanah.
2. Mengangkut air dan garam mineral menuju tempat yang membutuhkan seperti
batang dan daun.
3. Memperkokoh tegaknya batang, sehingga batang tidak mudah goyah apabila
tertiup angin dan terkena air.
4. Akar berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
5. Beberapa akar pada tumbuhan berfungsi sebagai alat respirasi.
1
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
C. Bagian-bagian Akar
Akar dapat dibedakan dalam beberapa bagian (Gambar 1), yaitu pangkal akar,
akar primer, cabang-cabang akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar.
1. Pangkal akar (collum)
Pangkal akar adalah bagian yang bersambung antara akar dengan batang.
Bagian ini sering dikenal dengan nama lain yaitu leher akar.
2. Ujung batang (apex radicis)
Ujung akar termasuk bagian akar yang paling muda dan merupakan titik
tumbuh karena terdapat jaringan meristem apikal yang aktif membelah.
Pembelahan bertjuan untuk pemanjangan akar dan menembus tanah.
3. Batang akar (corpus radicis)
Bagian yang terletak diantara leher akar dan ujung akar.
4. Cabang akar (radix lateralis)
Cabang akar adalah bagian akar yang tumbuh dari akar primer dan dapat
melakukan percabangan lagi. Cabang akar dibentuk oleh jaringan periskel yang
terdapat dalam silinder pusat (stele).
5. Serabut akar (fibrilla radicalis)
Serabut akar merupakan cabang-cabang dari akar yang halus.
6. Rambut akar (pilus radicalis)
Rambut akar merupakan modifikasi dai sel epidermis yang berupa tonjolan
yang bentuknya halus seperti rambut. Rambut akar terbentuk di dekat zona
pemanjangan. Rambut akar membantu dalam perluasan bidang penyerapan air
dan garam-garam terlarut dalam tanah.
7. Tudung akar (calyptra)
Tudung akar terletak pada bagian paling ujung akar, bertujuan untuk
melindungi meristem apikal yang aktif membelah. Pembelahan jaringan ini
menghasilkan akar muda yang lemah dan sedikit lunak sehingga harus
terlindungi.
2
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Gambar 1. Bagian-bagian akar secara umum (Dok. Pribadi)
D. Sistem Perakaran
Ada dua sistem perakaran pada tumbuhan, yaitu sistem perakaran serabut dan
sistem perakaran tunggang. Sistem perakaran serabut dapat dijumpai pada tumbuhan
Monocotyledoneae, sedangkan sistem perakaran tunggang dapat dijumpai pada
tumbuhan Dicotyledoneae.
1. Sistem perakaran serabut (radix adventicia)
Tumbuhan yang memiliki sistem perakaran serabut contohnya adalah
padi (Oryza sativa L.), jagung (Zea mays L.), dan pinang (Areca catechu L.).
Terbentuknya akar serabut diawali dengan akar primer yang tumbuh dari biji,
usianya tidak lama dan akan mati, kemudian digantikan dengan tumbuhnya
akar-akar adventif dari batang yang ukurannya sama besar dan berbentuk
hampir mirip. Hal ini yang menyebabkan akar tersebut dinamakan dengan
sistem perakaran serabut.
3
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Akar yang menyususn sistem perakaran serabut ada yang seperti benang
dan diameternya sangat kecil, contohnya pada bawang merah (Allium cepa L.)
dan padi (Oryza sativa L.) (Gambar 2). Adapula yang berukuran besar dan
teksturnya keras contohnya pada pohon kelapa (Cocos nucifera L.) dan pohon
aren (Arenga pinnata Merr.).
(a) (b)
Gambar 2. Akar serabut pada (a) bawang merah (Allium cepa L.), (b) padi (Oryza sativa L.)
(Dok. Pribadi)
Akar serabut juga dapat dimiliki oleh tumbuhan biji belah
(Dicotyledoneae), yaitu tumbuhan yang dikembangbiakan melalui vegetatif,
contohnya pencangkokan maka tumbuhan tersebut tidak akan memiliki
perakaran tunggang. Akar yang tumbuh merupakan akar adventif yang keluar
dari bagian batang. Tumbuhan biji belah yang dikembangbiakkan dengan cara
ini akarnya tidak akan kuat, dan dangkal sehingga lebih sensitif terhadap
berbagai gangguan seperti angin dan hujan.
2. Sistem perakaran tunggang (radix primaria)
Akar tunggang sangat umum ditemukan pada tumbuhan biji belah
(Dicotyledoneae) dan Gymnospermae. Akar tunggang pada sistem perakaran
ini merupakan lanjutan dari pertumbuhan dan perkembangan radikula. Akar
primer yang menjadi akar tunggang tumbuh ke bawah dan memiliki cabang-
cabang yang membantu memperluas bidang penyerapan (Gambar 3). Contoh
tumbuhan dengan akar tunggang yaitu kacang hijau (Vigna radiata L.), melinjo
4
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(Gnetum gnemon L.), rambutan (Nephelium lappaceum L.), dan jambu biji
(Psidium guajava L.), dan duku (Lansium domesticum Corr.).
Gambar 3. Akar tunggang pada akar duku (Lansium domesticum Corr.)
(Dok. Pribadi)
Pada beberapa tumbuhan Dicotyledoneae, akar primer berkembang
menjadi akar penyimpanan cadangan makanan, dan tidak berkembang
sempurna. Berdasarkan bentuknya, akar primer tersebut dapat dibedakan
menjadi:
a. Akar berbentuk tombak / pena : nama lain akar tombak yaitu fusiformis.
Pangkal akar membesar, semakin kebawah ukurannya mengecil, dan
berbentuk layaknya tombak (Gambar 4). Contohnya pada tumbuhan
wortel (Daucus carota L.) dan tumbuhan lobak (Raphanus sativus L.).
(a) (b)
Gambar 4. Akar tombak pada: (a) wortel (Daucus carota L.), (b) lobak (Raphanus
sativus L.) (Dok. Pribadi)
5
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
b. Akar berbentuk benang : nama lain akar benang yaitu filiform. Akar
benang ini dapat dijumpai contohnya pada tumbuhan kacang koro
(Phaseolus lunatus L.) (Gambar 5). Akar benang artinya apabila akar
tunggang kecil dan panjang serta berbentuk seperti akar serabut.
Gambar 5. Akar benang pada kacang koro (Phaseolus lunatus L.)
(Dok. Pribadi)
c. Akar berbentuk gasing : nama lain akar gasing yaitu napiformis. Bentuk
pangkal akarnya membulat, kemudian terdapat akar seperti serabut
berukuran kecil pada bagian ujung yang meruncing (Gambar 6).
Contohnya pada bengkuang (Pachyrrhizus erosus L.) dan bit gula (Beta
vulgaris L.).
(a) (b)
Gambar 6. Akar gasing pada: (a) bengkuang (Pachyrrhizus erosus L.),
(b) bit gula (Beta vulgaris L.) (Dok. Pribadi)
6
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
E. Sifat dan Fungsi Khusus Akar Berdasarkan Cara Hidup
Cara beradaptasi tumbuhan akan menyesuaikan keadaan di mana tumbuhan itu
berada, dalam hal ini terdapat akar tumbuhan yang memiliki sifat dan juga fungsi
tertentu diantaranya sebagai berikut:
a. Akar udara atau akar gantung (Radix aereus), akar gantung keluar dari bagian
batang yang berada di atas tanah (Gambar 7). Akar ini dapat berfungsi
menyerap air dan zat-zat yang dibutuhkan tumbuhan. Contohnya pada akar
anggrek larat (Dendrobium bigibbum Lindl.), anggrek merpati (Dendrobium
crumenatum Sw.) dan akar pohon beringin (Ficus benjamina L.).
(a) (b)
Gambar 7. Akar udara pada: (a) anggrek merpati (Dendrobium crumenatum Sw.),
(b) beringin (Ficus benjamina L.) (Dok. Pribadi)
b. Akar penghisap/penggerek (Haustorium), tumbuhan yang memiliki akar
penghisap hidup menumpang pada tumbuhan lain yang dikenal sebagai
inang. Contohnya pada akar benalu (Macrosolen cochinchinensis (Lour)
Tiegh.) (Gambar 8). Akar benalu dapat menembus kulit pada inangnya
sampai pada bagian kayu, sehingga dapat menyebabkan kerugian pada
tumbuhan inangnya.
Gambar 8. Akar penghisap benalu (Macrosolen cochinchinensis (Lour.) Tiegh.)
(Dok. Pribadi)
7
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
c. Akar pelekat (Radix adligans), dimana akar-akar yang keluar dari buku-
buku pada dasarnya hanya penunjangnya saja (Gambar 9), dapat dilihat
pada tumbuhan lada (Piper nigrum L.) yang mana akarnya melekat pada
penunjang dapat berupa kayu ataupun batang tumbuhan lain.
Gambar 9. Akar pelekat pada lada (Piper nigrum L.)
(Dok. Pribadi)
d. Akar pembelit (Cirrhus radicalis), akar pembelit tumbuh dari buku-buku
batang yang berfungsi sebagai penunjang. Akar pembelit ukurannya
lebih panjang daripada akar lekat, sehingga mampu memeluk
penunjangnya. Akar pembelit dapat ditemukan pada tumbuhan vanili
(Vanilla planifolia Jacks. ex Andrews), tampak akar vanili (Gambar 10)
mampu memeluk tiang atau penyangga tegaknya batang.
Gambar 10. Akar pembelit pada vanili (Vanilla planifolia Jacks. ex Andrews)
(Dok. Pribadi)
8
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
e. Akar napas (Pneumatophora), akar napas merupakan akar yang
tumbuhnya tegak pada permukaan tanah ataupun air tempat dimana
tumbuhnya tumbuhan tersebut. Pada akar memiliki banyak celah-celah
(Pneumathoda) yang berfungsi sebagai jalan masuk udara, karena
umumnya tumbuhan ini tumbuh pada daerah dengan kadar oksigennya
sedikit (Gambar 11). Contohnya pada tumbuhan perepat (Sonneratia
alba Sm.) dan bakau putih (Avicennia marina (Forssk.) Vierh.) yang
hidupnya di daerah perairan dengan campuran lumpur.
Gambar 11. Akar nafas pada bakau putih
(Avicennia marina (Forssk.) Vierh.) (Dok. Pribadi)
f. Akar tunjang (Stilt roots), dikatakan sebagai akar tunjang karena akar
tumbuh dari batang dibagian bawah dan kesegala arah, sehingga
memperkokoh tegaknya batang. Akar ini juga dapat tumbuh di tempat
yang memiliki kadar oksigen yang rendah baik itu di tanah maupun di
air, maka dari itu akar ini juga selain berguna sebagai pengambil oksigen
dari udara dan juga penunjang bagi tumbuhan tersebut (Gambar 12).
Akar ini dapat dijumpai pada pandan duri (Pandanus tectorius
Parkinson) dan tumbuhan bakau (Rhizophora sp.).
9
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a) (b)
Gambar 12. Akar tunjang pada: (a) akar pandan duri (Pandanus tectorius Parkinson),
(b) akar bakau (Rhizophora sp.) (b) (Dok. Pribadi)
g. Akar lutut (Knee roots), dikatakan akar lutut ini dikarenakan akar
tumbuhan ini tumbuh keatas dan membengkok menyerupai lutut
(Gambar 13). Umumnya tumbuh di sekitaran perairan seperti pantai yang
rendah dan berlumpur, memiliki fungsi untuk mendapatkan oksigen lebih
di udara. Contohnya pada akar pohon lenggadai (Bruguiera parvifolia
(Roxb.) Wight & Arn. ex Griff.).
Gambar 13. Akar lutut pada akar lenggadai
(Bruguiera parvifolia (Roxb.) Wight & Arn. ex Griff.) (Dok. Pribadi)
h. Akar banir (Buttress roots), dikatakan sebagai akar banir karena akar
akan membentuk seperti papan-papan (Gambar 14). Akar banir berfungsi
untuk memperkokoh tegaknya pohon karena seringkali ditemukan
tumbuhan dengan tipe akar banir ini berukuran besar dan tinggi.
Tumbuhan yang memiliki tipe akar banir dapat dicontohkan pada akar
merbau (Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze), akar duku (Lansium
domesticum Corr.) dan akar mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.).
10
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a)
(b)
Gambar 14 Akar papan pada: (a) akar tanaman duku (Lansium domesticum Corr.),
(b) akar tanaman mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) (Dok. Pribadi)
11
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
BATANG (CAULIS)
A. Sifat-sifat Batang
Batang merupakan salah satu organ tumbuhan yang memiliki peranan penting.
Pada dasarnya batang berwarna coklat, adapula yang memiliki warna kehijauan dan
warna lainnya. Batang umum dijumpai berbentuk bulat silinder, namun adapula
beberapa tumbuhan yang memiliki bentuk lain contohnya segitiga dan persegi. Berbagai
bentuk dari batang bersifat aktinomorf, artinya suatu bidang pada batang dapat dibagi
menjadi beberapa bagian yang setangkup.
Batang memiliki ruas yang dibatasi oleh buku-buku / nodus sebagai tempat duduk
dan tumbuhnya daun, cabang, atau tunas. Jarak antara dua nodus disebut sebagai
internodus (Gambar 15). Sel-sel pada ujung batang mengalami pembelahan, artinya
batang mengalami pertumbuhan yang tidak terbatas dan dapat melakukan percabangan.
Percabangan yang terjadi merupakan ciri-ciri dari batang, terutama pada tumbuhan
Dicotyledoneae. Sedangkan pada tumbuhan Monocotyledoneae tidak mengadakan
percabangan.
Gambar 15. Nodus dan internodus pada batang bambu (Bambusa sp.)
(Dok. Pribadi)
12
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
B. Fungsi Batang
Sebagai salah satu organ dari tumbuhan yaitu batang memiliki fungsi sebagai
berikut :
1. Sebagai penopang organ lainnya seperti daun, bunga, dan buah.
2. Sebagai jalan pengangkutan unsur hara, air dan zat-zat makanan.
3. Sebagai tempat penimbunan makanan (cadangan makanan).
4. Melalui percabangannya mampu memperluas bidang asimilasi dan menjadi
tempat kedudukan bagian-bagian tumbuhan lainnya.
5. Sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif.
C. Jenis-jenis Batang
Tumbuhan yang ada di alam semesta, jika diperhatikan dengan seksama dapat
dibedakan menjadi:
1. Tumbuhan yang Tidak Berbatang (planta acaulis)
Tumbuhan jenis ini sebenarnya memiliki batang yang ukurannya pendek,
sehingga semua daun tampak keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun
rapat (Gambar 16), contohnya pada tanaman lobak (Raphanus sativus L.) dan
tanaman sawi hijau (Brassica juncea (L.) Czern).
Gambar 16. Contoh planta acaulis pada sawi hijau (Brassica juncea (L.) Czern).
(Dok. Pribadi)
13
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
2. Tumbuhan yang Jelas Berbatang
Tumbuhan yang jelas berbatang dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Batang basah (herbaceous), yaitu batang lunak dan banyak mengandung
air (Gambar 17), contohnya pada bayam (Amaranthus viridis L.) dan
krokot (Portulaca grandiflora Hook.).
(a) (b)
Gambar 17. Batang basah pada (a) bayam (Amaranthus viridis L.),
(b) krokot (Portulaca grandiflora Hook.) (b) (Dok. Pribadi)
b. Batang berkayu (lignosus), yaitu batang yang keras dan kuat, biasanya
terdapat pada pohon-pohon (arbores) dan semak-semak (frutices).
1) Pohon (arbores) adalah tumbuhan tinggi besar, batang berkayu dan
apabila bercabang jauh dari permukaan tanah (Gambar 18).
Contohnya pada pohon mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.)
dan pohon kelapa (Cocos nucifera L.).
(a) (b)
Gambar 18. Tumbuhan tipe pohon pada (a) mahoni (Swietenia mahagoni (L.)
Jacq.), (b) pohon kelapa (Cocos nucifera L.) (Dok. Pribadi)
14
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
2) Semak (frutices) adalah tumbuhan yang tidak terlalu besar, batang
berkayu, percabangan dekat dengan permukaan tanah (Gambar 19).
Contohnya sidaguri (Sida rhombifolia L.) dan bunga cente
(Lantana camara L.).
Gambar 19. Tipe semak pada tanaman bunga cente (Lantana camara L.)
(Dok. Pribadi)
c. Batang rumput (calmus), yaitu tumbuhan yang batangnya tidak keras,
ruas batang nyata dan beberapa batangnya berongga (Gambar 20).
Contohnya pada padi (Oryza sativa L.) dan rumput gajah (Pennisetum
purpureum Schumach.).
(a) (b)
Gambar 20. Batang rumput pada (a) padi (Oryza sativa L.),
(b) rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach.) (Dok. Pribadi)
d. Batang mendong (calamus), yaitu batang yang serupa dengan batang
rumput, tetapi mempunya ruas-ruas yang lebih panjang (Gambar 21).
Contohnya pada panon munding (Fimbristylis miliacea (L.) Vahl), dan
rumput teki (Cyperus rotundus L.).
15
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a) (b)
Gambar 21. Batang mendong pada (a) panon munding (Fimbristylis miliacea (L.) Vahl),
(b) rumput teki (Cyperus rotundus L.) (Dok. Pribadi)
D. Bentuk Batang
Bentuk batang yang sering dijumpai dapat dibedakan berdasarkan penggolongan
tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Pada tumbuhan Monocotyledoneae
terlihat batang tampak tegak lurus tanpa percabangan dan memiliki diameter batang dari
pangkal hingga ujung batang sama besar. Namun, adapula yang ukuran pangkal batang
nya membesar, seperti pada tumbuhan palma (Palmae).
Bentuk batang dari tumbuhan Dicotyledoneae yaitu batang memiliki percabangan
berfungsi untuk tempat duduknya daun, bunga, dan buah. Percabangan ini juga
berfungsi untuk memperluas bidang asimilasi. Ukuran diameter batang diposisi bawah
umumnya lebih besar dibandingkan bagian atas batang. Hal ini dikarenakan adanya
aktivitas kambium.
Pembagian bentuk-bentuk batang, yaitu:
1. Bentuk bulat (teres)
a. Kerucut
Bentuk kerucut yaitu apabila penampang suatu batang berbentuk bulat
dan panjang dengan diameter bagian pangkal yang besar dan semakin ke ujung
semakin kecil (Gambar 22). Hal ini dikarenakan adanya aktivitas kambium
16
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
yang membelah. Bentuk ini banyak dijumpai pada tumbuhan berkayu,
contohnya pada tumbuhan pinus (Pinus merkusii Jungh. & de Vriese).
Gambar 22. Batang bentuk kerucut pada pinus
(Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) (Dok. Pribadi)
b. Kolumnar
Bentuk kolumnar yaitu apabila suatu batang berbentuk bulat panjang
dengan diameter dari pangkal hingga ke ujung kurang lebih sama besar
(Gambar 23). Bentuk ini umumnya dijumpai pada tumbuhan
Monocotyledoneae, contohnya pada kelapa (Cocos nucifera L.).
Gambar 23. Batang kolumnar pada kelapa (Cocos nucifera L.)
(Dok. Pribadi)
2. Bersegi (angularis), terbagi menjadi 2 yaitu :
a) Bangun triangularis yaitu bangun batang berbentuk segitiga (Gambar 24),
contohnya pada batang rumput teki (Cyperus rotundus L.).
17
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Gambar 24. Batang bangun segitiga pada rumput teki
(Cyperus rotundus L.) (Dok. Pribadi)
b) Bangun quadrangularis yaitu bangun batang berbentuk persegi empat
(Gambar 25), contohnya pada batang markisah (Passiflora quadrangularis
L.) dan batang iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth.).
(a)
(b)
Gambar 25. Batang berbentuk segi empat pada (a) markisah
(Passiflora quadrangularis L.), (b) iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) (Dok. Pribadi)
18
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
3. Pipih
Bentuk batang pipih biasanya akan melebar dan dijumpai pada tumbuhan
yang daunnya tereduksi sehingga mengambil alih fungsi daun. Batang berbentuk
pipih dapat pula dibedakan menjadi :
a) Filokladia (phyllocladium), batang pipih, sangat tipis dan mempunyai
pertumbuhan yang terbatas (Gambar 26), contohnya pada jakang
(Muehlenbeckia platyclada (F. Muell.) Meisn.).
Gambar 26. Batang filokladia pada jakang
(Muehlenbeckia platyclada (F. Muell.) Meisn.). (Dok. Pribadi)
b) Kladodia (cladodium), batang berbentuk pipih yang terus tumbuh dan
mengadakan percabangan (Gambar 27), contohnya pada kaktus (Opuntia
vulgaris Mill.).
Gambar 27. Batang kladodia pada kaktus (Opuntia vulgaris Mill.)
(Dok. Pribadi)
19
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
E. Bentuk Permukaan Batang
Dilihat dari permukaannya, batang tumbuhan memiliki bermacam-macam sifat,
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Licin (laevis), yaitu permukaan batang licin, halus dan mengkilap (Gambar
28), contohnya pada batang jagung (Zea mays L.).
Gambar 28. Batang licin pada jagung (Zea mays L.)
(Dok. Pribadi)
b. Berusuk (costatus), yaitu permukaan batang yang memiliki rigi-rigi yang
membujur (Gambar 29), contohnya pada iler (Coleus scutellarioides (L.)
Benth.).
Gambar 29. Batang berusuk pada iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth.)
(Dok. Pribadi)
c. Beralur (sulcatus), yaitu permukaan batang yang dalam keadaan membujur
terdapat alur-alur yang jelas (Gambar 30), contohnya pada kaktus apel peru
(Cereus peruvianus (L.) Mill.).
20
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Gambar 30. Batang beralur pada kaktus apel peru (Cereus peruvianus (L.) Mill.).
(Dok. Pribadi)
d. Bersayap (alatus), yaitu permukaan batang yang pada sudut-sudutnya terdapat
pelebaran yang tipis pada batang bersegi (Gambar 31), contohnya pada batang
markisah (Passiflora quadrangularis L.).
Gambar 31. Batang bersayap pada markisah (Passiflora quadrangularis L.) (Dok. Pribadi)
Selain itu, pada permukaan batang terdapat pula:
a. Rambut (pilosus), contohnya pada batang tomat (Solanum lycopersicum L.)
(Gambar 32).
Gambar 32. Permukaan batang tomat (Solanum lycopersicum L.) (Dok. Pribadi)
21
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
b. Duri (spinosus), contohnya pada batang jeruk purut (Citrus hystrix DC.)
(Gambar 33).
Gambar 33. Duri pada batang jeruk purut (Citrus hydtrix DC.) (Dok. Pribadi)
c. Memperlihatkan berkas-berkas daun (Gambar 34), contohnya pada pepaya
(Carica papaya L.), dan ubi kayu (Manihot utilissima L.).
(a) (b)
Gambar 34. Berkas daun pada (a) pohon pepaya (Carica papaya L.)
(b) pohon ubi kayu (Manihot utilissima L.) (Dok. Pribadi)
d. Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu atau stipula (Gambar 35), daun
penumpu pada tumbuhan tersebut terletak dekat pangkal tangkai daun yang
memiliki fungsi unuk melindungi kuncup yang masih muda. contohnya pada
karet merah (Ficus elastica Roxb. ex Hornem), dan nangka (Artocarpus
22
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
heterophyllus Lam.), dan sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn)
Fosberg).
(a) (b)
Gambar 35. Berkas daun penumpu pada (a) karet merah (Ficus elastica Roxb. ex Hornem),
(b) sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg) (Dok. Pribadi)
e. Memperlihatkan banyak lentisel (Gambar 36), contohnya pada sengon
(Paraserianthes falcataria (L.) I.C Nielsen).
Gambar 36. Berkas lentisel pada sengon (Paraserianthes falcataria (L.) I.C Nielsen)
(Dok. Pribadi)
f. Keadaan-keadaan lain, lepasnya kerak/kulit yang mati dari pohon (Gambar 37).
Dapat dijumpai pada jambu biji (Psidium guajava L.) dan pohon kayu putih
(Melaleuca leucadendron L.).
23
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a) (b)
Gambar 37. Kerak pada (a) batang jambu biji (Psidium guajava L.),
(b) pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron L.) (Dok. Pribadi)
F. Arah Tumbuh Batang
Arah tumbuh batang dapat dibedakan menjadi 7 macam, sebagai berikut:
1. Tegak lurus (erectus), yaitu arah tumbuh batang lurus ke atas, dan tidak
bercabang (Gambar 38). Contohnya kelapa (Cocos nucifera L.), dan pinang
(Areca catechu L.).
(a) (b)
Gambar 38. Batang tegak lurus pada kelapa (Cocos nucifera L.) (a),
pinang (Areca catechu L.) (b) (Dok. Pribadi)
2. Menggantung (dependens, pendulus), arah tumbuh batang menggantung
biasanya dimiliki tumbuhan yang hidup di ketinggian seperti tebing dan
tumbuhan yang hidup di atas pohon sebagai epifit (Gambar 39). Contohnya
pada anggrek (Dendrobium crumenatum Sw.) dan benalu (Macrosolen
cochinchinensis (Lour) Merr.).
24
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a) (b)
Gambar 39. Batang menggantung pada anggrek (Dendrobium crumenatum Sw.) (a), benalu
(Macrosolen cochinchinensis (Lour) Merr.) (b) (Dok. Pribadi)
3. Berbaring (humifusus), batang tumbuh pada permukaan tanah, dan bagian
ujung batang sedikit membengkok ke atas (Gambar 40). Contohnya pada
tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schard. ).
Gambar 40. Batang berbaring pada semangka (Citrullus vulgaris Schard.)
(Dok. Pribadi)
4. Menjalar atau merayap (repens), batang tumbuh menjalar diatas tanah dan
pada buku-bukunya mengeluarkan akar (Gambar 41). Contohnya pada
kangkung (Ipomoea carnea Jacq.), dan ubi jalar (Ipomoea batatas L.).
25
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Gambar 41. Batang menjalar pada ubi jalar (Ipomoea batatas L.) (Dok. Pribadi)
5. Serong ke atas atau condong (ascendens), pangkal batang seperti berbaring,
sementara bagian lainnya membelok ke atas (Gambar 42). Contohnya pada
kacang tanah (Arachis hypogaea L.).
Gambar 42. Batang condong pada kacang tanah (Arachis hypogaea L.) (Dok. Pribadi)
6. Menggangguk (nutans), bagian ujung batang pada tanaman tersebut
membengkok ke bawah (Gambar 43). Contohnya pada bunga matahari
(Helianthus annuus L.).
Gambar 43. Batang menggangguk pada bunga matahari (Helianthus annuus) (Dok. Pribadi)
26
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
7. Memanjat (scandes), arah tumbuh batang memanjat ke atas dan pada waktu
naik ke atas batang menggunakan alat-alat khusus untuk “berpegangan” pada
penunjangnya tersebut. Contohnya dengan:
- Akar pelekat (Gambar 44), pada akar tanaman lada (Piper nigrum L.)
Gambar 44. Akar pelekat pada lada (Piper nigrum L.) (Dok. Pribadi)
- Akar pembelit (Gambar 45), pada tanaman vanili (Vanilla planifolia
Andrew)
Gambar 45. Akar pembelit vanili (Vanilla planifoliavanili Andrew) (Dok. Pribadi)
- Cabang pembelit/sulur dahan (Gambar 46), pada anggur (Vitis vinifera
L.), air mata pengantin (Antigonon leptopus Hook. & Arn.), pare
(Momordica charantia L.)
27
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Gambar 46. Sulur dahan pada pare (Momordica charantia L.) (Dok. Pribadi)
- Daun pembelit/sulur daun (Gambar 47), pada kembang sungsang
(Gloriosa superba L.)
Gambar 47. Sulur daun pada kembang sungsang (Gloriosa superba L.) (Dok. Pribadi)
- Duri (Gambar 48), contohnya pada mawar (Rosa sp.), jeruk nipis
(Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle, Orth.), dan kembang kertas
(Bougainvillea sp.)
(a) (b)
Gambar 48. Duri pada: (a) tanaman mawar (Rosa sp.), (b) tanaman kembang kertas
(Bougainvillea sp.) (Dok. Pribadi)
28
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
- Kait (Gambar 49), contohnya pada tanaman gambir (Uncaria
guianensis (Aubl.) J.F. Gmel.)
Gambar 49. Kait pada gambir (Uncaria guianensis (Aubl.) J.F. Gmel.) (Dok.Pribadi)
- Tangkai pembelit, contohnya pada kapri (Pisum sativum L.) (Gambar
50)
Gambar 50. Tangkai pembelit pada kapri (Pisum sativum L.) (Dok. Pribadi)
- Duri daun (Gambar 51), contohnya pada rotan (Calamus rotang L.)
Gambar 51. Duri daun pada rotan (Calamus rotang L.) (Dok. Pribadi)
29
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
8. Membelit (volubilis), arah tumbuh batang ke atas dengan bantuan penunjang.
Tumbuhan tipe ini menggunakan batangnya sendiri untuk membelit bagian
penunjangnya. Berdasarkan arah membelit dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Membelit ke kiri (sinistrorsum volubilis), jika dilihat dari atas, arah
belitan berlawanan dengan arah jarum jam (Gambar 52). Jika mengikuti
belitan batang yang membelit, maka penunjang selalu berada di sebelah
kiri. Contohnya pada tanaman telang (Clitoria ternatea L.).
Gambar 52. Lilitan pada batang tanaman telang (Clitoria ternatea L.) (Dok. Pribadi)
- Membelit ke kanan (dextrorsum volubilis), jika arah belitan searah
jarum jam (Gambar 53), atau jika mengikuti arah belitan maka
penunjang selalu berada di sebelah kanan. Batang tumbuhan yang
membelit ke arah kanan tidak banyak ditemukan. Contohnya pada
gadung (Dioscorea hispida Dennst).
Gambar 53. Lilitan batang gadung (Dioscorea hispida Dennst) (Dok. Pribadi)
30
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
G. Percabangan pada Batang
Kebanyakan batang melakukan percabangan pada masa kehidupannya, namun
adapula batang yang tidak melakukan percabangan yaitu dari golongan tumbuhan
Monocotyledoneae, contohnya kelapa (Cocos nucifera L.).
1. Cara Percabangan
Cara percabangan ada bermacam-macam, dan biasanya dibedakan menjadi
tiga macam, diantaranya sebagai berikut:
a. Percabangan monopodial, yaitu jika batang pokok selalu terlihat jelas.
Hal ini karena batang pokok lebih cepat pertumbuhannya daripada
cabang-cabang (Gambar 54). Contohnya pada pohon pinus (Pinus
merkusii Jungh. & de Vriese), cemara (Casuarina equisetifolia L.), dan
durian (Durio Zibethinus L.).
Gambar 54. Percabangan monopodial pada pinus (Pinus merkusii Jungh. & de Vriese)
(Dok. Pribadi)
b. Percabangan Simpodial, yaitu jika batang pokok sulit ditentukan karena
pertumbuhan batang pokok kalah dibandingkan dengan cabangnya,
sehingga batang pokok hanya terlihat dibagian bawahnya saja (Gambar
55). Contohnya pada pohon jeruk (Citrus sp.) dan sawo manila (Achras
zapota L.).
31
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
(a) (b)
Gambar 55. Percabangan simpodial pada (a) batang jeruk (Citrus sp.), (b) batang sawo
manila (Achras zapota L.) (Dok. Pribadi)
c. Percabangan menggarpu atau dikotom, yaitu jika setiap kali bercabang
akan terbagi menjadi dua cabang yang sama besarnya (Gambar 56).
Contohnya pada tanaman paku andam (Gleichenia linearis (Burm. f.)
C.B. Clarke).
Gambar 56. Percabangan dikotom pada paku andam
(Gleichenia linearis (Burm. f.) C.B. Clarke) (Dok. Pribadi)
32
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
2. Jenis-Jenis Percabangan
Cabang-cabang pada batang yang besar dinamakan dahan (ramus).
Biasanya dahan akan bercabang lagi menjadi ranting (ramulus). Cabang pada
tumbuhan dapat bermacam-macam sifatnya, dapat dibedakan seperti dibawah ini:
1. Geragih (flagellum, stolon)
Geragih adalah cabang kecil yang panjang dan tumbuh merayap, dari
buku-bukunya akan tumbuh tunas baru. Geragih dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu geragih yang merayap di atas tanah dan geragih yang merayap di
dalam tanah.
- Geragih yang merayap di atas tanah dapat ditemukan pada stroberi
(Fragraria vesca L.) dan pegagan (Centella asiatica (L) Urb.) (Gambar
57).
(a) (b)
Gambar 57. Geragih pada (a) stroberi (Fragraria vesca L.),
(b) pegagan (Centella asiatica (L) Urb.) (Dok. Pribadi)
- Geragih yang merayap di dalam tanah dapat ditemukan pada rumput teki
(Cyperus rotundus L.) dan alang-alang (Imperata cylindrical L.)
(Gambar 58).
Gambar 58. Geragih pada alang-alang (Imperata cilindrica L.) (Dok. Pribadi)
33
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
2. Wiwilan atau tunas air (virga singularis)
Wiwilan atau tunas air adalah tunas yang tumbuh cepat pada area
cabang primer atau sekunder dan sifatnya kurang produktif (Gambar 59).
Umumnya berasal dari kuncup tidur atau kuncup liar. Bisa ditemukan pada
pohon mangga (Mangifera indica L.), dan pohon kakao (Theobroma cacao
L.).
(a) (b)
Gambar 59. Tunas air pada (a) pohon mangga (Mangifera indica L.),
(b) kakao (Theobroma cacao L.) (Dok. Pribadi)
3. Sirung panjang (virga)
Sirung panjang adalah cabang yang biasanya berfungsi sebagai
pendukung daun dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang. Pada
cabang-cabangnya tidak pernah dihasilkan bunga, sehingga sering disebut
cabang yang mandul (steril).
4. Sirung pendek (virgula atau virgula sucrescens)
Sirung pendek adalah cabang kecil dengan ruas-ruas yang pendek, dan
berfungsi sebagai pendukung daun, bunga dan buah. Pada cabang-
cabangnya dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan,
sehingga disebut pula cabang yang subur (fertil).
34
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
3. Arah Pertumbuhan Cabang
Arah pertumbuhan batang berdasarkan besar kecilnya sudut yang terbentuk,
dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1. Tegak (fastigiatus)
Percabangan tegak apabila terbentuk sudut yang sangat kecil antara
batang pokok dengan cabangnya. Arah tumbuh pada pangkal cabang
menjadi sedikit sorong keatas. Percabangan tipe ini dapat dijumpai pada
tunas air (wiwilan) tanaman kopi (Coffea sp.) (Gambar 60). Wiwilan pada
tanaman kopi ditandai dengan warna merah pada tunas yang tumbuh pada
cabang primer tempat keluarnya bunga.
Gambar 60. Percabangan tegak pada kopi (Coffea sp.) (Dok. Pribadi)
2. Condong ke atas (patens)
Percabangan yang tumbuh condong ke atas dapat membentuk sudut
kurang lebih 450 (Gambar 61). Percabangan tipe ini umum sekali dijumpai
pada pohon cemara laut (Casuarina equisetifoliai L.)
Gambar 51. Percabangan condong ke atas pada cemara laut
(Casuarina equisetifolia) (Dok. Pribadi)
35
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
3. Mendatar (horizontalis)
Percabangan akan membentuk sudut kurang lebih 900 (Gambar 62).
Contoh percabangan mendatar terdapat pada pohon randu (Ceiba pentandra
(L.) Gaertn.), dan pohon cemara norfolk (Araucaria heterophylla (Salisb.)
Franco).
Gambar 62. Percabangan mendatar pada pohon randu
(Ceiba petandra (L.) Gaertn.) (Dok. Pribadi)
4. Terkulai (declinatus)
Percabangan yang terjadi bila suatu cabang pada bagian pangkalnya
mendatar, namun ujung cabang melengkung ke arah bawah (Gambar 63).
Pohon dengan percabangan terkulai contohnya pada kopi (Coffea sp.).
Gambar 63. Percabangan terkulai pada kopi (Coffea sp.) (Dok. Pribadi)
36
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
5. Bergantung (pendulus)
Percabangan menggantung ini jika arah cabang menuju kearah bawah
(Gambar 64). Percabangan ini dapat dijumpai pada cabang tanaman
glodokan tiang (Polyalthia longifolia Sonn.) dan dedalu (Salix sp.).
(a)
(b)
Gambar 64. Percabangan menggantung pada(a) glodokan tiang
(Polyalthia longifolia Sonn.), (b) dedalu (Salix sp.) (Dok. Pribadi)
H. Tumbuhan Berdasarkan Masa Hidupnya
Berdasarkan masa hidupnya, tumbuhan dapat dibedakan atas 3 macam yaitu:
1. Tumbuhan semusim (annual)
Tumbuhan annual adalah tumbuhan yang hanya hidup dalam 1 siklus
waktu. Selama siklus hidupnya menghasilkan benih dan mati dalam satu musim.
37
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
Contohnya tanaman jagung (Zea mays L.), gandum (Triticum aestivum L.),
kacang kapri (Pisum sativum L.), kacang tanah (Arachis hypogaea L.).
2. Tumbuhan dwimusim (biennial)
Tumbuhan biennial adalah tanaman yang untuk melengkapi siklus hidupnya
memerlukan waktu dua musim. Musim pertama mengalami petumbuhan vegetatif
dan musim selanjutnya menghasilakan organ reproduktif, kemudian akan mati.
Contoh tanaman tipe ini yaitu cabai (Capsicum annuum L.), lobak (Raphanus
sativus L.), wortel (Daucus carota L.), kol (Brassica oleracea L.), dan bit gula
(Beta vulgaris L.).
3. Tumbuhan tahunan (perennial)
Tumbuhan tahunan atau perennial adalah tumbuhan yang hidup dalam
waktu bertahun-tahun. Fase pertama pada tumbuhan ini yaitu pertumbuhan
vegetatif, kemudian fase kedua akan menghasilakn organ reproduktif seperti
bunga buah dan biji. Fase ini akan terjadi selama masa hidup dari tumbuhan tipe
tahunan. Contohnya pada tumbuhan kopi (Coffea sp.), durian (Durio zibethinus
Murr.), cengkeh (Syzygium aromaticum L.), dan mangga (Mangifera indica L.).
38
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
DAFTAR RUJUKAN
Hadisunarso, dan Nina Ratna Djuita. 2017. Morfologi Tumbuhan. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Oktafiani, Rizka, Amin Retnoningsih, dan Talitha Widyatningrum. 2020. E-Book
Interaktif Tumbuhan Berbiji. Semarang: UNNES Press.
Plantamor. 2022. “Direktori Nama Tumbuhan” Retrieved June 1, 2022
(http://plantamor.com/).
Silalahi, Marina. 2015. Bahan Ajar Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Universitas Kristen
Indonesia.
The Plant List. 2022. “A Working List Of All Plant Species” Retrieved June 7, 2022
(http://www.theplantlist.org/tpl/search?q).
Tim Pengajar. 2017. Plant Morphology. Samarinda: Mulawarman University.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
39
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
BIODATA PENYUSUN
Selvira Sintya lahir di Jambi pada tanggal 09 Februari 1999 adalah
putri kedua dari tiga bersaudara. Putri dari Bapak Solihin dan Ibu
Suwarni. Menyelesaikan pendidikan formal dari sekolah dasar sampai
sekolah menengah atas di Provinsi Jambi. Menyelesaikan pendidikan
dasar di SDN 215/IV Kota Jambi pada tahun 2011, SMPS YKPP Kota
Jambi pada tahun 2014, dan SMAN 06 Kota Jambi pada tahun 2017. Setelah lulus
melanjutkan pendidikan di Universitas Jambi melalui jalur SBMPTN tahun 2017, dan
diterima pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), jurusan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA), program studi Pendidikan Biologi. Adapun kegiatan
yang pernah diikuti pada masa perkuliahan yaitu Program Mahasiswa Wirausaha
(PMW) tahun 2020.
40
E-BOOK STRUKTUR
AKAR (RADIX) DAN BATANG (CAULIS)
PROFIL PEMBIMBING
1. Pembimbing 1 (Satu)
1. Nama Dra. Muswita, M.Si.
2. NIP 196709211995012001
3. Status Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil
4. Status Kerja Dosen Aktif
5. Jabatan Lektor Kepala di Prodi Pendidikan Biologi
6. Riwayat Pendidikan 1. S2 - IPB - Prodi Biologi - Lulus 2003
2. S1 - UNAND - Prodi Biologi - Lulus 1992
2. Pembimbing 2 (Dua)
1. Nama Dr. Dra. Upik Yelianti, M.S.
2. NIP 196005091986032002
3. Status Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil
4. Status Kerja Dosen Aktif
5. Jabatan Lektor di Prodi Pendidikan Biologi
6. Tugas Tambahan Ketua Prodi Pendidikan Biologi
7. Riwayat Pendidikan 1. S3 - UNAND - Ilmu-Ilmu Pertanian - Lulus 2009
2. S2 - UNPAD - Ilmu Tanaman - Lulus 2002
3. S1 - IKIP PADANG - Pend. Biologi - Lulus 1984
41