The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar PP Nilai-Nilai Pancasila G6 S2 2022-2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sd-6futsal, 2023-01-03 23:09:01

Modul Ajar PP Nilai-Nilai Pancasila G6 S2 2022-2023

Modul Ajar PP Nilai-Nilai Pancasila G6 S2 2022-2023

Modul Ajar
Pendidikan
Pancasila

“Nilai-Nilai Pancasila”

Fase C
Grade 6
2ndSemester
2022/2023

i

Keterangan Modul

Jumlah sisiwa: 25 Orang

Model Pembelajaran:

Presentasi, Proyek dan
eksplorasi

Alokasi waktu: 6 Pertemuan
Jumlah Jam Pelajaran: 12 JP

Penilaian: Kelompok dan Individu
Domain mapel: Kecakapan

berbicara dan mempresentasikan

Materi: Nilai-Nilai Pancasila

Profil Pelajar Pancasila
 Bertaqkwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
 Bernalar kritis
 Berkebhinekaan global

Learner Profile
 Heallty Individu
 Effective Communicator
 Creative Thinker

ii

Daftar Isi

Daftar Isi ..................................................................................................................................................... iii
Kegiatan .....................................................................................................................................................1
Rencana Asesmen.................................................................................................................................... 8
Refleksi....................................................................................................................................................10
Alat dan Bahan .......................................................................................................................................10
Tautan dan Sumber ...............................................................................................................................10
Rangkuman............................................................................................................................................... 11

i

Week 1
9-13 Januari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan pertama, kita akan memulainya dengan brainstorming mengenai
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, dan
konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Hari ini, anak-anak akan melakukan kegiatan sebagai berikut:
1. Menyimak sebuah video tentang penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti
pada tautan berikut:
https://youtu.be/3iYwEao_TfE
2. Anak-anak akan berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila yang
terkandung dalam video yang sudah anak-anak simak.
3. Setelah menyimak tayangan video, anak-anak akan menuliskan contoh
penerapan nilai-nilai Pancasila yang anak ketahui di lingkungan rumah,
sekolah, dan masyarakat dalam bentuk konsep map.

2

Week 2
16-20 Januari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan kedua, kita akan memulainya dengan me-review materi
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, dan
konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Hari ini, anak-anak akan melakukan diskusi seputar
penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara

dan dalam kehidupan sehari-hari.

3

Week 2
16-20 Januari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Mengidentifikasi informasi yang dapat diperoleh dari teks nonfiksi sebelum

membaca

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan ketiga, kita akan memulainya dengan me-review materi
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, buku
bacaan nonfiksi, dan konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Hari ini, anak-anak akan melakukan kegiatan belajar sebagai berikut:
• Anak-anak akan berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam

kehidupan sehari-hari
• Anak-anak membuat tabel analisis penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan

keluarga dan sekolah.
• Anak-anak akan membaca buku bacaan nonfiksi

4

Week 3
23-27 Januari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Mengetahui isi bacaan dari teks non fiksi yang telah dibaca

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan keempat, kita akan memulainya dengan me-review materi
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, buku
bacaan nonfiksi, dan konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Hari ini, anak-anak akan melakukan kegiatan belajar sebagai berikut:
• Anak-anak akan melanjutkan kegiatannya membaca buku nonfiksi

tentang sejarah
• Menuliskan informasi penting yang terkandung dalam buku bacaan
• Anak-anak menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca dengan

menyampaikan informasi yang diperoleh tentang penerapan nilai-nilai
Pancasila yang terkandung dalam buku bacaan

5

Week 3
23-27 Januari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Mengetahui isi bacaan dari teks non fiksi yang telah dibaca
• Mempresentasikan hasil membandingkan informasi yang diperoleh setelah membaca

teks nonfiksi secara lisan, tulis, dan visual

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan kelima, kita akan memulainya dengan me-review materi
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, buku
bacaan nonfiksi, dan konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Kegiatan kali ini, anak-anak akan melanjutkan presentasinya dalam
menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca untuk menyampaikan
informasi yang diperoleh tentang penerapan nilai-nilai Pancasila yang
terkandung dalam buku bacaan

6

Week 4
30 Januari – 3 Februari 2022

Learning Objectives:
• Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Menyebutkan nila-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Mengetahui isi bacaan dari teks non fiksi yang telah dibaca
• Mempresentasikan hasil membandingkan informasi yang diperoleh setelah membaca

teks nonfiksi secara lisan, tulis, dan visual

Assalamualaaikum, hai anak-anak bagaiamana kabarnya?
Pada pertemuan keenam, kita akan memulainya dengan me-review materi
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai
kegiatan hari ini, anak-anak memerlukan activity book, pensil, penghapus, buku
bacaan nonfiksi, dan konsentrasi untuk belajar.
Let’s say basmallaah “Bismillaahirrahmanirrahim…”

Anak-anak akan melaksanakan worksheet!

7

Rencana Lembar Kerja Anak
Pertemuan I:
Konsep map penerapan nilai-nilai Pancasila

Penerapan
Nilai-Nilai Pancasila

Penerapan
nilai-nilai Pancasila di

lingkungan sekolah

Penerapan
nilai-nilai Pancasila

di lingkungan
keluarga

Penerapan
nilai-nilai Pancasila di
lingkungan masyakrakat

8

Rencana Lembar Kerja Anak
Pertemuan III:
Tabel analisis penerapan nilai-nilai Pancasila

Nama :_________________
Tanggal :_________________

Penerapan nilai-nilai Contoh sila Tanggal Paraf
No Pancasila Ke- Lingkungan 4 Januari Guru

1. Menerima pendapat teman Ke-4 Sekolah
dalam diskusi kelompok

Alhamdulillaah…

9

REFLEKSI
 Apa yang telah dipelajari hari ini?
 Kegiatan apa yang menurut kalian menyenangkan?
 Apa kesulitanmu saar mempelajari materi?
 Apa yang yang akan kamu perbaiki setelah pembelajaran?
 Nilai apa yang akan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah
mempelajari materi ini?

ALAT DAN BAHAN
 Activity book
 Alat tulis
 Buku bacaan
 Power point
TAUTAN DAN SUMBER
- https://youtu.be/3iYwEao_TfE

10

Pertemuan 1-6

▪ Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sangat penting

maknanya sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan

bernegara. Pancasila sebagai Ideologi Nasional Bangsa

Indonesia merupakan hasil dari sebuah kesepakatan yang

diambil bersama oleh para Founding Father (Pendiri Bangsa)

yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Perjanjian

Luhur” bangsa Indonesia. Di balik semua hal tersebut

terdapat sejarah panjang dalam merumuskan sila-sila

Pancasila seiring perjalanan ketatanegaraan

bangsa Indonesia. Berikut adalah sejarah perumusan

Pancasila.

▪ Lahirnya Pancasila

Pada zaman penjajahan terdapat penderitaan,
kemiskinan, kesengsaraan, dan kepedihan bagi rakyat
Indonesia. Tidak ada kesempatan bagi anak-anak untuk
bersekolah. Pada waktu itu, hanya anak-anak golongan
bangsawan yang dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat
yang lebih tinggi. Keadaan rakyat yang serba menderita
menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan di antara
rakyat, sehingga terciptalah rasa persatuan dan kesatuan.
Dengan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat akhirnya
Soekarno dan Moch. Hatta, atas nama bangsa Indonesia, berhasil memproklamasikan
kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di Jalan Pegangsaan Timur
Nomor 56, Jakarta.

Sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya, tentara Jepang dan tentara sekutu
terlibat perang Pasifik. Sampai akhirnya pada tahun 1944 tentara Jepang semakin terdesak
dalam perang pasifik dan puncaknya Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dibom oleh
tentara sekutu.

11

Melihat kondisi tersebut, tentara Jepang yang ada di
Indonesia mulai membujuk para pejuang Indonesia untuk
membentuk militer Jepang. Jepang menjanjikan kemerdekaan
kepada bangsa Indonesia. Bendera merah putih boleh dikibarkan di
kantor-kantor. Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi. Itulah
sebagian dari usaha Jepang untuk mempengaruhi dan menarik
perhatian para pejuang bangsa Indonesia. Jepang berharap Bangsa
Indonesia mau membantu Jepang dalam perang melawan sekutu.

Sebaliknya, Perang Pasifik dimanfaatkan oleh kalangan para pejuang bangsa untuk
menggalang kesatuan dan persatuan. Bangsa Indonesia tidak ingin kemerdekaan Indonesia
adalah hadiah atau pemberian dari bangsa lain. Kemerdekaan Indonesia harus dicapai
dengan perjuangan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Untuk membuktikan janjinya, pada tanggal 1 Maret 1945,
Jepang membentuk sebuah badan yang bernama Dokuritsu
Junbi Chosakai yang dalam bahasa Indonesia disebut Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI). BPUPKI beranggotakan 67 orang, 60 orang berasal
dari Indonesia dan 7 orang berasal dari Jepang yang tidak
mempunyai hak suara. Dr. Radjiman Wedyodiningrat menjadi
ketua BPUPKI dan R. Pandji Soeroso menjadi wakil ketuanya. Jepang tidak sadar bahwa
BPUPKI yang dibentuk, kelak akan mengantarkan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

▪ Perumusan Pancasila
Dalam sidang BPUPKI, ketua BPUPKI Dr. Radjiman Widyodiningrat mengajukan

pertanyaan tentang rumusan dasar negara setelah merdeka nanti. Dengan munculnya
pertanyaan tersebut, maka BPUPKI mengadakan rapat. Rapat dan sidang tersebut
dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945.

a. Usulan Mohammad Yamin
Di hari pertama sidang pleno BPUPKI yang digelar pada 29 Mei 1945, M. Yamin

menyampaikan usulan berkenaan rancangan atau gagasan sebuah dasar-dasar negara
sebagai bangsa yang merdeka. Usulan tersebut berupa pidato dan
juga tertulis yang kemudian dikenal dengan “Asas dan Dasar Negara
Kebangsaan Indonesia.” Berikut di antaranya rumusan pidato yang
disampaikan oleh Moh. Yamin:

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri ke-Tuhanan

12

4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

b. Usulan Mr. Soepomo
Dalam sidang BPUPKI pada 31 Mei 1945, Mr. Supomo mengemukakan beberapa

pendapat mengenai rumusan dasar negara. Diungkapkan bahwa pemikiran tersebut
merupakan penjelasan mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan dasar
negara, yang mana hendaknya dasar negara dibentuk secara integralistik yang
berdasarkan pada dasar-dasar berikut.

1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

c. Usulan Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dalam sebuah pidato spontannya pada 1 Juni 1945,

mengemukakan pendapatnya mengenai dasar-dasar negara. Berikut
lima dasar negara yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno, yaitu:

1. Kebangsaan (Nasionalisme)
2. Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan
3. Mufakat
4. Kesejahteraan
5. Ketuhanan

Lima dasar negara yang diungkapkan oleh Ir. Soekarno dalam sebuah pidato saat
berlangsungnya sidang BPUPKI tersebut dinamakan Pancasila. Yang kemudian oleh Dr.
Radjiman, pidato Ir. Soekarno tersebut diberi judul sebagai “Lahirnya Pancasila”. Kelima
dasar tersebut kemudian oleh Ir. Soekarno diperas kembali hingga menjadi Trisila,
sebagaimana berikut isinya:

1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Tiga dasar tersebut ternyata diperas kembali hingga tinggal menjadi satu dasar saja
yang kemudian disebut Ekasila yakni Gotong royong.

13

▪ Sidang BPUPKI yang Kedua
Selama reses atau jeda masa sidang antara 2 Juni hingga 9 Juli 1945, dibentuklah

sebuah panitia kecil dari anggota BPUPKI yang memiliki tugas untuk menampung dan
menyelaraskan semua usul yang telah masuk dari anggota BPUPKI. Dari Panitia Kecil
tersebut kemudian dipilih kembali sembilan orang anggota yang kemudian dikenal dengan
nama Panitia Sembilan, untuk menyelenggarakan tugas tersebut. Dalam menentukan
hubungan dasar negara dengan agama, terjadi perpecahan di antara anggota BPUPKI
yakni golongan nasionalis dan golongan Islam.

Golongan nasionalis menghendaki bentuk negara sekuler yang tidak bertumpu pada
satu keyakinan saja, sedangkan golongan Islam menghendaki negara dengan bentuk
teokrasi yang bertumpu pada keyakinan agama Islam. Diantara kedua golongan tersebut
kemudian didapat sebuah persetujuan seperti yang tercantum dalam sebuah dokumen
“Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. Yang kemudian disebut sebagai Piagam Jakarta
(Jakarta Charter) oleh Mr. Moh Yamin.

Berikut intisari dari rumusan Piagam Jakarta tersebut yang ditujukan supaya semakin
memperjelas persetujuan di antara kedua golongan dalam sidang BPUPKI, sebagaimana
berikut:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-
pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pada 10-17 Juli 1945, BPUPKI melaksanakan sidang pleno yang kedua secara resmi
membahas mengenai dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” atau Piagam
Jakarta. Dari dokumen Piagam Jakarta tersebut kemudian dibagi menjadi dua buah
dokumen yang berbeda. Dokumen tersebut ialah Declaration of Independence (yang
didapat dari perluasan paragraf 1-3 menjadi 12 paragraf), dan Pembukaan Preambule
(yang merupakan naskah asli paragraf keempat).

Dalam rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 terdapat hasil yang sedikit berbeda
dengan perumusan Piagam Jakarta. Sebagaimana berikut: “… dengan berdasar kepada:
ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

14

▪ PPKI (Panitia Pelaksana Kemerdekaan Indonesia)
Setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya yang kemudian secara resmi dibubarkan

pada 7 Agustus 1945 tugas-tugasnya kemudian dilanjutkan oleh PPKI (Panitia Persiapan
Kemedekaan Indonesia). Namun sehari setelah kemerdekaan diproklamirkan, wakil-wakil
dari Indonesia Timur atau Kaigun yakni Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan
Kalimantan, yang diwakili oleh A.A. Maramis mengajukan keberatannya berkenaan dengan
rumusan Piagam Jakarta yang menyatakan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluk-pemeluknya”.

Keesokan harinya pada 18 Agustus 1945 dalam rapat
pleno PPKI dikemukakan sebuah usulan yang diajukan
oleh A.A. Maramis yakni menghilangkan rumusan “dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya”. Setelah melalui proses yang panjang dengan
bermusyawarah kembali dengan anggota lainnya, untuk
menjaga integrasi bangsa yang baru saja
diproklamasikan, akhirnya didapatkan kesepakatan mengenai penggantian rumusan
“Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
menjadi sebuah rumusan baru yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai upaya menjaga
keutuhan NKRI. Sebagaimana berikut.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan

perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di dalam perjalanannya Pancasila mengalami berbagai macam situasi yang
membuatnya mengalami banyak perubahan, berikut penjelasan singkat mengenai sejarah
perumusan Pancasila sebagaimana yang tercantum di beberapa dokumen penting.

1. Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
2. Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
3. Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27

Desember 1949
4. Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15

Agustus 1950

15

5. Rumusan Kelima: Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit
Presiden 5 Juli 1959)

▪ Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila merupakan

pandangan hidup bangsa Indonesia.Tanpa pandangan hidup, maka
sebuah negara akan mudah goyah dalam menghadapi persoalan.

Simbol-simbol Pancasila terdapat dalam perisai burung garuda.
Garuda Pancasila merupakan Lambang negara Indonesia, yang
juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu).
Lambang negara Indonesia berbentuk burung garuda dengan kepala menghadap ke
sebelah kanan (dari sudut pandang garuda), dan mempunyai perisai berbentuk seperti
jantung.

Sultan Hamid II lah yang merancang lambang ini, namun kemudian disempurnakan oleh
Bung Karno. Setelah itu diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali
pada tanggal 11 Februari 1950 dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat.
Lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila penggunaannya diatur dalam Peraturan
Pemerintah No. 43/1958.

▪ Arti Lambang Negara
Lambang negara kita adalah burung garuda. Setiap bagian dari Garuda Pancasila

mengandung makna sebagai berikut:
• Garuda dipakai sebagai simbol negara untuk menggambarkan Negara Indonesia

merupakan bangsa yang kuat dan besar.
• Warna keemasan di burung Garuda Pancasila mengambarkan kejayaan

dan keagungan.

16

• Garuda memiliki sayap, paruh, cakar, dan ekor yang melambangkan tenaga
dan kekuatan pembangunan.

• Jumlah bulu Garuda Pancasila menggambarkan hari/tanggal Proklamasi
Kemerdekaan Bangsa Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 1945, antara lain (jumlah
bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17, jumlah bulu pada ekor berjumlah 8,
jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19, dan bulu di leher
berjumlah 45).

Pada dada burung garuda terdapat perisai. Perisai

merupakan tameng yang telah lama dikenal dalam budaya

dan peradaban Nusantara sebagai senjata yang

melambangkan perlindungan, pertahanan, dan

perjuangan diri untuk mencapai tujuan. Di tengah perisai

terdapat sebuah garis hitam tebal yang menggambarkan

garis khatulistiwa, hal tersebut mencerminkan

lokasi/letak Indonesia, yaitu Indonesia sebagai negara tropis yang dilintasi garis

khatulistiwa. Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara

Pancasila. Warna dasar pada ruang perisai merupakan warna bendera Indonesia (merah-

putih), dan pada bagian tengahnya memiliki warna dasar hitam.

▪ Makna Simbol Pancasila
Pada perisai burung garuda terdapat simbol setiap sila pada Pancasila. Simbol

tersebut memiliki makna tersendiri. Kelima sila tersebut merupakan dasar negara dan
sumber hukum dasar yang mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1. Simbol Pancasila sila ke-1

Simbol sila pertama Pancasila adalah Bintang Tunggal berwarna
emas (nur/cahaya). Sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa,
dilambangkan dengan perisai hitam dengan sebuah bintang emas
berkepala lima (bersudut lima). Bintang emas sendiri dapat diartikan
sebagai sebuah cahaya seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya
kerohanian bagi setiap manusia.

2. Simbol Pancasila sila ke-2
Simbol sila kedua Pancasila adalah Rantai Emas. Sila kedua

berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dilambangkan dengan
rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan
hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu, gelang yang

17

persegi menggambarkan pria sedangkan gelang yang lingkaran menggambarkan wanita.
3. Simbol Pancasila sila ke-3

Simbol sila ketiga adalah Pohon Beringin. Sila ketiga
berbunyi Persatuan Indonesia, dilambangkan dengan pohon beringin
(Ficus benjamina) di bagian kiri atas perisai berlatar putih. Hal ini
mencerminkan kesatuan dan persatuan Indonesia. Pohon beringin juga
mempunyai banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya.
Ini mencerminkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki
berbagai latar belakang budaya yang berbeda-beda (bermacam-macam).
4. Simbol Pancasila sila ke-4

Simbol sila keempat adalah Kepala Banteng. Sila keempat Pancasila
berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan yang disimbolkan dengan kepala banteng
pada bagian kanan atas perisai berlatar merah. Lembu liar atau
Banteng merupakan binatang sosial yang suka berkumpul, sama halnya
dengan manusia di mana dalam pengambilan keputusan harus dilakukan
secara musyawarah salah satunya dengan cara berkumpul untuk
mendiskusikan sesuatu.
5. Simbol Pancasila sila ke-5

Simbol sila kelima adalah Padi dan Kapas. Sila kelima Pancasila
berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,
dilambangkan dengan padi dan kapas di bagian kanan bawah perisai
yang berlatar putih. Padi dan kapas (mencerminkan pangan dan
sandang) merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat Indonesia
tanpa melihat status maupun kedudukannya. Ini juga melambangkan
kemakmuran Bangsa Indonesia, juga mencerminkan persamaan sosial di mana tidak
adanya kesenjangan sosial antara satu dan yang lainnya, tapi hal ini (persamaan sosial)
bukan berarti bahwa Indonesia memakai ideologi komunisme.

18

▪ Makna Warna pada Garuda Pancasila
Ada beberapa warna yang terdapat pada Lambang negara Indonesia yaitu Garuda

Pancasila. Warna-warna yang dipakai menjadi warna pada lambang Garuda Pancasila ini
memiliki makna dan arti kurang lebih sebagai berikut.

• Warna putih memiliki arti kesucian, kebenaran, dan kemurnian.
• Warna hitam memiliki makna keabadian.
• Warna merah memiliki arti keberanian.
• Warna hijau artinya adalah kesuburan dan kemakmuran.
• Warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.

▪ Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari–hari
Sebagai warga negara Indonesia, kita harus mengamalkan setiap sila dalam Pancasila.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah bangsa Indonesia untuk menggapai cita-cita Indon
esia yang sejahtera, aman, damai, dan makmur. Berikut ini beberapa contoh sikap posi
tif yang sesuai dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sikap yang sesuai dengan sila pertama
Sila pertama Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini berhubungan dengan

perilaku kita sebagai umat beragama pada Tuhannya. Contoh sikap yang mencerminkan
sila tersebut.

a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai ajaran agama yang dianut
masing-masing.

b. Menjalankan perintah agama sesuai ajaran yang dianut masing-masing.
c. Saling menghormati antarumat beragama.
d. Tidak memaksakan suatu agama pada orang lain.
e. Menghormati sesama yang memiliki perbedaan agama dan kepercayaan.
f. Selalu tertib dalam menjalankan ibadah.
g. Tidak berbohong kepada guru maupun teman.
h. Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang menyayanginya.

19

i. Bersikap jujur ketika ulangan ataupun mengerjakan tugas di kelas.
j. Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam beribadah.

2. Sikap yang sesuai dengan sila kedua
Sila kedua Pancasila: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini berhubungan

dengan perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semuanya sama di dunia
ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut.
a. Tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat

ekonomi, maupun tingkat pendidikan.
b. Membela kebenaran dan keadilan.
c. Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
d. Tidak melakukan diskriminatif atau membeda-bedakan.
e. Menolong siapa saja yang membutuhkan.
f. Bersikap sopan terhadap siapapun.
g. Meminta maaf atau memaafkan apabila melakukan kesalahan.
h. Hormat dan patuh kepada guru, tidak membentak-bentaknya.
i. Hormat dan patuh kepada orang tua.

3. Sikap yang sesuai dengan sila ketiga
Sila ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia. Sila ini berhubungan dengan perilaku

kita sebagai warga Negara Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini. Contoh
sikap yang mencerminkan sila tersebut
a. Cinta pada tanah air dan bangsa.
b. Menjaga nama baik bangsa dan negara.
c. Tidak membangga-banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri.
d. Ikut serta dalam ketertiban dunia.
e. Menjunjung tinggi persatuan bangsa.
f. Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah.
g. Tidak berkelahi sesama teman maupun dengan orang lain.
h. Memakai produk-produk dalam negeri.
i. Menghormati setiap teman yang berbeda ras dan budayanya.
j. Bangga menjadi warga negara Indonesia.
k. Tidak sombong dan membangga-banggakan diri sendiri.

20

4. Sikap yang sesuai sila keempat
Sila keempat Pancasila: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam

permusyawaratan/perwakilan. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita untuk selalu
bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Contoh sikap yang mencerminkan sila
tersebut
a. Selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan

masalah.
b. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
c. Mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
d. Menghormati hasil musyawarah.
e. Ikut serta dalam pemilihan umum.
f. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman dalam menyelesaikan

masalah.
g. Memberikan suara dalam pemilihan ketua kelas atau pemilihan umum.
h. Menerima kekalahan dengan ikhlas apabila kalah bersaing dengan teman lain.
i. Berani mengemukakan pendapat di depan kelas.
j. Melaksanakan segala aturan dan keputusan bersama dengan ikhlas dan bertanggung

jawab.

5. Sikap yang sesuai sila kelima
Sila kelima Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini

berhubungan dengan perilaku kita dalam bersikap adil pada semua orang. Contoh sikap
yang mencerminkan sila tersebut.

a. Berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan.
b. Menghargai hasil karya orang lain.
c. Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
d. Menghormati hak dan kewajiban orang lain
e. Berlaku adil kepada siapapun.
f. Berbagi makanan kepada teman lain dengan sama rata.
g. Seorang guru memberikan pelajaran yang adil para setiap muridnya.
h. Tidak pilih-pilih dalam berteman.

21

Nah teman-teman... ayo kita mengamalkan Pancasila
dalam kehidupan kita sehari-hari. Berteman dengan
baik, bertanggung jawab terhadap setiap tugas,
menyayangi sesama, dan banyak lagi!

22


Click to View FlipBook Version