E-MODUL PAI & BUDI PEKERTI Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari Diusun oleh Vita Fatma Sholeha Kelas X Semester II
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan E-Modul PAI dan Budi Pekerti materi Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari SMA kelas X menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar(KMB). Penulis mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang sudah kontribusi dengan memberikan sumbangan baik berupa pikiran maupun materi. Penulis berharap semoga emodul ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembacanya. Penulis menyadari masih banyak kekurangan di dalam penyusunan e-modul ini, karena keterbatasan pengetahuan serta pengalaman yang masih harus banyak belajar. Penulis juga menerima kritik dan saran untuk dijadikan pembelajaran dalam pembuatan e-modul yang akan datang. KATA PENGANTAR Palembang, Mei 2024 Vita Fatma Sholeha i
PETUNJUK PENGGUNAAN Klik link e-modul Klik tombol di atas untuk menyalakan dan mematikan audio Geser layar ke kiri untuk halaman sebelumnya Geser layar ke kanan untuk halaman selanjutnya Klik simbol sebagai tanggapan terhadap e-modul Klik simbol untuk membagikan e-modul dengan teman Klik simbol untuk kembali ke halaman yang diinginkan Klik simbol untuk memperbesar layar ( 2X ) Double klik untuk menggunakan fitur video dan menjawab soal pada gform ii
DAFTAR ISI Kata Pengantar Petunjuk Penggunaan Daftar Isi Pendahuluan A. Deskripsi E-Modul B. Capaian Pembelajaran C. Peta Kompetensi D. Ruang Lingkup E. Profil Pelajar Pancasila F. Sarana dan Prasarana G. Target Peserta Didik H. Model Pembelajaran I. Petunjuk Penggunaan Peserta Didik dan Guru Peta Konsep Kisah Inspiratif Kegiatan Pembelajaran A. Tujuan Pembelajaran B. Indikator Ketercapaian Kompetensi iii i ii iii 1 1 2 3 4 4 4 4 4 5 6 7 8 8 8
C. Uraian Materi D. Tugas Soal-soal Refleksi Penutup A. Kesimpulan B. Saran Glosarium Daftar Pustaka Identitas Penulis iv 9 15 16 17 18 18 19 20 21 22
E-modul adalah bahan ajar berbasis elektronik yang dibuat lebih menarik dari modul cetak untuk membantu siswa dalam memahami materi, meningkatkan kemandirian, dan meningkatkan ketercapaian hasil belajar siswa. Struktur dari modul ini menyesuaikan dengan kurikulum yang sekarang digunakan di SMA Negeri 1 Muara Padang yaitu Kurikulum Merdeka Belajar. Tujuan penyusunan modul PAI dan Budi Pekerti untuk memfasilitasi peserta didik memahami materi pembelajaran dengan baik dan terarah. Selain itu, semoga modul ini bermanfaat bagi peserta didik untuk lebih semangat dan suka terhadap mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti sehingga mampu belajar mandiri di rumah maupun di sekolah tanpa bergantung kepada penjelasan guru. PENDAHULUAN A. DESKRIPSI E-MODUL 1
Peserta didik mampu menganalisis implementasi al-kulliyatu al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam), menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah meyakini bahwa ketentuan al-kulliyatu alkhamsah adalah ajaran agama, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial. B. CAPAIAN PEMBELAJARAN 2
No Tujuan Pembelajaran Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 1 Menganalisis pengertian dan urutan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il aldiniyah (masalah-masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat. 2 Menganalisis macam-macam dan penerapan al-kulliyatu alkhamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il aldiniyyah (masalah-masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat. 3 Menyajikan paparan tentang alkulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il aldiniyyah (masalah-masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat. Menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah C. PETA KOMPETENSI Menjelaskan pengertian dan susunan al-kulliyatu al-khamsah Menganalisis jenis-jenis al-kulliyatu al-khamsah 3
Ruang kelas LCD Projektor Laptop/smartphone Jaringan internet/WiFi Al-Quran dan terjemahnya D. RUANG LINGKUP E-modul menggunakan data kelas X A terdiri dari, Kegiatan Pembelajaran 1: Menerapkan al-kulliyatu alkhamsah dalam kehidupan sehari-hari E. PROFIL PELAJAR PANCASILA E-modul ini menggunakan data kelas X A, memasukkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, dan bernalar kritis. F. SARANA DAN PRASARANA G. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus) H. MODEL PEMBELAJARAN 4 Inquiry Besed Learning
Sebelum mempelajari e-modul materi “Menerapkan alKulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari” bacalah petunjuk berikut: Sebelum mempelajari e-modul berdoalah terlebih dahulu Bacalah e-modul ini secara tuntas dan berurutan Catatlah materi yang penting Apabila mengalami kesulitan bertanyalah kepada guru Sebelum mengerjakan tugas pastikan kalian telah membaca dan memahami isi e-modul Selamat belajar I. PETUNJUK PENGGUNAAN PESERTA DIDIK DAN GURU 1.Petunjuk Bagi Peserta Didik 2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kehidupan belajar guru berperaan untuk: Membantu peserta didik dalam merancanakan proses belajar Membimbing peserta didik dalam memahami konsep, analisis, dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar Mengorganisasikan kegiatan belajar. 5
PETA KONSEP al-Kulliyatu al-Khamsah Agama harus dijaga karena merupakan kumpulan akidah, ibadah, dan muamalah (hifzhu al-din Kelestarian umat manusia di bumi ini harus terus dijaga (hifzhu al-nafs) Akal harus dijaga karena merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya Menjaga keturunan dengan menjauhi zina dan melakukan pernikahan (hifzhu al-nasl) Harta menjadi salah satu syarat utuk bisa bertahan hidup, maka harus dijaga (hifzhu al-mal) 6
Wabah Penyakit Suatu ketika Umar bin Khattab berniat melakukan kunjungan ke Syam (Suriah). Di tengah perjalanan, Umar bin Khattab mendengar kabar bahwa Syam terkena wabah penyakit hingga kepanikan melanda negeri itu. Mengetahui kabar ini, Khalifah Umar bin Khattab meminta pendapat sahabat lainnya, apakah perjalanan tetap dilanjutkan atau menunda perjalanan itu. Sebagian sahabat berpendapat untuk tetap melanjutkan rencana perjalanan tersebut demi melaksanakan perintah Allah. Sedangkan sahabat lainnya menyarankan untuk membatalkan perjalanan tersebut. Salah seorang sahabat berkata, jika Umar membatalkan perjalanan, maka ia termaksuk lari dari takdir Allah. Kemudian Umar bin Khattab mengatakan, ia dan pasukannya lari dari takdir Allah yang buruk menuju takdir yang baik. Pendapat Umar bin Khattab tersebut didukung oleh Abdurrahman bin Auf. Ia menyakinkan Umar bin Khattab untuk membatalkan perjalanan tersebut dengan dasar hadis nabi: “apakah kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Akhirnya Umar bin Khattab membatalkan perjalanan tersebut demi menghindari wabah penyakit. KISAH INSPIRATIF 7
KEGIATAN PEMBELAJARAN MENERAPKAN AL-KULLIYATU AL-KHAMSAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan susunan al-kulliyatu al-khamsah, menganalisis jenis-jenis dan metode menjaga al-kulliyatu al-khamsah, menumbuhkan sikap bijkasana dalam masalah-masalah keagamaan, menyajikan paparan tentang al-kulliyatu alkhamsah, serta menumbuhkan jiwa kepekaan sosial. B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Meyakini bahwa al-kulliyatu al-khamsah merupakan lima prinsip dasar hukum Islam Menumbuhkan kepekaan sosial di masyarakat Menganalisis pengertian, macam-macam, dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah Menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah. 8
Kata al-kulliyatu al-khamsah, terdiri dari dua kata yaitu al-kulliyatu dan al-khamsah. Al-kulliyatu artinya prinsip dasar, sedangkan al-khamsah berarti lima, jadi al-kulliyatu al-khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam. Dalam istilah ushul fiqh, kata al-kulliyatu al-khamsah sering disebut dengan maqashid al-khamsah (lima tujuan) dan al-dharuriyat al-khamsah (lima kepentingan yang vital). Maka dapat disimpulkan bahwa al-kulliyatu al-khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan, dan apabila hal ini tidak ada maka akan muncul kerusakan. Sebagai sumber ajaran Islam, al-Quran tidak menjabarkan hukum dan aturan-aturan di dalamnya secara rinci terutama yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah. Hanya 368 ayat yang terkait dengan aspek hukum. Adanya ayat-ayat yang ijmali (global), maka Rasulullah Saw. menjelaskannya melalui hadis, baik qauli, fi’li maupun taqriri. C. URAIAN MATERI 1. Pengertian al-Kulliyatu al-Khamsah 9
2. Urutan al-Kulliyatu al-Khamsah Urutan al-kulliyatu al-khamsah disusun berdasarkan pemahaman para mujtahid terhadap dalil al-Quran dan hadits. Para ahli ushul fiqh tidak pernah menyapakati urutan kelima prinsip dasar tersebut. Imam al-Ghazali berpendapar bahwa urutan al-kulliyatu al-khamsah adalah al-din (agama), al-nafs (jiwa), al-’aql (akal), al-nasl (keturunan), dan al-mal (harta). Urutan yang dikemukakan oleh Imam Ghazali inilah yang paling banyak disepakati oleh mayoritas ulama fikih maupun ushul fiqh. Cara kerja al-kulliyatu al-khamsah di atas yaitu masingmasing kelima prinsip dasar tersebut harus dipergunakan sesuai urutannya, yakni: al-din (agama) al-nafs (jiwa) al- ‘aql (akal) al-nasl (keturunan) al-mal (harta) Menjaga agama (al-din) harus lebih diutamakan daripada menjaga lainnya, menjaga jiwa (al-nafs) harus lebih diutamakan daripada akal (al- ‘aql) dan keturunan (alnasl), demikian seterusnya. 10
3. Macam-Macam al-Kulliyatu al-Khamsah a. Menjaga Agama (hifzhu al-din) Agama merupakan tingkatan yang paling penting dari al-kulliyatu al-khamsah, karena agama merupakan rohnya dan yang lain hanya cabang. Cabang tidak dapat berdiri kecuali dengan memelihara agama. Terdapat dua pokok penting yang berkaitan dengan pemeliharaan agama. Pertama, agama merupakan fitrah, maka manusia harus beragama. Jika ia keluar dari fitrahnya, maka akan terjadi keganjilan dan penyimpangan. Kedua, memelihara agama merupakan maqasid yang paling penting dan tidak mungkin maksud yang agung ini sia-sia. b. Menjaga Jiwa (hifzhu al-nafs) Syariat Islam sangat mementingkan memelihara jiwa. Para ulama sepakat mengatakan bahwa tujuan syariat salah satunya untuk memelihara jiwa manusia. Terdapat banyak aturan Islam berkaitan dengan memelihara jiwa, contohnya larangan membunuh tanpa alasan yang dibenarkan syariat, diwajibkannya qisas, larangan bunuh diri, dan tidak boleh membunuh anak karena takut miskin. c. Menjaga Akal (hifzhu al- ‘aql) Hifzhu al- ‘aql adalah menjaga akal tidak rusak, yang mengakibatkan seseorang tidak bermanfaat dalam masyarakat, bahkan menjadi sumber masalah. Contoh penjagaan akal yaitu dilarangnya meminum khamr, menonton tayangan yang berbau maksiat atau sejenisnya, karena dapat merusak akal. Orang yang akalnya rusak akan sangat berpeluang untuk berbuat kejahatan. 11
d. Menjaga Keturunan (hifzhu al-nasl) Menjaga keturunan merupakan bentuk pemeliharaan terhadap kelestarian manusia dan membina mental generasi agar terjalin rasa persahabatan dan persatuan di antara manusia. Untuk mewujudkan maksud tersebut dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya perbuatan yang merusak diri dan keturunan, seperti zina dan sebagainya. e. Menjaga Harta (hifzhu al-mal) Penjagaan terhadap harta dilakukan dengan mencegah perbuatan yang menodai harta, seperti pencurian dan korupsi. Harta juga harus dipelihara dengan cara menyalurkannya secara benar. Untuk kesinambungan harta tersebut, maka manusia diperintahkan untuk berusaha dan bekerja sesuai kemampuan yang mereka miliki. 12
No Prinsip dasar Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam min nahiyati al-wujud min nahiyati al- ‘adam 1. Menjaga agama Salat dan zakat Hukuman bagi orang murtad 2. Menjaga jiwa Minum dan makan Hukuman qisas dan diyat 3. Menjaga akal Mencari ilmu, belajar Hukuman bagi peminum khamr 4. Menjaga keturunan Nikah Hukuman bagi pelaku zina 5. Menjaga harta Jual beli, mencari rezeki Riba, hukuman bagi pencuri 4. Cara Menjaga al-Kulliyati al-Khamsah Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: min nahiyati al-wujud, yaitu dengan cara memelihara dan menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadannya 1. min nahiyati al- ‘adam, yaitu dengan cara mencegah sesuatu yang menyebabkan ketiadannya. 2. 13
Simak Penjelasan dari Video di Bawah Ini 14
D. TUGAS Buatlah kelompok yang terdiri atas 2 atau 3 orang, lakukan hal berikut ini! Buatlah poster digital dengan tema alkulliyatu al-khamsah kemudian kumpulkan kepada gurumu! 15
SOAL-SOAL 16
REFLEKSI 17
Al-kulliyatu al-khamsah berarti lima prinsip dasar hukum Islam yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan, dan apabila hal ini tidak ada maka akan muncul kerusakan. Lima prinsip dasar hukum Islam yaitu menjaga agama (hifzhu al-din), menjaga jiwa (hifzhu al-nafs), menjaga akal (hifzhu al- ‘aql), menjaga keturunan (hifzhu al-nasl), dan menjaga harta (hifzhu al-mal). Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu min nahiyati al-wujud (memelihara dan menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadaannya), dan min nahiyati al ‘adam (mencegah sesuatu yang menyebabkan ketiadaannya. PENUTUP A. KESIMPULAN 18
2. Bagi Guru Guru diharapkan menjadi fasilitator yang baik dalam suatu kegiatan pembelajaran Guru sebaiknya menjadi teman diskusi bagi siswa ketika dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun mempunyai wewenang dalam pengelolaan kelas, guru diharapkan dapat membuat kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. B. SARAN Berikut saran yang dapat diberikan terkait pembelajaran menggunakan modul ini. 1. Bagi Siswa Siswa diharapkan untuk membiasakan diri untuk mempelajari materi secara mandiri Siswa diharapkan selalu memiliki rasa optimis dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Apabila mengalami kendala, segera mencari teman atau guru untuk berdiskusi. Siswa harus menyadari bahwa PAI dan Budi pekerti tidak pernah terlepas dari kehidupan sehari-hari. 19
Al-kulliyat al-khamsah E-Modul Min nahiyati al-wujud Min nahiyati al- ‘adam Mudharat Riba GLOSARIUM 20 Lima prinsip dasar hukum Islam Modifikasi dari modul konvensional dengan memadukan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga modul yang ada dapat lebih menarik dan interaktif Menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadaannya Mencegah sesuatu yang dapat menyebabkan keadaannya Bahaya, kerugian Penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan presentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang diberikan kepada peminjam
DAFTAR PUSTAKA 21 Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati. 2021. Buku Guru dan Buku Siswa, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Jakarta: Kemendikbud RI. Al-Quran dan Terjemahnya, oleh Kementrian AgamaRI
Nama Lengkap : Vita Fatma Sholeha Tempat dan tanggal Lahir : Banyuasin, 19 September 2002 Agama : Islam Kebangsaan : Indonesia Alamat : Ds. Purwodadi, Kec. Muara Padang No.Hp : 082286536193 E-mail : [email protected] Pendidikan : a. SD Negeri 21 Muara Padang b. MTs Sabilul Hasanah c. MA Sabilul Hasanah BIODATA PENULIS Judul Penelitian: Penerapan E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Pemahaman Materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang Dosen Pembimbing: 1.Dr. Sayrnubi, M.Pd.I. 2.Dr. Romli, M.Pd. 22