The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by etyk807, 2021-03-01 21:54:03

BEST PRACTICE KEPALA MTSN 5 SLEMAN

BEST PRACTICE KEPALA MTSN 5 SLEMAN

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

UPAYA MENINGKATKAN MUTU MADRASAH DENGAN MEMBENTUK
DAN MENGGERAKKAN TIM PENGEMBANG

A. LATAR BELAKANG
Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu senantiasa berorientasi pada

pencapaian proses dan hasil secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan
pendayagunaan sumber daya pendidikan yang ada di madrasah serta di dukung dengan
pengelolaan yang tepat. Sumber daya pendidikan berupa manusia, uang, sarana, prasarana
dan sebagainya harus diorganisir, dikoordinasi, serta diarahkan untuk mencapai tujuan
pendidikan. Hal ini dapat dicapai apabila kepala madrasah berkemauan dan mampu
menjalankan fungsi manajemen (pengelolaan) pendidikan secara tepat. Hal tersebut yang
berusaha saya lakukan sebagai Kepala Madrasah.

Setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai guru dengan tugas tambahan
sebagai Kepala Madrasah di MTs Negeri 5 Sleman pada tanggal 23 Februari 2018, langkah
pertama yang dilakukan adalah melakukan observasi, pendalaman karakter SDM baik
guru, pegawai maupun siswa, pengawasan kegiatan belajar mengajar dan pengenalan
lingkungan. Dalam waktu dua minggu pertama, beberapa kondisi real dapat dijabarkan
antara lain sebagai berikut; hampir setiap hari ada siswa dan guru yang terlambat, sebagian
besar guru mengajar dengan metode konvensional, restasi siswa masih minim ( 7 prestasi
dalam satu tahun), belum mempunyai prestasi madrasah, guru maupun pegawai,
lingkungan madrasah masih kelihatan kotor, budaya baca siswa minim, perpustakaan
terpisah dengan ruang belajar siswa, dua tahun terakhir tidak mengadakan ada raker, belum
ada kesadaran bersama dalam menangani siswa, belum ada guru yang menyambut siswa
di depan pintu gerbang ketika pagi hari, keteladanan guru dalam hal shalat berjama’ah
masih perlu ditingkatkan, belum mempunyai lapangan olah raga maupun aula, tempat

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

ibadah belum dapat menampung seluruh siswa dan guru maupun pegawai, upacara hari
senin belum diikuti semua guru dan pegawai, kegiatan extrakurikuler siswa belum tertata
dengan baik, jarang ada rapat koordinasi pimpinan maupun panitia kegiatan, belum ada
kegiatan peningkatan mutu seperti workshop, lokakarya yang dilaksanakan oleh madrasah,
belum mempunyai branding madrasah, administrasi tata usaha masih kurang tertib, belum
ada langkah-langkah publikasi madrasah, jumlah guru masih kurang sehingga banyak yang
mengajar lebih dari 24 jam dan masih ditambah sebagai wali kelas.

Selain beberapa kondisi di atas, MTs Negeri 5 Sleman mempunyai kelebihan yang
menjadi kekuatan luar biasa, diantaranya; sumber daya manusia dengan kualifikasi
pendidikan yang sangat memadai, prestasi akademik siswa yang menduduki posisi kedua
di kabupaten sleman, beberapa tahun terakhir tidak pernah kekurangan siswa bahkan
animo masyarakat yang ingin masuk ke madrasah ini sudah cukup banyak dan cita-cita
yang tinggi dari guru dan pegawai untuk memajukan madrasah.

B. KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MUTU MADRASAH
1. Arti Kepemimpinan Kepala Sekolah
Lunenburg dan Ornstein (2000:114) mengemukakankan bahwa “Leadership is
a relationship between two or more people in which influence and power are
unevenly distributed. Maksud pernyataan tersebut adalah kepemimpinan merupakan
hubungan antara dua orang atau lebih dimana penegaruh dan kekuasaan
didistribusikan tidak merata. Gibson, et al. (2003:299) menyatakan bahwa: The
leadership definition implies that it involves the use of influence and that all
interpersonal relationship can involve leadership. Leader effectivennes is typically
measured by the accomplishment of one or a combination of theses goals. Individuals
may view the leader as affective according to the satisfaction they derive from the
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

total work experience. Pengertian kepemimpinan ini memberikan isyarat bahwa
kepemimpinan adalah suatu interaksi antar anggota dalam satu kelompok. Pemimpin
merupakan agen perubahan, seseorang yang perilakunya akan lebih mempengaruhi
orang lain dari pada pengaruh orang lain yang mempengaruhi dia. Kepemimpinan
timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi anggota
lainnya di dalam satu kelompok. Definisi ini menyaratkan bahwa kepemimpinan
melibatkan penggunaan kekuatan dan semua hubungan dapat melibatkan
kepemimpinan. Suatu usaha menggunakan suatu gaya mempengaruhi dan tidak
memaksa untuk memotivasi ndividu dalam mencapai tujuan.

Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan hal yang
sangat penting untuk mencapai tujuan lembaga, karena didalam kepemimpian ada
proses mempengaruhi orang lain agar orang lain tersebut mengikuti dan bekerja sama
dalam mencapai tujuan yang ditentukan. Sebagaimana dikemukakan Amirullah dan
Rindyah Hanafi (2002:165) bahwa kepemimpinan merupakan orang yang memiliki
kewenangan untuk memberi tugas, mempunyai kemampuan untuk membujuk atau
mempengaruhi orang lain (bawahan) dengan melalui pola hubungan yang baik guna
mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Berdasarkan definisi kepemimpinan di atas dapat dipahami bahwa
kepemimpinan memiliki berbagai makna, tergantung pada sudut pandang pakar, dan
tergantung pula pada konteksnya. Berdasarkan definisi kepemimpinan di atas maka
dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses menggerakan berbagai
sumber daya dan mempengaruhi orang lain agar bekerjasama untuk pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Dengan demikian,
kepemimpinan kepala sekolah adalah suatu proses atau usaha kepala sekolah dalam
mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan guru,

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

staff, siswa, orang tua siswa dan pihak lain yang terkait untuk bekerja guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.

Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan sekolah,
yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada
umumnya direalisasikan. Mulyasa (2004:126) menegaskan bahwa kepemimpinan
kepala sekolah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria berikut: 1) mampu
memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik,
lancar, dan produktif; 2) dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan
waktu yang telah ditetapkan; 3) mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan
masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka
mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan; 4) berhasil menerapkan prinsip
kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di
sekolah; 5) bekerja dengan tim manajemen; serta 6) berhasil mewujudkan tujuan
sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

2. Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seharusnya dalam praktek sehari-

hari selalu berusaha memperhatikan dan mempraktekkan delapan fungsi
kepemimpinan di dalam kehidupan sekolah. Menurut Wahjosumidjo (2010: 106)
ada delapan fungsi kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Dalam kehidupan sehari-hari kepala sekolah akan dihadapkan kepada sikap para

guru, staf dan para siswa yang mempunyai latar belakang kehidupan,
kepentingan serta tingkat sosial budaya yang berbeda sehingga tidak mustahil
terjadi konflik antar individu bahkan antar kelompok. Dalam menghadapi hal
semacam itu kepala sekolah harus bertindak arif, bijaksana, adil, tidak ada pihak

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

yang dikalahkan atau dianak-emaskan. Dengan kata lain sebagai seorang
pemimpin kepala sekolah harus dapat memperlakukan sama terhadap orang-
orang yang menjadi bawahannya, sehingga tidak terjadi diskriminasi, sebaliknya
dapat diciptakan semangat kebersamaan di antara nereka yaitu guru, staf dan
para siswa (arbritrating).
2) Sugesti atau saran sangat diperlukan oleh para bawahan dalam melaksanakan
tugas. Para guru, staf dan siswa suatu sekolah hendaknya selalu mendapatkankan
saran, anjuran dari kepala sekolah sehingga dengan saran tersebut selalu dapat
memelihara bahkan meningkatkan semangat, rela berkorban, rasa kebersamaan
dalam melaksanakan tugas masing-masing (suggesting).
3) Dalam mencapai tujuan setiap organisasi memerlukan dukungan, dana, saran
dan sebagainya. Demikian pula sekolah se bagai suatu organisasi dalam rangka
mencapai tujuan yang telah digariskan memerlukan berbagai dukungan. Kepala
sekolah bertanggungjawab untuk memenuhi atau menyediakan dukungan yang
diperlukan oleh para guru, staf, dan siswa, baik berupa dana, peralatan, waktu,
bahkan suasana yang mendukung. Tanpa danya dukungan yang disediakan oleh
kepala sekolah, sumber daya manusia yang ada tidak mungkin melaksanakn
tugasnya dengan baik (supplying objectives).
4) Kepala sekolah berperan sebagai katalisator, dalam arti mampu menimbulkan
dan menggerakkan semangat para guru, staf dan siswa dalam pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan. Patah semangat, kehilangan kepercayaan harus dapat
dibangkitkan kembali oleh para kepala sekolah (catalysing). Sesuai dengan misi
yang dibebankan kepala sekolah, kepala sekolah harus mampu membawa
perubahan sikap, perilaku, intelektual anak didik sesuai dengan tujuan
pendidikan.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

5) Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan setiap orang baik secara individu
maupun kelompok. Oleh sebab itu kepala sekolah harus dapat menciptakan rasa
aman di dalam lingkungan sekolah, sehingga para guru, staf dan siswa dalam
melaksanakan tugasnya merasa aman, bebas dari segala perasaan gelisah,
kekhawatiran, serta memperoleh jaminan keamanan dari kepala sekolah
(providing security).

6) Seorang kepala sekolah selaku pemimpin akan menjadi pusat perhatian, artinya
semua pandangan akan diarahkan ke kepala sekolah sebagai orang yang
memwakili kehidupan sekolah di mana, dan dalam kesempatan apa pun. Oleh
sebab itu penampilan seorang kepala sekolah harus selalu dijaga integritasnya,
selalu terpercaya, dihormati baik sikap, perilaku maupun perbuatannya
(representing).

7) Kepala sekolah pada hakikatnya adalah sumber semangat bagi para guru, staf
dan siswa. Oleh sebab itu kepala sekolah harus selalu mengembangkan
semangat, percaya diri terhadap para guru, staf dan siswa, sehingga mereka
menerima dan memahami tujuan sekolah secara antusias dan bekerja secara
bertanggungjawab ke arah tercapainya tujuan sekolah (inspiring).

8) Setiap orang dalam kehidupan organisasi baik secara pribadi maupun kelompok,
perlu diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya. Untuk itu kepala sekolah
diharapkan selalu dapat menghargai apa pun yang dihasilkan oleh para mereka
yang menjadi tanggungjawabnya. Penghargaan dan pengakuan ini dapat
diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti kenaikan pangkat, fasilitas,
kesempatan mengikuti pendidikan dan sebagainya (praising).
Kepala sekolah dalam melaksanakan perannya sebagai pemimpin harus

mampu membangkitkan semangat kerja yang tinggi dan mampu menciptakan

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

suasana kerja yang kondusif, menyenangkan, aman, dan penuh semangat. Kepala
sekolah juga harus mampu mengembangkan dan memberdayakan semua sumber
daya sekolah untuk tumbuh dan berkembang dalam kepemimpinannya.

Fungsi kepala sekolah selaku pemimpin meliputi fungsi-fungsi yang
berhubungan dengan: tujuan yang akan dicapai; pengarahan pelaksanaan setiap
kegiatan; dan penciptaan iklim kerja. Fungsi pertama mengimplikasikan bahwa
kepala sekolah berusaha membantu kelompok (bawahan) untuk memikirkan,
memilih dan merumuskan tujuan. Fungsi kedua mengisyaratkan bahwa kepala
sekolah berhubungan dengan aktivitas manajerial pemimpin dalam rangka
menggerakkan kelompok untuk memenuhi tuntutan organisasi. Fungsi ketiga
berarti kepala sekolah hendaknya mampu membuat iklim kerja yang kondusif agar
dapat membangkitkan semangat kerja kepada siapa saja yang terlibat dalam proses
kerja sama sehingga meningkatkan produktivitas kerja dan memperoleh kepuasan
kerja melalui penggunaan gaya kepemimpinan yang tepat (Burhanuddin, 1994: 67).

Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini kepemimpinan kepala
sekolah difokuskan pada pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai seorang pemimpin.
Tugas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam hal ini adalah mempengaruhi
dan menggerakan orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan pelaksanaan
pendidikan karakter di sekolah

3. Mutu Pendidikan
Menurut Depdiknas (2001) dalam buku Mulyasa (2012:157) Secara umum,

mutu dapat diartikan sebagai gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang
atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang
diharapkan atau yang tersirat. Tenner dan De Toro (1992) dalam buku Ibrahim

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Bafadal (2003:91) memandang bahwa sebenarnya management mutu terpadu
merupakan proses peningkatan mutu secara utuh, dan bila prosesnya dilakukan
secara mandiri maka manajemen mutu terpadu terdiri dari tiga tahap mutu secara
kontinue(three steps to continuous improvement) yaitu perhatian penuh kepada
pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal, pembinaan
proses,keterlibatan secara total.

Berdasarkan konsepsi dasar dari makna mutu maka mutu pendidikan adalah
gambaran dan karakteristik menyeluruh jasa pelayanan pendidikan secara internal
maupun eksternal yang menunjukkan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang
diharapkan atau yang tersirat mencakup input, proses, dan output pendidikan. Dalam
konteks mutu pendidikan, pada hakekatnya tujuan lembaga pendidikan adalah untuk
menciptakan dan mempertahankan kepuasan para pelanggan dan dalam kepuasan
pelanggan ditentukan oleh stakeholder lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena
hanya dengan memahami proses dan kepuasan pelanggan maka lembaga dapat
menyadari dan menghargai kualitas. Semua usaha atau kegiatan manajemen mutu
harus diarahkan pada suatu tujuan utama, yaitu kepuasan pelanggan, apa yang
dilakukan manajemen tidak ada gunanya bila tidak melahirkan kepuasan pelanggan.

Menurut Rohiat (2009:52) mutu pendidikan dapat dilihat dalam tiga hal,
yakni input, proses, dan output. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus
tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Sesuatu yang dimaksud
berupa sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu
bagi berlangsungnya proses. Input sumberdaya manusia meliputi (kepala sekolah,
guru, karyawan, dan peserta didik) dan sumberdaya selebihnya (peralatan,
perlengkapan, uang dan bahan, dsb.). Input perangkat lunak meliputi (struktur
organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana,

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

program dsb.) Input harapan berupa (visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang
ingin dicapai sekolah). Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur
dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula
mutu input tersebut.

Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang
lain. Dalam pendidikan berskala mikro (sekolah), proses yang dimaksud adalah
proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan program, proses pembelajaran
dan proses monitoring dan evaluasi. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila
pengkoordinasian dan penyerasian input dilakukan secara harmonis sehingga
menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning).

Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah
adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses sekolah. Kinerja sekolah dapat
diukur dari (kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya,
kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya). Kualitas sekolah bermutu tinggi
jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik menunjukkan
pencapaian yang tinggi dalam (a) prestasi akademik, (nilai ulangan umum, nilai
UNAS, karya ilmiah, lomba akademik dan (b) prestasi non akademik (IMTAQ,
kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan kejuruan dan kegiatan
pengembangan diri).

Di dalam kerangka mutu pendidikan, antara input/masukan, proses, dan output
atau hasil pendidikan saling berhubungan. Artinya, untuk menghasilkan output
pendidikan yang bermutu, dipengaruhi oleh proses pendidikannya, dan proses
pendidikan yang bermutu akan dapat menghasilkan output yang lebih bermutu
bilamana didukung oleh input pendidikan yang bermutu pula. Lembaga pendidikan

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

dapat dikatakan bermutu jika input, proses dan output pendidikannya dapat
memenuhi persyaratan yang dituntut oleh pengguna jasa pendidikan, baik internal
maupun eksternal.

Dalam hal ini, manajemen mutu di madrasah merupakan kemampuan
madrasah dalam mendayagunakan sumber daya pendidikan baik sumber daya
manusia maupun non manusia untuk meningkatkan kemampuan input, proses dan
output pendidikan guna memenuhi persyaratan yang dituntut oleh pengguna jasa
pendidikan. Dengan demikian, seluruh kegiatan manajemen diarahkan pada tuntutan
dan kepuasan pelanggan atau pengguna jasa pendidikan (stakeholders). Bila
performance-nya baik dan dapat melebihi persyaratan yang dituntut oleh
stakeholders/user pendidikan, maka suatu madrasah baru dapat dikatakan unggul

C. LANGKAH STRATEGIS PENGEMBANGAN MTs NEGERI 5 SLEMAN
Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan, khususnya SDM MTs Negeri 5

Sleman, beberapa langkah strategis diambil untuk mengatasi permasalahan yang terjadi
sebagai langkah pengembangan madrasah. Beberapa langkah-langkah strategis yang
telah dilakukan adalah sebagai berikut;
1) Menerapkan Strategi Menuju Madrasah Bermutu.

a) Mengubah Mindset dan Menyempurnakan Visi Madrasah
Konsep membangun madrasah bermutu ini saya awali dengan mengubah mindset.
Mengubah mindset memang tidak semudah mengubah seragam dari hijau ke putih
hitam. Kegiatan merubah mindset ini saya lakukan dengan sering melakukan
brifing, diskusi, mencari dan memberikan masukan. Mengadakan pembinaan
dengan menghadirkan pejabat yang berwenang dari kasubag tata usaha dan kepala
seksi pendidikan madrasah, kepala bidang bahkan sampai kepala kanwil diy.
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 1. Pembinaan Oleh Kasubag Tata Usaha tentang Peningkatan Kedisiplinan Pegawai

Setelah kebersamaan dan kekeluargaan terbentuk, Langkah selanjutnya mulai
merubah visi dan misi madrasah dengan tetap mempertahankan visi yang lama. Visi
madrasah yang semula “======” disempurnakan menjadi “Mewujudkan Insan
yang Berakhlak mulia, Unggul, Cerdas, Inovatif, Berwawasan Lingkungan,
Berakhlak Mulia, dan Siap Berprestasi”.
Selanjutnya kepala madrasah pun terjun langsung untuk memotivasi siswa serta
membuat yel yel untuk menyemangati semua siswa.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 2. Kegiatan Kepala Madrasah dalam Memotivasi Siswa

b) Membangun Sistem
Melihat kondisi yang ada saya hanya ingin menerapkan sistem demokrasi dengan
mengacu pada transparansi atau keterbukaan, kebersamaan yang dilandasi dengan
tanggung jawab dan profesionalitas kerja. Hal itu dimulai dengan mengajak
perwakilan guru dan pegawai serta komite untuk membuat anggaran belanja
madrasah dan transparan dalam pelaporannya. Selain itu juga membuat aturan-
aturan yang mengatur segala pelaksanaan kegiatan yang disepakati bersama. Saya
berikan tanggung jawab pada setiap guru dan pegawai, saya anggap mereka orang
yang penting semua. Setiap kegiatan atau aturan yang akan dilaksanakan adalah
merupakan kesepakatan bersama.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

c) Membangun Team Work yang Solid dan Memberi Tema Setiap Kegiatan
Setelah membangun sistem dilanjutkan membangun team work dengan
membentuk Tim Pengembang madrasah. Tim pengemban yang dibuat terdiri dari
1) Tim Giat Prestasi, 2) Tim Publikasi Madrasah, 3) Tim Pembiasaan
Karakter Keagamaan, 4) Tim Adiwiyata dan, 6) Tim Publikasi Madrasah (SK
Tim dan Job Describtion terlampir). Hasil kerja dari tim ini sungguh luar biasa.
Untuk mengukuhkan team work yang solid MAYUBA (Madrasah 5 Sleman
Bantul) kami mengadakan kegiatan Character Building yang dilanjutkan Out bond
dan ditutup dengan Rafting yang bekerjasama dengan EO Ardhana.

Gambar 3. Kegiatan Character Building di Sungai Elo Magelang dengan Tema
Membangun Team Work yang Solid untuk Menciptakan Budaya Mutu

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 4. Penyerahan SK Tim Pengembang Tahun Pelajaran 2018/2019 dan Tahun Pelajaran
2019/2020

d) Membangun Komitmen dan Budaya Mutu
Setelah membangun team work yang solid langkah selanjutnya yang selanjutnya
membangun komitmen bersama sekaligus membangun budaya mutu. Komitmen
yang di bangun adalah komitmen menuju madrasah yang bermutu. Salah satu
kegiatan membangun komitmen adalah dengan mengadakan rapat kerja madrasah.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 5. Rapat Kerja Tahun Pelajaran 2018/2019 yang di buka oleh Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama DIY

Selain rapat kerja yang dilaksanakan setiap tahun pelajaran, juga dilakukan launching
program unggulan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada tanggal
7 Juni 2018 yang dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah
Kementerian Agama DIY, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ketua DPRD
Kabupaten Sleman dan Muspika Kecamatan Godean

Gambar 6. Launching Program Unggulan Oleh Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Sleman

e) Membangun Jejaring
Jejaring sangat penting dalam sebuah organisasi tak lebih madrasah yang ingin
menjadi madrasah unggul. Maka kami mulai membangun jejaring dengan berbagai
instansi diantaranya adalah Polsek, Puskesamas, ASC, BAZNAS, MAN, Para
Alumni, dan banyak instansi lain untuk lebih memaksimalkan KBM dan lebih
memasyarakatkan MTs Negeri 5 Sleman.

Selanjutnya berbagai kegiatan pendukung yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam upaya
memajukan madrasah diantaranya dengan;

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

2. Membangun kebersamaan. Ini penting karena tanpa kebersamaan seorang kepala
madrasah akan sulit melakukan pengembangan ke depan. Kegiatan mulai mengadakan
pendekatan kepada semua guru dan pegawai. Tidak butuh waktu lama kebersamaan
guru dan pegawai MTs Negeri 5 Sleman dapat terbangun dengan baik.

Gambar 7. Kebersamaan yang terbingkai dalam sebuah foto
3. Hadir Lebih Awal dan Membiasakan Salaman di Gerbang.

Mengawali kegiatan yang sebelumnya jarang tentunya ada kendala, namun
mempertahankan ketika kegiatan itu sudah berjalan juga bukan hal yang mudah. Dua
tahun berlalu kegiatan tersebut masih dapat berjalan dengan baik.

/

Gambar 8. Menyambut siswa setiap pagi
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

4. Menjaring masukan, ide, gagasan dari seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 5
Sleman. Setelah dua minggu menjalani tugas sebagai kepala madrasah, karena pada
kepemimpinan sebelumnya tidak melaksanakan rapat kerja dan tidak ada program kerja
yang dapat saya tindak lanjuti maka saya menjaring masukan, ide dan gagasan dari
seluruh guru dan karyawan dengan mengedarkan form isian “apa yang ingin dicapai dan
kegiatan apa yang ingin dilaksanakan”. Dari hasil isian form tersebut saya mendapat
banyak masukan tentang apa yang harus saya lakukan sebagai kepala madrasah.
Beberapa form hasil isian guru saya sertakan dalam lampiran ini.

5. Mengintensifkan Rapat Koordinasi Pimpinan
Rapat koordinasi pimpinan dilaksanakan setiap hari senin dan merupakan program
mingguan dan dihadiri kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan kepala TU. Daftar
hadir dan notulen setiap koordinasi terlampir.

6. Mengadakan Workshop dan Kegiatan Peningkatan Profesionalitas lainnya
Beberapa kegiatan workshop dan peningkatan profesionalitas yang dilaksanakan
sebagaian berdasarkan hasil tindak lanjut supervisi akademik, berikut diantaranya;
a. Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Gambar 9. Foto Bersama Kasi Pendidikan Madrasah setelah pembukaan workshop
Penyusunan Perangkat Pembelajaran
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

b. Workshop Penyusunan Soal Online

Gambar 10. Bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah setelah penutupan workshop
penyusunan soal online

c. Lokakarya Menuju Madrasah Ramah Anak

Gambar 11. Bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan Kepala MAN 2 Kulon Progo
dalam Lokakarya Mewujudkan Madrasah Ramah Anak yang Berwawasan Lingkungan
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

d. Workshop Penyusunan Media Pembelajaran Jarak Jauh

Gambar 12. Pembukaan Workshop Media Pembelajaran Jarak jauh
e. Uji Publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Gambar 13. Uji Publik KTSP yang dilaksanakan setiap tahun pelajaran
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

f. Mengadakan workshop model – model pembelajaran

Gambar 14. Workshop model – model pembelajaran
7. Mengadakan Supervisi Administrasi.

Supervisi dilaksanakan untuk memtivasi guru dalam merencanakan dan melaksanakan
proses pembelajaran dan penilaian. Berikut adalah foto kegiatan supervise dan jadwal
supervisi administrasi tahun pelajaran 2018/2019:

Gambar 15. Kegiatan Supervisi Administrasi Guru MTs Negeri 5 Sleman TP 2018/2019
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

D. HASIL CAPAIAN TIM PENGEMBANG
Tim Pengembang yang mulai bekerja sejak tahun pelajaran 2018/2019 dan mengalami
pembaharuan pada tahun pelajaran 2019/2020 telah berhasil melaksanakan banyak
inovasi kegiatan dan prestasi yang sangat membanggakan, berikut dijabarkan capaian
kinerja masing-masing tim;
1. Tim Giat Prestasi
Tim Giat prestasi merupakan tim unggulan di MTs Negeri 5 Sleman. Tugas
dari tim ini tidak hanya mengikuti lomba berdasarkan undangan yang datang ke
madrasah tetapi juga berburu mencari informasi lomba yang dilaksanakan instansi
lain. Selain memotivasi dan membimbing langsung siswa yang lomba saya juga
memotivasi dan membimbing guru untuk mengikuti lomba. Alhamdulillah tahun 2018
guru dan kepala madrasah berhasil meraih kejuaraan di tingkat nasional dan 2 tim
robotik siswa MTs Negeri 5 Sleman juga meraih kejuaraan ditingkat nasional., selain
itu 20 guru dan pegawai MTs Negeri 5 Sleman menerima satya lencana Pendidikan
dari Presiden RI. Berikut ini adalah prestasi siswa, guru dan Kepala Madrasah MTs
Negeri 5 Sleman tahun 2018/2019 – 2019/2020:

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

DAFTAR PRESTASI SISWA MTs NEGER

NO NAMA NAMA KEJUARAAN/
PENGHARGAAN
1 Ivan Akbar Racya Putra
2 Ivan Akbar Racya Putra Taekwondo O2SN U42
3 Novaldi Pramudya Jati Takwondo O2SN Pomase
4 Nanda Yuniarti Pencak Silat
5 Ahmad Sayid Burhanul MTQ Remaja Putri
6 Riska Nurhidayah MTQ Putra
7 Azidna Adhien Gelar Potensi
8 Ibnu dkk Karate
9 Kusni, M.Pd.I Sepak bola
10 Siti Suwarni, M.Sc Guru MK Berprestasi
11 Etyk Nurhayati, M.Pd Laboran Berprestasi
12 Kusni, M.Pd.I Kepala Madrasah Berprestass
13 Siti Suwarni, M.Sc Guru MK Berprestasi
14 Etyk Nurhayati, M.Pd Laboran Berprestasi
15 Siti Suwarni, M.Sc Kepala Madrasah Berprestass
16 Etyk Nurhayati, M.Pd Laboran Berprestasi
17 MTs Negeri 5 Sleman Kepala Madrasah Berprestass
18 Ajeng Zahra Amartya Audit Dana BOS
19 Aranis Setyanova Pidato Bahasa Inggris
20 Isnaini Agustina Karate
21 Billy Melandani Karate
22 Damar Arfin Karate
23 Ajeng Zahra Amartya Karate
24 Yogi Hayu Pramesthi Daiyah
Bulu Tangkis Putri

{ PAGE \* M

RI 5 SLEMAN TAHUN 2018/2019 – 2019/2020

TINGKAT WAKTU PRESTASI

Kabupaten April 2018 Perak
Kabupaten April 2018 Perungu
Nasional Mei 2018 Perak
Kecamatan Mei 2018 Juara 2
Kecamatan Mei 2018 Juara 2
Kecamatan Mei 2018 Juara 1
Kabupaten Mei 2018 Perunggu
Korwil Sleman Barat Mei 2018 Juara 1
Kabupaten Juli 2018 Juara 1
Kabupaten Juli 2018 Juara 1
si Kabupaten Juli 2018 Juara 1
Propinsi Agustus 2018 Harapan 1
Propinsi Agustus 2018 Juara 1
si Propinsi Agustus 2018 Juara 1
Nasional Nopember 2018 Harapan 1
si Nasional Nopember 2018 Juara 3
Kabupaten Februari 2019 Terbaik 1
DIY - Jateng Februari 2019 Juara 2
DIY Februari 2019 Perak
DIY Februari 2019 Perunggu
DIY Februari 2019 Perunggu
DIY Februari 2019 Perunggu
DIY - Jateng Maret 2019 Juara 2
Korwil Sleman Barat Maret 2019 Juara 1

MERGEFORMAT }

NO NAMA NAMA KEJUARAAN/
PENGHARGAAN
25 Shifa Artika Putri
26 Talitha Salsabila dkk Bulu Tangkis Putri
27 Burhan Ahmad dkk Bola Volley Putri
28 Zahara Frimani dkk Sepak Takraw Putra
29 Ahmad Syayid Burhanudin Sepak Takraw Putri
30 Ibnu Mualiful dkk MTQ
31 Siti Fatimah dkk Sepak Takraw Putra
32 Anisatu Rodiyah Sepak Takraw Putri
33 M. Lewa dan M. Hanif Geguritan
34 Roid Helmi dan Rizki Bayu Robotik
35 MTs Negeri 5 Sleman Robotik
36 Khairan Hidayat Pengelola BMN Terbaik
37 Ahmad Syayid Burhanudin MTQ Putra
38 Nanda Yuniarti MTQ Putra
39 Uzma Anaf Surya MTQ Putri
40 Bimantara MHQ Putra
41 Ivan Abdilah Akbar Kaligrafi
42 Muhammad Faiz Taekwondo
43 Muhammad Thoriq Taekwondo
44 Mufid dkk Taekwondo
45 Joko Sampurno Best Design Robotik
46 Raihan Tsani Palepi Lomba Poster
47 Ivo Wareh Puspita Lari 400 M Putra
48 Amru Iqbal dkk Lari 400 M Putri
49 Tasya Puspita Sari Takraw Putra
50 Rohmat Syawaludin Tolak Peluru
51 Rohmat Syawaludin Tolak Peluru
Lempar Cakram

{ PAGE \* M

TINGKAT WAKTU PRESTASI

Korwil Sleman Barat Maret 2019 Juara 3
Korwil Sleman Barat Maret 2019 Harapan 1
Korwil Sleman Barat Maret 2019 Juara 1
Korwil Sleman Barat Maret 2019 Juara 2
Kabupaten Maret 2019 Juara 2
Kabupaten Maret 2019 Juara 1
Kabupaten Maret 2019 Juara 2
Kabupaten April 2019 Harapan 3
Nasional April 2019 Juara 1
Nasional April 2019 Juara 3
DIY April 2019 Juara 3
Kecamatan Mei 2019 Juara 2
Kecamatan Mei 2019 Juara 2
Kecamatan Mei 2019 Juara 3
Kecamatan Mei 2019 Juara 3
Kecamatan Mei 2019 Juara 3
Nasional Juli 2019 Perak
DIY - Jateng Okt 2019 Perak
DIY - Jateng Okt 2019 Perunggu
DIY - Jateng Okt 2019 Juara 1
DIY Okt 2019 Juara 1
Kecamatan Nopember 2019 Juara 3
Kecamatan Nopember 2019 Juara 3
Kecamatan Nopember 2019 Juara 2
Kecamatan Nopember 2019 Juara 3
Kecamatan Nopember 2019 Juara 3
Kecamatan Nopember 2019 Juara 3

MERGEFORMAT }

NO NAMA NAMA KEJUARAAN/
PENGHARGAAN

52 Etyk Nurhayati, S.Pd.I., M.Pd Satyalancana Presiden RI

53 Rini Yuliani, S.Pd Satyalancana Presiden RI

54 Furqan Nur Wahyu, S.Pd.Jas Satyalancana Presiden RI

55 Moh. Anwari, M.Pd Satyalancana Presiden RI

56 Muh. Suharzani, S.Pd Satyalancana Presiden RI

57 Suprihatin, A.Md Satyalancana Presiden RI

58 Suci Handayani Satyalancana Presiden RI

59 Warsiyo Satyalancana Presiden RI

60 Supriyanto Satyalancana Presiden RI

61 Kusni, M.Pd Satyalancana Presiden RI

62 Siti Suwarni, M.Sc Satyalancana Presiden RI

63 Sigit Wahyu Haryono, S.Pd Satyalancana Presiden RI

64 Agus Sukamta, S.Pd Satyalancana Presiden RI

65 Drs. Suritno, M.Sc Satyalancana Presiden RI

66 Dra. Fety Risdiyati Satyalancana Presiden RI

67 Dra. Galuh Widiastuti Satyalancana Presiden RI

68 RR. Dwikawuri Anggana SHI Satyalancana Presiden RI

69 Bimantara Kaligrafi

70 Ajeng Zahra Amartya Pidato Bahasa Inggris

71 Shinta dkk CCA

72 Ibnu dkk Takraw Putra

73 Keysha R Bulu Tangkis Putri

74 Fidela Felisia Putri Taekwondo

{ PAGE \* M

TINGKAT WAKTU PRESTASI

Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perunggu
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Perak
Nasional Desember 2019 Emas
Nasional Desember 2019 Emas
DIY Januari 2020 Juara 1
DIY Januari 2020 Juara 2
DIY Januari 2020 Juara 3
Korwil Sleman Barat Januari 2020 Juara 1
Korwil Sleman Barat Januari 2020 Juara 2
DIY Februari 2020 Juara 3

MERGEFORMAT }

3. Hasil Tim Pembiasaan Karakter Keagamaan
Pembentukan karakter siswa yang berakhalak mulia, unggul, mandiri,

inovatif, cerdas, berwawasan lingkungan dan berprestasi menjadi tujuan utama
kami. Berikut beberapa hal yang telah dicapai melalui tim pembiasaan karakter:
a) Tahfidz

Lahirnya pembelajaran tahfidz di MTs Negeri 5 Sleman tidak lepas dari peran tim
pembiasaan karakter keagamaan yang sangat serius mengelola kegiatan tahfidz.
Saat ini tahfidz menjadi salah satu unggulan di MTs Negeri 5 Sleman. Dalam
pelaksanaannya kegiatan tahfidz dilaksanakan seminggu 3x pada jam 06.30
sampai 07.40. Kegiatan tahfidz ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8.
Siswa terbagi menjadi 14 halaqah atau kelompok, sehingga satu kelompok terdiri
dari 15 – 20 siswa sesuai dengan kemampuan hafalannya. Pengajar tahfidz di MTs
Negeri 5 Sleman adalah ustadz ustadzah yang berasal dari berbagai pondok
pesantren. Berikut ini adalah foto kegiatan tahfidz di MTs Negeri 5 Sleman;

Gambar 16. Kegiatan tahfidz di MTs Negeri 5 Sleman
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

b. Khatmil Qur’an
Selain kegiatan tahfidz tim pengembang pembiasaan karakter keagamaan juga
mencanangkan kegiatan khotmil qur’an yang dilaksanakan satu bulan sekali pada
hari senin bergantian dengan kegiatan upacara dan perwasis dan diikuti seluruh
siswa, guru dan pegawai MTs Negeri 5 Sleman.

Gambar 17. Kegiatan Khatmil Qur’an di MTs Negeri 5 Sleman
c. Muraja’ah

Kegiatan muraja’ah yang dilakukan 2 minggu sekali setiap hari jumat. Kegiatan
dilaksanakan di mushola, tetapi karena mushola tidak dapat menampung seluruh
jama’ah maka jama’ah siswa putri harus berada diluar musholla di halaman
terbuka.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 18. Kegiatan Muraja’ah atau jumat religi di MTs Negeri 5 Sleman
d. Memperingati Peringatan hari Besar Islam

Gambar 19. Kegiatan memperingati Maulud Nabi di halaman madrasah
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

e. Menyusun Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Shalat Dhuha dan Dhuhur
Daya tampung mushola yang belum dapat menampung seluruh jama’ah yang ada
membuat tim keagamaan harus Menyusun jadwal shalat sehingga antara siswa
putra dan putri bergantian. Begitupun Ketika shalat dhuha dijadwal tiap angkatan
kelas.

Gambar 20. Mushalla MTs N 5 Sleman yang sudah tidak cukup menampung
seluruh jamaah

f. Pioner Pembangunan Masjid MTs Negeri 5 Sleman
Aktifnya kegiatan kegiatan keagamaan yang dimotori oleh tim keagamaan ini
menumbuhkan motivasi seluruh warga madrassah untuk segera mewujudkan
masjid yang representatif dan dapat menampung seluruh jamaah MTs N 5
Sleman. Dan harapan tersebut tidak lama lagi akan terwujud dengan akan
dibangunnya sebuah masjid di MTs N 5 Sleman yang peletakan batu pertamanya
telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2020 oleh Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama DIY.
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar. 21 Peletakan batu pertama pembangunan masjid MTs Negeri 5 Sleman
4. Hasil Tim Adiwiyata

Tim adiwiyata diharapkan menjadi pioneer MTs Negeri 5 Sleman menjadi madrasah
adiwiyata, karena itu beberapa kegiatan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan
harapan tersebut meskipun sampai 2 tahun tim pengembang berjalan belum terwujud.
Berikut beberapa capaian tim adiwiyata;
a. Melaksanakan kegiatan jumat bersih dan jumat sehat

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 22. Kegiatan Jumat Bersih di MTs Negeri 5 Sleman
b. Membangun Taman Prestasi

Gambar 23. Taman MTs Negeri 5 Sleman yang sering dijadikan sport foto
c. Mengadakan Lomba Kelas Adiwiyata - Literasi

Gambar 24. Wajah Kelas Adiwiyata – Literasi di MTs Negeri 5 Sleman
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

d. Membangun karakter cinta lingkungan dengan membawa wadah makan dan wadah
minum serta pengadaan galonisasi disetiap kelas.

Gambar 25. Para siswa membawa tempat makan pada saat jajan
5. Hasil Tim Literasi

Tim literasi dibentuk untuk terus menumbuhkan minat baca dan minat tulis seluruh
siswa, guru maupun pegawai. Capaian tim literasi ini pun sangat membanggakan dengan
lahirnya 4 buku antologi karya siswa, dan 19 karya ilmiah karya guru. Berikut beberapa
hasil tim literasi;
a. Mengadakan lomba kelas literasi – adiwiyata

Gambar 26. Wajah Kelas Literasi – Adiwiyata MTs Negeri 5 Sleman
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

b. Mengadakan workshop menulis

Gambar 27. Workshop Menulis yang dilaksanakan di MTs Negeri 5 Sleman
c. Melahirkan 4 buku antologi karya siswa

Gambar 28. Buku antologi cerpen karya siswa MTs Negeri 5 Sleman
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

Gambar 29. Buku antologi puisi karya siswa MTs Negeri 5 Sleman
f. Melahirkan 19 Buku Karya Guru

Gambar 30. Sembilan belas buku karya guru dan satu buku karya siswa dilaunching oleh
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

2. Hasil Tim Publikasi Madrasah
a. Publikasi di media masa
Banyaknya perolehan prestasi siswa dan guru tentunya memberikan rasa percaya

diri untuk mempublikasikan madrasah, daintaranya adalah terjun langsung ke SD/MI
untuk mempromosikan madrasah menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru dan
membuka pendaftaran jalur prestasi untuk menarik minat siswa baru yang berprestasi
sebagai usaha meningkatkan input madrasah. Selain sekitar 20 pemberitaan di surat
kabar mempublikasikan prestasi dan pemberitaan seputar MTs Negeri 5 Sleman.
Berikut ini adalah beberapa hasil publikasi madrasah dari Tim Publikasi Madrasah;

Gambar 31. Publikasi Prestasi Madrasah di Surat Kabar

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

b. Publikasi dengan banner

Gambar 32. Baleho Motivasi di Pintu Masuk MTs Negeri 5 Sleman

Gambar 33. Standing baner prestasi siswa yang diletakkan di halaman madrasah
{ PAGE \* MERGEFORMAT }

d. Publikasi di Web Kanwil Kementerian Agama DIY
e. Publikasi di Face Book, Instagram dan You Tube
f. Membuat Web Madrasah
g. Membuat logo madrasah

Gambar 34. Membuat Logo Madrasah

A. Penutup
Demikian karya tulis ini di buat sebagai bentuk evaluasi kinerja tim pengembang

selama 2 tahun. Usaha maksimal sudah diakukan, tetapi jika hasilnya masih belum
sesuai harapan tentunya itu akan menjadi inspirasi kami untuk selalu melakukan yang
terbaik dalam meningkatkan prestasi dan mewujudkan MTs Negeri 5 Sleman menjadi
madrasah unggul.

{ PAGE \* MERGEFORMAT }

DAFTAR PUSTAKA
Amirullah, dan Rindyah Hanafi. 2002. Pengantar Manajemen. Malang: Graha Ilmu
Bafadal, Ibrahim .2003.Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar. Jakarta:

PT.Bumi Aksara
Burhanuddin. 1994. Analisis administras imanajemen dan kepemimpinan pendidikan. Jakarta:

BumiAksara
Gibson et al. 2003. Organization, Behaviour Structure Processes. New York: McGraw-Hill

Higher Education
Lunenburg, F.C & Osrstein, A. C. 2000. Educational Administration: Concepts And Practice

(3th ed). Belmot, CA: Wadsworth Thomson Learning
Mulyasa. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional: Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan

KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya

________ 2012. Managemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta:PT. Bumi Aksara
Rohiat, 2009. Manajemen Sekolah, Teori Dasar dan Praktek, (Bandung: PT. Refika Aditama
Wahjosumidjo. 2010. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada

{ PAGE \* MERGEFORMAT }


Click to View FlipBook Version