The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN PRATIKUM M IMAM AFWAN HASANUDIN 07352211015

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Arhy, 2023-01-19 20:08:28

LAPORAN PRATIKUM ALGORITMA

LAPORAN PRATIKUM M IMAM AFWAN HASANUDIN 07352211015

Keywords: ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 51 Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14; float r,t,volume; cout<<"Menghitung volume tabung"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; cout<<"Masukkan tinggi : "; cin>>t; volume=phi*r*r*t; cout<<"Volume tabung adalah "<<volume; return 0;


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 52 Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut Gambar 2. 33 Hasil menghitung volume tabung Gambar 2. 34 Hasil menghitung volume tabung


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 53


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 54


BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA SELECTION DAN LOOPING OLEH M. Imam Afwan Hasanudin 07352211015 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE 2022


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 56 BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA SELECTION DAN LOOPING 3.1. Selection 3.1.1 Definisi Selection. Struktur pemilihan (selection) merupakan struktur dasar algoritma yang digunakan dalam program dan memerlukan proses pengujian suatu kondisi secara bersyarat untuk mengambil suatu keputusan apakah suatu baris instruksi akan dilanjutkan prosesnya atau tidak. Selain itu, pengujian kondisi secara bersyarat ini juga memiliki fungsi untuk memilih salah satu dari beberapa alternatif yang disediakan. Tidak semua baris program atau perintah dikerjakan pada struktur dasar ini, melainkan hanya baris yang telah memenuhi syarat 3.1.2 Struktur Pemilihan (selection) Pada struktur pemilihan atau percabangan, terdapat pemeriksaan kondisi / syarat yang harus dipenuhi, yang kemudian akan memilih perintah apa yang akan dilakukan jika syarat tersebut dipenuhi. Perintah tidak lagi dikerjakan secara beruntun seperti pada struktur runtunan, tetapi berdasarkan syarat yang harus dipenuhi. Notasi algoritma untuk struktur pemilihan menggunakan dua konstruksi berikut ini : 1. IF – THEN 2. CASE


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 57 Berikut penjelasan masing-masing konstruksi di atas: 1. Konstruksi IF – THEN Konstruksi IF – THEN dibagi lagi menjadi: a) Satu aksi : IF - THEN b) Dua aksi : IF – THEN – ELSE c) Tiga aksi atau lebih : IF – THEN – ELSE Berikut penjelasan masing-masing konstruksi IF di atas: a) Satu aksi : Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi maka aksi atau statement yang mengikuti “then” yang akan diproses. Dan jika sebaliknya maka tidak diminta aksi apapun. Konstruksi ini berbentuk: If<kondisi> then aksi end if contoh:


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 58 3.2. Looping 3.2.1 Definisi Looping Perulangan atau looping adalah suatu program untuk melakukan ulang atau mengulangi suatu proses sesuai dengan yang diinginkan. Pada Bahasa pemrograman Java kita mengenal dua macam perulangan atau looping, yaitu perulangan yang jumlah looping atau perulangannya sudah kita ketahui dengan pasti dan perulangan yang tidak kita ketahui jumlahnya. Maksudnya adalah perulangan yang sudah kita ketahui dengan pasti berapa kali kita mau melakukan perulangan. Sedangkan untuk perulangan yang tidak pasti jumlahnya Gambar 3. 1 contoh porgam selection (pemilihan). Gambar 3. 2 contoh porgam selection (pemilihan).


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 59 adalah kita tidak tau berapa kali perulangan tersebut akan terus berjalan atau menjalankan loopingnya. 3.2.2 Sturktur Looping Perulangan merupakan struktur dimana terdapat proses pengulangan perintah yang sama sebanyak n kali. Struktur ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh mesin komputer. Sebagai contoh untuk mencetak teks “Algoritma Pemrograman” sebanyak 100 kali pada layar monitor, hanya diperlukan beberapa baris perintah meggunakan teknik atau struktur perulangan tersebut. Tanpa harus menuliskan perintah yang sama sebanyak 100 kali. Algoritma menggunakan struktur perulangan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, contoh mencetak sekian ratus surat undangan yang sama, menampilkan sejumlah deret bilangan ganjil atau bilangan genap, atau deret bilangan prima, atau deret bilangan dengan rumus deret tertentu, mengambil sejumlah uang di ATM dengan pecahan tertentu, dan masih banyak contoh lainnya. Terdapat dua jenis looping yang dikenal dalam algorimta, yaitu: 1. Unconditional looping yaitu perulangan yang tidak menyertakan kondisi tertentu sebagai syarat terjadinya perulangan perintah, contoh perulangan dengan FOR - DO. 2. Conditional looping yaitu perulangan dengan adanya kondisi atau syarat yang harus dipenuhi, contoh perulangan dengan WHILE -DO dan REPEAT – UNTIL.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 60 3.2.3 Konstruksi perintah FOR – DO: Konstruksi ini menetapkan jumlah perulangan sebelum perulangan tersebut dilakukan. Jumlah perulangan telah didefinisikan pada awal deklarasi perintah ini. Berikut format penulisan perintahnya dalam bentuk notasi pseudo-code: 3.2.4 Konstruksi perintah WHILE - DO: Konstruksi ini melakukan pengecekan kondisi perulangan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke perintah berikutnya, apakah sudah terpenuhi (true) sesuai yang disyaratkan atau tidak. Berikut format penulisan perintahnya: Gambar 3. 3 Penulisan perintah dalam bentuk notasi Psuedo-code. Gambar 3. 4 Penulisan perintah dalam bentuk notasi Psuedo-code.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 61 3.2.5 Konstruksi perintah REPEAT – UNTIL: Konstruksi ini agak berbeda dengan WHILE – DO yang melakukan pengecekan kondisi di awal perulangan. Perulangan REPEAT – UNTIL dilakukan terlebih dahulu tanpa pengecekan kondisi, dan akan dihentikan sampai kondisi menjadi terpenuhi (true). Berikut format penulisan perintahnya: Gambar 3. 5 Format penulisan perintah while-do. Gambar 3. 6 Format penulisan perintah while-do.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 62 3.3 Runtunan (sequence) Runtunan terdiri dari satu atau lebih instruksi, setiap instruksi di jalankan atau di kerjakan secara berurutan dan harus sesuai dengan urutan penulisannya. Karena instruksi di lakukan setelah instruksi sebelumnya di kejrakan, urutan dari instruksi yang di buat dapat menentukan hasil akhir dari suatu algoritma. Urutan penulisan tersebut tidak bisa di ubah atau berubah, karena hasil akhir yang di dapat juga akan berubah. Struktur runtunan adalah struktur yang paling dasar yang berisi rangkaian instruksi 3.4 Latihan 3.4.1 Latihan Porgram Selection Buatlah new project di DevC++ dan ketikan source code seperti berikut: #include<bits/stdc++.h> using namespace std; void print(int arr[], int n) Gambar 3. 7 Formati penulisan perintah repeat-until. Gambar 3. 8 Formati penulisan perintah repeat-until.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 63 { for(int i=0;i<n;i++) cout<<arr[i]<<" "; cout<<endl; } void selectionSort(int arr[], int n) { int i,j,min_in; for(i=0;i<n;i++) { min_in = i; for(j=i+1;j<n;j++) if (arr[j] < arr[min_in]) min_in = j; swap(arr[i],arr[min_in]); } } int main(int argv, char* argc[])


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 64 { int arr[] = {5,4,10,1,6,2}; int i,j,n,temp; n = sizeof(arr)/sizeof(int); cout<<"Unsorted Array :"; print(arr,n); selectionSort(arr,n); cout<<"Sorted Array :"; print(arr,n); return(0); }


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 65 Gambar 3. 9 Tampilan source code di DevC++ Gambar 3. 10 Tampilan source code di DevC++


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 66 Setelah program diketik di DevC++ selanjutnya klik compile and run atau bisa langsung dengan menekan tombil F11 di keyboard laptop/komputer. Dan berikut adalah tampilan dari Source Code yang kita buat: 3.4.2 Latihan Program Looping Buatlah new project diDevC++ dan ketikan souce code berikut: Gambar 3. 11 Ikon compile and run Gambar 3. 12 Ikon compile and run Gambar 3. 13 Hasil dari source code yang sudah dibuat. Gambar 3. 14 Hasil dari source code yang sudah dibuat.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 67 #include <iostream> using namespace std; void CetakAngka (int i, int j){ for (i = 1; i <= j; i++){ cout << i << '\n'; } } int main () { CetakAngka (1,10);


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 68 } Gambar 3. 15 Tampilan source code di DevC++ Gambar 3. 16 Tampilan source code di DevC++


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 69 Selanjutnya tekan ikon compile and run sama seperti program sebelumnya. Maka selanjutanya tampilan dari hasil source code diatas akan seperti di bawah ini: Gambar 3. 17 Ikon compile and run diDevC++ Gambar 3. 18 Ikon compile and run diDevC++ Gambar 3. 19 Hasil dari source code diatas. Gambar 3. 20 Hasil dari source code diatas.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 70 3.5 Studi Kasus (Selection) A. Buatlah program untuk menentukan bilangan tersebut ganjil atau genap. Penjelasan: Flowchart dimulai dengan menggunakan simbol terminal, lalu mendeklarasikan nilai “bil” menggunakan simbol preparation. Kemudian input nilai “bil” menggunakan simbol Gambar 3. 21 Flowchart menentukan bilangan ganjil genap Gambar 3. 22 Flowchart menentukan bilangan ganjil genap


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 71 input/output, lalu membandingkan nilai “bil” % 2 == 0 menggunakan simbol decision jika bil adalah bilangan genap akan ditampilkan dengan menggunakan simbol input/output, begitu juga jika bil adalah bilangan ganjil dan diakhiri dengan menggunakan dengan menggunakan simbol terminal. #include<iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main(){ int bil; cout<<"\nMasukkan Bilangan : "; cin>>bil; cout<<endl; if(bil%2==0){ cout<<bil<<" Adalah Bilangan Genap"<<endl; } else { cout<<bil<<" Adalah Bilangan Ganjil"<<endl; } return 0;


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 72 } Hasil diDevC++ akan seperti berikut: Gambar 3. 23 Source code menentukan bilangan ganjil atau genap. Gambar 3. 24 Source code menentukan bilangan ganjil atau genap.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 73 Kalau sudah diketik diDevC++ maka hasilnya akan seperti dibawah ini: Gambar 3. 27 Hasil program dari menetukan bilangan ganjil atau genap Gambar 3. 28 Hasil program dari menetukan bilangan ganjil atau genap Gambar 3. 25 Flowchart menentukan bilangan terbesar Gambar 3. 26 Flowchart menentukan bilangan terbesar


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 74 B. Diinputkan dua bilangan sembarang untuk menentukan billangan terbesar dari kedua bilangan Penjelasan: Terminator “mulai” dijalankan dalam proses int terkecil, bil 1, bil 2, dan bil 3 lalu “masukan bil 1 dan bil2 “dalam proses output. Setelah itu dijalankan dalam pilihan atau syarat “terkecil =bil1 . diikuti dengan konektor untuk mencari bilangan terkecil dari dua pilihan bil2 dan bil3. Lalu tampilkan nilai dan ditutup dengan selesai atau symbol terminator. #include<iostream> using namespace std; int main() { int a,b; cout<<"Menentukan bilangan terbesar dua bilangan"<<endl; cout<<"Input bilangan A = "; cin>>a;; cout<<"Input bilangan B = "; cin>>b; if (a>b){


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 75 cout<<a<<" lebih besar dari "<<b; } else { cout<<b<<" lebih besar dari "<<a; } return 0; } Tampilah diDevC++ akan seperti berikut: Maka hasil ketika di compile and run akan seperti berikut: Gambar 3. 29 Tampilan source code di DevC++ Gambar 3. 30 Tampilan source code di DevC++


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 76 Gambar 3. 31 Hasil dari source code diatas. C. Buatlah sebuah program untuk mengkonversi angka ke huruf. Jika nilai 100 >= nilai > 80 Maka nilai A Jika nilai 80 >= nilai > 60 Maka nilai B Jika nilai 60 >= nilai > 40 Maka nilai C Jika nilai 40 >= nilai > 20 Maka nilai D Jika nilai 20 >= nilai > 0 Maka nilai E


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 77 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel nilai menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai “nilai” Gambar 3. 32 Flowchart 3.3 konversi angka ke huruf Gambar 3. 33 Flowchart 3.3 konversi angka ke huruf


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 78 menggunakan simbol input/output. Selanjutnya nyatakan variabel nilai pada penyataan nilai>=80&&<=100 menggunakan simbol decision. Jika YES maka hasil A, jika NO maka nyatakan variabel nilai pada penyataan nilai>=60&&<=80 menggunakan simbol decision. Jika YES maka hasil B, jika NO maka nyatakan variabel nilai pada penyataan nilai>=40&&<=60 menggunakan simbol decision. Jika YES maka hasil C, jika NO maka nyatakan variabel nilai pada penyataan nilai>=20&&<=40 menggunakan simbol decision. Jika YES maka hasil D, jika NO maka menghasilkan nilai E. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil koversi nilai angka ke nilai huruf. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai#include <iostream> #include<iostream> using namespace std; int main() { int nilai; cout<<"Konversi nilai angka ke huruf"<<endl; cout<<"Input nilai : "; cin>>nilai; if(nilai>=80&&nilai<=100){ cout<<"hasil = A"; } else if(nilai>=60&&nilai<=80){ cout<<"hasil = B"; }


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 79 else if(nilai>=40&&nilai<=60){ cout<<"hasil = C"; } else if(nilai>=20&&nilai<=40){ cout<<"hasil = D"; } else { cout<<"hasil = E"; } return 0; } Maka tampilan di DevC++ akan seperti berikut: Maka hasil ketika di compile and run akan seperti dibawah ini: Gambar 3. 34 Source code konversi angka ke huruf Gambar 3. 35 Source code konversi angka ke huruf


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 80 3.6 Studi Kasus (Looping) A. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; main () { int a; for (a=0;a<=10;a++) Gambar 3. 36 Hasil dari program konfersi ankga ke huruf. Gambar 3. 37 Hasil dari program konfersi ankga ke huruf.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 81 cout<<a<<""; getch(); } Tampilan diDevC++ akan seperti dibawah ini: B. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> Gambar 3. 38 Tampilan Source code di DevC++ Gambar 3. 39 Tampilan Source code di DevC++ Gambar 3. 40 hasil runnig source code diatas Gambar 3. 41 hasil runnig source code diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 82 using namespace std; int main () { for (int a= 20;a>=1;a-=2) cout<< a <<endl; getch(); } Tampilan diDevC++ akan seperti dibawah ini: Gambar 3. 42 Hasil source code diatas Gambar 3. 43 Hasil source code diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 83 Maka hasil runningnya dibawah ini: C. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main () { int bil; Gambar 3. 44 Hasil menjalankan program. Gambar 3. 45 Hasil menjalankan program.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 84 cout << "Input Jumlah Bintang ="; cin >> bil; for (int i=1; i<=bil;i++) { for (int j=1;j <=i;j++) { cout<< "*"; } cout << endl; } getch(); } Maka tampilan diDevC++ akan seperti ini:


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 85 Dan hasilnya seperti dibawah ini: Gambar 3. 46 Hasil dari source code diatas. Gambar 3. 47 Hasil dari source code diatas. Gambar 3. 48 Hasil menjalankan dari program diatas Gambar 3. 49 Hasil menjalankan dari program diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 86 D. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main () { cout << " Program Konversi Angka Ke Huruf"<< endl; cout << " masukkan Angka :"; int angka, i; char huruf; cin >> angka; cout << endl; i=1; huruf = 'A'; while ( i<= angka) { cout << i << "-->"<< huruf<< endl; i++;


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 87 huruf ++; } getch (); } Tampilan akan seperti dibawah ini Gambar 3. 50 source code diatas Gambar 3. 51 source code diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 88 Hasil menjalankan nya akan seperti dibawah ini: E. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include<iostream> #include <conio.h> using namespace std; main () { int angka=1; do { angka ++; Gambar 3. 52 Hasil menajalankan program diatas. Gambar 3. 53 Hasil menajalankan program diatas.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 89 if (angka % 2==1) cout<<angka<<" "; } while (angka<30); } Maka tampilan diDevC++ akan seperti diabawah ini: Gambar 3. 54 tampilan source code diatas Gambar 3. 55 tampilan source code diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 90 3.7 Simpulan Runtuna terdiri dari satu atau lebih instruksi, setiap instruksi di jalankan atau di kerjakan secara berurutan dan harus sesuai dengan urutan penulisannya. Struktur pemilihan atau selection adalah struktur yang digunakan dalam program yang membutuhkan proses pernyataan bersyarat untuk memutuskan apakah akan memproses baris perintah atau tidak. Perulangan atau looping adalah suatu proses dimana instruksiinstruksi dalam suatu program terus-menerus dijalankan sampai ada suatu kondisi untuk menghentikannya. 3.8 Saran Ketersediaan kondisi yang sebenarnya sangat di perlukan sehingga sebuah program pemilihan (selecton) dapat berjalan dengan baik, dimana hasilnya akan bernilai ya atau tidak. Dan di saat membuat program sebaiknya instruksi yang di gunakan tidak perlu Gambar 3. 56 Hasil menjalankan dari program diatas Gambar 3. 57 Hasil menjalankan dari program diatas


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 91 terlalu banyak sehingga tak memerlukan waktu yang lama untuk di jalankan. Dengan demikian, seorang pengguna atau programmer, sangkat di harapkan dapat memanfaatkan metode-metode dari dari struktur dasar pemilihan (selection) dan perulangan (looping).


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 92


BAB IV STRUKTUR DASAR ALGORITMA SELECTION DAN LOOPING OLEH M. Imam Afwan Hasanudin 07352211015 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE 2022


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 94 BAB IV ARRAY Array adalah suatu struktur data berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu, elemen-elemen array tersusun secara berderet dan dapat diakses secara random di dalam memori. Elemen-elemen array dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara acak ataupun berurutan. Pengisian dan pengambilan nilai pada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada indeks yang dimaksud. Array terbagi dalam dua jenis yaitu array satu dimensi dan dua dimensi. 4.1 Array Dimensi Satu Pada array satu dimensi hanya terdapat satu baris dan bayak kolom. Deklarasi Array satu dimensi secara umum sebagai berikut. Gambar 4. 1 Penulisan deklarasi Array satu dimensi Keterangan: tipe_data : menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll) nama_var_array : menyatakan nama variabel yang dipakai. ukuran : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik/ banyak array. Untuk menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan, dengan cara sebagai berikut:


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 95 int nilai[6] = {1,3,5,7,9}; bisa disederhanakan sehingga menjadi : int nilai = {1,3,5,7,9}; Contoh diatas berarti anda memesan tempat di memori komputer sebanyak 5 tempat dengan indeks dari 0-4, dimana indeks ke-0 bernilai 1, ke-1 bernilai 3, dst, dan semua elemennya bertipe data integer. Tiga hal penting dalam array yang harus dipahami yaitu: 1. Index, dapat disebut dengan urutan, index pada array secara default dimulai dari 0 (nol). 2. Value, yang mengisi di setiap elemen array, dan elemen-elemen ini dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara acak ataupun berurutan. 3. Reference, alamat memori dari masing-masing elemen array. Gambar 4. 2 Ilustrasi Array Satu Dimensi Contoh program menampilkan isi variabel array dimensi satu sebagai berikut. Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan sekaligus memberi nilai awal array sebagai berikut.


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 96 Gambar 4. 3 Contoh program menampilkan isi variabel array 1 Penjelasan: 1. Mendeklarasikan variabel array x dan sekaligus memberi nilai awal pada array 2. Menampilkan isi array satu persatu Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan variabel array satu persatu sebagai berikut. Gambar 4. 4 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 1 Gambar 4. 5 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 1


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 97 Gambar 4. 6 Contoh program menampilkan isi variabel array 2 Penjelasan: 1. Mendeklarasikan variabel array x sebanyak 5 (dihitung mulai 0) 2. Mengisi variabel array satu persatu 3. Menampilkan isi array satu persatu Gambar 4. 7 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 2 Gambar 4. 8 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 2


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 98 Contoh menampilkan isi variabel array dengan menggunakan perulangan perintah For sebagai berikut. Gambar 4. 9 Contoh program menampilkan isi variabel array 3 Penjelasan : 1. Mendeklarasikan variabel array x dan sekaligus memberi nilai awal pada array 2. Menampilkan isi array dengan menggunakan perulangan perintah for Contoh menampilkan isi variabel array dengan memasukkan nilai variabel array sebagai berikut. Gambar 4. 10 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 3 Gambar 4. 11 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 3


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 99 Gambar 4. 12 Contoh program menampilkan isi variabel array 4 Gambar 4. 13 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 4 Penjelasan : 1. Mendeklarasikan variabel array x sebanyak 5 (dihitung mulai 0) 2. Mengisi variabel array x[0] dengan 1 3. Mengisi variabel array x[1] dengan 3 4. Mengisi variabel array x[3] dengan 7 5. Mengisi variabel array x[2] dengan meminta data dari masukan keyboard 6. Mengisi variabel array x[4] dengan meminta data dari masukan keyboard 7. Menampilkan semua isi array dengan menggunakan perulangan perintah for


PRATIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 100 4.2 Array Dimensi Dua Array dua dimensi yang sering digambarkan sebagai sebuah matrik dimana array dua dimensi memiliki banyak baris dan banyak kolom. Deklarasi array dua dimensi secara umum: Gambar 4.11 Penulisan deklarasi array dua dimensi Keterangan: tipe_data :menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll) nama_var_array :menyatakan nama variabel yang dipakai. batas_baris :menyatakan jumlah/ukuran baris pada array batas_kolom :menyatakan jumlah/ukuran komlom pada array. Contoh : Inisialisasi atau memberikan nilai pada array hampir sama dengan variabel tunggal, hanya dalam memberikan nilai ini diperjelas dengan memberi nomor array. x[0][0] = -45; x[0][1]= 6; x[1][0]= 0; x[1][1]= 72; x[2][0]= 4; x[2][1]= 34; Untuk menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan.


Click to View FlipBook Version