The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD 2
NAMA: NATAN HAGANTA TARIGAN
KELAS: X-2
ABSEN: 20

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NUZUL GHOFITRIANI HAMIM, 2024-01-30 09:27:43

LKPD LITOSFER NATAN HAGANTA TARIGAN X-2 (20)

LKPD 2
NAMA: NATAN HAGANTA TARIGAN
KELAS: X-2
ABSEN: 20

DINAMIKA LITHOSFER LKPD 2 Natan Haganta Tarigan


a. Sebut dan jelaskan tenaga yang mempengaruhi bentuk bentukbentuk muka bumi serta sebut dan jelaskan peristiwa yang muncul akibat tenaga tersebut! A. Tenaga Endogen


PERGESERAN LEMPENG gerakan relatif antara lempeng-lempeng litosfer yang dapat menyebabkan perubahan signifikan pada muka bumi. Contoh: Pegunungan atau lembah. TEKTONIKA LEMPENG pergerakan lempeng-lempeng litosfer yang dapat saling bertabrakan, bergerak menjauh, atau bergeser satu sama lain. Contoh: Gempa dan Vulkanik AKTIVITAS VULKANIK Aktivitas vulkanik melibatkan pergerakan magma dari dalam bumi ke permukaan. Contoh: Gunung api TEKANAN DALAM BUMI Tekanan dalam bumi dapat menyebabkan perubahan pada batuan di dalam bumi. Contoh: Batuan malihan/metamorf


b. Sebut dan jelaskan gerakan tektonisme yang terjadi berdasarkan luas dan waktunya


GERAKAN KONVERGEN Terjadi ketika dua lempeng tektonik saling bergerak mendekat satu sama lain dan dapat menyebabkan tumbukan dan subduksi, membentuk pegunungan, lembah tektonik, dan gempa bumi. GERAKAN DIVERGEN Terjadi ketika dua lempeng tektonik bergerak menjauh satu sama lain dan dapat menyebabkan terbentuknya lembah tektonik, rift, dan penyebaran dasar laut. GERAKAN TRANSFORM Terjadi ketika dua lempeng tektonik bergerak berlawanan arah satu sama lain secara horizontal dan dapat menyebabkan gempa sesar dan pembentukan batas lempeng transform. Berdasarkan Luas (Ruang)


GERAKAN TEKTONISME KONTINENTAL Pergerakan dan interaksi lempeng tektonik di skala kontinental dan memunculkan pegunungan (misalnya, Himalaya), gempa bumi, dan pengaruh signifikan pada bentuk muka bumi. GERAKAN TEKTONISME REGIONAL Pergerakan dan interaksi lempeng tektonik di skala yang lebih besar dari suatu wilayah atau benua, contoh: Pembentukan cekungan sedimen, pegunungan, dan deformasi regional. GERAKAN TEKTONISME LOKAL Peristiwa tektonisme yang terjadi di skala yang lebih kecil, seperti pada suatu cekungan sedimentasi, yang berdampak pada pembentukan lipatan, patahan, dan deformasi lokal di batuan. GERAKAN TEKTONISME SECARA PERIODIK Proses tektonisme yang terjadi secara berkala dan dapat mencakup waktu jutaan hingga puluhan juta tahun dan membuat perubahan bentuk muka bumi secara signifikan, pembentukan dan penghancuran fitur geologis, serta evolusi panjang skala geologis. Berdasarkan Waktu


Amati Gambar Berikut 1.Graben: blok batuan yang terletak di antara dua patahan (sesar) yang terbentuk karena adanya peregangan 2.Horst: daerah yang mengalami pergerakan naik. Lipatan rebah: lipatan yang memiliki bentuk landai seperti benda merebah. Penyebab terjadinya lipatan ini yaitu karena adanya dorongan secara melintang dari satu arah.


Amati Gambar Berikut Gerak epirogenesa: gerakan lempeng yang dipengaruhi oleh tektonisme yang meliputi wilayah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama. Salah satu gerak epirogenesa adalah epirogenesa positif. Gerak epirogenesa positif adalah gerak epirogenesa yang mengakibatkan seolah-olah permukaan air laut naik dan permukaan daratan turun. Contoh gerakan tersebut adalah tenggelamnya pulaupulau.


d. Berdasarkan arah dan kekuatan tenaga-tenaga tersebut dan jelaskan bentuk patahan!


NORMAL FAULT (patahan normal) Terjadi ketika blok batuan di atas suatu patahan bergeser ke bawah atau menjauhi patahan, sementara blok di bawahnya tetap relatif diam. Contoh: Rift Afrika Timur. REVERSE FAULT (patahan naik) Terjadi ketika blok batuan di atas patahan bergeser ke atas atau mendekati patahan, sementara blok di bawahnya tetap relatif diam. Contoh: Pegunungan Himalaya. STRIKE-SLIP FAULT (patahan geser mendatar) Terjadi ketika kedua blok batuan bergerak secara horizontal atau mendatar sepanjang patahan, tanpa terjadi pergerakan vertikal yang signifikan. Contoh: Patahan San Andreas di California. THRUST FAULT (patahan dorong) Terjadi ketika blok batuan di atas patahan bergeser ke atas dan mendorong blok di depannya, seringkali membentuk sudut landai. Contoh: Wilayah Himalaya dan Alpen. OBLIQUE-SLIP FAULT (patahan geser miring) Kombinasi dari pergerakan mendatar dan vertikal di sepanjang patahan. Contoh: Patahan Garlock di California.


e. Perhatikan Gambar Berikut a. Berdasarkan gambar diatas lengkapi tahapan dan proses yang terjadi sesuai dengan nomor


BATOLIT adalah batuan beku yang terbentuk di dapur magma. Batolit ini terbentuk karena adanya penurunan suhu yang sangat lambat di dalam dapur magma LAKOLIT adalah magma dengan sifat asam yang menyusup di antara lapisan batuan yang kemudian menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat SILL (lempeng intrusi) adalah lapisan magma tipis yang menyusup di antara celah batuan. Sill ini bentuknya menyebar secara paralel pada lapisan batuan DIATREMA merupakan sebuah pipa yang menghubungkan dapur magma dengan permukaan bumi (jalur yang dilewati magma dari dalam perut bumi menuju permukaan) INTRUSI KOROK adalah lapisan magma yang memotong lapisan batuan secara vertikal. 1 2 3 4 5


APOLISA merupakan cabang dari intrusi korok ya gais. Bedanya, ukuran apolisa lebih kecil dibanding intrusi korok. Apolisa juga disebut sebagai urat magma PIPA KAWAH Merupakan suatu lubang atau rekahan tergolong bidang lemah di kerak bumi, tempat magma menerobos dan naik ke atas permukaan bumi. KAWAH UTAMA Merupakan lubang erupsi dengan diameter hingga 2 km dan berada di bagian puncak gunung api. KERUCUT (gunung api) PARASIT Merupakan kerucut yang terbentuk dari akumulasi material erupsi luar kawah utama yang ada di bagian gunung api dengan ukuran lebih kecil dari kerucut gunug api utamanya. KAWAH SAMPING Merupakan lubang serupsi berdiameter kurang atau hingga 2 km yang berada di lereng gunung api hasil dari adanya penerobosan ke samping gunung api. Contohnya adalah Kawah Domas di Tangkubanperahu 6 7 8 9 10


b. jelaskan ang di maksud dengan: (Ekstrusi Magma)


MAGMA adalah batuan yang meleleh dan masih tersimpan di kantong magma di dalam kerak Bumi. LAVA adalah magma yang telah mencapai permukaan Bumi dan mengalir keluar dari gunung berapi. LAHAR adalah lava yang mengalir di permukaan Bumi dan telah tercampur dengan air, lumur, dan batuan. EFLATA material padat yang berasal dari letusan gunung api. EKSHALASI adalah material padat yang berasal dari letusan gunung api. b.Ekshalasi: Ekshalasi adalah material gas yang berasal dari letusan gunung apii. Ekshalasi ini bisa berupa mofet, fumarol, solfatar, dan awan panas. FUMAROLE adalah uap air panas yang timbul akibat adanya suhu dan tekanan yang sangat tinggi SOLFATAR adalah gas belerang MOFET adalah karbondioksida yang berasal dari kawah gunung api


TIPE LETUSAN CIRI-CIRI CONTOH HAWAII ● Lava yang dikeluarkan dari lubang kepundan bersifat cair ● Lava mengalir ke segala arah. ● Bentuk gunung yang dihasilkan tipe hawaai menyerupai perisai atau tameng. ●Skala letusannya relative lebih kecil namun intensitasnya cukup tinggi. Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii STROMBOLI ● Seringnya terjadi letusan-letusan kecil yang tidak begitu kuat, namun terus- menerus, dan banyak mengeluarkan efflata. ● Letusannya memiliki interval waktu hampir sama. ● Material yang dimuntahkan berupa berupa material padat, gas, dan batu Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa). c. Tabel Tipe Letusan Gunung Api


TIPE LETUSAN CIRI-CIRI CONTOH VULKANO ● Cairan magma yang kental dan dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai dalam, sehingga memiliki tekanan yang sedang sampai tinggi. Tipe ini merupakan tipe letusan gunung api pada umumnya. Contoh, Gunung Semeru di Jawa Timur. ● Besar kecilnya letusan didasarkan atas kekuatan tekanan dan kedalaman dapur magmanya. Daya rusak cukup besar Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur. PERRET letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan menyerupai bunga kol di ujungnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980 merupakan tipe perret yang letusannya paling kuat dengan fase gas setinggi 50 km.


TIPE LETUSAN CIRI-CIRI CONTOH MERAPI ● mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. ● Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava. ● Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. ●Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut wedhus gembel. Gunung Merapi ST. VINCENT Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya. Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.


TIPE LETUSAN CIRI-CIRI CONTOH PELLE Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut meletus. Gunung palle dikawasan karibia, amerika tengah


Peningkatan Aktivitas Seismik: Gempa bumi yang meningkat dalam jumlah dan intensitas di sekitar gunung api. Perubahan Bentuk Gunung Api: Pembengkakan atau perubahan bentuk gunung api yang dapat diukur dengan alat geodetik. Peningkatan Gas Vulkanik: Peningkatan emisi gasgas seperti sulfur dioksida (SO2) dari kawah gunung api. Perubahan Kegiatan Fumarol: Aktivitas fumarol atau lubang-lubang pelepasan gas panas yang meningkat. Perubahan Suhu Air Tanah dan Air Sungai: Peningkatan suhu air tanah dan air sungai di sekitar gunung api akibat adanya aktivitas magmatik. Perubahan Pola Curah Hujan: Perubahan pola curah hujan dan peningkatan kelembaban di sekitar gunung api. Tanda-tanda gunung api akan meletus Pembentukan Kaldera: Terbentuknya cekungan besar atau kaldera setelah letusan gunung api yang mengosongkan kawah. Peningkatan Aktivitas Fumarol: Peningkatan aktivitas fumarol atau pelepasan gas panas setelah letusan. Peningkatan Suhu Air Tanah: Suhu air tanah yang tetap tinggi akibat panas residual dari aktivitas magma. Penurunan Aktivitas Seismik: Penurunan jumlah dan intensitas gempa bumi setelah letusan. Pembentukan Gunung Api Baru: Kemungkinan pembentukan gunung api baru di sekitar sisa-sisa aktivitas vulkanik. Tanda-tanda gejala pasca vulkanik


-Tanah yang Subur: Endapan dari letusan gunung api mengandung nutrisi yang kaya, membuat tanah di sekitar gunung api sangat subur dan cocok untuk pertanian. -Sumber Energi Panas Bumi: Panas bumi yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi geotermal untuk pembangkit listrik dan pemanasan. -Batu Vulkanik Sebagai Bahan Bangunan: Batu-batu vulkanik, seperti andesit dan basalt, dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang tahan lama. -Keindahan dan Kesejahteraan Pariwisata: Keindahan pemandangan alam dan fenomena vulkanik menarik wisatawan, menciptakan potensi ekonomi melalui pariwisata. -Penelitian Ilmiah: Studi vulkanisme memberikan wawasan tentang geodinamika bumi dan membantu dalam memahami fenomena alam serta mengurangi risiko bencana. Dampak positif vulkanisme bagi kehidupan sehari-hari


HIPOSENTRUM adalah pusat gempa yang berada di dalam arti litosfer yang merupkan tempat terjadinya gempa, dimana untuk hiposentrum diukur dengan menggunakan gelombang seismik. EPISENTRUM adalah titik di permukaan bumi dimana gempa terasa dan terekam. FOKUS adalah titik di bawah permukaan bumi tempat terjadinya gempa bumi. Ini adalah titik di mana batuan pecah atau pecah pertama kali saat gempa ISOSEISTA adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang mengalami kerusakan yang sama akibat suatu gempa. b. Pleistosiesta: Adalah garis pada peta yang membatasi makroseista PLEISTOSIESTA adalah garis pada peta yang membatasi makroseista HOMOSEISTA adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi dimana tempat tersebut tercatat memiliki gelombang primer pada waktu yang sama.


Stasiun Seismograf Gelombang Sekunder Gelombang Primer DAERAH A Pukul. 20.52’32” Pukul 20.51’20” DAERAH B Pk. 20.51’ 56” Pk. 20.50’47” DAERAH C Pk. 20’52” Pk. 20.51’36” a. berdasarkan hukum laska hitunglah Berdasarkan tabel diatas, hitunglah jarak episentrum ke daerah A, B dan C! △=∣(S−P)−1` ∣x1.000km △ : jarak episentrum dengan pencatat gempa S : waktu yang menunjukkan gelombang sekunder P : waktu yang menunjukkan gelombang primer 1' : 1 menit


Click to View FlipBook Version