1
i
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i
PENGANTAR PENULIS................................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB I MENGENAL KARYA ILMIAH ........................................................................... 1
A. PENGERTIAN KARYA ILMIAH ....................................................................... 1
B. CIRI-CIRI KARYA ILMIAH ............................................................................... 2
C. URGENSI KARYA ILMIAH................................................................................ 3
D. JENIS-JENIS KARYA ILMIAH ......................................................................... 4
E. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH ................................................................ 5
BAB II MENGENAL MAKALAH .................................................................................. 7
A. PENGERTIAN MAKALAH ............................................................................... 7
B. CIRI-CIRI MAKALAH ....................................................................................... 8
C. JENIS MAKALAH .............................................................................................. 9
D. LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT MAKALAH .......................... 10
BAB III MENGUNGKAP TEKNIS PENYUSUNAN MAKALAH ............................... 12
A. PENYUSUNAN MAKALAH ............................................................................. 12
B. ATURAN DALAM PEMBUATAN MAKALAH .............................................. 12
BAB IV SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH ..................................................... 17
A. COVER .................................................................................................................. 17
B. KATA PENGANTAR .......................................................................................... 19
C. DAFTAR ISI.......................................................................................................... 21
D. BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 21
E. BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 22
F. BAB III PENUTUP ............................................................................................... 24
G. DAFTAR PUSTKA ............................................................................................... 24
BAB V PENCARIAN REFERENSI ................................................................................. 26
A. TUJUAN REFERENSI.......................................................................................... 26
B. KAPAN HARUS MENCANTUMKAN REFERENSI? ....................................... 27
C. TEKNIK PENGUTIPAN....................................................................................... 27
D. TEKNIK PENULISAN FOOTNOTE.................................................................... 29
E. TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA .................................................... 32
F. PENGGUNAAN MENDELAY DAN ZOTERO.................................................. 35
BAB VI TEKNIK PRESENTASI ..................................................................................... 41
A. PENGERTIAN PRESENTASI.............................................................................. 41
B. TUJUAN PRESENTASI ....................................................................................... 41
C. TAHAPAN PRESENTASI.................................................................................... 42
D. TEKNIK PRESENTASI........................................................................................ 43
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 46
iii
BAB I
MENGENAL KARYA ILMIAH
A. PENGERTIAN KARYA ILMIAH
Karya ilmiah terdiri dari dua kata yaitu: karya dan ilmiah. Karya menurut Kamus
Umum Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan
(terutama hasil karangan).1 Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu dan secara ilmu
pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.2 Ilmiah diartikan sebagai hal
yang berlandaskan kepada ilmu pengetahuan. Dalam membuat sesuatu yang bersifat ilmiah
seseorang harus memiliki landasan yang kuat atau dikenal dengan istilah teori.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau
pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan
menggunakan bahasa baku, serta didukung fakta atau bukti empirik.3 Senada dengan
pengerian tersebut, karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan
suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan seorang penulis atau peneliti. Karya ilmiah
atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan yang ingin mengembangkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seninya yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan
pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.4 Menurut Wahyu, karya
ilmiah adalah suatu karangan yang dapat diuji kebenarannya atau ilmiah jika karangan itu
mengungkapkan permasalahan dengan metode ilmiah.5 Menurut Tatang karya tulis ilmiah
merupakan karangan dalam bidang ilmu tertentu yang memuat suatu hal yang bener-benar
terjadi atau logis yang disusun secara berurutan dengan meenggunakan ragam karya ilmiah
disajikan dalam bahasa santai dan mudah dipahami.6
Karya ilmiah diperoleh oleh ilmuan biasanya melalui pengamatan, peninjauan,
wawancara, angket, penelitan dalam bidang tertentu, yang disusun secara sistematis, bahasa
1W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1985), h. 448
2Ibid, h. 373.
3Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014), h. 5.
4Bambang Dwiloka dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel,
Makalah dan Laporan , (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), h. 1.
5Wibow Wahyu, Manajemen Bahasa Pengorganisasian Karangan Pragmatik dalam Bahasa
Indonesia untuk Mahasiswa dan Praktisi Bisnis, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama), h. 18.
6 M. Amirin Tatang, Menulis Karya Ilmiah (Artikel), Makalah Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
Bagi Guru-Guru se-Indonesia, (Yogyakarta. ), h. 18
1
yang baik, objektif dan mudah dipahami serta dapat dipertanggungjawabkan. Penyajian
karya ilmiah didahului dari studi pustaka dan studi lapangan. Sudah selayaknya jika tulisan
ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru dan belum pernah ditulis orang
lain. Walaupun tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya
adalah sebagai upaya pengembangan dari tema yang sebelumnya dan bisa juga disebut
dengan penelitian lanjutan.
Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa karya ilmiah adalah serangkaian
kegiatan dalam rangka menemukan hal yang baru melalui metode ilmiah dengan
mengumpulkan sebuah data dan dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang sistematis,
logis dan objektif.
B. CIRI-CIRI KARYA ILMIAH
Secara umum, ciri-ciri karya ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Mengemukakan kenyataan atau fakta yang dapat diuji kebenarannya dan
disusun secara sistematis secara khusus.7
b. Reproduktif, artinya pembaca bisa menerima dan memaknai karya tersebut
selaras dengan maksud yang hendak penulis ungkapkan. 8
c. Tidak ambigu, dikarang berdasarkan kaidah bahasa yang baik dan benar.
d. Tidak emotif, disusun tidak dengan melibatkan aspek perasaan penulisnya.
e. Penggunaan bahasa baku, memuat kaidah berbahasa yang benar, baik dalam
ejaan, kata, dan paragrafnya agar pembaca tidak terjadi kesalah pahaman dalam
mengartikan.
f. Memakai kaidah keilmuan, penulis memuat istilah atau kata dalam aspek
keilmuan dan harus sesuai akan topik yang disampaikan juga latar belakang
penulis, hal ini menjadi suatu bukti penulis menguasai apa yang ditulisnya.
g. Bersifat dekoratif dan rasional, penulis dalam karyanya harus menggunakan
kata yang hanya memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus
menonjolkan kerunutan pikiran yang logis, lancar dan kecermatan
penulisannya.
7Mukayat Brotowidjoyo, Penulisan Karangan Ilmiah, (Jakarta: Akademika Presindo, 1985), h. 22.
8 Dalman, Menulis Karya Ilmiah, h. 18.
2
h. Adanya kohesi dan straight forward, perlu terdapat kohesi atau keterhubungan
antarkalimat pada setiap paragraf dalam setiap bab. Sedangkan straight forward
berarti langsung menuju tujuan atau sasaran. Tertuju pada pembahasan dan
tidak berbelit.
i. Kalimat yang digunakan harus efektif dan fokus. Isi harus padat dan berisi.
j. Objektif, pembahasan suatu hasil penelitian dari fakta yang objektif harus
sesuai dengan yang akan diteliti.
k. Sistematis dan metodis, dalam pembahasan masalah digunakan suatu metode
tertentu dengan memperhatikan langkah-langkahnya secara teratur dan harus
terkontrol dengan rapi dan tertib.
l. Harus selaras, tulisan ilmiah harus menggunakan bahasa ilmiah yang baku dan
formal. Ini dapat dikatakan sebagai laras ilmiah. Laras ilmiah harus jelas dan
lugas agar tidak menimbulkan keambiguan.
Sedangkan menurut Wardhani, ciri-ciri karya ilmiah yaitu dari segi isi (substansi)
karya ilmiah menampilkan pengetahuan berupa ide dan mendeskripsikan tentang suatu
solusi, pengetahuan tersebut ditampilkan berdasarkan fakta/data empirik yang telah diuji
kebenarannya dan tidak mengada, kemudian bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia.9
Ciri-ciri tersebut terdapat kesamaan yang telah penulis paparkan di atas.
C. URGENSI KARYA ILMIAH
Mahasiswa biasanya identik dengan karya tulis ilmiah. Produk keilmuan ini
biasanya diperkenalkan di bangku kuliah dan terus dilatih selama proses pembelajaran.
Pentingnya karya tulis ilmiah ternyata tidak hanya dirasakan oleh orang yang
bersangkutan, tetapi juga oleh seluruh orang yang berkecimpung dalam hal keilmuan.
Manfaatnya lebih besar dari sekadar menjawab permasalahan. Salah satu urgensi karya
ilmiah adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis.10
Proses pengumpulan fakta dan data dalam pembuatan karya tulis ilmiah menuntut
mahasiswa untuk membaca efektif. Membaca efektif adalah kegiatan membaca yang
disertai dengan pemahaman isi bacaannya. Hal ini tentu berbeda dengan membaca
9Wardani, Teknik Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), h. 24.
10Dalman, Menulis Karya Ilmiah, h. 20.
3
bacaan ringan yang bisa dilakukan sambil lalu. Proses ini dilakukan agar mahasiswa
menemukan materi yang mendukung gagasan dari penyusunan karya ilmiah tersebut.
Pentingnya karya tulis ilmiah adalah melatih mahasiswa untuk mengembangkan
keterampilan ini. Dengan membiasakan diri membaca efektif, mereka akan mampu
menyaring informasi serta memilahnya antara yang perlu dan tidak. Akhirnya,
mahasiswa mampu memperkaya cakrawala wawasannya sendiri.
Setelah mengumpulkan berbagai fakta, mahasiswa dituntut menyampaikannya
dalam karya tulis ilmiah dengan menyertakan sumber. Penyertaan sumber ini adalah
suatu kewajiban karena semua fakta dan data harus dapat dipertanggungjawabkan dan
ditelusuri asalnya. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar mahasiswa dapat
menyimpulkan gagasannya sebagai suatu kenyataan yang bisa diterima publik. Jika
pondasi sumbernya tidak kuat, gagasan ini dapat dipatahkan dan dianggap sebagai
kebenaran yang diterima sebagian orang saja.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa urgensi menulis karya ilmiah ini mampu
meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Sehingga mahasiswa menjadi
terbiasa untuk menulis karya ilmiah. Hal ini tentu keterampilan yang harus di asah agar
karya ilmiah yang dihasilkan lebih berkualitas dan bagus.
D. JENIS-JENIS KARYA ILMIAH
Ada beberapa bentuk karya ilmiah, di antaranya sebagai berikut
a. Skripsi: tulisan ilmiah yang mengungkapkan pendapat penulis berdasarkan
pendapat-pendapat orang lain dari hasil sebuah penelitian lapangan atau
perpustakaan yang dilakukan seorang mahasiswa untuk mendapat gelar
akademik sarjana strata satu (S1)11
b. Tesis: tulisan ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru berdasarkan
pendapat-pendapat orang lain dari hasil sebuah penelitian lapangan atau
perpustakaan dengan suatu kajian yang mendalam untuk mendapatkan gelar
akademik sarjana stara dua (S2)
11 Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah dan
Laporan Penelitian, (Malang: UM Press, 2017), h. 1.
4
c. Disertasi: tulisan ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang
dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif untuk
mendapatkan gelar akademik sarjana strata tiga (S3). disertasi berisi tentang
hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang
mendalam terhadap suatu hal yang menjadi tema.12
d. Proposal penelitian: tulisan ilmiah yang memberi gambaran tentang rencana
penelitian.
e. Makalah: tulisan ilmiah yang menyajikan satu atau beberapa topik atau yang
dibahas berdasarkan data dari lapangan dan atau perpustakaan. Data yang
dihimpun dari beberapa sumber diolah kembali dengan analisis, sintesis dan
interpretasi yang baru. Jumlah halamannya sekitar 10 lembar.
f. Kertas kerja: tulisan ilmiah yang bersifat lebih mendalam dari makalah
dengan menyajikan data bersumber dari lapangan atau perpustakaan. Jumlah
halamannya mencapai 40 lembar atau lebih.
g. Artikel ilmiah: makalah atau kertas kerja yang dipublikasikan pada jurnal
ilmiah.
h. Laporan penelitian: tulisan ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian ilmiah.
i. Monograf/buku: tulisan ilmiah asli dan menyeluruh tentang sebuah
persoalan ilmiah. Ia dapat berupa tesis atau disertasi yang dikembangkan.
j. Buku ajar: tulisan ilmiah berbentuk buku dengan kegunaan khusus sebagai
penuntun kegiatan perkuliahan yang biasanya diterbitkan perguruan tinggi.
k. Resensi: tulisan ilmiah dalam bentuk tanggapan terhadap suatu karangan
atau buku yang memaparkan manfaat dan kelemahan buku tersebut bagi
pembaca.
l. Referat: tulisan ilmiah dalam bentuk tinjauan atas karangan sendiri.
E. KARAKTERISKTIK KARYA ILMIAH
Berikut ini adalah karakteristik yang baik bagi sebuah karya ilmiah
a. Dalam pembahasan masalah merujuk pada teori sebagai landasan berfikir.
b. Lugas: tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.
12 Dalman., Menulis Karya Ilmiah, h. 17.
5
c. Logis: disusun berdasarkan urutan yang konsisten13
d. Efektif: ringkas dan padat
e. Efisien: hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah
dipahami
f. Objektif berdasarkan fakta: setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa
adanya, sebenarnya, dan konkret.
g. Sistematis: baik penulisan dan pembahasan sesuai dengan prosedur dan sitem
yang berlaku.
13Bambang Dwiloka dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah Skripsi, Tesis, Disertasi,
Artikel, Makalah dan Laporan , h. 3.
6
BAB II
MENGENAL MAKALAH
A. PENGERTIAN MAKALAH
Makalah merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang membahas sebuah
gagasan/ topik yang telah ditentukan dan wajib menaati sistematika penulisan ilmiah.14
Makalah juga merupakan karya tulis ilmiah yang bentuknya formal, sehingga harus
mengikuti kaidah Umum Ejaan Bahasa Indonesia.15 Hal tersebut juga senada dengan
pengertian makalah dalam Buku Panduan Praktis Penulisan Makalah yakni jenis karya
ilmiah yang membahas suatu topik yang dilengkapi dengan penalaran logis dan
pengorganisasian yang sistematis.16
Dalam buku Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah kripsi, Tesis, Disertasi, Artukel,
Makalah dan Laporan disebutan bahwa makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan
suatu masalah suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang
bersifat empiris objektif.17 Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Sebuah
makalah dapat dikatakan memiliki kualitas yang bagus dilihat dari signifikansi masalah atau
topik yang dibahas, kejelasan tujuan, kelogisan pembahasan dan kesistematisan
pembahasan.18 Jika dilihat dari bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di
antara karya tulis ilmiah yang lain.
Alex dan Achmad menyatakan bahwa makalah adalah karya ilmiah yang berisi
uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum
resmi (seminar).19 Menulis makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah
tertentu atau memberikan saran pemecahan masalah secara ilmiah.
Di dunia akademik, makalah sangat sering dijadikan sebagai salah satu tugas bagi
mahasiswa dan harus dipresentasikan di depan kelas. Makalah sering dikaitkan dengan
14Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hal. 149.
15Masduki, Panduan Penulisan Karya Ilmiah Makalah, Review Buku dan Jurnal Ilmiah, (Jawa
Barat: Penerbit Adab, 2020)h. 3
16 Erie Hariyanto dkk, Panduan Praktis Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Syariah, (Madura: Fasya
IAIN Madura, 2020),h. 4.
17Bambang Dwiloka dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah Skripsi, Tesis, Disertasi,
Artukel, Makalah dan Laporan, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2012), h. 4.
18Muhammad Qustulani dan Ecep Ishak F, Panduan Penulisan Karya Ilmiah Makalah, Artikel dan
Skripsi, (PSP Nusantara: Press, 2016), h. 14.
19Alex & Achmadi H.P, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. (Jakarta: Kencana, 2011), h. 111.
7
karya tulis di kalangan mahasiswa yakni segala jenis tugas tertulis yang berhubungan
dengan bidang studi, hasil pembahasan buku atau tulisan tentang suatu persoalan. Makalah
juga diartikan karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu
secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.20 Makalah
ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh Dosen atau ditulis atas inisiatif
sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.
Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa makalah adalah karya tulis ilmiah yang
paling sederhana yang membahas suatu permasalahan atau topik tertentu yang ditulis secara
sistematis dengan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah juga termasuk karya
ilmiah yang paling sederhana yang halamannya antara 10-15 halaman.
B. CIRI-CIRI MAKALAH
Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk meyakinkan pembaca
bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang
sistematis memang perlu diketahui dan diperhatikan.21 Secara umum, ciri-ciri makalah
terletak pada sifat keilmiahannya. Artinya, sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat
objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis, dan logis. Berdasarkan kriteria ini,
baik tidaknya suatu makalah dapat diamati dari signifikansi masalah atau topik yang
dibahas, kejelasan tujuan pembahasan, kelogisan pembahasan, dan kejelasan
pengorganisasian pembahasannya.
Namun, secara umum makalah yang baik (berkualitas tinggi) memiliki ciri umum
sebagai berikut:
1. Akurat dan Menyeluruh (Comprehensive)
Artinya makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara akurat dan
membahas masalahnya secara lengkap dan tuntas. Makalah tersebut juga mengantisipasi
pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan calon pembaca mengenai topik tersebut dan
kemudian menjawabnya dengan baik.
2. Memiliki Sumber Informasi yang Baik
Ciri yang paling penting dalam setiap makalah adalah memiliki sumber informasi
yang baik. Makalah yang baik mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya dalam topik
yang berkaitan telah diterbitkan.
20Erie Hariyanto dkk, Panduan Praktis Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Syariah, h. 2.
21Dwiloka & Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah.( Jakarta: Rineka Cipta, 2005), h. 97..
8
3. Seimbang
Makalah tersebut membahas fakta, gagasan dan sudut pandang yang dibicarakan
secara objektif dan seimbang dan memerhatikan kekuatan dan kelemahan masing-masing.
22
4. Kreatif
Kreatif dalam arti makalah tersebut tidak hanya menyajikan fakta belaka, namun
bukan berarti informasi yang disajikan itu dikarang atau tidak berdasarkan fakta. Dalam
makalah yang berkualitas, fakta-fakta tersebut di tata, dianalisis, dipadukan dan digunakan
sebagai dasar kesimpulan dengan cara inovatif, kreatif dan orisinil.
5. Secara Teknis Penulisannya Benar
Ini berarti makalah tersebut terbebas dari kesalahan gaya bahasa, tata bahasa, tanda
baca, penggunaan kata dan ejaan.
6. Tertata dengan Baik
Ini berarti makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas. Dalam makalah yang
berkualitas, materinya di tata secara logis dan sistematis.
C. JENIS-JENIS MAKALAH
Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dapat dibedakan
menjadi tiga macam: makalah deduktif, makalah induktif, dan makalah campuran.
Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada
kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam
hal ini, metode berfikir yang digunakan adalah deduktif. Metode berfikir
deduktif adalah metode berfikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang
khusus.
Makalah induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan data
empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang
dibahas. Dalam hal ini, metode berfikir yang digunakan adalah induktif.
Metode berfikir induktif adalah metode berfikir yang menerapkan hal-hal
yang khusus terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-
bagiannya yang umum.
22Dalman, hal. 150.
9
Makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada
kajian teoritis yang digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan
masalah yang dibahas. Metode berfikir yang digunakan adalah deduktif-
induktif. Bertolak dari hal-hal yang bersifat umum menuju ke hal-hal yang
bersifat khusus, kemudian disimpulkan kembali menjadi hal yang bersifat
umum. 23
Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama (makalah deduktif)
merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan.
Dari segi jumlah halaman, dapat dibedakan makalah panjang dan makalah
pendek. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dari 15
halaman. Sedangkan makalah pendek 10 halaman.
D. LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT MAKALAH
A. Menyusun Pola Pikir
Hal yang dapat dilakukan adalah:
Mengenali persoalan dan membuat rumusan masalah
Menentukan kepada siapa makalah disajikan24
B. Pengumpulan Bahan dan Pengolahan Data
Untuk dapat menyusun makalah dengan baik, maka kita harus
mengumpulkan bahan-bahan referensi untuk mendukung argumentasi yang kita
susun dalam makalah. Bahan ini dapat diperoleh melalui buku, majalah, surat kabar,
buletin, hasil penelitian dan sebagainya. Bahan yang dipilih hendaknya mendukung
judul yang kita bahas. Setelah bahan terkumpul, maka bahan atau materi tersebut
kita oleh dengan saya penalaran kita.
C.. Penulisan Makalah
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Gunakan kalimat yang efektif, sehingga mudah dicerna oleh
pembaca
3. Uraian materi hendaknya berkoherensi
23 Dalman, h. 152.
24 Dalman, h. 154
10
4. Pembahasan singkat, jelas, tegas dan jangan sampai bertele-
tele
5. Hindarkan kata-kata yang bombatis yang hanya akan
mengaburkan isi makalah.
D. Koreksi Makalah
Hendaknya sebelum makalah ditampilkan, diadakan koreksi ulang terhadap
makalah yang disusun guna penyempurnaan makalah. Tujuan dari koreksi ulang
adalah mendapatkan hasil yang objektif. Dalam hal ini penulis perlu membaca ulang
secara keseluruhan isi makalah sehingga dapat ditemukan kesalahan berupa isi,
penulisan kalimat, hubungan antarparagraf, dan lain-lain.
Koreksi makalah ini sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa ketika
pembuatan makalah. Mengapa demikian? Alasannya adanya pengerjaan makalah
yang terburu-buru, ingin cepat selesai dan waktu yang terbatas. Sehingga mahasiswa
tidak melakukan pemeriksaan atau koreksi terhadap makalah yang sudah dibuatnya
sendiri atau berkelompok. Alhasil ketika persentase makalah, makalah masih
berantakan dan tidak enak untuk dibaca.
Hal ini tentu harus menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh mahasiswa.
Agar meninjau kembali makalah yang telah di buat. Karena pastinya ada kesalahan
dalam penulisan atau di bagian isi ada yang ingin ditambahkan. Hal ini tentunya
untuk bisa membuat makalah lebih baik lagi.
11
BAB III
MENGUNGKAP TEKNIS PENYUSUNAN MAKALAH
A. PENYUSUNAN MAKALAH
Penyusunan makalah secara sistematis harus memperhatikan pembagian
makalah sebagai berikut:
a. Pendahuluan (15%)
b. Permasalahan (5%)
c. Pembahasan (65%)
d. Kesimpulan dan Saran (10%)
e. Penutup (5%)
B. ATURAN DALAM PEMBUATAN MAKALAH
a. Kertas yang digunakan adalah jenis A4 dan tidak ditulis bolak-balik.
b. Font dan Size Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman
dengan ukuran 12, kecuali judul makalah dengan ukuran 14.
c. Margin Batas kertas yang digunakan dalam makalah adalah:
Right (kanan) : 2.54 cm Left (kiri) : 2.54 cm
Top (atas) : 2.54 cm Bottom (bawah) : 2.54 cm
d. Pengetikan Judul dan Sub Judul
Judul ditempatkan sedemikian rupa, sehingga berada simetris di tengah-
tengah antara margin kiri dan margin kanan. Bila judul lebih dari satu baris
maka diketik sedemikian rupa sehingga menjadi persis berbentuk piramida.
Contoh:
PEMBERIAN TUOR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DI DESA
TANOBATO KECAMATAN PANYABUNGAN SELATAN
KABUPATEN MANDAILING NATAL
e. Jarak Baris Spasi yang digunakan dalam makalah adalah 1.5 cm, kecuali
daftar pustaka dengan spasi 1.15 cm.
f. Alinea Baru, setiap alinea baru dalam satu paragraf, maka menggunakan tab
otomatis yang disediakan pada perangkat lunak komputer/laptop.
g. Permulaan Kalimat Permulaan kalimat ditulis dengan huruf besar. Contoh:
“Peradilan adalah lembaga…”
12
h. Penomoran Penomoran Bab, Sub Bab dan bagian lain yang dianggap perlu
dalam makalah, menggunakan model numbering A, B, kemudian 1, 2 dan
seterusnya. Format ini tersedia dalam menu pada perangkat lunak
komputer/laptop. Makalah Peradilan di Indonesia A. Macam-Macam
Peradilan 1. Peradilan Umum; 2. Peradilan Agama, 3. Peradilan Tata Usaha
Negara, 4. Peradilan Militer. Penggunaan bullets tidak dibenarkan dalam
penulisan makalah dan karya tulis ilmiah lainnya. Penomoran untuk pasal,
sub pasal, topik, sub topik dan uraian-uraian digunakan dengan bentuk
sebagai berikut.
A. Warisan
1. Pengertian Warisan
a. ……………
1)……………
a)…………..
(1) .....................
(a) .....................
2. Wakaf
a. Pengertian wakaf.
1) ……………
a) ……………..
(1) ........................
(a) .........................
i. Nomor Halaman Makalah menggunakan nomor halaman, guna
memudahkan pembaca serta sebagai standar dari karya tulis ilmiah.
Penggunaan nomor halaman diletakkan pada posisi tengah, bagian
bawah halaman. Penomoran halaman dapat menggunakan menu yang
tersedia dalam perangkat lunak.
j. Tabel dan Gambar Setiap tabel/gambar yang disisipkan ke dalam
makalah, diharuskan menggunakan nomor dan keterangan pada bagian
atas atau bawah, serta sumber table/gambar pada bagian bawah tabel
atau gambar.
13
k. Penggunaan Bahasa dalam makalah pada Fakultas Syariah dan Ilmu
Hukum mengikuti ketentuan bahasa sebagai berikut.
a) Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku
seperti yang termuat dalam Ejaan Bahasa Indonesia.
b) Kalimat yang dibuat mesti lengkap, dalam arti ada subyek,
prediket, obyek dan/ atau keterangan.
c) Pada satu paragraf terdiri dari minimal dua kalimat, yakni
kalimat inti dan kalimat penjelas.
d) Istilah yang digunakan adalah istilah Indonesia yang sudah
di-Indonesia-kan
e) Istilah (terminology) asing dapat digunakan jika belum ada
padanannya dalam bahasa Indonesia atau bila sangat
diperlukan sebagai penjelas/konfirmasi istilah. Istilah
tersebut diletakkan dalam kurung dan diketik dengan
tulisan italic atau cetak miring.
Hal-hal yang harus dihindari:
1. Penggunaan kata ganti orang pertama atau orang kedua (saya,
aku, kami, kita, kamu). Misalnya, kata ”saya” pada bagian kata
pengantar diganti dengan kata “penulis atau peneliti”.
2. Pemakaian tanda baca yang tidak tepat.
3. Penggunaan awalan di dan ke yang tidak tepat (harus dibedakan
dengan fungsi di dan ke sebagai kata depan atau sebagai kata
penunjuk arah dan tempat).
Contoh salah: di laksanakan, yang benar: dilaksanakan.
Atau contoh salah: diMedan, yang benar: di Medan
4. Penggunaan kata yang kurang tepat pemakaiannya dalam
penulisan karya ilmiah, yakni seperti kata-kata yang selalu
dipakai dalam percakapan sehari-hari.
5. Kata sambung (dan, maka dan lain-lain) pada awal kalimat.
l. Penulisan Kalimat
Makalah harus menggunakan kalimat efektif. Kalimat
efektif adalah kalimat yang mampu digunakan untuk
menyampaikan informasi secara tepat. Pembaca tidak akan bisa
menjawab, melaksanakan atau menghayati setiap kalimat sebelum
mereka bisa memahami isi kalimat tersebut secara benar. Terdapat
beberapa kesalahan dalam penyusunan kalimat yang patut dihindari,
antara lain:
14
a. Plenastis atau pleonasme, yakni pemakaian kata yang
mubazir (berlebihan), padahal sebenarnya tidak perlu yang
bertujuan memperbanyak halaman25
b. Salah dalam pemilihan kata
c. Pengaruh bahasa asing atau daerah (interfensi)
d. Kata depan yang tidak perlu, terutama pada awal kalimat
e. Berisikan banyak anak kalimat, sehingga terlalu panjang dan
inti kalimat atau ide yang disampaikan menjadi kabur.
m. Penulisan Paragraf
Paragraf terdiri dari beberapa kalimat. Paragraf merupakan
seperangkat kalimat yang tersusun secara logis-sistematis yang
merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung
pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan.26 Dalam sebuah
paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung beberapa buah
kalimat. Dalam paragraf tersebut dimulai dari kalimat pengenal, kalimat
topik, kalimat-kalimat penjelas hingga kalimat penutup. Himpunan
kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian uraian untuk membentuk
sebuah gagasan.
Kegunaan paragraf yang utama adalah untuk menandai
pembukaan topik baru atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya.
Kegunaan lain ialah untuk menambah hal-hal yang penting untuk
memerinci dari yang diutarakan dalam paragraph terdahulu.
Berdasarkan tujuan, paragraf dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
paragraf pembuka, paragraf penghubung dan paragraf penutup. Paragraf
pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai
pada masalah yang diuraikan oleh penulis. Untuk itu, paragrap pembuka
harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup
mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
25Nurhadi, Handbook of Writing Panduan Lengkap Menulis, (Jakarta:PT Bumi Aksara, 2017), h.
235
26Zulmiyetri, Penulisan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2020), h. 21.
15
Paragraf penghubung berfungsi menguraikan masalah yang akan dibahas
oleh seorang penulis. Semua persoalan yang akan dibahas oleh penulis
diuraikan dalam paragraf ini. Oleh sebab itu, secara kuantitatif paragraf
ini merupakan paragraf yang paling panjang dalam keseluruhann
karangan/tulisan. Uraian dalam paragraf penghubung ini, antar kalimat
maupun antar paragraf harus saling berhubungan secara logis. Paragraf
penutup bertujuan untuk mengakhiri sebuah karangan/tulisan. Paragraf
ini bisa berisi tentang kesimpulan masalah yang telah dibahas dalam
paragraf penghubung atau bisa juga berupa penegasan kembali hal-hal
yang dianggap penting dalam uraian-uraian sebelumnya.
Kesalahan yang sering dijumpai dalam penulisan paragraf adalah:
a. Paragraf tidak utuh
b. Paragraf tidak padu
c. Paragraf tidak dikembangkan
d. Pargaraf tidak ditulis dengan benar27
27Nurhadi, h. 238.
16
BAB IV
SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH
Dilihat dari segi fisiknya, makalah lazim dibuat sebanyak 10-15 halaman.
Ditulis dalam tiga bab. Adapun sistematika penulisan makalah adalah:
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. RUMUSAN MASALAH
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
A. COVER MAKALAH
Untuk cover makalah berisikan keterangan yang meliputi:
1. Nama Mata Kuliah
2. Logo IAIN Padangsidimpuan
3. Judul Makalah
4. Nama Mahasiswa dan NIM
5. Nama Dosen Pengampu Mata Kuliah
6. Nama Prodi/Jurusan
17
7. Nama Fakultas
8. Nama Perguruan Tinggi
9. Kota
10. Tahun
Contoh Cover Makalah
MAKALAH PERADILAN DI INDONESIA
PERADILAN AGAMA DI INDONESIA
DISUSUN OLEH :
NUR HIKMAH TARINA RITONGA
NIM. 1910200041
DOSEN PENGAMPU:
USWATUN HASANAH, M.AG
JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSIYAH
FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM
INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PADANGSIDIMPUAN
2021
18
B. KATA PENGANTAR
Kata pengantar adalah bagian pada makalah yang berisikan ucapan syukur, rasa
terima kasih penulis dan diakhiri dengan tanda tangan penulis makalah.28 Kata pengantar
diletakkan di bagian awal makalah.
Peletakan ini bertujuan agar pembaca mengetahui bahwa dalam menyelesaikan
makalah adanya pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah.
Adapun struktur kata pengantar menjadi tiga bagian yakni pembuka, isi dan penutup.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan kata pengantar, yakni:
a) Jangan menulis terlalu panjang dalam kata pengantar;
b) Jangan memasukkan ucapan terimakasih kepada orang yang tidak
dikenal
c) Jangan menggunakan bahasa yang non formal.
Berikut contoh kata pengantar:
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan
penulis kesehatan dan kesempatan sehingga penulis masih bisa menyelesaikan tugas
menyusun makalah saya yang berjudul " Peradilan Agama guna memenuhi syarat
dalam prosedur proses pembelajaran. Serta salawat dan salam marilah kita panjatkan
semoga kita bisa berjumpadengan beliau di akhirat kelak nanti aminn.
Adapun penulis menyusun makalah ini dengan menggunakan metode
membaca dari beberapa buku dan beberapa jurnal sehingga saya menuliskan
beberapa garis besar sebagai acuan pendukung dalam penyusunan makalah penulis
ini. Sebagaimana diketahui bahwa Peradilan Agama di Indonesia adalah peradilan
yang diperuntukan bagi orang yang beragama Islam. Diketahui bahwa hukum yang
dipakai adalah hukum Islam.
28 S. Nasution dan M. Thomas, Buku Penuntun Membuat Tesis, Skripsi, Disertasi dan Makalah,
(Jakarta:PT.Bumi Aksara, 2014), h. 16.
19
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah masih terdapat
banyak kesalahan dan kejanggalan untuk kritik dan saran dosen pembimbing dan
teman teman sekalian sangat penulis harapkan guna membuat makalah ini sampai
pada titik kesempurnaan dalam penyusunannya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk menambah wawasan,
ilmu pengetahuan, dan menjadi acuan untuk menulis makalah lainnya.
Padangsidimpuan, 30 April 2021
Penulis
C. DAFTAR ISI
Daftar isi makalah berisi susunan isi makalah dan gambaran tentang garis besar isi
makalah.29Judul dan nomor halaman setiap uraian yang ada dalam makalah ditulis dan
disusun dengan rapi. Berikut ini contoh daftar isi:
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................... 2
A. Pengertian Peradilan Agama ......................................................................... 2
B. Sejarah Peradilan Agama .............................................................................. 8
C. Struktur Kelembagaan .................................................................................. 9
D. Wewenang dan Kompetensi ....................................................................... 11
BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 15
29Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah dan
Laporan Penelitian, h. 22.
20
D. BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab I Pendahuluan terdiri dari 2 bagian, yakni:
1. Latar Belakang Masalah yakni berisi hal-hal yang melatarbelakangi
pembuatan makalah sesuai dengan topik yang akan dibahas dan yang
melandasi pentingnya ditulis makalah. Biasanya menunjukkan adanya
masalah yang akan dibahas dalam makalah dan diperkuat dengan data. Dan
adanya argumentatif teoritis maupun argumentatif praktis dan bukan alasan
bersifat pribadi. 30
Biasanya pada latar belakang masalah terdapat pengetahuan yang bersifat
umum atau teori yang relevan dengan masalah atau topik yang dibahas,
pertanyaan retoris yang dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau
topik yang dibahas dan yang terakhir kutipan dari orang yang terkenal.31
2. Rumusan masalah yakni pertanyaan mendasar yang timbul dari latar
belakang masalah. Masalah yang akan dibahas dan dirumuskan dalam
bentuk pertanyaan dalam pembahasan makalah.
Contoh Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pengadilan Agama sebagai salah satu lembaga pelaksana kekuasaan
Kehakiman di Negara Republik Indonesia sebagaimana di tentukan dalam Bab III
Pasal 18 yang berbunyi “Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah
Agung dan Badan Peradilan yang berada dibawahnya dalam Lingkungan Peradilan
Umum, Lingkungan Peradilan Agama, Lingkungan Peradilan Militer, Lingkungan
Peradilan Tata Usaha Negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.
Sebagaimana diketahui bahwa Peradilan Agama sebagai Peradilan khusus
yang diperuntukan bagi orang yang beragama Islam. Namun, bagaimana peradilan
Agama bisa menjadi sebuah Peradilan khusus yang hanya diperuntukan bagi orang
30 Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah dan
Laporan Penelitian, h. 23
31Ibid, h. 22.
21
yang beragama Islam? Hal ini tentu menjadi pembahasan yang menarik untuk
mengkaji lebih dalam tentang Peradilan Agama yang dahulu dan sekarang di
Indonesia.
Dengan latar belakang tersebut, penulis sangat tertarik untuk membahas
tentang Peradilan Agama di Indonesia.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Peradilan Agama di Indonesia?
2. Bagaimana sejarah Peradilan Agama di Indonesia?
E. BAB II PEMBAHASAN
Pada Bab II berisi pembahasan atau teori-teori yang sudah pernah dibahas oleh para
ahli berkaitan dengan tema makalah. Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli,
maka harus mencantumkan identitas buku.
Contoh Pembahasan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Peradilan Agama di Indonesia
Peradilan Agama adalah salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan
kehakiman untuk menyelenggarakan penegakan hukum dan keadilan bagi rakyat
pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di
bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan
ekonomi syari'ah. Peradilan Islam di Indonesia adalah peradilan yang
diperuntukan untuk orang-orang yang beragama Islam di Indonesia.
B. Sejarah Peradilan Agama
22
1. Masa Penjajahan Belanda
Pada masa ini Peradilan Agama dipersempit dan diawasi ruang
geraknya. Karena Peradilan Agama dianggap sebagai salah satu unsur
potensial bagi pengembangan hukum Islam di dunia. Hal tersebut terbukti
adanya campur tangan pemerintah Belanda dalam soal Peradilan Agama
yakni pada Staatsblas 1820 no. 22 dalam pasal 13 bahwa termasuk kewajiban
seorang Bupati untuk memperhatikan soal-soal agama Islam. Namun adanya
perlawanan dari umat Islam, sehingga untuk menghidari terjadinya
perlawanan. Akhirnya Belanda mengizinkan agar Peradilan Agama berdiri
secara mandiri pada 19 Agustus 1882.
2. Masa Jepang
Pada masa ini tidak banyak perubahan, Jepang hanya merubah
symbol-symbol pemerintahan Belanda di Indonesia. Untuk merangkai
kedekatan hubungan Antara pemerintah Jepang dan rakyat Indonesia. Maka,
dikeluarkanlah UU NO. 14 Tahuin 1942.
3. Masa Kemerdekaan
Adanya ketentuan Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 yang
menyatakann bahwa semua lembaga dan peraturan yang ada (pada saat
Indonesia belum merdeka) masih terus berlaku selama belum dibuat
lembaga dan peraturan yang baru menurut UU.
Adanya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 63 bahwa
PA adalah Pengadilan bagi orang Islam.
23
F. BAB III PENUTUP
Pada BAB III penutup terdiri atas kesimpulan saran.32
Contoh Penutup
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1) Pengadilan Agama sebagai salah satu lembaga pelaksana kekuasaan
Kehakiman di Negara Republik Indonesia.
2) Peradilan Islam di Indonesia adalah peradilan yang diperuntukan untuk orang-
orang yang beragama Islam di Indonesia.
3) Sejarah Peradilan Agama terbagi menjadi 2 yakni masa Hindia Belanda, masa
Pemerintahan Jepang dan Masa Kemerdekaan Republik Indonesia.
B. Saran
Saran penulis adalah diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan dan
menambaha khazanah ilmu pengetahuan tentang Pengadilan Agama di Indonesia.
G. DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka makalah berisi sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah.
Daftar pustka dapat berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-
lain.
Fungsinya adalah untuk menunjukkan kepada pembaca sumber-sumber data dan
teori dalam makalah sehingga membangun kepercayaan pembaca terhadap keilmiahan
makalah. Sistematika penulisan secara lengkap penulis bahas dalam Bab Referensi.
32 Khairul Azan, Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah Panduan Praktis untuk Dosen, Guru dan Mahasiswa,
(Riau: DOTPLUS Publisher, 2021), h. 36.
24
Contoh Daftar Pustaka:
DAFTAR PUSTAKA
Sofyan, Andi, Hukum Acara Pidana Suatu Penganta, Jakarta: Kencana
Prenadamedia Group, 2014.
Sugono, Bambang, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada,
2007.
Siahaan, Lintang Oloan, Jalannya Peradilan Prancis Lebih Cepat dari Peradilan
Kita, Jakarta: Ghalia Indonesia. 1981.
Sudarto, Hukum Pidana, Semarang: Yayasan Sudarto Fakultas Hukum Undip,
2007.
25
BAB V
PENCARIAN REFERENSI
Istilah referensi berasal dari bahasa Inggris to refer yang artinya menunjuk,
sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya sumber, acuan, rujukan atau
petunjuk. Model referensi yang digunakan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum – IAIN
Padangsidimpuan dalam penyusunan makalah adalah model referensi Footnote (catatan
kaki). Catatan kaki memiliki beberapa kelebihan, seperti: mampu menunjukkan sumber
referensi yang lebih lengkap dan dapat menjadi Panduan Penulisan Makalah Fakultas
Syariah dan Ilmu Hukum – IAIN Padangsidimpuan memberikan catatan penjelasan
tambahan untuk bagian yang diperlukan.
Penulisan catatan kaki tersedia dalam aplikasi perangkat lunak computer/laptop.
Bagi mata kuliah tertentu seperti Hadis dan mata kuliah lain yang memang diperlukan
perujukan sumber asli, maka mahasiswa diwajibkan merujuk kepada buku asli baik versi
cetak maupun e-book. Hal ini agar karya yang dihasilkan lebih otentik dan benar-benar
dapat dipertanggungjawabkan.
A. Tujuan Referensi
Tujuan adanya referensi adalah untuk menghindari plagiarism. Namun sedikitnya
ada empat hal penting tujuan mencantumkan referensi:
a. Memberikan apresiasi (kredit) kepada penulis yang karyanya disitasi;
b. Meyakinkan pembaca mengenai keakuratan data atau informasi yang
diperoleh sekaligus untuk mendapatkan kepercayaan pembaca;
c. Menunjukkan kepada pembaca tentang tradisi penelitian yang mendukung
atau mempengaruhi karya;
d. Membantu pembaca untuk mengikuti atau mengembangkan penelitian
tersebut. Sitasi dan referensi tentu akan membantu mengarahkan pembaca
untuk menemukan artikel atau tulisan yang dirujuk dengan mudah dan
cepat untuk keperluan penelitian mereka sendiri.
26
B. Kapan Harus Mencantumkan Referensi?
Berikut adalah situasi-situasi di mana penulis harus mencantumkan referensi atau
sitasi dalam karya penelitiannya:
a. Saat penulis mengambil kutipan langsung dari sebuah sumber;
b. Ketika memparafrasakan ide atau tulisan dari sebuah sumber tertentu. Perlu
diingat bahwa meskipun penulis tidak mengutip ide atau tulisan sama persis
dengan sumbernya dan sudah ditulis dengan gaya bahasanya sendiri, sitasi
atau referensi harus tetap dicantumkan;
c. Ketika menggunakan ide/gagasan, data, atau metode yang didapat dari
sumber-sumber tertentu pada saat melakukan penelitian.
C. Teknik Pengutipan
Kutipan dapat dikelompokkan kepada dua macam, yaitu kutipan langsung dan
kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang diambil secara tekstual
dari suatu sumber berupa buku referensi atau dokumen. Kutipan tidak langsung adalah
kutipan yang diambil secara makna dan isinya saja, sedangkan teksnya dibuat sendiri
oleh penulis.
Penulisan kutipan langsung antara lain adalah:
1. Kutipan yang panjangnya kurang dari 4 (empat) baris penuh dapat ditulis dalam
teks biasa dengan ukuran spasi 2 dan diapit oleh dua tanda petik (“...”).
Contoh:
Menurut Anderson “pembaharuan dalam bidang hukum keluarga Islam bukan
merupakan upaya untuk mengadopsi hukum-hukum Barat dan Eropa, tetapi lebih
pada upaya pengembangan hukum dengan tidak beranjak dari corak dasarnya, yaitu
Islam.” 1
2. Kutipan yang panjangnya lebih dari 4 (empat) baris, maka teknik penulisannya
dilakukan secara tersendiri (terpisah dari teks) dan tidak diapit oleh dua tanda petik.
Kutipan itu ditulis dengan ukuran satu spasi yang dimulai dari ketukan ke 7 dari
garis margin.
Contoh:
Hukum adalah suatu peraturan yang sifatnya memaksa. Setiap individu di
dalam suatu masyarakat harus mematahui hukum yang berlaku dan akan
dikenakan sanksi bila melakukan pelanggaran. Pengendara yang tidak
memiliki SIM akan dikenakan sanksi dari pihak berwajib. Di dalam hukum
ada sanksi yang akan dikenakan kepada pelanggarnya. Sanksi tersebut bisa
27
dalam bentuk hukuman penjara, sanksi sosial, bahkan hukuman mati.
Misalnya, pelaku korupsi yang diberikan hukuman penjara sesuai vonis
pengadilan.1
3. Jika ada bagian dari teks yang dibuang atau tidak dikutip satu kata sampai satu
kalimat dalam kuotasi, maka bagian itu diganti dengan titik tiga (…), namun jika
bagian yang dibuang itu sampai satu paragraf atau lebih, maka harus diganti dengan
titik lima (.....).
4. Jika dalam kuotasi ada kata-kata penulis, maka kata-kata itu ditempatkan dalam
kurung kurawal, yaitu [kata-kata].
5. Kutipan yang berbahasa Arab, baik untuk kuotasi yang di bawah empat baris atau
di atas empat baris ditulis seperti penulisan kuotasi empat baris ke atas. Selain itu,
penulisannya harus disertai terjemahannya. Untuk penulisan terjemahannya berlaku
teknik penulisan kuotasi yang lebih dari empat baris.
6. Kutipan ayat al-Quran berlaku seperti teks bahasa Arab lainnya.
- َولّهِّٰل الْ َم ْشّرُق َوالْ َمغّْر ُب فَاَيْنََما تَُوُلّْوا فَثََّم َو ْجهُ الهِّٰل ۗ اّ َّن الهِٰلَ َوا ّس ٌع َعلّْيٌم
1١١١
Contoh:
____________
1 Kementerian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya (Bandung: Citapustaka
Media, 2018), hlm. 30.
Sementara teknik penulisan kutipan tidak langsung adalah ditulis sama dengan
teks biasa, dan pada setiap akhir kutipan tidak langsung diberi nomor untuk membuat
catatan kaki (foot note).
Contoh:
Menurut Mochtar Kusumaatmadja, hukum adalah semua kaidah yang mengatur
pergaulan hidup dalam masyarakat yang bertujuan untuk memelihara ketertiban yang
dilaksanakan melalui berbagai lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya
kaidah sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat.1
28
D. Teknik Penulisan Foot Note
Cara penulisan footnote pada penulisan makalah dan karya ilmiah lainnya pada
Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum adalah sebagai berikut: 33
a. Satu Pengarang
Formatnya adalah: nama pengarang (diikuti dengan koma), judul buku (dicetak
miring dan tidak diikuti tanda koma), kurung pembuka, nama kota (diikuti dengan titik
dua), nama penerbit (diikuti dengan koma), tahun terbit, kurung penutup, tanda koma,
hlm, nomor halaman diikuti dengan titik. (jika ada anak judul, maka diantarai dengan
tanda koma : )
Besar hurufnya adalah 10 (font 10)
Contoh:
______________
1 Bushar Muhammad, Asas-Asas Hukum Adat: Suatu Pengantar (Jakarta:
Pradnya Paramita, 2015), hlm.12.
b. 2 (dua) Pengarang
Jika buku sumber dikutipan dikarang oleh dua orang maka cara penulisan foot
note sama dengan buku yang ditulis satu orang, hanya saja nama-nama pengarang harus
disebutkan sesuai dengan urutan yang tercantum pada buku.
Contoh:
______________
1 Mahsun Fuad dan Aminul, Hukum Islam Indonesia (Yogyakarta: LKiS,
2014), hlm.19.
c. Lebih dari 2 (dua) Pengarang
Jika buku sumber pada kutipan dikarang oleh tiga orang atau lebih, maka teknik
penulisannya cukup menuliskan satu nama saja dan diikuti dengan istilah dkk untuk
buku berbahasa Indonesia dan et. al., untuk buku berbahasa Inggris.
Contoh:
_______________
33 Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Pedoman Penulisan Skripsi (Padangsidimpuan: IAIN, 2020), H.
10.
29
1 Ali Abdullah M, dkk, Teori dan Praktik Hukum Acara Peradilan Tata
Usaha Negara Pasca Amandemen (Jakarta: Prenada, 2017), hlm. 50.
d. Kutipan dari Jurnal
Formatnya adalah: nama pengarang (diikuti dengan koma), judul tulisan
(dicetak tegak) diapit tanda kutip pembuka dan penutup “-----------“ dalam..nama
jurnal (cetak miring), diikuti koma, volume (diikuti titik), nomor (diikuti koma),tahun,
hlm., titik.
____________
1 Danu Aris Setiyanto, “Pemikiran Hukum Islam Imam Malik Bin Anas:
Pendekatan Sejarah Sosial” dalam Jurnal Al-Ahkam, Vol. 1 No. 1 Tahun 2016, hlm.
108.
c. Kutipan dari Skripsi, Tesis atau Disertasi
Formatnya: nama pengarang (diikuti koma), judul skripsi, tesis atau disertasi
(cetak normal dan diberi tanda kutip “ ......”), jenis karya ilmiah (skripsi, tesis atau
disertasi dicetak miring), buka kurung nama kota, titik dua, lembaga perguruan tinggi,
koma, tahun, tutup kurung, koma, kata hlm. dan titik.
Contoh:
________
1 Ahmad Yasir, “Pelaksanaan Pembagian Waris di Desa Bargot Topong
Kota Padangsidimpuan”, Skripsi (Padangsidimpuan: IAIN Padangsidimpuan,
2018), hlm. 45.
e. Kutipan dari Buku Terjemahan.
Cara penulisannya ialah: nama pengarang asli ditulis paling depan, diikuti judul
terjemahan ditulis dengan cetak miring, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama
tempat terbitan dan nama penerbit terjemahan.
Contoh:
____________
1 Ahmad Fajri, Hukum Pidana Islam, Terjemahan Rofiq (Jakarta: Prenada,
2018), hlm. 45.
30
f. Kutipan dari Buku Editor
Formatnya adalah: nama pengarang (diikuti dengan koma), judul tulisan (tidak
dicetak miring, diapit tanda kutip pembuka dan penutup “.......“, (diikuti dengan koma)
nama editor (diikuti dengan kata ed., dan koma, judul buku (dicetak miring, nama kota
(diikuti dengan titik dua), nama penerbit (koma), tahun, tanda buka dan kurung penutup,
koma, kata hlm diikuti dengan titik dan nomor halaman dari dan sampai diikuti dengan
titik.
Contoh:
____________
1 M. Amin Abdullah. “Studi Agama di IAIN”, Komaruddin Hidayat (ed.),
Antologi Studi Islam (Jakarta: Paramadina, 2015), hlm. 10-21.
g. Kutipan dari Koran
Formatnya adalah: nama pengarang (koma), kalau tidak ada pengarang maka
ditulis redaksi. judul tulisan (tidak dicetak miring dan diapit tanda kutip pembuka dan
penutup “.........”, (diikuti dengan koma) nama surat kabar (dicetak miring) dan koma,
nomor penerbitan, tahun penerbitan, tempat penerbitan, tanggal penerbitan, nomor
halaman, nomor kolom dan diakhiri dengan titik.
Contoh:
____________
1 M. Andi, “Menelusuri Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Perguruan
Tinggi”, Harian Kompas, No. 299, Tahun ke-8, Jakarta, tanggal 12 Mei 2014, hlm. 12,
kolom 2-3.
i. Kutipan Berulang.
Kutipan berulang ialah kutipan yang sumber rujukannya telah dirujuk
sebelumnya, sehingga terjadi pengulangan sumber rujukan. Penulisan rujukan berulang
ditulis nama pengarang, judul buku, halaman.
Jika judul buku lebih dari tiga kata, maka diambil dua kata dan dilanjutkan titik
tiga (…).
Contoh:
______________
31
1 Izzuddin ibn Abd al-Aziz Ibn Abd al-Salam, Qawa’id al-Ahkam fi Ishlah al-
Anam, (Damaskus: Dar Qalam, 1999), hlm. 7.
2 Izzuddin ibn Abd al-Aziz Ibn Abd al-Salam, Qawa’id al-Ahkam..., hlm. 87
E. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1. Semua nama pengarang disusun dengan urutan abjad.
2. Nama pengarang dibalik.
Contoh:
Djamil, Fathurrahman, Filsafat Hukum Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.
3. Jika nama pengarang terdiri dari dua kata atau lebih yang salah satunya merupakan
nama untuk kelompok keluarga (marga), maka susunan urutan dimulai dari nama
kelompok keluarga.
Contoh:
Harahap, H.M.D., Adat Istiadat Tapanuli Selatan, Jakarta: Grafindo Utama, 1987
4. Jika nama pengarang menggunakan tambahan alif-lam (nama Arab), maka susunan
ditentukan berdasarkan huruf awal asli, bukan tambahan alif-lam tersebut.
5. Baris pertama penulisan teks dimulai pada awal margin, sedangkan baris kedua dan
selanjutnya dimulai pada ketukan ketujuh dari garis margin
6. Jika susunan nama pengarang memiliki huruf awal yang sama, maka urutan
ditentukan dengan huruf kedua dan demikian selanjutnya.
7. Jika terdapat dua buku yang ditulis oleh seorang penulis, maka urutan ditentukan
berdasarkan tahun terbit. Kemudian nama penulis pada buku yang kedua dan
seterusnya tidak ditulis, tetapi diganti dengan garis penghubung sebanyak empat
belas kali ketuk dari garis margin.34
Contoh:
Beckmann, Franz Benda & Keebet von Benda-Beckmannn, “Changing One is
Changing All: Dynamics in the Adat-Islam-State Triangle” dalam The
Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law Vol. 38, 2006.
34Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Pedoman Penulisan …, h. 14-15.
32
--------------, “Legal Pluralism, Social Theory, and The State”, dalam The Journal of
Legal Pluralism and Unofficial Law, Vol. 50, No. 3, 2018. (garis
penghubung 14 ketukan)
Adapun format penulisan DAFTAR PUSTAKA adalah sebagai berikut.
1. Buku satu pengarang
Formatnya adalah: nama, koma, judul buku, koma, nama kota, titik dua, nama
penerbit, koma, tahun, titik.
Contoh:
al-Zuhaili,Wahbah, Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu, Damaskus: Dar Al-Fikr, 1997.
2. Buku dua pengarang
Formatnya ialah: nama pengarang dipisahkan dengan tanda “&”, koma, judul buku,
koma, nama kota, titik dua, nama penerbit, koma, tahun, titik. Contoh:
Fuad, Mahsun & Aminul, Hukum Islam Indonesia, Yogyakarta: LKiS, 2014
3. Buku tiga pengarang dan lebih.
Formatnya ialah: nama pengarang dikuti dengan kata dkk. Titik dan koma, judul
buku, koma, nama kota, titik dua, nama penerbit, koma, tahun, titik.
Contoh:
Muhammad,Ali Abdullah, dkk, Teori dan Praktik Hukum Acara Peradilan Tata
Usaha Negara Pasca Amandemen, Jakarta: Prenada, 2017.
4. Buku editor.
Formatnya: nama penulis, koma, judul tulisan (diapit tanda kutip pembuka dan
penutup), nama editor, kata (ed.), koma, judul buku (miring), koma, nama kota, titik
dua, nama penerbit, koma, tahun, titik.
Contoh:
Kourani,Janet A. dkk. (ed.), Feminist Philosophies, New Jersey: Prentise Hall Inc.,
1992.
5. Jurnal
Formatnya adalah; nama pengarang (koma), judul artikel (diapit tanda kutip), nama
jurnal (ditulis miring), Volume, nomor, tahun
Contoh :
Harahap, Ikhwanuddin, “Elemen-elemen hukum Islam dalam Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah
33
tangga”, Al-Maqasid:Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, Volume 6
Nomor 2, 2020
6. Koran
Formatnya adalah; nama pengarang (koma), kalau tidak ada pengarang maka ditulis
redaksi, judul tulisan (tidak dicetak miring) diapit tanda kutip pembuka dan penutup
“........”, (diikuti dengan koma) nama surat kabar (dicetak miring) dan koma, nomor
penerbitan, tahun penerbitan, tempat penerbitan, tanggal penerbitan, nomor
halaman, dan kolom dan diakhiri dengan titik.
Contoh
Redaksi, “Presiden Tinjau Proyek Hambalang,” Harian Kompas”, No. 299, Tahun
ke-8, Jakarta, tanggal 12 Mei 2016 kolom…..
7. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang diterbitkan oleh Suatu Penerbit
Tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga
Formatnya: Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan huruf miring,
kota penerbit, dan nama penerbit. Diikuti tahun terbit.
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,
Jakarta: Diperbanyak oleh PT. Armas Duta Jaya, 2003.
8. Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut
Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, judul karangan,
nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas
penerbitan karangan tersebut, tahun terbit.
Contoh:
Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Pedoman Penulisan Skripsi, Padangsidimpuan:
IAIN Padangsidimpuan, 2019.
9. Rujukan Berupa Karya Terjemahan
Nama Pengarang Asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul
terjemahan ditulis dengan huruf miring, nama penerjemah, nama tempat penerbitan
dan nama penerbit terjemahan, tahun terbit.
Contoh:
Fajri, Ahmad, Hukum Pidana Islam, Terjemahan Rofiq, Jakarta: Prenada, 2018
10.Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau
Lokakarya
34
Nama penyusun ditulis paling depan. Judul makalah ditulis dalam tanda kutip,
kemudian diikuti pernyataan Makalah disajikan dalam...., nama pertemuan ditulis
dengan huruf miring, lembaga penyelenggara dan tempat penyelenggaraan, tahun
penyajian.
Contoh:
Kurniawan, Puji “Pluralisme Pemikiran Politik Bangsa”, Makalah disajikan dalam
Seminar Nasional Hukum, IAIN Padangsidimpuan, 25 Agustus 2018.
F. APLIKASI MENDELAY DAN ZOOTERO
A. APLIKASI MENDELAY
Mendeley merupakan aplikasi yang mengatur penyususnan sitasi dan referensi yang
awal pendiriannya pada tahun 2008 berbasis open source. Mendeley sangat cocok
digunakan di Indonesia, baik untuk keperluan skripsi, tesis, buku maupun artikel jurnal.
Dengan mengunakan aplikasi Mendeley dapat memudahkan penggunanya untuk
menambahkan, mengatur dan membantu mengelola literatur penelitian yang sedang
dilakukan serta membantu merancang penelitian selanjutnya.
Fungsi utama mendeley adalah sebagai perpustakaan pribadi yang ditujang oleh
fungsi pengolah daftar pustaka dalam penyusunan karya ilmiah. Mendeley juga semakin
populer karena dapat didownload dan install gratis tanpa berlangganan. Mendeley juga
mengembangkan jejaring sosial akademik sebagai alternatif sosial media yang bermanfaat
untuk berbagai referensi secara online.
Fitur-fitur yang terdapat dalam Aplikasi Mendeley Aplikasi Mendeley juga
memiliki fitur-fitur yang membantu mahasiswa dalam pembuatan daftar pustaka. Ada tujuh
fitur utama yang terdapat dalam aplikasi mendeley, antara lain sebagai berikut:
1) Instalasi sederhana, setelah menyelesaikan proses download, Mendeley desktop
boleh langsung diinstall. Langkah berikutnya, Mendeley MS Word pligin juga boleh
langsung diinstall cukup dengan beberapa klik.
2) Model sitasi dan referensi beragam, Mendeley menyedikan pilihan cepat mencari
dan memilih model sitasi dan referensi. Pilihan ini tersedia di database Mendeley
yang dikelola oleh jurnal, penerbit, institusi, dan komunitas yang terus diupdate.
Bahkan setiap user Mendeley juga dapat membuat sitasi dan referensi baru dengan
fitur editor CSL.
35
3) Referensi di Mendeley terintegrasi dengan Microsoft Word, Mendeley desktop
memudahkan penggunanya mensitasi referensi langsung di microsoft work dan
aplikasi work prosiding serupa. Format sitasi dan daftar pustaka secara otomatis
tersusun sesuai dengan gaya atau model sitasi yang dipilih.
4) Referensi full text, Mendeley juga membantu penggunanya berbagi referensi full
text dengan kolega atau asosiasi melalui grup tertutup. Setiap member dapat
menambahkan atau menghapus referensi yang ada dalam grup. Referensi yang ada
dalam grup tertutup juga dapat dihiglight dan diberi catatan dan dapat ditanggapi
dengan kolega sesama anggota grup.
5) Sinkronisasi Mendeley web dan mobile dengan Mendeley desktop, referensi yang
ditambahkan baik melalui Mendeley web dan mobile (smartphone) maupun
Mendeley desktop dapat disinkronkan. Fotur ini memungkinkan pengguna
Mendeley menggunakan lebih dari satu device dengan akun Mendeley yang sama.
Dengan demikian, pengguna Mendeley dapat menambahkan referensi kapan saja
dan di mana saja.
6) Sinkronisasi Mendeley dengan scopus, publikasi user Mendeley di scopus dapat
terintegrasi dengan fitur Mendeley Stars. Fitur ini menampilkan jumlah publikasi
pengguna Mendeley yang diindex oleh scopus. Jumlah pembaca, H-indek dengan
jumlah sitasi juga ditampilkan secara otomatis oleh fitur ini.
7) Academic search engine, Mendeley juga dapat berfungsi sebagai alternatif
pencarian referensi akademik, referensi berupa berbagai jenis file PDF baik artikel
jurnal dan prosiding, tesis, maupun buku dapat disimpan ke Mendeley desktop.
Jurnal atau penerbit yang menyediakan „open acces, dapat diakses di Mendeley web
atau mobile dan full textnya disimpan langsung ke Mendeley desktop.
Mendeley menghubungkan peneliti dengan kolega yang produktif menulis dan
paper yang populer. Hal ini, dapat membantu para peneliti memulai percakapan dan
kolaborasi dengan orang lain yang tertarik dalam penelitian yang sama. Mendeley
merupakan perangkat gratis yang menghemat waktu untuk peneliti, menciptakan nilai
terlepas dari beberapa banyak potensi jejaring sosial dari alat ini dapat diexplore.
Cara menggunakan aplikasi mendeley mengunduh dan menginstall mendeley
software mendeley tersedia untuk sistem operasi Windows, Macintosh dan Linux. Software
ini bisa diunduh secara gratis melalui website :www.mendeley.com Halaman pertama
36
website Mendeley menunjukkan resume fungsi Mendeley dan formulir isian untuk
mendapatkan akun Mendeley. Pertama-tama masukkan nama depan dan nama akhir dengan
alamat emailnya. Sebaiknya tidak menggunakan nama palsu supaya mudah ditemukan jika
ada kolega dengan topik penelitian serupa yang ingin berkolaborasi. Jika memiliki akun
Facebook dan alamat email yang dimasukkan sama dengan alamat email yang terdaftar di
Facebook, maka proses login atau sign in bisa dilakukan via Facebook. Lengkapi
karakteristik pengguna seperti password, bidang studi dan status akademis. Download file
instalasi Mendeley dan lakukan proses instalasi seperti instalasi program Windows lainnya.
Instalasi file Mendeley akan membutuhkan ruang/space harddisk sebanyak 63.2MB.
Terkait dengan sitiran atau kutipan menyebutkan beberapa gaya sitiran yang
dikeluarkan oleh organisasi-organisasi yang mengeluarkan gaya model sitiran berdasarkan
bidang kajiannya seperti APA (American Psychological Association) Style, MLA (Modern
Language Assosiation) Style, CHICAGO and TURABIAN Style, AMA (American Medical
Association) Style, IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Citation Style
dan masih banyak lagi. Untuk mengatur dan merubah Citation Style, berikut langkah-
langkah yang harus dilakukan:
a. Buka file dokumen tulisan kita pada software Microsoft Word
b. Letakkan kursor pada salah satu pengacuan
37
c. Klik tombol kecil yang ada dalam tab reference pada bagian
mendeley cite-O-matic
d. Pilih salah satu gaya sitasi yang kita inginkan. Sebagai contoh kita akan
menggunakan gaya sitasi IEEE, maka hasilnya akan berubah menjadi seperti
berikut ini. Seluruh hasil acuan sitasi lainnya akan ikut berubah.
e. Gaya sitasi AMA, maka hasilnya akan berubah menjadi seperti berikut ini.
Seluruh hasil acuan sitasi lainnya akan ikut berubah.
f. Gaya sitasi MLA, maka hasilnya akan berubah menjadi seperti berikut ini.
Seluruh hasil acuan sitasi lainnya akan ikut berubah.
38
g. Gaya sitasi CHICAGO and TURABIAN, maka hasilnya akan berubah
menjadi seperti berikut ini. Seluruh hasil acuan sitasi lainnya akan ikut
berubah.
39
B. ZOTERO
Zotero adalah aplikasi gratis untuk pengelolaan referensi yang diproduksi oleh
George Mason University. Zotero bisa terintegrasi dengan web browser, aplikasi office
untuk melakukan sitasi, footnote atau membuat bibliografi.
Zotero memiliki kemampuan untuk mendeteksi konten‐konten yang tersedia di
dalam laman sebuah web, dan menyimpannya ke dalam komputer sebagai perpustakaan
(digital) pribadi hanya dengan satu kali klik.
Zotero mengumpulkan seluruh karya hasil penelitian yang dimiliki dalam sebuah
interface yang mudah digunakan. Pengguna dapat menambahkan file PDF, gambar, audio,
video, dan snapshot dari halaman web ke dalam Zotero. Zotero secara otomatis akan
mengindeks konten teks lengkap dari koleksi yang dimiliki atau ditambahkan ke dalam
aplikasi. Zotero juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menemukan apa yang dicari
hanya dengan beberapa penekanan tombol.
Secara sederhana ada beberapa kegunaan utama dari Zotero, seperti di bawah ini:
1) Mengambil dan mengelola berbagai sumber dari berbagai media (jurnal,
web, buku, paper, dokumen, video, blog) dalam satu tempat.
2) Membantu mengelola daftar bibliografi untuk riset yang sedang dijalankan.
3) Membantu membuat sitasi atau rujukan dengan berbagai pilihan gaya
penulisan seperti APA, MLA, AMA dll.
4) Membantu membuat daftar bibiliografi
Zotero memiliki dua versi aplikasi yang bisa digunakan. Yang pertama adalah
versi “add‐on”. Versi ini mensyaratkan adanya peramban Mozila Firefox. Aplikasi Zotero
akan ditambahkan (add‐on) dan menjadi bagian dari Mozila Firefox.Versi yang kedua
adalah versi “standalone”. Pada versi standalone, aplikasi akan diinstal sebagai aplikasi
berdiri sendiri dalam Program Files (MS Windows) dan membutuhkan konektor untuk
menghubungkan dengan peramban yang digunakan (Chrome, Safari, Firefox).
Setelah aplikasi Zotero terpasang dalam komputer kita, saatnya untuk mengenali
interface yang tersedia di dalam aplikasi. Untuk membuka interface Zotero, buka
peramban Firefox dan klik logo Zotero di sudut kanan atas peramban.
Interface Zotero terbagi atas tiga bagian :
a. Left panel : berisi struktur koleksi referensi yang dimiliki. Setiap folder
dapat merujuk pada pengelompokan atau peminatan pada topik tertentu.
40
Di bagian bawah terdapat tag (penanda) untuk memudahkan proses
retrieval.
b. Central panel : berisi daftar referensi yang dimiliki atau terdapat dalam
perangkat komputer yang digunakan. Daftar referensi yang ditampilkan
dalam central panel merujuk pada struktur koleksi yang aktif pada left panel
c. Right panel : berisi detail informasi yang merupakan data bibliografi dari
referensi yang ada. Informasi yang tampil pada panel ini merujuk pada item
referensi yang ditunjuk pada central panel.
Selanjutntya kita juga harus membuat pangkalan data. Pangkalan data pada
dasarnya merupakan sebuah sistem simpanan data yang tersusun dan terorganisasi
dengan baik. Dalam hal ini data yang dimaksud berupa koleksi referensi yang
didapat dan digunakan untuk rujukan pembuatan karya tulis.
Pada dasarnya Zotero berfungsi sebagai sebuah perpustakaan digital
pribadi. Oleh karena itu, diperlukan manajemen koleksi yang baik untuk
memudahkan proses temu kembali referensi yang diperlukan. Zotero memiliki
fasilitas untuk membuat pengelompokan atau kategorisasi artikel ke dalam folder.
Referensi dengan topik bahasan yang sama dapat dikelompokkan dalam satu folder
tersendiri untuk memudahkan penelusuran.
Dengan demikian, dengan adanya Zotero dapat memudahkan kita untuk
menulis referensi baik footnote maupun daftar pustaka melalui teknologi ini.
41
BAB VI
TEKNIK PRESENTASI
A. PENGERTIAN PRESENTASI
Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara
anda dengan seseorang atau beberapa orang. Seseorang membawa informasi tersebut kemudian
menyampaikannya kepada orang lain. Selanjutnya orang menerima informasi dan bereaksi atas
informasi yang diterimanya tersebut. Keberhasilan suatu presentasi ditentukan oleh seberapa
banyak informasi yang dapat diterima oleh orang dan seberapa ketepatan reaksi yang diberikan
oleh orang seperti yang inginkan.
Presentasi merupakan salah satu tugas penting bagi para mahasiswa. Bahkan rata-rata
dalam perkuliahan menggunakan presentasi. Salah satu contohnya adalah dalam beberapa mata
kuliah, mahasiswa diharuskan atau diberikan tugas untuk berpresentasi dalam bentuk kelompok
maupun individu. Karna dalam berpresentasi mahasiswa bisa belajar untuk tampil percaya diri
didepan audiens dan bisa mengambil atau merangkum beberapa materi untuk disampaikan kepada
audiens dengan bahasa yang mudah dipahami atau dimengerti.
Pada umumnya presentasi disampaikan dengan cara membaca makalah, membaca slide
yang sudah dibuat, dan tidak menggunakan bahasa tubuh yang baik (monoton atau kaku). Namun
ada hal negatif ketika persentasi yakni pemakalah kurang memahami isi makalah yang telah di
buat. Hal yang seperti ini bisa menyebabkan kerugian. Karna sebagai pemakalah kita tidak akan
diperhatikan oleh audiens dan akan gagal mentransfer materi kuliah yang telah kita siapkan atau
yang telah kita pahami untuk diberikan kepada audiens. Dan hal yang merugikan lagi adalah kita
akan kehilangan kesempatan untuk menarik perhatian dosen. Karna pada dasarnya dosen lebih
suka kepada mahasiswa yang aktif, terampil, dan kompeten dalam melakukan presentasi.
B. TUJUAN PRESENTASI
Adapun tujuan persentasi adalah :
a. Menyampaikan informasi: penyampaian informasi terkait dengan isi makalah.
Dalam hal ini pemakalah harus benar-benar menguasai isi dari makalah tersebut
agar mampu menyampaikan informasi yang banyak kepada audiens.
41
b. Meyakinkan pendengar: Presentasi yang dilakukan berisikan informasi-informasi,
data-data dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga informasi yang
disampaikan dapat membuat seseorang atau kelompok orang merasa yakin. Semula
yang asalnya memiliki unsur ketidakjelasan dan ketidakpastian sehingga ketika
diadakan presentasi oleh pembicara, seseorang / kelompok orang tersebut menjadi
yakin atas informasi yang diberikan.
c. Membuat suatu ide atau gagasan: Presentasi yang dilakukan hanya bertujuan untuk
memunculkan suatu ide/gagasan dari para peserta pendengar. Tipe tujuan ini
biasanya diterapkan pada suatu perusahan/organisasi yang mengalami suatu
masalah yang sulit untuk dipecahkan sehingga membutuhkan pendapat/argumen
orang lain untuk memecahkannya.
d. Menyentuh emosi pendengar: Tujuan yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi
pendengar. Dalam hal ini pembicara bertugas untuk melakukan pembicaraannya
yang dapat menyentuh perasaaan/emosi seseorang.
C. TAHAPAN PRESENTASI
Persiapan pertamanya adalah menyusun makalah, penyusunan tersebut juga harus
dilakukan dengan maksimal agar penyampaian bisa sistematis dan lengkap.
Adapun tahap – tahap dalam presentasi, yaitu :
1) Tahap persiapan
a. Pada tahap ini seseorang yang akan melakukan presentasi harus mempersiapkan
segala sesuatu yang penting dan hal yang menunjang bagi kelancaran presentasi.
diantaranya :Persiapkan materi, jangan memandang remeh materi yang akan kita
sampaikan. Meskipun materi yang akan kita sampaikan berupa materi ringan,
buatlah materi semenarik mungkin.
b. Buat catatan kecil sebagai pengingat ketika anda presentasi.
c. Buatlah Slide presentasi supaya audience lebih memahami apa yang anda
sampaikan
d. Cobalah baca dan pahami materi yang akan anda sampaikan.
e. Banyaklah membaca di buku dan internet sebagai tambahan wawasan. supaya
materi tidak monoton.
42
f. Jaga selalu penampilan agar anda semakin percaya diri.
2) Tahap Pelaksanaan
a. Berdoa sebelum melakukan presentasi
b. Cek materi yang akan kita sampaikan dan peralatan yang menunjang lainnya
minimal 5 menit sebelum melakukan presentasi
c. Periksa kembali penampilan anda, jangan terlalu mencolok dan berpenampilan
aneh, simple dan elegan.
d. Lakukan presentasi dengan santai dan tidak terburu-buru.
e. Sampaikan dengan gaya bicara anda sendiri, tidak meniru-meniru gaya bicara orang
lain karena itu bisa membuat rekan kerja atau teman anda aneh dan kelihatan lucu.
tetapi jika dengan meniru gaya bicara orang lain anda lebih "PD" ha itu tidak
masalah.
f. Jangan melakukan kesalahan di awal karena itu dapat menurunkan rasa percaya diri
anda.
g. Tutup presentasi dengan hal yang berkesan dan tidak bertele-tele. contoh : tutup
presentasi dengan hal yang lucu atau memberi senyuman manis anda.
3) Tahap Penutup
a. Jangan terburu-buru pergi dari tempat presentasi, rapihkan semua hal yang telah
anda sampaikan dan anda bawa. beri kesan anda adalah orang yang rapih dalam
mengerjakan segala hal.
b. Coba untuk menyapa sebagian dari audience anda.
c. Jangan lupa salam dan senyum ketika anda meninggalkan ruangan presentasi.
D. TEKNIK PERSENTASI
a) Buatlah Design Slide Presentasi Yang Menarik.
Pada umumnya kita sering melihat banyak mahasiswa saat berpresentasi
menggunakan slide yang isinya penuh dengah tulisan, penuh dengan bullet point, dan tidak
menggunakan visual yang kuat.
43
Karena jika kita menggunakan slide yang penuh dengan tulisan, kita akan terlalu
fokus dengan tulisan-tulisan tersebut dan akibatnya audiens merasa jenuh. Dan ini sering
terjadi di kampus saat presentasi, jarang sekali mahasiswa yang menggunakan slide yang
baik ketika presentasi. Hal itu disebabkan karena memang mahasiswa kebanyakan belum
menguasai ilmu design slide. Mungkin juga termasuk kita.
b) Luangkanlah Waktu Untuk Berlatih Dengan Kelompok.
Luangkanlah waktu sesering mungkin untuk berlatih dengan teman sekelompok,
bagilah untuk siapa yang siap menjadi presenter pertama, kedua, amaupun seterusnya.
Persiapkan segala persiapannya dengan kerja sama satu tim atau satu kelompok. Agar lebih
percaya diri dan siap untuk melakukan presentasi.
c) Usahakanlah Datang Lebih Awal Sebelum Presentasi Dimulai.
Kita bisa datang lebih awal satu jam atau 30 menit sebelum persesntasi dimulai.
Dengan datang lebih awal kita mempunyai waktu untuk mempersiapkan segala keperluan
untuk berpresentasi seperti leptop, persiapan LCD Proyektor, pointer, dan persiapan
lainnya. Dengan datang lebih awal, kita juga bisa mempersiapkan diri kita terlebih dahulu.
d) Bukalah Presentasi Dengan Semangat dan Percaya Diri.
Maka dari itu untuk presentasi berkelompok pilihlah seseorang untuk pembicara
pertama atau sebagai moderator yang memiliki percaya diri yang tinggi dan memiliki
semangat yang kuat, karena ini sangat mempengaruhi bagi anggota yang lain. Jika awalnya
saja sudah semangat dan menarik, insyaallah sampai akhir presentasi pun akan berjalan
dengan lancar.
Untuk membuka presentasi makalah kita bisa menyampaikan maksud dan tujuan
presentasi. Mula-mula moderator bisa memulai dengan senyuman dan salam, kemudian
memperkenalkan diri beserta anggota kelompok, setelah itu langsung membuka presentasi
makalah serta menyampaikan maksud dan tujuan presentasi.
44
e) Optimalkanlah Presentasi Dengan Menggunakan Komunikasi Verbal dan Non-
Verbal.
Maksud dari mengoptimalkan dengan menggunakan komunkasi verbal yaitu, setiap
apa yang kita sampaikan dalam presentasi atau dalam menyampaikan materi harus
terdengar jelas dan mudah dipahami oleh audiens. Pastikan juga dalam berbicara kita sudah
menggunakan intonasi yang tepat. ketika sedang menjelaskan materi kita juga bisa
menggunakan bahasa tubuh untuk memperjelas materi yang kita sampaikan, seperti
ekspresi wajah, Gerakan tangan, dan gerakan tubuh yang lainnya. Itulah yang disebut
komunikasi non-verbal.
f) Hadapilah Sesi Tanya Jawab Dengan Intelek.
Dalam presentasi makalah kelompok, setiap anggota harus mendisukisan bersama
dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan oleh audiens. Diharapkan
para anggota bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban yang intelek.
Karna pada dasarnya walaupun presentasi makalah ini dalam bentuk perkelompok, tetapi
dosen menilainya secara indivdu. Jadi semakin dia intelek dan aktif dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan semakin tinggi pula nilai yang dia dapatkan.
g) Akhiri Presentasi Dengan Energik
Apabila presentasi makalah diawali dengan semangat yang kuat dan percaya diri
yang tinggi, maka begitu juga ketika mengakhiri sebuah presentasi. Penutupan presentasi
harus energik dan percaya diri bahwa makalah yang disampaikan adalah sesuatu yang
penting dan sangat bermanfaat. Hal tersebut juga bertujuan agar audiens mengingat materi
atau pembahasan yang telah disampaikan oleh pemakalah. Salah satu cara dalam menutup
presentasi makalah adalah dengan merangkum atau mengambil kesimpulan dari
pemabahasan materi tersebut.
45