i
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
DAFTAR ISI
1
1. PENDAHULUAN 1
1.1.Deskripsi Singkat 2
1.2.Relevansi 2
1.3.Petunjuk Belajar
3
2. INTI 3
2.1.Capaian Pembelajaran 3
2.2.Pokok Materi 5
2.3.Uraian Materi 5
15
Kegiatan belajar 1 15
Forum diskusi
Tes formatif 17
23
Kegiatan belajar 2 24
Forum diskusi 25
Tes formatif 35
Kegiatan belajar 3 36
Forum diskusi
Tes formatif 37
37
3. PENUTUP 39
3.1.Rangkuman 44
3.2.Tes Sumatif
DAFTAR PUSTAKA i
DIKI LATU HAR HARI
PENDAHULUAN
1
1.1 Deskripsi Singkat
Sekitar 27.500 spesies tumbuhan berbunga hidup di Indonesia dan ini
mengindikasikan sebuah kawasan dengan biodiversitas sangat tinggi. Untuk
keanekaragaman palem, Indonesia bahkan menempati urutan pertama di dunia, karena
memiliki lebih dari 477 spesies dan 255 diantaranya endemik. Lebih dari setengan dari
spesies (350) pohon penghasil kayu bernilai ekonomi penting terdapat di Indonesia dan
155 spesies diantaranya endemic Kalimantan. selain itu terdapat sekitar 1300 spesies
tumbuhan berkasiat obat. Bila biodervitas yang ada dilaut dimasukkan, Indonesia
diperkirakan menjadi kawasan paling kaya didunia. Indonesia juga dikenal sebagai pusat
biodervitas buah: 24 spesies mangga dari 35 spesies manga dunia, 37 spesies dan 3.600
varietas pisang dari 76 spesies pisang dunia. Demikian juga dengan tanaman manggis,
durian, salak, dll.
Dari sekitar 369.000 spesies tumbuhan didunia, sekitar 10.000 sebenarnya dapat
dimakan. Dari 10.000 spesies ini, baru 10 spesies yang menyediakan kalori dan protein
tinggi kepada 60% penduduk dunia. Tumbuhan bernilai ekonomi tinggi yang
menyediakan vitamin dan mineral tinggi baru sekitar 50 spesies. Di Indonesia terdapat
lebih 104 jenis tumbuhan buah berpotensi tinggi dan belum dimanfaatkan secara
optimal.
Untuk dapat mengelola sumberdaya hayati bagi kesejahteraan masyarakat dan
mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia, maka diperlukan kapasitas dan
kreativitas para ahli dan pemerhati dalam mengembangkan dan menerapkan iptek
biologi. Para biologiawan, para praktisi biologi, pemerhati, serta para pihak terkait
dalam pengembamngan bidang biologi merupakan bagian masyarakat Indonesia yang
bertanggung jawab terhadap pengembangan dan pemanfaatan IPTEK bidang biologi
dalam arti luas.
DIKI LATU HAR HARI 1
1.2 Relevansi
Keanekaragaman hayati merupakan hal penting bagi umat manusia. Tingkat
keanekaragaman hayati menjadi nilai ekonomi sekaligus ancaman bagi konservasi
makhluk hidup. Beberapa spesies makhluk hidup berada disekitar kita. Bahkan
beberapa makhluk hidup tersebut merupakan yang dilindungi. Hal ini
memerlukan perhatian khusus bagi kita, sehingga tingkat kepunahan dan tingkat
keanekaragaman tetap terjaga.
Peran kita sebagai tenaga pendidik sangat diperlukan dalam mengedukasi
siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian dari keanekaragaman hayati
yang ada di lingkungan kita. Hal ini sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
dalam kegiatan pembelajaran, disini kita perlu mengarahkan siswa agar mampu
menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman
hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia terutama di lingkungan mereka
sendiri. Siswa juga dituntut untuk menyajikan hasil identifikasi usulan upaya
pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data
ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas
Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi. Hal ini
sesuai dengan perkembangan pembelajaran abad 21 dimana siswa harus mampu
menguasai pembelajaran berbasis IT dan memanfatkanya dalam kegiatan
pembelajaran.
1.3 Pentunjuk Belajar
Kegiatan belajar ini menguraikan tentang keanekaragaman hayati di
Indonesia. Pada kegiatan belajar ini berhubungan erat dengan klassifikasi
makhluk hidup dari materi sebelumnya, Kategori keanekaragaman hayati pada
DIKI LATU HAR HARI 2
tingkat ekosistem, jenis dan genetika menuntut untuk memahami konsep
klassifikasi terlebuh dahulu sehingga dapat dilanjutkan ada kegiatan belajar
berikutnya. Selain itu, persebaran biogeografi juga dibahas untuk memudahkan
dalam pengkategorian dalam kenakeragaman hayati. Diharapkan tingkatan
keanekaragaman hayati yang ada pada modul ini memberi penjelasan yang baik
bagi para siswa.
INTI
2
2.1 Capaian Pembelajaran
Menguasai materi esensial Mata Pelajaran Biologi SMA termasuk advance
material materi bidang studi biologi yang mencakup (1) keragaman dan
keseragaman dalam makhluk hidup, (2) Struktur dan Fungsi dalam makhluk hidup,
(3) Pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi, (4) Interaksi dan
interdependensi, (5) Energi, materi dan organisasi kehidupan, (6) Prinsip
emeliharaan keseimbangan yang dinamis dan (7) Pewarisan sifat dan Evolusi
termasuk advance materials yang dapat menjelaskan aspek ‘apa’ (konten), ‘mengapa’
(filosofi) dan ‘bagaimana’ (penerapan dalam kehidupan keseharian) dalam kerangka
biologi sebagai inkuiri;
Sub Capaian Pembelajaran
KD. 3.2 Mampu menganalisis konsep dan prinsip-prinsip esensial keragaman dan
keseragaman dalam makhluk hidup
KD. 4.2
DIKI LATU HAR HARI 3
2.2 Pokok Materi
Pada kegiatan modul ini tentang keanerakagaman hayati, pokok-pokok
materi yang akan dibahas adalah:
KB 1 : Tingkat Keanekaragaman Hayati
KB 2 : Persebaran Keanekaragaman Hayati Indonesia
KB 3 : Pelestarian Keanekaragaman Hayati
PETA KONSEP
DIKI LATU HAR HARI 4
2.3 Uraian Materi
Kegiatan belajar 1
TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
Tujuan Pembelajaran :
1) Melalui kegiatan obeservasi, siswa dapat menganalisis keanekaragaman hayati
pada tingkat gen dengan benar
2) Melalui kegiatan obeservasi, siswa dapat menganalisis keanekaragaman hayati
pada tingkat jenis dengan benar
3) Melalui kegiatan obeservasi, siswa dapat menganalisis keanekaragaman hayati
pada tingkat ekosistem dengan benar
4) Melalui kegiatan obeservasi, siswa dapat menyajikan data keanekaragaman hayati
yang di amati dalam bentuk tabel dengan baik
5) Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat mempersentasikan tingkat keanekargaaman
hayati di depan forum dengan baik
Permahlah kalian perhatikan mengapa warna kulit kalian berbeda-
beda? Bentuk wajah kalian berbeda-beda? Bentuk bibir kalian berbeda-
beda? Serta ada berbagai macam jenis apel yang bentuk tekstur serta
rasanya berbeda mulai yang asam sampai yang manis? Bentuk kupu-kupu
berbeda-beda mulai yang kecil sampai yang ukurannya besar, mulai yang
warnanya gelap sampai terang?. Itulah kekuasaan tuhan, Ia menciptakan
keanekaragamn hayati, ekosistem dan lingkungan hidup itu memiliki maksud
dan tujuan yang baik, bayangkan saja jika kita semua dari ujung rambut
sampai ujung kaki sama persis, apa yang akan terjadi? Jika tumbuhan di
DIKI LATU HAR HARI 5
dunia ini hanya ada satu macam, pasti kita akan merasa bosan memakan
tumbuhan itu saja. Itu pun kalo bisa dimakan tumbuhannya, jika tidak?
Untuk menjawab pertanyaan ini maka mari kita melakukakn kegiatan
pembelajaran seperti dibawah ini, tetapi sebelum kita masuk ke dalam
kegiatan pembelajaran, siswa disarankan untuk membaca materi dibawah
ini terlebih dahulu:
A.Pengertian Keanekaragaman Hayati
Adakah hewan peliharaan atau tanaman di lingkungan rumah Anda? Banyak
jenis hewan peliharaan di sekitar kita, misalnya kucing, anjing, burung perkutut,
jalak,beo, kutilang, dan sebagainya. Begitu pula banyak kita jumpai beragam
tumbuhan yang tumbuh di lingkungan sekitar kita, seperti aneka tanaman bunga,
rumput-rumputan, tanaman buah, dan sebagainya.
Ragam makhluk hidup yang bermacam-macam ini mempunyai ciri-ciri
tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup.
Keanekaragaman makhluk hidup disebut sebagai keanekaragaman hayati atau
biodiversitas.
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme
yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem
pada suatu daerah.
B. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme
yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem
pada suatu daerah. Keseluruhan gen, jenis dan ekosistem merupakan dasar
kehidupan di bumi.
DIKI LATU HAR HARI 6
Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
1. Keanekaragaman gen
Gen atau plasma nuftah adalah
substansi kimia yang menentukan sifat
keturunan yang terdapat di dalam lokus Gen atau plasma
kromosom. Setiap individu makhluk hidup nuftah adalah substansi
kimia yang menentukan
mempunyai kromosom yang tersusun atas sifat keturunan yang
benang-benang pembawa sifat keturunan terdapat di dalam lokus
kromosom. Setiap
yang terdapat di dalam inti sel. Sehingga individu makhluk hidup
seluruh organisme yang ada di permukaan mempunyai kromosom
yang tersusun atas
bumi ini mempunyai kerangka dasar benang-benang
komponen sifat menurun yang sama. pembawa sifat keturunan
yang terdapat di dalam
Kerangka dasar tersebut tersusun atas inti sel. Sehingga seluruh
ribuan sampai jutaan faktor menurun yang organisme yang ada di
permukaan bumi ini
mengatur tata cara penurunan sifat mempunyai kerangka
dasar komponen sifat
organisme. Walaupun kerangka dasar gen menurun yang sama.
seluruh organisme sama, namun komposisi Kerangka dasar tersebut
tersusun atas ribuan
atau susunan, dan jumlah faktor dalam sampai jutaan faktor
kerangka bias berbeda-beda. Perbedaan menurun yang mengatur
tata cara penurunan sifat
jumlah dan susunan faktor tersebut akan organisme. walaupun
kerangka dasar gen
menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen. Diseslaumruphinogrgiatnui,smseetsiaapma,
individu memiliki banyak gen, bila terjadi perkawinan nataamuupnekrsoimlapngoasinsiaanttaaur
susunan, dan jumlah
individu yang karakternya berbeda akan menghasfialkkatonr kdeatlaumrunkaenranygankga
semakin banyak variasinya Karena pada saat perbsiilaasngbaenrbaekdaan-bteedraj.adi
Perbedaan jumlah dan
penggabungan gen-gen individu melalui sel kelasmuisnu.naHnaflakintoilrathersyeabngut
menyebabkan keanekaragaman gen semakin tinggi. Coanktaonhmkeeannyeekbaarbakgaanman
terjadinya keanekaragaman
DIKI LATU HAR HARI gen. 7
tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar
merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga.
Dalam perkembangannya, faktor penentu tidak hanya terdapat pada
gen saja, melainkan ada juga faktor lain yang berperan mempengaruhi
keanekaragaman hayati ini, yaitu lingkungan. Sifat yang muncul pada setiap
individu merupakan interaksi antara gen dengan lingkungan. Dua individu
yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama, belum tentu memiliki
bentuk yang sama pula karena faktor lingkungan mempengaruhi penampakan
(fenotipe) atau bentuk.
Misalnya, orang yang hidup di daerah pegunungan dengan orang yang
hidup di daerah pantai memiliki perbedaan dalam hal jumlah eritrositnya.
Jumlah eritrosit orang yang hidup di daerah pegunungan lebih banyak
dibanding yang hidup di pantai disebabkan adaptasi terhadap kandungan
oksigen di lingkungannya. Di daerah pegunungan lebih rendah kandungan
oksigennya dibandingkan di daerah pantai. Sehingga fenotipe pipi orang
pegunungan umumnya lebih kemerahan dibanding orang pantai.
Gambar 1. Jenis keanekaragaman gen pada ikan Koi
Sumber gambar : https://www.jualikankoi.co.id/jenis-ikan-koi/
DIKI LATU HAR HARI 8
Selain ikan koi, silahkan kalian sebutkan keanekaragaman
tingkat gen lainnya (dalam satu spesies berbeda varietas)!
Perbedaan gen tidak hanya terjadi antar jenis. Di dalam satu jenis
(spesies) pun terjadi keanekaragaman gen. Dengan adanya keanekaragaman
gen, sifat-sifat di dalam satu spesies bervariasi yang dikenal dengan istilah
varietas. Misalnya, ada varietas mangga apel, harumanis, simanalagi dan
darmayu. Demikian juga dengan adanya berbagai varietas bunga mawar,
jeruk, ikan koi (Gambar 1), dan burung. Sekilas penampakan antarvarietas
itu sama karena masih tergolong spesies yang sama. Akan tetapi, setiap
varietas memiliki gen yang berbeda sehingga memunculkan sifat-sifat khas
yang dimiliki oleh tiap-tiap varietas itu. Untu lebih memaami lebih dalam
perhatikan perbedaan fenotip manusia pada gambar 2.
Negro Eropa Indonesia China
Gambar 2. Keanekaragaman gen pada fenotip manusia dengan berbagai
ras
Sumber gambar: https://mas-
alahrom.my.id/pelajaran/mapel/bio/keanekaragaman-hayati-materi-
biologi-kelas-10
DIKI LATU HAR HARI 9
2. Keanekaragaman jenis
Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada
makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu
keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan
antar individu dalam satu spesies. Penamaan spesies juga dapat menjadi
tolak ukur untuk kita dapat memahami keanekaragaman jenis. Seperti pada
materi sebelumnya dalam klasifikasi mahluk hidup. Setiap mahluk hidup
diklasifikasikan agar mendapatkan identitas yang jelas. Alasan ini dilakukan
karena pemberian nama suatu mahluk hidup sebelumnya hanya mengunakan
bahasa daerah yang cukup membingungkan dalam menentukan suatu nama
mahluk hidup. Karena dalam penerapanya akan mempermudah kita untuk
menentukan suatu spesies dan tidak akan tertukar.
Gambar 3. Contoh keanekaragaman jenis
Sumber gambar : https://www.ruangguru.com/blog/keanekaragaman-
hayati
DIKI LATU HAR HARI 10
Dalam keluarga kacang-kacangan kita kenal kacang tanah, kacang
buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-
kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karena di
antara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh
atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda.
Contoh lainnya terlihat keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon
pinang dan juga pada pohon palem pada gambar 3.
Apakah kita sejenis?
Spesies/jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara
morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya
(inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk
melanjutkan generasinya.
Silahkan kalian sebutkan keanekaragaman tingkat jenis (spesies) lainnya !
DIKI LATU HAR HARI 11
3. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal
balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga
antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya
akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu
lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga
akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada suatu
lingkungan akan terdapat berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup
DIKI LATU HAR HARI 12
berdampingan secara damai. Mereka seolah-olah menyatu dengan lingkungan
tersebut. Pada lingkungan yang sesuai inilah setiap makhluk hidup akan
dibentuk oleh lingkungan. Sebaliknya, makhluk hidup yang terbentuk oleh
lingkungan akan membentuk lingkungan tersebut. Jadi, antara makhluk hidup
dengan lingkungannya akan terjadi interaksi yang dinamis.
Gambar 4. Contoh keanekaragaman ekosistem
Sumber gambar : https://www.ruangguru.com/blog/keanekaragaman-
hayati
Menurut Klasifikasi Kartawinata (1981) ini, ada tiga tingkatan
klasifikasi, yaitu: Bioma, Subbioma, dan Tipe Ekosistem. Bioma dapat pula
disebut sebuah ekosistem yang merupakan unit komunitas terbesar yang
mudah dikenal dan terdiri atas formasi vegetasi dan hewan serta makhluk
hidup lainnya, baik yang sudah mencapai fase klimaks maupun yang masih
dalam fase perkembangan. Di Indonesia dapat dikenal beberapa bioma,
yaitu: (a) Hutan Hujan, (b) Hutan Musim, (c) Savana, dan (d) Padang Rumput.
Unit-unit ekosistem ini masih terlalu besar untuk digunakan dengan maksud-
maksud khusus, sehingga memerlukan pembagian yang lebih kecil lagi.
Pembagian Bioma menjadi Subbioma didasarkan pada keadaan iklim, misalnya
DIKI LATU HAR HARI 13
untuk Hutan Hujan dibedakan antara Hutan Hujan Tanah Kering dan Hutan
Hujan Tanah Rawa (permanen atau musiman). Adapun pembagian tipe-tipe
ekosistem sebagai unit yang paling kecil dibentuk berdasarkan struktur
fisiognomi, faktor-faktor iklim, ketinggian dari permukaan laut, dan jenis
tanah
Perbedaan kondisi komponen
Ekosistem dapat abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah
diartikan sebagai menyebabkan jenis makhluk hidup
hubungan atau interaksi
timbal balik antara (biotik) yang dapat beradaptasi dengan
makhluk hidup yang satu
dengan makhluk hidup lingkungan tersebut berbeda-beda.
lainnya dan juga antara
makhluk hidup dengan Akibatnya, permukaan bumi dengan
lingkungannya.
variasi kondisi komponen abiotik yang
tinggi akan menghasilkan
keanekaragaman ekosistem. Ada ekosistem hutan hujan tropis, hutan gugur,
padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air
payau, laut, dan lain-lain. Komponen biotik dan abiotik di berbagai daerah
bervariasi baik mengenai kualitas komponen tersebut maupun kuantitasnya.
Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya keanekaragaman ekosistem di
muka bumi ini. Antar komponen ekosistem hidup berdampingan tanpa saling
mengganggu, dan apabila terjadi kepunahan atau gangguan terhadap salah
satu anggotanya maka akan mengganggu kelangsungan hidup organisme
lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada komponen-komponen ekosistem
ini akan berpengaruh terhadap keseimbangan (homeostatis) ekosistem
tersebut.
DIKI LATU HAR HARI 14
Sebagai suatu sistem, di dalam setiap ekosistem akan terjadi proses
yang saling terkait. Misalnya, pengambilan makanan, perpindahan energi atau
energetika, daur zat atau materi, dan produktivitas atau
hasil keseluruhan ekosistem. Contoh keanekaragaman
hayati tingkat ekosistem adalah pohon kelapa banyak
tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di
pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh
dengan baik di daerah dataran rendah. Untuk memahami lebih dalam dapat
juga menyimak link atau scan barcode video berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=vjQ0FmojVwI
Forum Diskusi
1. Simaklah video berikut dari link atau barkode yang telah disediakan bersama
kawan-kawan mu: https://www.youtube.com/watch?v=bOMD7YRFsIc
dari video yang telah kalian simak tersebut dapatkah kalian
menelaah peristiwa tersebut termasuk kedalam jenis
keanekaragaman apa? Berikan alasan yang mendukung
pernyataan mu dan bukti-bukti yang akurat!
Tes Formatif Kegiatan Belajar 1
1. Dalam sebuah rumpun bambu dapatkah anda menentukan kedalam jenis
keanekaragaman apakah rumpun bambu tersebut?
2. Dijaman Rosulullah SAW telah diketahui terdapat proses hybridisasi antar
kuda jantan (Equus caballus) dengan keledai betina (Equus asinus) yang
bertujuan menghasilkan keturunan yang dapat membawa beban berat
seperti keledai namun juga dapat berlari lebih cepat dari keledai. Hasil
DIKI LATU HAR HARI 15
keturunanya ini lebih dikenal dengan nama Nagil atau Hinny dalam bahasa
inggris namun ia merupakan keturunan infertil. Perhatikan pada gambar!
Dari peristiwa ini dapatkah anda menetukan jenis kenaekaragaman apakah
kuda dan keledai? Berikan alasan mu!
3. Dapatkah anda menjabarkan penyebab munculnya keanekaragaman
ekosistem dilingkungan anda, berikan penjelasan mu secara ringkas mengenai
analisa faktor-faktor yang memunculkan kenaekaragaman ekosistem!
4. Bila ada menjadi tukang buah-buahan yang berjualan dipasar pasti anda akan
menjual bermacam macam buah-buahan, mengapa anda melakukan hal
demikian dalam kegiatan anda berjualan. Berikan alasan mu!
DIKI LATU HAR HARI 16
Kegiatan belajar 2
PERSEBARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI
INDONESIA HAYATI
Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat membandikan persebaran
keanekaragaman hayati berbagai wilayah di Indonesia dengan benar
2. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat memvalidasi persebaran
keanekaragaman fauna di Indonesia dengan benar
3. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyajikan data hasil observasi
terhadap persebaran keanekaragaman fauna di Indonesia dalam bentuk
tabel persebaran.
4. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat mempersentasikan hasil diskusi
mengenai persebaran fauna di Indonesia dengan baik
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki
keanekaragaman hayati tinggi. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki
berbagai tipe hutan yang berbeda sesuai dengan kondisi geografis masing-
masing daerah. Hutan Indonesia pun kaya akan keanekaragaman hayati.
Apakah kalian menyadari Indonesia merupakan negeri kepulauan terbesar
dengan garis pantai terbesar didunia?
Dikutip dari buku Pengetahuan Sosial karya Tri Nur Hadiyati, Indonesia
disebut sebagai negara kepulauan karena wilayahnya terdiri dari pulau-
pulau. Tercatat, ada sekitar 17.500 pulau yang dimiliki Indonesia. Dari
berbagai pulau ini apakah setiap flora dan fauna penghuninya merupakan
DIKI LATU HAR HARI 17
jenis yang sama atau berberbeda? Apakah daerah mu memiliki satwa atau
tumbuhan yang hanya ada di daerah mu saja? Untuk menjawab pertanyaan
ini maka mari kita melakukakn kegiatan pembelajaran seperti dibawah ini,
tetapi sebelum kita masuk ke dalam kegiatan pembelajaran, siswa disarankan
untuk membaca materi dibawah ini terlebih dahulu:
A. Persebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Di dunia ini terdapat enam zona persebaran makhluk hidup (biogeografi),
yaitu zona Neotropik, zona Neartik, zona Etiopia, zona Paleartik, zona
Oriental, dan zona Australasia. Karena Indonesia terletak di daerah tropik
yang berada di antara zona Oriental dan zona Australasia, maka memiliki
sederet habitat yang luas, meliputi hutan basah dan hutan kering, rawa
permanen, padang rumput, gurun pasir, sampai gunung bersalju. Kekayaan
habitat tersebut memunculkan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia,
memiliki keunikan tersendiri, selain itu juga memiliki tumbuhan dan hewan
langka, serta tumbuhan dan hewan endemik.
Luas wilayah Indonesia ini hanya sekitar 1,3% dari luas bumi, namun
mempunyai tingkat keberagaman kehidupan yang sangat tinggi. Untuk
tumbuhan, Indonesia diperkirakan memiliki 25% dari spesies tumbuhan
berbunga yang ada di dunia atau merupakan urutan negara terbesar ketujuh
dengan jumlah spesies mencapai 20.000 spesies, 40% merupakan tumbuhan
endemik atau asli Indonesia. Famili tumbuhan yang memiliki anggota spesies
paling banyak adalah Orchidaceae (anggrek-anggrekan) yakni mencapai
4.000 spesies. Untuk jenis tumbuhan berkayu, famili Dipterocarpaceae
DIKI LATU HAR HARI 18
memiliki 386 spesies, anggota famili Myrtaceae (Eugenia) dan Moraceae
(Ficus) sebanyak 500 spesies dan anggota famili Ericaceae sebanyak 737
spesies, termasuk 287 spesies Rhododendrom dan 239
spesies Naccinium (Whitemore 1985 dalam Santoso
1996). Untuk memahami keanekaragman hayati di
indonesia lebih dalam mari kita simak video berikut atau
dapat juga scan barcode berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=j-ads_fyrU8
KEGIATAN 2 !!!
Tujuan : Mengetahui persebaran fauna
Alat dan Bahan :
1. Pena 3. Sumber buku fauna
2. Kertas 4. Peta
Cara Kerja :
1. Pelajarilah buku tentang persebaran jenis-jenis fauna di Indonesia.
2. Isikanlah temuan Anda pada tabel di bawah ini! Salinlah di buku tugas Anda
3. Kumpulkan masing-masing kelompok fauna!gambar-gambar fauna dari masing-
masing kelompok seperti yang terdapat pada tabel!
No. Kelompok Fauna Wilayah Jenis-jenis Fauna
1 Oriental
2 Australasia
3 Peralihan
4. Diskusikan dengan teman-teman Anda, jenis hewan apa saja yang terdapat pada
5. Bandingkan hasil temuan Anda dengan kelompok lain!
6. Diskusikan, kemudian catat kesimpulan dari diskusi itu!
Perhatikan gambar peta persebaran keanekaragaman hayati pada
Gambar indonesia terbagi berdasarkan garis maya antara garis wallace yang
membagi wilayah indonesia barat dan timur, Namun weber membaginya
kembali berdasarkan perbedaan antara fauna di indonesia tengah dengan
DIKI LATU HAR HARI 19
timur. Menyebabkan Indonesia terletak di antara dua zona, yaitu zona
Oriental (asiatis) dan Australia. Zona Oriental meliputi wilayah barat
Indonesia, yaitu Sumatra, Bali, Jawa, dan Kalimantan sehingga pada zona ini
hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan memiliki kemiripan dengan yang
terdapat di Benua Asia. Di wilayah Timur Indonesia, yaitu Maluku dan Papua,
termasuk zona Australia, sehingga hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan juga
memiliki kemiripan dengan Benua Australia. Zona peralihan, yaitu yang
terdapat di wilayah tengah antara zona Asia dan Australia, misalnya
Sulawesi dan NusaTenggara, pada tempat ini hewan-hewan dan tumbuh-
tumbuhannya tidak mempunyai kemiripan antara Australasia dan Oriental.
Untuk lebih memahami persebaran fauna di Indonesia perhatikan gambar 5.
Gambar 5. Persebaran fauna di indonesia
Sumber gambar : https://nusacaraka.com/2019/03/23/persebaran-flora-
dan-fauna-di-indonesia/
1) Zona Oriental (Wilayah Barat Indonesia)
Zona Oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu Kalimantan,
Sumatra, Jawa, dan Bali yang terdapat hutan hujan tropik yang
didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae. Famili
Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi, membentuk kanopi
DIKI LATU HAR HARI 20
hutan, dan menghasilkan biji bersayap. Tumbuhan yang termasuk famili
Dipterocarpaceae, antara lain :
kayu kruing (Dipterocarpaceae)
kayu meranti (Shorea spp)
kayu kapur (Dryobalanops aromatica)
dan kayu garu (Gonystylus bancanus)
Sedangkan tumbuhan hutan hujan tropik dicirikan dengan kanopi
rapat dan banyak tumbuhan yang memanjat (liana) seperti pohon mangga
(Mangifera indica), pohon durian (Durio zibethinus) dan pohon suku
(Artocarpus).
Jenis-jenis hewan pada zona ini memiliki kemiripan dengan jenis
hewan di Benua Asia yang terdiri atas :
Beberapa species Mamalia berukuran besar seperti gajah, banteng,
badak, dan harimau
Berbagai jenis primata seperti monyet ekor panjang, orang utan,
bekantan dan kukang.
Burung-burung yang dapat berkicau, tetapi warnanya tidak seindah
burung Australia, misalnya, jalak bali (Leucopsar rothschildi), murai
(Myophoneus melurunus), ayam hutan berdada merah (Arborphila
hyperithra), dan ayam pegar (Lophura bulweri).
DIKI LATU HAR HARI 21
2) Zona Australasia (Wilayah Timur Indonesia)
Zona Australasia meliputi wilayah timur Indonesia, yaitu Maluku dan
Papua. Pada zona ini terdapat hutan dengan pohon-pohon yang rendah dan
berada di daerah datar seperti matoa dan Ficus (famili beringin). Jenis-
jenis hewannya memiliki kemiripan dengan jenis hewan di Benua
Australia, terdiri atas Mamalia berukuran
kecil atau hewan berkantung seperti
kuskus, bandicot, oposum, dan kanguru
jenis berkantung dan musang berkantung
di Maluku bagian timur dan Irian Jaya.
Jenis burungnya memiliki beragam warna
seperti burung cendrawasih yang TAHUKAH KAMU?
Tarsius (Tarsius tarsier) merupakan
terdapat banyak di Papua dan sedikit di hewan endemik dari Sulawesi. Tarsius
dikenal dengan nama binatang
Maluku. Daerah di wilayah Indonesia hantu/kera hantu/monyet hantu.
Nama tarsius diambil dari ciri fisik
Timur terkenal sebagai dunia burung. tubuh mereka yang istimewa, yaitu
tulang tarsal yang memanjang yang
Ada 28 jenis burung berbulu, misalnya membentuk pergelangan kaki mereka
sehingga mereka dapat melompat
burung cendrawasih, kakaktua sejauh 3 meter. Hal yang paling
istimewa dari tarsius adalah matanya
berjambul, dan kasuari. yang besar. Ukuran matanya lebih
3) Zona Peralihan (Wilayah Tengah Indonesia)
Zona peralihan merupakan wilayah yang terdapat keanekaragaman
hayati berasal dari zona Oriental dan zona Australasia. Zona ini meliputi
wilayah tengah Indonesia, yaitu Sulawesi dan Nusa Tenggara. Pada
wilayah ini terdapat pohon eukaliptus dan hewan oposum yang lebih mirip
dengan tumbuhan dan hewan dari zona Australasia. Selain itu, di
Indonesia bagian tengah terdapat hewan khas Indonesia, misalnya anoa
(mirip lembu dan hidup liar) di Sulawesi, babirusa dengan taring panjang
DIKI LATU HAR HARI 22
dan melengkung terdapat di Sulawesi dan Maluku bagian barat, biawak
komodo sisa fauna purba di Pulau Komodo, burung maleo
yang sangat langka terdapat di Sulawesi dan Kepulauan
Sangihe. Anda sudah mempelajari tentang
keanekaragaman hayati di Indonesia. Untuk
mengetahui persebaran jenis-jenis hewan di Indonesia.
Untuk memeahami lebih dalam tentang persebran fauna di indonesia mari
kita simak video berikut atau scan barcode berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=mQV7xpY_tNY
Forum Diskusi
1. Ayo diskusikan bersama kawan kawan mu mengenai kekayaan flora dan fauna
di Indonesia, cari lah berbagai sumber, artikel ataupun jurnal mengenai
keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia, kemudian tentukan:
a. Apa yang menjadi penyebab keanekaragaman flora dan fauna di
Indoensia sanggat kaya?
b. Menggapa flora dan fauna di Indonesia dapat di kelompokan kedalam 3
tipe dan apa penyebabnya?
2. Bacalah artikel berikut ini atau scan barcode:
https://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/12957
Dari data jurnal tersebut dapat kah kamu:
a. Buatlah daftar hewan yang termasuk satwa endemik dari
jurnal tersebut!
b. Melakukan validasi pengelompkkan hewan mana saja yang
termasuk hewan tipe peralihan? Mengapa kamu
mengelompokanya secara demikian?
DIKI LATU HAR HARI 23
Tes Formatif Kegiatan Belajar 2
1. Dari persebaran fauna di Indonesia dapatkah kamu mengaitkan hubungan
kondisi Indonesia yang merupakaan negara kepulaan dengan keanekaragaman
fauna di setiap wilayahnya?
2. Menurut hasil telaah mu mengenai persebaran hewan di Indonesia dapatkah
kamu menarik kesimpulan apa yang menjadi penyebab negara indonesia
memiliki 3 tipe fauna? Berikan alasan mu!
3. Berdasarkan pengamatan mu dari materi ini, dapat kah kamu mengelompokan
hewan di setap wilayah dan menyipulkan persamaan ciri hewan dalam setiap
wilayah tersebut!
DIKI LATU HAR HARI 24
Kegiatan belajar 3
ANCAMAN DAN UPAYA PELESTARIAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Tujuan Pembelajaran :
1) Setelah studi literatur, siswa dapat menguraikan ancaman kelestarian flora
dan atau fauna khas Indonesia dengan tepat.
2) Setelah berdiskusi, siswa dapat menghubungkan data ancaman kelestarian
dengan upaya pelestraian keanekargaman hayati di Indonesia dengan tepat
3) Setelah menganalisis data ancaman flora dan fauna, siswa dapat membuat
laporan usulan upaya pelestraian keanekargaman hayati di Indonesia dengan
baik.
4) Setelah membuat laporan usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati,
siswa dapat mempresentasikan usulan upaya pelestraian keanekargaman
hayati di Indonesia dengan baik
Indonesia sebagai negara tropis dengan ribuan pulau menjadi surga
bagi flora dan fauna di dalamnya. Dengan 74 tipe ekosistem yang khas dan
membentuk biosfir megabiodiversity, menjadi tempat hidup sekitar 1500
spesies algae, tumbuhan 80.000 spesies jamur, 595 spesies lumut, 2.197
spesies paku‐pakuan, dan 30.000 – 40.000 spesies tumbuhan berbiji. Dan
juga tempat hidup 8157 spesies vertebrata, 270 spesies mamalia, 386
spesies burung, 328 spesies reptile, 204 spesies amphibia, 280 spesies
ikan yang endemik. Semua itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan
tingkat keanekaragaman hayati tertinggi dunia.
Akan tetapi ancaman terhadap keanekaragaman hayati itu semakin
nyata. Oleh karena itu, salah satu upaya pemerintah melindungi spesies
dilindungi adalah dengan menetapkan 14 spesies terancam punah yang
menjadi spesies prioritas utama peningkatan populasi sebesar 3 persen
DIKI LATU HAR HARI 25
pada tahun 2010-2014 melalui SK Dirjen PHKA No. SK.132/IV-KKH/2011.
Langkah strategis pelaksanaan diperkuat dengan peta jalan peningkatan
populasi 14 spesies dengan SK Dirjen PHKA No. 109/IV-KKH/2012.
Peta jalan tersebut menjadi panduan seluruh UPT dibawah
Kementerian Kehutanan (yang sekarang menjadi Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan) untuk melaksanakan program, rencana aksi
arahan/panduan pencapaian target, sampai degan ketersediaan anggaran;
dan ketersediaan SDM yang terampil dan peralatan yang memadai untuk
meningkatkan populasi 14 spesies tersebut.
Beberapa spesies langka yang menjadi prioritas tersebut terdapat di
wilayah Indonesia Tengah dan Timur meliputi orangutan Kalimantan (Pongo
pygmaeus), maleo (Macrocephalon maleo), bekantan (Nasalis lavartus), anoa
(Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis), dan komodo (Varanus
komodoensis).
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan tahun 2012, telah terjadi
peningkatan beberapa spesies tersebut. Berikut ini gambaran
pencapaiannya :
No. Nama Spesies Target Tahun 2011 Tahun 2012
(%)
(%) 19.51
1.81
1 Anoa 0.38 126.19
39.10
2 Orangutan kalimantan 1.08 72.02
3 Bekantan 105.48
4 Komodo 34.15
5 Maleo 4.54
Sumber : Renja Tahun 2014/ Ditjen PHKA
Walaupun berdasarkan data yang telah ditampilkan menyatakan
adanya peningkatan populasi spesies-spesies tersebut, namun kondisi di
lapangan juga perlu menjadi perhatian. Permasalahan bagi keberlangsungan
hidup spesies tersebut masih saja terjadi. Beberapa spesies tersebut
DIKI LATU HAR HARI 26
makin nyata mendapatkan ancaman, baik dari aktivitas manusia maupun
kerusakan hutan sebagai habitatnya.
Maka dari itu sebagai warga indonesia, kita wajib melindungi flora
dan fauna yang ada di indonesia agar tidak punah. Maka mari kita
melakukakn kegiatan pembelajaran seperti dibawah ini untuk mempelajari
upaya pelestarian keanekaragaman hayati di indonesia khususnya., tetapi
sebelum kita masuk ke dalam kegiatan pembelajaran, siswa disarankan
untuk membaca materi dibawah ini terlebih dahulu:
A. Ancaman Kelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai kemampuan untuk
berinteraksi dan memengaruhi ekosistem karena manusia merupakan
makhluk yang memiliki kelebihan akal dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa kelangsungan hidup manusia juga
bergantung dari kelestarian ekosistem tempat manusia hidup. Untuk
menjaga terjaminnya kelestarian ekosistem, manusia harus dapat menjaga
hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya sehingga
keseimbangan ekosistem dapat terjaga. Kelestarian berarti juga terjaganya
keanekaragaman hayati (biodiversitas). Pemanfataan sumber daya alam
secara berlebihan dapat mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman
hayati atau bahkan terjadi kepunahan jenis tersebut.
Keanekaragaman hayati yang ada di permukaan bumi ini bukanlah sesuatu
yang bersifat kekal, artinya setiap saat dapat mengalami perubahan,
terutama dalam hal jumlahnya. Dalam kenyataannya, keanekaragaman hayati
di negara kita mengalami perubahan yang cenderung berkurang. Perubahan
DIKI LATU HAR HARI 27
keanekaragaman hayati sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia,
bencana alam, maupun seleksi alam.
1. Pembukaan Hutan
Pembukaan hutan, seperti untuk lahan pertanian, permukiman,
pertambangan dan industri yang disebabkan pertambahan populasi
manusia akan berakibat terhadap keseimbangan ekosistem hutan.
Terjadinya penggundulan hutan akan mengakibatkan banjir. Kegiatan
pembukaan hutan akan menghilangkan beribu-ribu spesies asli yang ada
di hutan karena habitatnya telah rusak. Contohnya, semakin langkanya
jalak putih bali karena habitatnya tergusur, dan menurunnya populasi
harimau jawa akibat habitatnya menyempit. Kegiatan manusia tersebut
mengakibatkan menurunnya keanekaragaman ekosistem, jenis, dan gen.
2. Pencemaran Lingkungan
Peningkatan jumlah pemukiman dan industri akan membawa
konsekuensi terciptanya limbah yang akan mencemari lingkungan baik air,
tanah atau udara. Pencemaran merupakan perubahan lingkungan akibat
ulah manusia. Bahan pencemar berasal dari limbah pabrik, asap
kendaraan bermotor, limbah rumah tangga, pestisida, sampah yang tidak
dapat didaur ulang lingkungan secara alami, dan bahan-bahan berbahaya
lain. Bahan pencemar ini dapat membunuh makhluk hidup, termasuk
mikroba, jamur, hewan, dan tumbuhan sehingga mengurangi
keanekaragamannya. Perubahan lingkungan ini akan memberikan tekanan
terhadap makhluk hidup yang akan sangat membahayakan kelangsungan
biodiversitas atau keanekaragaman hayati di permukaan bumi. Contohnya
semakin langkanya jenis-jenis ikan air tawar yang ada di sungai Ciliwung
akibat pencemaran limbah industri, matinya ribuan ikan laut di Pantai
Teluk Jakarta akibat pencemaran limbah industri.
DIKI LATU HAR HARI 28
3. Introduksi spesies asing (invasif)
spesies invasif mempunyai beberapa macam definisi, yaitu (1) non-
indigenous species atau spesies asing yang menyebabkan habitat diinvasi
dan dapat merugikan baik secara ekonomis, lingkungan maupun ekologis;
(2) native dan non-native species, spesies yang mengkoloni secara berat
habitat tertentu; dan (3) widespread non-indigenous species, spesies
yang mengekspansi suatu habitat. Jadi spesies invasif mencakup spesies
asing (eksotik) dan spesies asli yang tumbuh di habitat alaminya.
Karakter spesies invasif antara lain: tumbuh cepat, reproduksi cepat,
kemampuan menyebar tinggi, toleransi yang lebar terhadap kondisi
lingkungan, kemampuan untuk hidup dengan jenis makan yang beragam,
reproduksi aseksual, dan berasosiasi dengan manusia. Spesies asing
invasif adalah spesies-spesies flora maupun fauna, termasuk
mikroorganisma yang hidup di luar habitat alaminya, tumbuh dengan
pesat karena tidak mempunyai musuh alami, sehingga menjadi gulma,
hama dan penyakit pada spesies-spesies asli.
Ikan Nila Eceng Gondok
Gambar 6. Contoh spesies invasif di Indonesia
Sumber gambar :
https://www.google.com/search?q=eceng+gondok&hl=id&sxsrf=ALeKk008snSO4
HmkJlOniD
DIKI LATU HAR HARI 29
Invasi hayati oleh spesies-spesies saat ini telah disadari sebagai
salah satu ancaman pada keberlangsungan keanekaragaman hayat dan
ekosistem asli. Sebagai kompetitor, predator, patogen dan parasit,
spesies-spesies asing invasif ini mampu merambah semua bagian
ekosistem alami/asli dan menyebabkan punahnya spesies-spesies asli.
Dalam skala besar spesies asing invasif ini mampu merusak ekosistem
alami/asli. Beberapa contohnya spesies invasif di Indonesia adalah ikan
nila, ikan sapu-sapu, dan eceng gondok. Masuknya spesies invasih ini
daoat secara sengaja melalui introduksi spesies komoditas, perdagangan
dan kepariwisataan, atau tidak disengaja, melalui penempelan berbagai
spesies makhluk hidup ini pada kapal, kontainer, mobil, benih, dan tanah.
4. Budidaya monokultur dan dampak negatif rekayasa genetik
Sistem pertanian monokultur yang bertujuan untuk meningkatkan
produktivitas pangan, berpengaruh negatif terhadap jenis-jenis
tumbuhan yang kurang bersifat unggul karena menjadi kurang
dibudidayakan sehingga hilang dari lingkungan dan pada akhirnya menjadi
punah. Selain itu, pemanfaatan bibit unggul yang tahan hama dan
penyakit hasil rekayasa genetika juga dapat menyebabkan erosi plasma
nuftah bagi tanaman yang tidak tahan terhadap hama dan penyakit.
5. Eksploitasi sumber daya alam hayati yang berlebihan
Pertambahan populasi manusia yang sangat cepat mengakibatkan
pengambilan sumber daya alam hayati oleh manusia dapat melebihi batas
regenerasi dan reproduksi dari organisme tersebut. Kenyataan semacam
itu menyebabkan kepunahan pada berbagai jenis makhluk hidup, sehingga
menurunkan keanekaragaman hayati. Contohnya perburuan orangutan
untuk membuat obat, gading gajah untuk dikoleksi, perburuan beruang
dan ular atau buaya untuk pembuatan tas maupun jaket kulit. perubahan
DIKI LATU HAR HARI 30
dari hutan pantai menjadi hutan produksi dapat mengakibatkan hilangnya
tumbuhan liar yang penting. Hilangnya jenis-jenis tumbuhan tertentu
dapat menyebabkan hilangnya hewan-hewan yang hidupnya bergantung
pada tumbuhan tersebut. Penebangan hutan yang dilakukan secara
berlebihan tidak hanya menghilangkan pohon yang sengaja ditebang,
tetapi juga merusak pohon-pohon yang ada di sekitarnya. Di samping itu,
hewan-hewan yang tergantung pada pohon tersebut akan terganggu dan
hilang sehingga akan menurunkan jenis hewan tersebut.
Eksploitasi terhadap keanekaragaman hayati, penebangan liar,
konversi kawasan hutan menjadi areal lain, perburuan dan perdagangan
liar adalah beberapa faktor yang menyebabkan terancamnya
keanekaragaman hayati. Untuk mendorong usaha penyelamatan
sumberdaya alam yang ada, dan adanya realitas meningkatnya
keterancaman dan kepunahan sumberdaya hayati, maka ditetapkan
adanya status kelangkaan suatu spesies. Indonesia merupakan negara
dengan tingkat keterancaman dan kepunahan spesies tumbuhan tertinggi
di dunia dan merupakan hot-spot kepunahan satwa. Tercatat sekitar 240
spesies tanaman dinyatakan langka, diantaranya banyak yang merupakan
spesies budidaya.Paling sedikit 52 spesies keluarga anggrek, 11 spesies
rotan, 9 spesies bambu, 9 spesies pinang, 6 spesies durian, 4 spesies
pala, dan 3 spesies mangga (Mogea et al. 2001).
Selain itu ada 44 spesies tanaman obat dikategorikan langka, seperti
pulasari, kedawung, jambe, pasak bumi, gaharu, sanrego. Dari catatan
lain untuk dunia flora, juga diketahui sekitar 36 spesies kayu di
Indonesia terancam punah, termasuk kayu ulin di Kalimantan Selatan,
sawo kecik di Jawa Timur, Bali Barat dan Sumbawa, kayu hitam di
Sulawesi, dan kayu pandak di Jawa. Pakis haji (Cycas rumphii) yang
DIKI LATU HAR HARI 31
pernah populer sebagai tanaman hias kini sulit ditemukan di alam,
demikian pula Pakis hias (Ponia sylvestris), Anggrek jawa (Phalaenopsis
javanica) dan sejenis rotan (Ceratobulus glaucescens) kini hanya tinggal
beberapa batang di pantai selatan Jawa Barat. Bahakan tiga spesies
anggrek endemik Jawa telah punah, yaitu spesies Habenaria giriensis,
Plocoglottis latifolia dan Zeuxine tjiampeana.
Tugas
Setelah memahami tentang ancaman kelestarian keanekaragaman hayati,
carilah data flora dan fauna di Indonesia yang langka dan/atau endemik
maupun yang sudah punah! Dari berbagai literatur
B. Upaya Pelestarian Keanakaragaman Hayati di Indonesia
1. Penghijauan
Penghijauan (reboisasi) merupakan kegiatan manusia untuk menanam
kembali pada lahan atau hutan yang telah gundul akibat penebangan atau
pembakaran hutan. Reboisasi bertujuan untuk mengembalikan kondisi
lahan atau hutan yang telah rusak, sehingga diharapkan akan muncul
suatu lingkungan baru yang dapat dijadikan tempat tinggal berbagai jenis
organisme baru. Tanaman yang ditanam dalam usaha penghijauan
biasanya adalah tanaman yang cepat tumbuh seperti sengon dan lamtoro.
2. Penangkaran
Penangkaran merupakan suatu kegiatan mengembangbiakkan
tumbuhan dan hewan dengan cara yang terkontrol. Kegiatan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan jumlah tumbuhan dan hewan agar tidak
punah. Di Taman Nasional Way Kambas terdapat penangkaran gajah
sumatra, hasil penangkaran tersebut kemudian dilepas kembali ke
habitat asalnya sehingga populasi hewan itu akan meningkat.
3. Perkawinan Silang
DIKI LATU HAR HARI 32
Perkawinan silang merupakan usaha melakukan perkembangbiakan
secara silang terhadap tumbuhan dan hewan sejenis dengan sifat
berbeda dan akan dihasilkan keturunan baru yang berbeda dengan sifat
induknya. Perkawinan silang bertujuan untuk menambah jumlah
keanekaragaman hayati yang ada, contoh tanaman anggrek bunga merah
yang disilangkan dengan tanaman anggrek berbunga putih menghasilkan
keturunan anggrek bunga merah bergaris putih yang menambah jumlah
keanekaragaman tanaman tersebut.
4. Perlindungan Alam
Perlindungan alam merupakan suatu usaha untuk menjaga kelestarian
tumbuhan dan hewan, termasuk air dan tanah. Perlindungan alam
bertujuan untuk mempertahankan kelestarian habitat suatu ekosistem
di muka bumi. Usaha pelestarian alam ada dua macam, yaitu sebagai
berikut.
1) Pelestarian insitu, yaitu usaha pelestarian tumbuhan dan hewan yang
dilakukan di habitat aslinya. Contohnya hutan lindung, hutan wisata,
taman nasional, dan taman wisata.
a. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau
Komodo.
b. Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional
Ujung Kulon, Jawa Barat.
c. Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
d. Pelestarian terumbu karang di Bunaken
DIKI LATU HAR HARI 33
e. Taman Nasional Ujung Kulon, untuk mengenal lebih
dekat mari kita simak video berikut ini atau scan
barcode berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=mbqlrz4G93A
f. Taman Nasional Komodo
Untuk mengenal lebih deka
2) Pelestarian exsitu, merupakan kebalikan dari pelestarian insitu, yaitu
usaha pelestarian dengan cara memindahkan tumbuhan dan hewan dari
habitat aslinya ke tempat lain. Contohnya kebun raya, kebun binatang,
kebun koleksi, kebun botani, dan taman laut.
a. Kebun Raya Bogor
b. Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam
rangka melestarikan plasma nuftah.
c. Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.
5. Pembuatan Taman Kota
Pembuatan taman-taman kota akan mendatangkan manfaat, antara
lain, meningkatkan kandungan oksigen, menurunkan suhu lingkungan,
menurunkan efek pencemaran kendaraan bermotor, memberi keindahan,
dan meningkatkan keanekaragaman hayati.
6. Pemuliaan
Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul, tetapi bukan
berarti menghilangkan varietas yang tidak unggul. Pemuliaan dapat
dilakukan dengan perkawinan silang yang akan menghasilkan varian baru.
Oleh karena itu, pemuliaan hewan maupun tumbuhan dapat meningkatkan
keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis.
DIKI LATU HAR HARI 34
Forum Diskusi
1. Suatu saat Anda berwisata ke daerah dataran tinggi yang banyak
terdapat tanaman apel yang berasa segar dan manis. Di tempat itu dijual
pula bibit-bibit tanaman apel yang bisa dibeli oleh wisatawan, lalu Anda
membeli bibit tanaman apel itu dan menanamnya di rumah Anda yang
terletak di dataran rendah. Setelah beberapa tahun, akhirnya tanaman
apel itu berbuah, namun buahnya kecil dan rasanya masam. Anda mungkin
berpikir mengapa terdapat perbedaan rasa buah, sedangkan bibit
tanaman yang Anda tanam sama.
a. Coba jelaskan permasalahan ini disertai dengan alasan yang tepat
sesuai teori yang telah Anda pelajari!
b. Apakah tindakan membawa bibit tanaman dari daerah lain di
perbolehkan? Jika tidak berikan alasan mu!
2. Badak jawa saat ini terancam punah, ancaman utama bagi badak jawa
adalah hilangnya habitat mereka akibat aktivitas perambahan hutan oleh
warga, kompetisi dengan mamalia herbivora lainya.
a. Bagaimana cara perlindungan yang tepat berdasarkan analisis
ancaman tersebut?
b. apabila anda seorang pemangku kebijakan tindakan nyata apa yang
akan anda ambil dalam menyelesaikan masalah
tersebut!
3. Simak link video berikut atau scan barcode:
https://www.youtube.com/watch?v=cA87aTymJ-o
Diskusikan bersama teman mu
a. Apakah cara ini tepat dan efektif?
b. Bagaimana menurut mu tentang upaya yang dilakukan untuk menjaga
keanekaragaman hayati?
DIKI LATU HAR HARI 35
c. Solusi apakah yang dapat kamu ajukan untuk mengatasi permasalhan
ini?
Tes Formatif Kegiatan Belajar 3
1. Ikan nila merukan ikan yang bersal dari afrika. Ikan nila (Oreochromis
niloticus) pertama kali masuk ke Indonesia sebagai ikan introduksi pada tahun 1969
dan tersebar di Danau Tempe, Sulawesi Selatan (Nugroho, 2013). Ikan
nila merupakan salah satu komoditas unggulan untuk budidaya air tawar
di Indonesia dengan tingkat produksi yang terus meningkat. Karena populasinya
kian meningkat ikan omnivora ini menjadi ancaman bagi ekosistem terutama fauna
perairan lokal. Dapatkah kamu menelaah ancaman ikan nila bagi fauna lokal? Dan
saran apa yang kamu bisa berikan dalam memecahkan masalah ini?
2. Suku Badui/Baduy merupakan kelompok etnis masyarakat adat suku Sunda
Banten di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka
sekitar 26.000 orang, mereka merupakan salah satu kelompok masyarakat
yang menutup diri mereka dari dunia luar. Masyarakat baduy dalam
meemenuhi kebutuhan pokoknya mereka dengan cara bertani dan
memanfaatkan hutan untuk mencari hasil bumi. Masyarakat Baduy mampu
mengelola lahan yang diberikan oleh pemerintah, berupa hak ulayat, dengan
arif dan bijaksana. Mereka membagi tata guna lahannya menjadi kawasan
hutan, kawasan budidaya, dan pemukiman. Kawasan hutan mutlak digunakan
untuk perlindungan lingkungan sehingga tidak boleh dialihfungsikan untuk
kepentingan lainnya. Setiap masyarakat Baduy wajib berladang sebagai
bentuk penghormatan terhadap Sanghyang Dewi Sri yang menjadi salah satu
kepercayaannya. Sistem pertanian masyarakat Baduy adalah pertanian padi
lahan kering pola perladangan berpindah dengan masa 5-7 tahun. Setelah itu
DIKI LATU HAR HARI 36
mereka akan mencari lahan baru untuk kembali di tanami dalam upaya
menjaga ketahanan pangan. Dalam hal ini dapat kah kamu menganalisa :
A. Upaya apa yang dilakukan masyarakat baduy dalam menjaga kelestarian
alam?
B. Apakah sistem ladang berpindah ini sudah tepat dalam melestarikan
keanekaragaman hayati? Berikan penjelasan mu!
C. Saran apa yang dapat kamu berikan untuk membantu menjaga kelestarian
lingkungan masyarakat baduy?
PENUTUP
3
2.4 Rangkuman
Indonesia memiliki jumlah keragaman yang tinggi dibandingkan negara-
negara lain dan memiliki macam-macam tumbuhan, hewan khas dan sifatnya
endemik. Keanekaragaman hayati Indonesia dibagi berdasarkan karakteristik
wilayahnya; penyebarannya (Biogeografi); ekosistem perairannya. Biogeografi
adalah ilmu yang mempelajari penyebaran makhluk hidup tertentu pada
lingkungan tertentu di bumi.
Keanekaragaman pada tingkatan gen merupakan keanekaragaman yang
paling rendah. Gen adalah faktor pembawa sifat yang terdapat di dalam
kromosom. Kromosom terdapat di dalam inti sel. Keanekaragaman gen
ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk dan fungsi gen. Gen adalah materi
yang mengendalikan sifat atau karakter. Jika gen berubah, sifat-sifat pun akan
berubah. Sifat-sifat yang ditentukan oleh gen disebut genotipe.
DIKI LATU HAR HARI 37
Keanekaragaman jenis merupakan variasi organisme yang ada di bumi.
Keanekaragaman jenis sebagai gabungan antara jumlah jenis dan jumlah
individu masing-masing jenis dalam komunitas. Ekosistem dapat diartikan
sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu
dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Pembagian ekosistem yaitu ekosistem hutan hujan tropis, hutan
gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air
payau, laut, dan lain-lain. Komponen biotik dan abiotik di berbagai daerah
bervariasi baik mengenai kualitas komponen tersebut maupun kuantitasnya.
Tingkat keanekaragaman yang tinggi menimbulkan permasalahan yaitu
eksploitasi keanekaragaman hayati yang berlebihan. Eksploitasi yang
berlebihan menimbulkan penurunan tingkat keanekaragaman hayati bahkan
sampai menuju kepunahan untuk beberapa jenis flora dan fauna. Untuk itu
dilakukan pelestarian keanekaragaman hayati, baik tingkat ekosistem, jenis
dan genetik. Pelestarian keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan cara
in-situ maupun ex-situ.
Untuk memahami lebih dalam dapat juga menyimak link atau
scan barcode video berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=vjQ0FmojVwI
DIKI LATU HAR HARI 38
3.2 Tes Sumatif
A. PILIHLAH JAWABAN YANG MENURUT MU SESUAI DENGAN
PERTANYAANYA!
1. Suatu makhluk hidup baik hewan atau tumbuhan yang hanya dijumpai pada
suatu wilayah tertentu dan tidak dijumpai di tempat lain disebut ....
a. Langka d. Peralihan
b. Punah e. Endemik
c. Unik
2. Pak Sajum melakukan penanaman buah durian yang berasal dari indukan yang
sama, namun dalam perkembanganya buah durian yang tumbuh di kebun pak
Sajum memiliki karateristik berbeda antar satu pohon dengan pohon lainya,
hal ini merupakan jenis keanekaragaman hayati pada tingkat...
a. Spesies d. Bioma
b. Gen e. Varietas
c. Ekosistem
3. Buah mangga yang sering dijual di pasar bisa kita lihat beraneka ragam misal ada
mangga arum manis, mangga sengir, mangga golek, mangga gadung dan mangga
manalagi. Keanekaragaman mangga tersebut merupakan keanekaragaman tingkat....
a. Jenis d. Ekosistem
b. Genetik e. Komunitas
c. Populasi
4. Kepulauan sulawesi merupakan daerah yang memiliki hewan endemik
terbanyak, dimana hewan ini hanya dapat di jumpai hanya di sulawesi saja,
menurut pendapat mu mengapa sulawesi memiliki hewan endemik dalam
jumlah yang banyak seperti anoa, tarsius, burung maleo dan babi rusa yang
tidak ditemukan di daerah lain….
DIKI LATU HAR HARI 39
a. Hewan di kepulauan sulawesi merupakan hewan migrasi dari daerah asia
dan australia
b. Hewan-hewan di sulawesi merupakan hasil perkawinan silang antar hewan
tipe oriental dan australia
c. Kepulauwan sulawesi merupakan kepulauan yang tidak menyatu dengan
daratan asia dan australia yang menyebabkan hewan yang ada memiliki
kekahasan tersendiri
d. Bencana alam dahsyat merubah lingkungan kepulauan sulawesi sehingga
menghasilkan hewan yang beradaptasi dengan lingkungan yang ekstream
e. Persebaran hewan di sulawesi di pengaruhi arus peraiaran yang dangal
dan tenang sehingga hewan mudah bermigrasi
5. Pada tahun 2006 pemerintah melepaskan benih ikan bilih (Mystacoleucus
padangensis) endemik dari Danau Singkarak, Sumatera Barat, ke Danau
Toba di Sumatera Utara. Perhatikan grafik dibawah ini perbandingan jumlah
ikan bilih dengan ikan batak (Neolissochillus Thienemanni var. sumatranus)
yang asli perarian Danau Toba dari tahun ketahun.
Populasi Ikan Batak dan Ikan Bilih di
Danau Toba
6
5
4
3
2
1
0 2010 2014 2018
2006
Ikan Batak Ikan Bilih
berdasarkan grafik di Atas upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga
kelestarian keanekaragaman hayati yang tepat adalah….
DIKI LATU HAR HARI 40
a. Mengawinsilangkan ikan batak dan ikan bilih
b. Melakukan pembudidayaan ikan batak secara besar besaran
c. Melakukan pembudidayaan ikan bilih secara besar besaran
d. Memindahkan ikan batak ke danau di Singkarak, Sumatera barat
e. Menangkap seluruh ikan bilih yang ada di Danau Toba
6. Di perairan sungai cimanuk persebaran ikan nila sudah sangat
menghawatirkan, dimana populasi ikan ini sudah melebihi ambang batas, dan
mulai menyebabkan tergangunya ekosistem di perairan sungai cimanuk,
dimana ikan ini mulai mengurangi populasi fauna asli perainran sungai cimanuk
seperti ikan, udang, dan mollusca. Dalam hal ini upaya pemerintah yang tepat
dalam menjaga keseimbangan ekosistem terhadap permasalahn ikan nila
yaitu dengan cara….
a. Melakukan pembudidayaan ikan nila di kolam-kolam isolasi
b. Melakukan sosialisasi pada warga untuk pentingnya membudidayakan ikan
nila
c. Melakukan kegiatan sayembara perburuan ikan nila untuk mengurangi
populasinya
d. Melakukan upaya konservasi lingkungan dengan menambahkan pakan alami
ikan nila
e. Melakukan pelepas liaran predator alami ikan seperti biyawak, musang,
dan ular air
7. Berikut berbagai jenis fauna antara lain badak, gajah, orang utan, anoa,
malleo, dan babi rusa. Manakah yang termasuk fauna tipe peralihan...
a. Gajah, orang utan, malleo
b. Badak, anoa, gajah
c. Orang utan, anoa, malleo
d. Malleo, anoa, babi rusa
DIKI LATU HAR HARI 41
e. Badak, gajah, orang utan
8. Seorang siswa mengamati cabai beranekaragam, ada beberapa cabai disana
yang ia perhatikan diantaranya adalah cabai keriting, cabai merah besar, dan
hijau besar yang ia temukan di berbagai pedagang sayuran di pasar
Pandeglang. Keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman tingkat...
a. Bioma d. Varietas
b. Spesies e. Jenis
c. Ekosistem
9. Ada 3 tanaman yaitu pohon palem, pohon kelapa dan pinang. Jika kita lihat,
ketiga tanaman tersebut memiliki struktur yang sama. Tanaman tersebut
masih merupapakan satu famili namun berbeda....
a. Spesies d. Varietas
b. Gen e. Bioma
c. Ekosistem
10. Berdasarkan tabel di bawah ini, keanekaragaman tersebut merupakan
tingkat...
No Siswa Jenis Bentuk muka Warna kulit
rambut
1A Lurus Persegi Putih
2B Ikal Oval Sawo matang
3C Keriting Bulat Kuning langsat
DIKI LATU HAR HARI 42
a. Keanekaragaman tingkat spesies
b. Keanekaragaman tingkat gen
c. Keanekaragaman tingkat ekosistem
d. Keanekaragaman tingkat suku
e. Keanekaragaman tingkat jenis
Kunci jawaban 6. C
1. E 7. D
2. B 8. D
3. B 9. A
4. C 10. B
5. B
DIKI LATU HAR HARI 43
Daftar pustaka
Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1 Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X. Jakarta : PT. Balai Pustaka.
Kistinah, Idun dan Endang Sri Lestari. 2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan
Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Anshori, Moch. dkk. 2009. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-
Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Campbell dkk. 2002. Biologi edisi ke V. Erlangga. Jakarta.
Whitemore TC, Sidiyasa K, Whitmore TJ. 1987. Tree species enumeration of 0.5
hectare on Halmahera. Gardens Bulletin Singapore 40:31-34.
Kartawinata K, Abdulhadi R, Partomihardjo T. 1981. Composition and structure of
a lowland dipterocarp forest at Wanariset, East Kalimantan. Malaysian
Forester 44: 397-406.
Mogea JP, Gandawidjaja D, Wiriadinata H, Nasution RE, Irawati. 2001. Tumbuhan
Langka Indonesia. Herbarium Bogoriense P3 Biologi-LIPI, Bogor.
DIKI LATU HAR HARI 44