PUISI
GURU
Guru,
Kau mengajariku berbagai hal
kau mengajariku dari kecil hingga besar
kau tak pernah minta imbalan
kau pahlawan tanpa tanda jasa
Aku sadar, aku sering menyusahkanmu
Aku sadar, kau lelah dan letih mengajariku
Aku tahu, kau tak pernah putus asa
Aku tahu, kau mengajariku tanpa pamrih
Guru,
Aku minta maaf karena selalu menyusahkanmu
Aku minta maaf karena selalu merepotkanmu
Aku minta maaf kalau tak selalu menuruti perintahmu
Aku akan mengingatmu sampai akhir hayatku
(Andhika Paramasatya, Kelas V SD Mutiara Indonesia)
ILMU
Ilmu …
Bukan bagaikan
Mengambil sepotong kue
Memakannya, kemudian kenyang
Tapi …
Ilmu bagaikan
Meraih bulan
Yang bulat bersinar
Nan jauh di sana
Walau sulit meraihnya
Tapi sangat menyenangkan
Bila berhasil menghafalnya
(Safira Aziza, Kls IV, Cimanggis, Depok)
Bentuk karya
sastra yang
menggunakan
kata-kata
yang indah
dan kaya
makna.
Keindahan
sebuah puisi
disebabkan
oleh: diksi,
majas, rima
dan irama
yang
terkandung
dalam karya
sastra
tersebut.
Adapun kekayaan makna yang terkandung
dalam puisi dikarenakan oleh pemadatan
segala unsur bahasa.
Bahasa yang digunakan dalam puisi
berbeda dengan yang digunakan
sehari-hari. Puisi menggunakan
bahasa yang ringkas, namun
maknanya sangat kaya. Kata-kata
yang digunakannya adalah kata-
kata konotatif, yang mengandung
banyak penafsiran dan pengertian.
KEINDAHAN KATA (DIKSI)
MAJAS
RIMA PUISI
UNSUR-UNSUR PEMBENTUK PUISI
1. Pengertian
Puisi yaitu ; teks atau karangan yang
mengungkapkan pikiran dan
perasaan dengan mengutamakan
keindahan kata-kata.
2. Unsur-unsur Puisi
a. Majas dan Irama
➢Majas (Figuratif Language); adalah
bahasa kias yang dipergunakan utk
menciptakan kesan tertentu bagi
penyimak atau pembacanya.
Misalnya : Puisi “Hujan Bulan Juni”.
Terdapat dua majas yang dominan
dalam puisi tersebut, yaitu; majas
personifikasi == majas yang
membandingakan benda tidak
bernyawa seolah-olah bernyawa
(buku paket bab 4, hal 92)
➢ Majas Paralisme; majas yang
mengulang kata di setiap baris yang
sama dlm satu bait di dalam
penggunaan puisi.
Contoh:
Kau berkertas putih
Kau bertinta hitam
Kau beratus halaman
Kau bersampul rapi
➢ Irama Puisi (ritme) == pergantian
tinggi rendah, panjang pendek, dan
keras lembut ucapan bunyi.
irama puisi harus diekspresikan
dengan lembut sebagai perwujudan
dari rasa kagum dan simpati (contoh
pada hal. 95).
b.Penggunaan Kata-kata Konotasi, yaitu
kata yang tidak mengandung arti
sebenarnya (contoh pd hal. 96)
Contoh ‘Puisi Gadis Peminta-minta’
Kata-kata gadis kecil berkaleng kecil,
dimaknai sebagai *seorang
perempuan yg masih anak-anak yang
sdh mengalami kesengsaraan.*
*Kotaku jadi hilang, tanpa jiwa..,
dimaknai sebagai keadaan di suatu
tempat yg sudah kehilangan rasa
kemanusiaannya, masyarakat/orang
lain sudah tidak mempedulikannya.
c. Kata-kata Berlambang
Simbol atau lambang adalah kata-kata
tertentu yang mewakili suatu hal yang
ingin disampaikan.
contoh :
a. Lambang benda ‘Burung dara jantan’
Yang dulu kau pelihara
Kini terbang menemui jodohnya (WS Rendra)
b. Lambang warna
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami berduka
Bagi kami ikut berduka
c. Pengimajinasian Puisi
Pengimajian/Citraan kata atau susunan kata-
kata yang dapat mengungkapkan
pengalaman indrawi, seperti penglihatan,
pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat
dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara
(auditif), imaji penglihatan (visual), dan
imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji
dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan
melihat, mendengar, dan merasakan seperti
apa yang dialami penyair.
Citraan Penglihatan
Citraan Perabaan
Saat masa-masa kecil dulu
Aku selalu menantikan saat-saat
bersama ibu
Di mana aku tertidur di balai bambu
Tangan ibu mengusap wajahku
Kepada ibu aku merindu
Oleh : Abdul Malik
Citraan Pendengaran
Rintihan Pengemis Tua
Brakk ….
Seketika itu sang pengemis jatuh
Tertabrak seorang pejalan kaki yang diduga
Preman
Terdiam dan melemah …
Pengemis itu hanya bisa pasrah
Uang receh di botol plastiknya habis terjarah
Oleh : Abdul Malik