The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Modul adalah bahan ajar berbasis digital menggunakan aplikasi Anyflip untuk membantu guru dalam menunjang pembelajaran agar lebih mudah dan menarik

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Vita Fatma Sholeha, 2024-01-16 21:20:08

E-Modul Berbasis Anyflip

E-Modul adalah bahan ajar berbasis digital menggunakan aplikasi Anyflip untuk membantu guru dalam menunjang pembelajaran agar lebih mudah dan menarik

Keywords: E-Modul

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS ANYFLIP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PAI DI SMA NEGERI 1 MUARA PADANG PROPOSAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Penulisan Skripsi Oleh: Vita Fatma Sholeha NIM. 2020202068 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG TAHUN 2023 M/1445 H


2 PEGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS ANYFLIP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PAI DI SMA NEGERI 1 MUARA PADANG A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya untuk membantu jiwa anak-anak didik baik lahir maupun batin, dari sifat kodratinya menuju ke arah peradaban manusiawi dan lebih baik. Sebagai contoh dapat dikemukakan; anjuran atau arahan untuk anak didik lebih baik, tidak berteriak-teriak agar tidak mengganggu orang lain, bersih badan, rapi pakaian, hormat pada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda, saling peduli dan lain sebagainya merupakan salah satu contoh proses Pendidikan. Sehubungan dengan itu, Dewantara pernah mengungkapkan beberapa hal yang harus digunakan dalam Pendidikan, yakni ngerti-ngeroso-ngelakoni (menyadari, menginsyafi, dan melakukan). Serupa dengan ungkapan orang sunda di jawa barat, bahwa pendidikan harus merujuk pada adanya keselarasan antara tekad-ucaplampah (niat, ucapan, dan perbuatan).1 Pendidikan adalah kegiatan yang sudah terencana, dimana proses pendidikan dilakukan sesuai dengan aturan yang diarahkan untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Proses pendidikan merupakan kemampuan peserta didik untuk menjadi lebih baik dari segi keagamaan, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini berarti proses Pendidikan memegang peran yang penting dalam kehidupan untuk mengembangkan potensi peserta didik.2 Firman Allah dalam Q.S Al-Jumu’ah ayat 2, adalah sebagai berikut: و وا واِ ن كانُ ل ِح ك مة ت ب وا ل ِكٰ ُم ُهُم ا ويُع ِل ِه م ك ي ا ٰيتِ ّٖه ويُ ز ِ ِه م ٰ ي وا عل ُ ل ِ مّٖي ن ر ُس وًْل ِ م ن ُه م ي ت ث فِى ا ْلُ ِذ ي ب ع َّ هُ ال ِم ب ُل ن ي ق ِف ل ل ٰ ضل ن ي ُّمب ٢ِ Artinya: “Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka, serta mengajarkan kepada mereka kitab (Al-Quran) dan Hikmah (sunah), 1 Wayan Cong Sujana, “Fungsi dan Tujuan Pendidikan”, Pendidikan Dasar 4, no. 1 (2019): 29. 2 Lalu Moh. Fahri dan Lalu A. Hery Qusyairi, “Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran”, Palapa 7, no. 1 (2019): 149-166.


3 meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata” AlJumu’ah/62:2) Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan setiap manusia. Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengutus kepada bangsa Arab yang masih buta huruf, yang pada saat itu belum tahu membaca dan menulis, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Muhammad SAW dengan tugas membacakan ayat suci Al-Quran yang di dalamnya terdapat petunjuk dan bimbingan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, membersihkan mereka dari akidah yang menyesatkan, kemusyrikan, sifat-sifat jahiliah yang biadab sehingga mereka itu berakidah tauhid mengesakan Allah, tidak tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dan tidak percaya lagi kepada sesembahan mereka seperti batu, berhala, pohon kayu, dan sebagainya, serta mengajarkan kepada mereka al-Kitab yang berisi syariat agama beserta hukum-hukum dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.3 Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa kepada Allah SWT, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan pembelajaran agama Islam dari petunjuk Al-Quran dan hadits, dengan pendekatan kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, dan pengalaman peserta didik.4 Sedangkan menurut Zakiah Daradjat, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkans serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. 5 Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi antara individu dan lingkungan. Dalam hal ini, proses merupakan rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, terencana, terpadu dan berkesinambungan, yang secara keseluruhan memberikan karakteristik terhadap proses pembelajaran. 6 Belajar dan pembelajaran adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak 3 Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemah (2019) 4 Mohammad Jaelani et al., “Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam”, Jurnal Kependidikan Islam 11, no. 1 (2021): 146. 5 Nino Indrianto, Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Untuk Perguruan Tinggi (2020): 3. 6 Fatimah, Ratna Dewi Kartika Sari, “Strategi Belajar dan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa”, pbsi 1, no. 2 (2018): 108.


4 dapat dipisahkan dalam kegiatan edukatif. Belajar dan pembelajaran dikatakan sebuah bentuk edukasi yang menjadikan adanya suatu interaksi antara guru dengan siswa. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam hal ini diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru secara sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya untuk kepentingan dalam pengajaran.7 Faktor pendukung dalam proses belajar mengajar diantaranya adalah media dan bahan ajar. Bahan ajar atau sering disebut sebagai materi pelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, materi pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Pengertian bahan ajar menurut Hall adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bahan yang dimaksudkan dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis, sedangkan Pannen mengatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis, sehingga tercipta suatu lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa belajar.8 Salah satu contoh bahan ajar adalah modul. Dengan berkembangnya teknologi pada masa ini mampu mengubah penggunaan modul cetak menjadi modul versi digital dengan kualitas tampilan yang lebih baik, menarik, dan hemat biaya. E-modul adalah bentuk kompilasi materi sebagai bahan ajar untuk siswa dengan efektif dan efisien secara mandiri, karena di dalamnya memuat suatu pedoman dalam proses belajar mandiri dan sendiri. Artinya, siswa bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya secara mandiri kendatipun tidak didampingi pengajar.9 E-modul merupakan modul dengan format elektronik yang dijalankan dengan komputer. E-modul dapat menampilkan teks, gambar, animasi, dan video melalui piranti elektronik berupa komputer. Kemajuan teknologi juga telah memungkinkan e-modul ditampilkan melalui smartphone. Kelebihan lainnya emodul juga dapat mengurangi penggunaan kertas dalam proses pembelajarannya. 10 7 Aprida Pane dan Muhammad Darwis Dasopang, “Belajar dan Pembelajaran”, Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman 3, no. 2 (2017): 333. 8 Nita Sunarya Herawati dan Ali Muhtadi, “Pengembangan Modul Elektronik (E-Modul) Interaktif Pada Materi Pelajaran Kimia Kelas XI SMA”, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 5, no. 2 (2018): 182. 9 Ferlinda Heridianti dan Brillian Rossy, “Pengembangan E-Modul Berbasis Flipbook Maker pada Mata Pelajaran Teknologi Perkantoran”, Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 6 (2021): 3730. 10 Ismi Laili et al., “Efektivitas Pengembangan E-Modul Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik”, Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran 3, no. 3 (2019): 308.


5 Salah satu aplikasi yang dapat membantu peneliti dalam proses pembuatan e-modul adalah dengan menggunakan aplikasi Anyflip. Anyflip adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu guru membuat animasi e-book yang cocok untuk kedua desktop dan mobile yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menarik. 11 Berbeda dengan bahan ajar biasa atau e-book pada umumnya, e-modul anyflip adalah e-modul yang disimpan dalam bentu html5 yang memuat konten materi, juga video seperti video materi, kuis online, lembar kerja, yang kemudian dipublish secara online dan dapat dibuka menggunakan sebuah link yang dibuat secara otomatis oleh sistem.12 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 1 Muara Padang, ditemukan beberapa problematika yang terjadi di sekolah tersebut. Masalah utamanya adalah penggunaan bahan ajar yang masih terbatas terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dimana proses pembelajaran hanya menggunakan buku cetak dan metode ceramah. Selain itu penerapan media digital dalam pembelajaran masih belum maksimal dikarenakan pendidik belum bisa mengoptimalkan sumber belajar seperti e-modul, dan bahan ajar digital lainnya, serta sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah tersebut belum seutuhnya digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu guru SMA Negeri 1 Muara Padang menyatakan bahwa bahan ajar berupa modul elektronik saat ini masih dalam tahap rencana dan belum diterapkan di sekolah tersebut. Dengan demikian tentu saja dapat mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa pada materi yang diajarkan sehingga proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas kurang efektif dan tidak maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan adanya pengembangan emodul berbasis anyflip dalam proses pembelajaran PAI sebagai solusi agar siswa mempunyai bahan belajar yang mandiri dan lebih praktis untuk digunakan di mana pun dan kapan pun serta dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. 11 Gusmilani dan Nur Muhajirah Yunus, “Pengembangan Bahan Ajar Berbantukan Aplikasi Anyflip Pada Materi Sistem Koordinasi Siswa Kelas Xi”, Jurnal Pendidikan Biologi 7, no. 2 (2022): 225. 12 Deddy Sofyan Set al., “Pelatihan Penerapan E-Modul Berbasis Anyflip Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Di Kota Bogor”, Communnity Development Journal 4, no.1 (2023): 884.


6 Pengembangan sumber belajar untuk peserta didik perlu dilakukan guru sebagai bentuk usaha guru dalam inovasi dalam pembelajaran dan meningkatkan kompetensi peserta didik. Sumber belajar yang menarik dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk memudahkan dalam memahami materi dan mengingat materi tersebut. Biasanya modul yang dibuat oleh guru hanya seperti bahan ajar yang berisikan tulisan-tulisan serta soal latihan yang akan dikerjakan peserta didik. Seharusnya sumber pembelajaran harus dikemas semenarik mungkin dan juga mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran di era digital ini, agar peserta didik lebih termotivasi dan paham dengan materi yang dipelajari. E-modul sangat berperan penting dalam pembelajaran di sekolah karena elektronik modul ini sebagai alat membantu guru dalam kegiatan pembelajaran.13 Kini banyak teknologi yang bisa digunakan untuk penunjang pembelajaran salah satunya adalah e-modul berbasis anyflip yang diharapkan dapat menarik minat dan pemahaman peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran, karena dalam penggunaannya peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan mengenai materi yang disampaikan guru dengan metode ceramah tetapi peserta didik juga ikut serta melihat secara langsung tampilan-tampilan menarik dari e-modul tersebut. Dengan adanya pengembangan e-modul berbasis anyflip ini, guru sebagai pendidik diharapkan dapat membuat kegiatan belajar menjadi lebih bervariatif, menarik dan unik. E-modul berbasis anyflip ini bisa meningkatkan semangat dan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, meminimalisir rasa jenuh dalam belajar. Dengan menggunakan e-modul berbasis anyflip juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian “Pengembangan EModul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Pemahaman Materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang” sangat penting dilakukan. B. Identifikasi Masalah 1. Kebanyakan guru PAI masih menggunakan metode ceramah dalam mengajar 2. Guru belum bisa mengoptimalkan penggunaan sumber belajar seperti video pembelajaran dan e-modul 13 Arena Santika dan Ike Sylvia, “Efektivitas E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Materi Peserta Didik pada Materi Nilai dan Norma Sosial Kelas X di SMA N 3 Payakumbuh”, Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran 2, no. 4 (2021): 285-296.


7 3. Guru kurang menerapkan media digital dalam pembelajaran 4. Guru lebih sering mengandalkan papan tulis dan buku cetak 5. Sarana seperti komputer, laptop, dan proyektor yang tersedia belum digunakan dalam menunjang pembelajaran 6. Kurangnya kesadaran guru dalam meningkatkan kemampuannya di bidang teknologi 7. Bahan ajar yang disajikan pendidik kurang menarik sehingga berdampak pada hasil belajar siswa C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, batasan masalah dalam penelitian ini adalah mengembangkan e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI yang terfokus pada materi al-kulliyatu alkhamsa atau biasa dikenal dengan maqashid syari’ah di kelas X SMA Negeri 1 Muara Padang D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pengembangan e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang? 2. Bagaimana tingkat validitas produk e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana pengembangan e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang 2. Untuk mengetahui tingkat validitas produk e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI di SMA Negeri 1 Muara Padang F. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis Pada penelitian ini akan dikembangkan e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI kelas X di SMA Negeri 1 Muara Padang


8 2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti Dapat memberikan pengalaman yang baru bagi peneliti dan ilmu pengetahuan yang nyata tentang adanya pengembangan bahan ajar yang menarik yaitu berupa e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI kelas X. b. Bagi Peserta Didik Sebagai sarana untuk belajar peserta didik dan memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga peserta didik lebih termotivasi dalam belajar. c. Bagi Pendidik Menambah wawasan mengenai bahan ajar dan media pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan berbagai macam variasi yang akan menjadi inovasi dalam kegiatan belajar mengajar, dengan menggunakan bahan ajar e-modul berbasis anyflip pada materi pelajaran PAI kelas X sebagai alat pendukung untuk meningkatkan pemahaman materi siswa. d. Bagi Sekolah Dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran yang nantinya digunakan untuk membantu kegiatan proses belajar mengajar yang lebih menarik efektif dan inovatif. G. Kerangka Teori 1. Pengembangan E-modul Berbasis Anyflip a. Pengertian Pengembangan Usaha untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan upaya untuk mendapatkan temuan-temuan disebut penelitian. Pengembangan penelitian dapat berupa pengembangan ilmu yang telah ada, sedangkan temuan-temuan baru menjadi pembuktian atau benar-benar menemukan temuan baru. Pengembangan berarti proses, cara, perbuatan. Adapun secara istilah, pengembangan ialah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan


9 memvalidasi produk pendidikan baik berupa proses, produk ataupun rancangan. 14 Pengembangan merupakan proses untuk memperluas atau memperdalam ilmu pengetahuan yang telah ada, misalnya mengembangkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan perhatian peserta didik. Umumnya penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan suatu produk. Menurut Sugiono (dalam Okpatrioka) metode penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan hasil produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Selain itu penelitian pengembangan juga sebagai suatu evaluasi program, proses, dan produk pembelajaran yang harus memenuhi kriteria validasi, kepraktisan dan efektivitas. 15 Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan adalah suatu proses mengembangkan dan memvalidasi sebuah produk pendidikan seperti bahan ajar dan media pembelajaran. Selain itu, kefektifan sebuah produk juga dapat diuji melalui penelitian pengembangan ini. 2. Modul a. Modul Cetak 1) Pengertian Modul Cetak Menurut asyar modul adalah salah satu bahan ajar berbasis cetak yang dirancang untuk belajar secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Dalam hal ini peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar sendiri tanpa kehadiran pengajar secara langsung. Lain lagi dengan prawiradiraga menjelaskan bahwa modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai satuan bahasa tertentu yang disusun secara sistematis, oprasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para pendidik.16 Sedangkan menurut direktorat jendral sumber daya Iptek dan Dikti, kementrian riset, teknologi dan pendidikan modul adalah bagian dari bahan ajar untuk suatu mata kuliah 14 Ali Masran Daulay, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Video Cheez Di Sekolah Dasar”, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 3 (2020): 420-425. 15 Oktaprioka, “Research And Developmant (R&D) Penelitian Yang Inovatif Dalam Pendidikan”, Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 1, no.1 (2023): 86-100. 16 Cecep Kustandi dan Daddy Dermawan, Pengembangan Media Pembelajaran, 2 ed (Jakarta: Kencana, 2020), 158.


10 yang ditulis oleh dosen mata kuliah tersebut, mengikuti kaidah tulisan ilmiah dan disebarluaskan kepada peserta kuliah.17 Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa modul adalah bahan ajar yang dibuat agar membantu peserta didik untuk memahami materi pembelajaran secara mandiri tanpa adanya pendidik secara langsung. b. Modul Elektronik (E-modul) 1) Pengertian Modul Elektronik Modul elektronik merupakan sumber belajar yang berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara meng-evaluasi yang dirancang sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang sesuai dengan kesulitan secara elektronik. E-modul dirancang sesuai kurikulum dan dibuat berbentuk bahan ajar non cetak dengan tampilan menggunakan piranti elektronik seperti computer atau android. E-modul merupakan media pembelajaran yang bersifat self-instructional yang hanya memuat satu materi pembelajaran. Kemandirian peserta didik lebih diutamakan dalam pemanfaatan e-modul. 18 Sedangkan menurut Suryadie, modul elektronik merupakan media inovatif yang dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. Suatu proses pembelajaran agar mampu meningkatkan ketercapaian hasil belajar perlu didukung oleh learning guide yang tepat. Hal ini mengingat waktu tatap muka di depan kelas sangat terbatas jika dibandingkan dengan volume materi yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, dibutuhkan learning guide yang mampu mengaktifkan peserta didik dalam belajar. Di antara learning guide yang memungkinkan bagi peningkatan hasil belajar siswa dan mengutamakan kemandirian aktif siswa adalah modul elektronik.19 Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa e-modul atau modul elektronik adalah bahan ajar bersifat digital yang dirancang secara 17 Jagianto Hartono, Penulisan Buku Ajar Yang Baik Dan Produktif, 1 ed (Yogyakarta: Andi Anggota Ikapi, 2021), 7. 18 Ismi Laili et al., “Efektivitas Pengembangan E-Modul Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik”, Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran 3, no. 3 (2019): 309. 19 Nita Sunarya Herawati danAli Muhtadi, “Pengembangan Modul Elektronik (E-Modul) Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia Kelas XI SMA”, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 5, no. 2 (2018): 182.


11 sistematis dan lebih menarik untuk mendorong minat belajar peserta didik dan mengaktifkan karakter mandiri dalam diri peserta didik. 3. Anyflip a. Pengertian Anyflip Anyflip merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu para guru membuat animasi e-book yang sesuai untuk media desktop dan mobile sehingga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menarik bagi peserta didik di setiap kesempatan. 20 Menurut Sri Handayati web Anyflip adalah perangkat lunak yang dirancang untuk memudahkan pendidik dalam membuat materi pembelajaran yang menarik seperti e-book. Anyflip memiliki fungsi pengeditan dan objek media pada halaman dapat dibalik seperti buku asli. Software ini juga terdapat fungsi untuk mengedit lebih banyak video, gambar, audio, hyperlink dan objek multimedia pada halaman flip untuk membuat e-book lebih menarik. E-book memiliki dampak yang luar biasa terhadap kemajuan teknologi di bidang penelitian. Bagi seorang pendidik, ia sangat terbantu dengan adanya e-book dengan berbagai kegunaan. Pendidik akan lebih mudah menemukan sumber daya dengan menambahkan referensi sumber belajar. E-book dapat diakses melalui smartphone, tablet atau laptop melalui penggunaan internet. Modul elektronik ini akan lebih dikembangkan dengan menggunakan aplikasi Anyflip yang berfungsi sebagai media untuk membuat modul elektronik lebih menarik.21 Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Anyflip ini sangat membantu para pendidik dalam membuat materi bahan ajar yang lebih menarik. Anyflip sendiri memiliki banyak fungsi untuk mengedit gambar, audio, video, dan konten menarik lainnya untuk disajikan kepada peserta didik. Adanya Anyflip juga tentu saja mempermudah peserta didik untuk menggunakan e-modul di mana pun dan kapan pun. 20 Putri Ulfa Kamalia et al., “Pelatihan Penggunaan Anyflip Untuk Penyusunan E-Book Bagi Guru MGMP Ekonomi Kabupaten Bangkalan”, Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 4, no. 3 (2021): 914. 21 Nurdin Amin et al., “Kelayakan Media Pembelajaran E-Book Berbasis Web Menggunakan Web Anyflip pada Materi Sistem Pencernaan”, Bioeducation Journal 5, no. 2 (2021): 101.


12 H. Tinjauan Kepustakaan Dalam penelitian ini peneliti mengambil kajian yang berkaitan dengan penelitian terdahulu maupun yang pernah dilakukan peneliti sebelumnya, diantaranya adalah: Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Arena Santika dan Ike Sylvia (2021). “Efektivitas E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Materi Peserta Didik pada Materi Nilai dan Norma Sosial Kelas X di SMA N 3 Payakumbuh”.22 Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul elektronik (e-modul) yang efektif meningkatkan kemampuan penguasaan materi peserta didik pada pembelajaran sosiologi SMA khususnya kelas X. E-modul yang dimaksud dalam penelitian ini adalah e-modul berbasis anyflip yang efektif digunakan oleh peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest and posttest design. Dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini ditujukan untuk mengatahui keefektifan dari e-modul berbasis anyflip untuk yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan materi peserta didik pada pembelajaran sosiologi. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu sama-sama menggunakan e-modul anyflip sebagai bahan ajar tambahan dalam membantu proses pembelajaran peserta didik untuk meningkatkan pemahaman serta penguasaan materi pembelajaran. Adapun perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian terdahulu menguji keefektifan e-modul berbasis anyflip, sedangkan peneliti mengembangkan e-modul berbasis anyflip. Kedua, Penelitian yang dilakukan oleh Gusmilarni dkk (2022). “Pengembangan Bahan Ajar Berbantukan Aplikasi Anyflip pada Materi Sistem Koordinasi Siswa Kelas XI”.23 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar berbantukan aplikasi anyflip serta kevalidan dan kepraktisannya. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan dan menggunakan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, 22 Arena Santika dan Ike Sylvia, “Efektivitas E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Materi Peserta Didik pada Materi Nilai dan Norma Sosial Kelas X di SMA N 3 Payakumbuh”, Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran 2, no.4 (2021): 285-296. 23 Gusmilarni et al., “Pengembangan Bahan Ajar Berbantukan Aplikasi Anyflip Pada Materi Sistem Koordinasi Siswa Kelas XI”, Jurnal Pendidikan Biologi 7, no. 2 (2022): 224-235.


13 Implement, dan Evaluation). Teknis analisis data yang digunakan adalah data validasi dan data kepraktisan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari penelitian tersebut bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar e-modul berbasis anyflip ini sangat valid dan praktis, dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan modul cetak. Adapun persamaan peneliti terdahulu dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sama-sama menggunakan e-modul berbasis anyflip dalam pembelajaran. Kemudian perbedaan peneliti terdahulu dengan penelitian yang dilakukan peneliti ialah peneliti terdahulu menggunakan materi sistem koordinasi, sedangkan peneliti menggunakan materi al-kulliyatu al-khamsa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Ketiga, Penelitian yang dilakukan oleh Shely Belia Endari, dkk (2022). “Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Kearifan Lokal Kenduri Sko Menggunakan Aplikasi Anyflip di Kelas 4 Tema Sekolah Dasar”.24 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan model elektronik berbasis kearifan lokal menggunakan aplikasi anyflip serta kevalidan dan bagaimana respon peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan menggunakan model pengembangan 4D. Kemudian persamaan dari peneliti terdahulu dengan penelitan yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama menggunakan anyflip untuk membuat emodul atau bahan ajar. Adapun perbedaan peneliti terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu konteks penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu adalah di Sekolah Dasar sedangkan peneliti di SMA Negeri 1 Muara Padang. I. Metodologi Penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian Tempat yang dijadikan peneliti sebagai lokasi untuk melakukan penelitian bertempat di SMA Negeri 1 Muara Padang, Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Muara Padang, subjek penelitian ditunjukan untuk menjadi responden dalam penelitian pengembangan e-modul berbasis anyflip, guna untuk 24 Shely Bella Endari, et al., “Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Kearifan Lokal Kenduri Sko Menggunakan Aplikasi Anyflip Di Kelas 4 Tema 7 Sekolah Dasar”, Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 6 (2022): 8781-8788.


14 mengetahui efektivitas dari bahan ajar tersebut pada materi al-kulliyatu alkhamsa. 2. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research & Development (R&D). Research & Development merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kefektifan produk tersebut.25 Pada penelitian ini desain yang digunakan adalah tahapan penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) dengan model ADDIE yang melalui lima tahapan yaitu, analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). 3. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian dan memenuhi karakteristik tertentu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas abjek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.26 Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Muara Padang Tahun Ajaran 2023/2024 yang terdiri dari kelas dengan jumlah siswa. Tabel 1.1 Distribusi Populasi Penelitian Kelas Laki-laki Perempuan X A 15 19 X B 13 21 X C 15 20 X D 14 19 X E 13 21 Total 170 Siswa 25 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, ed. oleh Sutopo, Kedua (Bandung: Alfabeta Bandung, 2022). 26 Nur Fadilah Amin, Sabaruddin Garancang, dan Kamaluddin Abunawas, “Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian”, Jurnal Pilar 14, no. 1 (2023): 15-31.


15 b. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti dan dengan kata lain sampel merupakan sebagian individua tau kelompok dari populasi yang diteliti. Sehingga dengan demikian hasil dari penelitian yang dapat sampel mampu disamaratakan pada populasi. 27 Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan jenis Probability Sampling hal ini dikarenakan pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.28 Dengan teknik Simple Random Sampling atau bisa dikatakan simpel (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. 29 Dengan demikian sampel pada penelitian ini adalah kelas X A dan X C. 4. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian ini menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) dengan model ADDIE yang melalui lima tahapan yaitu, analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Adapun keunggulan dari model ADDIE ini yaitu, dilihat dari prosedur kerjanya yang sangat terstruktur yaitu pada setiap langkah yang akan dilalui selalu mengacu pada langkah sebelumnya yang sudah diperbaiki sehingga dapat diperoleh hasil yang efektif.30 27 Rosmala Dewi, “Pengaruh Kemampuan Kerja, Motivasi Dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Bina Buana Semseta”, (JEBI) Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia 16, no. 1 (2021): 21. 28 Osi dan Deni Setiawan Liliyafi, “Joyful Learning Journal”, Unnes.Ac.Id 7, no. 3 (2018): 29-38. 29 Amin, Garancang dan ABunawas, op.cit. 30 Fendi Susanto dan Indah Resti Ayuni, “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Nht Dengan Strategi Pemecahan Masalah (Problem Solving) Sistematis Bagi Peserta Didik Smp Di Kabupaten Pringsewu”, AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika 6, no. 3 (2017): 301.


16 Adapun langkah-langkah pengembangan e-modul berbasis anyflip ini berdasarkan tahapan pada penelitian dan pengembangan ADDIE sebagai berikut:31 a. Analisis (Analysis) Pada tahap ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang permasalahan yang ada di sekolah untuk membantu mengembangkan bahan ajar. 1) Analisis awal Tahap ini dilakukan untuk mempelajari masalah yang ada di sekolah yang berkaitan dengan bahan ajar yang diterapkan di sekolah tersebut. Kemudian menemukan solusi untuk memperbaiki atau mengembangkan bahan ajar yang diperlukan. 2) Analisis kebutuhan peserta didik Menentukan media pembelajaran yang diperlukan peserta didik untuk mengubah proses pembelajaran agar lebih menarik b. Desain (Design) Pada tahap desain dilakukan untuk mendesain e-modul yang diharapkan dan metode pengujian yang tepat yang dimulai dari menetapkan tujuan bahan ajar, merancang materi atau kegiatan belajar dan evaluasi dari pembelajaran. Rancangan ini bersifat konseptual untuk mendasari proses perkembangan tahap berikutnya. c. Pengembangan (Development) Pada tahap development model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk yang sebelumnya telah dibuat. Pada tahap pengembangan kerangka konseptual telah direalisasikan dalam bentuk produk pengembangan bahan ajar yang siap diimplementasikan sesuai dengan tujuan. d. Implementasi (Implementation) Pada tahap ini untuk mengimplementasikan rancangan bahan ajar yang telah dikembangkan pada situasi dan kelas yang nyata. Dari implementasi yang telah dilakukan, kemudian mendapatkan evaluasi awal untuk memberi umpan balik pada penerapan e-modul tersebut. Dengan tujuan untuk menjamin 31 Vick Ainun Haq, “Mencermati Perbedaan Model Assure dan Addie dalam Metodologi Pengembangan Pembelajaran PAI”, Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2, no. 4 (2021): 270-294.


17 terjadinya pemecahan masalah untuk mengatasi persoalan yang sebelumnya dihadapi oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. 5. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data sangat penting agar data yang diperoleh valid dan menghasilkan kesimpulan yang valid. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut:32 a. Observasi Observasi merupakan teknik pengambilan data dengan cara mengamati secara langsung suatu keadaan atau situasi dari sebuah objek penelitian. Pada Teknik observasi ini peneliti bertujuan untuk mengamati sejauh mana pemahaman pendidik dan peserta didik terhadap e-modul berbasis anyflip. 33 b. Wawancara Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden atau objek penelitian. Wawancara dilakukan kepada salah satu guru PAI dan peserta didik mengenai manfaat penggunaan e-modul berbasis anyflip.34 c. Tes Tes adalah pertanyaan yang harus dijawab atau pernyataan-penyataan yang harus ditanggapi dengan pemberian check list pada kolom jawaban, yang mana partisipan atau responden mengisi pertanyaan atau pernyataan yang kemudian diisi dengan lengkap dan dikembalikan kepada peneliti. Pengajuan tes diberikan kepada guru dan peserta didik untuk menanggapi produk yang akan dikembangkan dan validator untuk uji validitas.35 6. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan setelah pengumpulan data selesai, dengan menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diimplementasikan agar data yang diperoleh dapat dianalisis dan ditarik kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan secara kuantitatif dan kualitatif. 32 Yondi Novra et al., “Pengembangan Model Latihan Kelincahan Dan Kekuatan Dalam Permainan Sepak Bola [Development Of An Agility Training Model Power In The Football Game]’, Jurnal Penjaskesrek 8, no. 2 (2021): 233-250. 33 Ibid 34 Yondi Novri, op.cit. 35 Mardepi Djemari, Pengukuran Penilaian & Evaluasi (Yogyakarta: Nuha Medika, 2012).


18 Peneliti menggali informasi mengenai kebutuhan menggunakan media melalui lembar validasi dan tes yang mana dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif sedangkan data untuk mengetahui gambaran permasalahan pada pembelajaran PAI dilakukan dengan menggunakan analisis secara kualitatif.36 a. Analisis Validasi Analisis validasi e-modul berbasis anyflip menggunakan skala likert dilakukan pada bagian media, materi, dan bahasa yang dinilai oleh masingmasing validator terhadap e-modul berbasis anyflip yang dikembangkan. Teknik analisis data ini digunakan untuk melihat kevalidan produk e-modul berbasis anyflip yang dikembangkan. Adapun table skala likert dengan menggunakan penilaian instrument angkat adalah sebagai berikut: Tabel 1.1 Skala Penilaian Instrumen Kevalidan37 Skala Nilai Interprestasi 4 Sangat Valid 3 Valid 2 Kurang Valid 1 Tidak Valid Skor yang diperoleh dari tiga pakar untuk setiap aspek dihitung, rataratanya dengan rumus sebagai berikut: = ∑ Keterangan: x : Rata-rata ∑x : Jumlah total nilai validasi n : Jumlah validasi Kemudian untuk menentukan kevalidan dan kelayakan e-modul anyflip maka hasil dari skor penelitian dari masing-masing validator seperti ahli bahasa, ahli media, ahli materi tersebut diuji cobakan kepada peserta didik. Jika 36 Dryon Taluke et al., “Analisis Preferenci Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pesisir Pantai Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat”, Spasial 6, no. 2 (2019): 531-540. 37 Jadsna Rohma Hanida, Fida Rachmawati, dan Endang Susantini, “Pengembangan E-modul Pembelajaran Ekosistem Berbasis Masalah”, Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi 4, no. 1 (2023): 22- 38.


19 diperoleh hasil skor validasi ≥2,51, maka e-modul anyflip dinyatakan valid sesuai dengan kriteria interprestasi validitas berikut: Tabel 1.3 Kriteria Interprestasi Validitas Skor Kriteria 1≤p≤1,5 Tidak Valid 1,5≤p≤2,5 Kurang Valid 2,5≤p≤3,5 Valid 3,5≤p≤4 Sangat Valid b. Analisis Keefektifan Pada tes keefektifan peserta didik terhadap e-modul berbasis anyflip yang dibuat menggunakan skala likert berupa pertanyaan atau pernyataan dengan pemberian check list pada kolom jawaban, adapun pilihan jawaban pada skala likert dengan lima alternative jawaban sebagai berikut: Tabel 1.4 Keterangan Skor No Alternatif Jawaban Skor 1 Sangat Setuju 4 2 Setuju 3 3 Kurang Setuju 2 4 Tidak Setuju 1 Data yang diperoleh diintegrasikan dan dicari presentasinya, kemudian dianalisis. Perhitungan presentase menggunakan rumus:38 Presentase = 100 Agar dapat mempermudah dalam mendefinisikan data, maka data angket peserta didik yang dihitung kemudian diberi interval skor sebagai berikut: 38 Chairi Mutia Lubis dan Edy Surya, “Analisis Keefektifan Belajar Matematika Melalui Pendekatan Stop Think Do Pada Siswa Mts. Budi Agung”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika 4, no. 2 (2016).


20 Tabel 1.5 Kriteria Kelayakan No Interval Skor Kategori 1 81-100 Sangat Layak 2 61-80 Layak 3 41-60 Cukup 4 21-40 Kurang Layak 5 0-20 Sangat Kurang Layak Berdasarkan kriteria di atas, maka e-modul berbasis anyflip layak digunakan apabila mencapai skor 61%-100%. Apabila mendapat skor 41%- 60%, maka e-modul berbasis anyflip akan direvisi.


21 J. Sistematika Penulisan Sistematika pembahasan di skripsi ini dibagi menjadi lima bab, yang mana masing-masing bab terdiri dari beberapa subab, diantaranya: BAB I :Pendahuluan yang meliputi sub bab latar belakang, identifikasi masalah, Batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, tinjauan pustaka, metodologi penelitian dan sistematika penulisan. BAB II :Kerangka teori yang memaparkan mengenai teori-teori yang akan digunakan dan dijelaskan pada tiap sub bab-nya. BAB III :Metode penelitian yang meliputi tempat penelitian, Teknik pendekatan, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, uji validitas, dan sistematika penulisan. BAB IV :Pembahasan mengenai pengembangan e-modul berbasis anyflip untuk meningkatkan pemahaman materi PAI BAB V :Bagian penutup meliputi kesimpulan dan saran atas hasil penelitian.


22 DAFTAR PUSTAKA Amin, Nur Fadilah., Sabaruddin Garancang., & Kamaluddin Abunawas. (2023). Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian. Jurnal Pilar 14, no. 1. Amin, Nurdin., Wati Oviana., & Fildza Ghassani. (2021). Kelayakan Media Pembelajaran E-Book Berbasis Web Menggunakan Web Anyflip pada Materi Sistem Pencernaan. Bioeducation Journal 5, no. 2. Daulay, Ali Masran. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Video Cheez Di Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 3. Departemen Agama RI. (2019). Al-Quran dan Terjemah. Dewi, Rosmala. (2021). Pengaruh Kemampuan Kerja, Motivasi Dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Bina Buana Semesta. (JEBI) Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia 16, no. 1. Djemari, Mardepi. (2012). Pengukuran Penilaian & Evaluasi. Yogyakarta: Nuha Medika. Endari, Shely Bella., Asrial., & Alirmansyah. (2022). Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Kearifan Lokal Kenduri Sko Menggunakan Aplikasi Anyflip Di Kelas 4 Tema 7 Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 6. Fahri, Lalu Moh., & Lalu A. Hery Qusyairi. (2019). Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran. Palapa 7, no. 1. Fatimah., & Ratna Dewi Kartika Sari. (2018). Strategi Belajar dan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa. pbsi 1, no. 2. Gusmilani., & Nur Muhajirah Yunus. (2022). Pengembangan Bahan Ajar Berbantukan Aplikasi Anyflip Pada Materi Sistem Koordinasi Siswa Kelas XI. Jurnal Pendidikan Biologi 7, no. 2. Hanida, Jadsna Rohma., Fida Rachmawati, & Endang Susantini. (2023). Pengembangan E-Modul Pembelajaran Ekosistem Berbasis Masalah. Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi 4, no. 1. Haq, Vick Ainun. (2021). Mencermati Perbedaan Model Assure dan Addie dalam Metodologi Pengembangan Pembelajaran PAI. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2, no. 4. Hartono, Jagianto. ( 2021). Penulisan Buku Ajar Yang Baik Dan Produktif, Yogyakarta: Andi Anggota Ikapi. Herawati, Nita Sunarya., & Ali Muhtadi. (2018). Pengembangan Modul Elektronik (E-Modul) Interaktif Pada Materi Pelajaran Kimia Kelas XI SMA. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 5, no. 2. Heridianti, Ferlinda., & Brillian Rossy. (2021). Pengembangan E-Modul Berbasis Flipbook Maker pada Mata Pelajaran Teknologi Perkantoran. Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 6. Indrianto, Nino., (2020). Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: CV Budi Utama Jaelani, Mohammad., Hendro Widodo., & Siti Fatimah. (2021). Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam. Jurnal Kependidikan Islam 11, no. 1. Kamalia, Putri Ulfa., Riza Yonisa Kurniawan., Retno Mustika Dewi., Ni’matush Sholikah., & Heni Purwa Pamungkas. (2021). Pelatihan Penggunaan Anyflip Untuk Penyusunan E- Book Bagi Guru MGMP Ekonomi Kabupaten Bangkalan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 4, no. 3.


23 Kustandi, Cecep., & Daddy Dermawan. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran, Jakarta: Kencana. Laili, Ismi., Ganefri., & Usmeldi. (2019). Efektivitas Pengembangan E-Modul Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran 3, no. 3. Liliyafi., Osi., & Deni Setiawan. (2018). Joyful Learning Journal. Unnes.Ac.Id 7, no. 3. Lubis, Chairi Mutia., & Edy Surya. (2016). Analisis Keefektifan Belajar Matematika Melalui Pendekatan Stop Think Do Pada Siswa Mts. Budi Agung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika 4, no. 2. Novra, Yondi., Zuhar Ricky., & Dwi Novri Asmara, Kata Kunci, Model Latihan, dan Sepak Bola. (2021). Pengembangan Model Latihan Kelincahan Dan Kekuatan Dalam Permainan Sepak Bola [Development Of An Agility Training Model Power In The Football Game]’, Jurnal Penjaskesrek 8, no. 2. Oktaprioka, (2023). Research And Developmant (R&D) Penelitian Yang Inovatif Dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 1, no.1. Pane, Aprida., & Muhammad Darwis Dasopang. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman 3, no. 2. S, Deddy Sofyan., R. Teti Rostikawati., & Yanti Suryanti. (2023). Pelatihan Penerapan E- Modul Berbasis Anyflip Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Di Kota Bogor. Communnity Development Journal 4, no.1 Santika, Arena., & Ike Sylvia. (2021). Efektivitas E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Materi Peserta Didik pada Materi Nilai dan Norma Sosial Kelas X di SMA N 3 Payakumbuh. Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran 2, no.4. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, ed. oleh Sutopo, Kedua Bandung: Alfabeta Bandung. Sujana, Wayan Cong. (2019). Fungsi dan Tujuan Pendidikan. Pendidikan Dasar 4, no. 1. Susanto, Fendi., & Indah Resti Ayuni. (2017). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Nht Dengan Strategi Pemecahan Masalah (Problem Solving) Sistematis Bagi Peserta Didik Smp Di Kabupaten Pringsewu. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika 6, no. 3. Taluke, Dryon., Ricky S M Lakat., Amanda Sembel., Ekosistem Mangrove dan Menjelaskan Bahwa. (2019). Analisis Preferenci Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pesisir Pantai Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Spasial 6, no. 2.


Click to View FlipBook Version