P E N U T U P
Beberapa masyarakat lansia tidak bersedia mengisi kuesioner disebabkan hal seperti sudah tidak mampu membaca, sehingga perlu tindakan proaktif bagi Penyusun dan tim untuk membimbing mereka. Begitupun saat akan melaksanakan pemeriksaan gigi dan mulut, beberapa masyarakat lansia menolak untuk dilakkan karna berbagai sebab, seperti malu. Dalam proses pelaksanaan aktualisasi, terdapat beberapa kendala yang Penyusun temui, antara lain : 1. 2. Kegiatan aktualisasi ini mengangkat isu “Kurangnya kesadaran dan kepedulian lansia tentang kesehatan gigi dan mulut”. Untuk mengatasi isu tersebut dilakukan beberapa kegiatan seperti pembuatan kartu kontrol kesehatan, pembuatan banner, pembuatan kuesioner, hingga penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat lanjut usia (lansia) pada proram prolanis dan posyandu lansia. Tujuan dilakukan kegiatan tersebut yaitu memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia. Kegiatan – kegiatan aktualisasi ini memiliki substansi Nilai Dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta Manajemen ASN dan Smart ASN. Selain itu dapat memberikan kontribusi juga terhadap pencapaian visi Puskesmas yaiu Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Bermutu Menuju Masyarakat Sehat Dan Mandiri Di Kecamatan Rilau Ale. Kesimpulan Hambatan yang Ditemui
Dengan adanya hasil evaluasi dari kegiatan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masyarakat Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Bontobangun , dimana diperoleh hasil bahwa dari 25 responden yang mengisi kuesioner, terdapat 14 responden dengan tingkat pengetahuan rendah dan 13 responden dengan tingkat tindakan yang rendah, namun terdapat 22 responden yang mempunyai sikap baik terhadap perawatan kesehatan gigi dan mulut. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa terdapat beberapa masyarakat lansia yang tingkat pengetahuannya rendah mengenai kesehatan gigi dna mulut, sejalan dengan tindakan mereka dalam merawat kesehatan gigi dan mulut mereka untuk berkunjung ke dokter gigi yang jga rendah. Hal ini juga menggambarkan masih kurangnya kesadaran dan kepedulian mereka dalam merawat kesehatan gigi dan mulut mereka. Oleh karena itu, rencana tindak lanjut yang saya lakukan adalah akanterus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya lanjut usia melalui program Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat pada Lanjut Usia. Selain itu, saya juga akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kunjungan pasien lansia yang memeriksakan kesehatan gigi dan mlutnya di poli gigi. Nilai BerAKHLAK, Smart ASN dan Manajemen ASN diharapkan dapat diterapkan pada pelayanan kesehatan khususnya pelayanan gigi dan mulut di Puskesmas Bontobangun. Kegiatan – kegiatan pemecahan isu diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik agar dapat meningkatkan pengetahun lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara pemegang program lansia dan prolanis dengan dokter gigi untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik pada lansia khususnya yang menyangkut kesehatan gigi dan mulut. 1. 2. 3. Saran Rencana Tindak Lanjut
Ratmini Ni Ketut, Arifin. Hubungan Kesehatan Mulut dengan Kualitas Hidup Lansia. Jurnal Ilmu Gizi, Vol. 2, No.2, Agustus 2011. Sari Morita. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia dengan Promosi Kesehatan Metode Demontrasi. Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva, 10 (2). November 2021. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Berorientasi Pelayanan : Modul Pelatihan Dasar Calon PegawaiNegeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi NegaraRepublik Indonesia. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Manajemen ASN. Jakarta: Lembaga Administrari Negara Profil Kabupaten Bulukumba. 2020. https://bulukumbakab.go.id/visi-dan-misi Profil Puskesmas Bonto Bangun. Tata Usaha Puskesms Bonto Bangun. Kepmenpan No 141 Tahun 2003 Tentang JabatanFungsional Dokter Gigi Dan Angka Kreditnya. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara: ModulPelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Analisis Isu Kontemporer : Modul Pelatihan Dasar CalonPegawai Negeri Sipil. Jakarta: LembagaAdministrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021.Kesiapsiagaan Bela Negara: Modul Pelatihan DasarCalon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: LembagaAdministrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Akuntabel :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara RepublikIndonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Kompeten :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Harmonis :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Loyal :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara RepublikIndonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021. Adaptif :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara. 2021.Kolaboratif : Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi NegaraRepublik Indonesia Amelia,Rizki.2021. Modul Pelatihan Dasar CalonPNS. Smart ASN. Jakarta: Lembaga Administrari Negara. Fatimah,Elly dan Erna Irawati. 2017 Lembaga Administrasi Negara. 2021. Habituasi :Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara RepublikIndonesia DAFTAR PUSTAKA