Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 1
IDENTITAS
Sekolah : SMP ISLAM TERPADU DAAR ALFARADIS
BERBASIS PESANTREN ADIWERNA
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VII / 1
Topik : PERPINDAHAN KALOR
Alokasi Waktu : 2 JP
PETUNJUK BELAJAR
Untuk Siswa
a) Bacalah doa sebelum memulai pelajaran!
b) Pahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam materi
ini!
c) Bacalah materi dengan seksama dan tambah dengan sumber
lain yang relevan!
d) Kerjakan soal-soal yang terdapat dalam bahan ajar ini!
Untuk Guru
a) Bimbinglah siswa dalam mempelajari bahan ajar ini.
b) Bimbinglah siswa dalam dan mengerjakan soal-soal pada
bahan ajar ini.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 2
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah yang sudah diberikan
sehingga kami sehingga bisa menyelesaikan Bahan Ajar yang berjudul
“Perpindahan Kalor” dengan tepat waktu. Tujuan dari penulisan bahan
Ajar ini tidak lain adalah untuk membantu para peserta didik di dalam
memahami materi Perpindahan Kalor.
Topik yang akan kita pelajari dalam Bahan Ajar ini adalah tentang
“Perpindahan Kalor”. Bahan Ajar ini berisikan kegiatan percobaan untuk
menganalisis peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dan kegiatan
pembahasan tentang Perpindahan Kalor yang berupa perpindahan secara
konveksi, konduksi dan radiasi. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan
menambah kompetensi kalian di bidang Perpindahan Kalor.
Tegal, 28 September 2022
Penulis
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 3
DAFTAR ISI
Halaman Sampul ......................................................... 1
Identitas Buku dan Petunjuk Belajar ........................... 2
Kata Pengantar ............................................................ 3
Daftar Isi ..................................................................... 4
Capaian Pembelajaran ................................................. 5
Tujuan Pembelajaran ................................................... 5
Indikator Kesuksesan Belajar....................................... 5
Peta Konsep ................................................................. 6
Isi Materi Pembelajaran................................................ 7
A. Perpindahan Kalor ............................................... 7
1. Konduksi ..................................................... 7
a. Konduktor ........................................... 9
b. Isolator ............................................. 10
2. Konveksi .................................................... 10
3. Radiasi ..................................................... 13
B. Penerapan Perpindahan Kalor ............................ 15
C. Angin Puting Beliung ......................................... 17
D. Rangkuman ....................................................... 19
E. Evaluasi............................................................. 19
Daftar Pustaka........................................................... 23
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 4
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis
yang mereka temui dan memanfaatkan suhu dan kalor (termasuk isolator dan
konduktor) untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat :
1. Menganalisis konsep Perpindahan Kalor melalui kegiatan kajian
literature dan kegiatan diskusi kelompok dipandu LKPD dengan baik.
2. Menganalisis peristiwa perpindahan kalor secara konveksi melalui
kegiatan eksperimen sederhana secara berkelompok dipandu LKPD
dengan teliti.
INDIKATOR KESUKSESAN BELAJAR
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep perpindahan kalor.
2. Peserta didik mampu menganalisis peristiwa perpindahan kalor secara
konveksi.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 5
PETA KONSEP
PERPINDAHAN
KALOR
Terdapat tiga cara, yaitu: Contohnya di:
Konduksi Konveksi Radiasi Penerapan Angin Puting
Perpindahan Beliung
Kalor
Konduktor Isolator
Gambar 1. Peta Konsep Materi Perpindahan Kalor
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 6
ISI MATERI PEMBELAJARAN
A. PERPINDAHAN KALOR
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda atau sistem
bersuhu rendah. Ada tiga cara untuk kalor berpindah dari satu benda
ke benda lain. Coba pahami dengan sekasama perbedaan di antara
ketiganya.
Gambar 1. Gambaran proses perpindahan kalor
Sumber : https://www.psychologymania.com
1. Konduksi
Konduksi merupakan perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa
disertai perpindahan partikel-partikel zat karena adanya perbedaan
(selisih) suhu. Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan
menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda
pula. Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik
disebut konduktor. Bahan yang menghantarkan panas dengan
buruk disebut isolator.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 7
Gambar 2. Pemanasan Logam
Sumber : https://kumparan.com
Syarat terjadinya peristiwa konduksi adalah jenis zat perantaranya
menggunakan zat padat, karena jarak antar partikelnya yang sangat
rapat sehingga mampu mempertahankan bentuk, sehingga kalor
hanya merambat melaluinya saja, sementara zat tidak ikut
berpindah.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju kalor konduksi
antara lain:
Beda/Selisih Suhu, diantara kedua permukaan ∆T = T1 –T2
artinya semakin besar selisih suhunya, maka semakin cepat
perpindahan kalornya.
Ketebalan Dinding, semakin tebal dinding, maka semakin
lambat perpindahan kalor.
Luas Permukaan, semakin besar luas permukaan maka
semakin cepat perpindahan kalornya.
Konduktivitas Termal zat, yaitu ukuran kemampuan zat
menghantarkan kalor. Semakin besar nilai k maka semakin
cepat perpindahan kalornya.
Rumus perpindahan kalor secara Konduksi adalah:
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 8
Keterangan :
H = Kalor yang dihantarkan setiap detik (J/s)
k = koefisien konduksi termal zat perantara (J/smoC)
A = Luas penampang suhu di kedua ujung zat perantara (m2)
= Perbedaan suhu di kedua ujung zat perantara (OC)
l = Panjang zat perantara (m)
Contoh Soal:
Sebuah Aluminium dengan luas penampang 1 cm2 dan
panjangnya 1 m. ujung-ujung batang aluminium bersuhu 0 OC dan
30 OC. Hitunglah banyak kalor yang merambat setiap detiknya (k =
500 J/smoC)
Diketahui :
k = 500 J/smoC
A = 1cm2 = 10-4 m2
= (30-0) oC = 30 oC
l=1m
Ditanyakan : H ……?
Jawab :
Penjelasan terkait bahan Konduktor dan Isolator adalah sebagai
berikut:
a. Konduktor
Konduktor adalah bahan yang menghantarkan panas dengan
baik.
Contoh bahan-bahan yang bersifat Konduktor antara lain:
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 9
Golongan Logam : Aluminium, Perunggu, Tembaga, Besi
dan Baja serta Perak
b. Isolator
Isolator adalah bahan yang menghantarkan panas dengan buruk.
Zat Padat Lain : Batu bata, Beton, Kaca,, Air, Kayu
(Pinus), Gabus, Serat Kaca, Bulu Halus, Kapuk.
Berbagai bahan pembuatan peralatan rumah tangga yang
memanfaatkan sifat konduktivitas bahan terlihat pada gambar
berikut:
Gambar Bahan-bahan Konduktor dan Isolator
Sumber : Widodo, Wahono. 2017
2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan
perpindahan zat perantaranya. Perpindahan panas secara Konveksi
terjadi melalui aliran zat.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 10
Gambar 3. Proses Perpindahan Secara Konveksi
Sumber : https://www.fisika.co.id/2020/12/konveksi.html
Syarat terjadinya konveksi adalah jenis zat perantara pada peristiwa
konveksi adalah fluida (zat alir), yaitu zat cair dan zat gas. Hal ini
dikarenakan, zat cair maupun gas memiliki jarak antar partikel atau
molekul yang renggang dengan ikatan yangtidak terlalu kuat,
sehingga bentuknya tidak tetap membuat sangat mudah mengalir
sambil membawa kalor.
Konveksi pada zat cair. Konveksi dalam zat cair dapat
diperlihatkan dalam pemanasan air. Air dipanaskan akan
memuai sehingga massa jenisnya akan berkurang. Karena
massa jenisnya berkurang, air bergerak naik. Tempatnya
digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, bergerak turun
karena massa jenisnya lebih besar.
Konveksi pada gas. Terjadi ketika udara yang panas naik dan
udara yang lebih dingin turun. Konveksi pada udara dapat
dilakukan dengan percobaan lilin yang dinyalakan di dalam
kotak . udara di sekitar lilin terpanasi sehingga naik melalui
salah satu cerobong. Tempatnya diganti oleh udara dingin yang
masuk melalui cerobong yang satunya lagi. Keadaan tersebut
selalu tyerjadi sehingga menimbulkan aliran udara. Aliran
udara tersebut terlihat apabila kamu membakar kertas
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 11
cerobong tempat masuknya udara karena asap dari kertas
akan terbawa aliran udara.
Proses perpindahan kalor secara konveksi dipengaruhi oleh:
a. Koefisien konveksi termal
b. Luas permukaan zat perantara
c. Perbedaan suhu yang mengalami aliran kalor
Rumus perpindahan kalor secara konveksi adalah
Keterangan :
H = Kalor yang mengalir setiap detik (J/s)
h = Koefisien konveksi termal (J/s.m2 oC)
A =Luas Permukaan zat alir (m2)
= Perubahan Suhu (oC)
Contoh :
Seseorang memiliki suhu badan 32oC berada pada kamar yang
suhunya 26 oC. Jika luas permukaan badannya kira-kira 1,5 m2 dan
koefisien konveksi termalnya 7,1 J/s.m2 oC. Hitung Kalor yang
dilepaskan badan melalui konveksi?
Diketahui :
h = 7,1 J/s.m2 oC
A = 1,5 m2
= (32 – 26) oC = 6 K
Ditanyakan : H…….?
Jawab :
6
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 12
3. Radiasi
Ketika Ananda berjalan di luar rumah pada siang hari. Ananda
merasakan panasnya matahari pada tubuh bukan? Bagaimana kalor
dari matahari dapat sampai ke wajah kalian, padahal jarak bumi dan
matahari sangat jauh? Kalor yang sampai ke bumi melewati ruang
hampa dimana pada ruang ini tidak ada materi yang memindahkan
kalor baik secara konveksi maupun konduksi. Perpindahan kalor
dari matahari sampai ke bumi dengan cara radiasi.
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan media.
a. Penyerap Kalor Radiasi yang Baik dan Buruk
1) Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap kalor
radiasi yang baik sekaligus pemancar kalor radiasi yang
baik pula,
2) Permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap
kalor radiasi yang buruk sekaligus pemancar kalor yang
buruk pula;
3) Jika diinginkan agar kalor yang merambat secara radiasi
berkurang, permukaan (dinding) harus dilapisi suatu bahan
agar mengkilap (misalnya, dilapisi dengan perak).
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Laju Kalor Radiasi
1) Luas Permukaan
2) Suhu permukaan
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 13
Rumus perpindhan kalor secara radiasi adalah :
Keterangan :
W = kalor yang dipancarkan setiap detik (J/s)
e = emisivitas benda (0<e<1)
= Konstanta Stefan-Blozman (5,67 x 10-8 Watt/m2K4)
A = luas permukaan (m2)
T = suhu permukaan benda (K)
Contoh soal :
Kawat filament lampu pijar memiliki luas penampang 30mm2 dan
suhu 437 oC. jika kawat filament dianggap benda hitam sempurna.
Hitunglah radiasi kalor oleh kawat tersebut!
Diketahui :
e=1
= 5,67 x 10-8 Watt/m2K4
A = 30 x 10-6 m2
T = 437 +273 = 710 K
Ditanya : W……?
Jawab :
atau 0,41 J/s
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 14
B. Penerapan Perpindahan Kalor
1. Konduksi
Perpindahan kalor secara konduksi diterapkan dalam kegiatan
sehari-hari seperti:
Bahan Pembuatan peralatan masak yang didesain
menggunakan logam dan pegangan yang bersifat isolator
Gambar 4. Peralatan rumah tangga yang memanfaatkan sifat
konduktivitas bahan
Sumber : Widodo, Wahono. 2017
Panas kopi dapat bertahan cukup lama di gelas kaca karena
gelas kaca merupakan isolator.
Gambar 5. Kopi ditempatkan di gelas kaca
Sumber : Widodo, Wahono. 2017
Penggunaan selimut saat musim dingin yang terbuat dari
serat wol atau kapas yang bersifat isolator.
Gambar 6. Berselimut agar tubuh terasa hangat 15
Sumber : Widodo, 2017.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII
Pada Penguin terdapat lapisan lemak yang tipis di bawah
kulit yang berfungsi agar tubuh tetap hangat.
Gambar 7. Penguin yang hidup di Daerah bersalju
Sumber : https://unsplash.com/images/animals/penguin
2. Konveksi
Contoh peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dalam
kegiatan sehari-hari adalah:
Terjadinya angin darat dan angin laut
Gambar 8. Angin darat dan Angin laut 16
Sumber : https://roboguru.ruangguru.com
Pemanasan air menggunakan panci di atas kompor
Kipas angin yang menghembuskan udara dingin ke udara
panas
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII
Alat Pengering Rambut (Hair Dryer)
Radiator Mobil
Oven
Angin Puting Beliung
Pemakaian AC di dalam Ruangan
3. Radiasi
Peristiwa Radiasi dalam kegiatan sehari-hari contohnya seperti:
Api Unggun saat kegiatan perkemahan
Pendingan Rumah
Rumah Kaca dan Efek Rumah Kaca
Panel Surya
C. Angin Puting Beliung
Gambar 9. Angin Putting Beliung 17
Sumber : https://bpbd.pangkalpinangkota.go.id
Angin puting beliung merupakan angin yang bergerak berputar
dengan kecepatan mencapai 63 km/jam hingga lebih dengan lama
kejadian rata-rata maksimal 5 menit. Orang awam menyebut angin
puting beliung sebagai angin leysus, angin bohorok, dan angin tornado.
Angin ini sering terjadi pada musim pancaroba pada waktu siang atau
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII
sore hari. Terjadinya angin puting beliung dikarenakan pertemuan
udara dingin dan udara panas yang ada di bawahnya. Udara panas
tersebut naik dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan angin
berputar membentuk puting beliung.
1. Fase Tumbuh, pada fase ini arus udara naik dengan tekanan yang
cukup kuat ke dalam awan.
2. Fase Masak, pada fase ini terjadi gaya gesek antara udara naik
dan udara turun. Suhu udara yang turun lebih dingin daripada
suhu udara disekelilingnya sehingga menyebabkan gerakan
memuntir membentuk pusaran kolom udara dan terbentuklah
puting beliung.
3. Fase Punah, pada fase ini massa udara menyebar di seluruh awan
dan tidak ada udara yang naik. Selanjutnya proses kondensasi
awan akan berhenti dan udara yang turun mulai melemah.
Unsur cuaca yang dianggap berpengaruh terhadap kejadian angin
puting beliung:
1. Suhu udara
2. Kelembapan Udara
3. Curah Hujan
4. Radiasi Matahari
5. Angin
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 18
D. Rangkuman
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda atau sistem
bersuhu rendah.
Ada tiga cara untuk kalor berpindah dari satu benda ke benda lain
yaitu Konduksi, Konveksi dan Radiasi.
Konduksi merupakan perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa
disertai perpindahan partikel-partikel zat karena adanya
perbedaan (selisih) suhu.
Terdapat du jenis bahan, yaitu Konduktor (penghantar panas yang
baik) dan Isolator (penghantar panas yang buruk)
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan
perpindahan zat perantaranya.
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan media.
Terjadinya angin puting beliung dikarenakan pertemuan udara
dingin dan udara panas yang ada di bawahnya. Udara panas
tersebut naik dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan
angin berputar membentuk puting beliung.
E. EVALUASI
Berilah tanda silang untuk pilihan jawaban yang tepat pada pilihan A, B,
C, atau D dengan memberikan tanda silang (X) !
1. Dinding termos dilapisi dengan perak yang bertujuan untuk
mencegah perpindahan kalor secara ….
a. konduksi
b. konveksi
c. radiasi
d. koneksi
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 19
2. Jika kita berada di dekat api unggun, kalor akan merambat dari api
unggun ke tubuh kita melalui proses…
a. Radiasi dan Konveksi
b. Konduksi dan Konveksi
c. Radiasi
d. Konveksi
3. Seorang siswa menempelkan empat buah pin gambar dengan
menggunakan lilin pada sebatang tembaga seperti pada gambar.
Ketika ujung kanan tembaga dipanaskan, keempat pin jatuh dengan
urutan 4, 3,2,1. Peristiwa tersebut menunjukkan peristiwa .....
a. Pemuaian
b. Konduksi
c. Konveksi
d. Radiasi
4. Perhatikan gambar di bawah ini!
Untuk mengatasi rasa dingin, burung-burung ini mengembangkan
bulu-bulunya. Hal ini bertujuan agar ....
a. lebih banyak udara yang terperangkap di sekitar tubuh sehingga
panas tubuh tertahan mengalir ke udara dingin luar tubuh
b. sedikit udara yang terperangkap sehingga suhu dingin dari luar
tertahan oleh udara tersebut
c. bulu-bulu adalah isolator, sehingga dapat mencegah masuknya
udara dingin dari luar
d. bulu-bulu adalah isolator, sehingga dapat mencegah keluarnya
udara hangat bercampur udara dingin dari luar
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 20
5. Cermatilah bacaan berikut ini! 21
Cara Penguin Bertahan Hidup dalam Kondisi Ekstrim
Salah satu pertanyaan paling umum yang sering ditanyakan
mengenai hewan di Antartika adalah bagaimana cara mereka mengatasi
kondisi dingin yang ekstrem? Burung dan mamalia Antartika (penguin,
ikan paus dan anjing laut) adalah hewan berdarah panas dan mereka
mempertahankan suhu tubuh internal yang sama dengan hewan
berdarah panas di setiap zona iklim lainnya, yaitu sekitar 35-42 °C.
Semua hewan darat di Antartika dari berbagai ukuran harus berdarah
panas untuk menjadi aktif. Yang berarti mereka harus menjaga suhu
tubuh tetap tinggi untuk dapat tetap hidup.
Bagaimana cara hewan-hewan ini mampu bertahan hidup pada
kondisi yang ekstrim? Hewan berdarah hangat yang hidup dalam iklim
yang dingin rata-rata memiliki ukuran yang relatif cukup besar.
Semakin besar hewan tersebut, maka semakin kecil rasio luas
permukaan berbanding dengan volumenya, sehingga area untuk
kehilangan panas relatif lebih sedikit.Hewan-hewan ini, termasuk
penguin memiliki bulu dan lapisan lemak di bawah kulit yang tebal
untuk menahan panas tubuhnya. Selain itu untuk meminimalkan
kontak dengan permukaan es cara penguin berdiri adalah berdiri di atas
tumit mereka, dan mengangkat tinggi-tinggi ujung jari kaki mereka. Agar
tidak terjatuh ke belakang, mereka menopang diri menggunakan bulu
ekor kaku mereka yang tidak memiliki aliran darah dan sehingga
kehilangan panas pun tidak terjadi. Mereka juga memiliki kebiasaan
menghangatkan diri dalam kerumunan. Dengan saling berkerumun
maka luas permukaan total dari tubuh penguin untuk kehilangan panas
menjadi sangat jauh berkurang.
Sumber: http://asyrof-dici.blogspot.com/2012/07/cara-penguin-
bertahan-dalam-kondisi.html
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII
Kesimpulan apakah dapat ditarik dari wacana tersebut?
a. Penguin memiliki isolator dan cara alami untuk mencegah radiasi
energi panas tubuh ke lingkungan.
b. Penguin memiliki isolator alami pada tubuhnya yang
memungkinkan tidak ada sama sekali energi panas yang terbuang
ke lingkungan.
c. Penguin merupakan hewan berdarah panas sehingga mampu
mempertahankan suhu tubuhnya.
d. Penguin memiliki fisiologi tubuh dan perilaku yang dapat
mengurangi perpindahan energi panas tubuh ke lingkungan baik
secara konduksi, konveksi atau radiasi.
Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Sebuah lubang kecil dalam suatu perapian dapat dianggap sebagai
benda hitam, luasnya 0,5 cm2 dan suhu perapian 1727°C. Berapa
energi yang dipancarkan keluar lubang tiap detik ?
2. Seseorang yang tanpa pakaian memiliki suhu tubuh 33oC di kamar
uyang suhunya 29oC. Bila luas permukaan badan orang itu 1,5 m2 ,
berapa jumlah kalor yang dilepaskan badan orang tiap detik ?
(koefisien konveksi untuk tubuh manusia h = 7,1 J/smK).
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 22
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Cara Penguin Bertahan Hidup dalam Kondisi Ekstrem.
Diakses pada tanggal 28 September 2022. http://asyrof-
dici.blogspot.com/2012/07/cara-penguin-bertahan-dalam-
kondisi.html
Anonim, 2020. Konduksi Adalah Perpindahan Yang Pengertian Dan
Jenisnya Perlu Diketahui. Diakses pada tanggal 27
September 2022. https://kumparan.com/berita-
update/konduksi-adalah-perpindahan-yang-pengertian-dan-
jenisnya-perlu-diketahui-1un4nO9fPTd/full
Anonim. 2013. Teori Perpindahan Kalor. Diakses pada tanggal 28
September 2022.
https://www.psychologymania.com/2013/04/teori-
perpindahan-kalor.html
Ardan. 2019. Konveksi: Pengertian, contoh, dan rumus (lengkap).
Diakses pada tanggal 27 September 2022.
https://www.fisika.co.id/2020/12/konveksi.html
Cornelius. 2020. Gentoo Penguin Antarctica. Diakses pada tanggal 28
September 2022.
https://unsplash.com/images/animals/penguin
Dwi Hardanie, Budiyanti.2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan
Alam Untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan daan
Perbukuan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 23
Khairina. Jelaskan Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut. Diakses
pada tanggal 28 September 2022.
https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-
terjadinya-angin-darat-dan-angin-laut-_QU-6WNYHB2H
Mardianingsih, Lilik. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa
Pandemi Covid-19 untuk Jenjang SMP. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat
Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah Direktorat Sekolah Menengah
Pertama
Paringgi. 2019. Memasuki Musim Akhir Pancaroba Kenali Tanda-tanda
Bahaya Angin Putting Beliung. Diakses pada tanggal 28
September 2022.
https://bpbd.pangkalpinangkota.go.id/berita/read/11/2019
/memasuki-musim-akhir-pancaroba-kenali-tanda-tanda-
bahaya-angin-puting-beliung
Widodo, Wahono. Dkk. 2017. Imlu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas
VII Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Bahan Ajar Materi Perpindahan Kalor Kelas VII 24