Kerbau & Burung Jalak Oleh : Indah Puji Astutik SDN 3 Dorang
Aduh, tolong... tubuhku gatal sekali di gigit kutu...
Kamu kanapa? Kok teriak-teriak minta tolong? Tubuhku gatal-gatal karena digigit kutu. Maukah kalian menolongku mengambil makhluk-makhluk kecil ini?
Sebenarnya, aku sangat ingin menolongmu. Sayang aku tak bisa memanjat tubuhmu. Jangankan memanjat, untuk mengangkat tubuhku sendiri saja aku kelelahan
Aduh.. siapa ya yang bisa menolongku
Alangkah laparnya aku
Hai kerbau, mengapa kau meraung-raung minta tolong? Tubuhku gatal karena kutu, maukan kau menolongku?
Baik, aku akan menolongmu. Kebetulan aku juga sedang lapar
pantas kamu sangat gatal, kutunya banyak sekali. Aku bisa kenyang ini
Terima kasih banyak Jalak, kau sudah mau menolongku. Sekarang tubuhku sudah tidak gatal lagi.
Terima kasih juga kerbau, karena kutu di tubuhmu, kini aku tak lagi kelaparan
Jalak, seandainya tiap pagi kamu datang menemuiku untuk membersihkan kutu- kutu di tubuhku bagaimana? Dengan begitu tubuhku tak gatal, kamu pun bisa kenyang tanpa harus bersusah payah mencari makan ke tempat lain. Kita akan sama-sama diuntungkan.
Usul bagus. Dengan senang hati, tiap pagi aku akan kemari. Memakan kutu-kutu di tubuhmu.
Semenjak itu, tiap pagi burung jalak menuju ke padang rumput. Kerbau tak lagi berteriak-teriak minta tolong seperti dulu. Hidupnya tentram karena ada yang membersihkan tubuhnya. Selesai...
Terima kasih teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini.