The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Evolusi dan Mutasi Jasmine Nur Rosadi 185040090

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 90 Jasmine Nur Rosadi, 2020-12-22 07:35:29

BAHAN AJAR EVOLUSI DAN MUTASI

Bahan Ajar Evolusi dan Mutasi Jasmine Nur Rosadi 185040090

BAHAN AJAR
EVOLUSI DAN MUTASI

JASMINE NUR R
185040090
BIOLOGI B

Mutasi

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf tingkatan gen
maupun pada tingkat kromosom. Mutasi pada tingkat gen disebut mutasi titik
sedangkan mutasi pada kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat
mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada
spesies. Mutasi terjadi pada frekuensi rendah dialam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000
individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk
karsinogen), radiasi surya, radioaktif, sinar ultraviolet, sinar X, serta loncatan energi listrik
seperti petir. Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut
mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami
perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type").

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Untuk membahas
peristiwa mutasi lebih lanjut, perlu Anda ketahui bahwa mutasi ini memiliki
beberapa karakteristik umum antara lain pada peristiwa mutasi belum dapat
diketahui secara pasti bagian gen yang mengalami mutasi. Mutasi dapat bersifat
menguntungkan atau merugikan. Mutan akan dapat hidup jika dapat beradaptasi
dengan lingkungannya. Mutasi dapat muncul secara bebas. Mutasi merupakan
perubahan organisasi materi genetik yang berupa gen atau kromosom dari suatu individu dan
diwariskan kepada
generasi berikutnya. Mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet (sel kelamin) akan bersifat menurun,
tetapi
jika mutasi tersebut terjadi pada sel-sel somatik (sel tubuh) maka perubahan itu hanya terjadi
pada individu tersebut dan tidak bersifat menurun. Hasil dari mutasi sukar
untuk diamati karena sebab-sebab berikut:

1.Gen yang mengalami mutasi dalam suatu individu, tidak menonjolkan diri.
2.Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat letal, sehingga tidak dapat diamati.

Biasanya individu akan mati sebelum dilahirkan atau sebelum dewasa.
3.Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat resesif, sehingga dalam keadaan

heterozigot belum dapat terlihat.

Mutasi adalah perubahan genetic (gen atau kromosom) dari suatu
individu yang bersifat menurun. Mutasi dapat terjadi pada tingkat gen maupun
kromosom yaitu :

1.Mutasi Gen
Gen merupakan materi yang mengandung
informasi genetik dan mempunyai tugas khusus sesuai dengan fungsinya. Gen dapat
mengalami duplikasi diri untuk menyampaikan informasi genetika
dari generasi ke generasi berikutnya. Di samping itu, gen juga mampu mengontrol proses
metabolism di dalam tubuh. Mutasi gen merupakan mutasi yang terjadi karena adanya
perubahan susunan molekul gen atau perubahan pada struktur DNA. Perubahan tersebut akan
mempengaruhi sifat kerja dari gen. Mutasi gen disebut juga mutasi titik atau point mutation.
Pada mutasi gen, pengaruh terjadi pada saat terjadinya sintesis DNA (replikasi). Apabila pada
saat sintesis DNA tersebut terjadi mutasi maka mutagen akan mempengaruhi pemasangan basa
nukleotida sehingga tidak berpasangan dengan basa nukleotida yang seharusnya. Pada mutasi
gen tidak terjadi perubahan lokus, bentuk, dan jumlah kromosom. Pada peristiwa ini yang
mengalami perubahan adalah m-RNA, sehingga dalam sintesis protein akan menghasilkan
perubahan protein, akibatnya menghasilkan enotipe yang berbeda. Mutasi gen dapat terjadi
karena adanya hal-hal berikut.

a. Pergantian pasangan basa nitrogen
b. Penyisipan dan Pengurangan Basa Nitrogen

1.Mutasi Kromosom
Kromosom merupakan suatu badan yang di dalamnya mengandung banyak gen. Kromosom dapat
mengalami mutasi karena adanya perubahan struktur atau susunan
dan jumlah kromosom. Mutasi kromosom ini disebut juga dengan mutasi besar (gross mutation). Hal
ini disebabkan karena susunan kromosom yang mengandung banyak gen, sehingga jika terjadi
mutasi pada kromosom akan menimbulkan perubahan fenotipe yang lebih besar, bahkan dapat
muncul individu baru hasil mutan yang betulbetul menyimpang dari aslinya. Penyebab terjadinya
mutasi kromosom antara lain adanya gangguan fisik dan kimia sehingga terjadi kesalahan di dalam
pembelahan sel yang mengakibatkan struktur kromosom rusak dan jumlah kromosom berubah.
Pada prinsipnya mutasi pada kromosom terdiri atas dua macam:
a. Mutasi karena Perubahan jumlah kromosom
b. Mutasi karena Perubahan Struktur Kromosom

Macam-macam Mutasi
Berdasarkan tempat terjadinya
a. Mutasi somatic
Mutasi ini terjadi pada sel-sel tubuh dan dampaknya hanya dirasakan pada individu tersebut dan
tidak diturunkan. Faktor-faktor yang menyebabkan mutasi somatik, antara lain sinar radioaktif, sinar
ultraviolet, dan obat-obatan atau zat-zat yang bersifat mutagenik.
b. Mutasi germinal
Mutasi ini terjadi pada sel-sel gamet dan memiliki sifat dapat diwariskan. Mutasi germinal dapat
dialami oleh gen-gen yang terdapat pada kromosom autosomal yang disebut dengan mutasi
autosomal. Hasil mutasi autosomal dapat berupa mutasi dominan atau mutasi resesif. Mutasi
germinal juga dapat terjadi pada kromosom kelamin yang disebut dengan
mutasi tertaut kelamin.

Berdasarkan sifat genetiknya
a. Mutasi dominan, Mutasi ini memperlihatkan pengaruhnya pada kondisi heterozigot
b. Mutasi resesif, Mutasi ini terjadi pada organisme diploid (misalnya manusia) dan tidak diketahui
dalam keadaan heterozigot, kecuali resesif pautan seks.

Berdasarkan sumbernya
a. Mutasi Alam
Mutasi alam adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya atau penyebabnya tidak diketahui secara
pasti sehingga mutasi ini terjadi secaraspontan. Mutasi alam ini diduga disebabkan oleh sinar kosmis
( proton,positron, photon), sinar radioaktif (uranium), sinar ultraviolet, dan radiasi ionisasi internal,
yaitu bahan radioaktif dalam suatu jaringan tubuh yang berpindah masuk ke jaringan lainnya.
b. Mutasi Buatan
Mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi akibat campur tangan manusia. Mutasi buatan ini memang
sengaja dibuat oleh manusia untuk suatu kepentingan tertentu dan diambil manfaatnya. Mutasi
buatan ini merupakan awal dari lahirnya rekayasa genetika dalam bidang bioteknologi. Mutasi
buatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pemakaian bahan radioaktif untuk
memperoleh bibit unggul, penggunaan radiasi peng-ion, pemakaian bahan kolkisin, dan penggunaan
sinar X.

Factor Penyebab Mutasi
1. Bakteri
2. Virus
3.Mutagen Kimia
4.Mutagen Fisika

Manfaat dan Kerugian dari Mutasi
Dari semua uraian di depan dapat diketahuibahwa peristiwa mutase yang terjadi dalam kehidupan
dapat diambil manfaatnya oleh manusia antara lain seperti berikut.
1. Dihasilkan buah-buahan tanpa biji, seperti semangka. Jika kita akan membudidayakan semangka
maka perlu diperhatikan produksinya. Buah semangka akan memiliki nilai jual yang lebih baik jika
berukuran besar dan tanpa biji. Untuk itu perlu dilakukan pemberian kolkisin. Kolkisin dapat dibeli
di toko obat-obatan tanaman. Cara pemakaian kolkisin dapat dibaca pada label petunjuk
pemakaian pada tanaman. Dengan penerapan mutasi ini dapat memberikan peluang usaha yang
baik dalam meningkatkan hasil tanaman yang kita tanam, sehingga dapat meningkatkan
pendapatan.
2. Dengan peristiwa mutasi dapat didapatkan tanaman hias yan memiliki nilai ekonomi tinggi,
misalnya yang populer di masyarakat saat ini adalah tanaman hias Aglonema. Harga tanaman ini
mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Varietas baru ini dapat dihasilkan dengan pemberian kolkisin pada tanaman.
3. Mutasi dapat meningkatkan hasil produksi pertanian, di antaranya gandum, tomat, kelapa
poliploidi, kol poliploidi, dan sebagainya.
4. Hasil antibiotik, seperti mutan Penicillium akan lebih meningkat lagi.
5. Mutasi merupakan proses yang sangat
berguna untuk evolusi dan variasi genetic.
Selain memiliki nilai manfaat, ternyata mutasi juga memiliki nilai negative dan menyebabkan
kerugian pada manusia.
Beberapa kerugian yang disebabkan karena proses mutasi adalah sebagai berikut:
1. Terjadinya mutasi gen menyebabkan beberapa kelainan pada manusia
antara lain sindrom turner, sindrom down, albino, anemia sel sabit, dan
sebagainya.
2. Penemuan buah tanpa biji dapat
mengakibatkan tanaman mengalami kesulitan untuk mendapatkan generasi
penerusnya.
3. Pemberian insektisida yang tidak sesuai
dosisnya dapat mengakibatkan mutasi pada hama sehingga akan menjadi resisten
terhadap jenis insektisida yang sama. Hama yang resisten akan mengalami
peledakan jumlah sehingga akan merusak tanaman budidaya.
4. Penggunaan sinar radioaktif pada proses
mutasi dapat mengakibatkan tumbuhnya sel kanker dan
cacat bawaan pada janin dalam rahiml

EVOLUSI

Evolusi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan yang berangsur-angsur menuju kepada
kesesuaian dengan waktu dan tempat. Jadi pada dasarnya, evolusi
tidak akan pernah membuktikan bagaimana kera menjadi manusia. Suatu organisme mempunyai
nenek moyang organisme lain. Sampai sekarang belum ditemukan suatu makhluk pun di muka bumi
ini yang mempunyai asal usul berbeda, misalnya yang tidak mempunyai DNA atau RNA atau yang
mempunyai sistem tubuhnya berbeda (misalnya bernapas melalui kulit, mata di samping, atau telinga
di bahu). Kita tidak akan pernah melihat bagaimana suatu organisme berubah menjadi organisme yang
lain. eori evolusi yang hanya didasarkan atas data fosil tidak pernah dapat menerangkan dengan
lengkap mengenai apa yang terjadi pada masa yang telah silam. Oleh karena itu, dalam mempelajari
evolusi suatu organisme,Biasanya para ahli menggunakan metode pendekatan dan bukan pembuktian.
Dalam hal ini, mereka melihat perubahan struktur dari organisme yang saling berkerabat satu dengan
yang lain dan mengaitkan perubahan-perubahan ciri-ciri yang masih dapat ditelusuri.

Dengan mempelajari proses perubahan sejumlah ciri tertentu maka dapat ditarik suatu kesimpulan
mengenai proses evolusi dari suatu kelompok secara utuh. Perubahan-perubahan suatu ciri dapat
ditelusuri dari sekelompok organisme secara holistik, sehingga kita mengetahui dengan pasti bahwa
ciri tertentu berevolusi dari suatu bentuk yang primitif kepada suatu bentuk yang maju. Suatu
organisme yang sudah punah dapat
mempunyai ciri yang relatif maju, sedangkan suatu organisme yang masih hidup
sampai sekarang dapat mempunyai sejumlah ciri yang primitif

mempunyai sejumlah ciri yang primitif.
A. Petunjuk Adanya Evolusi
1. Anatomi
Perbandingan ika Anda membandingkan hewan mamalia satu dengan yang lain, mungkin Anda akan
berpikir, bahwa bagian-bagian tertentu pada tubuh setiap spesimen disusun menurut pola dasar yang
sama dan struktur yang sama, menurut pola dasar yang sama pula. Dapat kita katakan bahwa hanya
ada satu cara terbaik dalam menyusun organ tersebut dan cara itulah yang digunakan oleh Sang
Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Organ-organ fungsional pada makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. Homologi
Homologi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda, tetapi kedua organ
tersebut memiliki bentuk dasar yang sama. Perbandingan organ-organ secara homologi dapat Anda
lihat pada Gambar di
bawah ini :

b. Analogi
Analogi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda, tetapi akibat peristiwa
evolusi konvergen menjadikan organ ersebut mempunyai fungsi yang sama. Agar lebih jelas dapat
Anda lihat pada
Gambar dibawah ini:

2. Embriologi
Perbandingan Embrio hewan-hewan dan manusia menunjukkan kecenderungan yang hampir sama.
Perhatikan Gambar berikut

a. Sifat-sifat umum muncul sebelum sifat-sifat yang khusus.
b. Perkembangan juga dimulai dari yang umum, kemudian baru menuju perkembangan yang
khusus.
c. Bentuk embrio dari berbagai makhluk hidup hampir serupa, tetapi pada tahap dewasa
menunjukkan perbedaan yang nyata.

3. Fisiologi
Perbandingan Pada umumnya ditemukan persamaan proses fisiologi
antara berbagai makhluk hidup, misalnya dalam hal sintesis protein, proses
metabolisme, respirasi, ekskresi, dan lain-lain.

4. Petunjuk dari Alat Tubuh yang Tersisa (Vestigial) Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan
manusia dapat ditemukan adanya struktur vestigial, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang
dan berfungsi sempurna dan akan tereduksi. Alat-alat tubuh yang tersisa ini dianggap sebagai suatu
perjalanan dari evolusi makhluk hidup tersebut. Struktur vestigial antara lain :

a. Umbai cacing, tulang ekor, buah dada pada pria;
b. Sisa-sisa kaki pada ular;
c. Sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi
untuk terbang seperti burung pinguin, kasuari, dan burung onta

5. Petunjuk Palaentologi,
Palaentologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup
yang telah membatu. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tulang, cangkang, gigi, jejak kaki, maupun
bagian-bagian yang lain. Contoh-contoh fosil yang pernah ditemukan dapat Anda lihat pada Gambar
di bawah ini!.

Fosil Ikan Fosil Bakteri

Macam Mekanisme Evolusi
1. Mutasi

Mutasi merupakan perubahan susunan DNA sel genom yang diakibatkan oleh radiasi, virus dan bahan
kimia dari suatu gen dan dapat menyebabkan perubahan sifat yang menurun pada generasi penerusnya.
2. Seleksi Alam
Seleksi alam merupakan proses dimana mutasi genetik yang meningkatkan keberlangsungan dan r
eproduksi suatu organisme menjadi lebih umum dan tetap dari generasi kegenerasi yang lain pada suatu
populasi. Kondisi tersebut menyebabkan kompetisi antar organisme untuk bereproduksi dan bertahan
hidup.

3. Migrasi

Migrasi adalah perpindahan spesies dari suatu tempat ke tempat lainnya. Migrasi akan
membuat spesies beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Hal ini, menyebabkan kemunculan
generasi-generasi spesies yang berbeda dengan nenek moyang asal-usul spesies tersebut.i

4. Rekombinasi Gen

Rekombinasi gen terjadi karena adanya perkawinan silang. Kendati demikian dapat kemungkinan
besar memunculkan variasi spesies baru. Munculnya varian baru
yang membuat terjadinya evolusi.
5. Genetik Drift

Genetic Drift merupakan perubahan dalam frekuensi alel suatu kumpulan gen yang terjadi secara
acak dari populasi yang terisolasi. Frekuensi alel merupakan fraksi gen dalam lungkang gen dalam
alel tertentu.
6. Hukum Hardy-Weinberg
Sedangkan hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dalam populasi akan tetap
stabil dan seimbang dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan syarat harus terjadi
perkawinan secara acak, tidak terjadi mutasi, tidak terjadi migrasi dan tidak terjadi seleksi alam
dengan populasinya yang berukuran besar.

c. Teori Evolusi Menurut Para AhliEvolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu
tertentu. Dalam konteks biologi moderm, evolusi berarti perubahan
frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan
pada mahluk hidup. Evolus menjelaskan sejarah mahluk hidup seperti : manusia, hewan, tumbuhan, fungi ,
mikroba.beberapa teori dari para ahli yang menjadi
dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut:

1. Aristoteles (384 – 322 SM)
Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan
bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam
dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana kebentuk yang
lebih kompleks.
2. naximander (500 SM
Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapa bahwa manusia
berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.

3. Empedoclas (495 – 435SM)
Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur
hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan
dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudia berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi
beraneka ragam seperti sekarang ini.

4. Erasmus Darwin(1731 – 1802 SM)
Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris.
Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia
menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.

5.Count De Buffon (1707 – 1788)
Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga
terjadi penimbunan variasi.

6. Sir Charles Lyell (1797 – 1875)
Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkena berjudul
Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk
melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama.

7. Lamarck
ean Baptise de Lamarck (1744– 1829) seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan
menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam bukuny tersebut Lamarck mengatakan
sebagai berikut:
a. Lingkungan mempunyai pengaruh pada
ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses adaptasi lingkungan.
b. Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
c. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak
digunakan akan
mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang.
Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck
adalah jerapah. Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki
leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah
berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin
lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan
lebih panjang lagi.
Teori Lamarck ditentang
oleh Erasmus Darwin (kakek
dari Charles Darwin)
yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher
pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi

a. Ciri dan sifat yang terbentuk akan
diwariskan kepada keturunannya.
b. Organ yang sering digunakan akan
berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami
pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh
Lamarck
adalah jerapah. Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki Leher pendek. Karena
makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya.
Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin Lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan
pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.

Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin)
yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada
yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari
persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan
diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan- lahan
mengalami kepunahan.

8. Charles Robert Darwin
Bapak Teori Evolusi lahir di daerah Inggris bagian barat. Teori Evolusi Darwin tidak muncul begitu
saja, namun berdasarkan hasil perjalanannya dengan kapal Beagle ke kepulauan Galapagos dan
studi terhadap berbagai disiplin lmu.
a. Pelayaran Darwin
ke Kepulauan Galapagos Saat berlayar dari Inggris menggunakan kapal HMS Beagle, Darwin
berusia 22 tahun
(bulan Desember 1831). Tujuan utama pelayaran tersebut adalah untuk memetakan pesisir pantai
Amerika Selatan yang masih belum jelas. Pada saat awak kapal sibuk memetakan pesisir pantai,
Darwin turun ke pantai, mengamati, dan mengoleksi ratusan spesimen fauna dan flora Amerika
Selatan yang beraneka ragam dan endemik. Selain itu, saat kapal mengelilingi benua Amerika,
Darwin mengamati berbagai adaptasi tumbuhan dan hewan yang menempati hutan Brazil,
bentangan padang rumput di Argentina, daratan terpencil Tierra del Fuego dekat Argentina dan
pegunungan Andes. Setelah mencatat flora dan fauna di berbagai wilayah Amerika Selatan, Darwin
menyimpulkan bahwa flora dan fauna di Amerika Selatan mempunyai karakteristik khusus yang
sangat berbeda dengan flora dan fauna di
Eropa. Darwin juga mengatakan bahwa flora dan fauna di daerah beriklim sedang mempunyai
hubungan yang lebih dekat dengan spesies yang hidup di wilayah tropis benua tersebut,
dibandingkan spesies di daerah beriklim sedang di Eropa. Fauna yang paling membingungkan
Darwin ditemukan di Kepulauan Galapagos, yaitu kepulauan yang berada di sebelah barat pesisir
Amerika Selatan. Pada umumnya, spesies fauna di Galapagos tidak ditemukan hidup di tempat lain,
meskipun ada
kesamaan dengan hewan di Amerika Selatan. Setelah mengadakan pengamatan, diantaranya
Darwin menemukan 14 jenis burung finch di Galapagos. Meskipun jenisjenis tersebut agak mirip,
namun terlihat sebagai spesies yang berbeda, yang menunjukkan hubungan dengan burung Finch
yang ada di Amerika Selatan. Perbedaan utama burung finch, yaitu pada bentuk dan ukuran
paruhnya yang merupakan adaptasi terhadap makanan tertentu. Kelompok pertama burung Finch
yang hidup di tanah (Geospis magnirostris) mempunyai paruh yang besar yang teradaptasi untuk
memecahkan
biji, kelompok kedua finch (Camarhynchus pallidus) yang
menggunakan
suatu duri kaktus atau ranting kecil sebagai alat untuk mengorek semut atau serangga lainnya, dan
kelompok ketiga adalah kelompok kecil finch (Camarhynchus parvulus) yang menggunakan
paruhnya untuk menangkap serangga.

a. Teori Evolusi Darwin
Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya secara lengkap dalam buku yang berjudul On
The Origin of Species by Means of Natural Selection (Asal mula spesies yang terjadi melalui
seleksi alam) yang diterbitkan pada 24 November 1859. Dalam buku ini dikemukakan dua teori
pokok, yaitu:
1) Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa silam.
2) Evolusi terjadi melalui seleksi alam. Dua teori utama Darwin merupakan hasil pengamatan
Darwin sebagai berikut:
Pengamatan ke-1, setiap spesies mempunyai potensial fertilisasi yang besar sehingga ukuran
populasinya akan meningkat secara eksponensial bila setiap individu yang dilahirkan berhasil
melakukan percobaan.
Pengamatan ke-2, ukuran populasi cenderung menjadi stabil kecuali fluktuasi musiman.
Pengamatan ke-3, sumber daya alam terbatas.
Pengamatan ke-4, individu-individu populasi sangat bervariasi dalam hal ciri-ciri tubuh namun
tidak ada dua individu yang benar-benar sama.
Pengamatan ke-5, kebanyakan variasi diwariskan pada keturunannya. Setelah Darwin
menyelesaikan perjalanannya dan kembali ke Inggris, ia banyak mempelajari geologi, terutama
tentang fosil. Buku yang berpengaruh besar terhadap Darwin adalah Principles of Geology
(Prinsip-Prinsip
Geologi) karangan Charles Lyell. Setelah mempelajari buku tersebut, Darwin
berkesimpulan bahwa:
1) Deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda dengan
fosil pada batuan yang lebih tua.
2) Perbedaan itu disebabkan adanya perubahan
secara perlahan-lahan. Darwin juga mempelajari buku mengenai hubungan ekonomi dan
penduduk dunia di antaranya buku karangan Thomas R. Malthus (1766-1834) yang berjudul An
Essay on The Principle of Population, dimana
Malthus berpendapat bahwa kenaikan jumlah penduduk cenderung lebih cepat daripada
kenaikan produksi pangan. Oleh karena itu, timbul masalah bagi manusia dalam menyelamatkan
diri dari bahaya kelaparan.
Perbandingan
Teori Evolusi Lamarck, Weismann, dan Darwin:
a. Teori Evolusi Lamarck Vs
Teori Evolusi Darwin
Teori Evolusi Lamarck berisi dua gagasan utama, yaitu:
1) Gagasan use and disuse (digunakan
dan tidak digunakan) bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu
lingkungan tertentu akan menjadi besar dan kuat. Sementara itu, bagian tubuh yang jarang
digunakan akan mengalami kemunduran.
2) Sifat atau ciri-ciri dari lingkungan dapat
diwariskan kepada keturunannya.
Contoh teori ini adalah evolusi pada jerapah berleher panjang. Menurut Lamarck, nenek moyang
jerapah sebenarnya berleher pendek. Jerapah yang berleher pendek menjulurkan lehernya
untuk mencapai makanannya pada daun-daun cabang pohon yang tinggi. Oleh karena itu, leher
jerapah menjadi panjang. Sifat leher jerapah yang panjang tersebut akan diwariskan pada
keturunannya. Dengan demikian, semua jerapah berleher panjang.
Sebaliknya, menurut Darwin, evolusi terjadi melalui seleksi alam dengan adanya adaptasi
makhluk hidup.
Darwin
berpendapat bahwa nenek moyang jerapah terdiri atas jerapah yang berleher panjang
dan jerapah berleher pendek. Karena makanan jerapah adalah daun-daunan di pohon
yang tinggi, maka hanya jerapah berleher panjang yang dapat menjangkaunya.
Jerapah berleher pendek tidak dapat menjangkau daun-daun di pohon yang tinggi
tersebut sehingga kekurangan makanan dan akhirnya mati.

a. Teori Darwin Vs Teori Weismann
Sebenarnya, Weismann tidak menentang pandangan Darwin, tetapi lebih menjelaskan pandangan
Darwin mengenai seleksi alam. Weismann berpendapat bahwa perubahan sel tubuh karena
pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut bagaimana
pewarisan gengen melalui sel-sel kelamin, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-
faktor genetika. Sifat leher panjang atau pendek jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher
panjang bersifat dominan. Sedangkan, gen untuk leher pendek adalah resesif. Karena jerapah
berleher pendek tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka jerapah ini akan punah.

b. Teori Evolusi Lamarck Vs Teori Evolusi Weismann
Lamarck berpendapat bahwa makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya melalui
perubahan pada organ tubuhnya. Kemudian, sifat atau fungsi organ tersebut diwariskan kepada
keturunannya. Menurut Lamarck, nenek moyang menjangan tidak bertanduk. Namun, dikarenakan
sering mengadu kepala, maka tanduk tumbuh di kepala menjangan. Teori Lamarck ditentang oleh
Weismann. Weismann berpendapatbahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan
tidak diwariskan pada
keturunannya. Weismann membuktikan teorinya dengan mengawinkan dua ekor tikus yang masing-
masing ekornya telah dipotong. Kemudian, anak-anak yang sudah dewasa dipotong ekornya dan
dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya tetap anak-anak tikus yang berekor. Percobaan ini
dilakukan hingga 21 generasi tikus dan hasilnya tetap sama.


Click to View FlipBook Version