The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Erlangga XI BAB 3.5 Dinamika Kependudukan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Janatun Rahmilah, 2021-07-27 20:42:33

3.5 Dinamika Kependudukan (Erlangga)

Erlangga XI BAB 3.5 Dinamika Kependudukan

Keywords: penduduk,geografi,materigeografi,erlangga,kependudukan

BAB 5 DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI
INDONESIA UNTUK

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

A. FAKTOR DINAMIKA DAN PROYEKSI
KEPENDUDUKAN

1. Dinamika

PendudPuek nInddounedsuiakadalah

semua orang yang
berdomisili di wilayah
geografis Republik
Indonesia selama 6 bulan
atau lebih dan mereka yang
berdomisili kurang dari 6
bulan, tetapi bertujuan
untuk menetap.

Sumber: commons.wikimedia.o

Dinamika penduduk dapat dilihat dari besarnya pertumbuhan

penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan dinamis

faktor-faktor yang menambah jumlah penduduk dengan faktor-faktor

yang mengurangi jumlah penduduk. Faktor nonalami
Faktor alami

Sumber:pixabay.com Sumber:pixabay.com Sumber: commons.wikimedia.org

Kelahiran Kematian Migrasi

Angka kelahiran (natalitas)

Beberapa faktor yang mendukung
kelahiran (pronatalitas):

Sumber:commons.wikimedia.org

Angka kelahiran merupakan
angka yang menggambarkan
jumlah kelahiran hidup dalam
suatu wilayah pada periode
tahun tertentu.

Beberapa faktor yang
menghambat

kelahiran (antinatalitas):

Sumber:commons.wikimedia.org

Angka kelahiran dapat
diklasifikasikan atas angka
kelahiran kasar (crude birth
rate/CBR), angka kelahiran umum
(general fertility rate/GFR), dan
angka kelahiran menurut kelompok
usia (age specific birth rate/ASBR).

Angka kelahiran kasar Angka kelahiran umum

Angka kelahiran kasar (CBR) Angka kelahiran umum (GFR)
adalah banyaknya kelahiran menunjukkan jumlah bayi yang lahir
dalam satu tahun tertentu per hidup dari setiap seribu penduduk wanita
seribu penduduk pada yang berusia reproduktif (15-49 tahun
pertengahan tahun yang sama. atau 15-44 tahun) dalam periode tahun
tertentu.
Keterangan:
Keterangan:
• CBR = angka kelahiran kasar
• B = jumlah bayi yang lahir hidup • GFR = angka kelahiran umum (general
fertility rate)
pada periode tahun tertentu
• P = jumlah penduduk pada • B = jumlah bayi yang lahir hidup
selama 1 tahun
pertengahan tahun
• k = konstanta, biasanya 1.000 • Pf (15–49) = jumlah penduduk wanita
berusia reproduktif pada pertengahan
tahun

• k = konstanta, biasanya 1.00

Angka kelahiran menurut kelompok usia

Angka kelahiran menurut kelompok usia (ASBR) menunjukkan
banyaknya kelahiran dari wanita pada suatu kelompok pada suatu
tahun tertentu.

Keterangan:

• ASBRx = angka kelahiran menurut kelompok umur x tahun
• Bx = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x pada tahun tertentu
• Px = jumlah penduduk wanita kelompok umur x pada pertengahan tahun

yang sama
• x = kelompok umur
• k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kematian (mortalitas)

Beberapa faktor yang mendukung
peningkatan angka kematian
(promortalitas):

Sumber:commons.wikimedia.org

Angka kematian (mortalitas)
menunjukkan jumlah kematian
per seribu penduduk dalam
periode tahun tertentu.

Beberapa faktor yang
menghambat peningkatan angka

kematian (antimortalitas):

Sumber:commons.wikimedia.org

Angka kematian antara lain dapat
diklasifikasikan atas angka
kematian kasar atau crude death
rate (CDR) dan angka kematian
menurut kelompok umur atau age
specific death rate (ASDR).

Angka kematian kasar

Angka kematian kasar atau crude death rate (CDR)
menunjukkan jumlah kematian dari setiap seribu orang
penduduk pada periode tahun tertentu.

Keterangan:

• CDR = angka kematian kasar
• D = jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
• P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun

tertentu
• k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kematian menurut kelompok umur

Angka kematian menurut kelompok umur atau age specific
death rate (ASDR) menunjukkan jumlah penduduk yang
meninggal dunia yang terjadi pada kelompok umur tertentu
dari seribu penduduk kelompok umur tersebut dalam periode
tahun tertentu.

Keterangan:
• ASDR = angka kematian menurut kelompok umur tertentu pada

tahun tertentu
• Dx = jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok umur x

pada tahun tertentu
• Px = jumlah penduduk pada kelompok umur x pada pertengahan

tahun
• x = kelompok umur


Migrasi

Angka migrasi terbagi menjadi:

Sumber:commons.wikimedia.org

Migrasi adalah perpindahan penduduk
yang bersifat menetap dari satu tempat
ke tempat lain melampaui batas
administrasi suatu wilayah.

Menghitung pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk total menggambarkan besarnya
pertumbuhan penduduk suatu wilayah selama periode tahun tertentu
dengan memperhatikan faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.

Keterangan:

• PPt = jumlah penduduk tahun akhir perhitungan
• L = jumlah kelahiran dalam periode tahun tertentu
• M = jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
• I = jumlah imigrasi dalam periode tahun tertentu
• E = jumlah emigrasi dalam periode tahun tertentu

Proyeksi Penduduk

Proyeksi penduduk adalah
perhitungan (perkiraan) jumlah
penduduk pada waktu mendatang
berdasarkan jumlah penduduk pada
tahun nol (0) atau dasar dengan
interval waktu yang telah
ditentukan.

Keterangan:
• Pn = jumlah penduduk pada tahun n
• P0 = jumlah penduduk pada tahun 0

atau tahun dasar
• n = banyak/lama tahun
• r = tingkat pertumbuhan penduduk per

tahun (%)

B. MOBILITAS PENDUDUK DAN TENAGA
KERJA

1. Mobilitas
Penduduk

Sumber:commons.wikimedia.org Mobilitas penduduk
merupakan pergerakan
penduduk dari satu
daerah ke daerah lain,
baik untuk sementara
maupun untuk jangka
waktu yang lama atau
menetap secara
permanen. Mobilitas
seperti ini disebut
mobilitas fisik.

Ada dua jenis mobilitas fisik. Kedua jenis mobilitas
itu adalah mobilitas permanen dan mobilitas
An.oMnpOeBrImLIaTnAeSn.
PERMANEN

Mobilitas permanen disebut Sumber:commons.wikimedia.org
juga migrasi. Mobilitas
permanen adalah
perpindahan penduduk
untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain
melewati batas administratif
atau batas politik/negara.
Mobilitas permanen dapat
dikelompokkan atas
mobilitas internal dan
mobilitas eksternal.

Mobilitas internal adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke
wilayah lainnya dalam satu negara. Bentuk-bentuk mobilitas internal
antara lain sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

Mobilitas eksternal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke
negara lain. Bentuk-bentuk mobilitas eksternal antara lain sebagai
berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

B. MOBILITAS NONPERMANEN

Mobilitas nonpermanen adalah
perpindahan penduduk untuk
sementara waktu dari suatu tempat

ke tempat lain.
Mobilitas nonpermanen dapat

dikelompokkan menjadi:

Sumber:commons.wikimedia.org

C. MOBILITAS PEKERJA

Pola mobilitas tenaga kerja umumnya
mengikuti pola mobilitas penduduk.
Berdasarkan mobilitas tenaga kerja,

ada dua tipe tenaga kerja, yakni
sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

C. KUALITAS PENDUDUK DAN INDEKS
PEMBANGUNAN MANUSIA

Kualitas penduduk merupakan
faktor penting yang menentukan
maju tidaknya suatu negara.
Berikut aspek-aspek penting bagi
kualitas penduduk.

D. BONUS DEMOGRAFI DAN

DAMPAKNYA TERHADAP

BonPuEs dMemBoAgrNafiGUNAN Sumber:commons.wikimedia.org

merupakan bonus yang
dinikmati suatu negara

karena besarnya proporsi

penduduk produktif (rentang
usia 15-64 tahun) dalam

evolusi kependudukan. Piramida penduduk Indonesia saat
terjadi bonus demografi
Bonus demografi akan
mencapai puncaknya sekitar
tahun 2020 sampai dengan
tahun 2030.

E. PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKAN OLEH
DINAMIKA KEPENDUDUKAN

Grafik pertumbuhan penduduk Dalam jangka waktu lima
Indonesia tahun 2000-2015 belas tahun, dari tahun
2000-2015, jumlah
penduduk Indonesia
bertambah sekitar 50,06
juta jiwa atau rata-rata
3,33 juta setiap tahun.
Ketika pertumbuhan
penduduk tidak
terkendali dengan baik,
masalah akan timbul.

Masalah yang timbul antara lain ledakan penduduk

(population explosion) dan sebaran penduduk yang

tidak merata. 1. LEDAKAN

PENDUDUK
Ledakan penduduk adalah keadaan

penduduk dengan laju

pertumbuhannya cepat sebagai

akibat dari tingkat kelahiran yang

tinggi, sedangkan tingkat kematian

menurun secara tajam.

Sumber:commons.wikimedi Beberapa dampak negatif dari
a.org ledakan penduduk adalah
terjadinya over eksploitasi
terhadap lahan pertanian, serta
semakin banyaknya kebutuhan
lapangan pekerjaan.

2. PERSEBARAN PENDUDUK TIDAK MERATA

Sumber:commons.wikimedia.org Tampak bahwa
kepadatan penduduk di
Untuk mengatasi masalah persebaran Indonesia belum
penduduk yang tidak merata ini, pemerintah merata. Kepadatan
penduduk tertinggi
melaksanakan beberapa program seperti terdapat di Pulau Jawa,
transmigrasi, pemerataan lapangan kerja, dan yakni Provinsi DKI
Jakarta dengan
program KB. kepadatan sebesar
15.327,97 jiwa per
km2. Kepadatan
penduduk terendah
terdapat di Provinsi
Kalimantan Utara
dengan kepadatan

F. SUMBER DATA KEPENDUDUKAN

Ada tiga sumber data kependudukan. Ketiga sumber data
kependudukan itu adalah sensus penduduk, registrasi
penduduk, dan survei.

SENSUS PENDUDUK

Sensus penduduk merupakan Sumber:commons.wikimedia.org
perhitungan jumlah penduduk di
suatu negara dengan
mengumpulkan, menghitung, dan
menyusun data penduduk, baik
penduduk asli maupun
pendatang, pada waktu tertentu
dan di wilayah tertentu.
Di Indonesia, sensus penduduk
dilakukan setiap sepuluh tahun
sekali.



G. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA
K1E. PPEENNDGUODLAUHKAANN DATA KEPENDUDUKAN

Tujuan utama pengolahan data kependudukan adalah menghasilkan
tabel statistik yang berisi hasil registrasi penduduk, sensus, dan
sPurrovseei skeppeenngdouldauhkaann.
prakomputer:

PENGOLAHAN DATA DENGAN KOMPUTER

2. ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

Analisis data kependudukan Sumber:pixabay.com
merupakan tindakan
mengolah data menjadi
informasi yang bermanfaat
tentang dinamika
kependudukan untuk
perencanaan pembangunan.
Ada dua pendekatan yang
digunakan dalam menganalisis
data kependudukan yaitu
pendekatan kohor atau
kelompok (cohort approach)
dan pendekatan waktu (period
approach).

3. KOMPOSISI PENDUDUK SEBAGAI SUBJEK
PENTING ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

Komposisi penduduk menurut Berikut rumus untuk menghitung
umur dapat diklasifi kasikan rasio ketergantungan.
menjadi tiga kelompok berikut.
a) Usia belum produktif Sumber:pixabay.com

(kelompok umur <14 tahun).
b) Usia produktif (kelompok umur

15–64 tahun).
c) Usia tidak produktif ( kelompok

umur > 64 tahun).
Komposisi penduduk menurut
umur menjadi dasar untuk
menghitung rasio ketergantungan
(dependency ratio).

4. PIRAMIDA PENDUDUK

Piramida penduduk adalah grafik khusus yang digunakan untuk
menampilkan komposisi jenis kelamin dan umur dari suatu populasi
atau kelompok.

Sumber:commons.wikimedia.org

Sumber:commons.wikimedia.org

Sumber:commons.wikimedia.org


Click to View FlipBook Version