d. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon • Seksi Undangan dan Penerima Tamu : Dansimin Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon • Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon • Seksi Ramah Tamah : Danton Batalyon • Seksi Angkutan : Dansi Ang Batalyon • Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas.
d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang terkait dengan materi yang akan diberikan. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistic kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan daftar pejabat yang diundang. 2) Menyiapkan buku tamu pejabat yang diundang. 3) Membuat undangan kepada pejabat yang diundang. 4) Menginventarisir pejabat maupun tokoh – tokoh masyarakat setempat yang diundang. 5) Melaksanakan koordinasi tentang personel yang terlibat sebagai penerima tamu. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas/ h. Pen Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. i. Kom Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi. 4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Seksi Alkap 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. l. Danton Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan personel yang terlibat. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lainnya yang berkaitan dengan personel yang terlibat dalam seksi ramah tamah. 3) Melaksanakan pengecekan Perlengkapan pada acara ramah tamah. 4) Melaksanakan Setting tempat duduk untuk acara ramah tamah. 5) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. m. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas.
8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu : Pada saat berangkat dan Kembali satgas dilaksanakan satu hari lamanya. b. Tempat : Lapangan Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapatkan perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi. e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana. 1) Bendera Merah Putih satu buah beserta dudukannya. 2) Tunggul Batalyon berserta dudukannya. 3) Naskah doa. 4) Teks amanat. 5) Sound system dan ht. 6) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. 7) Kendaraan. 8) Korsik. 9) Mimbar Upacara. b. Prasarana. 1) Lapangan Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. 2) Lingkungan Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Umum. Tradisi Pelepasan Satgas dilaksanakan oleh setiap anggota Yonzipur 18/YKR yang akan melaksanakan perintah Tugas operasi Luar Negeri dan Dalam Negeri di Satuan Yonzipur 18/YKR, dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 2. Tahap Perencanaan. a. Menyusun rencana Tradisi Pelepasan Satgas. b. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat acara Tradisi Pelepasan Satgas. c. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam acara Tradisi Pelepasan Satgas. d. Menyusun admininstrasi selama pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Satgas. e. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan acara Tradisi Pelepasan Satgas. 3. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan acara Tradisi Pelepasan Satgas. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan acara Tradisi Pelepasan Satgas. c. Melaksanakan Briefing teknis pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Satgas. d. Melaksanakan Gladi pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Satgas. 4. Tahap Pelaksanaan. Dengan urut – urutan kegiatan sebagia berikut. a. Koordinator Acara memasuki lapangan upacara. b. Komandan Batalyon memasuki lapangan upacara. c. Mars Yonzipur 18/YKR. d. Penghormatan Pasukan kepada Komandan Batalyon. e. Laporan Koordinator Acara kepada Komandan Batalyon. f. ( Hadirin dimohon berdiri ) Tunggul Batalyon memasuki Lapangan Upacara. g. Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR ( Hadirin dipersilahkan duduk Kembali ). h. Anggota Satgas menempatkan diri. i. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR menempatkan diri. j. Penciuman Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR oleh anggota Satgas.
k. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR Kembali ke tempat. l. Anggota Satgas kembali ketempat. m. Amanat. n. ( Hadirin dimohon berdiri ) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. o. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR meninggalkan lapangan upacara ( Hadirin dipersilahkan duduk Kembali ). p. Laporan Koordinator Acara kepada Komandan Batalyon. q. Penghormatan Pasukan kepada Komandan Batalyon. r. Mars Yonzipur 18/YKR. s. Acara selesai Komandan Batalyon dapat meninggalkan Lapangan Upacara. 5. Tahap Pengakhiran. a. Pengecekan sarana dan prasarana yang telah digunakan. b. Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan kegiatan. 6. Umum. Tradisi Penerimaan Satgas dilaksanakan oleh setiap anggota Yonzipur 18/YKR yang telah melaksanakan perintah Tugas operasi Luar Negeri dan dalam Negeri di Satuan Yonzipur 18/YKR dengan tahapan kegiatan sebagai berikut : 7. Tahap Perencanaan. a. Menyusun rencana acara Tradisi Penerimaan Satgas. b. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat acara Tradisi Penerimaan Satgas. c. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam acara Tradisi Penerimaan Satgas. d. Menyusun administrasi selam pelaksanaan acara Tradisi Penerimaan Satgas. e. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan acara Tradisi Penerimaan Satgas. 8. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan acara Tradisi Penerimaan Satgas. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan acara Tradisi Penerimaan Satgas. c. Melaksanakan Briefing teknis pelaksanaan acara Tradisi Penerimaan Satgas. d. Melaksanakan Gladi pelaksanaan acara Tradisi Penerimaan Satgas. 9. Tahap Pelaksanaan. Dengan urut – urutan kegiatan sebagia berikut : a. Koordinator Acara memasuki lapangan upacara. b. Komandan Batalyon memasuki lapangan upacara. c. Mars Yonzipur 18/YKR. d. Penghormatan Pasukan kepada Komandan Batalyon. e. Laporan Koordinator Acara kepada Komandan Batalyon. f. ( Hadirin dimohon berdiri ) Tunggul Batalyon memasuki Lapangan Upacara. g. Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR ( Hadirin dipersilahkan duduk Kembali ). h. Anggota Satgas menempatkan diri. i. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR menempatkan diri. j. Penciuman Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR oleh anggota Satgas. k. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR Kembali ke tempat. l. Anggota Satgas kembali ketempat. m. Amanat. n. ( Hadirin dimohon berdiri ) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. o. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR meninggalkan lapangan upacara ( Hadirin dipersilahkan duduk Kembali ). p. Laporan Koordinator Acara kepada Komandan Batalyon. q. Penghormatan Pasukan kepada Komandan Batalyon. r. Mars Yonzipur 18/YKR. s. Acara selesai Komandan Batalyon dapat meninggalkan Lapangan Upacara. 10. Tahap Pengakhiran. a. Pengecekan sarana dan prasarana yang telah digunakan. b. Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan kegiatan.
BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat. c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis seperti bersin di depan microphone pada seluruh rangkaian kegiatan tradisi. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi pemberangkatan dan penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang dari tugas operasi ini dikhusukan untuk prajurit Yonzipur 18/YKR. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan refrensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. Dilakukan dengan penuh semangata dan dengan penuh rasa bangga dan kecintaan terhadap Satuan. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi. b. Pengamanan Materiil. Tindakan pengamanan materiil diperlukan agar sarana dan prasarana dapat berfungsi serta dapat dipergunakan secara optimal sesuai peruntukannya. c. Pengamanan Berita. Tindakan pengamanan berita dilakukan agar bahan – bahan administrasi dan produk – produk berupa tulisan terhindar dari kehilangan, kerusakan dan penyalahgunaan. d. Pengamanan Kegiatan. Tindakan pengamanan terhadap kegiatan yang diperlukan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. 6. Tindakan Administrasi. Dalam pembinaan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi perlu memperhatikan hal – hal yang terkait dengan administrasi, antara lain : a. Perencanaan. 1) Merencanakan kebutuhan administrasi berkaitan dengan pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Merencanakan kebutuhan logistik untuk pembinaan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. b. Persiapan. 1) Menyiapkan kebutuhan logistik untuk tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. c. Pelaksanaan. 1) Melaksanakan kegiatan administrasi berkaitan dengan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR.
2) Melaksanakan pencatatan hasil rapat – rapat berkaitan dengan penyelenggaraan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. d. Pengakhiran. 1) Melaksanakan evaluasi tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Membuat laporan pelaksanaan kegiatan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. Umum. Penyelenggaraan tradisi yang berjalan selama ini telah berdampak kepada peningkatan militansi prajurit, namum dalam pelaksanaanya masih ada kekeliruan.. Untuk itu kegiatan pengawasan dan pengendalian terus – menerus mutlak diperlukan dalam mendukung kelancaran, ketertiban dan keamanan pelaksanaan tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mulai dari Komandan Batalyon sampai Anggota yang ditunjuk. 2. Pengawasan. Disetiap Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR pengawasan sangat diperlukan dan diperhatikan guna memperlancar acara sakral yang terdapat di satuan Yonzipur 18/YKR yang sangat kita banggakan ini. a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 3. Pengendalian. Sebagaimana mestinya terhadap pengendalian sebuah kegiatan tradisi satuan sudah di atur dalam kegiatan tersebut beserta pengendalian nya agar dapat berjalan tertib dan lancar. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR.
2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR.. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi pemberangkatan & penyambutan satgas yang akan berangkat/pulang tugas operasi Yonzipur 18/YKR. BAB VI PENUTUP 1. Keberhasilan. Keberhasilan dalam setiap kegiatan Tradisi Satuan tidak lepas dari peran Personel Yonzipur 18/YKR yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan ikhlas sehingga mendapatkan sebuah acara Tradisi yang penuh makna dan berkesan bagi para Personel. 2. Penyempurnaan. Di lakukan sebuah evaluasi setiap kegiatan Tradisi Satuan agar menghasilkan suatu acara Tradisi yang lebih baik lagi dan yang paling terpenting adalah faktor keamanan
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Tradisi Koprs ini dilaksanakan bagi anggota yang akan pindah satuan dengan tujuan untuk memberikan penghormatan dan penghargaan atas pengabdiannya selama di satuan Yonzipur 18/YKR serta agar tetap terjalin ikatan yang kuat sebagai sesama warga Kops Zeni. b. Untuk menyelenggarakan suatu Tradisi Satuan secara optimal dan dapat berjalan sesuai tertib, aman dan lancar, Maka perlu adanya suatu bujuk sebagai prosedur tetap yang mengatur tentang penyelenggaraan Tradisi Pelepasan Anggota Pindah Satuan. 2. Sejarah dan latar belakang Tradisi pelepasan Anggota Pindah Satuan. Bagi Anggota yang pindah satuan dari Batalyon Zeni Tempur 18/YKR akan melaksanakan tradisi yaitu Pelepasan Anggota pindah satuan, Tradisi ini terbentuk setelah pembentukan Batalyon Zeni Tempur 18/YKR dan dilestarikan sampai saat ini agar tradisi ini dilaksanakan untuk anggota yang pindah Satuan, tradisi ini bertujuan untuk sebagai penghormatan dan penghargaan atas pengabdiannya selama berdinas di satuan Yonzipur 18/YKR agar tetap menjaga nama baik satuan. Anggota satuan yang pindah satuan wajib untuk mengikuti Acara Tradisi Satuan supaya mendapatkan kenang – kenangan terakhir setelah pindah satuan. 3. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Sebagai pendoman pelaksanaan bagi satuan dalam pelaksanaan Tradisi Pelepasan Anggota Pindah Satuan Yonzipur 18/YKR bagi personel yang pindah satuan. b. Tujuan. Untuk memberikan penghormatan dan penghargaan atas pengabdiannya selama di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Lingkup bahasan tradisi ini meliputi tata cara penyelenggaraan kegiatan identifikasi, preservasi, sosialisasi, dan evaluasi tradisi yang dilaksanakan oleh Yonzipur 18/YKR. b. Tata Urut. 1) Pendahuluan 2) Ketentuan Umum 3) Kegiatan yang Dilaksanakan 4) Hal – hal yang perlu Diperhatikan 5) Pengawasan dan Pengendalian 6) Penutup 5. Dasar. Keputusan Kasad Nomor Kep/359/IV/2016 tanggal 28 April 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Angkatan Darat. 6. Pengertian. a. Pelepasan. Proses melepaskan Anggota Yonzipur 18/YKR dari satuan secara khidmat. b. Tugas. Suatu hal yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan, bisa jadi tugas adalah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang atau organisasi untuk diselesaikan. c. Tradisi. Tradisi adalah pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek, ritme – ritme, dan kebiasaan – kebiasaan, lainnya yang sudah berlaku sejak lama di kalangan satuan. d. Evaluasi Tradisi. Evaluasi tradisi adalah penilaian untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi berjalan dengan tertib, lancar dan khidmat. BAB II KETENTUAN UMUM 1. Umum. Tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tradisi ini memperoleh hasil yang optimal, maka diperlukan ketentuan umum yang memuat tujuan, sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung. Waktu
dan tempat, syarat personel, sarana dan prasarana sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan tradisi satuan. 2. Tujuan. Sebagai wahana untuk memberikan penghormatan, penghargaan dan semangat kepada anggota yang pindah satuan dan juga menumbuhkan rasa bangga terhadap satuan lama yang menjadi tempat dia bertugas. 3. Sasaran. a. Terwujudnya kegiatan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Terwujudnya kegiatan tradisi ini dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai – nilai, norma – norma, serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Terwujudnya kegiatan evaluasi tradisi di satuan Yonzipur 18/YKR dalam rangka menjaga, memeliharan, melestarikan dan menggembangkan kelangsungan kegiatan tradisi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Sifat. a. Sistematis. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara teratur, berurutan, saling berkaitan dan berjenjang sesuai pentahapannya. b. Normatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi berpedoman kepada kaidah – kaidah dan norma – norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat maupun di masing – masing satuan dan tidak bertentangan dengan agama, norma hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. c. Sederhana. Penyelenggaraan pembinaan tradisi mengutamakan kesederhanaan, namun tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam suatu tradisi yang dilaksanakan. d. Edukatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan senantiasa untuk mendidik dan membimbing bukan didasarkan pada seremonial belaka. e. Fleksibel. Penyelenggaraan pembinaan tradisi disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Tepat Sasaran. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan sesuai dengan obyek dan spefikasi yang telah ditentukan. g. Tidak Mengarah pada Kultus Individu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi tidak mengarah kepada hal – hal yang bersifat pemujaan atau mendewa – dewakan seseorang / golongan / benda. 5. Peranan a. Solidaritas. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara kekompakan, rasa senasib sepenanggungan, terjalin suatu solidaritas yang tinggi, berpikir dalam satu pola, berbicara dalam satu Bahasa dan bertindak dalam suatu kehendak untuk melaksanakan tugas pokok. b. Kebanggaan. Sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai prajurit Angkatan Darat, dan rasa memiliki terhadap satuan tempatnya bertugas, serta merasa bangga dengan tugas yang dipercaya kepadanya. c. Kehormatan. Sebagai sarana dalam mendorong tumbuhnya tekad untuk menjaga kehormatan diri, nama baik dan membela kehormatan satuan. d. Motivasi. Sebagai sarana untuk menghargai dan menghormati setiap bentuk perjuangan generasi pendahulunya, sehingga terdorong untuk meneladaninya dan mendarmabhaktikan dirinya demi keberhasilan tugas – tugas satuannya. e. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon
• Seksi Musik dan Pembacaan Puisi : Dansi Min Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon • Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon • Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon. 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistik kegiatan Pelepasan Anggota pindah satuan di Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan alat musik dan lagu yang akan digunakan untuk mengiringi acara. 2) Menyiapkan lambang satuan dan tunggul satuan. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas/ h. Pen Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas.
i. Kom Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi. 4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Dansi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas.. l. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. 8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu. Acara Tradisi pelepasan anggota pindah satuan dilaksanakan selama satu hari b. Tempat. Tempat pelaksanaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan antara lain : 1) Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR. 2) Gerbang II Yonzipur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi Pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapat perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi. e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana 1) Bendera Merah Putih satu buah beserta dudukannya. 2) Tunggul Satuan beserta dudukannya. 3) Naskah Doa. 4) Teks Amanat. 5) Sound System dan ht 6) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan acara tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. 7) Kalung Bunga. 8) Korsik. 9) Mimbar Upacara b. Prasarana 1) Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR. 2) Gerbang II Yonzipur 18/YKR. BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Tradisi Pelepasan Anggota Pindah Satuan. Tradisi pelepasan anggota pindah satuan dilaksanakan oleh personel yang telah mengabdi di satuan Yonzipur 18/YKR dan
memutuskan untuk pindah satuan yang sudah di tentukan oleh anggota yang pindah, dengan tahapan kegiatan sebagai berikut : a. Tahap Perencanaan 1) Menyusun rencana acara Tradisi Pelepasan Anggota Pindah Satuan. 2) Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat acara Tradisi Pelepasan Anggota Pindah Satuan. 3) Merencanakan personel yang diliatkan dalam acara Tradisi Pelepasa Anggota pindah Satuan . 4) Menyusun Administrasi selama pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan 5) Menentukan kebutuhan alat perlengkapan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan. b. Tahap Persiapan. 1) Penyiapan alat perlengkapan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan. 2) Penyiapan tempat penyelenggaraan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan. 3) Melaksanakan briefing teknis pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan. 4) Melaksanakan gladi pelaksanaan acara Tradisi Pelepasan Anggota pindah satuan. c. Tahap Pelaksanaan. Dengan urut – urutan kegiatan sebagai berikut : 1) Komandan Batalyon selaku Perwira tertua memasuki Lapangan / ruangan pasukan disiapkan. 2) Mars Yonzipur 18/YKR. 3) Penghormatan pasukan Kepada Komandan Batalyon. 4) Laporan Koordinator acara tradisi kepada Komandan Batalyon. 5) (Hadirin dimohon berdiri) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR memasuki Lapangan / Ruangan. 6) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR (hadirin dipersilahkan duduk Kembali). 7) Personel yang akan dilepas menempatkan diri. 8) Pembacaan Surat Perintah. 9) Laporan Resmi. 10) Pernyataan Resmi Pelepasan. 11) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR menempatkan diri 12) Penciuman Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR dan penulisan kesan pesan. 13) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR Kembali ke tempat (anggota yang dilepas laporan, kemudian Kembali 14) Amanat. 15) ( Hadirin dimohon berdiri ) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR 16) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR meninggalkan Lapangan/Ruangan ( Hadirin dipersilahkan duduk Kembali). 17) Laporan Koordinator acara tradisi kepada Komandan Batalyon. 18) Penghormatan pasukan Kepada Komandan Batalyon. 19) Mars Yonzipur 18/YKR. 20) Acara Tradisi pelepasan selesai, Komandan Batalyon dapat meninggalkan Lapangan / Ruangan. 21) Pasukan dapat diistirahatkan dilanjutkan acara Tambahan. d. Acara Tambahan. 1) Personel yang dilepas beserta keluarga menempatkan diri. 2) Pengalungan bunga oleh Komandan Batalyon, Pemberian Bunga oleh persit, pemberian tanda penghargaan, plakat dan ucapan selamat dimulai dari Komandan Batalyon diikuti personel lainnya. 3) Personel organic menempatkan diri di kiri dan kanan jalan keluar pintu dua. 4) Personle yang dilepas berjalan mulai dari lapangan voli sampai dengan patung Bedawang Nala. 5) Foto Bersama di depan patung Bedawang Nala.
6) Personel yang dilepas menuju gerbang pintu 2 melalui pedang / sangkur pora, lalu mengambil posisi 1 bersaf, persiapan melaksanakan penghormatan terakhir kepada satuan dan rekan rekan Yonzipur 18/YKR. 7) Personel Organik Yonzipur 18/YKR dipimpin Komandan Batalyon membentuk barisan berhadapan dengan personel yang dilepas, persiapan membalan penghormatan dari personel yang dilepas. 8) Selesai melaksanakan penghormatan, personel yang dilepas naik kendaraan yang sudah disiapkan. e. Tahap Pengakhiran. 1) Pengecekan sarana dan prasarana yang telah digunakan. 2) Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan acara Tradisi. BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat. c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis seperti bersin di depan microphone pada seluruh rangkaian kegiatan tradisi. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi pelepasan anggota pindah satuan ini di khusukan untuk Yonzipur 18/YKR. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan referensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi. b. Pengamanan Materiil. Tindakan pengamanan materiil diperlukan agar sarana dan prasarana dapat berfungsi serta dapat dipergunakan secara optimal sesuai peruntukannya. c. Pengamanan Berita. Tindakan pengamanan berita dilakukan agar bahan – bahan administrasi dan produk – produk berupa tulisan terhindar dari kehilangan, kerusakan dan penyalahgunaan. d. Pengamanan Kegiatan. Tindakan pengamanan terhadap kegiatan yang diperlukan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. 6. Tindakan Administrasi. Dalam pembinaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan perlu memperhatikan hal – hal yang terkait dengan administrasi, antara lain : a. Perencanaan.
1) Merencanakan kebutuhan administrasi berkaitan dengan pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Merencanakan kebutuhan logistik untuk pembinaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. b. Persiapan. 1) Menyiapkan kebutuhan logistik untuk tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. c. Pelaksanaan. 1) Melaksanakan kegiatan administrasi berkaitan dengan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pencatatan hasil rapat – rapat berkaitan dengan penyelenggaraan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. d. Pengakhiran. 1) Melaksanakan evaluasi tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Membuat laporan pelaksanaan kegiatan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. Umum. Penyelenggaraan tradisi yang berjalan selama ini telah berdampak kepada peningkatan militansi prajurit, namum dalam pelaksanaanya masih ada kekeliruan.. Untuk itu kegiatan pengawasan dan pengendalian terus – menerus mutlak diperlukan dalam mendukung kelancaran, ketertiban dan keamanan pelaksanaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan Yonzipur 18/YKR. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mulai dari Komandan Batalyon sampai Anggota yang ditunjuk. 2. Pengawasan. Disetiap Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR pengawasan sangat diperlukan dan diperhatikan guna memperlancar acara sakral yang terdapat di satuan Yonzipur 18/YKR yang sangat kita banggakan ini. a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR.
2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Pengendalian. Sebagaimana mestinya terhadap pengendalian sebuah kegiatan tradisi satuan sudah di atur dalam kegiatan tersebut beserta pengendalian nya agar dapat berjalan tertib dan lancar. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan Yonzipur 18/YKR. BAB VI PENUTUP 1. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada di dalam Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR oleh para Pembina dan pengguna sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pembinaan tradisi Pelepasan Anggota pindah Satuan. 2. Penyempurnaan. Hal – hal yang dirasakan perlu dan berkaitan dengan adanya tuntutan kebutuhan untuk Penyempurnaan Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR agar disarankan kepada komando atas sesuai dengan mekanisme umpan balik
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. Korps Wisudha Purna Tugas ini merupakan salah satu kegiatan Tradisi yang dilaksanakan di Satuan Yonzipur 18/YKR, sebagai salah satu wujud penghormatan dan penghargaan bagi anggota yang telah mengakhiri masa bhaktinya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat di Satuan Yonzipur 18/YKR. Kegiatan Tradisi ini mempunyai nilai strategis karena sebagai bentuk terakhir penghormatan yang dapat diberikan oleh Satuan. 2. Sejarah dan Latar Belakang Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. Sebelum Terbentuknya satuan Yonzipur 18/YKR sudah ada Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas ini yang di lestarikan oleh personel yang dulu berdinas di Denzipur 9/YKR. Maka dari itu dirasa perlu tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di lestarikan dan di laksanakan di satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Tradisi ini dimaksudkan agar dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam penyelenggaraan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Yonzipur 18/YKR. b. Tujuan. Tradisi ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan penghargaan terakhir dari satuan dan rasa bangga kepada personel yang mengakhiri masa bhaktinya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Lingkup bahasan tradisi ini meliputi tata cara penyelenggaraan kegiatan identifikasi, preservasi, sosialisasi, dan evaluasi tradisi yang dilaksanakan oleh Yonzipur 18/YKR. b. Tata Urut. 1) Pendahuluan 2) Ketentuan Umum 3) Kegiatan yang Dilaksanakan 4) Hal – hal yang perlu Diperhatikan 5) Pengawasan dan Pengendalian 6) Penutup 5. Dasar. Keputusan Kasad Nomor Kep/359/IV/2016 tanggal 28 April 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Angkatan Darat. 6. Pengertian. a. Tugas. Suatu hal yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan, bisa jadi tugas adalah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang atau organisasi untuk diselesaikan. b. Tradisi. Tradisi adalah pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek, ritme – ritme, dan kebiasaan – kebiasaan, lainnya yang sudah berlaku sejak lama di kalangan satuan. c. Identifikasi Tradisi. Identifikasi tradisi adalah usaha untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat/daerah dapat diabaikan, dipelihara dan ditradisikan. d. Evaluasi Tradisi. Evaluasi tradisi adalah penilaian untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi berjalan dengan tertib, lancar dan khidmat. e. Pembinaan. Pembinaan adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusun, pengembangan, pengarahan, penggunaan serta pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna. BAB II KETENTUAN UMUM 1. Umum. Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas Yonzipur 18/YKR dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tradisi ini memperoleh hasil yang optimal, maka diperlukan ketentuan umum yang memuat tujuan, sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung. Waktu dan tempat, syarat personel, sarana dan prasarana sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan tradisi satuan.
2. Tujuan. Sebagai wahana untuk memberikan penghormatan, penghargaan dan semangat kepada anggota yang telah mengakhiri masa bhaktinya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Sasaran. a. Terwujudnya kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Terwujudnya kegiatan tradisi ini dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai – nilai, norma – norma, serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Terwujudnya kegiatan evaluasi tradisi di satuan Yonzipur 18/YKR dalam rangka menjaga, memeliharan, melestarikan dan menggembangkan kelangsungan kegiatan tradisi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Sifat. a. Sistematis. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara teratur, berurutan, saling berkaitan dan berjenjang sesuai pentahapannya. b. Normatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi berpedoman kepada kaidah – kaidah dan norma – norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat maupun di masing – masing satuan dan tidak bertentangan dengan agama, norma hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. c. Sederhana. Penyelenggaraan pembinaan tradisi mengutamakan kesederhanaan, namun tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam suatu tradisi yang dilaksanakan. d. Edukatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan senantiasa untuk mendidik dan membimbing bukan didasarkan pada seremonial belaka. e. Fleksibel. Penyelenggaraan pembinaan tradisi disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Tepat Sasaran. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan sesuai dengan obyek dan spefikasi yang telah ditentukan. 5. Peranan a. Solidaritas. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara kekompakan, rasa senasib sepenanggungan, terjalin suatu solidaritas yang tinggi, berpikir dalam satu pola, berbicara dalam satu Bahasa dan bertindak dalam suatu kehendak untuk melaksanakan tugas pokok. b. Kebanggaan. Sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai prajurit Angkatan Darat, dan rasa memiliki terhadap satuan tempatnya bertugas, serta merasa bangga dengan tugas yang dipercaya kepadanya. c. Kehormatan. Sebagai sarana dalam mendorong tumbuhnya tekad untuk menjaga kehormatan diri, nama baik dan membela kehormatan satuan. d. Motivasi. Sebagai sarana untuk menghargai dan menghormati setiap bentuk perjuangan generasi pendahulunya, sehingga terdorong untuk meneladaninya dan mendarmabhaktikan dirinya demi keberhasilan tugas – tugas satuannya. e. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon • Seksi Musik : Dansi Min Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon • Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon
• Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon. 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistik kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan alat musik dan lagu yang akan digunakan untuk mengiringi acara. 2) Menyiapkan lambang satuan dan tunggul satuan. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas/ h. Pen Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. i. Kom Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi.
4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Dansi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas.. l. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. 8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu. Acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas dilaksanakan selama satu hari b. Tempat. Tempat pelaksanaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan antara lain : 1) Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR. 2) Gerbang II Yonzipur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi Pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapat perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi. e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana 1) Bendera Merah Putih satu buah beserta dudukannya. 2) Tunggul Satuan beserta dudukannya. 3) Naskah Doa. 4) Teks Amanat. 5) Sound System dan ht 6) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan acara tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. 7) Kalung Bunga. 8) Korsik. 9) Mimbar Upacara b. Prasarana 1) Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR. 2) Gerbang II Yonzipur 18/YKR. BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Umum. Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. Tradisi Korps ini dimaksdukan untuk melepas secara resmi setiap anggota Bintara/Tamtama yang mengakhiri masa bhaktinya sebagai prajurit TNI di satuan Yonzipur 18/YKR dengan tujuan memberikan penghormatan dan penghargaan atas Dharma Bhaktinya selama melaksanakan tugas. 2. Tahap Perencanaan. a. Menyusun rencana acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. b. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas.
c. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. d. Menyusun administrasi selama pelaksanaan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. e. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. 3. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. c. Melaksanakan briefing teknis pelaksanaan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. d. Melaksanakan gladi pelaksanaan acara Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas. 4. Tahap Pelaksanaan. a. Laporan Perwira acara kepada Komandan Batalyon selaku Perwira tertua. b. Komandan Batalyon tiba di lapangan Upacara. c. Mars Yonzipur 18/YKR. d. Penghormatan pasukan kepada Komandan Batalyon. e. Laporan Koordinator acara kepada Komandan Batalyon. f. ( hadirin dimohon berdiri ) Tunggul Batalyon memasuki Lapangan Upacara. g. Penghormatan Kepada Tunggul Batalyon ( hadirin dipersilahkan duduk Kembali ). h. Persiapan wisuda purnawira. i. Tunggul Batalyon Menempatkan diri. j. Pembacaan surat keputusan dan surat perintah. k. Penciuman Tunggul Batalyon dilanjutkan penulisan pesan dan kesan. l. Tunggul Batalyon kembali ke tempat. m. Amanat. n. ( Hadirin dimohon berdiri ) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon. o. Tunggul Batalyon meninggalkan Lapangan Upacara ( hadirin dipersilahkan duduk kembali ). p. Laporan Koordinator acara kepada Komandan Batalyon. q. Penghormatan pasukan kepada Komandan Batalyon. r. Komandan Batalyon meninggalkan Lapangan Upacara. s. Laporan Perwira acara kepada Komandan Batalyon. t. Acara selesai, dilanjutkan acara tambahan. u. Pengalungan bunga dan penyerahan tanda penghargaan oleh Komandan Batalyon dilanjutkan dengan bersalaman dengan Komandan Batalyon dan seluruh anggota prajurit dan persit yang mengikuti acara. 5. Acara Tambahan. a. Personel Wisudha Purna beserta istri mengambil tempat. b. Berjalan menuju patung Bedhawang Nala diiringi Pembacaan Puisi. c. Foto Bersama. d. Tradisi Korps Sangkur Pora. e. Penghormatan terakhir kepada Satuan dan rekan – rekan Yonzipur 18/YKR. f. Personel purna tugas beserta keluarga menaiki kendaraan yang sudah disiapkan selanjutnya meninggalkan Mako Yonzipur 18/YKR. 6. Tahap Pengakhiran. a. Pengecekan sarana dan prasarana yang telah digunakan. b. Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan kegiatan. BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan
dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat. c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis seperti bersin di depan microphone pada seluruh rangkaian kegiatan tradisi. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas ini di khusukan untuk Yonzipur 18/YKR. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan referensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi. b. Pengamanan Materiil. Tindakan pengamanan materiil diperlukan agar sarana dan prasarana dapat berfungsi serta dapat dipergunakan secara optimal sesuai peruntukannya. c. Pengamanan Berita. Tindakan pengamanan berita dilakukan agar bahan – bahan administrasi dan produk – produk berupa tulisan terhindar dari kehilangan, kerusakan dan penyalahgunaan. d. Pengamanan Kegiatan. Tindakan pengamanan terhadap kegiatan yang diperlukan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. 6. Tindakan Administrasi. Dalam pembinaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan perlu memperhatikan hal – hal yang terkait dengan administrasi, antara lain : a. Perencanaan. 1) Merencanakan kebutuhan administrasi berkaitan dengan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Merencanakan kebutuhan logistik untuk pembinaan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Persiapan. 1) Menyiapkan kebutuhan logistik untuk Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Pelaksanaan. 1) Melaksanakan kegiatan administrasi berkaitan dengan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pencatatan hasil rapat – rapat berkaitan dengan penyelenggaraan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR d. Pengakhiran. 1) Melaksanakan evaluasi Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Membuat laporan pelaksanaan kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR.
BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. Umum. Penyelenggaraan tradisi yang berjalan selama ini telah berdampak kepada peningkatan militansi prajurit, namum dalam pelaksanaanya masih ada kekeliruan.. Untuk itu kegiatan pengawasan dan pengendalian terus – menerus mutlak diperlukan dalam mendukung kelancaran, ketertiban dan keamanan pelaksanaan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mulai dari Komandan Batalyon sampai Anggota yang ditunjuk. 2. Pengawasan. Disetiap Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR pengawasan sangat diperlukan dan diperhatikan guna memperlancar acara sakral yang terdapat di satuan Yonzipur 18/YKR yang sangat kita banggakan ini. a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Pengendalian. Sebagaimana mestinya terhadap pengendalian sebuah kegiatan tradisi satuan sudah di atur dalam kegiatan tersebut beserta pengendalian nya agar dapat berjalan tertib dan lancar. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR.
c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di satuan Yonzipur 18/YKR. BAB VI PENUTUP 1. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada di dalam Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR oleh para Pembina dan pengguna sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pembinaan Tradisi Korps Wisudha Purna Tugas di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2. Penyempurnaan. Hal – hal yang dirasakan perlu dan berkaitan dengan adanya tuntutan kebutuhan untuk Penyempurnaan Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR agar disarankan kepada komando atas sesuai dengan mekanisme umpan balik.
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. Serah terima jabatan Komandan Batalyon merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh satuan – satuan, sebagai salah satu wujud proses alih pimpinan yang terjadi di satuan. Kegiatan tersebut mempunyai nilai strategis karena memiliki tujuan yang luhur untuk mewariskan nilai – nilai kejuangan para Komandan Batalyon yang lama ke Komandan Batalyon yang baru. 2. Sejarah dan Latar Belakang Tradisi Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon. Setiap satuan pasti mengalami pergantian pucuk pimpinannya. Tidak ada satuan yang tidak mengalami pergantian pimpinan. Pergantian pimpinan berbeda dengan pergantian personel dikarenakan pergantian pimpinan memiliki nilai historis dan kejuangan yang tidak dimiliki oleh pergantian personel. Maka dari itu diperlukan suatu Tradisi khusus untuk pelaksanaan serah terima jabatan Komandan Batalyon upaya nilai historis dan kejuangan itu tetap diwariskan secara turun temurun. 3. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Tradisi ini dimaksudkan agar dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di Yonzipur 18/YKR. b. Tujuan. Tradisi ini bertujuan untuk memberikan nilai historis dan kejuangan dari Komandan Batalyon yang lama kepada Komandan Batalyon yang baru. 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Lingkup bahasan tradisi ini meliputi tata cara penyelenggaraan kegiatan identifikasi, preservasi, sosialisasi, dan evaluasi tradisi yang dilaksanakan oleh Yonzipur 18/YKR. b. Tata Urut. 1) Pendahuluan 2) Ketentuan Umum 3) Kegiatan yang Dilaksanakan 4) Hal – hal yang perlu Diperhatikan 5) Pengawasan dan Pengendalian 6) Penutup 5. Dasar. Keputusan Kasad Nomor Kep/359/IV/2016 tanggal 28 April 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Angkatan Darat. 6. Pengertian. a. Jabatan. Kedudukan yang menunjukan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang prajurit dalam suatu satuan organisasi. b. Tradisi. Tradisi adalah pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek, ritme – ritme, dan kebiasaan – kebiasaan, lainnya yang sudah berlaku sejak lama di kalangan satuan. c. Identifikasi Tradisi. Identifikasi tradisi adalah usaha untuk menentukan suatu pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek dan kebiasaan lainnya menjadi Tradisi. d. Evaluasi Tradisi. Evaluasi tradisi adalah penilaian untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi berjalan dengan tertib, lancar dan khidmat. e. Pembinaan. Pembinaan adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusun, pengembangan, pengarahan, penggunaan serta pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna. BAB II KETENTUAN UMUM 1. Umum. Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tradisi ini memperoleh hasil yang optimal, maka diperlukan ketentuan umum yang memuat tujuan, sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung. Waktu dan tempat, syarat personel, sarana dan prasarana sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan tradisi satuan.
2. Tujuan. Sebagai bentuk penyerahan tugas dan tanggung jawab dari Komandan Batalyon yang lama kepada Komandan Batalyon yang baru secara sah dan resmi. 3. Sasaran. a. Terwujudnya kegiatan identifikasi tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR sesuai norma yang berlaku di Satuan. b. Terwujudnya kegiatan tradisi ini dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai – nilai, norma – norma, serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR, sehingga tradisi dapat dimengerti, dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit Yonzipur 18/YKR. c. Terwujudnya kegiatan evaluasi tradisi di satuan Yonzipur 18/YKR dalam rangka menjaga, memeliharan, melestarikan dan menggembangkan kelangsungan kegiatan tradisi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Sifat. a. Sistematis. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara teratur, berurutan, saling berkaitan dan berjenjang sesuai pentahapannya. b. Normatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi berpedoman kepada kaidah – kaidah dan norma – norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat maupun di masing – masing satuan dan tidak bertentangan dengan agama, norma hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. c. Sederhana. Penyelenggaraan pembinaan tradisi mengutamakan kesederhanaan, namun tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam suatu tradisi yang dilaksanakan. d. Edukatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan senantiasa untuk mendidik dan membimbing bukan didasarkan pada seremonial belaka. e. Fleksibel. Penyelenggaraan pembinaan tradisi disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Tepat Sasaran. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan sesuai dengan obyek dan spefikasi yang telah ditentukan. g. Kontinyu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan. h. Tidak mengarah pada Kultus Individu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi tidak mengarah kepada hal – hal yang bersifat pemujaan atau mendewa – dewakan sesorang / golongan / benda. 5. Peranan a. Solidaritas. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara kekompakan, rasa senasib sepenanggungan, terjalin suatu solidaritas yang tinggi, berpikir dalam satu pola, berbicara dalam satu Bahasa dan bertindak dalam suatu kehendak untuk melaksanakan tugas pokok. b. Kebanggaan. Sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai prajurit Angkatan Darat, dan rasa memiliki terhadap satuan tempatnya bertugas, serta merasa bangga dengan tugas yang dipercaya kepadanya. c. Kehormatan. Sebagai sarana dalam mendorong tumbuhnya tekad untuk menjaga kehormatan diri, nama baik dan membela kehormatan satuan. d. Motivasi. Sebagai sarana untuk menghargai dan menghormati setiap bentuk perjuangan generasi pendahulunya, sehingga terdorong untuk meneladaninya dan mendarmabhaktikan dirinya demi keberhasilan tugas – tugas satuannya. e. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon
• Seksi Undangan dan Penerima Tamu : Basi Pers Batalyon • Seksi Musik dan Pembacaan Puisi : Dansi Min Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon • Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon • Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon • Seksi Angkutan : Dansi Ang Batalyon • Seksi Ramah Tamah : Danton Batalyon 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR.. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistik kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan daftar pejabat yang diundang. 2) Menyiapkan buku tamu pejabat yang diundang. 3) Membuat undagan kepada pejabat yang diundang.
4) Menginventarisir pejabat maupun tokoh-tokoh masyarakat setempat yang diundang. 5) Melaksanakan koordinasi tentang personel yang terlibat sebagia penerima tamu. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. h. Pen Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. i. Kom Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi. 4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Dansi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. l. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas m. Basi Pers Yonzipur 18/YKR. 1) Menyiapkan alat musik dan lagu yang akan digunakan untuk mengiringi acara. 2) Menyiapkan lambang satuan dan tunggul. n. Dansi Ang Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan angkutan. 2) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. o. Danton Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan personel yang terlibat 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lainnya berkaitan dengan personel yang terlibat dalam seksi ramah tamah. 3) Melaksanakan pengecekan perlengkapan pada acara ramah tamah. 8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu. Acara tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR dilaksanakan selama satu hari lamanya. b. Tempat. Tempat pelaksanaan tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR antara lain : 1) Lapangan Yonzipur 18/YKR. 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi Pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapat perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi.
e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana 1) Bendera Merah Putih satu buah beserta dudukannya. 2) Tunggul Satuan beserta dudukannya. 3) Naskah Doa. 4) Teks Amanat. 5) Sound System dan ht 6) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan acara tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. 7) Kalung Bunga. 8) Korsik. 9) Mimbar Upacara b. Prasarana 1) Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR. 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR. BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Umum. Pelaksanaan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon merupakan kegiatan yang memiliki makna strategis. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan harus dipastikan keberhasilannya agar kegiatan tradisi tersebut berjalan dengan khidmat, tertib dan aman perlu dibuat mekanisme dan tahapan kegiatan, yang dimulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran serta kebutuhan perlengkapan dan pembiyaan kegiatan. 2. Tahap Perencanaan. a. Mengadakan rapat koordinasi mengenai acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. b. Menyusun rencana acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. c. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. d. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. e. Menyusun administrasi selama pelaksanaan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. f. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 3. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. c. Melaksanakan briefing teknis pelaksanaan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. d. Melaksanakan gladi pelaksanaan acara Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR. 4. Tahap Pelaksanaan. a. Pasukan upacara sudah siap di lapangan upacara. b. Komandan upacara memasuki lapangan upacara langsung mengambil alih pimpinan pasukan mengunus pedang dan melaksanakan latihan seperlunya. c. Pejabat Danyonzipur baru mengambil tempat yang telah ditentukan. d. Laporan Perwira upacara kepada Inspektur upacara.
e. Inspektur upacara memasuki lapangan upacara. f. Menyanyikan lagu Indonesia Raya. g. Penghormatan pasukan. h. Laporan Komandan upacara dilanjutkan pemeriksaan pasukan. i. Tunggul Batalyon memasuki lapangan upacara. j. Penghormatan kepada Tunggul Batalyon. k. Persiapan pengambilan sumpah jabatan dan penerimaan jabatan. l. Rohaniawan mengambil tempat. m. Pengambilan sumpah jabatan. n. Rohaniawan kembali ke tempat. o. Tunggul Batalyon mengambil tempat. p. Pelaksanaan serah terima jabatan 1) Komandan Batalyon lama menyerahkan Tunggul Batalyon kepada Inspektur upacara. 2) Inspektur Upacar setelah menerima Tunggul Batalyon dengan Langkah tegap dibawa menuju kepada pembawa Tunggul dan diletakkan pada tempatnya, kemudian Inspektur Upacara kembali ketempat semula. 3) Penanggalan dan penyematan tanda jabatan, kemudia Inspektur Upacara kembali ke tempat semula. 4) Inspektur Upacara mengambil Tunggul Batalyon dan diserahkan kepada Pejabat Komandan Batalyon Baru, kemudian Inspektur Upacara kembali ketempat semula. 5) Komandan Batalyon baru setelah menerima Tunggul Batalyon dari Inspektur Upacara dengan langkah tegap menuju ke pembawa Tunggul dan ditempatkan pada tempatnya kemudian kembali ketempat semula. q. Pendatanganan Pakta Integritas dan Berita Acara Serah Terima Jabatan. r. Saksi mengambil tempat. s. Saksi kembali ketempat. t. Tunggul Batalyon kembali ke tempat semula. u. Laporan resmi. v. Andhika Bhayangkari. w. Penghormatan kepada Tunggul Batalyon. x. Tunggul Batalyon meninggalkan lapangan upacara. y. Laporan Komandan Upacara. z. Penghormatan Pasukan. aa. Inspektur upacara meninggalkan lapangan upacara. ab. Laporan Perwira upacara kepada Inspektur upacara. ac. Upacara selesai pasukan dapat dibubarkan. 5. Tahap Pengakhiran. a. Melaksanakan evaluasi kegiatan. b. Membuat laporan pelaksanaan evaluasi kegiatan. BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. Berkaitan dengan hal – hal pokok dan prinsip yang harus diperlihatkan oleh penyelenggara pada penyelenggaraan kegiatan tradisi, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat.
c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. Merupakan hal – hal pokok yang tidak boleh dilakukan penyelenggara pada kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon dengan tujuan agar factor keamanan pada pelaksanaan kegiatan dapat terwujud, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis seperti bersin di depan microphone pada seluruh rangkaian kegiatan tradisi. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon ini dikhususkan. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan referensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi. b. Pengamanan Materiil. Tindakan pengamanan materiil diperlukan agar sarana dan prasarana dapat berfungsi serta dapat dipergunakan secara optimal sesuai peruntukannya. c. Pengamanan Berita. Tindakan pengamanan berita dilakukan agar bahan – bahan administrasi dan produk – produk berupa tulisan terhindar dari kehilangan, kerusakan dan penyalahgunaan. d. Pengamanan Kegiatan. Tindakan pengamanan terhadap kegiatan yang diperlukan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. 6. Tindakan Administrasi. Dalam pembinaan tradisi pelepasan anggota pindah satuan perlu memperhatikan hal – hal yang terkait dengan administrasi, antara lain : a. Perencanaan. 1) Merencanakan kebutuhan administrasi berkaitan dengan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. 2) Merencanakan kebutuhan logistik untuk pembinaan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. b. Persiapan. 1) Menyiapkan kebutuhan logistik untuk Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. c. Pelaksanaan. 1) Melaksanakan kegiatan administrasi berkaitan dengan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. 2) Melaksanakan pencatatan hasil rapat – rapat berkaitan dengan penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. d. Pengakhiran. 1) Melaksanakan evaluasi Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. 2) Membuat laporan pelaksanaan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. Umum. Penyelenggaraan tradisi yang berjalan selama ini telah berdampak kepada peningkatan militansi prajurit, namum dalam pelaksanaanya masih ada kekeliruan.. Untuk itu kegiatan pengawasan dan pengendalian terus – menerus mutlak diperlukan dalam mendukung kelancaran, ketertiban dan keamanan pelaksanaan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk
sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mulai dari Komandan Batalyon sampai Anggota yang ditunjuk. 2. Pengawasan. Disetiap Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR pengawasan sangat diperlukan dan diperhatikan guna memperlancar acara sakral yang terdapat di satuan Yonzipur 18/YKR yang sangat kita banggakan ini. a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan acara kegiatan serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Pengendalian. Sebagaimana mestinya terhadap pengendalian sebuah kegiatan tradisi satuan sudah di atur dalam kegiatan tersebut beserta pengendalian nya agar dapat berjalan tertib dan lancar. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR
d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di satuan Yonzipur 18/YKR BAB VI PENUTUP 1. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada di dalam Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR oleh para Pembina dan pengguna sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pembinaan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2. Penyempurnaan. Hal – hal yang dirasakan perlu dan berkaitan dengan adanya tuntutan kebutuhan untuk Penyempurnaan Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR agar disarankan kepada komando atas sesuai dengan mekanisme umpan balik.
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. Serah terima jabatan Pasi dan Danki merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh satuan Yonzipur 18/YKR, sebagai salah satu wujud proses alih pimpinan yang terjadi di Staf dan Kompi Yonzipur 18/YKR. Kegiatan tersebut mempunyai nilai strategis karena memiliki tujuan untuk memberikan rasa tanggung jawab dan pembinaan karir dalam jabatan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2. Sejarah dan Latar Belakang Tradisi Serah Terima Jabatan Pasi dan Danki. Setiap satuan pasti mengalami pergantian jabatan Perwira Staf dan Komandan Kompi di Satuan. Tidak ada satuan yang tidak mengalami pergantian pimpinan Perwira Staf dan Komandan Kompi. Maka dari itu diperlukan suatu Tradisi untuk pelaksanaan serah terima jabatan Perwira Staf dan Komandan Kompi. 3. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Tradisi ini dimaksudkan agar dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Yonzipur 18/YKR. b. Tujuan. Tradisi ini bertujuan untuk memberikan rasa tanggung jawab dan pembinaan kari dalam jabatan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Lingkup bahasan tradisi ini meliputi tata cara penyelenggaraan kegiatan identifikasi, preservasi, sosialisasi, dan evaluasi tradisi yang dilaksanakan oleh Yonzipur 18/YKR. b. Tata Urut. 1) Pendahuluan 2) Ketentuan Umum 3) Kegiatan yang Dilaksanakan 4) Hal – hal yang perlu Diperhatikan 5) Pengawasan dan Pengendalian 6) Penutup 5. Dasar. Keputusan Kasad Nomor Kep/359/IV/2016 tanggal 28 April 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Angkatan Darat. 6. Pengertian. a. Jabatan. Kedudukan yang menunjukan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang prajurit dalam suatu satuan organisasi. b. Tradisi. Tradisi adalah pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek, ritme – ritme, dan kebiasaan – kebiasaan, lainnya yang sudah berlaku sejak lama di kalangan satuan. c. Identifikasi Tradisi. Identifikasi tradisi adalah usaha untuk menentukan suatu pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek dan kebiasaan lainnya menjadi Tradisi. d. Evaluasi Tradisi. Evaluasi tradisi adalah penilaian untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi berjalan dengan tertib, lancar dan khidmat. e. Pembinaan. Pembinaan adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusun, pengembangan, pengarahan, penggunaan serta pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna. BAB II KETENTUAN UMUM 1. Umum. Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki Yonzipur 18/YKR dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tradisi ini memperoleh hasil yang optimal, maka diperlukan ketentuan umum yang memuat tujuan, sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung. Waktu dan tempat, syarat personel, sarana dan prasarana sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan tradisi satuan. 2. Tujuan. Sebagai bentuk penyerahan tugas dan tanggung jawab Pasi dan Danki kepada Pasi dan Danki yang baru secara sah dan resmi.
3. Sasaran. a. Terwujudnya kegiatan identifikasi tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki Yonzipur 18/YKR sesuai norma yang berlaku di Satuan. b. Terwujudnya kegiatan tradisi ini dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai – nilai, norma – norma, serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR, sehingga tradisi dapat dimengerti, dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit Yonzipur 18/YKR. c. Terwujudnya kegiatan evaluasi tradisi di satuan Yonzipur 18/YKR dalam rangka menjaga, memeliharan, melestarikan dan menggembangkan kelangsungan kegiatan tradisi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Sifat. a. Sistematis. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara teratur, berurutan, saling berkaitan dan berjenjang sesuai pentahapannya. b. Normatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi berpedoman kepada kaidah – kaidah dan norma – norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat maupun di masing – masing satuan dan tidak bertentangan dengan agama, norma hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. c. Sederhana. Penyelenggaraan pembinaan tradisi mengutamakan kesederhanaan, namun tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam suatu tradisi yang dilaksanakan. d. Edukatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan senantiasa untuk mendidik dan membimbing bukan didasarkan pada seremonial belaka. e. Fleksibel. Penyelenggaraan pembinaan tradisi disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Tepat Sasaran. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan sesuai dengan obyek dan spefikasi yang telah ditentukan. g. Kontinyu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan. h. Tidak mengarah pada Kultus Individu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi tidak mengarah kepada hal – hal yang bersifat pemujaan atau mendewa – dewakan sesorang / golongan / benda. 5. Peranan a. Solidaritas. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara kekompakan, rasa senasib sepenanggungan, terjalin suatu solidaritas yang tinggi, berpikir dalam satu pola, berbicara dalam satu Bahasa dan bertindak dalam suatu kehendak untuk melaksanakan tugas pokok. b. Kebanggaan. Sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai prajurit Angkatan Darat, dan rasa memiliki terhadap satuan tempatnya bertugas, serta merasa bangga dengan tugas yang dipercaya kepadanya. c. Kehormatan. Sebagai sarana dalam mendorong tumbuhnya tekad untuk menjaga kehormatan diri, nama baik dan membela kehormatan satuan. d. Motivasi. Sebagai sarana untuk menghargai dan menghormati setiap bentuk perjuangan generasi pendahulunya, sehingga terdorong untuk meneladaninya dan mendarmabhaktikan dirinya demi keberhasilan tugas – tugas satuannya. e. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon • Seksi Musik dan Pembacaan Puisi : Dansi Min Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon
• Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon • Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR.. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistik kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan daftar pejabat yang diundang. 2) Menyiapkan buku tamu pejabat yang diundang. 3) Membuat undagan kepada pejabat yang diundang. 4) Menginventarisir pejabat maupun tokoh-tokoh masyarakat setempat yang diundang. 5) Melaksanakan koordinasi tentang personel yang terlibat sebagia penerima tamu. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. h. Pen Yonzipur 18/YKR
1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. i. Kom Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi. 4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Dansi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. l. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas 8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu. Acara tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR dilaksanakan selama satu hari lamanya. b. Tempat. Tempat pelaksanaan tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR antara lain : 1) Lapangan Yonzipur 18/YKR. 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi Pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapat perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi. e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana 1) Bendera Merah Putih satu buah beserta dudukannya. 2) Tunggul Satuan beserta dudukannya. 3) Naskah Doa. 4) Teks Amanat. 5) Sound System dan ht 6) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan acara tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. 8) Mimbar Upacara b. Prasarana 1) Lapangan / Aula Mako Yonzipur 18/YKR 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR
BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Umum. Tradisi Upacara serah terima jabatan Pasi dan Danki. Tradisi ini dilaksanakan oleh Perwira dengan tujuan untuk memberikan rasa tanggung jawab dan pembinaan karir dalam jabatan di Satuan Yonzipur 18/YKR serta bekal pengetahuan dan keterampilan, sehingga setiap Perwira akan dapat menjalankan tugas secara professional. Waktu pelaksanaan ditentukan melalui rapat koordinasi. Pelaksanaan Tradisi dilaksanakan dengan pentahapan sebagai berikut : 2. Tahap Perencanaan. a. Menyusun rencana Upacara serah terima Jabatan. b. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat tradisi upacara serah terima jabatan. c. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam tradisi upacara serah terima jabatan. d. Menyusun Administrasi selama pelaksanaan tradisi upacara serah terima jabatan. e. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan tradisi upacara serah terima jabatan. 3. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan tradisi upacara serah terima jabatan. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan tradisi upacara serah terima jabatan. c. Melaksanakan briefing teknis pelaksanaan tradisi upacara serah terima jabatan kepada perangkat upacara. d. Melaksanakan gladi pelaksanaan tradisi penerimaan kepada perangkat upacara. 4. Tahap Pelaksanaan. a. Komandan Batalyon Zeni Tempur 18/YKR selaku Inspektur Upacara memasuki Lapangan Upacara. b. Laporan Komandan Upacara dilanjutkan pemeriksaan pasukan. c. ( Hadirin dimohon berdiri ) Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR memasuki Lapangan Upacara. d. Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR ( Hadirin dipersilahkan duduk kembali ) e. Persiapan serah terima jabatan. f. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR menempatkan diri. g. Penyerahan bendera kompi Batalyon dari pejabat lama kepada pejabat baru. h. Pananggalan dan pemasangan tanda pangkat serta penyematan tanda jabatan. i. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR kembali ketempat. j. Laporan resmi perwakilan. k. Penandatanganan berita acara serah terima jabatan. l. Amanat. m. Andhika Bhayangkari. n. ( Hadirin dimohon berdiri ) Penghormatan kepada Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR. o. Tunggul Batalyon Zeni Tempur 18/YKR Meninggalkan Lapangan Upacara ( Hadirin dipersilahkan duduk kembali ). p. Laporan Komandan Upacara. q. Upacara selesai Inspektur Upacara dapat meninggalkan Lapangan Upacara. r. Pasukan dapat diistirahatkan, Dilanjutkan acara tambahan : 1) Personel serah terima Jabatan beserta istri mengambil tempat. 2) Pemberian Ucapan selamat dilanjutkan acara Ramah Tamah. 5. Tahap Pengakhiran. a. Pengecakan sarana dan prasarana yang telah digunakan. b. Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan kegiatan. BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail
dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. Berkaitan dengan hal – hal pokok dan prinsip yang harus diperlihatkan oleh penyelenggara pada penyelenggaraan kegiatan tradisi, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat. c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. Merupakan hal – hal pokok yang tidak boleh dilakukan penyelenggara pada kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki dengan tujuan agar faktor keamanan pada pelaksanaan kegiatan dapat terwujud, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis seperti bersin di depan microphone pada seluruh rangkaian kegiatan tradisi. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki ini dikhususkan. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan referensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi. b. Pengamanan Materiil. Tindakan pengamanan materiil diperlukan agar sarana dan prasarana dapat berfungsi serta dapat dipergunakan secara optimal sesuai peruntukannya. c. Pengamanan Berita. Tindakan pengamanan berita dilakukan agar bahan – bahan administrasi dan produk – produk berupa tulisan terhindar dari kehilangan, kerusakan dan penyalahgunaan. d. Pengamanan Kegiatan. Tindakan pengamanan terhadap kegiatan yang diperlukan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. 6. Tindakan Administrasi. Dalam pembinaan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki perlu memperhatikan hal – hal yang terkait dengan administrasi, antara lain : a. Perencanaan. 1) Merencanakan kebutuhan administrasi berkaitan dengan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. 2) Merencanakan kebutuhan logistik untuk pembinaan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. b. Persiapan. 1) Menyiapkan kebutuhan logistik untuk Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. c. Pelaksanaan. 1) Melaksanakan kegiatan administrasi berkaitan dengan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. 2) Melaksanakan pencatatan hasil rapat – rapat berkaitan dengan penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. d. Pengakhiran. 1) Melaksanakan evaluasi Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. 2) Membuat laporan pelaksanaan kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki.
BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. Umum. Penyelenggaraan tradisi yang berjalan selama ini telah berdampak kepada peningkatan militansi prajurit, namum dalam pelaksanaanya masih ada kekeliruan.. Untuk itu kegiatan pengawasan dan pengendalian terus – menerus mutlak diperlukan dalam mendukung kelancaran, ketertiban dan keamanan pelaksanaan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mulai dari Komandan Batalyon sampai Anggota yang ditunjuk. 2. Pengawasan. Disetiap Tradisi Satuan Yonzipur 18/YKR pengawasan sangat diperlukan dan diperhatikan guna memperlancar acara sakral yang terdapat di satuan Yonzipur 18/YKR yang sangat kita banggakan ini. a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan acara kegiatan serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Pengendalian. Sebagaimana mestinya terhadap pengendalian sebuah kegiatan tradisi satuan sudah di atur dalam kegiatan tersebut beserta pengendalian nya agar dapat berjalan tertib dan lancar. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Tahap perencanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap perencanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap perencanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tahap Persiapan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap persiapan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap persiapan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR.
c. Tahap Pelaksanaan. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR d. Tahap Pengakhiran. 1) Danyonzipur 18/YKR, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian umum terhadap pengakhiran seluruh kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Ketua Pelaksana, menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian terhadap pengakhiran acara kegiatan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di satuan Yonzipur 18/YKR BAB VI PENUTUP 1. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada di dalam Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR oleh para Pembina dan pengguna sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pembinaan Tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2. Penyempurnaan. Hal – hal yang dirasakan perlu dan berkaitan dengan adanya tuntutan kebutuhan untuk Penyempurnaan Buku Tradisi Satuan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Yonzipur 18/YKR agar disarankan kepada komando atas sesuai dengan mekanisme umpan balik.
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh satuan Yonzipur 18/YKR, sebagai salah satu wujud untuk membangun kebersamaan atau jiwa korsa. Kegiatan tersebut mempunyai nilai strategis karena memiliki tujuan untuk memberikan rasa kebersamaan dan kebahagiaan atas hari kelahiran setiap anggota di Satuan Yonzipur 18/YKR yang dirayakan setiap akhir bulan. 2. Sejarah dan Latar Belakang Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. Tradisi ini terbentuk belum lama ini di Satuan Yonzipur 18/YKR. Tradisi ini ditujukan untuk membangun jiwa korsa sesame rekan dan atasan yang ada di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Tradisi ini dimaksudkan agar dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam penyelenggaraan Tradisi serah terima jabatan Pasi dan Danki di Yonzipur 18/YKR. b. Tujuan. Tradisi ini bertujuan untuk memberikan rasa tanggung jawab dan pembinaan kari dalam jabatan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Lingkup bahasan tradisi ini meliputi tata cara penyelenggaraan kegiatan identifikasi, preservasi, sosialisasi, dan evaluasi tradisi yang dilaksanakan oleh Yonzipur 18/YKR. b. Tata Urut. 1) Pendahuluan 2) Ketentuan Umum 3) Kegiatan yang Dilaksanakan 4) Hal – hal yang perlu Diperhatikan 5) Pengawasan dan Pengendalian 6) Penutup 5. Dasar. Keputusan Kasad Nomor Kep/359/IV/2016 tanggal 28 April 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyelenggaraan Pembinaan Tradisi Angkatan Darat. 6. Pengertian. a. Ulang Tahun. Kelahiran seseorang dan sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. b. Tradisi. Tradisi adalah pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek, ritme – ritme, dan kebiasaan – kebiasaan, lainnya yang sudah berlaku sejak lama di kalangan satuan. c. Identifikasi Tradisi. Identifikasi tradisi adalah usaha untuk menentukan suatu pendapat – pendapat, doktrin – doktrin, praktek – praktek dan kebiasaan lainnya menjadi Tradisi. d. Evaluasi Tradisi. Evaluasi tradisi adalah penilaian untuk menentukan apakah suatu unsur tradisi berjalan dengan tertib, lancar dan khidmat. e. Pembinaan. Pembinaan adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusun, pengembangan, pengarahan, penggunaan serta pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna. BAB II KETENTUAN UMUM 1. Umum. Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tradisi ini memperoleh hasil yang optimal, maka diperlukan ketentuan umum yang memuat tujuan, sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung. Waktu dan tempat, syarat personel, sarana dan prasarana sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan tradisi satuan. 2. Tujuan. Memberikan Rasa kebersamaan, rasa syukur dan kebahagiaan atas hari kelahiran setiap anggota Yonzipur 18/YKR yang dirayakan setiap akhir Bulan. 3. Sasaran.
a. Terwujudnya kegiatan identifikasi tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR sesuai norma yang berlaku di Satuan. b. Terwujudnya kegiatan tradisi ini dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai – nilai, norma – norma, serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR, sehingga tradisi dapat dimengerti, dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit Yonzipur 18/YKR. c. Terwujudnya kegiatan evaluasi tradisi di satuan Yonzipur 18/YKR dalam rangka menjaga, memeliharan, melestarikan dan menggembangkan kelangsungan kegiatan tradisi sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di satuan Yonzipur 18/YKR. 4. Sifat. a. Sistematis. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara teratur, berurutan, saling berkaitan dan berjenjang sesuai pentahapannya. b. Normatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi berpedoman kepada kaidah – kaidah dan norma – norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat maupun di masing – masing satuan dan tidak bertentangan dengan agama, norma hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. c. Sederhana. Penyelenggaraan pembinaan tradisi mengutamakan kesederhanaan, namun tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam suatu tradisi yang dilaksanakan. d. Edukatif. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan senantiasa untuk mendidik dan membimbing bukan didasarkan pada seremonial belaka. e. Fleksibel. Penyelenggaraan pembinaan tradisi disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Tepat Sasaran. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan sesuai dengan obyek dan spefikasi yang telah ditentukan. g. Kontinyu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan. h. Tidak mengarah pada Kultus Individu. Penyelenggaraan pembinaan tradisi tidak mengarah kepada hal – hal yang bersifat pemujaan atau mendewa – dewakan sesorang / golongan / benda. 5. Peranan a. Solidaritas. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara kekompakan, rasa senasib sepenanggungan, terjalin suatu solidaritas yang tinggi, berpikir dalam satu pola, berbicara dalam satu Bahasa dan bertindak dalam suatu kehendak untuk melaksanakan tugas pokok. b. Kebanggaan. Sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai prajurit Angkatan Darat, dan rasa memiliki terhadap satuan tempatnya bertugas, serta merasa bangga dengan tugas yang dipercaya kepadanya. c. Kehormatan. Sebagai sarana dalam mendorong tumbuhnya tekad untuk menjaga kehormatan diri, nama baik dan membela kehormatan satuan. d. Motivasi. Sebagai sarana untuk menghargai dan menghormati setiap bentuk perjuangan generasi pendahulunya, sehingga terdorong untuk meneladaninya dan mendarmabhaktikan dirinya demi keberhasilan tugas – tugas satuannya. e. Militansi. Sebagai sarana untuk membentuk karakter prajurit militant yang selalu siap sedia mengabdikan dirinya secara sungguh – sungguh, rela berkorban dan patang menyerah untuk membeka bangsa dan negara. 6. Organisasi. • Penanggung Jawab : Komandan Batalyon • Ketua Pelaksana : Wakil Komandan Batalyon • Seksi Pengamanan : Pasiintel Batalyon • Seksi Materi Tradisi : Pasiops Batalyon • Seksi Acara Tradisi : Pasipers Batalyon • Seksi Logistik : Pasilog Batalyon • Seksi Musik : Dansi Min Batalyon • Seksi Dokumentasi : Pen Batalyon • Seksi Pengerahan Pasukan : Dansimayon Batalyon
• Seksi Komunikasi : Baminkom Batalyon • Seksi Alkap & Umum : Dansilog Batalyon • Seksi Kesehatan : Dokter Yon / Bakes Batalyon 7. Tugas dan Tanggung Jawab. a. Danyonzipur 18/YKR. 1) Mengeluarkan pokok – pokok kebijaksanaan tentang pedoman Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Mengevaluasi hasil kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Bertanggung jawab atas terlaksananya rangkaian kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. b. WadanyonZipur 18/YKR 1) Menyusun rencana kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Memaparkan rangkaian kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 3) Membantu penanggung jawab menyiapkan rumusan kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 4) Mengkoordinir seluruh rangkaian kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 5) Membantu penanggung jawab dalam memberikan petunjuk penyelenggaran Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR.. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 7) Melaksanakan evaluasi kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada penanggung jawab kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. c. Pasi Intel Yonzipur 18/YKR 1) Membantu Ketua Pelaksana dalam mengoordinasikan kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain berkaitan dengan bidang pengamanan. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. d. Pasi Ops Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan Personel yang akan terlibat dalam Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. e. Pasi Pers Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan susunan acara. 2) Melaporkan mekanisme pelaksanaan acara kepada ketua pelaksana. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksanan atas pelaksanaan tugas. f. Pasi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kebutuhan logistik kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. 2) Melaksanakan pendistribusian logistik. 3) Bertanggung jawab kepada Ketua Pelaksana atas pelaksanaan tugas. g. Dansimin Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan nama – nama Anggota yang ulang tahun. 2) Menyiapkan kue ulang tahun untuk pelaksanaan Tradisi. 3) Menyiapkan Sound System untuk pelaksanaan tradisi. h. Pen Yonzipur 18/YKR 1) Menyiapkan rencana kegiatan dokumentasi. 2) Melaksanakan pendokumentasian foto dan video. 3) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. i. Kom Yonzipur 18/YKR
1) Menyiapkan sarana dan prasarana serta gelar komunikasi. 2) Melaksanakan koordinasi dengan instansi PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik secara bergilir dan menyiapkan genset cadangan. 3) Melaksanakan koordinasi dengan seksi lain yang membutuhkan sound system dalam mendukung kegiatan tradisi. 4) Menyiapkan sound system dan mendistrubusikan radio ht kepada masing – masing seksi. 5) Menyusun rencana jaring komunikasi. 6) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. j. Dansi Log Yonzipur 18/YKR 1) Menjaga kebersihan kompleks dalam rangkaian kegiatan. 2) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. k. Dokter Yonzipur 18/YKR 1) Menunjuk personel Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan. 2) Menyiapkan sarana dan prasarana Kesehatan pendukung. 3) Melaksanakan Tindakan Kesehatan. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas. l. Dansimayon Yonzipur 18/YKR 1) Mengerahkan personel yang terlibat. 2) Melatih personel yang terlibat. 3) Mengerahkan dan mengatur personel yang terlibat. 4) Bertanggung jawab kepada ketua pelaksana atas pelaksanaan tugas 8. Waktu dan Tempat Tradisi. a. Waktu. Acara tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan di Satuan Yonzipur 18/YKR. b. Tempat. Tempat pelaksanaan tradisi serah terima jabatan Komandan Batalyon Yonzipur 18/YKR antara lain : 1) Lapangan atau Aula Yonzipur 18/YKR. 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR. 9. Syarat Personel. a. Personel yang berkualifikasi Pendidikan fungsi sejarah. b. Personel yang pernah mengikuti penataran/pelatihan tentang pembinaan tradisi. c. Personel yang karena tugas dan tanggung jawab jabatannya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tradisi. d. Personel yang mendapat perintah untuk menyelenggarakan pembinaan tradisi. e. Personel yang karena pengalaman dan kemampuannya dapat menyelenggarakan pembinaan tradisi. 10. Sarana dan Prasarana. a. Sarana 1) Kue Ulang Tahun. 2) Sound System dan ht 3) Kamera foto dan video sebagai sarana untuk mendokumentasikan acara tradisi dalam bentuk foto dan audio visual. b. Prasarana 1) Lapangan / Aula Mako Yonzipur 18/YKR 2) Lingkungan Yonzipur 18/YKR BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN 1. Umum. Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan. Tradisi ini dilaksanakan oleh seluruh Anggota Yonzipur 18/YKR dengan tujuan untuk memberikan rasa kebersamaan dan kebahagiaan atas hari kelahiran setiap anggota di Satuan Yonzipur 18/YKR. Waktu pelaksanaan ditentukan melalui rapat koordinasi. Pelaksanaan Tradisi dilaksanakan dengan pentahapan sebagai berikut : 2. Tahap Perencanaan. a. Menyusun rencana acara Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. b. Menyusun jadwal pelaksanaan dan tempat Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan.
c. Merencanakan personel yang dilibatkan dalam Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. d. Menyusun Administrasi selama pelaksanaan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. e. Menentukan kebutuhan alat perlengkapan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. 3. Tahap Persiapan. a. Penyiapan alat perlengkapan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. b. Penyiapan tempat penyelenggaraan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. c. Melaksanakan briefing teknis pelaksanaan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. d. Melaksanakan gladi pelaksanaan Tradisi Ulang Tahun Anggota Tiap Bulan. 4. Tahap Pelaksanaan. a. Semua anggota yang berulang tahun di Bulan tersebut tampil ke depan. b. Sambutan oleh tertua personel ulang tahun. c. Pemotongan tumpeng diwakilkan oleh tertua personel ulang tahun. d. Pemberian ucapan selamat oleh Komandan Batalyon kepada seluruh anggota yang berulang tahun. 5. Tahap Pengakhiran. a. Pengecakan sarana dan prasarana yang telah digunakan. b. Melaksanakan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan kegiatan BAB IV HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Umum. Penyelenggaraan pembinaan tradisi Angkatan Darat dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu memperhatikan tindakan pengamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan dan tindakan administrasi harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara detail dan sistematis guna menjamin kelancaran dan tercapainya tujuan penyelenggaraan pembinaan tradisi. 2. Keharusan. Berkaitan dengan hal – hal pokok dan prinsip yang harus diperlihatkan oleh penyelenggara pada penyelenggaraan kegiatan tradisi, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara wajib mendukung seluruh rangkaian kegiatan tradisi berjalan dengan lancar dan tertib. b. Penyelenggara wajib mewujudkan kegiatan tradisi berjalan dengan khidmat. c. Penyelenggara harus menjaga keamanan baik personel maupun materiil selama rangkaian kegiatan tradisi berlangsung. d. Penyelenggara harus memahami tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan tradisi sehingga pelaksanaan kegiatan mengarah pada tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 3. Larangan. Merupakan hal – hal pokok yang tidak boleh dilakukan penyelenggara pada kegiatan Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan dengan tujuan agar faktor keamanan pada pelaksanaan kegiatan dapat terwujud, yaitu sebagai berikut : a. Penyelenggara dilarang berlaku kurang etis. b. Penyelenggara dilarang melakukan kegiatan yang diluar dari rencana acara. 4. Catatan Khusus. Tradisi Perayaan Ulang Tahun Anggota tiap bulan ini dikhususkan. Namun apabila pada satuan lain dapat dijadikan referensi dengan catatan pada pelaksanaan kegiatan khususnya pada susunan acara tertentu disesuaikan dengan kebutuhan satuan tersebut. 5. Tindakan Pengamanan. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar setiap personel yang melaksanakan kegiatan aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kerugian personel. Adapun tindakan sebagai berikut : a. Pengamanan personel. Tindakan pengamanan terhadap personel sangat diperlukan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap personel yang mengikuti kegiatan tradisi.