BUKU SAKU
PEMANFAATAN DAN
PEMELIHARAAN
INFRASTRUKTUR DRAINASE
DAN JALAN LINGKUNGAN
DI KAWASAN KUMUH
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT
KATA PENGANTAR
Infrastruktur memiliki peran penting dalam
mendukung pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi. Kualitas hidup masyarakat akan
meningkat jika infrastruktur memadai.
Pembangunan infrastruktur guna pemenuhan
kebutuhan masyarakat juga harus diimbangi
dengan pemanfaatan dan pemeliharaan. Untuk
memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan
dan memelihara infrastruktur yang telah
terbangun, maka disusunlah buku saku ini.
Diharapkan dengan adanya buku saku ini dapat
menjadi panduan praktis bagi masyarakat.
02
MUATAN BUKU
01 Dasar Hukum
02 Pemanfaatan Infrastruktur
03 Pemeliharaan Infrastruktur
04 Prasarana Drainase
05 Jalan Lingkungan
03
DASAR HUKUM
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.13/PRT/M/2011
Mengenai Tata Cara Pemeliharaan Dan Penilikan
Jalan, Petunjuk Praktis Pemeliharaan Jalan.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2014
beserta lampirannya mengenai Penyelenggaraan
Sistem Drainase Perkotaan.
Standar Teknis Jalan Pada Permukiman, Surat Edaran
Dirjen Cipta Karya Nomor:16/SE/DC/2020
Panduan Pembangunan Jalan dan Jembatan
Perdesaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan
Jalan dan Jembatan.
Prosedur Operasional Standar (POS) Operasional dan
Pemeliharaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).
04
PEMANFAATAN
INFRASTRUKTUR
Pemanfaatan infrastruktur adalah cara
menggunakan prasarana dan sarana sesuai
dengan fungsinya untuk peningkatan
kualitas hidup masyarakat di lingkungannya.
05
PEMELIHARAAN
INFRASTRUKTUR
Pemeliharaan infrastruktur adalah upaya
untuk menjaga agar prasarana dan sarana
yang dibangun atau telah ada agar berfungsi
sesuai fungsinya dan memiliki umur
pemakaian lebih lama.
06
PRASARANA DRAINASE
Lengkungan atau saluran air di permukaan
atau di bawah tanah, baik yang terbentuk
secara alami maupun dibuat oleh manusia,
yang berfungsi menyalurkan kelebihan air
dari suatu kawasan ke badan air penerima.
Saluran drainase
berbentuk trapesium
Saluran drainase
berbentuk segiempat
07
SISTEM PEMANFAATAN
01. Setiap warga menyepakati bahwa
drainase yang berada di sekitar rumah
menjadi tanggung jawab masing-masing.
02. Apabila ditemukan sampah di
dalam drainase, maka dalam 1 kali
24 jam sampah harus dibersihkan
03. Sanksi denda diberlakukan
apabila ada warga masyarakat
membuang sampah di drainase.
04. Dibuat rencana pemeliharaan
prasarana yang bisa disepakati
bersama.
08
Do
&Don't
Do Don't
Bersihkan saluran drainase Membuang sampah pada
dari sampah saluran drainase
Bersihkan saluran drainase Membuat bangunan diatas
dari dedaunan kering saluran drainase
Bersihkan saluran drainase Membakar sampah pada
dari tumbuhan liar saluran drainase
Bersihkan saluran drainase Membuang limbah rumah
dari sedimen tangga pada saluran drainase
09
TEKNIK PEMELIHARAAN SALURAN
DRAINASE
Pengerukan Sedimen Saluran Drainase di
Lingkungan Permukiman, Pelaksanaan
pengerukan dilakukan satu atau dua kali dalam
setahun, biasanya dilaksanakan di musim
kemarau.
Alat yang digunakan:
Cangkul sekop tali raffia
bergagang
panjang
karung plastik gerobak dorong
10
Pengerukan Sedimen Saluran Drainase Tipe
Terbuka
Langkah-langkah pekerjaan adalah sebagai
berikut
1.Sedimen yang mengendap di dasar saluran
diangkat ke atas tepi saluran dengan alat
cangkul dan sekop.
2.Penggalian sedimen harus benar-benar bersih
sampai ke dasar saluran.
3.Jika di dalam saluran terdapat sampah, maka
sampah diangkat lebih dahulu selanjutnya
dilakukan pengerukan sedimen.
4.Sedimen didiamkan terlebih dahulu sampai
cukup kering (kira-kira 3 jam) setelah
penggalian.
11
5. Sedimen dan sampah dimasukkan ke dalam
karung plastik yang terpisah kemudian diikat.
6. Karung sedimen diangkut ke lokasi yang telah
ditentukan.
7. Karung sampah yang terkumpul diangkut ke
tempat pembuangan sementara (TPS) maupun
tempat pemrosesan akhir (TPA).
12
Pengerukan Sedimen Saluran Drainase Tipe
Tertutup
Langkah-langkah pekerjaan adalah sebagai
berikut
1.Angkat penutup saluran Drainase.
2.Sedimen yang mengendap di dasar saluran
diangkat ke atas tepi saluran dengan alat
cangkul dan sekop.
3.Penggalian sedimen harus benar-benar bersih
sampai ke dasar saluran.
4.Jika di dalam saluran terdapat sampah, maka
sampah diangkat lebih dahulu selanjutnya
dilakukan pengerukan sedimen.
5.Sedimen didiamkan terlebih dahulu sampai
cukup kering (kira-kira 3 jam) setelah
penggalian.
13
6. Sedimen dan sampah dimasukkan ke dalam
karung plastik yang terpisah kemudian diikat.
7. Karung sedimen diangkut ke lokasi yang telah
ditentukan.
8. Karung sampah yang terkumpul diangkut ke
tempat pembuangan sementara (TPS) maupun
tempat pemrosesan akhir (TPA).
9. Tutup kembali penutup saluran.
14
Pengerukan Sedimen Gorong-gorong
Gorong-gorong adalah saluran yang memotong
jalan atau media lain. Bentuk gorong-gorong
terdiri dari: bentuk lingkaran yang terbuat dari
pipa beton dan bentuk segiempat dari beton
bertulang.
Langkah-langkah pekerjaan adalah sebagai
berikut
1.Gunakan cangkul bergagang panjang untuk
mengambil sedimen yang mengendap di
dasar gorong-gorong berukuran kecil.
15
2.Gunakan cangkul dan sekop jika gorong-gorong
tersebut berukuran besar dan pekerja dapat
masuk ke dalamnya.
3.Jika di dalam saluran drainase terdapat
sampah, maka sampah diangkat terlebih
dahulu selanjutnya dilakukan pengerukan
sedimen.
4.Sedimen ditiriskan terlebih dahulu
sampai cukup kering (kira-kira 3 jam)
setelah penggalian.
5.Sedimen dan sampah dimasukkan ke dalam
karung plastik yang terpisah kemudian diikat.
6.Karung sedimen diangkut ke lokasi yang telah
ditentukan dengan menggunakan alat gerobak
dorong maupun truk-truk kecil.
16
Perbaikan Saluran Drainase Sederhana
Langkah-langkah pekerjaan adalah sebagai
berikut :
1.Bersihkan atau bongkar bagian pasangan talud
yang rusak.
2.Buat tanggul (kistdam) penahan air di tempat
kerja dengan memasang karung-karung
plastik berisi tanah/pasir.
17
3.Buang air dengan menggunakan pompa air di
bagian dalam kistdam agar tempat kerja jadi
kering.
4.Gali tanah untuk kepala pondasi sampai pada
elevasi yang direncanakan.
5.Buat adukan dengan menggunakan alat
molen dengan campuran semen dan pasir
(1:4).
18
6.Pasang pasangan batu belah untuk kepala
pondasi dan buat pasangan dinding dengan
siar timbul dan rapihkan kembali sisa-sisa
adukan yang tidak terpakai.
7.Setelah pasangan selesai dan sudah
mengering, bongkar dan angkat tanggul
penahan.
8.Rapihkan semua pekerjaan perbaikan saluran
ini.
19
JALAN LINGKUNGAN
Jalan Lingkungan merupakan jalan umum
yang berfungsi melayani angkutan
lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat
dan kecepatan rata-rata rendah.
Jalang lingkungan dengan konstruksi: Paving
blok, rabat beton, hotmix
Jalan lingkungan
rabat beton
Jalan lingkungan
paving blok
Jalan lingkungan
hotmix
20
SISTEM PEMANFAATAN
01. Memasang rambu batas maksimum berat
kendaraan beserta isinya yang bisa
melewati agar kendaraan roda empat
keatas tidak semua bisa melintas.
02. Memasang Portal penghalang dengan
ketinggian tertentu, sehingga kendaraan
dapat terkontrol tonasinya.
03. Memasang tiang penghalang (kiri/kanan)
dengan ukuran lebar mobil jenis minibus.
21
SISTEM PEMANFAATAN
04. Kecepatan rencana pada daerah datar
adalah 40 km/jam, sementara untuk
daerah perbukitan adalah 20 km/jam.
05. Tidak boleh membuat talud yang lebih
tinggi dari bahu jalan tanpa dilengkapi
saluran drainase.
06. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi
tempat mencuci kendaraan atau barang-
barang.
07. Tidak boleh menanam pohon di bahu
jalan.
22
Do
&Don't
Do
Bersihkan jalan lingkungan dari
sampah dan tumbuhan liar
Melintas dengan kendaraan
sesuai tonase
Melintas dengan kecepatan
rencana
Don't
Membuang sampah pada
jalan lingkungan
Membuat talud lebih tinggi
tanpa saluran drainase
Mencuci kendaraan dan
barang lainnya di jalan
Menanam pohon pada bahu
jalan
Membuat speed bumb/polisi
tidur dengan sembarangan
23
TEKNIK PEMELIHARAAN JALAN
LINGKUNGAN
Agar infrastruktur yang dibangun tetap berfungsi
sesuai dengan kualitas dan umur pelayanan yang
direncanakan, maka diperlukan teknik pemeliharan
sebagai berikut:
01. Pembersihan secara umum (rutin dan
berkala).
02. Membuang tumbuhan liar dan
sampah (terutama di bahu jalan dan
saluran samping jalan).
03. Penanganan kerusakan-kerusakan
ringan.
24
TEKNIK PEMELIHARAAN JALAN
LINGKUNGAN
Dalam menentukan besarnya iuran bagi
masyarakat pemanfaat maka agar diperhitungkan
komponen biaya-biaya yang akan terjadi meliputi:
Biaya bahan/alat untuk pemeliharaan rutin.
Biaya bahan/alat untuk pemeliharaan berkala.
Iuran atau tarif terhadap pengguna Jalan
Lingkungan hanya dapat dipungut secara suka rela
bagi pemanfaat yaitu :
Melewati jalan dengan menggunakan
kendaraan roda empat lebih dari 2 kali (PP)/hari.
Saat musim panen atau setiap hari pasar.
Dibayar dengan menggunakan hasil bumi
(beras, kelapa, dsb).
Bagi yang tidak dapat membayar dengan uang
tunai, dapat dicatat dengan sumbangan
material atau tenaga.
25
Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Infrastruktur
Jalan:
1.Jalan Aspal
a. Retak Garis di Permukaan.
Penyebab:
Umur & Traffic (overload).
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
b. Terkelupas
Penyebab:
Umur & Traffic (overload).
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
26
b. Retak Sarang Laba-laba
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
2. Beton
b. Terbongkar
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
27
b. Melendut (banyak)
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
c. Permukaan Berlumut
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase.
28
3. Paving Blok
a. Terbongkar
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase,
Kanstin/Batu Pengunci Paving Blok.
b. Melendut
Penyebab:
Umur, Traffic (overload), Sistem drainase
buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase,
Kanstin/Batu Pengunci Paving Blok.
29
c. Pecah
Penyebab:
Umur, Traffic (overload).
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase,
Kanstin/Batu Pengunci Paving Blok.
d. Berlumut & Tumbuh Rumput
Penyebab:
Sistem Drainase buruk.
Pencegahan:
Traffic Management, Perbaikan Drainase,
Kanstin/Batu Pengunci Paving Blok.
30
Perbaikan Jalan Lingkungan Sederhana
Alat Perata Linggis
Waterpass Timbris
Cetok/ sendok semen Benang
Alat Angkut Sekop
31
Langkah-langkah perbaikan jalan aspal dan beton
adalah sebagai berikut :
1.Galilah lubang atau amblas tersebut dalam
bentuk segi 4 (empat).
2.Padatkan dasar galian tersebut.
3.Isi galian dengan bahan jalan yang baik.
Bahan jalan yang dimaksud, untuk aspal dapat
menggunakan campuran aspal dingin (cold
mix). Untuk jalan rigid dapat menggunakan
Portland Cement tipe I, dengan agregat kerikil
ukuran 10-44 mm serta pasir ukuran 0,25-4,75
mm.
32
4.Padatkan bahan isian tersebut sampai
permukaannya rata dengan permukaan
jalan menggunakan timbris.
33
Langkah-langkah perbaikan jalan paving block
adalah sebagai berikut :
1.Bongkar paving blok yang amblas/rusak.
2.Pasang benang sesuai elevasi paving yang
benar.
3.Ratakan dan padatkan dasar tanah.
4.Pasang paving sesuai elevasi benang.
5.Isi joint filler atau naat paving dengan abu batu
atau pasir.
34
Scan me:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman