TATA NAMA
SENYAWA KIMIA
Kelas X
by : Kelompok 4
PPG Prajabatan 2022 / Kimia
TATA NAMA
SENYAWA
KIMIA
Dewasa ini jutaan Setiap rumus kimia mempunyai nama
senyawa telah dikenal dengan aturan-aturan yang telah
dan tiap tahun ditemukan ditentukan dan disebut tata nama
ribuan senyawa baru, senyawa. Dengan mengetahui rumus
sehingga diperlukan cara kimia, kita dapat menuliskan zat-zat
(sistem) untuk pemberian yang bereaksi dan hasil reaksinya
dalam suatu persamaan reaksi.
nama. Dalam sistem
penamaan yang Tata nama sistematik dari senyawa
kimia disusun dan diatur oleh IUPAC
digunakan sekarang, (International Union of Pure and
nama senyawa Applied Chemistry atau organisasi
Internasional Kimia Murni dan
didasarkan pada rumus Terapan). Penerapan tata nama
kimianya. senyawa kimia meliputi senyawa
– senyawa biner dan poliatomik.
1 TATA NAMA
SENYAWA
Definisi BINER
Senyawa Biner merupakan TERSUSUN ATAS :
senyawa yang tersusun
atas dua atau lebih unsur UNSUR LOGAM GOLONGAN
kimia UTAMA(GOL. A) DAN
UNSUR NONLOGAM
2
Aturan Penamaan
Unsur logam golongan A umumnya memiliki satu bilangan oksidasi. Oleh karena
itu, pada tata nama senyawanya, bilangan oksidasinya tidak perlu disebutkan.
Tata nama senyawa biner yang tersusun atas unsur logam golongan A dan
unsur nonlogam adalah dengan menyebutkan dahulu nama logam, kemudian
diikuti nama nonlogam ditambah akhiran ida.
Nama Logam + Nama Nonlogam + ida
3
Contoh
1
Aturan Penamaan
Unsur logam golongan B umumnya memiliki bilangan
oksidasi lebih dari satu. Oleh karena itu, pada tata
nama senyawanya, bilangan oksidasinya perlu
disebutkan. Tata nama senyawa biner yang tersusun
atas unsur logam golongan B dan unsur nonlogam
hampir sama dengan sebelumnya, hanya saja bilangan
oksidasinya ditulis di dalam kurung dengan angka
romawi setelah nama logam.
Nama Logam + Biloks Logam + Nama Nonlogam + ida
TATA NAMA
SENYAWA
BINER
Tersusun atas :
Unsur Logam Golongan B dan Unsur Nonlogam
Contoh :
TATA NAMA
SENYAWA
BINER
Tersusun atas :
Unsur Nonlogam dan Unsur Nonlogam
TATA NAMA SENYAWA
1.Tata nama dilakukan dengan menyebutkan dahulu nama unsur pertama,
kemudian diikuti nama unsur kedua ditambah akhiran ida.
2.Pada senyawa ini, jumlah unsur disebutkan dalam bahasa yunani.
3.Unsur pertama tidak perlu ditambahkan mono bila unsurnya hanya satu.
4.Untuk senyawa yang terdapat unsur hidrogen (H), jumlah unsur baik dari
unsur pertama dan kedua tidak perlu disebutkan dengan awalan yunani.
5.Senyawa-senyawa yang umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan
tersebut, seperti air, amonia, dan metana.
ANGKA YUNANI
1 = Mono 6 = Heksa
2 = Di 7 = Hepta
3 = Tri 8 = Okta
4 = Tetra 9 = Nona
5 = Penta 10 = Deka
CONTOH
01.
TATA NAMA
SENYAWA
POLIATOMIK
Senyawa poliatom dibentuk oleh lebih dari dua atom yang
berbeda. Pada umumnya senyawa ini dibentuk oleh ion-ion
poliatomik. Ion-ion poliatomik merupakan ion-ion yang terdiri
atas dua atom atau lebih yang terikat bersama, umumnya
dijumpai tersusun atas unsur-unsur nonlogam.
Ion Poliatomik dan namanya
02.
TATA NAMA SENYAWA
POLIATOMIK
Untuk anion sejenis dengan jumlah
oksigen berbeda yaitu jika mengandung
oksigen lebih banyak namanya diberi
akhiran –at, jika oksigen lebih sedikit
namanya diberi akhiran –it
Untuk anion yang mengandung jumlah oksigen
sampai 4, penamaannya yaitu ion yang
mengandung oksigen paling sedikit diberi awalan
hipo- dan akhiran –it, jika mengandung oksigen
paling banyak diberi awalan per- dan akhiran –at.
Penamaan senyawa poliatom diawali dengan
menyebutkan nama kation kemudian anionnya. Jika kation
adalah logam dengan biloks lebih satu jenis maka seperti
yang telah dijelaskan pada aturan sebelumnya setelah
nama logam diiukuti dengan bilangan oksidasi logam.