di Sulawesi KeragamanEtnis BahanAjar Membahas MengenaiSuku, Tradisi,Adat Istiadat,Budaya,Bahasa,danRumahAdat
KERAGAMAN ETNIS DI SULAWESI BAHAN AJAR Penulis : Agung Alif Fajar Arifiyanto Alif Tauhedi Irfani Dian Ayu Christyarini Diva Ajeng Pramestuti Rabieaah Al Eaadawiyyah Richa Melinda Hari Saputri Sukma Shakina Shiam Noor Setting dan Layout : Rabieaah Al Eaadawiyyah Seluruh elemen diambil dari images.google.com dan www.canva.com
Halaman DAFTAR ISI .................................................................. iv DAFTAR GAMBAR ................................................................... v BAGIAN I ETNIS DI SULAWESI BARAT "SUKU MANDAR".......... 1 BAGIAN II ETNIS DI SULAWESI SELATAN "SUKU BUGIS"............ 6 BAGIAN III ETNIS DI SULAWESI UTARA "SUKU MINAHASA"........................................................... 11 BAGIAN IV ETNIS DI SULAWESI TENGAH "SUKU KAILI" .................................................................. 15 BAGIAN V ETNIS DI SULAWESI TENGGARA "SUKU TOLAKI" .................................................................. 18 DAFTAR PUSTAKA .................................................................. 21 DAFTAR ISI iv
Halaman Gambar 1 Suku Mandar ................................................ 1 Gambar 2 Tari Pallake ................................................ 2 Gambar 3 Ritual Mappande Sasi ................................................ 3 Gambar 4 Tradisi Makkuliwa Lopi ................................................ 4 Gambar 5 Rumah Boyang ................................................ 5 Gambar 6 Suku Bugis ................................................ 6 Gambar 7 Aksara Bugis ................................................ 7 Gambar 8 Mappadendang ................................................ 8 Gambar 9 Falsafah Siri' Na Pacce ................................................ 9 Gambar 10 Rumah Adat Saoraja .............................................. 10 Gambar 11 Rumah Adat Bola Soba .............................................. 10 Gambar 12 Suku Minahasa .............................................. 11 Gambar 13 Tarian Maengket .............................................. 12 Gambar 14 Upacara Monondaega .............................................. 13 Gambar 15 Tradisi Mapalus .............................................. 13 Gambar 16 Rumah Adat Pewaris .............................................. 14 Gambar 17 Suku Kaili .............................................. 15 Gambar 18 Upacara Baliya Jinja .............................................. 16 Gambar 19 Budaya Sintuvu .............................................. 16 Gambar 20 Tradisi Pompaura Posunu Rumpu .............................................. 17 DAFTAR GAMBAR v
Gambar 21 Rumah Adat Tambi .............................................. 17 Gambar 22 Suku Tolaki .............................................. 18 Gambar 23 Tari Lulo .............................................. 19 Gambar 24 Kalosara .............................................. 19 Gambar 25 Tradisi Mobasa-basa ............................................... 20 Gambar 26 Kalosara ............................................... 20 v vi
Suku Mandar pada abad XVI adalah istilah “persekutuan” antar tujuh kerajaan pesisir pantai dan tujuh kerajaan di pegunungan Sulawesi Barat. Konfederasi ke-14 kerajaan (Pitu Ba’bana Binanga Pitu Ulunna Salu) melahirkan suatu etnis, Mandar. Suku Mandar bermukim di Sulawesi Barat dan sebagian lainnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Menurut catatan “Het Landschap Balanipa” orang Mandar dideskripsikan sebagai orang dengan hati tinggi, sopan, mudah tersinggung, mudah cemburu, berkuasa, memegang teguh tradisi, menghargai tamu, pemberani, seringkali memilih titik strategis dalam peperangan. Menurut Tomes Pires, suku Mandar dikenal sebagai pelaut ulung sebab tanah mereka yang tidak subur sehingga tidak memungkinkan bercocok tanam. 1 ETNIS DI SULAWESI BARAT "SUKU MANDAR" Gambar 1. Suku Mandar
Salah satu budaya Suku Mandar adalah Tari Pallake. 2 Bahasa yang digunakan oleh suku Mandar adalah Bahasa Mandar. Bahasa Mandar termasuk ke dalam bahasa kelompok besar (Language of South Sulawesi). Bahasa tersebut hanya digunakan sesama suku asli Mandar dan terancam kepunahannya. BAHASA SUKU MANDAR BUDAYA SUKU MANDAR Pallake berasal dari kata dasar Lake yang berarti tanduk. Kesenian ini memiliki nilai budaya yang melambangkan keperkasaan, keberanian, dan kepahlawanan. Gambar 2. Tari Pallake
3 ADAT ISTIADAT SUKU MANDAR Suku Mandar yang mayoritas bekerja sebagai nelayan memiliki satu upacara adat yang juga cukup terkenal yaitu upacara ritual Mappande Sasi. Upacara ini dilangsungkan semata untuk berucap syukur sembari masyarakat berharap dijauhkan dari bencana terutama yang datang dari lautan. Pada ritual Mappande Sasi, masyarakat suku Mandar akan membawa berbagai makanan ke rumah ketua adat atau tokoh adat setempat. Setelah makanan jampi atau doa-doa, warga akan membawanya kembali ke pinggir pantai dan dinaikkan ke atas perahu yang sudah dihias. Kemudian makanan-makanan dilarung di tengah laut. Setelah upacara Mappande Sasi selesai, biasanya masyarakat suku Mandar akan makan besar di pinggir pantai. Mereka sengaja mengajak seluruh keluarga untuk makan sambil bercengkrama di dalam nuansa kerukunan dan perdamaian. Gambar 3. Ritual Mappande Sasi
4 Salah satu tradisi Suku Mandar adalah Makkuliwa Lopi Tradisi Makkuliwa Lopi yang bermakna selamatan kapal atau selamatan perahu. Tradisi ini dilakukan demi tujuan untuk memohon keselamatan sebelum kapal khas Mandar Zandeq berlayar mengarungi lautan demi mengenang para pelaut Mandar yang hebat. Pada acara Makkuliwa Lopi, istri atau keluarga pemilik perahu akan membuat aneka jenis kuliner. Tidak sembarang makanan melainkan kuliner khusus yang dikemas unik dengan jumlah yang sudah ditentukan. Setelah itu, makanan tersebut dinaikkan ke atas sebuah kapal di pinggir pantai dan dikelilingi oleh masyarakat. Tetua adat setempat akan membacakan barzanji atau puji-pujian kepada Nabi. Setelah doa selesai dipanjatkan, makanan dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk bersantap bersama. TRADISI SUKU MANDAR Gambar 4. Tradisi Makkuliwa Lopi
5 RUMAH ADAT SUKU MANDAR Rumah adat Sulawesi Barat ini dibuat dengan menghormati nilai luhur yang ada. Rumah adat juga harus menghadap ke arah timur atau ke arah terbitnya matahari. Ini dikarenakan masyarakat percaya rumah yang menghadap ke arah timur adalah simbol dari keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia. Setiap ornamennya memiliki nilai-nilai filosofis dan dipercaya sebagai identitas sosial dari suku Mandar. Rumah Boyang terbuat dari bahan kayu dan termasuk ke dalam rumah panggung dengan jenis tiang yang tidak ditancapkan ke tanah. Tinggi dari tiangnya sendiri ratarata 2 meter, sehingga rumah ini terlihat sangat tinggi. Tiang rumah adat ini berbeda-beda dari satu sama lain dan disesuaikan dengan status sosial pemiliknya. Gambar 5. Rumah Boyang
Suku Bugis adalah salah satu suku bangsa yang mendiami bagian selatan pulau Sulawesi yang sekarang dikenal dengan nama Sulawesi Selatan. Suku Bugis merupakan suku bangsa terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu mencapai 41,90 persen dari jumlah penduduk Sulawesi Selatan (Suryadinata, 2003 Abdullah dkk, 2009:234). Ibukota Sulawesi Selatan adalah Makassar, dengan Makassar sendiri menjadi kota pelabuhan terbesar di Sulawesi Selatan. sejak abad ke-18. Selain itu, kata Bugis dan Makassar sering disandingkan sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa kata Bugis dan Makassar itu sinonim. ETNIS DI SULAWESI SELATAN "SUKU BUGIS" Gambar 5. Suku Bugis 6
Di Sulawesi Selatan, bahasa Bugis merupakan bahasa daerah yang paling penting dan paling banyak digunakan bersama Makassar, Toraja, dan Massenrengpulu. Menurut sensus tahun 1990, penutur bahasa Bugis mencapai lebih dari 3,5 juta orang, sedangkan bahasa Makassar mencapai 2.677.491 orang. Daerah berbahasa Bugis meliputi Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Parepare, Barru, Sinjai, Bulukumba, sebagian Pangkep dan Maros. Di Provinsi Sulawesi Selatan Bahasa yang digunakan oleh Suku Bugis adalah Bahasa Bugis. BAHASA SUKU BUGIS 7 Gambar 6. Aksara Bugis
Salah satu budaya Suku Bugis adalah Mappadendang 8 Mappadendang adalah budaya padi yang tidak asing lagi bagi suku Bugis, tradisi panen tahunan yang diingat saat musim panen padi tiba. Mappadendang sendiri merupakan festival dalam skala besar yaitu sebuah acara dimana biji-bijian ditumbuk dalam lesung dengan tongkat besar. Hubungan suku Bugi dengan alam, baik dalam keyakinan spiritual maupun dalam tindakan masyarakat Bugis untuk mendukung tradisi mereka. Orang Bugi memandang alam tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan manusia, tetapi mereka bertanggung jawab atas akibat dan akibat sampingan dari penggunakan alam yang tidak bijak serta bertanggung jawab dan menghormatinya sebagai bagian dari kehidupan. BUDAYA SUKU BUGIS Gambar 7. Mappadendang
9 Provinsi Sulawesi Selatan yang beribukotakan Kota Makassar. Secara umum, terdapat empat suku bangsa di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Salah satu budaya yang hadir dalam interaksi masyarakat di sana adalah budaya Siri' Na Pacce seperti harga diri dan solidaritas manusia. Solidaritas adalah kesamaan perasaan, kesamaan takdir dan tanggung jawab bersama. Solidaritas manusia merupakan bagian penting dalam kehidupan kelompok, sehingga selalu menjaga eksistensi kelompok dan bagaimana solidaritas sosial yang dibangun antar anggota kelompok dapat menjadi satu kesatuan. Dalam kehidupan berkelompok harus muncul kesadaran kolektif yang mampu memupuk perasaan atau emosi berdasarkan kesamaan, agar tercipta rasa kesetiakawanan sosial untuk mencapai tujuan bersama. Gambar 8. Falsafah Siri' Na Pacce Budaya lain Suku Bugis adalah Falsafah "Siri' Na Pacce"
"Saoraja" adalah nama raja atau rumah bangsawan, sedangkan "Bola" adalah nama rumah borjuis. Saoraja dan Bola memiliki struktur yang mirip, tetapi Saoraja lebih besar dari Bola. Yaitu untuk membedakan status sosial dalam suku Bugis. Arsitektur rumah adat Bugis terdiri dari tiga bagian diantaranya bagian atas disebut "rakkeang", bagian tengah "alle bola" dan bagian bawah rumah "awa bola", sedangkan denah atau "lontang" juga terdiri dari tiga bagian. Rumah adat Suku Bugis di antaranya adalah Rumah Adat Saoraja dan Rumah Adat Bola Soba. RUMAH ADAT SUKU BUGIS Gambar 9. Rumah Adat Saoraja 10 Gambar 10. Rumah Adat Bola Soba
Suku Minahasa adalah penduduk asli yang berasal dari Semenanjung Minahasa di Sulawesi Utara. Masyarakat dari Suku Minahasa tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Manado, dan Kota Tomohon. Ciri khas Suku Minahasa dapat diamati dari cara hidup serta hasil budaya yang masih dapat diamati hingga saat ini. Dilansir dari laman Gramedia, masyarakat Minahasa dalam kesehariannya menggunakan berbagai bahasa daerah, mulai dari bahasa Manado, Tombulu, Tonsawang, Tonsea, dan bahasa Tontemboan. ETNIS DI SULAWESI UTARA "SUKU MINAHASA" Gambar 11. Suku Minahasa 11
Salah satu budaya Suku Minahasa adalah Tarian Maengket. 12 Bahasa yang digunakan oleh Suku Minahasa adalah Bahasa Tontemboan. Bahasa- bahasa yang ada di Minahasa terdiri dari Bahasa Bantik, Bahasa Ponosokan, Bahasa Ratahan, Bahasa Tombulu, Bahasa Tondano, Bahasa Tonsawang, Bahasa Tonsea, dan Bahasa Tontemboan. Bahasabahasa ini termasuk dalam Rumpun bahasa Austronesia. BAHASA SUKU MINAHASA BUDAYA SUKU MANDAR Tarian Maengket adalah tarian yang biasanya dibawakan oleh sejumlah pasangan laki-laki dan perempuan dengan ditambah satu orang sebagai pemimpin yang mengangkat suara untuk memulai nyanyian yang mengiringi gerakan tarian. Tarian ini pada awalnya dilakukan hanya pada saat selesai panen padi, sekarang tarian ini bertambah dua babak yang melambangkan peristiwa kehidupan lainnya. Gambar 12. Tarian Maengket
Upacara adat ini merupakan sebuah upacara adat yang biasa dilakukan oleh suku Minahasa terutama yang berdiam di daerah Bolaang Mongondow. Pelaksanaan upacara adat ini sendiri adalah untuk memperingati atau mengukuhkan seorang anak perempuan ketika memasuki masa pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama. ADAT ISTIADAT SUKU MINAHASA TRADISI SUKU MINAHASA Mapalus adalah perayaan yang dilakukan masyarakat minahasa sebagai bentuk rasa kebersamaan dan gotong royong. Dikutip dari laman Kemendikbud, kegiatan mapalus dilakukan dengan berbagai macam kegiatan mulai dari pembukaan kebun baru, membersihkan kebun, memanen hasil pertanian, hingga membantu dalam pemasangan rumah Gamba panggung. r 14. Tradisi Mapalus 13 Gambar 13. Upacara Monondaega
14 RUMAH ADAT SUKU MINAHASA Rumah adat Suku Minahasa adalah Rumah Pewaris. Gambar 15. Rumah Adat Pewaris Rumah Pewaris atau Walewangko adalah rumah adat daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Rumah Pewaris juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen warga setempat. Rumah tersebut bentuknya adalah rumah panggung. Pembuatan rumah panggung pada zaman dahulu bertujuan menghindari serangan musuh dan binatang buas. Rumah pewaris memiliki 26 tiang penyangga yang menggunakan bahan kayu pada lantai dasar dan lantai 1 menggunakan bahan kayu dan beton.
Suku Kaili, mendiami sebagian besar dari Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu. ETNIS DI SULAWESI TENGAH "SUKU KAILI" Gambar 16. Suku Kaili 15 Bahasa yang digunakan oleh Suku Minahasa merupakan bahasa Kaili. Bahasa ini merupakan sumbangan besar yang sangat berharga bagi pembinaan dan pengembangan bahasa di Indonesia.
Upacara adat Baliya Jinja merupakan ritual pengobatan yang bersifat nonmedis yang sudah kental dengan masyarakat Suku Kaili sejak dahulu. Sebelum adanya rumah sakit, upacara ini diandalkan masyarakat untuk mendapatkan petunjuk dari nenek moyang terkait bagaimana melunturkan penyakit-penyakit yang menyerang tubuh. ADAT ISTIADAT SUKU KAILI BUDAYA SUKU KAILI Budaya Sintuvu, menurut Dwi Septiwiharti, keterhindaran Masyarakat Kaili dari koflik antar etnik disebabkan oleh keberadaan budaya ini diantara mereka. Budaya Sintuvu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Masyarakat Kaili Gambar 18. Budaya Sintuvu secara bersama-sama. Gambar 17. Upacara Baliya Jinja 16
Tradisi Pompaura Posunu Rumpu dilakukan untuk menyingkirkan atau membersihkan kotoran dan mengembalikan kepada pemilik-Nya. TRADISI SUKU KAILI RUMAH ADAT SUKU KAILI Rumah Tambi digunakan sebagai rumah adat untuk dua suku yakni Kaili dan Lore. Yang membedakan rumah tersebut untuk setiap suku yaitu jumlah anak tangga. Pada rumah tambi suku Kaili, jumlah anak tangga untuk masuk ke rumah berjumlah genap, sedangkan pada suku Lore anak tangga Gambar 20. Rumah Adat Tambi berjumlah ganjil. 17 Gambar 19. Tradisi Pompaura Posunu Rumpu
Suku Tolaki, mendiami wilayah yang telah didiami oleh kelompok suku mereka. Apabila tidak ada dari suku mereka yang mendiami wilayah tersebut maka suku mereka tidak akan mendiami wilayah tersebut. Suku Tolaki biasanya berada di Kabupaten Kendari dan Konawe ETNIS DI SULAWESI TENGGARA "SUKU TOLAKI" Gambar 21. Suku Tolaki 15 Bahasa Tolaki adalah bahasa mayoritas di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahasa Tolaki digunakan di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan. 18
Tari Lulo, awalnya tarian ini lahir karena adanya kebiasaan masyarakat Tolaki yang sering menginjak-nginjak padi untuk mengupas beras menjadi biji beras, Tarian ini dimaksudkan untuk memohon kepada sang pencipta untuk melindungi tanaman-tanamannya agar terhindar dari hama. ADAT ISTIADAT SUKU TOLAKI BUDAYA SUKU TOLAKI Kalosara, benda yang menjadi simbol kelas sosial dalam masyarakat adat Suku Tolaki. Kalosara digunakan sebagai simbol yang mengespresikan konsepsi suku Tolaki, baik itu mengenai manusia, alam semesta serta hubungan antara manusia Gambar 22. Kalosara dan manusia lainnya. Gambar 21. Tari Lulo 19
Mobasa-basa merupakan bagian ritual mengirim doa untuk beberapa tujuan baik untuk arwah para leluhur, syukuran, tolak bala, ataupun menyambut hari-hari besar Islam. Tradisi mengirim doa ini selalu diiringi dengan sajian makanan dan bakar dupa. TRADISI SUKU TOLAKI RUMAH ADAT SUKU TOLAKI Rumah adat Laikas adalah rumah adat yang dimiliki oleh suku Tolaki. Rumah adat ini mempunyai bentuk panggung dengan jumlah tiga hingga empat lantai. Gambar 24. Rumah Adat Laikas Gambar 23. Tradisi Mobasa-basa 20
Juliani, R. (2018). Menarik Benang Merah Hubungan Aceh dengan Sulawesi Selatan. SOURCE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1). Rosmini Madeamin, M. P. Eksistensi Bahasa dan Di Sulawesi Selatan. Rakhmat, P., & Fatimah, J. M. (2016). Makna Pesan Dimbolik Nonverbal Tradisi Mappadendang di Kabupaten Pinrang. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 331-348. Safitri, A., & Suharno, S. (2020). Budaya Siri’Na Pacce dan Sipakatau dalam Interaksi Sosial Masyarakat Sulawesi Selatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 102-111. Laente, H. (2019). Makna dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Arsitektur Rumah Tradisional Bugis (Bola). Imaji, 17(1), 51-56. Nasruddin. 2014, Aspek Gender Arsitektur Rumah Adat Karampuang. Makassar: Universitas Hasanuddin. Isramrasal. 2009 Mengenal-lebih-dekat-upacara persemayaman- jenazah-sukukaili-di-sulawesi- tengah ristanto, Budi. 2002. Suku Bangsa Kaili Dari Sejarah Hingga Budayanya. BKSNT Manado Abidin, Z., 2020. Analisis kelayakan dan perspektif pengembangan pengolahan sagu di Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 22 (3), pp.307-319. Pratiwi, W., 2019. Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Pembagian Warisan pada Masyarakat Adat Suku Tolaki di Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar). Susiati, S. dan Iye, R., 2018. Kajian Geografi Bahasa dan Dialek di Sulawesi Tenggara: Analisis Dialektometri. Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 6 (2), hlm.137-151. DAFTAR PUSTAKA 21
Raodah, R., 2019. Tata Krama dalam Adat Istiadat Orang Katobengke di Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Patanjala, 11(2), p.292021. Muhlis, A., 2020. Eksistensi Tradisi Tari Lulo dalam Masyarakat Kec. Pakue Kab. Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Tinjauan Kebudayaan Islam) (Disertasi Doktor, IAIN Parepare). Udu, S., 2015. Tradisi Lisan Bhanti-Bhanti Sebagai Media Komunikasi Kultural dalam Masyarakat Wakatobi. Gadjah Mada University. Franciska, B., 2014. Bentuk, Fungsi, dan Makna Interior Rumah Adat Suku Tolaki dan Suku Wolio di Sulawesi Tenggara. Intra, 2(2), pp.257-270. Al Fatana, N., Ramly, R., & Azis, A. (2021). Pemertahanan Bahasa Mandar oleh Suku Mandar yang Berdomisili di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 2(1). Antro, A. W. (2022). Suku Mandar, Pelaut Ulung dari Sulawesi Barat. Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Prodi Antropologi, Unair. Pattu’du, S. (n.d.). 3 Upacara Adat Suku Mandar yang Masih Dilakukan. Sulawesi Barat: Suku Budaya Kebudayaan. Rupa, R. (2022). Kenalkan Si Kecil dengan Rumah Boyang, Rumah Adat Sulawesi Barat. Sulawesi Barat. 22
S1 Pendidikan IPS UM 2021 B BahanAjar "KeragamanEtnisdiSulawesi"merupakan sebuahbahanajardengantemabudaya.Bahasan bahanajarinimeliputiberbagai sukudiSulawesi. Materi yangdikemas secaramenarikdalambahanajarini diharapkanmampumembantupembacamenambah wawasanmengenai keragamanetnisdiSulawesi.