The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Modul Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by luciaputri19, 2022-04-21 01:23:59

E-Modul Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

E-Modul Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Keywords: Pertumbu,han,Pertumbuhan dan Perkembangan hewan kelas,biologi kelas xii

Dosen Pembimbing : Penyusun
Lucia Putri Luciana
Dr. Dra. Mei Sulistyoningsih, M.Si.
Rivanna Citraning R., S.Si., M.Pd.

1|E-ModulBIOLOGIXII

Kata Pengantar

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga E-Modul Biologi SMA Kelas XII tentang Pertumbuhan dan
Perkembangan hewan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Terselesaikannya E-Modul Biologi SMA ini tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak baik
secara langsung maupun tidak langsung . dengan demikian rasa hormat dan rasa terimakasih
penulis haturkan kepada Ibu Dr. Dra. Mei Sulistyoningsih, M.Si dan Ibu Rivanna Citraning
R., S.Si., M.Pd. selaku pembimbing I dan II.
Demikian kata pengantar dari penulis, semoga dengan kehadiran E- Modul “Perkembangan
dan Pertumbuhan Hewan” ini dapat memberikan kontribusi yang positif di dalam memajukan
dan mengembangkan bahan ajar dalam pembelajaran.

Semarang, Desember 2021

Lucia Putri Luciana

2|E-ModulBIOLOGIXII

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...........................................................................................................................1
DAFTAR ISI..............................................................................................................................2
PETA KONSEP .........................................................................................................................4
PENDAHULUAN .....................................................................................................................5

Identitas Modul ......................................................................................................................5
Kompetensi Dasar ..................................................................................................................5
Standar Kompetensi ...............................................................................................................5
Deskripsi.................................................................................................................................6
Petunjuk Penggunaan Modul ................................................................................................6
Materi Pembelajaran 1 ...............................................................................................................7
Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan ..................................................................................7
Tujuan Pembelajaran..............................................................................................................7
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan .........................................................................7
Konsep Pertumbuhan dan Perkembangann pada Hewan .......................................................8
Fase – Fase pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan...................................................9

1. Fase Embrionik ...........................................................................................................9
2. Fase Pasca Embrionik ...............................................................................................13
RANGKUMAN ...................................................................................................................15
SOAL ESSAY......................................................................................................................16
EVALUASI .......................................................................................................................... 17
PENILAIAN DIRI ...............................................................................................................19
Materi Pembelajaran 2. ............................................................................................................20
Faktor - faktor Internal dan Eksternal Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan ...........20
Tujuan Pembelajaran............................................................................................................20
Faktor Dalam (Internal)........................................................................................................20
Faktor Luar (Eksternal) ........................................................................................................21
RANGKUMAN ...................................................................................................................24
SOAL ESSAY......................................................................................................................25
EVALUASI .......................................................................................................................... 26

3|E-ModulBIOLOGIXII

PENILAIAN DIRI ...............................................................................................................28
Kunci Jawaban .........................................................................................................................29
GLOSARIUM .......................................................................................................................... 32
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................33

4|E-ModulBIOLOGIXII

PETA KONSEP

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
HEWAN

FAKTOR -GEN -NUTRISI FAKTOR
INTERNAL - HORMON -AIR EKSTERNAL
-CAHAYA
-SUHU, DLL

- FASE EMBRIONIK
- FASE PASCA

EMBRIONIK

METAMORFOSIS METAGENESIS

5|E-ModulBIOLOGIXII

PENDAHULUAN

Identitas

Modul : Biologi

Nama mata pelajaran

Kelas/semester/alokasi waktu : XII/2/4JP

Judul Modul : Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Kompetensi Dasar

3.1.Menjelaskan pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup

4.1.Penyusun laporan hasil percobaan tentang pengaruh faktor eksternal terhadap
proses pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Standar
Kompetensi

Standar kompetensi yang ingin dicapai dalam modul ini adalah peserta didik mampu
memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan hewan menganalisis faktor –

faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dengan
melakukan kegiatan diskusi kelompok mengenai faktor –faktor eksternal terhadap

proses pertumbuhan dan perkembangan hewan .

6|E-ModulBIOLOGIXII

Deskripsi

Materi yang akan disampaikan dalam modul ini yaitu konsep pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan. Materi pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktivitas
kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan.
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta
jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat
dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan
tingkat kedewasaan. Dan akan kita bahas lebih lanjut pada modul inI. Setelah
mempelajarinya, peserta didik diharapkan dapat menganalisis hubungan antara faktor
internal dan faktor eksternal dalam proses prtumbuhan dan perkembangan hewan.
Selain itu, siswa dapat merancang, melaksanakan dan mengamati hasil percobaan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Petunjuk Penggunaan
Modul

Berikut langkah-langkah yang perlu diikuti dalam proses mempelajari materi
menggunakan modul ini :

1. Baca dan pahami tujuan pembelajaran pada setiap kegiatan. Lakukan sesuai
instruksi dari guru untuk mengetahui langka-langkah pelaksanaan kerja.

2. Bila dalam mempelajari modul ini ada kesulitan, minta guru untuk
menjelaskan ulang prosedur kerja pelaksanaannya.

3. Setelah memahami isi modul, laksanakan sesuai prosedur kerja dengan
sistematis atau runtut.

4. Kerjakan dengan teman kelompok Anda dan bagi tugas dengan teman
kelompok Anda.

5. Dalam penyelesaian masalah yang terdapat dalam modul ini, Anda dianjurkan
untuk mencari informasi tambahan dari sumber lainnya.

6. Ketika sudah paham dan solusi masalah terselesaikan, siapkan bahan untuk
dipresentasikan di depan kelas. Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di
depan kelas sesuai dengan instruksi dari guru.

7. Perhatikan konfirmasi dari guru diakhir materi pembelajaran yang sudah
dilaksanakan.

7|E-ModulBIOLOGIXII

Materi Pembelajaran 1
Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Tujuan Pembelajaran

Para peserta didik, setelah melakukan kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian mampu :
1. Menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan
2. Menjelaskan fase embrionik dan pasca embrionik

Uraian Materi

Pengertian pertumbuhan dan perkembangan

Ayo Cermati !

Marilah memulai mempelajari modul ini dengan memperhatikan gambar di bawah
ini!. Apakah gambar tersebut termasuk pertumbuhan atau perkembangan?

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan kedua proses yang berbeda, namun
kedua proses tersebut dapat berjalan secara simultan atau pada waktu yang

bersamaan dan saling terkait seiring bertambahnya usia dari suatu organisme.

Gambar 1 proses pertumbuhan dan perkembangan itik peking
(sumber : Doc.Pribadi)

8|E-ModulBIOLOGIXII

Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada seluruh makhluk

hidup berupa pertambahan ukuran volume, tinggi, dan massa yang bersifat irreversible.
Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif dalam satuan ukuran panjang dan berat.
Irreversible berarti perubahan yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi.
Contoh : pertumbuhan bobot badan itik pedaging selama 5 minggu

2000
1800
1600
1400
1200
1000

800
600
400
200

0

P0 P1 P2 P3 P0 P1 P2 P3 P0 P1 P2 P3 P0 P1 P2 P3 P0 P1 P2 P3

12345

Grafik bobot badan itik pedaging selama 5 minggu

Perkembangan adalah proses diferensiasi dan spesialisasi sel proses menuju tercapainya

kedewasaan. Perkembangan tidak dapat diukur tetapi dinyatakan secara kualitatif. Ditinjau
dari segi anatomi dan fisiologi, diferensiasi merupakan perubahan yang menyangkut pada
spesialisasi fungsi sel.

Konsep Pertumbuhan dan Perkembangann pada Hewan

Apakah pertumbuhan dan perkembangan pada hewan sama seperti tumbuhan? Nah, untuk
menemukan jawaban pertanyaan tersebut, peserta didik akan mempelajarinya pada
pembelajaran tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan hewan. Pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan diawali setelah terjadi proses fertilisasi, yaitu penyatuan sel
sperma dan sel ovum yang membentuk zigot (embrio). Zigot akan terus membelah hingga
terbentuk individu utuh. Pada hewan dibedakan atas ovipar (bertelur), vivipar (beranak), dan
ovovivipar (bertelur beranak).

9|E-ModulBIOLOGIXII

Fase – Fase pertumbuhan dan Perkembangan pada
Hewan

1. Zigot

2. Morula

3. Blastula

5. Embrio

4. Gastrula

Gambar 2. Tahapan perkembangan embrio

Ada dua fase dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan, yaitu fase
embrionik dan fase pasca embrionik.

1. Fase Embrionik

Fase embrionik terjadi melalui embriogenesis, yaitu proses pembelahan zigot menjadi
embrio. Tahap-tahap fase embrionik adalah sebagai berikut:

1. Terjadi fertilisasi yang membentuk sel tunggal berupa zigot.
2. Morulasi, yaitu proses pembentukan morula melalui pembelahan zigot menjadi 64

buah sel yang mirip anggur atau murbei.
3. Blastulasi, yaitu proses pembentukan blastula melalui pembelahan morula menjadi

128 sel. Pada akhir tahap terbentuk calon rongga tubuh yang disebut blastosol.
Selanjutnya blastula mengalami implantasi dan invaginasi. Implantasi adalah
pelekatan blastula pada dinding rahim untuk membentuk membran kehamilan.
Invaginasi adalah proses pembentukan archenteron pada gastrulasi.
4. Gastrulasi, yaitu proses pembentukan gastrula setelah blastula mengalami
implantasi dan invaginasi. Gastrula memiliki lapisan embrionik yang nantinya
berkembang menjadi berbagai organ.

10 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Tahukah kamu !!

Gastrulasi pada aves terjadi di yolk atau kuning telur pada primitive streak yang mula-
mula mengalami penebalan bagian tengah dari area pelucida bagian posterior, disebabkan
karena adanya migrasi sel-sel dari daerah posteriolateral ke bagian tengah area pelucida.
Bagian penebalan menyempit, bergerak ke anterior dan mengerut membentuk suatu parit
yang disebut daerah unsur primitif. Lekukannya disebut lekukan primitif dan berperan
sebagai blastoporus. Pada ujung anterior terjadi penebalan disebut nodus Hensen (Hensen
node). Bagian tengah nodus Hensen berbentuk sebagai suatu sumur dan melalui tepinya akan
dilalui oleh sel-sel yang masuk ke rongga blastula.

Setelah endoderm dibentuk, yang menjadi archentron adalah rongga subgerminal yang
bagian atasnya dibatasi oleh endoderm, sedang dasarnya adalah yolk. Sel-sel yang pertama
bermigrasi melalui daerah unsur primitif adalah sel yang akan menjadi endoderm. Sel-sel ini
bergerak ke anterior, bergabung dengan hipoblas dan akhirnya menggantikan hipoblast pada
bagian anterior dari embrio. Sel berikutnya yang masuk melalui nodus Hensen juga bergerak
ke anterior, tetapi tidak bergerak sejauh bakal endoderm. Sel-sel ini tetap berada di antara
epiblast dan endoderm untuk membentuk mesoderm kepala dan notochord. Sel-sel yang
masuk ini semua bergerak ke anterior, mendorong epiblast bagian tengah ke atas sehingga
akhirnya terbentuk lipatan kepala.

11 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

5. Organogenesis, yaitu pembentukan organ-organ yang berkembang dari lapisan
embrionik hingga terbentuk embrio yang utuh.

Ada 3 jenis lapisan embrionik, yaitu:
1) Lapisan ektoderm: berkembang menjadi kulit, sistem saraf, sistem indra, gigi, dan

rambut.
2) Lapisan mesoderm: berkembang menjadi otot, rangka, organ peredaran darah,

organekskresi, dan organ reproduksi.
3) Lapisan endoderm: berkembang menjadi organ pernapasan, organ pencernaan, dan

beberapa kelenjar hormon.

12 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Tabel 1. Perkembangan embrio telur itik (71-75 g)

Hari ke 4 Hari ke 8 Hari ke 12

Keterangan: Keterangan : Keterangan :
1. Bakal jantung, 1. Mata, 1. Mata,
2. Pembuluh darah, 2. Bagian Kepala, 2. Bagian Kepala,
3. Chorion 3. Bagian Belakang/ punggung, 3. Patuk Paruh,
4. Bagian Ekor, 7. Amnion,
16 hari 5. Yolk (Kuning Telur) 8. Chorion,
9. Yolk,
20 hari 10. Albumen

24 hari

1 4 5 21 4

2 4 2
3 3 31

Keterangan : Keterangan : Keterangan :
1. Mata 1. Mata 1. Mata
2. Paruh 2. Paruh 2. Paruh
3. Kuku 3. Bulu halus berkembang 3. Bulu halus berkembang
4. Vitellus 4. Saluran pendengaran luar 4. Kuku dan kaki mulai jelas
5. Kuku dan kaki

Sumber : Sarini,dkk. 2017

13 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

2. Fase Pasca Embrionik

Fase pasca embrionik terjadi setelah terbentuk embrio utuh dan berlanjut setelah lahir.
Masa kehamilan pada hewan bervariasi, ada yang berlangsung hingga beberapa minggu,
dan yang paling lama adalah sekitar dua tahun. Pertumbuhan tidak berlangsung terus-
menerus tetapi berhenti pada saat mencapai usia tertentu. Perkembangan dimulai ketika
alat kelamin telah mampu menghasilkan sel-sel gamet. Pada fase pasca embrionik, terjadi
masa penyempurnaan alat-alat kelamin.
1) Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan
perubahan penampilan fisik dan/struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik
terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda.
Perubahan – perubahan ini terjadi secara periodik seiring dengan proses pertumbuhan dan
perkembangan hewan.

Metamorfosis dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Metamorfosis sempurna (holometabola) merupakan perubahan bentuk yang terjadi

dimana hewan muda memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk hewan
dewasa. Habitat dan cara makan berbedaMetamorfosis sempurna dialami hewan
invertebrata (serangga) dan Amphibi (katak)
Contoh serangga mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) ;
Kupu – kupu, nyamuk, lalat, tawon, undur – undur, lalat gergaji, kalajengking
terbang, ngengat, semut, lebah, kutu, kumbang.
b) Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola) merupakan perubahan bentuk
hewan yang tidak mengalami fase pupa (pada serangga). Bentuk hewan muda sama
dengan hewan dewasa seiring proses pertumbuhan dan perkembangan hewan, yang
berbeda hanya ukuran dan kematangan organ reproduksinya. Serangga hemimetabola
memiliki fase (telur – nimfa – imago).
Contoh serangga mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola) :
Belalang, kecoa, capung, tonggerek, serangga sisik, jangkrik, rayap, kutu daun, kepik,
anggang – anggang.
2) Metagenensis adalah suatu proses pergiliran keturunan yang melibatkan dua fase dalam
pertumbuhan dan perkembangan yaitu dari fase aseksual ke fase seksual maupun
sebaliknya. Beberapa jenis avertebrata mengalami metagenesis, contohnya ubur – ubur
(Aurelia aurita).

14 | E - M o d u l B I O L O G I X I I
3) Pasca embrionik pada itik

Itik tanpa fase metamorfosis karena tidak mengubah bentuk tubuh tertentu selama
pertumbuhan. Itik bereproduksi dengan bertelur (Ovipar) dan embrio berkembang diluar
tubuh. Standar waktu penetasan telur itik adalah 28 hari, dengan suhu inkubasi 38OC,
setelah menetas itik dipelihara dengan 2 tahap :
1. Fase Brooding (1 – 14 hari)

Pemeliharaan dalam kandang khusus memakai pemanas berupa lampu sebagai induk
buatan selama 14 hari disertai pengecekan suhu dan kelembaban yang optimal, hal ini
disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan terhadap cuaca dingin karena
belum dilengkapi bulu yang menahan dingin, sehingga perlu bantuan induk buatan
untuk penghangat tubuh, serta diberi pakan khusus untuk anak itik.

Gambar 3. Fase Brooding Itik Peking
(sumber : Doc. Pribadi)

2. Fase Finisher (15 hari – panen)
Pemeliharaan ini, setelah 14 hari itik dipindahkan pada kandang bentuk postal karena
itik sudah mampu menahan hawa dingin, terjadi molting atau kerontokan bulu untuk
pegantian bulu tebal yang berfungsi menjaga kehangatan tubuh itik dari cuaca dingin,
dalam fase ini itik di berikan pakan dengan ukuran berdasarkan umur, serta dilakukan
pengecekan suhu dan kelelmbaban kandang yang optimal.

Gambar 3. Fase Brooding Itik Peking
(sumber : Doc. Pribadi)

15 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

RANGKUMAN

1. Pertumbuhan pada hewan ditandai dari bertambahnya ukuran, seperti tinggi, berat,
panjang serta bentuk tubuh yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke
kondisi semula), Sedangkan perkembangan yaitu proses perubahan bentuk organ-organ
yang mengarah pada kedewasaan.

2. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibagi menjadi dua fase utama, yaitu fase
embrionik dan fase pasca-embrionik.

3. Fase embrionik terdiri dari fase zigot, morula, blastula, dan gastrula, sedangkan fase pasca
embrionik terdiri dari metamorphosis dan metagenesis.

4. Metamorphosis dibedakan menjadi dua yaitu metamorphosis sempurna (Holometabola)
dan metamorphosis tidak sempurna (Hemimetabola)

16 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

SOAL ESSAY

Tujuan
Setelah mempelajari materi tentang pertumbuhan dan perkembangan hewan, diharapkan
kalian mampu menjelaskan konsep pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Langkah – langkah mengerjakan :
1) Bacalah instruksi yang diberikan sebelum mengerjakan soal !
2) Bertanyalah kepada guru apabila instruksi dirasa kurang jelas!

1. Amatilah tabel dibawah ini!

Tabel pertambahan bobot badan bebek pedaging selama 5 minggu

Minggu ke (gram)

1 2 3 45

600 925 1400 1494 1519

Jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut berdasarkan tabel diatas!
1) Berdasarkan tabel diatas, bebek pedaging mengalami pertumbuhan atau

perkembangan? Jelaskan !
2) Pada minggu ke berapa terjadi pertambahan bobot badan tertinggi dan apakah bobot

badan bebek pedaging akan terus bertambah hingga beberapa minggu mendatang?
Jelaskan!
2. Lengkapi gambar di bawah ini!

Fase embrionik

3. Jelaskan perbedaan dari holometabola dan hemimetabola beserta contohnya!
(masing-masing 5)

17 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

EVALUASI

Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara jawaban a, b, c, d, dan e !

1. Terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
Perkembangan adalah…..

a. Perubahan volume yang irreversibel

b. Proses menuju tercapainya kedewasaan

c. Perubahan yang berlangsung tanpa batas

d. Pertambahan dan perubahan materi

e. Penyebaran spesies yang meluas

2. Perhatikan berikut ini !

1) Pertambahan volume

2) Kualitatif

3) Kedewasaan

4) Pertambahan massa sel

5) Irreversible
Ciri – ciri pertumbuhan pada makhluk hidup ditunjukkan oleh nomor…

a. 1, 2, dan 4 c. 1, 4, dan 5 e. 2, 4, dan 5

b. 1, 3, dan 4 d. 2, 3, dan 4

3. Hasil pembuahan zigot menjadi 64 buah sel yang mirip anggur pada fase embrionik
dinamakan …

a. Blastula c. Morula e. Archenteron

b. Gastrula d. Blatosol

4. Zigot yang telah mengalami implantasi dan invaginasi membentuk 3 lapisan embrionik
dinamakan…

a. Blastula c. Morula e. Archenteron

b. Gastrula d. Blatosol

5. Hasil pembelahan morula menjadi 128 sel dan membentuk bola berongga dinamakan …

a. Blastula c. Morula e. Archenteron

b. Grastula d. Blatosol

18 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

6. Perhatikan berikut ini!
1) Paru – paru

2) Gigi

3) Otot

4) Usus halus

5) Kelenjar hormone
Hasil deferensiasi lapisan ektoderm dan mesoderm ditunjukkan nomer …dan…

a. 2 dan 1 c. 3 dan 2 e. 4 dan 5

b. 2 dan 3 d. 3 dan 4

7. Pergiliran keturunan secara seksual dan aseksual yang bergantian disebut …

a. Morfogenesis c. Metagenensis e. Holometabola

b. Metamorfosis d. Organogenesis

8. Proses pembentukan organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan gastrula disebut …

a. Morfogenesis c. Metagenensis e. Holometabola

b. Metamorfosis d. Organogenesis

9. Proses perkembangan hewan yang melibatkan perubahan penamplan fisik atau struktur
setelah kel ahiran atau penetasan disebut …

a. Morfogenesis c. Metagenensis e. Holometabola

b. Metamorfosis d. Organogenesis

10. Proses perkembangan hewan yang memiliki fase transisis tertentu dalam perubahan
bentuk menuju hewan dewasa dinamakan …

a. Morfogenesis c. Holometabola

b. Organogenesise d. Metamorfosis e. Hemimetabola

19 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

PENILAIAN DIRI

Jawablah perrnyataan – pernyataan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab !
Setelah kegiatan pembelajaran dilakukan, saya …

No. Pernyataan YA TIDAK
1 Mampu menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan secara umum
2 Mampu membandingkan pertumbuhan dan perkembangan hewan
3 Mampu menguraikan tahapan – tahapan fase embrionik hewan
4 Mampu membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
5 Mampu menjelaskan tahapan metagenensis

 Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada

bagian yang masih "Tidak".
 Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

20 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Materi Pembelajaran 2.

Faktor - faktor Internal dan Eksternal Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Tujuan Pembelajaran

Para peserta didik, setelah melakukan kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian mampu :
1. Menjelaskan faktor – faktor internal dan eksternal pertumbuhan dan perkembanga
pada hewan
2. Menganalisis faktor – faktor internal dan eksternal yang terdapat dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.

Uraian Materi

Faktor Dalam (Internal)

Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia
meliputi gen dan hormon:
a. Gen

Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen
mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh,
warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga
menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan dan manusia yang memiliki gen tumbuh
yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode
pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun peranan gen sangat penting, faktor
genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan
perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya ternak unggul
hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di
lingkungan yang sesuai.

21 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

b. Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di
dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang
nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang
mempengaruhiper tumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam
jenisnya.
Hormon pada hewan diantaranya :
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
1) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini
merangsang dimulainya proses metamorfosis.
2) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
3) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa,
khususnya pada hewan Invertebrata.

Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut:
a. Makanan atau Nutrisi

Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh.
Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Zat gizi yang diperlukan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan.
Pakan tambahan juga perlu diberikan (feed additive) berupa probiotik atau fitobiotik
(tanaman herbal) berupa jamu herbal. Pemanfaatan fitobiotik atau bahan herbal tidak
saja terbatas bagi manusia, namun pemanfaatannya telah merambah kepada ternak
(ruminansia maupun unggas). Ramuan tertentu dari beberapa jenis tanaman diyakini
mampu meningkatkan nafsu makan, libido seksual, tahan terhadap serangan penyakit
tertentu, penghilang lemak, dll. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi,
khususnya dalam bidang peternakan. Contoh : Pemberian jamu herbal dapat
meningkatkan bobot badan dan performa karkas itik pedaging.

22 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Macam – macam pakan tambahan (feed additive) herbal antara lain :

No Nama Kandungan Khasiat

1 Kunyit Minyak atsiri, kurkumin, Meningkatkan pencernaan bahan

(Curcuma enzim amilase, lipase dan pakan karbohidrat, lemak protein dan

domestica) protease mempercepat pengosongan lambung

unggas.

2. Jahe (Zingiber Gingerol, minyak atsiri, Anti-inflamasi, antioksidan, mengatasi

officinale) kurkumin, gangguan pencernaaan seperti

sembelit.

3. Bawang putih Allicin dan dialyl Antimikroba, memperbaiki performa,

(Allium kadar kolestrol dan status kesehatan

sativum) unggas.

4 Temulawak Kurkumin, minyak atsiri Menigkatkan sekresi empedu,

(Curcuma menurunkan kadar kolestrol,

xanthorrhiza) mengaktifkan enzim pemecah lemak.

5. Daun sirih Minyak atsiri Antibiotic, antiseptic dan stimulant.

(Piper betle L)

6. Probiotik EM 4 90 % bakteri lactobacillus Penghasil asam laktat yang mampu

sp, Streptomyces sp, jamur meningkatkan penyerapan zat-zat

pengurai ragi dan selulosa nutrisi dalam usus halus unggas.

b. Suhu dan kelembaban
Suhu merupakan salah satu faktor penting yaitu sebagai controling factor yang dapat
mempengaruhi aktivitas fisiologis dan biokimia organisme. Perubahan suhu
berpengaruh terhadap beberapa proses, antara lain pengambilan pakan, pemeliharaan
tubuh, sintesis protein, laju metabolisme, proses enzimatis, pernapasan dan
reproduksi. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik. Perubahan suhu akan berpengaruh terhadap kelembaban,
suhu yang rendah akan menyebabkan kelembaban tinggi, begitu pula sebaliknya.
Kelembaban yang tinggi pada kandang itik mempengaruhi penyerapan zat amoniak
yang dihasilkan dari kotoran itik, kandungan amonia yang tinggi mengganggu itik
dalam pengambilan oksigen sehingga mengganggu metabolisme. Contoh : suhu
optimum kandang itik 25oC-35oC dan kelembaban optimum pada kandang itik yaitu
berkisar antara 55-65%.

23 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

c. Air
Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat
bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi - reaksi kimia di dalam
tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat
mengakibatkan kematian.

d. Aktivitas Tubuh
Pertumbuhan hewan dan manusia juga dipengaruhi oleh aktivitas tubuh. Contohnya,
otot yang dilatih dapat tumbuh menjadi besar dan kuat. Sedangkan otot yang tidak
pernah dilatih lebih kecil dan kurang kuat. Olahraga secara teratur juga dapat
meningkatkan pertumbuhan badan, karena kegiatan atau aktivitas tubuh lainnya dapat
melancarkan peredaran darah dan metabolisme dalam tubuh. Dengan demikian,
aktivitas tubuh akan mempengaruhi kesehatan dan mempengaruhi pada pertumbuhan.

e. Oksigen
Oksigen merupakan gas sangat penting bagi kehidupan. Makhluk hidup bernapas
untuk mendapatkan oksigen. Oksigen diperlukan dalam proses oksidasi biologi untuk
menghasilkan energi. Energi digunakan untuk menjalankan semua aktivitas tubuh
termasuk pertumbuhan. Kandungan Oksigen yang terlalu larut dalam air juga
mempengaruhi kehidupan hewan-hewan air. Oksigen yang diperlukan sebagai bahan
utama penghasil energi berdifusi melalui insang bersama aliran air. Kandungan
Oksigen yang terlalu rendah dapat menyebabkan nafsu makan berkurang sehingga
pertumbuhannya akan terhambat.

24 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

RANGKUMAN

1. Faktor internal pertumbuhan dan perkembangan hewan yaitu :
1) Gen memengaruhi ciri-ciri, sifat, serta kemampuan metabolisme makhluk
hidup.
2) Hormon yang terdiri dari ;
a. Hormon tiroksin berfungsi mengendalikan pertumbuhan hewan.
b. Hormon Somatomedin berfungsi merangsang pembelahan sel – sel
pemanjangan tulang,
c. Hormon ekdison dan juvenile berfungsi mengatur proses metamorphosis.
Hormon ekdison mengatur proses pergantian kulit ekdidsis, sedangkan
juvenil menghambat proses hewan mencapai usia dewasa.

2. Faktor eksternal pertumbuhan dan perkembangan hewan yaitu :
1) Makanan dan nutrisi
2) Suhu dan kelembaban
3) Air
4) Aktivitas
5) Oksigen

25 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

SOAL ESSAY

Tujuan
Setelah mempelajari materi mengenai factor internal dan eksternal pertumbuhan dan
perkembangan hewan, siswa diharapkan mampu menganalisis faktor internal dan eksternal
terhadap pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Langkah – langkah mengerjakan ;
1. Bacalah instruksi yang diberikan sebelum mengerjakan soal !
2. Bertanyalah kepada guru apabila instruksi dirasa kurang jelas!

1. Perhatikan tabel dibawah ini!
Data Bobot Badan Bebek Pedaging Berdasarkan Kebutuhan Pakan

Usia (hari) Kebutuhan pakan tiap ekor/hari (gram) Bobot badan (gram)

10 – 17 41-70 600
18 – 24 70-100 925
25 – 31 100 – 110 1400
32 – 38 110 – 120 1495
39 – 42 1595
120

Berdasarkan tabel diatas, jawablah pertanyaan berikut !
1) Faktor internal apakah yang mempengaruhi pertambahan bobot badan?Jelaskan!
2) Faktor eksternal apakah yang mempengaruhi pertambahan bobot badan?Jelaskan!

2. Perhatikan tabel berikut ini !

Data Pertambahan Bobot Bebek Selama 5 Minggu (gram)

Perlakuan Minggu ke (gram) 5
12 3 4

Tanpa pemberian jamu herbal 550 825 1350 1375 1450

Pemberian jamu herbal ml 600 925 1400 1494 1519

Analisislah bagaimana pengaruh perlakuan terhadap pertambahan bobot bebek selama 5
minggu? faktor apakah yang mempengaruhi pertambahan bobot bebek tersebut?

3. Sekelompok mahasiswa sedang melakukan riset mengenai pertumbuhan dan
perkembangan bebek di suatu peternakan selama satu bulan, pada minggu ke empat terjadi
hujan berturut - turut yang menyebabkan suhu kandang bebek mencapai 20oC dan
kelembaban mencapai 56%. Dari penyataan tersebut, analisislah kondisi yang mungkin
dialami oleh bebek!

26 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

EVALUASI

Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara jawaban a, b, c, d, dan e !

1. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah


a. Gen c. Makanan e. Oksigen

b. Kelembaban d.Suhu
2. Hormon yang mengendalikan pertumbuhan hewan adalah …

a. Ekdison c. Tiroid e. Juvenil

b. Somatomedin d. Tiroksin
3. Hormon yang mempengaruhi pemanjangan metatarsus itik pedaging adalah …

a. Ekdison c. Tiroid e. Juvenil

b. Somatomedin d. Tiroksin
4. Hormon yang mempengaruhi metamorfosis hewan adalah …

a. Ekdison c. Tiroid e. Juvenil

b. Somatomedin d. Tiroksin
5. Berikut faktor internal pertumbuhan dan perkembangan hewan, kecuali …

a. suhu c. hormon e. ekdison

b. gen d. tiroksin

6. Perhatikan berikut ini !

1) Juvenil

2) Fitobiotik

3) Gen

4) Suhu

5) Kelembapan

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan

dirunjukan nomor..

a. 1, 2, dan 3 c. 1,3, dan 4 e. 2,4, dan 5

b. 1, 2, dan 4 d. 2,3, dan 4

7. Fitobiotik atau tanaman herbal dapat dijadikan pakan aditif yang diakui mampu

menjaga kesehatan ternak. berikut fitobiotik yang berfungsi meningkatkan nafsu
makan ternak, kecuali …

a. Temulawak c. Kunyit e. Kelor

b. Jahe d. Bawang Putih

8. Kandungan fitobiotik yang berfungsi meningkatkan penyerapan nutrisi dari zat – zat

makanan dalam usus halus hewan yaitu …

a. Kurkumin dan zat besi c. Kalsium dan vitamin C e. Zat besi

Kalsium dan minyak atsiri d. Kurkumin dan minyak atsiri

27 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

9. Suhu dan kelembaban suatu kandang bebek menunjukkan 33OC dan 60 % pada siang
hari. Peristiwa apakah yang dapat terjadi …
a. Bebek meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi konsumsi air minum,
sehingga kotoran lebih padat dan mengurangi pencemaran ammonia.
b. Bebek mengurangi konsumsi pakan dan meningkatkan konsumsi air minum,
sehingga kotoran lebih cair dan meningkatkan pencemaran ammonia.
c. Bebek mengurangi konsumsi pakan dan meningkatkan konsumsi air minum,
sehingga kotoran lebih cair dan mengurangi pencemaran ammonia.
d. Bebek meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi konsumsi air minum
,sehingga kotoran lebih cair dan meningkatkan pencemaran ammonia.
e. Bebek mengurangi konsumsi pakan dan meningkatkan konsumsi air minum,
sehingga kotoran lebih padat dan mengurangi pencemaran ammonia.

10. Perhatikan grafik berikut !
Persentase karkas pada perlakuan jamu herbal

Faktor eksternal apa yang mempengaruhi grafik diatas ..
a. Cahaya
b. Air
c. Gen
d. Tiroksin
e. Fitobiotik

28 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

PENILAIAN DIRI

Jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab !

Setelah kegiatan pembelajaran dilakukan, saya …

No. Pernyataan YA TIDAK
1 Menjelaskan faktor internal dan eksternal pertumbuhan dan

perkembangan hewan

2 Mampu menghubungkan faktor internal pertumbuhan dan
perkembangan hewan dengan kondisi hewan dalam kehidupan
sehari - hari.

3 Mampu menghubungkan faktor eksternal pertumbuhan dan
perkembangan hewan dengan kondisi hewan dalam kehidupan
sehari – hari.

4 Mampu menguraikan faktor internal pertumbuhan dan
perkembangan hewan dalam kehidupan sehari – hari.

5 Mampu menguraikan faktor eksternal pertumbuhan dan
perkembangan hewan dalam kehidupan sehari - hari.

 Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada

bagian yang masih "Tidak".
 Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

29 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Kunci Jawaban

Materi 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
SOAL ESSAY

Nomor Jawaban Skor
soal 4
1 1) Pertumbuhan. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan
sukuran, volume atau massa, dalam tabel terjadi pertambahan 2
2 bobot badan atau massa dari bebek, selain itu pertumbuhan bersifat
kuantitatif dan irreversibel yaitu dapat diukur dan menghasilkan
hasil berupa angka, serta irreversibel tidak dapat kembali kebentuk
atau ukuran sebelumnya.

2) Minggu ke 4, pertumbuhan bersifat irreversibel yang mengalami
peningkatan massa seiring bertambahnya hari atau minggu.

1. Zigot 6. Ektoderm
2. Morula 7. Endoderm
3. Blastula 8. Blastofor
4. Blastomer 9. Gastrula
5. Blastosol 10. Archenteron

3 1. Holometabola (metamorfosis sempurna) perubahan bentuk yang 4
terjadi dimana hewan muda memiliki bentuk yang berbeda dengan
bentuk hewan dewasa, sedangkan hemimetabola (metamorfosisi
tak sempurna) bentuk hewan muda sama dengan hewan dewasa,
yang berbeda hanya ukuran dan kematangan organ reproduksinya.
Holometabola pada serangga secara bertahap dimulai dari (telur –
larva – pupa – imago), sedangkan hemimetabola tidak melewati
fase pupa (telur – nimfa – imago).

2. Holometabola : nyamuk, lalat, tawon, undur – undur, lalat gergaji,
kalajengking terbang, ngengat, semut, lebah, kutu, kumbang.
Hemimetabola : Belalang, kecoa, capung, jangkrik, rayap, kutu
daun, kepik, anggang – anggang.

Penilaian : skor x 10

30 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

Evaluasi Pilihan Ganda skor Penilaian : Jumlah skor x 10
1
Nomor soal Jawaban 1
1B 1
2C 1
3C 1
4B 1
5A 1
6B 1
7C 1
8D 1
9B 10
10 C
total skor

Materi 2. Faktor internal dan eksternal pertumbuhan dan perkembangan pada hewan

SOAL ESSAY

Nomor Jawaban Skor
5
soal 10

1 1. Hormon tiroksin, karena hormone tersebut berperan dalam 10

pertumbuhan hewan.

2. Makanan, makanan sebagai sumber energi yang bekerja

dalam proses metabolisme tubuh hewan. Kualitas dan

kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan makhluk hidup.

2 Pemberian jamu herbal pada bebek menghasilkan bobot badan

tertinggi dibandingkan tanpa pemberian jamu herbal, hal ini
dikarenakan kandungan tanaman – tanaman herbal (fitobiotik) dalam

jamu.herbal mampu meningkatkan penyerapan nutrisi makanan dan

pengosongan lambung sehingga nafsu makan meningkat, selain itu

tahan terhadap serangan penyakit tertentu, penghilang lemak. Fitobiotik

menjadi faktor internal dalam pertambahan bobot badan bebek selama 5

minggu.

3 Musim hujan menyebabkan suhu kandang menjadi rendah dan

kelembaban meningkat, akibatnya terjadi pencemaran ammonia

yang berasal dari kotoran bebek yang menyebabkan kekurangan

oksigen. Berkurangnya oksigen menganggu proses metabolisme

tubuh yang menyebabkan pertunbuhan dan perkembangan

terhambat.

Penilaian : skor x 4

31 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

EVALUASI PILIHAN GANDA

Nomor soal Jawaban Skor
1A 1
2D 1
3B 1
4E 1
5A 1
6E 1
7E 1
8D 1
9B 1
10 E 1
total skor 10

Penilaian : Jumlah skor x 10

32 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

GLOSARIUM

Blastula adalah tingkat dini perkembangan hewan dengan satu (biasanya) lapis
sel yang mengelilingi rongga berisi cairan sehingga membentuk bola kosong.
Gen adalah substansi hereditas yang menentukan sifat suatu individu.
Diferensiasi yaitu memodifikasi struktural dan fungsional suatu sel tidak
khusus menjadi sel yang khusus.
Enzim adalah ssuatu protein yang berfungsi sebagai katalis, agen kimiawi yang
mengubah laju suatu reaksi tanpa bereaksi
Gastrula adalah tingkat pertumbuhan embrio dengan tiga lapis benih berupa
ektoderm, endoderm, dan mesoderm.
Morula adalah tingkat pertumbuhan awal embrio yang mirip setangkai anggur.

33 | E - M o d u l B I O L O G I X I I

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, L. (2006). Penggunaan ramuan herbal sebagai Feed Additive untuk meningkatkan
performans broiler. Pros. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Dalam Mendukung
Usaha Ternak Unggas Berdaya Saing. 4 Agustus Semarang, Puslitbang Peternakan
Bogor., 47–52

Baharuddin, H., & Koswara, A. (2020). Perjalanan Hidup Makhluk Hidup.

Paputungan, S., Lambey, L. J., Tangkau, L. S., & Laihad, J. (2016). Pengaruh Bobot Telur
Tetas Itik Terhadap Perkembangan Embrio, Fertilitas Dan Bobot Tetas. Zootec, 37(1),
96. https://doi.org/10.35792/zot.37.1.2017.14337

Poultry Indonesia. (2016). Mengenal Jenis - Jenis Imbuhan Pakan. Jakarta.

Restuati, M. (2021). Modul Belajar Mandiri Kegiatan Belajar 3 Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ridwan, M., Sari, R., Andika, R. D., Candra, A. A., & Maradon, G. G. (2020). Usaha
Budidaya Itik Pedaging Jenis Hibrida dan Peking. PETERPAN (Jurnal Peternakan
Terapan), 1(1), 8–10.

Soimah Munawaroh. (2010). Menetaskan Telur Unggas (A. A. Rouf, ed.). Gorontalo: BPTP
Gorontalo.

Sukmayana, Rismayanti, Y. (2010). PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA TERNAK ITIK. PUAP
BPTP. Jawa Barat

.


Click to View FlipBook Version
Previous Book
ahha
Next Book
คู่มือการจัดการทรัพยากรบริจาคห้องสมุด