The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitinuraeni74, 2022-03-03 22:34:11

PTBK 2 KEDISIPLINAN

PTBK 2 KEDISIPLINAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Keberhasilan pendidikan di suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh

beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kedisiplinan yang harus ditegakkan
oleh semua warga sekolah dan salah satunya oleh peserta didik. Berbagai upaya
dilakukan oleh sekolah kepada peserta didik agar dapat membentuk sikap disiplin
pada peserta didik. Salah satunya adalah disiplin dalam kehadiran yaitu datang ke
sekolah tepat waktu. Kehadiran peserta didik untuk datang tepat waktu di sekolah
di sekolah sangat penting, selain untuk menanamkan sikap disiplin pada peserta
didik juga dapat memberikan dampak psikologis yang positif kepada peserta didik
dalam kesiapannya mengikuti kegiatan belajar. Dengan kata lain, peserta didik
yang datang di awal waktu akan lebih siap menerima materi dibandingkan dengan
peserta didik yang datang terlambat dan tergesa-gesa.

Peserta didik yang terlambat datang disekolah tentunya akan
mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di kelas pada jam pertama, karena
dalam pembelajaran klasikal, seorang guru memberikan materi pelajaran kepada
seluruh siswa dalam satu kelas secara bersama-sama, sehingga kedatangan
peserta didik yang terlambat ke dalam kelas yang tengah berlangsung KBM mau
tidak mau akan mengganggu proses pembelajaran baik mengganggu konsentrasi
guru maupun menggangu konsentrasi peserta didik didalam kelas. Dengan
demikian perlu adanya tindakan untuk lebih mendisiplinkan para peserta didik
datang tepat waktu di sekolah seperti yang telah tercantum pada tata tertib
peserta didik SMP Negeri 6 Cimahi.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di sekolah, masih banyak peserta
didik yang datang terlambat, dengan berbagai alasan seperti: rumah jauh, karena
menunggu angkot, bangun kesiangan, macet, tidak punya kendaraan untuk
berangkat sekolah atau

1

tidak ada yang membangunkan. Seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 6
Cimahi, setiap hari selalu ada siswa yang datang terlambat. Berbagai aturan telah
dilakukan oleh pihak sekolah untuk meminimalisir siswa yang datang terlambat,
mulai dari hukuman berupa menahan siswa untuk tidak boleh mengikuti pelajaran
pada jam pertama, konseling individu atau konseling kelompok oleh guru
Bimbingan Konseling sampai pemanggilan orang tua.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap salah seorang peserta didik
kelas VIII B, perilaku tersebut dilakukan berulang-ulang, sehingga diperlukan
penanganan khusus bagi siswa tersebut melalui bimbingan individu atau konseling
individu.

Dalam upaya menanggulangi masalah ini, guru pembimbing mencoba
memberikan layanan konseling individu terhadap siswa tersebut dengan
menggunakan teknik self managememt dengan penugasan membuat jurnal
kegiatan sehari-hari.

Teknik konseling self management merupakan seperangkat aturan dan
upaya untuk menjalankan praktek bantuan profesional terhadap remaja agar
mereka dapat mengembangkan potensi dan memecahkan setiap masalahnya
dengan mengimplementasikan seperangkat prinsip atau prosedur yang meliputi
self monitoring (pemantauan diri), self reward (reinforcement yang positif), self
contract (perjanjian dengan diri sendiri) dan stimulus control (penguasaan
terhadap rangsangan) (Gunarsa, 1996: 225-226).

Berdasarkan hal tersebut, self manajement bertujuan untuk membantu
peserta didik agar dapat mengubah perilaku negatifnya dan mengembangkan
perilaku positifnya dengan jalan mengamati diri sendiri, mencatat perilaku-
perilaku tertentu dan interaksinya dengan peristiwa dan lingkungannya, menata
kembali lingkungan sebagai syarat khusus atau respon tertentu, sehingga perilaku
yang negatif bisa berubah menjadi positif.

Adapun penugasan jurnal harian, adalah salah satu alat bantu kepada
siswa agar dapat memenej diri, terutama manajemen waktu, sehingga perilaku
yang sering terlambat datang sekolah dapat berubah.

2

B. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada upaya bimbingan terhadap salah seorang
peserta didik yang sering datang terlambat ke sekolah, yaitu peserta didik kelas
VIII B SMP Negeri 6 Cimahi, melalui konseling individual menggunakan self
manajement dengan penugasan jurnal kegiatan harian.

2. Rumusan Masalah

Apakah kegiatan konseling individu dengan teknik self manajemen berupa
penugasan jurnal kegiatan harian dapat merubah perilaku peserta didik kelas VIII
B SMP Negeri 6 Cimahi yang sering datang ke sekolah?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui efektifitas konseling individu dengan teknik self
manajemen dalam meningkatkan rasa tanggung jawab dan disiplin pada
peserta didik.
2. Untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan salah satu sikap
disiplin di sekolah yaitu datang ke sekolah tepat waktu.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa, membiasakan diri bersikap disiplin dan bertanggung jawab
dalam kegiatan sehari-hari, sehingga dapat menjadi anak yang lebih
betanggungjawab.
2. Bagi Guru, sebagai acuan bahwa sikap disiplin dan tanggung jawab perlu
diberikan secara berkelanjutan dan tetap diawasi dalam keseharaiannya di
sekolah, sehingga siswa yang kurang disiplin dapat lebih
bertanggungjawab dan merubah perilakunya tersebut.
3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat mengurangi kasus peserta didik
yang datang terlambat, sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan di
sekolah dan meningkatkan citra diri sekolah di lingkungan masyarakat.

3

4. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan wawasan
baru dalam khazanah keilmuan Bimbingan Konseling serta memiliki
alternatif pemecahan masalah bagi siswa yang memiliki masalah disiplin,
terutama tentang kehadiran di sekolah tepat waktu.

4

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Pentingnya Menerapkan manajemen dalam Kehidupan Sehari-hari
Kata manajemen berasal dari bahasa inggris “manage” yang memiliki arti

mengelola atau mengurus, mengendalikan, mengusahakan, dan juga
memmipinnya. Berdasarkan dari pengertian manajemen tersebut, maka perlu
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya manajemen, kita bisa
mengatur segala sesuatu dalam kehidupan kita dengan baik dan benar. Selain itu,
dengan adanya manajemen kita bisa menetapkan sebuah rencana dan tujuan yang
baik di masa depan. Dengan manajemen juga bisa membantu kita dalam membuat
keputusan yang baik serta dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan dalam
mengatur hidup kita. Contoh pentingnya manajemen dalam kehidupan kita sehari-
hari adalah memanajemen kegiatan yang kita lakukan setiap hari. Jika kita tidak
mengatur kegiatan kita, maka semua kegiatan akan berantakan dan tidak akan
mencapai suatu tujuan. Contoh penerapan manajemen yang sering dilakukan
dalam kehidupan sehari-hari adalah manajemen waktu, uang dan sebagainya.

Memenej waktu merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan.
Waktu merupakan hal yang sangat berharga, mulai dari bangun tidur sampai tidur
kembali hendaknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat sehingga waktu yang
tersedia tidak terbuang dengan sia-sia. Seseorang yang dapat mengatur waktunya
dengan baik, akan berdampak terhadap kesuksesan dalam hidupnya. Sementara
orang yang tidak bisa memenej waktunya dengan baik akan merugi, karena waktu
yang tersedia terbuang dengan percuma. Dengan adanya menajemen yang baik
dalam hidup kita, maka hidup kita akan lebih jelas dan teratur, dan kita dapat
mewujudkan segala keinginan kita.

B. Pengertian Self Management

5

Pengelolahan diri adalah prosedur dimana individu mengeatur prilakunya
sendiri (Gantina 2011:180). Selanjutnya menurut Gie (1996:95) manajemen diri
adalah dimana setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus
mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya ke arah
tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan
mengelola dirinya.

Menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard
Nelson Jones (2011:476) strategi self management adalah melibatkan membantu
klien untuk mengamati perilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri,
mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-
langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan
menerapkan konsekuensi.

Pada teknik ini individu terlibat pada beberapa atau keseluruhan
komponen dasar, yaitu: menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku
tersebu, memilih prosedur yang akan diterapkan, melaksanakan prosedur
tersebut, dan mengevaluasi prosedur tersebut (sukadji, 1983, dalam Gantina)

Masalah-masalah yang dapat ditangani dengan teknik manajemen diri,
diantaranya yaitu:

1. Perilaku yang tidak berkaitan dengan orang lain tetapi mengganggu orang lain
dan diri sendiri.

2. Perilaku yang sering muncul tanpa diprediksi waktu kemunculannya, sehingga
control dari orang lain menjadi kurang efektif. Seperti menghentikan merokok dan
diet.

3. Perilaku sasaran berbentuk verbal dan berkaitan dengan evaluasi diri dan control
diri. Misalnya terlalu mengkritik diri sendiri

4. Tanggung jawab atas perubahan atau pemeliharaan tingkah laku
adalah tanggung jawab konseli. Contoh konseli yang sedang menulis skripsi
(Sukadji, 1983 dalam Gantina)

6

C. Tujuan Teknik Self Management
Tujuan dari teknik pengelolahan diri yaitu agar individu secara teliti dapat

menempatkan diri dalam situasi-situasi yang menghambat tingkah laku yang
mereka hendak hilangkan dan belajar untuk mencegah timbulnya perilaku atau
masalah yang tidak dikehendaki. Dalam arti individu dapat mengelola pikiran,
perasaan dan perbuatan mereka sehingga mendorong pada pengindraan
terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan hal-hal yang baik dan benar.

D. Manfaat Teknik Self Management
Manfaat dari pengelolahan diri, diantaranya yaitu:

1. Membantu individu untuk dapat mengelola diri baik pikiran, perasaan dan
perbuatan sehingga dapat berkembang secara optimal

2. Dengan melibatkan individu secara aktif maka akan menimbulkan perasaan
bebas dari kontrol orang lain

3. Dengan meletakkan tanggung jawab perubahan sepenuhnya kepada individu
maka dia akan menganggap bahwa perubahan yang terjadi karena usahanya
sendiri dan lebih tahan lama

4. Individu dapat semakin mampu untuk menjalani hidup yang diarahkan sendiri
dan tidak tergantung lagi pada konselor untuk berurusan dengan masalah
mereka

E. Prosedur Aplikasi Self Management
Dalam pelaksanaan teknik ini biasanya diikuti dengan pengaturan

lingkungan untuk mempermudah terlaksananya pengelolahan diri. Pengaturan
lingkungan dapat berupa :

1. Mengubah lingkunga fisik sehingga perilaku yang tidak
dikehendakisulitdan tidak mungkin terlaksana.

2. Mengubah lingkungan social sehingga lingkungan social ikut mengontrol
tingkah laku konseli.

7

3. Mengubah lingkungan atau kebiasaan sehingga perilaku yang dikehendaki
hanya dapat dilakukan pada waktu dan tempat tertntu saja (Sukadji, 1983
dalam Gantina).

F. Tahap-Tahap Teknik Self Management
1. Tahap monitor diri atau observasi diri
Konseli mengamati tingkah lakunya sendiri dengan sengaja serta
emncatatnnya dengan teliti. Catatan ini dapat menggunakan daftar cek atau
catatan observasi kualitatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh konseli
dalam mencatat tingkah laku adalah frekuensi, intensitas, dan durasi tingkah
laku.
2. Tahap evaluasi diri
Konseli membandingkan catatan tingkah lakudengan target tingkah laku
yagn di buat oleh konseli. Perbandingan ini di buat untuk mengevaluasi
efektifitas dan efiensi program. Bila program tidak berhasil maka perlu
ditinjau kembai program tersebut.
3. Tahap pemberanian penguatan, penghapusan atau hukuman .
Konseli mngatur dirinya memberikan penguatan, menghapus dan
membrikan hukuman pada diri sendiri. Tahap ini merupakan tahap yang
paling sulit karena membutuhkan kemauan yang kuat dari konseli untuk
melaksanakan program yang telah dibuat secara kontinyu . (Sukadji, 1983
dalam Gantina).

G. Jurnal Harian
Menurut Ahmad Sudrajat arti dari jurnal adalah sebuah dokumen yang

secara terus menerus bertambah dan berkembang, biasanya ditulis untuk

8

mencatat setiap kegiatan. Jurnal harian adalah berupa dokumen pribadi yang
berisi kegiatan harian yang dilakukan setiap hari. Melalui jurnal ini, kita dapat
mengetahui kegiatan harian kita mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali.

Manfaat dari menulis jurnal harian:
1. Memori tersimpan rapi

Menulis jurnal sama halnya dengan mengingat atau menyimpan memori.
Membaca jurnal harian sama dengan mrmakai mesin waktu.
2. Meningkatkan kemampuan menulis
Dengan menulis jurnal, kemampuan menulis akan semakin berkembang tanpa kita
sadari. Mungkin awalnya hanya menulis kegiatan harian, tetapi suatu hari bisa
menjadi sebuah karya tulis.
3. Lebih menyadari masa lalu
Dengan menulis jurnal, maka kita akan diingatkan dan menyadari peristiwa masa
lalu.
4. Belajar dari kesalahan
Salah satu manfaat dari menulis jurnal harian adalah kita belajar dari kesalahan
diri. Sebagai bahan evaluasi diri untuk memperbaiki kesalahan dalam perilaku.

A. Setting Penelitian BAB III
METODE PENELITIAN

9

Penelitian dilakukan terhadap peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6 Cimahi
yang dilaksanakan tanggal 20 Juli 2017 sampai dengan 25 OKtober 2017.

B. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian Tindakan BImbingan dan Konseling ini adalah seorang

peserta didik kelas VIII SMPN 6 Cimahi tahun pelajaran 2017-2018 yang berinisial
RMD.

C. Sumber Data
Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa daftar

siswa kesiangan yang diperoleh penulis dari bagian kesiswaan. Diketahui bahwa
di SMP Negeri 6 Cimahi setiap hari di bagian piket KBM selalu melakukan
pencatatn bagi siswa yang kesiangan. Sehingga memudahkan pihak sekolah
untuk menindaklanjuti peserta didik yang kesiangan agar bantuan yang
diberikan menjadi tepat sasaran.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Bimbingan dan
Konseling ini menggunakan teknik non tes berupa wawancara dan studi
dokumentasi.
2. Alat Pengumpul Data
Berdasar teknik yang digunakan, maka alat pengumpul data berupa
pedoman wawancara, daftar siswa kesiangan, jurnal kegiatan harian siswa
dan absen harian peserta didik sebagai data penunjang.

E. Validasi Data
Data yang dihasilkan berupa jumlah intensitas kesiangan peserta didik

yang diambil dari daftar siswa kesiangan.
F. Analisis Metode Data

10

Dalam analisis data, penulis menggunakan teknik deskriptif komparatif
yaitu dengan membandingkan kondisi awal peserta didik sebelum adanya
treatment dan sesudah diberikan konseling individual self manajement melalui
penugasan jurnal harian. Dari hasil evaluasi tersebut akan diketahui tingkat
keefektifan pemberian layanan konseling individu self management, apakah
ada peningkatan perubahan sikap yang signifikan pada peserta didik setelah
diberikan perlakuan.
G. Kerangka Berfikir

Kerangka befikir dalam Penelitian Tindakan BImbingan dan Konseling
adalah seperti yang digambarkan pada bagan 3. 1 di bawah ini

KONDISI AWAL Peneliti : Peserta didik :
Mendata peserta Peserta didik yang
didik yang suka masih sering
datang terlambat datang terlambat

TINDAKAN Konseling individual SIKLUS I
KONDISI AKHIR Self-Managemen
dengan penugasan Konseling, membuat
jurnal harian jurnal harian

Peserta didik tidak lagi SIKLUS II
datang terlambat ke
sekolah Konseling, membuat
dan menganalisis
jurnal harian yang
telah dibuat

H. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas, maka hipotesis

tindakan adalah sebagai berikut:

11

“Konseling Individual self-management melalui penugasan jurnal harian
mampu mengatasi keterlambatan siswa ke sekolah.”

I. Indikator Kerja
Konseling individual self-management melalui penugasan jurnal harian ini

dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan perilaku terlambat pada peserta
didik. Secara eksplisit, perilaku peserta didik yang suka terlambat menjadi
berkurang minimal 80% dari sebelum mendapatkan perlakuan.

J. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dilakukan sesuai dengan metode penelitian tindakan

bimbingan dan konseling yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus teridiri
dari empat tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
1. Perencanaan

Mengumpulkan data peserta didik yang suka terlambat datang ke sekolah,
peserta didik yang didata adalah peserta didik yang sebelumnya sudah
mendapatkan penanganan namun belum menunjukkan adanya perubahan.
2. Tindakan

Memberikan layanan konseling individu self-management melalui penugasan
jurnal harian kepada peserta didik yang sering datang terlambat datang ke
sekolah.

3. Pengamatan

Setelah diberikan perlakuan apakah terjadi perubahan perilaku pada peserta
didik, yaitu dengan mengamati setiap hari kehadiran peserta didik disekolah
melalui catatan daftar siswa kesiangan yang bisa diperoleh dari dokumentasi
administrasi piket KBM. Dari data tersebut dapat diketahui apakah peserta
didik datang kesiangan atau datang tepat waktu

4. Refleksi

12

Mendiskusikan hasil pengamatan untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus 2,
demikian pula hasil pelaksanaan pengamatan siklus 2 untuk memperbaiki siklus
3 (jika pada siklus 2 belum terjadi perubaha perilaku pada peserta didik), dan
seterusnya.

Secara keseluruhan, prosedur Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling
digambarkan pada bagan 3.2 di bawah ini :

MODEL PENELITIAN TINDAKAN BK

Perencanaan

Refleksi SIKLUS 1 Tindakan

Pengamatan

Refleksi Perencanaan Tindakan

SIKSiLUS SIKLUS
2

Pengamatan

?

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Kondisi Awal

13

Penelitian tindakan bimbingan dan konseling ini dilakukan terhadap seorang
peserta didik yang memiliki masalah kedisiplinan yaitu sering datang terlambat ke
sekolah. Berikut adalah deskripsi awal dari kasus RMD sebagai berikut :

RMD adalah anak ke 4 dari empat bersaudara, memiliki hobi main bola dan
bercita-cita ingin menjadi pemain bola juga. Kegemarannya terhadap bola terkadang
membuat RMD harus bergadang semalaman demi melihat pemain sepak bolanya
idolanya beraksi. Kebiasaannya bergadang sudah dilakukan semenjak dia SD hingga
sekarang. Sehingga RMD sering bangun tidur kesiangan. Kebiasaannya menonton TV
hingga malam dikarenakan kurang mampunya RMD mengelola waktu dan mengelola
dirinya dengan baik, RMD tidak memiliki aturan untuk dirinya sendiri, kapan dia harus
belajar, bermain atau beristirahat. Hal tersebutlah yang kemungkinan menjadi
penyebab RMD sering terlambat datang kesekolah.

RMD adalah siswa pindahan dari sekolah lain. Ketika menjadi peserta didik pada
tahun ajaran 2016-2017, RMD sebelumnya tercatat sebagai siswa di salah satu SMP
negeri di cimahi pada tahun 2015. Tiga bulan pertama ketika sekolah di SMP tersebut,
RMD sering datang terlambat hingga akhirnya dia malu sendiri dan memutuskan
untuk keluar sekolah. RMD tidak melanjutkan sekolahnya selama satu tahun dan
mengulang di kelas tujuh di SMP Negeri 6 Cimahi pada tahun 2016. Berdasarkan
catatan guru BK dan wali kelasnya ketika kelas tujuh, RMD juga sering datang telambat
ke sekolah padahal jam masuk sekolah untuk kelas tujuh adalah pukul 12.30. Berbagai
penanganan kebisaannya datang terlambat ini sudah dilakukan guru BK dan wali
kelasnya, mulai dari konseling individual hingga pemanggilan orang tua. Dan kini di
kelas delapan, berdasarkan studi dokumentasi dari daftar catatan siswa kesiangan,
ternyata RMD masih mengulang kebiasaan buruknya yaitu datang terlambat ke
sekolah. Hal inilah yang menarik penulis untuk menangani kembali RMD dengan
teknik lain, diharapkan dengan teknik self management ini bisa memberikan
perubahan perilaku pada RMD untuk datang tepat waktu ke sekolah.

B. Deskripsi Siklus 1
1. Perencanaan Tindakan

14

Berdasarkan studi awal yang telah dilakukan, diketahui bahwa penyebab RMD
sering datang terlambat ke sekolah adalah kurang mampu mengelola dirinya dengan
baik. Selama ini RMD tidak memiliki perencanaan atau pengelolaan waktu untuk
kegiatannya sehari-hari. Aktifitasnya berjalan seadanya tanpa arahan, perencanaan,
tujuan atau target.

Dari hasil studi dokumentasi dan wawancara antara penulis dan peserta didik
maka rencana layanan yang akan diberikan untuk membantu mengentaskan
permasalahan yang dialami RMD adalah dengan layanan konseling individual self
management melalui penugasan membuat jurnal kegiatan harian. Maka disusunlah
RPL konseling sesuai kebutuhan dan permasalah peserta didik.

2. Pelaksanaan Tindakan
Layanan konseling individual yang akan diberikan kepada RMD diarahkan pada

kemampuan untuk mengelola diri dengan baik. Waktu pelayanan akan diberikan
dua kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:

a) Pertemuan ke 1: tanggal 25 September 2017
Pada pertemuan ini penulis melakukan wawancara dengan RMD untuk
mengumpulkan berbagai informasi mengenai dirinya. Lalu penulis
menugaskan RMD untuk menuliskan kegiatannya sehari-hari selama tiga
hari sebelumnya yang sudah dilakukan dan membuat jurnal kegiatan
harian selama lima hari kedepan. Jurnal tersebut akan dibahas pada
pertemuan berikutnya, Pada pertemuan ini juga penulis dan peserta didik
membuat kesepakatan untuk membuat jadwal pertemuan kedua.

b) Pertemuan ke 2 : tanggal 2 Oktober 2017
Pada pertemuan ini peserta didik menyerahkan jurnal harian yang telah
dibuatnya. Konseling pada pertemuan ini diarahkan pada kemampuan
RMD untuk mengalisa aktifitas yang dilakukannya berdasarkan jurnal yang
telah dibuat. Peserta didik diarahkan untuk membandingkan aktifitas yang

15

dilakukan tiga hari sebelumnya yang tanpa perencanaan dengan aktifitas
yang dilakukan berdasarkan jurnal harian yang sudah dibuatnya/
direncakan sebelumnya. RMD mengakui bahwa cukup kesulitan
melaksanakan aktifitas sesuai dengan jurnal yang dibuatnya, terkadang
masih bangun pagi kesiangan sehingga merubah rencana kegiatan yang
sudah dibuat sebelumnya.

Data frekuensi kesiangan peserta didik dari tanggal 17 juli 2017 sampai
dengan tanggal 30 September 2017 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1

Data Awal Frekuensi Kesiangan Peserta Didik

BULAN/MINGGU

NO NAMA SISWA JULI AGUSTUS SEPTEMBER

123412341234

1 RMD - - 2 1 1 1 1 2 1 1 1 -

3. Pengamatan Tindakan
Berdasarkan pertemuan pertama dan kedua dari perlakuan yang diberikan oleh
penulis kepada RMD, dimana peserta didik diaarahkan untuk menganalisa
kegiatan hariannya berdasarkan jurnal harian yang telah dibuatnya dan
membandingkan aktifitas yang dilakukan dengan perencanaan dengan aktifitas
yang dilakukan secara teratur berdasarkan rencanan, maka diperoleh data
frekuensi kesiangan RMD dari tanggal 26 September 2017 sampai dengan tanggal
2 Oktober adalah sebanyak 3 kali terlambat datang ke sekolah yaitu pada tanggal
27 dan 30 September 2017 dan tanggal 2 Oktober 2017. Berdasarkan data yang
diperoleh dari guru piket, alasan keterlambatan RMD adakah karena bangun
kesiangan.

4, Refleksi

16

Berdasarkan pengamatan pada siklus 1 belum menunjukkan perubahan perilaku
sesuai dengan yang diharapkan. Terlihat bahwa selama satu minggu, RMD masih
datang terlambat ke sekolah sebanyak 3x. Hal ini tentu saja belum menunjukkan
hasil seperti yang diharapkan. Dengan demikian maka peneliti mengadakan
perencanaan untuk melaksanakan siklus 2.

C. Deskripsi Siklus 2
1. Perencanaan Tindakan
a. Identifikasi masalah yang muncul pada siklus 1 dan belum teratasi dan
penetapan alternative pemecahan masalah
b. Menentukan waktu pelaksanaan untuk konseling individual ke 3
c. Menyusun RPL konseling individual

2. Pelaksanaan Tindakan
Layanan konseling individual yang akan diberikan kepada RMD diarahkan
pada kemampuan untuk mengelola diri dengan baik salah satunya dengan
cara mengelola waktunya sehar-hari secara tepat dan efisien. Pada konseling
kali ini, penulis kembali membahas jurnal kegiatan harian yang telah dibuat
peserta didik. Penulis mengarahkan RMD untuk menganalisa kegiatan-
kegiatan yang terdapat pada jurnal kegiatan harian yang dinilai merupakan
kegiatan yang kurang bermanfaat dan bernilai positif maka kegiatan tersebut
dihilangkan. Dan menentukan skala prioritas dengan tepat dari setiap
kegiatan yang akan dilakukannya. Peserta didik juga diarahkan untuk
mengatur dan menentukan penggunaan waktu dengan tepat dalam membuat
jurnal kegiatan sehari-hari. Pada pertemuan ini, peserta didik langsung
diarahkan untuk membuat jurnal kegiatan selama lima hari kedepan (jurnal
terlampir).

3. Pengamatan Tindakan

17

Penulis melakukan pengamatan selama tujuh hari dengan cara setiap hari
mengecek kehadiran peserta didik melalui absen harian dan daftar siswa
kesiangan yang penulis peroleh dari meja piket KBM. Berdasarkan
pengamatan, selama tujuh hari tersebut, penulis tidak menemukan nama
RMD dalam daftar siswa yang kesiangan. Hal ini menunjukkan bahwa RMD
sudah menunjukan perubahan perilaku yang lebih baik dengan hadir ke
sekolah tepat waktu, tidak lagi datang terlambat ke sekolah.

4. Refleksi
Dengan diarahkannya peserta didik menganalisa jurnal kegiatan sehari-hari,
mengelola waktu dan membuat skala prioritas dari kegiatannya, maka dapat
dilihat perubahan perilaku pada RMD secara signifikan. Hal tersebut terlihat
dari data yang diperoleh yang menunjukkan bahwa RMD tidak lagi terlambat
datang ke sekolah.

D. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dilakukan terhadap

seorang peserta didik yang sering terlambat datang ke sekolah. Peserta didik
ini terpilih menjadi subjek penelitian karena tidak menunjukkan adanya
perubahan sikap setelah diberikan layanan/ penanganan kasus terkait
perilakunya yang sering datang terlambat ke sekolah. Sehingga perlu kiranya
diadakan penelitian terhadap perilaku mereka, yakni dengan layanan
konseling individual self-management melalui penugasan jurnal kegiatan
harian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 setelah
diberikan treatment layanan konseling self management melalui
penugasan jurnal kegiatan harian sudah terjadi perubahan sikap pada diri
peserta didik namun belum signifikan seperti yang diharapkan, maka
penelitian dilanjutkan pada siklus 2. Pada layanan konseling individual self

18

management melalui penugasan jurnal kegiatan harian pada siklus 2 ini,
peserta didik diarahkan untuk menganalisis kegiatan-kegiatannya yang
terdapat pada jurnal kegiatan harian yang dibuatnya. Peserta didik diminta
untuk menghilangkan kegiatan yang dianggap kurang efektif, menentukan
skala prioritas dan pembagian waktu yang tepat untuk setiap kegiatan yang
dilakukannya. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus 2 ini, maka dapat
dilihat perubahan perilaku yang signifikan, peserta didik tidak lagi datang
terlambat ke sekolah.

Secara keseluruhan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling
ini menunjukkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik. Walaupun
perubahan perilaku tidak dapat dilihat dalam jangka waktu yang relatif
singkat namun secara keseluruhan penelitian ini dapat dikatakan berhasil.
Keberhasilan tersebut dapat dibuktikan dengan data yang menunjukka
bahwa peserta didik tidak lagi datang terlambat ke sekolah.

BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan Hasil Penelitian

19

Objek penelitian adalah peserta didik yang sering terlambat ke
sekolah. Kebiasaannya membolos dilakukan semenjak peserta didik
berada di kelas VII B. Walaupun sudah dilakukan penanganan terhadap
peserta didik tersebut, namun belum ada perubahan perilaku.

Kebiasaannya terlambat datang ke sekolah adalah karena tidak
dapat mengelola diri dengan baik. Aktifitas sehari-hari yang dilakukan
peserta didik tidak terarah dan berjalan apa adanya tanpa target dan
tujuan yang jelas. Peserta didik kurang memahami arti pentingnya
mengelola diri dan waktu dengan benar agar kegiatannya sehari-hari
berjalan dengan baik.

Konseling individual self management ini dilakukan dengan
memberikan penugasan kepada peserta didik untuk membuat jurnal
kegiatan harian. Dari jurnal ini lalu dianalisa kegiiatan apa saja yang perlu
atau tidak perlu dilakukan dan menentukan waktu yang tepat untuk setiap
kegiatan yang dilakuka.

Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus terdiri
dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Dari setiap siklus
memiliki hasi yang berbeda.

Hasil peneiitian ini secara umum sudah dapat dikatakan berhasil.
Hal ini ditunjukkan dengan perubahan perilaku pada peserta didik, yang
tadinya sering terlambat datang ke sekolah, kini secara berangsur
kebiasaan tersebut telah hilang. Peserta didik menjadi datang ke sekolah
tepat waktu.

B. Rekomendasi
1. Bagi orang tua
Kebiasaan datang terlambat ke sekolah ada kalanya dipengaruhi pula
oleh lingkungan, salah satunya lingkungan keluarga. Orang tua
seyogyanya menanamkan sikap disiplin pada anaknya sejak dini

20

melalui kebiasaan datang ke sekolah tepat waktu. Hal ini penting
dilakukan mengingat kedisiplinan bukanlah perilaku yang dengan
mudah ditanamkan, maka perlu proses yang cukup panjang untuk
menumbuhkan perilaku tersebut.
2. Bagi Guru dan Kepala Sekolah
Guru dan personil sekolah hendaknya bersama-sama menanamkan
sikap disiplin kepada peserta didik untuk mematuhi peraturan sekolah
dan berperan sebagai teladan bagi peserta didik diantaranya:
a. Datang ke sekolah tepat wktu
b. Tidak sering bolos mengajar
c. Masuk kelas tepat waktu

DAFTAR PUSTAKA
Gie. 1996. Strategi Hidup Sukses. Yogyakarta: Liberty
Samsu Yusuf LN, (2000), Psikologi anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

21

Komalasari, Dantina. dan Eka Wahyuni. 2011. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
Richard, Jones-Nelson. 2011. Teori dan Praktik Konseling Dan Terapi. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Nurma. 2010. Praktik Konseling Self Management. at http://nurma-
bimbingankonselingmantuban.blogspot.com/2010/06/praktik-teknik-konseling-
self.html diunduh pada tanggal 12 September 2017.
NN, (2014), PTK BP (PTBK), [online], Tersedia http: //katresna72.
Wordpress.com/299/09/17ptk-bp-ptbk. (6 september 2017)
Mamat Supriatna, (2013), Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi, Bandung:
Rajawali pers.
Tukiran Tanirejda, (2010), Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru,
Bandung: Alfabeta

22


Click to View FlipBook Version