The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NUR SILMI, 2023-11-26 19:36:33

pekan 9-10

pekan 9-10

Dinasti Yuan (1279–1368 M)


Dinasti Yuan (1279–1368 M) Dinasti Yuan (yuan chao) (1279 – 1368 M) adalah satu dari dua Dinasti asing di China (yang lainnya adalah Dinasti Qing). Dinasti asing berarti Dinasti yang bukan didirikan oleh orang Han karena di zaman dulu, Han adalah satusatunya yang dianggap mewakili entitas China. Dinasti ini didirikan oleh Kublai Khan, cucu dari Jenghiz Khan yang mendirikan kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia. WalaupunKublai Khan secara de-facto adalah pendiri Dinasti Yuan, namun ia menempatkan kakeknya, Jenghiz Khan sebagai kaisar pertama Dinasti Yuan.


Dinasti Yuan (1279–1368 M) Sebelum invasi bangsa Mongol, laporan dari Dinasti-Dinasti China memperkirakan terdapat sekitar 120 juta penduduk; namun setelah penaklukan selesai secara menyeluruh pada tahun 1279 M, sensus tahun 1300 M menyebutkan bahwa terdapat 60 juta penduduk. Demikian pula pada pemerintahan Dinasti Yuan terjadi epidemi abad ke-14 berupa wabah penyakit pes (Kematian Hitam), dan diperkirakan telah menewaskan 30% populasi China saat itu.


Dinasti Ming (1368–1644)


Dinasti Ming (1368–1644) Sepanjang masa kekuasaan Dinasti Yuan, terjadi penentangan yang cukup kuat terhadap kekuasaan asing ini di kalangan masyarakat. Sentimen ini, ditambah sering timbulnya bencana alam sejak 1340-an, akhirnya menimbulkan pemberontakan petani yang menumbangkan kekuasaan Dinasti Yuan. Zhu Yuan zhang dari suku Han mendirikan Dinasti Ming setelah berhasil mengusir Dinasti Yuan pada tahun 1368 M. Tahun 1449 M, Esen Tayisi dari bangsa Mongol Oirat melakukan penyerangan ke wilayah China utara, dan bahkan sampai berhasil menawan Kaisar Zheng tong di Tumu. Tahun 1542 M, Altan Khan memimpin bangsa Mongol terus menerus mengganggu perbatasan utara China, dan pada tahun 1550 M ia berhasil menyerang sampai ke pinggiran kota Beijing. Kekaisaran Dinasti Ming juga menghadapi serangan bajak laut Jepang di sepanjang garis pantai tenggara China; peranan Jenderal Qi Jiguang sangat penting dalam mengalahkan serangan bajak laut tersebut. Suatu gempa bumi terdasyat di dunia, gempa bumi Shaanxi tahun 1556 M, diperkirakan telah menewaskan sekitar 830. 000 penduduk, yang terjadi di masa pemerintahan Kaisar Jiajing.


Dinasti Ming (1368–1644) Selama masa Dinasti Ming, pembangunan terakhir Tembok Besar China selesai dilaksanakan, sebagai usaha perlindungan bagi China atas invasi dari bangsa- bangsa asing. Meskipun pembangunannya telah dimulai di masa sebelumnya, sesungguhnya sebagian besar tembok yang terlihat saat ini adalah yang telah dibangun atau diperbaiki oleh Dinasti Ming. Bangunan bata dan granit telah diperluas, menara pengawas dirancang-ulang, serta meriam-meriam ditempatkan di sepanjang sisinya.


Dinasti Qing/Ching (1644–1911 M)


Dinasti Qing/Ching (1644– 1911 M) Dinasti Qing (1644–1911) didirikan menyusul kekalahan Dinasti Ming, Dinasti terakhir Han China, oleh suku Manchu dari sebelah timur laut China pada tahun 1644 M. Dinasti ini merupakan Dinasti feodal terakhir yang memerintah China. Diperkirakan sekitar 25 juta penduduk tewas dalam periode penaklukan Manchu atas Dinasti Ming (1616- 1644). Bangsa Manchu kemudian mengadopsi nilai-nilai Konfusianisme dalam pemerintahan mereka, sebagaimana tradisi yang dilaksanakan oleh pemerintahan Dinasti-Dinasti pribumi China sebelumnya.


Dinasti Qing/Ching (1644– 1911 M) Pada Pemberontakan Taiping (1851–1864 M), sepertiga wilayah China sempat jatuh dalam kekuasaan Taiping Tianguo, suatu gerakan keagamaan kuasi-Kristen yang dipimpin Hong Xiuquan yang menyebut dirinya “Raja Langit”. Setelah empat belas tahun, barulah pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, tentara Taiping dihancurkan dalam Perang Nanking Ketiga tahun 1864 M. Kematian yang terjadi selama 15 tahun pemberontakan tersebut diperkirakan mencapai 20 juta penduduk. Beberapa pemberontakan yang memakan korban jiwa dan harta yang lebih besar kemudian terjadi, yaitu Perang Suku Punti-Hakka, Pemberontakan Nien, Pemberontakan Minoritas Hui, Pemberontakan Panthay, dan Pemberontakan Boxer. Dalam banyak hal, pemberontakanpemberontakan tersebut dan perjanjian tidak adil yang berhasil dipaksakan oleh kekuatan imperialis asing terhadap Dinasti Qing, merupakan tanda-tanda ketidak mampuan Dinasti Qing dalam menghadapi tantangantantangan baru yang muncul di abad ke-19.


叁 4 MASA KEMUNDURAN PERADABAN CHINA


谢中国 谢风水墨通用中国风,即在歌曲中加入中国古代景,用现代的音乐唱出古典的味道,唱法多样。曲风偏向传统的一种传统东方的美感,因为它完全符合“三古三新”标准。


Click to View FlipBook Version