The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau yang sering disebut dengan PLTU adalah pembangkit
yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari
pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh
tenaga kinetik dari uap panas/kering

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by devidanputri, 2021-03-26 08:51:43

PLTU

Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau yang sering disebut dengan PLTU adalah pembangkit
yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari
pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh
tenaga kinetik dari uap panas/kering

Keywords: e-book Pembangkit Listrik Tenaga Uap,PLTU

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP
Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau yang sering disebut dengan PLTU adalah pembangkit
yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari
pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh
tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan berbagai
macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO untuk start up awal.
Prinsip kerja
PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus tertutup
artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya secara
singkat adalah sebagai berikut :
Pertama air disalurkan melalui pipa-pipa menuju boiler. Didalam boiler air di dalam pipapipa tersebut
dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran batubara sehingga berubah menjadi
uap.Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk
memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.Ketiga, generator yang
dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari
perputaran medan magnet dalam kumparan.
Dalam proses pembangkitan yang terjadi dalam PLTU terdapat 2 siklus yaitu :
Siklus Batu Bara dan Abu
Sistem pembakaran dalam PLTU dimulai dari muatan kapal batubara di Coal Jetty
dibongkar dengan Ship Unloader dan disimpan di Coal Yard. Secara kontinu batubara diambil
oleh Stacker Reclaimer dialirkan melalui Conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam
coal bunker setelah itu menuju coal feeder, pulverizer, coal pipes dan combustion burner,. Dalam
bangunan PLTU, coal bunker berfungsi sebagai tempat penampung batubara yang akan
didistribusikan ke pulverizer melalui coal feeder.
Untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, batu bara yang masuk ruang pembakaran
harus digiling terlebih dahulu hingga berbentuk serbuk/tepung (pulverized coal). Penggilingan
batu bara menjadi serbuk dilakukan mill pulverizer yang dikenal juga dengan nama bowl-mill,
batubara digiling hingga berukuran 200 mesh (200 bagian/inchi).
Disebut bowl-mill karena di dalamnya terdapat mangkuk (bowl) tempat batu bara
ditumbuk dengan grinder. Pemasukan batu bara dari coal bunker ke pulverizer diatur dengan coal
feeder, sehingga jumlah batu bara yang masuk ke pulverizer bisa diatur dari control room.

Batu bara yang sudah digiling menjadi serbuk ditiup dengan udara panas (udara primer)
dari pulverizer menuju combustion burner melalui pipa-pipa coal piping. Pada saat start up,
pembakaran tidak langsung dilakukan dengan batu bara, tetapi terlebih dahulu mempergunakan
bahan bakar minyak (Fuel Oil). Baru setelah beban mencapai 30% batu bara pelan-pelan mulai
masuk menggantikan minyak. Tetapi kenyataannya dilapangan baru bisa bila beban lebih dari
50%. Maka selain coal piping, burner juga terhubung dengan oil pipe, atomizing air dan
scavanging air pipe yang berfungsi untuk mensuplai BBM.
Agar pembakaran dalam combustion chamber berlangsung dengan baik perlu didukung
dengan sistem suplai udara dan sistem pembuangan gas sisa pembakaran yang baik. Tugas ini
dilakukan oleh Air and Flue Gas Sistem. Air and Flue Gas Sistem terdiri dari Primary Air (PA)
Fans, Forced Draft (FD) Fans, Induced Draft (ID) Fans, Air Heater, Primary Air Ducts,
Secondary Air Ducts dan Flue Gas Ducts. Udara yang akan disuplai ke ruang pembakaran
dipanaskan terlebih dahulu agar tercapai efisiensi pembakaran yang baik. Pemanasan tersebut
dilakukan oleh Air Heater dengan cara konduksi dengan memanfaatkan panas dari gas buang
sisa pembakaran di dalam furnace.
Ada 2 (dua) tipe Air Heater yang banyak dipakai di PLTU. Yang pertama air heater type
tubular, banyak dipakai di PLTU yang berkapasitas kecil. Sedangkan air heater type rotary lebih
dipilih untuk PLTU kapasitas besar. Primary Air Fans berfungsi untuk menghasilkan primary air
―memasak‖ air. Bisa dibayangkan Boilerini seperti panci, tetapi panci berukuran raksasa. Air
yang dipompakan iniadalah air yang bertekanan tinggi, karena itu syarat agar uap yang
dihasilkanjuga bertekanan tinggi. Karena itulah konstruksi PLTU membuat dearatorberada di
lantai atas dan BFP berada di lantai dasar. Karena denganmeluncurnya air dari ketinggian
membuat air menjadi bertekanan tinggi.
Sebelum masuk boiler air mengalami beberapa proses pemanasan di HP (HighPressure)
Heater. Setelah itu barulah air masuk boiler untuk dilakukanpemanasan lebih lanjut.Setelah air
masuk ke dalam Boiler maka air akan dipanaskan sampai terbentukuap. Untuk membantu proses
pemanasan digunakan FDF ( Force Draft Fan) untuk menghisap udara luar,udaratersebut
kemudian dipanaskan dan udara tersebut akan disemprotkan di sekitarboiler,sehigga pemanasan
akan lebih optimum. Dari pemanasan tersebut akanterdapat sisa-sisa pembakaran yang berupa
gas,gas sisa tersebut akan dibuangmelalui cerobong asap.
Setelah terbentuk uap, maka uap tersebut masih berupa uap jenuh,uap tersebuttidak akan

kuat untuk memutar turbin. Sebelumnya uap tersebut akandisimpan di dalam steam drum yang
berfungsi sebagai penampungan uap airsebelum menuju super heater.Supaya uap tersebut bisa
menggerakan turbinuap akan dialirakan menuju Super Heater. Dalam Super heater uaptersebut
akan dihilangkan kadar airnya,sehingga uap tersebut benar-benarkering. Di dalam boiler juga
terdapat economizer,economizer berfungsi untukmenyerap gas hasil pemanasan super heater
yang akan digunakan untukmemanaskan air pengisi sebelum masuk ke main drum.
Setelah itu uap dari Super heater akan mengalir menuju HP Turbin dankemudian
menggerakan turbin tersebut,setelah itu sisa uap akan kembalimenuju reheater dalam boiler
untuk kembali dipanaskan supaya uapnya kuatuntuk menggerakkan LP Turbin.
Setelah uap dari reheater maka uap akan menuju LP Heater dan menggerakanturbin
tersebut,karena poros-poros HP Turbin & LP Turbin terhubung ke generator maka jika kedua
turbin ikut berputar maka generator juga ikutberputar. Putaran generator inilah yang akan
menghasilkan perbedaanpotensial listrik yang kemudian menghasilkan listrik. Kemudian listrik
akanditampung dan kemudian akan disalurkan.Dari LP Turbin masih terdapat sedikit sisa
uap,dari sisa tersebut maka uap airakan dikondensasi oleh kondensor,sehingga akan menjadi cair
kembali danakan digunakan kembali dan ada yang dibuang kembali ke laut.

1. Bagian – bagian PLTU
Bagian Utama

1. Boiler

Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated
steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin.

2. Turbin Uap
Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap
menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga
ketika turbin berputar generator juga ikut berputar.

3. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah
digunakan untuk memutar turbin).
4. Generator

Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik.
5. Generator Transformer (GT)

Generator Transformer berfungsi sebagai penaik tegangan yang dihasilkan oleh Generator.

Bagian
Penunjang 1.
Desalination
Plant

Peralatan ini berfungsi untuk mengubah air laut (brine) menjadi air tawar (fresh
water) dengan metode penyulingan (kombinasi evaporasi dan kondensasi). Hal ini
dikarenakan sifat air laut yang korosif, sehingga jika air laut tersebut dibiarkan langsung
masuk ke dalam unit utama, maka dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan PLTU.

2. Reverse Osmosis (RO)
Mempunyai fungsi yang sama seperti desalination plant namun metode yang

digunakan berbeda. Pada peralatan ini digunakan membran semi permeabel yang dapat
menyaring garam-garam yang terkandung pada air laut, sehingga dapat dihasilkan air
tawar seperti pada desalination plant.

3. Demineralizer Plant
Berfungsi untuk menghilangkan kadar mineral (ion) yang terkandung dalam air

tawar. Air sebagai fluida kerja PLTU harus bebas dari mineral, karena jika air masih
mengandung mineral berarti konduktivitasnya masih tinggi sehingga dapat menyebabkan
terjadinya GGL induksi pada saat air tersebut melewati jalur perpipaan di dalam PLTU. Hal
ini dapat menimbulkan korosi pada peralatan PLTU.

4. Hydrogen Plant
Pada PLTU digunakan hydrogen (H2) sebagai pendingin Generator.

5. Chlorination Plant
Berfungsi untuk menghasilkan senyawa natrium hipoclorit (NaOCl) yang

digunakan untuk memabukkan/melemahkan mikro organisme laut pada area water
intake. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pengerakkan (scaling) pada
pipa-pipa kondensor maupun unit desal akibat perkembangbiakan mikro organisme laut
tersebut.

Kelebihan PLTU

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan
jenis pembangkit listrik lainnya. Keunggulan tersebut antara laindibagimenjadi 2,
darisegipenggunaandanpembangunan

Segi Penggunaan

1. Dapat dioperasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar(padat, cair, gas).

2. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi

3. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan

4. Kontinyuitas operasinya tinggi

5. Usia pakai (life time) relatif lama

Segi Pembangunan
1. Pembangunan PLTU memiliki dampak tersendiri baik bagi lingkunganmasyarakat maupun

baik lingkungan di lokasi PLTU tersebut dibangun.Dampak positif dari pembangunan PLTU
diantaranya adalah sebagaiberikut :
2. Menambah sumber tenaga listrik baru, sehingga dapat membantumengatasi masalah
kekurangan sumber energi listrik yang sedang terjadi.
3. Mengurangi angka pengangguran, karena PLTU akan mempekerjakanwarga di sekitar lokasi
untuk menjadi karyawan.
4. Membuka lahan pekerjaan baru bagi warga.
5. Lokasi dibangunnya PLTU akan lebih berkembang dari sebelumnya.

Kelemahan PLTU
Namun PLTU mempunyai beberapa kelemahan yang harusdipertimbangkan dalam memilih

jenis pembangkit termal, Kelemahantersebutjugadibagimenjadi 2,
darisegipenggunaandanpembangunan.

Segi Penggunaan
1. Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar
2. Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasok listrik dari luar
3. Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu
4. Investasi awalnya mahal
5. PLTU menghasilkan banyak gas rumah kaca
Segi Pembangunan

Namun tidak hanya dampak positif yang timbul dari pembangunan PLTU,dampak
negatifnya juga timbul seiring pembangunan PLTU, diantaranya adalah :

1. Tahap pra konstruksi : pembukaan lahan, pencemaran akibat pembakaranlahan,
kecemburuan sosial antara pemilik lahan dengan masyarakat sekitar

2. Tahap konstruksi : kerusakan jalan akibat angkutan berat yang membawaalat dan bahan
untuk membangun PLTU, timbulnya permasalahan sosialdi sekitar lokasi pembangunan
PLTU, pencemaran udara oleh semen yangdigunakan untuk pembangunan bangunan PLTU.

3. Tahap operasi :
• Dampak Kerusakan Akibat Pencemaran Lingkungan : Dalam dampakterhadap
lingkungan secara makro dapat dikelompokkan kedalamdampak terhadap lingkungan
Abiotik (A), Biotik (B), dan Cultur (C).ketiga jenis lingkungan tersebut saling interaksi
dan interdependensisatu dengan yang lain. Adanya interaksi menyebabkan

terjadinyadampak secara langsung yang dirasakan, sedangkan terjadinya
dampaksecara langsung yang dirasakan, sedangkan adanya
interdependensimenyebabkan dampak secara tidak langsung.
• Dampak Terhadap Kesehatan :Dampak terhadap kesehatan terjadiakibat perubahan
kualitas lingkungan. Meningkatkan kasus diare, ISPA,penyakit kulit, penurunan IQ
akibat Pb atau logam berat lain, merupakan contoh penyakit yang terjadi akibat
pencemaran lingkungan.Pada umumnya mekanisme terjadi melalui oral (mulut),
pernafasan atauiritasi melalui kulit. Kerugian terhadap kesehatan merupakan
kerugianbesar akibat kerusakan lingkungan.
• Dampak Terhadap Perairan : Perairan pada suatu wilayah terdiri darimateri dan energi
untuk mendukung kehidupan, yang popular dengandaya dukung lingkungan. Polutan
merupakan materi dan energi asingyang memasuki badan air, sehingga menurunkan
daya dukunglingkungan. Kondisi tercemar terjadi bila perubahan
tersebutmenyebabkan badan air berubah dari peruntukannya. Bahan
organikmerupakan bahan yang dominan sebagai polutan.

4. Pasca operasi : lahan yang tidak bisa dipergunakan lagi, kasus penyakitpada masyarakat
yang tinggi, perairan yang telah tercemar, meningkatnyaangka pengangguran karena
ketiadaan lahan pekerjaan.

Adapun Upaya Pengendalian Dampak
Hasil kajian menyimpulkan bahwa untuk mengantisipasi dan meminimalkanpotensi dampak

yang diakibatkan oleh pembangunan PLTU khususnya padaaspek lingkungan dan sosial, maka
semua pihak terkait perlu memperhatikan danmemahami serta mematuhi peraturan dan kebijakan
terkait baik berupa Regulasi,Undang-Undang, Hukum, Peraturan Pemerintah, dan lain sebagainya,
sertamemiliki komitmen untuk melaksanakannya dengan baik, benar dan penuhtanggung
jawab.Berdasarkan kesimpulan kajian tersebut, maka rekomendasi yang diajukanadalah:

1. Rencana pengelolaan lingkungan yang bersifat komprehensif mulaipada tahap
prakonstruksi, dan pasca konstruksi

2. Adanya pedoman yang bersifat aplikatif yang dapat digunakan olehsemua pihak baik intern
maupun ekstern PLN yang dijadikan sebagaiacuan dalam setiap rencana dan pelaksanaan
pembangunan pembangkitlistrik

3. Memasukkan penanganan dampak lingkungan dalam kinerja baikintern PLN maupun pihak-
pihak lain terkait yang memiliki peran dantanggung jawab dalam pelaksanaan proyek
(kontraktor maupunkonsultan terkait)

4. Adanya sosialisasi secara simultan mengenai rencana pra-konstruksi,konstruksi, dan paska
konstruksi PLTU dan potensi dampak yangdimungkinkan timbul kepada segenap stake

holders dan pihak-pihakterkait baik intern maupun ekstern PLN. Adanya tim dan lialison
officer yang profesional guna mengkomunikasikanrencana dan pelaksanaan pembangunan
PLTU serta untuk menjembatani antarpihak manakala terjadi permasalahan baik itu
dikarenakan oleh kesenjangankomunikasi atau hal lain sehingga menyebabkan terjadinya
konflik.


Click to View FlipBook Version