The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD 3
NAMA: NATAN HAGANTA TARIGAN
KELAS: X-2
ABSEN: 20

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NUZUL GHOFITRIANI HAMIM, 2024-01-30 09:32:37

LKPD LITOSFER NATAN HAGANTA TARIGAN X-2 (21)

LKPD 3
NAMA: NATAN HAGANTA TARIGAN
KELAS: X-2
ABSEN: 20

Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen Natan haganta/20 LKPD 3


Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang sudah mengalami suatu proses pelapukan akan berubah menjadi tanah. Jika tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah tersebut dinamakan tanah mineral. pelapukan FISIKA BIOLOGIS KIMIA


Erosi adalah suatu peristiwa yang terjadi secara alami oleh pengikisan padatan (endapan, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi oleh angin, tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi atau oleh makhluk hidup. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya. Secara umum erosi melibatkan tiga proses yaitu pelepasan, transformasi dan pengendan erosi


Abrasi adalah suatu proses pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut atau pasang surut arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut Abrasi


erosi air sungai atau suatu proses pengikisan tanah di sekitar aliran air. Aliran dari air sungai yang terus menerus mengikis permukaan atau sisi-sisi sungai dan akan berdampak pada terbentuknya ngarai, jurang, maupun lembah. Ablasi


Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi di tempat tertentu. Bahan yang terendap tersebut dapat disebabkan oleh banyak kondisi, misalnya material yang terbawa angin, terbawa aliran air, atau terbawa gletser. Materi yang mengendap dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya materi terbawa angin, aliran air, atau gletser. Kemudian, bahan atau material yang mengendap tersebut akan menyatu, lalu membentuk jenis batuan baru yang disebut dengan batuan sedimen. Sedimentasi AIR GLETSER ANGIN


Deflasi merupakan pengikisan yang disebabkan oleh angin. Biasanya terjadi di daerah gurun. Angin di tempat tersebut akan menyebabkan pasir berpindah ke tempat lain secara konstan. DEFLASI & Tanggul Tanggul adalah semacam tembok miring baik buatan maupun alami, dipergunakan untuk mengatur muka air. Biasanya terbuat dari tanah dan sering kali dibangun sejajar badan sungai atau pantai.


Eksarasi atau yang sering disebut dengan erosi glasial adalah erosi yang disebabkan oleh gletser es. Gletser es adalah padatan es yang bergerak sangat lambat yang terbentuk di daerah dengan iklim dingin sepanjang waktu. Eksarasasi


Meander Kelokan adalah badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai lebih dari setengah lingkaran. Belokan tersebut adakalanya terpisah dengan sungai karena aliran kembali menerobos lurus ketika bertemu. Sisa belokan tersebut dinamakan danau tapal kuda MEANDER & OXBOWLAKE OXBOWLAKE Danau tapal kuda adalah sebuah danau berbentuk huruf U yang terbentuk ketika sebuah kelokan yang lebar terpotong dari sungai utamanya, dan akhirnya membentuk sebuah badan air tersendiri. Bentang alam ini dinamakan demikian dari bentuknya yang istimewa dan menyerupai sebuah tapal kuda atau ladam.


Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, delta adalah tanah endapan berbentuk segitiga di muara sungai. Sedangkan secara umum, delta adalah tanah datar hasil pengendapan yang dibentuk oleh sungai, muara sungai, dimana timbunan sedimen tersebut mengakibatkan propagradasi yang tidak teratur pada garis pantai. Delta


Iklim Curah Hujan Suhu Aksi Akar Hewan dan Mikroorganisme vegetasi Tekanan air Gaya geser tekanan & gaya geser komposisi batuan Jenis mineral Porositas & Permeabilitas waktu ketinggian Biokimia Organisme hidup topografi oksidasi reduksi Sebutkan faktor-faktor yang 2 mempengaruhi pelapukan


Stalakmit dan stalagtit Hembusan angin kencang secara terus menerus di daerah tandus sehingga terbentuk formasi seperti pada gambar di atas, gambar tersebut adalah batu jamur atau mushroom rock akibat pengikisan batuan oleh hembusan angin proses pembentukan akibat eksogen Pelapukan biologis Penguapan, pelapukan dan proses mineral dalam gua. Bagian atas disebut stalaktit dan bagian bawah disebut stalakmit Proses pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut, seperti yang dilakukan oleh pohon Deflasi


proses pembentukan akibat eksogen Pelapukan biologis 1: Sungai terbendung: aliran sungai terhalang oleh rintangan seperti batuan, tumpukan tanah, atau gletser, sehingga terbentuklah bendungan alami. Hal ini bisa terjadi akibat erosi, longsor, atau deposit alam. 2: Bendungan: usaha manusia untuk menahan aliran sungai dengan membangun struktur penghalang. Biasanya, bendungan dibangun untuk menyimpan air dan menghasilkan energi listrik. Deflasi Curah hujan, kenampakan datar suatu wilayah, erosi dan munculnya transportasi air


proses pembentukan akibat eksogen Pelapukan biologis 4. Kanal: tindakan manusia untuk mengalihkan atau mengubah alur aliran sungai dengan membuat saluran buatan. Hal ini dapat dilakukan untuk irigasi, pengendalian banjir, atau transportasi air. 5. Sugai berkelok: terjadi ketika aliran sungai membentuk kurva atau meander karena erosi dan deposisi sedimen di tepi sungai 3: Delta: terbentuk ketika sungai bertemu dengan perairan yang lebih besar (laut atau danau) dan membentuk area datar yang terdiri dari endapan sedimen dan material yang diangkut oleh sungai.


TERIMAKASIH :) Jika anda gagal dalam persiapan, maka bersiaplah untuk gagal!!


Click to View FlipBook Version