MODUL AJAR A. KOMPONEN UMUM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 1 Sumberrejo Program Keahlian : Teknik Otomotif Mata Pelajaran : Pendidikan Dasar Teknik Otomotif Kelas / Semester : X/ Ganjil Tahun : 2022/2023 Alokasi Waktu : 4 JP Jumlah Pertemuan : 9 Fase : E Elemen : Teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E peserta didik peserta didik mampu memahami teknik dasar bidang otomotif melalui pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat ukur Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global Materi Pembelajaran : Meliputi praktik dasar yang terkait dengan penggunaan alat ukur. Sarana & Prasarana : Trainer, alat ukur, Buku Teks, PPT, Grup WhatsApp, Laptop, HP Android, Internet, LCD Projector Jumlah Peserta didik : 19 B. KOMPETENSI INTI Tujuan Pembelajaran : 1. Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat memahami penggunaan alat ukur jarak dengan benar 2. Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat memahami penggunaan alat ukur tekanan/torsi dengan benar 3. Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat memahami penggunaan alat ukur putaran dengan benar 4. Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat memahami penggunaan alat ukur elektrik dengan benar Pemahaman Bermakna : Pemahaman tentang. teknik dasar bidang otomotif melalui pengenalan dan praktik singkat (Berkaitan dengan kompetensi keahlian / produk yang dibuat / kehidupan sehari-hari) Pertanyaan Pemantik : 1. Pernahkah menggunakan alat ukur jarak otomotif? 2. Pernahkah menggunakan alat ukur tekanan/torsi otomotif? 3. Pernahkah menggunakan alat ukur putaran otomotif? 4. Pernahkah menggunakan alat ukur elektrik otomotif? Model Pembelajaran : Problem Based Learning Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan Ke-1-4 Kegiatan Pendahuluan : 1. Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran 2. Guru dan siswa berdoa bersama 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian 4. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik Kegiatan Inti : 1. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Siswa menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum tentang jenis penggunaan alat ukur jarak. 2. Ruang Kolaborasi: Guru membentuk kelompok siswa, setiap kelompok mendiskusikan tentang penggunaan alat ukur
3. Elaborasi Pemahaman: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. 4. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok menyusun laporan hasil diskusi dengan menghubungkan beberapa materi yang sudah mereka pelajari. 5. Aksi Nyata : Peserta didik mengumpulkan laporan hasil diskusi ke pada guru Kegiatan Penutup : 1. Memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan 2. Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan 3. Memberikan informasi Penugasan Pertemuan Ke 5 Kegiatan Pendahuluan : 1. Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran 2. Guru dan siswa berdoa bersama 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian 4. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik Kegiatan Inti : 1. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Siswa menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum tentang jenis penggunaan alat ukur tekanan/torsi. 2. Ruang Kolaborasi: Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil penugasan 3. Elaborasi Pemahaman: siswa lain diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke kelompok yang melakukan presentasi. 4. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok memperbaiki laporan/makalah berdasarkan masukan masukan dari hasil diskusi. 5. Aksi Nyata : Peserta didik mengumpulkan laporan hasil diskusi ke pada guru Kegiatan Penutup : 1. Memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan 2. Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan 3. Memberikan informasi materi yang akan dipelajari selanjutnya. Pertemuan Ke 6 Kegiatan Pendahuluan : 1. Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran 2. Guru dan siswa berdoa bersama 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian 4. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik Kegiatan Inti : 1. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Siswa menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum tentang jenis penggunaan alat ukur putaran. 2. Ruang Kolaborasi: Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil penugasan 3. Elaborasi Pemahaman: siswa lain diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke kelompok yang melakukan presentasi. 4. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok memperbaiki laporan/makalah berdasarkan masukan masukan dari hasil diskusi. 5. Aksi Nyata : Peserta didik mengumpulkan laporan hasil diskusi ke pada guru Kegiatan Penutup : 1. Memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan 2. Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan 3. Memberikan informasi materi yang akan dipelajari selanjutnya. Pertemuan Ke 7-9 Kegiatan Pendahuluan :
1. Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran 2. Guru dan siswa berdoa bersama 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian 4. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik Kegiatan Inti : 1. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Siswa menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum tentang jenis penggunaan alat ukur elektrik. 2. Ruang Kolaborasi: Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil penugasan 3. Elaborasi Pemahaman: siswa lain diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke kelompok yang melakukan presentasi. 4. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok memperbaiki laporan/makalah berdasarkan masukan masukan dari hasil diskusi. 5. Aksi Nyata : Peserta didik mengumpulkan laporan hasil diskusi ke pada guru Kegiatan Penutup : 1. Memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan 2. Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan 3. Memberikan informasi materi yang akan dipelajari selanjutnya.
C. Asesmen 1. Diagnostik a. Tahukan anda kegunaan jangka sorong pada bidang otomotif? b. Dapatkan anda menyebutkan macam-macam alat ukur panjang? c. Pernahkah anda mempergunakan mistar untuk mengukur suatu benda? d. Tahukan anda cara mempergunakan avometer? 2. Formatif TES FORMATIF (Memahami penggunaan alat ukur jarak) 1. Hasil pengukuran vernier caliper berikut adalah… 3 4 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 2. Ketelitian vernier caliper berikut adalah… 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 3. Hasil pengukuran vernier caliper berikut adalah…mm 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 4. Bagian yang ditunjukkan no 3 adalah…. 5. Hasil pengukuran mikrometer berikut adalah…mm! 30 25 0 1 2 3 4 20 1 3 7 4 5 2 6 8 a. spindel b. anvil c. lock clamp d. nonius scale e. outer sleeve a. 20,31 mm d. 31,35 mm b. 20,35 mm e. 35,20 mm c. 31,20 mm a. 0,01 mm d. 0,05 mm b. 0,02 mm e. 0,50 mm c. 0,20 mm a. 43,43 mm d. 55,76 mm b. 43,55 mm e. 76,55 mm c. 43,76 mm a. 25,40 mm d. 40,75 mm b. 25,45 mm e. 45,25 mm c. 40,25 mm
6. Fungsi alat ukur pada gambar di bawah ini adalah …. a. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,01 b. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,05 c. untuk mengukur diameter luar dan dalam dengan ketelitian 0,01 d. untuk mengukur diameter luar, dalam dan kedalaman dengan ketelitian 0,02 & 0,05 e. untuk mengukur keausan silinder
ASESMEN SUMATIF (Mencakup semua materi yang telah dipelajari) 1. Fungsi alat ukur pada gambar di bawah ini adalah …. 2. Fungsi dari vernier caliper adalah ….. a. untuk mengukur run out, kebengkok-an poros dan backlash dengan ketelitian 0,01 b. untuk mengukur run out, kebengkok-an poros dan backlash dengan ketelitian 0,05 c. untuk mengukur diameter luar dan dalam dengan ketelitian 0,01 d. untuk mengukur diameter luar, dalam dan kedalaman dengan ketelitian 0,02 & 0,05 e. untuk mengukur keausan silinder 3. Hasil pengukuran vernier caliper berikut adalah… 3 4 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 4. Ketelitian vernier caliper berikut adalah… 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 5. Hasil pengukuran vernier caliper berikut adalah…mm 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 a. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,01 b. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,05 c. untuk mengukur diameter luar dan dalam dengan ketelitian 0,01 d. untuk mengukur diameter luar, dalam dan kedalaman dengan ketelitian 0,02 & 0,05 e. untuk mengukur keausan silinder a. 20,31 mm d. 31,35 mm b. 20,35 mm e. 35,20 mm c. 31,20 mm a. 0,01 mm d. 0,05 mm b. 0,02 mm e. 0,50 mm c. 0,20 mm a. 43,43 mm d. 55,76 mm b. 43,55 mm e. 76,55 mm c. 43,76 mm
6. Bagian yang ditunjukkan no 3 adalah…. 7. Hasil pengukuran mikrometer berikut adalah…mm! 30 25 0 1 2 3 4 20 8. Fungsi alat ukur pada gambar di bawah ini adalah …. 9. Untuk mengukur tegangan baterai 12 V dengan menggunakan AVO Meter, maka range selector kita posisikan ke…. a. DC 10 V d. AC 10 V b. DC 25 V e. AC 25 V c. DC 50 V 1 3 7 4 5 2 6 8 a. spindel b. anvil c. lock clamp d. nonius scale e. outer sleeve a. 25,40 mm d. 40,75 mm b. 25,45 mm e. 45,25 mm c. 40,25 mm a. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,01 b. untuk mengukur run out, kebengkokan poros dan backlash dengan ketelitian 0,05 c. untuk mengukur diameter luar dan dalam dengan ketelitian 0,01 d. untuk mengukur diameter luar, dalam dan kedalaman dengan ketelitian 0,02 & 0,05 e. untuk mengukur keausan silinder
10. Gambar di bawah ini merupakan cara pemeriksaan…. 11. Pada baterai tertulis kode NS 40Z. yang dimaksud 40 pada kode tersebut adalah…. a. Nippon (produsen baterai) d. Dimensi sama kapasitas lebih baik b. Ukuran lebih kecil daripada normale. Panjang dan lebar baterai c. Peringkat kapasitas 12. Untuk mengukur besarnya tahanan kabel busi menggunakan a. Hidrometer b. Tachometer c. Multimeter d. Dwell tester e. Timing light 13. Amper yang dibutuhkan pada pengisian cepat baterai (0.5 jam) 40 AH adalah a. 20 ampere d. 10 ampere b. 40 ampere e. 15 ampere c. 50 ampere 14. Gambar berikut menunjukkan cara pengukuran …. a. Tahanan kumparan primer b. Tahanan kumparan sekunder c. Tegangan kumparan primer d. Tegangan kumparan sekunder e. Tegangan sumber tenaga 15. Gambar berikut ini menunjukkan pemeriksaan …. a. Tegangan baterai b. Besar arus baterai c. Spesifikasi baterai d. Kondisi pelat baterai e. Berat jenis air baterai a. tahanan kabel tegangan tinggi b. arus kabel tegangan tinggi c. tegangan kabel tegangan tinggi d. kebocoran distributor e. sikat arang
16. Di bawah ini menunjukkan gambar pemeriksaan …. a. Besar tegangan lampu b. Besar arus lampu c. Besar tahanan lampu d. Kondisi lampu e. Beban lampu 17. Timing light merupakan alat yang digunakan untuk…. a. memeriksa saat pengapian b. memajukan saat pengapian c. memeriksa sudut dwell d. memeriksa putaran mesin e. memeriksa kualitas percikan bunga api pada busi 18. Pada pengisian elektrolit baterai pertama kali menggunakan …. a. air murni b. air suling c. air accu d. air zuur e. air sumur 19. Kelebihan pengisian baterai secara seri adalah …. a. Mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai, sehingga dapat menentukan waktu pengisian dengan tepat b. Arus listrik yang dialirkan merupakan arus total pengisian c. Tegangan pengisian merupakan total tegangan baterai yang diisi d. Tepat digunakan untuk baterai yang kapasitasnya bervariasi e. Dapat mempercepat pengisian baterai yang kapasitas besar 20. Gambar no. 4 pada konstruksi baterai di bawah ini adalah…. 21. Kesalahan pada pengukuran dipengaruhi oleh : a. Kepresisian alat ukur b. Benda ukur c. Posisi pengukuran d. Posisi pembacaan pengukuran e. Alat ukur, pengukur dan posisi pembacaan pengukuran 22. Vernier Caliper dipergunakan untuk mengukur : a. Ketebalan, panjang, dan diameter dalam b. Ketebalan, panjang, diameter luar dan diameter dalam c. Ketebalan, panjang, kedalaman d. Ketebalan, panjang, kedalaman, diameter luar e. Ketebalan, panjang, kedalaman, diameter luar dan dalam a. Terminal baterai b. Penyumbat baterai c. Cell partisions d. Penghubung sel e. Sel-sel baterai
23. Untuk mengukur run out, end play dan back less digunakan alat : a. Outside micrometer b. Inside micrometer c. Dial indicator d. Cylinder bore gauge e. Vernier caliper 24. Lihat gambar dibawah ini. Angka pada skala alat tersebut adalah : a. 2,185 mm b. 21,85 mm c. 21,38 mm d. 21,85 cm e. 37,85 mm 25. Alat dibawah ini menunjukkan skala pengukuran : a. 50,46 mm b. 50,04 mm c. 5,46 mm d. 5,04 mm e. 4,46 mm 26. Pada pengukuran diameter piston posisi pengukuran alat terhadap obyek adalah: a. Segaris dengan pena piston b. 5 mm diatas pena piston c. Pada posisi puncak piston d. 90 derajad terhadap sumbu pena piston e. 45 derajad terhadap sumbu pena piston 27. Seorang mekanik mengukur BJ elektrolit salah satu cell batere 12 Volt pada alat terbaca 1,14. Hal ini menunjukkan tingkat kekosongan batere tersebut adalah: a. 20% b. 30% c. 40% d. 50% e. 60% 28. Jika seorang mekanik mengukur BJ elektrolit pada cell berikutnya terbaca pada alat 1,18, hal ini menunjukkan cell tersebut mempunyai kondisi isian : a. 0,8 Volt b. 1,8 Volt c. 1,2 Volt d. 0,4 Volt e. 1,6 Volt 29. Pada praktek pengukuran journal tetap no.1 pada poros engkol didapatkan data sbb: A1: 50,50 mm, A2: 50,55 mm, B1: 50,40 mm, B2:50,55 mm, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa keovalan journal adalah: a. 0,10 mm dan 0,5 mm b. 0,5 mm dan 0 mm c. 0,5 mm dan 0,15 mm d. 0,5 mm dan 0 mm e. 0,10 mm dan 0,15 mm 30. Pada soal no.8 journal tersebut mengalami ketirusan sebesar : a. 0,10 mm dan 0,5 mm b. 0,5 mm dan 0 mm
c. 0,10 mm dan 0 mm d. 0,5 mm dan 0 mm e. 0,10 mm dan 0 mm 31. Pada saat menyimpan dial indicator saklar harus di-off-kan sebelum alat disimpan dimaksudkan agar: a. Jarum indicator tidak rusak b. Batere indicator tidak cepat habis c. Magnet indicator awet d. Stand dial indicator tidak bengkok e. Manometer tidak cepat rusak 32. Pengukuran ketirusan poros engkol ditunjukkan pada gambar nomor …. A. 1 dan 2 B. 3 dan 4 C. 3 dan 5 D. 4 dan 6 E. 5 dan 6 33. Gambar berikut menunjukkan pemeriksaan …. A. diameter tromol rem B. kerataan tromol rem C. diameter sepatu rem D. keovalan tromol rem E. celah sepatu dengan tromol rem
PENGAYAAN DAN REMEDIAL A. Pengayaan Pengayaan diberikan pada peserta didik yang memperoleh nilai > 86, dengan memberikan tugas yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari berupa makalah atau materi pelajaran selanjutnya di buku penunjang atau internet. B. Remedial Apabila 75% siswa mendapat nilai dibawah KKM maka pembelajaran remedial dilakukan secara klasikal, dengan meninjau kembali LKPD atau buku ajar jika diperlukan maka buku ajar dan LKPD akan di perbaiki seseau dengan kemampuan peserta didik. Apabila 75 % siswa telah memperoleh nilai diatas KKM, maka pembelajaran remedial dilakukan secara individu dengan melakukan tes ulang. Refleksi Siswa : Bagaimana pembelajaran hari ini? Bagaimana materi pada pertemuan ini? Apa kencala yang ditemui selama pembelajaran? Refleksi Guru : Bagaimana pemahaman siswa? Bagaimana penanganan siswa yang belum mengerti?
LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK/ JOBSHEET ALAT UKUR MEKANIK A. Pengertian Alat Ukur Mekanik 1 Feeler gauge Ketebalan atau feelergauge digunakan dalam workshop untuk: Menyetel posisi alat. Menyesuaikan jarak (clearance) pada alat permesinan. Memeriksa keausan di antara komponen-komponen. Mengukur slot atau alur-alur kecil. Feelergauge terdiri dari mata pisau (blade) yang terbuat dari baja keras dengan ketebalan yang berbeda-beda 2 Vernier Calliper Jangka sorong ini memilik nama yang banyak, ada sebagian orang yang menyebutnya dengan mistar geser, vernier caliper, sket match dan lain sebagainya. Fungsi jangka sorong adalah : a. Untuk mengukur diameter luar suatu benda b. Untuk mengukur diameter dalam suatu benda c. Untuk mengukur kedalaman suatu benda d. Untuk mengukur ketebalan suatu benda Dan berikut ini berberapa ketelitian yang biasanya digunakan dalam jangka sorong : a. Jangka sorong dengan ketelitian 0.02 mm b. Jangka sorong dengan ketelitian 0.05 c. Jangka sorong dengan ketelitian 0.1 3 Micrometer Micrometer adalah sebuah alat ukur yang bisa mengukur benda dengan satuan ukur yang mempunyai ketelitian hingga 0.01 mm. Micrometer adalah instrumen pengukur yang memungkinkan dilakukan pengukuran secara akurat. Micrometer digunakan untuk mengukur: Diameter luar Ketebalan material dan Panjang komponen-komponen
4 Dial Indicator Dial Indikator atau juga dikenal dengan Dial Gauge ialah alat ukur dengan skala pengukuran yang sangat kecil, contohnya pada pengukuran pergerakan suatu komponen (backlash, endplay) dan pengukuran kerataannya (round out). Dial gauge ini merupakan tools yang tidak dapat berdiri sendiri, artinya ia mesti dipasangkan pada suatu alat bantu yang disebut:Magnetic Base, sebagai pemegang dial gauge dan berfungsi mengatur posisi dari dial gauge (tinggi-rendahnya, kemiringannya) pada tempat atau permukaan benda yang diukur. 5 Dial Test Indikator Fungsi dial test indikator : Memeriksa kerataan dari permukaan benda Memeriksa penyimpangan yang kecil pada bidang datar, benda bulat, benda permukaan lengkung Memeriksa penyimpangan eksentris Memeriksa kesejajaran permukaan benda Menyetel kesentrisan benda pada pencekam mesin bubut Memeriksa penyimpangan bantalan pada poros engkol 6 Dial Bore Gauge/Cylinder Bore Gauge Dial Bore Gauge atau juga dikenal dengan Cylinder Bore Gauge ialah alat ukur yang dipakai guna mengukur diameter silinder.Berguna untuk mengukur garis tengah bagian dalam dari sebuah benda kerja, seperti : Cylinder, lubang dudukan poros dan lain-lain.
B. Bagian – Bagian Alat Ukur Mekanik 1 Vernier Caliper Fungsi bagian – bagian Vernier Caliper : 1. External Jaws berfungsi untuk mengukur dimensi luar atau sisi bagian luar sebuah benda misal tebal, lebar sebuah benda kerja. 2. Internal Jaws berfungsi untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam sebuah benda 3. Depth Measuring Blade berfungsi untuk mengukur kedalaman sebuah benda. 4. Imperal Scale/Skala Utama (dalam cm) berfungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk centimeter (cm). 5. Metric Scale/Skala utama (dalam inchi) berfungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi. 6. Skala nonius (dalam mm) berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk mm. 7. Skala Nonius (dalam inchi) berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk inchi.. 8. Locking Screw berfungsi untuk menahan bagianbagian yang bergerak saat berlangsungnya proses pengukuran misal rahang dan Depth probe. 2 Micrometer Fungsi bagian – bagian micrometer : 1. Anvil atau poros tetap memiliki fungsi sebagai penahan saat sebuah benda akan diukur dan ditempatkan diantara anvil dengan spindle. 2. Spindle atau poros gerak merupakan sebuah silinder yang bisa digerakan menuju anvil. 3. Pengunci atau lock berfungsi untuk menahan spindle atau poros gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran benda. 4. Sleeve berfungsi empat terletaknya skala utama( satuan milimeter ). 5. Thimble berfungsi sebagai tempat skala nonius atau skala putar berada. 6. Ratchet Knob Dipakai untuk memutar Spindle sehingga benda yang diukur dekat dengan anvil. Untuk memastikan spindle menekan sempurna ratchet diputar sebanyak 2 dan timbul bunyi
3 Dial test indicator Fungsi bagian – bagian Dial test indicator : 1. Magnetic tool holder berfungsi sebagai dudukan dari dial test indicator 2. Sensor button berfungsi sebagai bagian yang menyentuh benda kerja dan pengukur dari benda kerja 3. Indicator pointer berfungsi membaca hasil pengukuran yang terdapat jarum panjang (0,01 mm) dan kecil (1,00mm) 4. Bezel berfungsi sebagai penyetel dari sensor button 5. Tool post berfungsi sebagai batang penyangga dial indicator 6. Tool munting holder berfungsi sebagai pengarah/penyetel dari posisi dial indicator 4 Cylinder bore gauge Fungsi Bagian-bagian Cylinder bore gauge : 1. Dial gauge berfungsi untuk mengetahui hasil pembacaan pengukuran 2. Grip berfungsi untuk memegang atau mengingkat dial indikator 3. Dial gauge securing position berfungsi untuk mengatur posisi dial gauge 4. Replacement rod/ anvil berfungsi sebagai alat untuk menambah panjang bidang sentuh pada silinder yang akan menyentuh bidang ukur pada silinder 5. Replacement washer berfungsi sebagai alat untuk menambah kepanjangan rod 6. Measuring point berfungsi sebagai titik point pengukuran C. Cara Melakukan Pengukuran dan Pembacaan Alat Ukur Vernier Caliper Vernier caliper dengan ketelitian 0,02 mm Ketelitian vernier caliper adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm (maka : 1 skala nonius = 0,02 mm) A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan vernier caliper ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah :
Skala Utama = 3 mm Skala nonius = 38 x 0,02 mm = 0,76 mm. Maka hasil pengukuran vernier caliper diatas adalah 3 + 0,76 = 3, 76 mm. B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan vernier caliper ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah : Skala Utama = 12 mm Skala nonius = 28x 0,02 mm = 0,56 mm Maka hasil pengukuran vernier caliper diatas adalah 12 + 0,56 = 12, 56 mm. C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan vernier caliper ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah : Skala Utama = 13 mm Skala nonius = 12x 0,02 mm = 0,24 mm Maka hasil pengukuran vernier caliper diatas adalah 13 + 0,24 = 13, 24 mm Vernier caliper dengan ketelitian 0,05 mm Ketelitian Vernier caliper adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/20 = 0,05 mm (maka : 1 skala nonius = 0,05 mm) A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan Vernier caliper ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah : Skala Utama = 12 mm Skala nonius = 5 x 0,05 mm = 0,25 mm Maka hasil pengukuran Vernier caliper diatas adalah 12 + 0,25 = 12, 25 mm. B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan Vernier caliper ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah : Skala Utama = 16 mm Skala nonius = 7 x 0,05 mm = 0,35 mm Maka hasil pengukuran Vernier caliper diatas adalah 16 + 0,35 = 16, 35 mm. C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan Vernier caliper ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah :
Skala Utama = 21 mm Skala nonius = 3 x 0,05 mm = 0,15 mm Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 21 + 0,15 = 21, 15 mm. Pembacaan hasil pengukuran varnier caliper 1/128 inch A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan varnier caliper ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut : 1 inch = 16 bagian skala utama, maka :1 Skala Utama = 1/16 Inch dan 1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128 a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-7, Maka : 1/16 x 7 = 7/16. b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-7, Maka : 1/128 x 7 = 7/128. Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 7/16 + 7/128 = 56/128 + 7/128 = 63/128 inch. B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan varnier caliper ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut : 1 inch = 16 bagian skala utama, maka : 1 Skala Utama = 1/16 Inch dan 1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128 a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-21, Maka : 21/16 inch. b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-4, Maka : 1/128 x 4 = 4/128. Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 21/16 +4/128 = 168/128 +4 /128 = 172/128 = 1 11/32 inch. C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan varnier caliper ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut : 1 inch = 16 bagian skala utama, maka : 1 Skala Utama = 1/16 Inch dan 1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128 a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-9, Maka : 9/16 inch. b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-6, Maka : 1/128 x 6 = 6/128. Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 9/16 +6/128 = 72/128 +6 /128 = 78/128 =39/64 inch.
D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan varnier caliper ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut : 1 inch = 16 bagian skala utama, maka : 1 Skala Utama = 1/16 Inch dan 1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128 a. Posisi skala utama (bawah),sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-17, Maka : 17/16 inch. b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-3, Maka : 1/128 x 3 = 3/128. Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 17/16 +3/128 = 136/128 +3 /128 = 139/128 =1 11/128 inch. Micrometer Jarak strip di atas garis atau skala di atas garis pada outer sleeve adalah 1 mm, dan jarak strip di bawah garis atau skala di bawah garis adalah 0,05 mm. Sedangkan nilai satu stri pada skala timble adalah 0,01 mm. nilai hasil ukur ialah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut. Contoh .1 hasil pembacaan dari gambar di bawah ini : Pembacaan skala di atas garis = 5.00 mm Pembacaan skala di bawah garis = 0,00 mm Pembacaan skala timble ……………………… (+) = 0,20 mm Hasil Pembacaan akhir = 5,20 mm
Contoh .2 Pembacaan skala di atas garis = 7.00 mm Pembacaan skala di bawah garis = 0,50 mm Pembacaan skala timble (+) = 0,15 mm Hasil Pembacaan akhir = 7,65 mm Peringatan Penting Sebelum dipakai, periksalah titik “0” jika perlu lakukan kalibrasi. Sebleum mengukur, besihkan benda yang akan diukur dengan kain bersih. Jepitlah micrometer dengan frame, putarlah timble kea rah benda yang akan diukur, dan putarlah ratchet stopper sampai menyentuh spindle spindle. Putarlah kembali stopper 2 sampai 3 kali agar penekanan lebih meyakinkan, kemudian baca. Ulangi pengukuran beberapa kali agar kesalahannya sekecil mungin. Cylinder Bore Gauge/Dial Bore Gauge Cara menentukan replacement rod dan replacement washer.Untuk menentukan berapa replacement rod dan replacement washer yang akan digunakan maka kita ukur terlebih dahulu diameter dalam silinder dengan menggunakan vernier caliper/jangka sorong. Dari hasil pengukuran tersebut kita bisa menentukan replacement rod dan replacement washer yang digunakan. Yang perlu diperhatikan dari hasil pengukuran adalah bila angka di belakang koma adalah lebih kecil dari 0,5 mm maka pembulatannya ke bawah. Namun jika angka di belakang koma lebih besar dari 0,5 mm maka pembulatannya ke atas. Contoh : Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,20 mm (pembulatannya 51 mm) Maka replacement rod : 50 mm Replacement washer : 1 mm Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,80 mm (pembulatannya 52 mm) Replacement rod : 50 mm Replacement washer : 2 mm Cara pertama 1. Ukurlah diameter silinder dengan menggunakan jangka sorong, misal diperoleh hasil pengukuran : 75,40 mm 2. Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut, misal 76 mm. 3. Pasang replacement rod pada bore gage. 4. Ukur panjang replacement rod dengan mikrometer luar seperti pada gambar dibawah dan usahakan jarum dial gage tidak bergerak, misal diperolah hasil pengukuran 76,20 5. Masukan replacement rod kedalam lubang ( silinder ), goyangkan tangkai bore gage ke kanan dan ke kiri seperti pada gambar sampai di peroleh penyimpangan terbesar ( posisi tegak lurus ) 6. Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukan dial gage, misal diperoleh 0,13 mm 7. Besarnya diameter silinder adalah selisih antara hasil pengukuran panjang replecement rod dengan besarnya penyimpangan jarum bore gage. Jadi diameter silinder = 76,20 -0,13 = 76,07 mm
Cara pengukuran ke dua 1. Ukurlah diameter silinder dengan mistar geser, misalnya diperoleh hasil pengukuran : 75,40 2. Pilih replecement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut, misalnya 76 mm. 3. Pasang replecement rod pada bore gauge. 4. Set mikrometer luar pada 76 mm, kemudian tempatkan replacement rod antara avil dan spindel mikrometer 5. Set jarum dial gage pada posisi nol dengan cara memutar outer ring 6. Masukkan replecement rod kedalam lubang (silinder ), goyangkan tangkai bore gage ke kanan dan kekiri sampai diperoleh penyimpangan terbesar ( posisi tegak lurus ) 7. Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukkan dial gauge. 8. Apabila penyimpangan jarum dial gauge : a. disebelah kanan nol : diameter silinder = 76 – penuimpangan b. disebelah kiri nol : diameter silinder = 76 + penyimpangan Pada saat memasang dial gauge yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : Dial gauge harus dipasang pada tangkainya dalam posisi sejajar atau tegak lurus measuring point. Spindle dimasukkan ke dalam batangnya kira-kira setengah dari langkahnya. Periksalah bahwa pointer dari dial gauge bergerak bila anda menekan measuring point. Dial Indikator Cara membaca skala pengukuran pada Dial Indikator Temukan angka paling rendah pada komponen yang diukur - Setel dial indicator dengan cara yang sama seperti yang dijelaskan sebelumnya. Amati dan catat angka yang paling rendah (initial setting) - Tambahkan skala yang terbaca pada bagian dalam luar, misalnya akan terbaca 1,00+0,00 yang berarti sama dengan 1,00 mm - Satu strip putaran skala besar nilainya adalah 0,01 mm. Gambar 1.63.Ukuran skala dial indicator Untuk mengetahui hasil pengukuran, dapat ditentukan dengan melihat posisi jarum panjang dan jarum pendek. Sebagai contoh dapat dilihat gambar berikut ini.
Gambar 1.64. Skala pengukuran dial indikator Posisi jarum panjang sedang menunjukkan garis ke 6, berarti hasil pembacaannya adalah 6 x 0,01 = 0,06 mm. Sementara jarum pendek sedang menunjuk garis ke 3, artinya jarum panjang telah berputar 3 kali. Dengan demikian hasil pengukuran tersebut adalah 3 + 0,06 = 3,06 mm.
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK 1. Teknik Perawatan dan Perbaikan Otomotif 2. Teknologi Dasar Otomotif 1, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan-Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta
GLOSARIUM Service : Perbaikan Engine : mesin Powertrain : pemindah tenaga Chasis: sasis Electrical: kelistrikan Body: bodi planned maintenance = porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang x emergency maintenance = pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan x perawatan preventif = perawatan untuk menjaga keadaan peralatan sebelum peralatan itu menjadi rusak x Perawatan korektif = perawatan yang dilakukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan x Standard Operational Procedur (SOP) = buku manual/instruksi kerja yang sesuai x Caddy tool = trolly peralatan x tool box = kotak peralatan x Hand Tools = peralatan tangan x Machine Tools = Alat mesin x Power Tools = alat tenaga x File = kikir x open ended spanner = kunci pas x ended ring/box spanner = kunci ring x combination spanner = kunci kombinasi x socket wrences = kunci sok x extension = perpanjangan x Handle = Pemegang, pemutar x speed brace = penguat cepat x Ratchet = roda bergigi searah x Sliding Handle = pemegang yang dapat digeser-geser x Torque Wrench = kunci momen x AdjustableTorque Wrench = Kunci momen yang dapat disetel pengencangannya. x Non-adjustableTorque Wrench = Kunci momen yang tidak dapat disetel pengencangannya x Allen key = Kunci L x Hexagonal = segi enam x Adjustable Wrench = Kunci yang ukurannya dapat disetel x Combination Pliers = Tang kombinasi x Needle nose pliers = Tang jumput x Cutting pliers = Tang potong x Circlip Pliers = Tang pengunci cirklip
DAFTAR PUSTAKA Fahrul., A., dkk. (2021). Dasar-Dasar Otomotif I untuk SMK/MAK Kelas X semester I, Jakarta. Kemendikbudristek. Buku Teknik Otomotif SMK Kurikulum 2013 Lengkap (bukupaket.com) https://nos.jkt-1.neo.id/bse/perpustakaan/2/2224_8ca8.pdf https://infoasn.id/buku-kelas-11-smk-k13/buku-teknik-perawatan-dan-perbaikan-otomotif1-kelas-11-smk-2045.html Disahkan Oleh SUJARNO, S.Pd.M.Pd. NIP. Sumberrejo, 18 Juli 2022 Dibuat Oleh ROSYIDIYANTO,ST. NIP.
LEMBAR KERJA OBSERVASI KETERAMPILAN Mata Pelajaran : Kelas / Semester : Materi : Hari/Tanggal : RUBRIK PENILAIAN No Kriteria Penilaian Hasil <75 76-85 86-95 96-100 K TK 1. Sikap a. Grooming b. Sopan, sabar, teliti c. Bertanggung Jawab 2. Keterampilan a. Persiapan b. Langkah Kerja c. Pemahaman d. Pemecahan Masalah 3. Kesimpulan Kompeten / Tidak Kompeten KRITERIA PANILAIAN Kriteria Indikator Skor Sikap Grooming Kebersihan, kerapian dan kelengkapan sangat sesuai dengan SOP yang berlaku 96-100 Kebersihan, kerapian dan kelengkapan sesuai dengan SOP yang berlaku 86-95 Kebersihan, kerapian dan kelengkapan cukup sesuai dengan SOP yang berlaku 76-85 Kebersihan, kerapian dan kelengkapan sangat sesuai dengan SOP yang berlaku <75 Sopan, sabar, teliti Sikap kerja dilakukan dengan sangat sopan, sabar dan teliti 96-100 Sikap kerja dilakukan dengan sopan, sabar dan teliti 86-95 Sikap kerja dilakukan dengan cukup sopan, sabar dan teliti 76-85 Sikap kerja dilakukan dengan sangat tidak sopan, sabar dan teliti <75 Bertanggung Jawab Bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas individu dan kelompok serta penyelesaian tugas sebelum dengan waktu yang ditentukan 96-100 Bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas individu dan kelompok serta penyelesaian tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan 86-95 Bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas individu dan kelompok serta penyelesaian tugas kurang sesuai dengan waktu yang ditentukan 76-85 Bertanggung jawab terhadap penyelesaian tugas individu dan kelompok serta penyelesaian tugas sangat tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan <75 Keterampilan Persiapan Persiapan APD, peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembelajaran sangat baik 96-100 Persiapan APD, peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembelajaran baik 86-95 Persiapan APD, peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembelajaran kurang baik 76-85 Persiapan APD, peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembelajaran tidak baik <75 Langkah Kerja Langkah kerja sangat sesuai dengan instruksi dan SOP 96-100 Langkah kerja sesuai dengan instruksi dan SOP 86-95 Langkah kerja cukup sesuai dengan instruksi dan SOP 76-85 Langkah kerja kurang sesuai dengan instruksi dan SOP <75 Pemahaman Materi, praktikum dan kondisi lapangan dapat dimahami dengan sangat baik 96-100 Materi, praktikum dan kondisi lapangan dapat dimahami dengan baik 86-95 Materi, praktikum dan kondisi lapangan dapat dimahami dengan kurang baik 76-85 Materi, praktikum dan kondisi lapangan dapat dimahami dengan tidak baik <75 Pemecahan Masalah Pemecahan masalah dilakukan sangat terstruktur, sistematis dan rapi 96-100 Pemecahan masalah dilakukan terstruktur, sistematis dan rapi 86-95 Pemecahan masalah dilakukan cukup terstruktur, sistematis dan rapi 76-85 Pemecahan masalah dilakukan kurang terstruktur, sistematis dan rapi <75