SUSUNAN ACARA
MUSYAWARAH ANTAR DESA KHUSUS
PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR BUM DESA BERSAMA
DENGAN PP NO.11 TAHUN 2021 TENTANG BUMDES
NO ACARA PEMANDU WAKTU
1 Pembukaan MC 09.00
2 Menyanyikan lagu Indonesia Raya 09.05
3 Do’a Dirigen 09.10
4 Pembukaan acara MAD Khusus Pemimpin doa 09.15
5 Pemilihan Ketua dan Sekretaris Sidang Camat Tegalsari 09.20
6 Sidang I (Materi) Camat Tegalsari
09.20 s.d 11.50
- Pembahasan nama BUM Desa Bersama Ketua Sidang
- Pembahasan modal 11.50
- Pembahasan jenis/bidang usaha Sekretaris sidang 12.00 s/d 13.00
- Pembahasan susunan Pengurus
- Pembahasan pembagian surplus Direktur utama 13.05
- Pembahasan Anggaran Dasar Ketua Sidang 13.15 – 13.45
7 Kesimpulan Sidang I Sekretaris sidang 13.45 – 13.55
ISHOMA 13.55 – 14.00
8 Sidang II (Materi) MC
- Penyampaian program kerja
- Pembahasan program kerja
9 Kesimpulan Sidang II
10 Penutup
BERITA ACARA
MUSYAWARAH ANTAR DESA KHUSUS
PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR BUM DESA BERSAMA
DENGAN PP NO.11 TAHUN 2021 TENTANG BUMDES
Nomor : 002/MAD-TEGAS/VII/2021
Pada hari ini Rabu tanggal 28 bulan Juli Tahun 2021 jam 09.30 sampai dengan jam 12.00
WIB. bertempat di kantor BUM Desa Bersama TEGAS telah diselenggarakan Musyawarah Antar
Desa Khusus Penyesuaian Anggaran Dasar BUM Desa Bersama dengan PP No. 11 Tahun 2021
Tentang BUMDES yang dihadiri oleh peserta sidang sebagaimana tercantum dalam lampiran daftar
hadir. Adapun materi yang dibahas sebagai berikut:
1. Pembahasan nama BUM Desa Bersama;
2. Pembahasan modal BUM Desa Bersama;
3. Pembahasan jenis/bidang usaha BUM Desa Bersama;
4. Pembahasan susunan Pengurus BUM Desa Bersama;
5. Pembahasan pembagian surplus BUM Desa Bersama; dan
6. Pembahasan Anggaran Dasar BUM Desa Bersama;
Setelah dilakukan pembahasan terhadap materi di atas, selanjutnya seluruh peserta sidang
secara mufakat menyepakati hal-hal sebagai berikut:
1. Menyetujui nama BUM Desa Bersama adalah BUM Desa Bersama TEGAS sesuai dengan
persetujuan nama dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
2. Menetapkan modal BUM Desa Bersama TEGAS sebesar Rp. 2.613.467.230,- (dua milyar enam
ratus tiga belas juta empat ratus enam puluh tujuh ribu dua ratus tiga puluh rupiah), berasal dari:
a. penyertaan modal bersama Desa-desa sebesar Rp. 87.000.000,- (delapan puluh tujuh juta
rupiah) yang berasal dari 6 Desa pendiri masing-masing sejumlah Rp. 14.500.000,- (empat
belas juta lima ratus ribu rupiah);
b. penyertaan modal bersama masyarakat Desa sebesar Rp. 2.526.467.230,- (dua milyar lima
ratus dua puluh enam juta empat ratus enam puluh tujuh ribu dua ratus tiga puluh rupiah)
yang berasal dari keseluruhan aset yang dikelola oleh pengelola kegiatan dana bergulir
masyarakat eks program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan.
3. Menyetujui jenis/bidang usaha BUM Desa Bersama adalah:
a. Jasa keuangan yaitu Kredit Dana Bergulir Masyarakat; dan
b. Perdagangan barang dan jasa, yaitu Toko GEMBIRA adalah toko yang menjual sembako dan
kebutuhan sehari-hari dengan grosir dan eceran.
BUM Desa Bersama dapat mengembangkan usaha dan/atau membuka unit usaha di bidang
antara lain jasa keuangan, perdagangan barang dan jasa, pertanian, peternakan, pariwisata,
pengemasan produk, dan pengelolaan sampah.
4. Mengangkat dan menetapkan kembali pengurus BUM Desa Bersama yaitu:
7 Dewan Penasihat
Ketua Kepala Desa Karangdoro (Sunaryo,SP)
Sekretaris Kepala Desa Dasri (H..Tuandi,SH)
Anggota Kepala Desa Tegalrejo (Tumari)
Kepala Desa Karangmulyo (Waris Andriyanto)
Kepala Desa Tamansari (Drs.Soecipto Purnomo)
Kepala Desa Tegalsari (Boniran)
Dewan Pengawas
Ketua : Drvi Wijaya Heru Tama
Sekretaris : Masrukin,ST
Anggota . Ita Ratnasari,S.Sos
Direktur Utama . Lutfiatul Muhabibah,A.md
Direklur Keuangan . Puji Laili Maulidiyah,SE
Dirktur Operasional : Anis Suprapti,SE
5. Menyetujui pembagian surplus BUM Desa Bersama sebagai berikut:
a. Usaha Kredit Dana Bergulir Masyarakat
- minimal45% pemupukan modal;
- minimal 25o/oBagi hasil Desa: dan
- maksimal30Yo kelembagaan BUM Desa Bersama
b. Usaha perdagangan Toko GEMBIRA
- 5A% pemupukan rnodal;
- 30o/a bagi hasil Desa; dan
- 2A% bagi hasil BUM Desa Bersama (usaha Kredit Dana Bergulir Masyarakat)
6. Menetapkan Anggaran Dasar BUM Desa Bersarna TEGAS
Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan dengan penuh tanggung jawab agar bisa
di gunakan sebagaimana mestinya.
Tegalsari, 28 Jrli202l
Sekretaris sidang
( AH.MA r^uxffl ) ( E\ ,*l*fl/,
B?p ?ESA F,AIrA,II6DDR.D Wakil peserta sidang.
(qT ) )( b")( )
1 rl A gUr\m-rt(
7 Karangmulyo
Kepala Desa Tegalsari Kepala Desa Tegalrejo i':
'i:. !
4{} Karangdoro Desa Dasri
Tamansari
* t ,
t-{
tr
I}AFTAR HAI}IR
MUSYAWARAH ANTAR DESA KHUSUS
TAHUN 2O?I
KECAMATAN : TtrCALSARI
TEMPAT : KANTOR BUM DESA BERSAMA TEGAS
TANGGAL
: {8. JULI 2021
DESA
: DASRI
No NAN{A ALAMAT .IABATAN TANDA
I SATRIYO, S. Sos, MM TEGALSARI CAMAT
TEGALSARI TEGALSARI
,, BONIRAN
KEPALA DESA
3 TUMARI TEGALRE.IO KEPALA DESA
4 WARTS ANDRIYANTO KARANGI}IULYO KEPALA DESA
5 SUNARYO" SP KARAI{GDORO KEPALA DESA
6 }_I, JUANDI" SH DASRI KEPALA DESA
7 Drs SOECII'}TO PURNOMO TAMAITISARI KEPALA DESA
I 5r*-*^+ k\ T <#"l,grr, BPD
TEGALSARI
k9 //*i^ atrl
Teoat tz€Jc) BPD
10 /t Jo* urtt' TEGALREJO
11 Ta*o, BPI}
Frtq-*..t\q4uu/0 KARANGMULYO
Fnprqtsvoro BPD
KARANGDORO
t2 iltrh fza"mg,; e ?*sr r BPD /')
DASRI "/-
;r 1,4 ltrP,YA n, TAPl^ilrAB1
BPD /,hr
t4 TACTL t TAMANSARI
TE6A\9A?_l
ryt*Dr.^l; Ll I}EWAN
lapaqsnuL/D P[.NGAWAS
UU
l5 Nfrnqp rrt DEWAN
PENGAWAS
16 It, Bb^, !ar\ '
DEWAN
PENGAWAS
If4t7 Pahn-".aur^'h' Teg,tVrxe t k r-.. ?Mtc "r*fu
l8 r/ iga $-tA9pu?st1 \z-*r-rtrg4on; Kauc L.1.r,"ut11t1 I (
VcaA pran4r(or: \ d
19 tUt{ ra,\u\ f^ulralrtyayr 'lca4\<>a(t ? uzF tur @
nrr7,4 A SugraYtt tB"/tL{e€JO 9ur<grq{Y'ta
^rD trmt
Operzrno na[
r$Wffiffi2t (sru,.a urv 2aN*tzlrl-( lC4-r-*Na nxvrf a urc.a6i;
'flr',) fic1g.,nol1 pao^1a.6p \ArA,L'iL tv\ayawgl fu,b
Pae+ \caratgaloro I
23 AIJA Wurttell fltA,trtAtJiYKt tu
1 WaFr\ fnao'faraFa:r
Dr^ a\Bt+ $n.aman"
24 a/*t fi*n*x
Teg q,lsa"n WA{F,L $afaral'uS
Y,< (r \cr" n Qer4 ! a,e n'
.\--
N4,*t6HL ;4a,qia.ra1c41- lf\
Peg Tegalsart'
NOTULEN MAD
MAD diawali dengan pemilihan ketua dan sekretaris sidang yang dipimpin oleh Camat Tegalsari,
Bpk. Satriyo, S.Sos. dan terpilih ketua sidang adalah Bpk Ahmad Fauzan ketua BPD Desa
Karangdoro dan sekretaris sidang adalah Estika Muzawaroh wakil masyarakat Desa Karangmulyo.
Pak Fauzan : Materi pertama adalah pembahasan tentang nama BUM Desa Bersama.
Berdasarkan sertifikat persetujuan nama dari Kemendesa, Menteri Desa telah
menyetujui nama yang diajukan yaitu BUM Desa Bersama TEGAS, jadi forum ini
tinggal menyetujui dan menetapkannya…. Bagaimana?
Seluruh peserta forum MAD menyepakati banwa nama BUM Desa Bersama adalah TEGAS.
Pak Fauzan : Materi kedua adalah pembahasan tentang modal BUM Desa Bersama. Tahun 2021
ini BUM Desa Bersama mendapatkan ADD Khusus dari Kaabupaten Banyuwangi
sebesar 87jt Rupiah yang disalurkan melalui 6 desa se kecamatan Tegalsari dengan
besaran masing-masing desa sejumlah Rp. 14.500.000. Hal ini juga sudah diketahui
oleh semua Desa dan dana tersebut per 30 Juni 2021 semua desa sudah mentransfer
ke rekening BUMDESMA. Oleh karena itu dana 87jt rupiah itu kita tetapkan sebagai
penyertaan modal bersama desa-desa ke BUMDESMA.
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan tutup buku tahun 2020, tercatat aset dana
bergulir masyarakat program PNPM-MPd sejumlah Rp. 2.526.467.230,- Sehingga total
modal BUMDESMA TEGAS sejumlah Rp. 2.613.467.230
Pak Samani : Dari draft anggaran dasar bab modal mohon dijelaskan sebenarnya berapa sih modalnya
masing-masing desa dari aset pnpm, karena sampai saat ini saya belum mengetahui dengan
jelas berapa sebenarnya modal desa yang ada di bumdesma ini.
Yang ke dua, mohon dipisahkan antara modal desa dan modal masyarakat di bumdesma ini
sehingga jelas berapa modal masyarakat dan berapa modal desa
Pak Fauzan : untuk pertanyaan ini silahkan mbak Fia untuk menjawab.
Fia : baik pak, untuk modal yang dari pnpm ini sesuai dengan petunjuk yang ada di PP No. 11
Pasal 73 bahwa seluruh aset eks. PNPM-MPd diakui sebagai penyertaan modal bersama
masyarakat dalam BUMDESMA. Kami tidak ada petunjuk bahwa aset eks pnpm ini dibagi
ke masing-masing desa sehingga bisa terbentuk komposisi bagian desa tegalsari berapa,
tegalrejo berapa dan desa lain berapa, yang kami pahami selama ini adalah seluruh aset eks
pnpm ini diakui sebagai aset masyarakat se kecamatan dan dalam bumdesma disebut sebagai
penyertaan modal bersama masyarakat desa. Dari apa yang sudah kami jalankan selama ini,
dari aset itu surplusnya dibagi ke desa-desa secara proporsional berdasarkan penyerapan
kredit di masing-masing desa.
Untuk pertanyaan kedua, dalam draft anggaran dasar modal desa dan modal masyarakat
sudah dipisahkan pak, bisa dibaca dalam pasal 10 bahwa modal bersama desa desa sebesar
87jt rupiah dan modal bersama masyarakat sebesar 2,5 milyar, penggunaannya pun juga
sudah dipisahkan. Modal dari desa untuk usaha perdagangan toko gembira sementara modal
dari masyarakat atau eks pnpm untuk usaha kredit dana bergulir masyarakat, demikian juga
pembagian surplusnya juga sudah dipisahkan, bisa dilihat di pasal 36, surplus usaha kredit
dana bergulir masyarakat dan surplus usaha perdagangan toko gembira sudah dijelaskan
sendiri-sendiri bagiannya.
Pak Fauzan : bagaiman bapak ibu penjelasan dari mbak Fia tadi ada yang belum bisa dipahami?
Tidak ada sanggahan dari peserta sidang dan seluruh peserta sidang menyepakati total modal BUMDESMA
TEGAS sejumlah Rp. 2.613.467.230 yang berasal dari Penyertaan modal bersama desa desa sebesar 87jt dan
penyertaan modal bersama masyarakat sebesar Rp. 2.526.467.230,- yang berasal dari keseluruhan aset pnpm
berdasarkan laporan keuangan tutup buku tahun 2020.
Pak Fauzan : Pembahasan ketiga adalah tentang jenis atau bidang usaha BUMDESMA, untuk itu saya
persilahkan mbak Fia selaku ketua BUMDESMA untuk menjelaskan tentang ini.
Fia : untuk jenis usaha ini menurut kami tinggal melanjutkan apa yang sudah berjalan
yaitu usaha kredit dana bergulir masyarakat dan usaha perdangangan sembako secara
grosir dan eceran. Untuk usaha perdagangan ini kami menggunakan nama TOKO
GEMBIRA. Selanjutnya kedepan untuk pengembangan usaha, sesuai dengan draft
anggaran dasar yang kami bagikan, BUMDESMA bisa melakukan kegiatan usaha di
bidang jasa keuangan, perdagangan barang dan jasa, pertanian, peternakan,
pengemasan produk, pariwisata dan pengelolaan sampah.
Pak Fauzan : dari draft anggaran dasar yang sudah kita terima, bagaiman bapak ibu semua
tentang jenis usaha ini ada tambahan?
Tidak ada usulah tentang jenis usaha dari peserta sidang dan semua menyepakati apa yang ada di
draft anggaran dasar.
Pak Fauzan : pembahasan selanjutnya tentang pengurus BUMDESMA, ini sudah kita bahas
dalam MAD LPJ awal tahun ini, jadi saat ini kita tinggal menetapkan kembali
pengurus BUMDESMA, saya bacakan lagi susunan pengurus bumdesma yaitu;
Dewan penasihat
Ketua : Kepala Desa Karangdoro (SUNARYO, SP)
Sekretaris : Kepala Desa Dasri (JUANDI,SH)
Anggota : -1. Kepala Desa Tegalrejo (TUMARI)
-2. Kepala Desa Karangmulyo (WARIS ANDRIYANTO)
-3. Kepala Desa Tegalsari (BONIRAN)
-4. Kepala Desa Tamansari (SOECIPTO PURNOMO)
Dewan pengawas
Ketua : Dwi wijaya Heru tama
Sekretaris : Masrukin,ST
Anggota : Ita Ratna sari,S.Sos
Direktur utama : Lutfiatul Muhabibah,A.md
Direktur operasional : Anis Suprapti, SE
Direktur keuangan : Puji Laili Maulidiyah,SE
Seluruh peserta sidang menyepakati menetapkan kembali susunan pengurus BUMDESMA
sebagaimana yang dibacakan oleh ketua sidang.
Pak Fauzan : Pembahasan ke lima tentang pembagian surplus BUMDESMA. Sudah ada dalam
draft Anggaran Dasar pasal 36 tentang pembagian surplus ini… monggo bapak ibu
mungkin ada usulan?
Pak Samani : Pembagian surplus untuk usaha kredit dana bergulir masyarakat itu minimal 45%
kembali ke modal, minimal 20% bagi hasil desa, dan maksimal 35% kelembagaan
BUMDESMA. Kenapa prosentasi bagian untuk desa lebih kecil daripada
kelembagaan?
Pak Fauzan : silahkan dijawab mbak Fia
Fia : disini ada kata minimal dan maksimal pak, kelembagaan maksimal 35% sementara
bagi hasil desa minimal 20%, artinya jika kebutuhan kelembagaan bisa cukup
dengan 30% surplus ya gak masalah, bagi hasil desa bisa 25% atau penambahan
modalnya yang menjadi 50%. Pembagian surplus ini prosentasenya akan kita
sepakati setiap tahun dalam MAD LPJ. Ada kata maksimal dan minimal ini untuk
memberikan ambang batas atas dari bagian kelembagaan dan ambang batas bawah
untuk pemupukan modal dan bagi hasil desa.
Pak Samani : seharusnya kan bagian untuk desa lebih besar dari kelembagaan? Kebutuhan
kelembagaan untuk apa saja sih? Kalau usul saya kelembagaan 20% dan bagi hasil
desa 30%
Fia : itu tadi pak… bisa saja, kan ada kata maksimal dan minimal yang disitu fleksibel
disesuaikan dengan kebutuhan kelembagaan. Dengan surplus seperti saat ini
maksimal 35% itu masih relevan karena kebutuhan kelembagaan juga banyak,
seperti bonus direksi, insentif dewan penasihat, insentif dewan pengawas, insentif
untuk ketua kelompok, sumbangan-sumbangan terhadap kegiatan masyarakat atau
instansi, rakor kelembagaan dan kebutuhan tak terduga lainnya. Tapi jika
prosentase ini dirasa masih kurang pas, monggo jika ada usulan lain berapa kira2
pembagian surplusnya?
Camat : Dari apa yang sudah dijalani selama ini, saya rasa pembagian surplus itu sudah pas
ya.. jangan sampai jika memeng bagian untuk kelembagaan dikurangi, justru akan
melemahkan semangat pengelola, justru ini menurut saya kurang baik kedepannya,
Pak Bandrudin : Menurut saya kita ambil tengahnya saja… Kelembagaan turun di 30% dan bagi
hasil desa naik menjadi 25%.
Pak Waris : Menurut saya, selama ini pengelola sudah menghitung dengan cermat dengan
pembagian surplus itu. Jika memang kelembagaan masih membutuhkan biaya
seperti itu ya tetap saja pembagian surplusnya 35% untuk kelembagaan, toh itu
nanti setipa MAD LPJ juga bisa gak segitu nilainya, dilihat dari kebutuhan yang
ada.
Pak Fauzan : Saya pernah menjadi bagian dari BUMDESMA ini, setahu saya memang
kebutuhan kelembagaan tidak sedikit sehingga nilai 35% itu masih relevan. Tapi
Pak Ashari monggo bagaimana ini kesepakatannya?
: Saya setuju dengan usul dari BPD Dasri tadi pak… kita ambil tengannya, 30%
untuk kelembagaan dan 25% untuk bagi hasil desa.
Pak Fauzan : Bagaimana bapak ibu semua dengan komposisi ini? Minimal 45% pemupukan
modal, minimal 25% bagi hasil desa, dan maksimal 30% kelembagaan
BUMDESMA?
Tidak ada usulan lagi, akhirnya semua peserta sidang menyepakati pembagian surplus usaha kredit
dana bergulir masyarakat adalah minimal 45% pemupukan modal, minimal 25% bagi hasil desa, dan
maksimal 30% kelembagaan BUMDESMA.
Pak Fauzan : Pembahasan terakhir sebelum sidang diskors untuk ishoma adalah tentang Anggaran
Dasar BUMDESMA. Bapak ibu semua, draft Anggaran dasar sudah dibagikan saat
pemberian undangan, saya berharap sudah dibaca dan jika ada usulan perubahan
mohon langsung disebutkan di pasal berapa dan usulannya apa?
Inti-inti dari Anggaran Dasar saya rasa sudah kita bahas ya… seperti nama, modal,
jenis usaha, pengurus, dan pembagian surplus… pasal-pasal yang lain sepertinya
sudah standarnya Anggaran Dasar.
Fia : iya pak pasal seperti tugas dan wewenang penasihat, pengawas dan pelaksana
operasional sdh sesuai dengan PP NO.11 tentang BUMDES, Karena memang isinya
kami mengkopi dari PP tersebut
Pak Fauzan : Baik bagaimana masih ada usulah tentang isi Anggaran Dasar?
Tidak ada usulan lagi dari peserta sidang sehingga semua peserta sidang sepakat untuk menetapkan
Anggaran Dasar BUMDESMA.
Pak Fauzan : Baik sidang diskors untuk ISHOMA sampai jam 1 siang. Sidang akan kita lanjutkan
untuk pembahasan program kerja BUMDESMA.
Sekretaris sidang membacakan hasil sidang pertama, selanjutnya sidang diskors untuk ISHOMA.
Sidang kedua (Jam 13.15 WIB)
Pak Fauzan : Bapak ibu sekalian, kita lanjutkan MAD ini dengan sidang kedua membahas tentang
program kerja BUMDESMA. Untuk itu saya persilahkan direktur bumdesma untuk
mepresentasikan program kerjanya.
Direktu utama BUMDESMA Lutfiatul Muhabibah mepresentasikan program kerja kurang lebih
selama 10 menit.
Pak Fauzan : setelah mendengar presentasi direktur tadi, bagaiman bapak ibu semua? Program
kerja ini juga sudah dijelaskan pada MAD LPJ awal tahun ini
Tidak ada usulan atau pertanyaan tentang program kerja ini, dan semua peserta sidang menyepakati
menetapkan PROGRAM KERJA BUMDESMA TAHUN 2021.
Sekretaris sidang membacakan hasil sidang dan sidang ditutup oleh ketua sidang.