Kebimbangan di Ujung Senja
Karya : Dara Kelana
Akubertahandalamarusgelombang kebimbangan
Meskikadangsampanrindumujadialasan
Tukterus melaju karenadayung cintamu memburu
Tapi....akutetapnelayantakberperahu
Tak kuasamenahanderasnyabadaitopanemosi menerjang
Hempaskanakudipulausesal nan gersang
Mengapalayarkutakjuaterkembang
Meskikinisenjamenjelangdatang??
Siapayang salah??
Kemanaku harus melangkah ??
Jalanku kian tak tentu arah
Tertatih aku kau tetap diam dalam keangkuhanmu
Menjerit pekik aku kau tetap membisu
Apa yang kau mau tak seperti yang ku mau
Meski awan naungi diri dari terik mentari
Meski hujan sirami padang nan gersang
Waktubawakuberenangdilautanasanan dalam
Hingga mutiara kembali dalam pelukan
Perbedaan
Karya: Dara Kelana
Isikotakkita berbeda
Meskiakupemilikkuncikotakmu
Tak dapat kubuka pintumu
Hingga kau ijinkan aku masuk
Bersamasepertidulu
Merangkaibungakasih
Merendaceritacinta
Berbagi dukanestapa
Berkelanadibelantara lara mencarimakna
Kini hari berubah diammu ubah asamu
Sementara aku terpaku pada kata sang bayu
Biarkan ia dengan maunya
Hingga tiba masa kembalikan cerianya padaku
Karena ku yakin tak ada bunga yang lain
Tumbuh dan bersemi di taman hati
Keindahanmu
Karya : Dara Kelana
Berjutapagikujumpa
Tiada seindah pagimu
Sinarmu bekilau pancarkan keteguhan
Hangat candamumampusirnakan
Kebekuanhatidalamkehampaan
Ronamubuatkutakkuasa
Berpalingdaritataplembutmu
Jangankautanyamengapakupunyarindu
Pada keteduhan sinar pagimu
ijinkan akutetapmenantimu
meskisekedarjumpadalammimpiku
Kemersaraan di Beranda
Karya : Dara Kelana
Segelaskopipahitkesukaanmu
Kusajikansepenuhcinta
Bersamasepiringnasiuduk
Taklupasepotongbala - bala
Dangorengtahu serta sambal lada
Bekalenergisebelumkautunaikan
Kewajibandiruangpelayanan
Menyambuttamudengansegalakebutuhan
DariKK,KTPhinggaAktaKelahiran
Sehatlahselalusuamikusayang
Kutungguhinggatibajampulang
Kusambutlelahmudengansenyuman
Agarsirnasegalakepenatan
Terimakasihatascintadanketulusan
Yangtelah kaupersembahkan
Semoga kita kan selalu bersama di alam fana
Hingga jumpa berkumpul kembali di alam baka
Sinarmu Menebus Sukmaku
Karya : Dara Kelana
Terlalukuatakarmenancap
Hinggatakmudahkubunuhmati
Rantingcintatumbuhdibatanghati
Meskikinihujantaklagisiramitaman
Sejukkan ranting kuatkan dahan
Tapisinarmentari
Masihmenembussukmamelati
Biarlahtetapadabagiandarialurcerita
Meskitakpernahkupinta.....
Haruskah Gugur ke Bumi
Karya : Dara Kelana
Putikyangsedangberbunga
Kuncupyangsedangmewangi
Mekarindah bersemi
Haruskahjatuhkebumi
Cintayangtumbuhberkembangditamanhati
Rinduyangbersarangdidindingkalbu
Kasihyangterlanjurmengalirdisungaisanubari
Haruskahterbunuhmati?
Sanggupkahkutatapmentariselepaskaupergi???
Pagi Penuh Warna
Karya : Dara Kelana
Pagi....bawalahakumenari
Ikutiiramahaticeriaberseri
Pujaanhatihadirkanpelangi
Indahmempesonawarnawarni
Manjakansanubari
Inilah sesungguhnyakebahagiaanyangkunanti
Sekianlamasembunyi
Dibaliktiraiemosi
Terhalangawankelam
Terpendamdisamuderadiam
TerimakasihRamadhan
Kaukembalikanmentaripagiku
Hadirkanpurnamaterangi malamku
Berhiasgemintangpenuhcintamembahana.....
Panggung Sandiwara
Karya: Dara Kelana
Tiraipanggungsandiwarakiniterbuka
Mainkanlahperanmu
Ikutialurceritasangsutradara
Lakonsukahadirkantawa
Lakondukauraiairmata
Latarjadipendampingtema
Daribelantarahinggaangkasa
Darimasalaluhinggaasamembahana
Danakutokohtakberperan
Penontonpunbukan
Tapiakumasihpunyamau
Ikutialurceitamu......
Nyanyian Hampa
Karya : Dara Kelana
Merdunyanyanyikutilang
Ditelingamasihterngiang
Teiringserulingdankendang
Alunanmelodimengajakakuberdendang
tapi....siapalahaku
Hanyapemilikragaberhatihampa
Tiadakuasatukikutihentakkanirama
Meskipucukcemaramerayuku
Tukturutbersama
Kakitaklagibertenaga
Takkuasakuayunkanmeskiselangkahsaja
Lengantaklagibermasa
Hinggaserasa takberguna
Adakahyangsudipandangikumeskisedetiksaja????
Kesaksian Sang Pagi
Karya : Dara Kelana
Pagi....kausaksijatuhuraiairmatakukarenanya
Pagi....kausaksipedihlarahatikukarenanya
Tapi...kuyakinkaupulayangesokajakkumenaridicakrawala
Lupakannestapadihariini
Tutupceritayangtakkupintasisakangoresanluka
Deretkatayangkubacasesakkandada
Biarcukupjadicerita
Anugrah Ramadhan
Karya: Dara Kelana
Jikatidurmusajaibadahapalagizikirmu
Jikadiammulebihbaikapalagilantunanmu
Ayat-ayat yangkaubacamenggemasyahdusejukkankalbu
Jikasatujadi10bagaimanadengan1000
Ramadhanhadirkanberjutakeberkahan
Milikimalamlebihbaikdari seribubulan
akankah kautetapterlenadengansibukmuyangsia-sia??
Marikawanayosaudara
Ramadhanmasihada
Menunggumuubahterlena
Menujukemenanganyangnyata.....
Permohonanku
Karya : Dara Kelana
Akuhanyabutirpasirditepian
Hinadinalemahtakberdaya
Kotorpenuhnodadandosa
Bodohkadangkhilapdanalpa
Ramadhan...diharimukumohonkanampunan
KeridhoanIlahidalampelukan
Ramadhan...hadirmusentiasakunantikan
Andaidapatkupintaharimuadadisepanjangmasa
Tapiyangkuasatahusegalanya
Sebulanadamampuhapuskan segalanya
Ramadhan....disiangdanmalammupenuhkeberkahan
Titiskanakukesucianmuhingga berlalumu
Tukkembaliditahundepan...
Jemput Mimpi
Karya: Dara Kelana
Senjayangsejuk
Seolahhiburkudarikepedihan
Merejammenghujam
Laramenerpaporak – porandaketenanganjiwa
Awanberarakdihiasironajingga
Seakanmengajakkumenari
Berdendanglupakangulanadisiang
Sambutriangdimimpimalam kelam
Meski hanya dalam mimpi
Ku sentuh lembut wajahmu
Ku remas gemas jemarimu
Ku peluk mesra bahagiaku bersamamu
Dilema di Jelang Senja
Karya : Dara Kelana
Senja....hanyakauyangtaukini
Sungguhakulaksanakutilangtakbersuara
Kupu –kupulepassayap
Garudatakbercakar
Elangtakberparuh,perih,pedih,
Menyayathatibakditusukseribuduri
Lukamengangatersiramracuncuka
Katataklagibermakna
Syairtaklagiindahdirasa
Kemanakubawaragamelangkah
Kekanankiritertutupsudah
Bayupuntakkuasa menjawab tanyaku
Kapanakhirdilemayangmenderaku
Asa di Pagi Ini
Karya : Dara Kelana
Pagi....inginkuulangbahagiadiharikemarin
Tapiwaktumemangtakkuasabuatitu
Hariinitetaplahhariini
Kembalikepiluanmengawalihariku
Untaiankatayangenggankubaca
Berderetsesakkandada
Tanyayangtaklagiadajawabnya
Berulang datang apayangharuskuucap??
Kesabarankupintapadakalian
Sepertikupintapadayang Kuasa
Hadirkanlah segera
Penghapus nestapaku nestapamu jua
Demi Kamu
Karya: Dara Kelana
Berapakalikubilang
Terserahnamuntakjuakau melangkah
Inginkulihat kuasamu
Ingin ku dengar gaungmu
Namun kau tetap diam membisu
Ragukah??takutkah??
Entah apa rasamu
Tapimemangkasihku
Takkan biarkan kau dalam kecewamu
Kuturuti,kuikutimaumu
Demiimpianmukurelalepas sisilver
Aku Bukan Garuda
Karya: Dara Kelana
Maapjikakinitaksanggupkuikuti maumu
Kukabulkan pintamu
Lelah letih tak berkesudahan
Menantitiada pasti
Manunggutaktentu waktu
Tapi aku bukan garuda perkasa
Akuhanyapemilikragaberjiwa hampa
Takusahkaukejar aku
Kakikutakkuasaberlari melangkahpunbakdiatasseribu duri
Takusahkaupanggil aku
Tiadakudengarbisikangin lalu
Percumakauhampiriaku
Karenabukankatakuyangkaumau
Diam ,diamlahkaudisana
Hinggawaktutibakupinta
Bawamu kepangkuanku
Padamu Aku Mengadu
Karya: Dara Kelana
Malam....padamukucurahkankepedihan hati
Rindukuterkuburdidasarsamudera keliru
Cintaku tersesat di belantara prasangka
Kasihku tak sampai kelangit asmara
Sayangkuterbang melayangdiangkasa diam
Kiranyapelangienggantampakkanwarna
Pada melati yang kandas bersemi
Bayumalubisikkankatapembawanestapa
Hinggakutilangpunsirnasuara.
Malam...dekaplahakudalam senyapmu
Hadirkanmimpiterindahmu
Agarkumamputatap mentaridiesok hari
Terimakasih Ramadhan
Karya : Dara Kelana
TerimakasihRamadhan
Perlahankaukembalikan
Rintik hujan dibumi gersangku
Meskisetetescukupkunikmati sejukmu
Kuyakinesoklusagerimiskanselaluhadir
Temani malam –malampanjangku
Sepertidiwaktu dulu
Hapuskangundahku
Terlelap dalam dekaphangat
Hinggapagitibabuka mata
Awaliharidengansenyum bahagia
Cahaya Cinta
Karya : Dara Kelana
Pagi....masihkahkausetiamenungguku
Hinggakulepasselimutmalasku
Berlari mengejar asa nan semu
Menembus awan rindu
Merenda kasih dicakrawala
Memohoncahayacinta
Pada mentari yang kini masih sembunyi
Melatimalu-maluembunmenyapa
Ajak menari sambut hari
Selamatpagipenghunialam
Jangantermenungataupundiam
Mariuraisenyuman agar bahagia segera datang
Rasa yang Ada
Karya: Dara Kelana
Sesungguhnya sakit itu ada
Meskikusembunyidibalik tawa
Tangis ku bungkus kain canda
Pedih perih melanda belantara dada
Air mata tak lagi tertahan bermuara
Takpernahkupintarasa merasuki sukma
Menyiksatumbuhirumputlara
Merindu tak kenal waktu
Menyinta tak sampai ke angkasa
Kasih hanya jadi lelucon saja
Kini kupintapadamuyangtakpunyarasa
Jangankau siramlukadenganaircuka
Hingga merana tak tentu masa
Bukan Pujangga
Karya: Dara Kelana
Akubukanpujangga
Hanya musafir di belantara kata
Berderet diksi kutata
Kadangmaknasukma nan lara
Nestapa gulana jugacandatawabahagia
Tapi takjarang sekedar bualan belaka
Tak perlu kau pikir syair yang kucipta
Adadantiada cerita sekedar hiasan layar kaca
Sukanikmati sajataksukaabaikan ia
Tentangmu
Karya : Dara Kelana
Ingin kutulis tentangmu
Tapi ku rasa percuma saja
Ribuan kata ku tata
Tak satupun bermakna bagimu
Inginku tutupceritatentangmu
Namuntakkuasamengunci pintu sukmaku
Inginkuberlalujauhdarimu
Tapi berat langkahku tuk melaju
Tiada ku pinta bayu ajakmu kepangkuanku
Tiadakuharapelangbawakuterbangkesinggasanamu
Biarlahkutungguhinggawaktuakhirisandiwaraberlalu
Bukan Siapa – Siapa
Karya: Dara Kelana
Aku memang bukan purnama
Bercahaya di gelap gulita
Bukanpulamutiara
Berkilauan manjakan pandangan
Akujugabukanmelati
Bersemi mewangi sepanjang hari
Aku hanya daun kering nyaris jatuh ke bumi
Menghibapadaangin
Agar tak hempas diri di telaga sesal
Memohon pada embunberiseteteskesejukkan
Agarkumampubertahan
Hingga tiba waktuku menjelang
Kesaksianmu
Karya : Dara Kelana
Pagi....kausaksijatuhuraiairmatakukarenanya
Pagi....kausaksipedihlarahatikukarenanya
Tapi...kuyakinkaupula
Esokajakkumenaridicakrawala
Lupakannestapa yang ada
Tutupceritayangtakkupinta
Sisakangoresanluka
Deretkatayangkubacasesakkandada
Biarcukupjadikenangan saja
Kan teringat di sepanjang masa
Kehampaan
Karya: Dara Kelana
Merdu nyanyi kutilang
Di telinga masih terngiang
Teiring seruling dan kendang
Alunan melodi mengajakaku berdendang
Tapi....siapakahaku
Hanyapemilikragaberhatihampa
Tiada kuasa tuk ikuti hentakkan irama
Meskipucukcemaramerayuku
Tukturut bersama
Kaki tak lagi bertenaga
Takkuasakuayunkanmeskiselangkah saja
Lengantaklagibermasa
Hinggaserasa takberguna
Adakahyangsudipandangikumeskisedetiksaja ?
Senyum di Ujung Pagi
Karya : Dara Kelana
Senyum terkulum dipenghujung pagi
Teriring genderang hadirkan siang dalam keterikkan
Sirnakan kegundahan malam kembalikan keyakinan
Hati kecil tak akan dustakan rasa berkembang
Kesetiaan tertanam demi kebahagiaan dalam keabadian
Maapkan jika sempat tercampakkan dalam masa kealpaan
Sesungguhnya hadirmu tak mesti tergantikan
Meski benalu cinta mengoyak rasa dalam kepedihan
Semoga iman senantiasa dikuatkan
Demi Cinta
Karya : Dara Kelana
Tiap kita pernah lupa
Tiap pecinta pasti terluka
Tak mudah pertahankan cinta yang ada
Butuh perjuangan dan pengorbanan demi bertahtanya setia
Ingatlah kebahagiaan cinta tak terukur dari harta
Ketulusan dan keihlasan demi kebahagiaan di alam fana
Tuk jumpa kembali berkumpul di alam keabadian
Mawadah warohmah dalam keimanan
Semoga senatiasa dalam kenyataan
Kisah Sayapku
Karya: Dara Kelana
Dulu kau beri aku sayap
Karena lelahmu menanggung bebanku
Karena yakinmu akan kesetiaanku
Kau ijinkan aku terbang
Melanglang hingga pulang
Membawa segenggam harapan
Masa depan yang kita impikan
Memang kadang dipersimpangan jalan
Kita berbeda keinginan
Meski pada akhirnya aku mengalah untuk menang
Kini senja menjelang awan prasangka nyaris lunturkan keyakinan
Kau ingin ku patahkan sayapku
Meski kau tahu itu derita bagiku
Haruskah ku akhiri petualanganku
Gelora di Jiwa
Karya : Dara Kelana
Tak mesti keraguan selimuti hati
Tak harus kecemburuan gelapkan naluri
Cinta bukan keinginan yang dipaksakan
Kasih bukan tuntutan akan kewajiban
Ketulusan,keikhlasan lebih berharga
Dari sebongkah batu permata
Bahagia tak dapat dibeli
Jangan hiasi hari dengan sepercik emosi
Sungguh seuntai senyum dapat sirnakan kepedihan
Kembalikan gelora asmara di jiwa
Antara Ada dan Tiada
Karya : Dara Kelana
Kau...ada tapi laksana tiada
Hangatmu terasa menembus sukma
Namun tak dapat kuraba
Bisikmu selembut sang bayu
Mengelus mersa kalbu namun fatamorgana
Kau..hanya mimpi bagiku
Kala ku gapai dirimu
Kiranya kau hanya banyang- bayang semu
Dan suatu ketikapun kau hanya ilusi semata
Buatku cukup teriksa
Terlanjur.....
Karya : Dara Kelana
Terlanjur tumbuh ranting kasih berdaun sayang
Putik cinta berbunga rindu
Biarlah tetap ada sebagai cerita
Karena siapapun hanya bisa ikuti alur sang sutradara
Aku,kamu dan kita sekalian hanya aktor dari lakon yang telah ada
Dengan tidak mengada – ngada
Tetap di alur yang terjaga
Tak keluar dari batas zona
Hingga tiada sesal di akhir masa
Pemburu Bahagia
Karya: Dara Kelana
Aku satu dari pemburu bahagia
Kadang ku terbang di angkasa raya
Berteman awan canda
Tak jarang ku berenang di laut samudera berbagi tawa
Meski garuda tak hirau senyum ceria ku punya
Aku tetap kan melaju berkelana
Aku cukup lelah dengan si kemarin
Yang beriku nestapa hingga urai air mata
Aku letih dengan si hari lalu
Yang beriku duka lara
Jadi....biarlah kini ku beri warna pada hidupku
Jangan hirau langkahku
Tak perlu usik mauku aku cukup tahu apa yang ku mau
Dan kau tak perlu tahu yang ku mau!!!
Takdirku
Karya : Dara Kelana
Sungguh ku sadari bahagia derita
Bukan kebetulan semata
Tertulis didinding qodlo dan qodar sejak zaman ajali
Sebagai ketentuan Ilahi Rabbi
Tapi tak henti kupinta bahagia dalam doa
Sirnakan nestapa dan duka lara
Jikapun ada kerikil tajam menghujam hadirkan derita
Semoga hanya ujian semata
Demi meningkatnya derajat ketaqwaan
Dan keimanan dalam kehambaan
Hingga kembali keharibaan
Membawa khusnul khotimah demi ridho- Nya
Tentangmu
Karya : Dara Kelana
Suatu hari ku dengar khabar sang bayu
Dari bisik sang pemburu
Meski tak ku yakini itu
Tapi cukup mengusik ketenangan kalbu
Akan banyak duri menusuk jika ku terus melaju
Berlalu di tebing berhimpit dan berliku
Mungkingkah ku mampu hadapi jalan terjal
Bertabur duri menusuk berawan kelabu
Haruskah ku dengar ? benarkah semua itu ?
Ku yakin mentari masih punya cinta untukku
Masih ada rindu yang menggebu
Hingga tak akan rela ku urai air mata
Bertabur derita sepanjang masa
‘
Antara ada dan tiada
Karya: Dara Kelana
Kau.....ada tapi laksana tiada
Hangatmu terasa menembus sukma
Namun tak dapat kuraba
Bisikmu selembut sang bayu
Mengelus mesra kalbu
Namun hanya fatamorgana bagiku
Kau hanya mimpi untukku
Kala ku gapai dirimu
Kiranya hanya bayang - bayang semu
Kemilau warnamu kunikmati
Tapi tak mungkin ku miliki
Dan suatu ketikapun
Kau hanya ilusi semata
Buatku cukup tersiksa
Pesan Sang Bayu
Karya: Dara Kelana
Benar kata sang bayu
Cari dan ciptakan duniamu yang baru
Tinggalkan masa lalu
Dengan duri - duri menusuk kalbu
Buang kepiluan di hari kemarin
Raih impian di hari ini, esok dan lusa
Tangis yang sempat ada
Air mata yang tak sengaja
Biarlah cukup jadi cerita
Kini raih segala asa
Karena bahagia kita yang punya
Waktu tiada peduli terus melaju
Tak hiraukan diammu
Ayo bangkit dari terlenamu
Padi datang ajakmu turun dari peraduan
Pemilik alam takan ubah warnamu kawan
Jika kau tak berupaya ubah warnamu sendiri
Bukan yang Ku Pinta.....
Karya :Dara Kelana
Jika memang ada itu bukan yang kupinta
Rasa yang menggelora hanyutkan sukma
Sirnakan logika meski sesaat indah terasa
Jika memang ada itu bukan yang kupinta
Cemburu menyiksa berujung prasangka
Sakit mendera kata tak lagi puaskan rasa
Jika memang ada itu bukan yang kupinta
Tak kuasa ku bendung urai air mata
Kala kata yang ku baca tak semestinya ada
Jika kini telah tiada itu bukan yang kupinta
Meski ku yakin cinta ini tak semestinya ada
Rindu ini tak seharusnya bertahta
Diammu Menyiksaku
Karya : Dara Kelana
Tak ada kata tuk sapaku
Tiada jawab tuk tanyaku
Diam kau diam seribu bahasa
Diammu menyiksaku
Diammu lukai hatiku
Aku terlalu bodoh tuk ikuti alurmu
Aku terlalu lemah tuk terbang dengan badaimu
Kau datang dan pergi sesuka hatimu
Kau mainkan peran cerita semaumu
Dan aku hanya ada dalam prasangkaku
Andai dapat kupinta pada waktu
Kembalikan aku ke masa lalu
Tak perlu ku jumpa denganmu
Asaku berpendar di langit biru
Melayang dalam angan semu
Kini ku tersiksa pada rasaku sendiri
Bahagia bersamamu sesaat berganti kepiluan di hati
Tapi aku tak kuasa berlalu dan bertepi
Darimu kini hingga nanti
Meski ku sadari semua tiada berarti
Perih pedih menyiksa diri
Raga lemah tak berdaya
Kutunggu hingga waktu berpihak padaku
Kembalikan aku ke masa indah d
Cinta di Senja Fatamorgana
Karya : Ecih Suningsih( Dara Kelana )
Ku kenal dirimu dalam kebekuan hati di senja fatamorgana nan sepi
Dirimu yang penuh prestasi dan dedikasi
Semangat berapi tuk membangun kemajuan ibu pertiwi
Menuju revolusi industri
Mengabdi membimbing anak negeri sepenuh hati
Karyamu indah meresap disanubari
Hatimu mulia tulus berbagi
Sikapmu lembut penuh kasih
Aku terpana elok rupa dan karya penuh pesona
Jumpa pertama hadirkan rindu menggebu
Entah ku tak mengerti rasaku
Untaian kata dan candamu ku nantikan disetiap waktu
Sapamu membuat ku tersenyum malu
Cengkrama dunia maya hanyutkan sukmaku
Berpendar diangkasa biru
Menggapai asa dan cita bersamamu
Tapi kiranya aku keliru rinduku tak berlabuh di lautan cintamu
Entah sungguh entah dusta katamu cukup mengiris sembilu
Kau campakkan rinduku setelah kau beri harap padaku
Kau penggal dari akar hingga ranting perih menusuk kalbu
Aku bagai daun kering jatuh ke bumi tertiup angin
Kau siram racun pada kecambah yang bersemi indah
Seolah kau tak akui rasamu
Kau salahkan rasaku
Demi egomu kau tak hiraukan kepedihan hatiku
Hatiku hancur lebur
Ragaku lemas jiwa serasa terkubur
Sungguh ku tersiksa
Meski ku tau kau tak mungkin kumiliki
Ada tembok penghalang diantara kita yang menjulang tinggi
Cukup bahagia kurasa jika sapamu senantiasa ada
Ku tak pinta jumpa yang salah
Tapi waktu membawaku ke singgasana megah
Cintaku disenja fatamorgana sesaat nan indah
Berakhir diujung acara membawa lara nestapa
Ku Tunggu.......
Karya : Dara Kelana
Rindu yang kupunya kau anggap angin lalu
Meski kau cukup tau tapi tak berarti bagimu
Canda yang ku tunggu disetiap waktu
Tak lagi hadir menghiburku
Sekedar satu kata saja tiada
Enggan kau suguhkan buatku gundah gulana
Bertanya dalam diam mencari jawab adakah salah kupunya
Hingga berubah sikap dan irama
Mungkinkah dirimu telah jemu
Akankah kau pergi meninggalkanku
Tak mudah bagiku lupakan segala
Hapuskan rasa yang bertahta dalam sukma
Tapi tak mungkin aku memaksa
Biarlah kutunggu hingga waktu jumpa tiba
Kau beri jawab atas segala tanya
Hingga sirna segala prasangka
Ceria Di Balik Derita
Karya: Dara Kelana
Senyum yang ku tebar hanya sandiwara
Ceria yang ada hanya fatamorgana
Siapa mengira derita melanda menerpa
Biarlah pedih perih ini ku terima
Kau yang semestinya ada kala ragaku tak berdaya
Kau acuh tak peduli diam saja
Siapa kini aku bagimu ?
Kau masih mentariku yang harus menyinari langkahku
Kau masih pemimpinku yang harus melindungiku
Mungkin memang aku terlalu perkasa di matamu
Atau sudah matikah rasamu ?
Kemarau panjang melanda tak kau hiraukan
Lalu salahkah diriku jika kucipta kesejukkan sendiri
Aku masih ingin menikmati pagi
Melanglang di siang gapai mimpi
Merenda cerita indah di senja
Kini kau diam seribu bahasa
Seolah aku yang bersalah
Entah sampai kapan kau akan berubah
Buang egomu kembali rasamu seperti dulu
Kutunggu hingga waktu berpihak padaku
Kumbang Tak Bermadu
Karya : Dara Kelana
Hai kumbang di taman
Lagumu nyaring
merdu melengking
Sayapmu indah menari berkeliling
Tebar pesona seraya berkerling
Tapi aku ingin segera berpaling
Dari janji kau ingkari kini
Dari kata fatamorgana ku sesali
Usaikan cerita tak bersutradara
Akhiri sandiwara nestapa
Kukira kau datang dengan secawan madu
Tapi kiranya aku keliru
Kau siram racun pada ranting kering
Kau cipta derita pada belantara sangka
Sesal sungguh bergemuruh
Tak sanggup lagi jika harus kutunggu
Pada batas waktu tak tentu
Keangkuhanmu tumbangkan asaku
Sirnakan keyakinan kuasamu
Kiranya kau hanya kumbang tak bermadu
Akhir Cerita
Karya: Dara Kelana
Pagi.......inikah akhir dari cerita
Kumbang tak lagi hadirkan madu canda
Untaian kata tak lagi indah terasa
Taman tak lagi berhias bunga - bunga asmara
Senyum ceria melati kini telah sirna
Pedih, perih sesak di dada
Waktu begitu cepat ubah segalanya
Mungkin memang kumbang telah bosan
Berpindah ke lain taman
Dan melati hanya bisa sesali diri
Mengapa harus jumpa jika tersakiti
Entah siapa yang salah
Rasa yang ada tak pernah ku pinta
Meski tak semestinya ada
Merusak akar setia yang lama tertata
Tapi sesaat kau buat ku bahagia
Terbang melayang di udara
Berdendang di cakrawala
Raih gemintang rangkul purnama
Kini tiba di penghujung cerita
Sebuah kisah di senja fatamorgana
Jangan Ada Dusta
Karya : Dara Kelana
Sahabat......lama kita bersama
Lalui hari seindah pelangi
Nestapamu nestapaku
ceriaku ceriamu
Melangkah berdendang bersama
Gapai asa raih mimpi seirama
Kasihmu tulus untukku
Kasihku tersaji untukmu
Sahabat......jangan pernah ada dusta diantara kita
Itu buatku terluka tersiksa merana
Ku tak ingin terulang masa lalu
Hancurnya persahabatan karena dusta
Sakit perih sesakkan dada
Sahabat....tetaplah disisiku
Bernyanyi lagu rindu
Berbagi kisah hari - harimu
Aku kan selalu ada untukmu
Pesanku
Karya : Dara Kelana
Pagi.......sampaikan pada bayu
Sungguh ku sangat tahu
Dia begitu berarti baginya
Dia darah yang mengalir di jaringan arterinya
Dia oksigen yang menghembus di siang malamnya
Dia suplemen hidupnya penghapus kerikil lelahnya
Tapi...... sampaikan pada bayu
Sungguh ku tak mau tahu
Cerita tentang kau dan dia
Sungguh ku tak mau dengar
Rindumu dan rindunya
Rasamu rasanya
Biarlah kalian saja yang tahu
Tak perlu dunia memuja cintanya cintamu
Tak mesti kau buat aku cemburu
Hingga terluka hatiku
Jumpa yang tak pernah kupinta
Canda tawa penghapus nestapa
Rindu yang menggelora
Biarlah cukup jadi cerita
Dua Permata
Karya : Dara Kelana
Dua permata ku temukan di jelang senja
Kemilau bercahaya terangi jalanku nan gulita
Bak pelangi warna – warni buatku merah di pipi
Laksana purnama indah mempesona
Sehangat mentari sirnakan kebekuan hati
Musnahkan kegersangan sanubari
Ibarat embun di pagi hari
Senantiasa berikan kesejukkan
Hapuskan dahagaku dalam keragaman ilmu
Kau buka mataku yang terpejam dalam kebodohan
Kau bangunkan aku dari lelapnya berselimut kemalasan
Kini kusadari diam bukanlah emas terpatri
BIMTEK KTI
Karya : Dara Kelana
Grand Mutiara tempat berkumpul para pengabdi negeri
Penuh semangat menanti materi dari para penyaji
Menyimak memaknai hingga berdiskusi
Bertanya segala yang terbenam dalam hati
Di sini Cipayung punya kota
Dengan kesejukkan yang ada
Mengantarkan para pecinta bangsa
Menuju tenaga berpotensi dan berdaya guna
Dalam menjalankan tugas abdi negara
Mencerdaskan anak bangsa
Demi masa depan nan jaya sejahtera
Tahajud
Karya : Dara Kelana
Di sepertiga malam berteman sepi
Lepaskan selimut meski dingin menepi
Bersujud di hadapan Ilahi
Memohon ampunan dari segala khilap diri
Meminta segala cita – cita segera jadi nyata
Hapuskan gundah gulana menerpa
Padamu yang maha kuasa
Tak henti, tiada lelah ku pinta
Meski diri hina penuh dosa
Berlumur noda tak pantas bersuara
Hanya keridhoan-Mu sang maha pencipta
Memberiku ketenangan jiwa segala
Agar bahagia di dunia hingga alam baka
Demi Masa
Karya : Dara Kelana
Melati tak lagi mewangi
Mawarpun enggan mekar
Tamanpun tak lagi berhias warna - warni
Bougenville manjakan pandangan sejukkan hati
Hijau daun perlahan merangas
Rantingpun tak kuasa bertahan
Terlepas dari dahan jatuh ke bumi
Kupu – kupu tak lagi sudi bertandang
Kumbang madupun terbang menjauh tak ingat pulang
Tapi...biarlah saja
Tak usah risau melanda menyiksa
Tak guna terlena dalam lumpur duka
Tiada yang abadi di alam fana
Datang dan pergi hingga kembali
Pastilah terjadi sekarang atau nanti
Bersiaplah diri demi masa agar tidak merugi