The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Erlangga XI BAB 3.7 Mitigasi Bencana

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Janatun Rahmilah, 2021-07-29 19:42:41

3.7 Mitigasi Bencana (Erlangga)

Erlangga XI BAB 3.7 Mitigasi Bencana

Keywords: erlangga,geografi,materigeograf,i,mitigasibencana

BAB 7 JENIS DAN PENANGGULANGAN
BENCANA ALAM MELALUI
EDUKASI, KEARIFAN LOKAL, DAN
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
MODERN

A. JENIS DAN KARAKTERISTIK BENCANA ALAM Sumber : pixabay.com

Menurut Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 24 Tahun 2007
tentang Penanggulangan Bencana,
bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan baik
oleh faktor alam dan/atau faktor
nonalam maupun faktor manusia
sehingga mengakibatkan timbulnya
korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda,
dan dampak psikologis.

Ada tiga jenis bencana. Ketiga jenis bencana itu adalah
sebagai berikut.

Bencana alam

Sumber: static.flickr.com Bencana alam adalah
bencana yang
diakibatkan oleh
peristiwa atau
serangkaian peristiwa
yang disebabkan
fenomena alam, seperti
gempa bumi, tsunami,
gunung meletus, banjir,
kekeringan, angin topan,
tanah longsor dan
abrasi.

Bencana nonalam

Bencana nonalam
adalah bencana yang
diakibatkan peristiwa
atau rangkaian
peristiwa nonalam,
antara lain seperti:
• Kegagalan teknologi
• Kegagalan

modernisasi
• Epidemi
• Wabah penyakit.

Bencana sosial

Sumber: commons.wikimedia.org Bencana sosial adalah
bencana yang
diakibatkan peristiwa
atau serangkaian
peristiwa yang
disebabkan oleh
manusia yang meliputi
konflik sosial
antarkelompok atau
antarkomunitas
masyarakat dan teror

Ada tiga jenis bencana alam. Ketiga jenis bencana
alam itu antara lain sebagai berikut.

Bencana Alam Geologis

Bencana alam geologis terjadi Sumber:
commons.wikimedia.org
sebagai akibat dari proses

tektonik bumi, yang berpotensi:
• Merusak lingkungan alam
• Dapat menyebabkan kehilangan

nyawa
• Kerusakan harta benda
• Gangguan sosial dan ekonomi

Fenomena yang termasuk

bencana alam geologis antara lain

gempa bumi, tanah longsor,

tsunami, dan gunung meletus.

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah
getaran bumi yang
disebabkan peristiwa
pelepasan energi
karena pecahan dan
gerakan batuan pada
bagian dalam bumi
(kerak bumi) secara
tiba-tiba.
Ada dua tipe gempa
bumi yang umum,
yaitu gempa tektonik
dan gempa vulkanik.

Tanah Longsor Sumber:
commons.wikipedia.org
Tanah longsor adalah
gerakan tanah atau
massa batuan yang
menuruni lereng atau
tebing di bawah
pengaruh gravitasi
bumi. Gerakan ini
dikendalikan oleh
llAkhlueooudnrnnjeagcadnunsbigosr,ea.irdr,ngaay,epnajoaaiklttojeuuegmhnri,aaiisrcnyiutna,argpdanaaahannnh,
aliran.

Tsunami

Tsunami mengacu pada
serangkaian gelombang yang

melintasi lautan dengan
panjang gelombang yang

sangat panjang dan
Di lautkteecrbepuakata, ngetilnogmgbi.ang
tsunami dapat mencapai
kecepatan 800 km/jam.

Sumber : commons.wikimedia.org

Gunung Meletus

Gunung meletus adalah
bagian dari aktivitas
vulkanik yang dikenal
dengan istilah erupsi.
Bahaya letusan gunung
api berkaitan dengan
proses dan material yang
dikeluarkan ketika gunung
aBpaihiatuyamleetleutsuasn. gunung
api ini antara lain lelehan
lava, awan panas, lahar,
dan abu pasir vulkanik.

Sumber: static.flickr.com

Bencana Alam Klimatologis

Bencana alam klimatologis
merupakan bencana alam
yang disebabkan oleh
fenomena cuaca yang
mempunyai potensi
menimbulkan bencana,
menghancurkan tatanan
kehidupan sosial, atau yang
menimbulkan korban jiwa
manusia. Fenomena yang
termasuk bencana alam
klimatologis antara lain
sebagai berikut.

Banjir

Banjir adalah luapan air Sumber:
dalam jumlah besar di commons.wikipedia.org
luar batas normalnya,
terutama di atas tanah
yang biasanya kering.
Beberapa penyebab
banjir adalah curah
hujan yang tinggi dan
keruntuhan tanggul atau
Astdraukttiguar pjeenliinsdbuanngjir
ylaainitnuybaa.njir bandang,
banjir sungai, dan banjir
pantai.

Badai

Badai disebabkan oleh
gangguan atmosfer yang
dahsyat di darat dan air.
Badai menjadi ancaman
potensial utama bagi
sebagian penduduk dunia
karena prevalensinya, ukuran
daerah yang hancur, dan
Askdaalabekebreursaapkaajnenyiasnbgadai
dyaiaitkuibbaatkdaani nsiykalo. n tropis dan
badai tornado.

Sumber : pxhere.com

Kekeringan

Kekeringan disebabkan Sumber: pixabay.com
penurunan curah hujan
alami selama periode waktu
yang lama. Kekeringan
dapat dikelompokkan
berdasarkan karakteristik
dan dampak yang
dSeitcimarbauklkhauns.us, ada empat
tipe kekeringan yaitu
kekeringan meteorologi,
hidrologi, pertanian, dan
sosial ekonomi.

Kebakaran hutan

Kebakaran hutan Sumber:
merupakan publicdomainpictures.net
keadaan ketika
hutan dilanda
api. Akibatnya,
kerusakan hutan
atau hasil hutan
yang
menimbulkan
kerugian
ekonomis dan
atau nilai
lingkungan.

Bencana Alam Ekstraterestrial

Bencana alam

ekstraterestrial adalah

bencana alam yang

disebabkan gaya atau energi

dari luar bumi. Bencana ini

terjadi ketika asteroid,

meteoroid, dan komet

melintas di dekat bumi,

memasuki atmosfer bumi,

dan/atau menghantam bumi,

dan oleh perubahan kondisi Sumber: commons.wikipedia.org

antarplanet yang

memengaruhi magnetosfer

B. SIKLUS PENANGGULANGAN BENCANA

Ada tiga tahapan
penyelenggaraan penanggulangan
bencana. Ketiga tahapan itu
a1d. aPlraahbesnebcaangaaiybaenrgikmute. liputi:

a. situasi tidak terjadi bencana;

b. situasi terdapat potensi
bencana.

2. Tahap tanggap darurat yang
dilakukan

dalam situasi terjadi bencana.

3. Pascabencana yang dilakukan
setelah

Skema Rencana

PerenPcaenanananggulangan Bencana

penanggulangan
bencana disusun
berdasarkan hasil
analisis risiko bencana
dan upaya
penanggulangannya.
Setiap rencana dalam
perencanaan ini
merupakan
program/kegiatan yang
terkait dengan
pencegahan, mitigasi

Mekanisme Kesiapan dan

Penanggulangan
Pada tahap prabenDcaanamdpi maaknaBtiedankctearjnadai bencana,

penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi:
1) perencanaan penanggulangan bencana
2) pengurangan risiko bencana;
3) pencegahan;
4) pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
5) persyaratan analisis risiko bencana;
6) pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
7) pendidikan dan pelatihan;
8) persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.

Tahap Prabencana

Pada tahap prabencana
di mana ada potensi
bencana,
penyelenggaraan
penanggulangan
bencana meliputi:
1) kesiapsiagaan;
2) peringatan dini;
3) mitigasi bencana.

Sumber: commons.wikipedia.org

Tahap tanggap darurat

Tanggap darurat bencana Sumber:
adalah serangkaian kegiatan commons.wikimedia.org
yang dilakukan dengan segera
pada saat kejadian bencana
untuk menangani dampak
bTaunrgugkapyadnagrudraittimbebnuclaknaanm. eliputi

kegiatan penyelamatan dan
evakuasi korban, harta benda,
pemenuhan kebutuhan dasar,
perlindungan, pengurusan
pengungsi, penyelamatan, serta
pemulihan prasarana dan sarana.

Pascabencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana
pada tahap pascabencana meliputi
rehabilitasi dan rekonstruksi. Mekanisme
penanggulangan bencana terbagi ke dalam
tiga tahapan berikut:

• Pada saat prabencana, fungsi BPBD
( Badan Penanggulangan Bencana
Daerah) bersifat koordinatif dan
pelaksana.

• Pada saat darurat, fungsi BPBD (Badan
Penanggulangan Bencana Daerah)
bersifat koordinatif, komando, dan
pelaksana.

• Pada saat pascabencana, fungsi BPBD
(Badan Penanggulangan Bencana
Daerah) bersifat koordinatif dan

Tujuan
Penanggulangan

Bencana

C. PERSEBARAN WILAYAH RAWAN BENCANA ALAM
DI INDONESIA

Kondisi geologis Indonesia yang
berada pada pertemuan
Lempeng Indo-Australia,
Lempeng Eurasia, dan Lempeng
Pasifik dan diikuti oleh
kerusakan lingkungan
menimbulkan potensi rawan
bencana alam di wilayah
Indonesia.

Sumber: commons.wikipedia.org Persebaran wilayah rawan
bencana di Indonesia dapat
dilihat dari peta indeks rawan
bencana Indonesia berikut.

Perhitungan indeks
rawan bencana
Indonesia (IRBI)
merupakan suatu
perangkat analisis
kebencanaan yang
berbentuk indeks
yang menunjukkan
riwayat nyata
kebencanaan yang
telah terjadi dan
menimbulkan
kerugian.









D. LEMBAGA-LEMBAGA YANG BERPERAN DALAM
PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah

Sumber: commons.wikimedia.org Sumber: commons.wikimedia.org

Lembaga Badan Nasional
Usaha Penanggulangan
Bencana (BNPB)
Sumber: commons.wikimedia.org
Sumber: commons.wikimedia.org
Sumber: commons.wikimedia.org
Badan
Lembaga Internasional Penanggulangan
Bencana Daerah

(BPBD)

Sumber: commons.wikimedia.org

E. PENANGGULANGAN BENCANA ALAM MELALUI EDUKASI,
KEARIFAN LOKAL, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI MODERN

Penanggulangan Bencana Sumber: commons.wikipedia.org
Alam melalui Edukasi

Pendidikan kebencanaan dapat
dilakukan melalui kegiatan
pendidikan formal dan informal.
Terkait dengan hal ini, dalam
Rencana Nasional
Penanggulangan Bencana
2010–2014, telah direncanakan
adanya implementasi
kesiapsiagaan bencana di
sekolah/madrasah.

Penanggulangan Bencana Alam melalui

Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah

kekayaan budaya setempat

yang mengandung

kebijakan hidup,

pandangan hidup yang

mengakomodasi kebijakan

dan kearifan hidup.

Beberapa kearifan lokal

yang berperan dalam

penanggulangan bencana

Sumber: antara lain Subak (Bali),
commons.wikimedia.org Nyabuk Gunung (Jawa),

dan Semong (Aceh).

Penanggulangan Bencana Alam melalui

Teknologi Modern

Contoh teknologi modern
dalam penanggulangan
bencana antara lain

• Teknologi modifikasi cuaca
yang diterapkan untuk
penanggulangan bencana
asap kebakaran lahan dan
hutan.

• Sistem Indonesia Tsunami Sumber:
Early Warning System commons.wikimedia.org
untuk mendeteksi ada
atau tidaknya gelombang
tsunami.

F. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MITIGASI

BENCANA ALAM DI INDONESIA

Hak setiap anggota masyarakat adalah sebagai berikut.

A
Mendapatkan perlindungan

sosial dan rasa aman,

khususnya bagi kelompok

B masyarakat rentan bencana.
Mendapatkan pendidikan,

pelatihan, dan keterampilan

dalam penyelenggaraan

C penanggulangan bencana.
Mendapatkan informasi secara

tertulis dan/atau lisan tentang

kebijakan penanggulangan

bencana.

D
Berperan serta dalam

perencanaan, pengoperasian,

dan pemeliharaan program

penyediaan bantuan

pelayanan kesehatan,

E termasuk dukungan
pBseirkpoasrotsisiaipl.asi dalam
pengambilan keputusan

terhadap kegiatan

penanggulangan bencana,

khususnya yang berkaitan

F dengan diri dan komunitasnya.
Melakukan pengawasan sesuai

dengan mekanisme yang diatur

atas pelaksanaan

penanggulangan bencana.

G
Setiap orang yang
terkena bencana berhak
mendapatkan bantuan
pemenuhan kebutuhan
dasar.

H
Setiap orang berhak
untuk memperoleh
ganti kerugian karena
terkena bencana yang
disebabkan oleh
kegagalan konstruksi.

Sementara itu, kewajiban setiap orang adalah
sebagai berikut.

Sumber:
commons.wikimedia.org


Click to View FlipBook Version